Monologue

Monologue

Main Casts:

  • Onew
  • YOU

Length: Ficlet

Genre: Failed Romance

Rating: PG-13

~~~~~~~

Bagi sebagian besar orang, cinta itu indah. Anugerah. Merasakan dada sesak oleh rindu dan pengharapan yang amat membuncah, menikmati tiap kali jantung tidak lagi berdegup padu, membiarkan pipi bersemburat kemerahan. Indah. Sekalipun tak terbalas, cinta itu indah. Hangat dan nyaman untuk diselami.

Cinta memang indah, tapi jika cinta tidak dalam genggaman, segala perasaan egosentris akan dirasakan secara individual. Tidak ada yang peduli jika kau kesepian, tidak ada yang mau mengerti saat kau membutuhkan sandaran, tidak ada yang bertanya “kau kenapa” kala kau bersedih, tidak ada yang meminta maaf ketika kau cemburu. Hampa adalah temanmu. Setia, namun menyakitkan.

“Kau kenapa? Oh, maafkan aku!”

Suara bak malaikat mengalun membelai gendang telingaku. Aroma parfum pria yang khas menyeruak, berebut tempat dalam indera penciumanku. Tak perlulah aku memberi deskripsi mengenai kondisi fisik malaikat ini karena ia sempurna di mataku. Bagiku sempurna tak melulu tanpa cela –memiliki eksistensi indah dengan kepantasan dalam tiap situasi, itulah sempurna.

“Jihye-ya, jangan diam saja. Kau marah padaku?”

Kupandangi saja wajahnya. Kedua alis tebal dengan kurva sempurna itu kini saling mendekat, nyaris bersentuhan. Di balik kacamata berbingkai hitam, sepasang mata gelap namun teduh menyorot penuh tanya sekaligus kekhawatiran besar. Ini tempat umum, tapi tak ada keraguan baginya untuk berlutut di hadapan gadis yang membisu. Hati sekeras apapun akan meleleh menjadi cairan cinta memabukkan hanya dengan menatap wajahnya.

“Aku hanya pergi sejenak. Membeli minuman. Masa kau marah karena itu?”

“Menurutmu bagaimana?”

Ah, pertanyaan bodoh, Oh Jihye. Kau tak perlu menggunakan nada sinis yang dapat mengiris logam seperti itu, kan? Satu gelengan kepala ringan akan menyelesaikan semuanya, diimbuhi senyum manis untuk menghilangkan sisa kekhawatiran yang tak perlu. Bodoh sekali. Kernyitan kening di kulit putih bersih itu membuatku ingin mengulang waktu kembali.

Wanita memang diciptakan dengan rasa proteksi tinggi, yang justru kerap menjadi alasan mengapa mereka mudah cemburu. Perasaan ingin dilindungi, perasaan mudah terancam –wanita identik dengan hal-hal semacam itu, tapi memiliki harga diri yang jauh lebih tinggi ketimbang pria. Karena itu, tolong mengertilah. Tolong maklumilah, Onew-ya.

“Ah, aku tidak tahu. Jika aku salah, maafkan aku.”

“Kau pikir maaf saja cukup?”

Malaikatku mendesah pelan, sungguh menggugah hati. Ia berdiri, tapi tidak pergi. Bangku kosong di sebelahku menjadi tempat duduknya; kulit lengannya menggesek milikku tanpa sengaja. Kontan sengatan listrik ribuan volt menyentakku. Ia juga menyadari hal ini. Satu lagi gumaman maaf meluncur dari bibirnya, kemudian ia menggeser tubuhnya sedikit menjauh.

“Ayolah, jelaskan padaku kenapa kau marah…”

Lagi-lagi kupandangi wajahnya, tapi tetap tak ada jawaban.

“Apa ada yang salah denganku?”

“…”

“Kau tidak suka minuman yang kubeli?”

“…”

“Jika kau tidak bilang, bagaimana aku bisa tahu, Manis?”

Kepalaku serasa nyaris meledak. Aku cemburu, Onew-ya! Ingin kuteriakkan kalimat itu tepat di depannya, kuguncang-guncang bahunya agar ia sadar. Kau sempurna dalam tiap aspek, kecuali wanita yang menjadi pendampingmu! Perlukah aku mengatakan hal itu juga?

