[Side Story – Bukan Pilihan Hatimu] Let it Flow

Title : Let it Flow (Side Story_Bukan Pilihan Hatimu)

Author : Vikey

Cast : Lee Jinki

Support : Lee Taemin, Kim Hyuna, Shin Yunso (just ask).

Genre : AU, Romance, Family, sad.

Rate : G

Type : Ficlet.

Length : 1100 words.

Foreword : ceritanya lagi buka arsip lama, pengen lanjutin UD. Eh malah nemu tulisan gaje jamannya lagi ngegalau pas SMA, dan bim salabim. Setelah dirombak, Jadilah Fict Aneh begini. Nih, kalau ilham lagi baik pasti nulis FF lgsg kelar. Tp kalau ilham lagi ngambek ya gak bisa ngelanjutin, contohnya UD Sm NE..heheehe

Happy Reading ya!!! J 😛

 

 

Lets it Flow

.

.

.

Kuterbangkan Semua perasaanku padamu bersama angin. Semoga dengan begitu dia bisa menemukan jalannya tuk meraih kebahagiaan. Agar tak lagi menjadi beban untukku, untukmu dan untuk kita semua. Biarlah masa yang berlalu menjadi kenangan dimasa depan. Cukup sudah waktu yang kuhabiskan untuk menahan semua kesedihanku sendirian. Karena aku tak bisa menahanmu semakin lama. Cinta dalam hati yang kurasakan padamu, telah sampai dibatasnya. Segala kenangan, kesedihan, kebahagiaan, telah kuterima meski hanya sepihak. Aku sudah melewati semuanya sendirian. Karena cinta itu membebaskan, sejak dulupun aku sudah membebaskan dirimu bahagia dengan siapapun pilihan hatimu.

Kini saatnya aku membebaskan diriku sendiri. Membebaskan diriku dari belitan perasaanku padamu. Aku tak ingin menyalahkanmu atas apa yang kurasakan padamu, meski terkadang sebuah Tanya menghampiriku. Kenapa kau tak bisa memilihku. Lalu akupun sadar sesuatu, jika perasaan tak bisa dipaksakan. Karena memang cintamu juga tak berpihak padaku dan aku bukanlah pilihan hatimu. Segala rasa yang kupendam padamu. Harusnya sudah bisa kuhilangkan sejak dulu. Sejak kau memutuskan memilihnya disampingmu. Tapi, keegoisankulah yang membuatku bertahan bersama perasaanku padamu. Karena sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa. Yang tak bisa membendung hasrat yang terpendam dibawah alam sadarku. aku juga menyadari satu hal, alasan mengapa aku tak bisa melepaskanmu karena aku memang tak ingin melepasmu. Aku tak ingin kehilangan sebuah motivasi yang selama ini menggerakkan alam bawah sadarku tuk tetap bertahan. Karena dengan mencintai walau itu hanya sepihak membuatku merasa kuat dan mempunyai harapan serta keyakinan akan mesadepanku.

Hidup itu terus berjalan, semakin hari semakin banyak waktu yang terlewatkan. Begitu juga dengan diriku. Begitu banyak waktu yang kulewatkan untuk memikirkanmu, mengingatmu, walau aku sangat tahu kau tak pernah memikirkanku. Aku sungguh minta maaf padamu, karena telah melibatkan namamu untuk sebuah alasan dan dalih yang kubuat tuk menutupi kelemahanku. Aku hanya tak ingin mengakui bahwa aku adalah orang yang lemah tanpa sebentuk cinta dihatiku. Meski cinta itu tak bersambut, namun segalanya cukup bagiku. Cukup untuk membuatku bertahan selama ini. Kini, setelah aku sadari semua kesalahanku, harusnya aku bisa mencoba hidup sendiri tanpa bayang-bayang perasaanku padamu. Aku ingin menjadi orang yang kuat dan bisa bertahan dengan kedua kakiku. Selama ini kau sudah cukup menjadi motivasi untukku. Aku ingin tersenyum saat aku mengingatmu. Dan hidup dengan kemampuanku.

