Apartemen – Part 1

Apartment

Apartment

Title                 : Apartemen Part 1

Author                        : Astina a.k.a Kang hyo kyo

Main cast       : bae suzy dan choi minho

Support cast  : min (miss a)

yang yo seob (beast)

Orang tua suzy

Orang tua minho

Sulli f(x)

Length           : Sequel

Genre             : Family, romance, friendship

Rating                        : PG 15

Annyeong, ini gag bisa di bilang ff pertama, tapi ini pertama kalinya aku ngepos di sini. So, gomawo karna telah mau menerima ff ini. Hehehe untuk readers ‘RCL’ please J

Minggu 7 April 2013

Bae suzy pov

“Hah !! Kembali ke korea. So bad” aku bae suzy adalah seorang pelajar tingkat sma yang berasal dari Amerika, dan harus kembali ke korea atas permintaan orang tuaku. Hah aku tidak mengerti mengapa mereka meminta ku kembali. Sulit untuk  kembali karena aku telah tinggal di Amerika 4 tahun. Bbuukk !!! “Mianhae” ucap seseorang yang memecahkan lamunanku dan pergi begitu saja.

“Aaiiissshhh !!! Apakah dia tidak tau sopan santun” gerutuku sambil mencari nama ku di papan yang di pegang oleh orang-orang saat menjemput seseorang dari bandara. And “got you” setelah menemukan nama ku aku pun menghampiri orang tersebut.

“Omma appa” pekikku sembari mendekat ke arah mereka

“Wwwaaahhh anak omma ssaaannngggaatt cantik”

“Yyaa !! Kenapa hanya memeluk ommamu, appa juga rindu padamu”

“Hahahaha” aku tertawa bersama omma sambil memeluk oppa bersama-sama.

***

“Suzy !! Makan malam” pekik omma ku dari bawah. Aku pun bangun dari sofa yang kududuki sedari tadi, sesampai dibawah aku  makan bersama appa dan omma.

“Omma, dimana yang lain ? Kenapa rumah ini sepi sekali ? Dimana anak-anak kecil yang biasanya berkeliaran ?”

“Ho ? Anak kecil ? Owh.. Omma telah membuat rumah dimana mereka bebas bermain dan belajar , anak yatim piatu itu akan omma didik semampu yang omma bisa sesuai bakat mereka”

Aku hanya bisa menahan napas saat omma menjawab pertanyaanku, aku sangat bangga dengan apa yang omma lakukan, sangat berjasa menurutku. Tapi sebenarnya bukan ini yang ingin aku tanyakan. Kekeke aku ingin bertanya dimana aku tinggal. Hahaha mungkin terdengar aneh tapi  aku memberi syarat atas pindahnya aku ke korea. Hehehe

“Oohh, bila ada waktu aku akan kesana. Trus bagaimana dengan tempat tinggalku ? Maksudku perjanjian kita ? Omma masih ingatkan ?”

“Ne, omma masih ingat. Tapi kau juga harus ingat syarat yang lain, kau tidak akan tinggal sendiri. Arraso ?”

“Ne, lalu siapa ?”

“Omma telah memilih orang tersebut, dia namja. Omma sengaja memilih namja untuk menemanimu agar dia bisa melindungi mu”

“Uhuk uhuk ! Nugu ? Namja ? Apa omma yakin ?” Aku mimpi apa, namja ? Aku mulai mencium maksud tersembunyi omma. Tapi itu pasti hal yang baik, itu adalah prinsip yang aku tekuni saat omma menyuruhku yang aneh-aneh.

“Kewarasan ommamu memang sudah terkikis sedikit demi sedikit karna …” Appa ku angkat bicara atas apa yang di ucapkan omma, bahkan ia memotong pembicaraannya pertanda yang ia ucapkan itu adalah hal serius dan itu membuatku penasaran.

“Karna ..” Aku masih menunggu

“Karna ..” Aku masih menunggu

“Sudahlah suamiku, apa yang kau ucapkan tidak akan merubah apapun”

“Wae.. Waeyo ? Appa katakan padaku ?” Rasa penasaranku semakin meningkat.

“Baiklah. Karna..”

“Aapppppppppaaaa… Jaebal”

“Karna kegantengan appamu ini. Hahahhaahha”

“MWO !!!” aku membesarkan mataku tanpa sengaja dan seperti ingin keluar dari tempatnya. Ah aku harusnya lebih percaya pada omma.

“Hahaha kau benar benar, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Hahahaha, mudah di siasati. hahahahha”

Ah aku sangat kesal. Dengan rasa kesal aku memasukan daging ke dalam mulutku dengan sedikit kasar dan gumaman yang tidak berguna.