Onew-ya, tidakkah kau tahu akulah yang selama ini melihatmu? Bahwa aku orang yang selalu mendoakanmu tiap malam? Bahwa aku tidak pernah absen mendukungmu? Apakah kau lupa siapa yang selalu tertawa di sampingmu? Apakah kau tak pernah menyadari semua ini, atau kau sadar tapi tak peduli karena wanita itu memiliki derajat lebih tinggi di matamu? Sebesar itukah cintamu padanya, Onew-ya, hingga sikap orang lain kau abaikan?

Kepalaku tertunduk pelan. Aku merasa bodoh hanya dengan duduk di sampingnya tanpa daya melakukan apapun. Ingar-bingar pusat perbelanjaan seolah menertawakan kesendirianku.

Onew berkata beberapa patah kata lagi, tapi dadaku sudah sedemikian sesak untuk mendengarkan suara hangatnya. Sudah cukup aku berada di sampingnya, di samping mereka. Kutarik napas dalam-dalam dan menoleh. Aku harus menyingkir.

“Jihye-ya, Onew tidak mungkin melirik wanita lain dan meminta nomor teleponnya dalam waktu sepuluh menit. Berhentilah cemberut seperti itu, kasihan dia,” aku berkata dengan nada ceria.

Onew membalas pandanganku, terkejut tapi penuh kelegaan. Bibirnya menggurat senyum kecil sebagai tanda terima kasih. Di sisi lain, Jihye melancarkan pandangan tak rela.

“Tapi–”

Aku memotong, “Nikmati hari Minggu kalian, Kawan-kawan. Aku pulang duluan, oke? Onew-ya, awas saja kalau kau membuat Jihye menangis.”

Kuharap suatu hari monolog ini akan menjadi dialog, Onew-ya.

..::END::..

I’m sorry, I supposed to come with Graffiti, tapi tapi tapi TT

Advertisements

28 thoughts on “Monologue”

  1. owh kirain itu mnolog nya jihye…..

    nyesek deh lo jd si yeoja…

    onew memang slalu melelehkan,. XD
    kekeke

  2. em ….#garuk-garuk kepala
    aku nggak dapat feelnya, trus nggak ngerti ini ada berapa cast sih? aku kira cuma 2, trus kebawah sebut Jihye. jadi ada tiga cast, ya? ini cerita cinta yang bertepuk sebelah tangan, sekedar itu yang aku tangkep. kayaknya zaky lagi latian buat cerita romance, ya?

  3. Yaik… Aku ngerti sekarang.
    POV-nya bukan Jihye, sang cewek POV hanya menceritakan kejadian yg terjadi disampingnya. Kejadian “onew membujuk Jihye”. Dan dia berharap, dialah si jihye.

    Aish… Nyesek banget. I know what she felt.
    Feelnya daebak. Nyesek banget. Graffiti-nya ditunggu dengan setia. 😀

  4. mwahahahaaaaaaaaa~~~~~ 😆
    bisaan deh bikin yang beginian.. kasian.. suka sama pacar orang itu emang gak enak, makanya jangan sampe suka sama pacar orang.. yang jomblo masih bertebaran.. 😆 nice one! 😉

  5. Oh, baru ngerti aku-_- kukira si pemilik POV ini itu si Jihye, makanya aku bingung, ‘kan Onew manggil dia ‘Manis’ kenapa cemburu coba? Kkkk~

    Keren thor, ini bukan pengalaman sendiri, ‘kan? Kkk, kalau iya, kita sama lho, aku pernah ‘hampir’ kayak gitu ‘-‘) *curhatcurhat*

    Grafitinya ditunggu thooooor Dx

  6. Meleleh…
    Aku pikir ini jihye Pov •﹏•

    Bagus, tapi….
    KEPENDEKAN!!!

    bikin lanjutan nya atau dibikin one shot sih…
    Ya..ya.. please…

    Ditunggu karya selanjutnya *^^*

    Dan semoga “Graffiti” & “Toy Store” -nya cepet dilanjutin °^^°

    Good ff
    Nice ff

    Thanks •^^•