Aku ingin mengucapkan terimakasih padamu, untuk semua hal yang telah kau berikan padaku dulu. Semua rasa sakit, sedih dan bahagia karena aku mencintaimu. Dan berkat dirimu aku bisa memaknai cinta apa yang kurasakan padamu. Bahwa cinta itu adalah ketulusan dan kebebasan yang harus dinikmati dengan perasaan. Terimaksih terutama karena orang yang kucintai adalah dirimu. Dan cintaku, cintamu juga cintanya tak bisa bersinggungan. Kini, aku bisa mengingatmu dengan lebih baik. juga Maaf karena perasaanku padamu membuat hidupmu menjadi lebih sulit

Terakhir yang ingin kukatan padamu..I’am just try  to Let it Flow.. kini dengan perlahan aku akan membebaskanmu dari hatiku. Mencoba mencari kebahagiaanku sendiri seperti kebahagaiaan yang telah kau miliki bersamanya. Untuk tetap mencoba bertahan dan berjalan dengan kakiku, menemukan seseorang lain yang bisa membuatku benar-benar melupakanmu. Entah kapan saat itu tiba, tapi aku yakin hari itu akan datang menghampiriku. Dan seperti dongeng-dongeng masalalu, hidupku juga akan berakhir Happy Ending dan Happily Ever after.

Salam kasih dariku

Yang pernah mencintaimu

 

 

♦○♦

“Hyung… sudah selesai?” seorang namja tampan dengan rambut berwarna coklat pendek menoleh. Merespon panggilan dari namja lain yang kini berlari menuju dirinya.

“Sudah Taem… kajja, kita pulang! Cuaca semakin buruk.” Bola mata coklatnya menatap di kejauhan menjelajahi hamparan laut yang menenggelamkan sebuah benda kecil yang ia lemparkan barusan, tak lagi terlihat hanya menemukan gumpalan awan  gelap yang beriringan di atas laut. Menandakan bahwa hujan sebentar lagi akan turun.

“Benar hyung, sepertinya memang akan ada badai.” Taemin menyahut, merapatkan jaketnya berusaha menghalau dinginnya angin yang berhembus kencang.

“Setelah ini, kita mau kemana lagi hyung?” Tanya sang adik ketika langkah mereka sudah sejajar. Berjalan beriringan menuju jalan raya, tempat mereka meninggalkan motor tua kesayangan Jinki dua jam yang lalu.

“Sebelum pergi, aku ingin ketempat Siwon hyung dulu. Masih ada yang harus kuurus dengannya. Pakailah!” Jinki mengulurkan helm kepada Taemin. “kuantar kau pulang dulu.” Lanjutnya kemudian seraya menyalakan mesin motor tuanya dengan sedikit perjuangan.

“Hyung! Apa hyung sudah yakin dengan keputusan ini, meninggalkan Korea, meninggalkan semuanya?” tiba-tiba Taemin berujar saat ia sudah duduk di belakang Jinki. Mendengar pertanyaan barusan, gerakan Jinki terhenti untuk beberapa saat.

“Tentu saja, kesempatan tidak datang dua kali Lee Taemin.” Jawab Jinki datar, lalu menjalankan motornya sedikit kencang, membelah jalanan.

“Aku ikut kemanapun Jinki hyung pergi.” Pelan Taemin, menatap punggung kakak kebanggannya yang selama ini menjadi teladan hidup baginya.

Angin yang berhembus, seakan membawa terbang semua kenangan dan moment hidupnya yang telah terlewat. Mencoba melupakan segala hal yang bersangkutan dengan nama seorang Shin Yunso, ternyata tidaklah mudah. Bagi seorang Lee Jinki, Shin Yunso merupakan titik pusat kehidupannya selayaknya bumi yang berpusat pada matahari. Lalu, bagaimana bisa ia hidup jika yang menjadi titik pusat kehidupannya telah ia tinggalkan. Beruntunglah dia memiliki Lee Taemin dalam hidupnya. Satu-satunya alasan yang dapat ia benarkan agar terus bertahan di kerasnya dunia yang fana ini. Karena hidup adalah pilihan, dan pilihan benar membawa kebaikan. Maka, ia memilih untuk meninggalkan semua kenangannya dan bahkan tanah kelahirannya demi menjalani hidup yang baru dan menjadi sosok Lee Jinki yang baru.

Menerbangkan perasaan, terdengar konyol memang. Namun, itulah yang telah ia lakukan di pantai tadi. Entah mendapat ilham dari mana, yang jelas Jinki berharap semua perasaannya terhadap Yunso akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan menghilangnya kertas dalam botol yang telah ia lemparkan ke tengah laut.

@@@

“Minum Hyung?” Taemin mengulurkan cup kopi instant yang baru ia beli.