“Ya ! Bae suzy makan dengan pelan”

“Ne omma, lalu ?” Aku pun membuat suasana kembali menjadi serius, tapi appa tetap saja tertawa. Aaiisshhh ucap batinku

“Apa kau merasa lelah ?”

“Emb sebenarnya ya. Tapi jika aku bisa pergi malam ini juga, aku akan pergi.”

“Baiklah. Apartemenmu sudah siap.ada dua option yang bisa kau lakukan, pertama  Kau bisa pergi malam ini menuju apartemenmu, dan dikarenakan kau belum mengenal jalan korea kau akan di antar jempu oleh supir…”

“Ah andwe cukup berikan aku peta dan buku petunjuk saja”

“YA ! .. Jangan potong pembicaraan omma. kalau begitu itu cara kau pergi sekolah. Yang kedua malam ini kau menginap di sini dan pergi sekolah pada pagi harinya, setelah kau pulang sekolah kau bisa pindah ke apartement. Kau pilih yang mana ?”

“Tentu saja option pertama omma” ucapku dengan senyumku yang paling manis.

“omma sudah menduganya”

***

Setelah mandi aku merebahkan badan ku di atas ranjang apartemen baruku ini sambil membaca peta dan buku petunjuk ini. Tak ku sangka omma dapat melakukan segala hampir tanpa kesalahan. Hehe.. hal yang paling utama harus kupahami adalah jenis jenis bis di kota ini dan jalan yang akan kulalui besok.

***

Senin 8 April 2013

Suzy pov

This way ? Ah ya, i got it. Bundang High School, ah yes. I’m a smart girl. Emb masih sekitar 5 menit lagi masuk. Aku harus ke kantor guru terlebih dahulu. Hari ini hari pertama di sekolah baru, bagaimana tidak gugup saat kau berjalan semua mata tertuju padamu. Dari depan gerbang sampai ke kantor guru.kekekek

“Annyeonghaseyo” ucapku ketika sampai di ruang guru sambil sedikit membungkuk, belum sempat aku menegakkan punggungku kembali ada seorang guru yang menghampiriku.

“kau pasti Bae suzy ? kajja sebentar lagi sudah masuk”

Bisa kulihat dia adalah orang yang berwibawa. Bahkan aku pun hanya mengiyakan apa yang ia perintahkan. Kami berjalan hingga sampai di depan pintu sebuah kelas, dan bisa kulihat di depan kelas tersebut bertuliskan ‘2-A’.

“sebelum kau masuk aku akan memperkenalkan diri. aku adalah wali kelasmu, namaku lee jinki . Ini adalah kelas barumu” ucap orang tersebut yang ternyata adalah guruku.

***

Min ho pov

Lee songsaenim ? Seorang perempuan ? Siapa dia ? Jangan bilang dia murid baru ? 99,9% dia akan duduk di sebelahku. Ah menyusahkan !  Aagghh (۳ ˚Д˚)۳

“Sekarang kalian memiliki teman baru, silahkan perkenalkan dirimu” ucapnya seraya mempersilahkan perempuan itu memperkenalkan diri. Huh ! aku tidak perduli.

“Bae suzy imnida, kalian dapat memanggilku suzy”

Huh, berpura pura manis. Kita hitung satu jam saja dia di sini, dia akan bergosip bercermin. Dan hah itu lah.

“Suzy, kau dapat menempati kursi yang kosong”

“Ne”

(Berjalan kearah kursi di sebelah minho)

“Bae suzy” ucap gadis tersebut sambil mengarahkan tangannya ke arahku untuk bersalaman. Aku hanya melihatnya dengan ekspresi datar lalu mengarahkan kepalaku untuk kembali melihat ke depan.

***

Suzy prov

“Bae suzy” ucapku agar tidak terlihat terlalu sombong sambil mengarahkan tanganku ke arahnya, tetapi dia hanya membalas dengan melihatku dengan ekspresi datarnya. Aku tidak perduli aku menarik tanganku kembali dan mengambil buku ku.

Pelajaran pertama selesai dengan mudah. Belum istirahat tapi kenapa dia keluar kelas begitu saja.

suzy pov

“Suzy, yang yoseob imnida”

“Suzy imnida”

“Kau heran melihatnya ?”

“Emb, nugu ?”

“Pria yang duduk di sebelahmu”

“Ah ne, dapat kau ceritakan sesuatu tentangnya.”