  7. astagah grafitinya mana! *gaya malak* wkwkw apa apaan ini ,kenapa bawa semacam angst(?) tapi keren,diksinya astaga wkwkw

  8. confused. confused. confused.
    awalnya aku binguuung, mikir ini yg sbnrnya ngomong siapa? monolog jihye ya? ehhh ternyata ada 3 org disitu-_- kkk~ dasar aku yg lola kyknya 🙄
    as usual naiseuuu~ ^^

  9. aaaa.. nyeseekk.. jadi you itu..
    kata-katanya bagus banget..
    entah kenapa kalau setiap ff pasti onew di jadiin cowok yang disukai cewek tapi bertepuk sebelah tangan.. T.T
    pesona onew memang tak ada yang bisa menolak..
    kyaaaa.. onew..
    nice ff 🙂

  10. Sakit emang kalo liat orang yg disukaii jadi milik orang lain, padahal dirasa-rasa pacarnya justru gak lebih baik dari yg cintanya gak dibales *ini kalimat ngebingungin yak. Kira2 itu yang aku tangkep dari FF ini

  11. Ya Ampyuuunnnnnn….. Speechless…. Sumpah!!!! Aku-nya kasihan banget…. Jadi obat Nyamuk….. Cinta… Cinta… Oh cinta… Deritanya tiada akhir…

    Zaky!!! Kau luar biasa…… Jelas, singkat dan bermakna!!!

  12. Ya Ampyuuunnnnnn….. Speechless…. Sumpah!!!! Aku-nya kasihan banget…. Jadi obat Nyamuk….. Cinta… Cinta… Oh cinta… Deritanya tiada akhir…

    Zaky!!! Kau luar biasa…… Jelas, singkat dan bermakna!!!

    Oh.. Iya… Banyak yang bilang gak paham y?? Aku malah lgsg ngena dr judul dan kalimat… “kuharap suatu saat monolog ini berubah menjadi dialog. Onew-ya….” sumpah!! Itu dalem banget kalimatnya…. Ah… Jadi nostalgila!!wkwkwk

  13. Oke, sekarang aku bener-bener
    sadar, kadar tulalitku emang tinggi…
    apalagi komen tepat di bawah Vikeykyulov
    yang sangat paham banget ma ceritanya…..

    (keringetan…. komen, nggak, komen, nggak…)
    kalo komen, ketauan orang seblog tulalitnya
    (walaupun emg udah pada tau…)
    Kalo gak komen, aduh, udah jadi kebiasaan
    mau nyampein opini setelah baca, mau ikut cuap2 berbagi
    pendapat ttg sesuatu yg barusan dibaca…
    tangan pasti gatel mau ketik sesuatu kalo udah baca….
    otokeh…????

    Dan akhirnya aku emang berakhir komen…
    aku gak ngerti, nih, maksud ceritanya apa…

    Onew sm karakter ceweknya tuh, udah jadian
    trus mrk ada masalah orang ketiga…

    atau malah ni dialog yg ada, cuma khayalan
    si karakter cewek ttg fakta yg baru dia ketahui ttg
    perselingkuhan Onew???

    Atau, si ceweknya emang lom kenal ma onew, tp br sekedar
    memendam rasa ma Onew yang faktanya udah ada yg punya?

    Hayya’alasholaaah…..

    Lebih baik aku berenti ngetik, deh, daripada makin gak nyambung
    ngomong ngelantur kemana2, ntar malah nyemplung ke sungai Han…

    Zaky,
    you give this FF a mysterious case…

  14. JLEB! Ini sangat ampir (?) persis dengan apa yang sedang kualami. Cinta segitiga. Jadi aku suka orang, orang ini suka sahabatku, sahabatku gak suka sama dia. Nah loh. Beneran, ini sangat bikin jleb dan merobek-robek kalbuku (?) eonni -___- bahahahaha! Ga mungkin itu pov-nya jihye, kan di main cast-nya ‘you’ o.o banyak yg ketipu, aku malah fokus sama rasa jlebnya T T dohhh

  15. jujur pas pertama baca ga mudeng sama sekali alurnya gimana, tpi pas ngeliat komen yg lain trs baca ulang ceritanya jadi kerasa feelnya haha *mungkin karna senasib sama pengalaman rl/g* btw daebak adminnim!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s