“Tidak Taem!” tolak Jinki halus. Kembali memejamkan matanya sekedar melepas kebosanan menunggu Boarding pass pesawatnya.

“Huh, jam sepuluh lewat empat lima. Sudah lewat satu jam dari jadwal seharusnya.” suara merdu milik seorang yeoja mengalun di telinga Jinki, sedikit mengusik tidurnya.

“Arghh!! Bisa-bisa abeoji membunuhku jika telat sampai di Jepang. Walau bagaimanapun aku tidak ingin di jodohkan paksa olehnya.” Lagi, suara yeoja itu semakin mengganggu telinga Jinki. Tak lagi terdengar merdu.

“Kau kenapa noona?” dari sudut matanya yang sedikit ia buka, Jinki bisa melihat bahwa Taemin tengah memandangi yeoja muda yang mengganggu pendengarannya sejak tadi. Penasaran, khas seorang Lee Taemin. Pikir Jinki.

“Gwenchana…. Hei, apa kau juga mau ke Jepang?” sepertinya yeoja cantik itu, -eh tunggu, Jinki berpikiran bahwa yeoja di sebrangnya itu cantik? Sebuah kemajuan!- menemukan pengalihan atas rasa kesalnya. Jinki bisa melihat kalau Dongsaengnya terlibat percakapan lebih hangat dengan si Yeoja. Namun, ia memilih kembali menutup mata, tak peduli dengan Taemin maupun yeoja berbaju biru tadi yang kini sedang tertawa bersama. Sayup-sayup Jinki mendengar sebuah nama yang disebut.

“….Kim Hyuna.”

Fin~

10 thoughts on “[Side Story – Bukan Pilihan Hatimu] Let it Flow”

  1. Aik… Keselek.
    Kok tiba2 FIN? AduhT penasaran…

    Perasaan Jin Ki tersampaikan dengan lancar ke hatiku. Aku mengerti dengan sangat Oppa.

    Akankah ada kelanjutannya?

  2. eh? udh fin?

    endingnya gantung T.T bikin penasaran…

    tapi kayaknya emg lebih bagus kalau sampai sini aja sih ceritanya…

    feelnya dapet! aku suka! Jjang 🙂

  3. Keselek?? Keselek apa nih?? 😛

    Yaiyalah lgsg tamat org ini side etory doang… Hrsnya main story ny yg dipublish duluan..hehehe

    Ya ampyun!!! Saya salah lagi y? #garuk2JidatlebarKey kenapa ya klo kirim FF pasti dibarengin insiden salah begini… Gak ada yg lurus nih Vikey…wkwkwkw

    Trims yua chanyeonie udd mau mampir dan keselek buat FF ni…hihihihi

  4. Ya ampun, aku keselek biji nangka._. Fin langsung eon ?? FIN ?? FMHGG.. *sibekep*

    Huaa… Ini aku yang lola mungkin, aku bingung._. Kenapa tamat langsung._. *nita lemot*

  5. Bentar, bentar, bentar..

    Eon kyknya pernah baca tapiiii, endingnya beda? Yg ini sengaja dipotong Vi?

    Aaaaa,,
    Gak ikhlas nama KIM HYUNA disebut2!!!!!!
    (ˇ▽ˇ)-c<ˇ_ˇ)

    Kim Hyuna itu kopel abadinyah Kim Kibum!!!

  6. Fin???
    Udh??beneran abis??
    Okey, gpp….biar segini jg feel nya kerasa…malah mantap gantungnya…hehehe
    Goodjob^^

    Btw, Ini side story dr ff yg mana ya??

  7. ah.. Taemin slalu nempel ama hyuna di ff2mu.. Heuu.. Aku jg mauu..#pletakk
    main story-nya post jg dong, Na.. Aku dah lupa soalnya.. Hehe

  8. Ini main storynya yang mana, ya? udah di post belum?
    Aku mau baca…. Ni side storynya bagus…
    Konfliknya sepertinya bakal bagus banget….

    Jinki dalam “pelariannya’ dan Hyuna yang bakal terjebak dalam perjodohan
    yang gak diinginkan….

    #Jinki, lari ke rumahku aja… Kamar sebelah lg kosong….

    #Hyuna…, semoga perjodohannya lancar… Aku dan Jinki bakal datang
    ke pernikahanmu…

    #Digetok Vikeykyulov… Bangun, woi…!!!!!

    Ditunggu main storynya….

    #ambil helm, mnt bonceng Jinki keliling kota….

    Vikey urut dada….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s