“Emb.. Namanya choi minho, julukannya ice”

“Owh, dapat kulihat dari sikapnya mengapa kau menyebutnya ‘ice'”

“Hahaha tidak hanya aku, tapi seluruh siswa di sekolah ini”

“Mwo ?? Apa dia begitu terkenal ?”

“Ne, banyak sekali fans yeojanya”

“Owh, lalu sekarang dia kemana”

“Aku juga tidak tahu”

“Owh”

“Hei yoseob jangan sok imut kau” seorang yeoja tiba tiba saja datang dan membuatku terkejut.

“Hehhehehe”

“Hai suzy, min imnida”

“Hai, suzy imnida”

“Nah karna kita sudah berkenalan, maka kita berteman.

“Mwo ? Semudah itu ?”

“Memangnya apa dan siapa yang akan membuatnya sulit”

“…….” Aku hanya terdiam tak tahu bagaimana caraku harus menjawabnya. Di amerika, hari pertama siswa baru masuk selalu di buli. Kurasa korea memiliki budaya yang berbeda dan it’s oke for me.

“Sudahlah, jangan kau pikirkan” ucap yeoja tersebut

“Ngomong ngomong apa itu di tanganmu” sambung yeosob

“Jangan pura pura tidak tahu. Ini hadiah dari fans mu”

“K-k-kau juga punya fans ?” Ucapku tak percaya

“Ya, tapi tak sebanyak minho”

“Owh, apa kalian berteman ?”

“hahah tentu saja, bahkan kami bersahabat”

“dengan namja ice itu ?”

“dia sebenarnya orang yang baik”

Ring ding dong ring ding dong

“Bel berbunyi, yoseob suzy kajja !”

“Kemana ?” Ucapku

“Tentu saja kekantin, cacing di perutku sudah konser”

“nega” sambung yoseob

“Ah. Em aku bekal makanan dari rumah. Jadi kalian bisa pergi berdua saja”

“Owh, ada yang ingin kau titip ? Yoseob akan membelikannya”

“YA !!, seenaknya saja”

“Hheehehe, tidak. Bekalku sudah cukup untukku”

“Oke” ucap mereka bersamaan

Author pov

Ketika min dan yoseb keluar, minho masuk dan sempat berpapasan dengan mereka. Dan sedikit berbincang, tentu saja mereka kan teman.

“Ho ? Dia kembali, ku kira dia sudah membeku, hhehehe”

“Kau sedang mengejeku ?” Tanya minho sembari duduk di kursinya tepatnya di sebelah kanan suzy.

“Ah ? A-Aniya” ucap suzy gugup.
Min ho Pov

“….” Dasar yeoja pikirku. Bisa ku lihat ada 3 yeoja di pojok kelas bagian depan sedang bergosip.

“Suzy, apa kau mau bergabung bersama kami ?” Tanya salah satu yeoja tersebut, tidak lain adalah sulli. Ketua gossip di sekolah ini. Dan aku yakin suzy pasti mengiyakan, karna dia adalah yeoja.

“Ah ? Aniya, aku sedang sibuk”

Ho ? Dia sedang sibuk. Dia tidak sedang melakukan apapun. Dia tidak suka bergossip??

“Hei kau ! Mengapa melihatku seperti itu ?”

Tersentak aku sadar dari duniaku sendiri yang telah kubuat sedari tadi, apa aku melihatnya sedari tadi ? Benarkah ? Aku bahkan tidak sadar.

“YA ! Berhenti melihatku seperti itu !”

Aku pun kembali melihat buku yang telah ku pegang sejak masuk kekelas tadi dengan ekspresi datarku, menunjukan aku adalah namja yang cool. Begitu lah kata yeoja yeoja di sekolah ini.

“Pabo namja”

Gumamnya pelan, dia pikir aku tuli. Bahkan jarak kami tak sampai 1 meter. Aku pun melihatnya dengan tatapan sinisku, ya bisa di bilang dengan makna ‘apa kau mau mati?’

“Wae-waeyo ? Tadi kau melihatku dengan tatapan ada yang aneh denganku, sekarang kau melihatku seperti ingin membunuhku”

“Apa kau bisa diam ? Berhentilah bergumam !”

Ucapku yang terbilang sedikit kasar untuk ukuran yeoja

“Diam ? Diam kau bilang ? Kau pikir aku sedari tadi ribut ? Aku hanya berbicara beberapa kalimat kepada sulli ? Dan sedikit bergumam ? Dan ku pikir kau tidak perlu menatapku sampai ingin membunuhku ?”

Ya, pembelaan dari yeoja itu sebenarnya dapat kuterima. Tapi aku tak ingin kalah dari yeoja ini.” Hanya beberapa kalimat kau bilang ? Sebelum kau duduk di sini tak ada satu kalimat pun yang menggangguku.”

“Tentu saja, kau kan duduk sendiri”

“Karna itu kau diamlah”

“Aku akan diam jika tidak ada yang mengajakku berbicara”

Ucap gadis itu seraya mengambil laptop di dalam tasnya dan menyalakannya.

“Kalau begitu jangan membuat orang berbicara denganmu” ucapku yang mulai kalah dalam adu mulut ini, karna memang yeoja lah yang paling hebat dalam beradu mulut.

Dan dia menatapku sinis sambil mengucapkan “what ever !!!”

Percakapan pun berakhir yang berarti dialah pemenangnya. Lain kali aku tak akan kalah, pikirku. Eo ? artikel ?  video ?

Suzy pov

Dasar pabo namja. Aku pun mulai bermain dengan laptopku. Aku sangat suka mengorek informasi dari dunia maya ataupun buku. Emb ku baca informasi ini dengan seksama sambil memakan bekalku. Ini adalah alasan aku bekal, agar aku bisa menyambil kekekke.

Ada lomba dance !!! aku pun semakin tertarik. ‘SM Ent ! Festival ! Lomba ! ada hadiahnya !’ wwuuaaahhh tentu saja aku akan ikut, bahkan batas pendaftaran masih seminggu lagi, aku pun membaca persyaratan dan lain. Setelah mengerti aku membongkar koleksi video ku. Senangnya telah mendapatkan dance yang cocok. Aku pun mengambil peta dan buku petunjuk di dalam tasku. Aku bertekad akan mendaftar hari ini.

***

Ring Ding Dong Ring Ding Dong

Pulang sekolah !! Dengan cepat aku membereskan buku ku, dan mengambil tasku lau menariknya sambil berdiri.

“YA!!!!!!!!!!!!”

“what ?” ucapku singkat, dan betapa terkejutnya aku ketika menoleh meja min ho telah basah.

“KAU MENUMPAHKAN AIR MINERALKU!!!!”

“mian-hae” ucapku, karena aku tau aku salah dalam hal ini.

“aku tak perlu permintaan maafmu, cepat bersihkan dan kau harus mengganti bukuku”

“ya ! ini kan sudah pulang sekolah. Itu juga akan kering sendiri, masalah bukumu mian-hae”

“sudahkubilang aku tidak perlu permintaan maafmu” ucapnya seraya pergi dan sedikit menyenggol bahuku dan meletakkan bukunya di atas meja, membuatku semakin merasa bersalah. Memang sedari tadi, aku lihat jika ada waktu luang dia akan membaca buku itu. Pada akhirnya aku pun membersihkan mejanya, dan masalah buku…

“huh” aku menghembuskan nafasku, hanya ada 2 pilihan menggunakan uang jajanku atau uang yang kugunakan untuk jalan-jalan. Aku memang tipe orang yang mandiri, sehingga aku hanya di beri uang oleh orang tuanku satu bulan sekali.

Dan ini membuat jadwalku bertambah hari ini, setelah pulang dari mendaftar aku akan ke toko buku.

***

Author pov

Suzy telah menyelesaikan pendaftarannya, lombanya kurang lebih 2 minggu lagi, itu yang sedang suzy pikirkan.

“Kurasa waktu yang cukup untuk latihan.” Gumam suzy sambil mencari buku milik minho “Ah itu bukunya” gumamnya lagi setelah menemukan buku suzy.

Dengan hati yang lega karena telah menyelesaikan masalahnya suzy pun berjalan santai menuju kasir untuk membayar.

“Suzy !” Panggil seseorang

“Ne ?, min ? Apa yang kau lakukan?”

“Hanya membeli sebuah DVD, toko buku disini tidak hanya menjual buku, tpi juga DVD alat musik perlengkapan sekolah dan masih banyak lagi”

“Owh, aku juga sempat melihatnya tadi”

“Kau sendiri sedang apa?”

“Membeli buku ini” jawab suzy sambil menunjukan bukunya.

“Oh, hey giliranmu”

“Ne”

“Setelah membayar tunggu aku di depan toko”

“Why?”

“Just follow my instruction”

“Your english good”

“Thanks giliranku, hus hus”

Suzy pov

Ada apa dengannya ? Lama juga. Sudah 5 menit.

“Suzy, kajja”

“Mau kemana?”

“Aku ingin mengajakmu keliling kota seoul”

“Aku masih memakai seragam”

“Aku juga tahu, itu bukan masalah. Sepertinya kau belum pulang ke rumahmu, apa kau mau makan dulu?”

“Ah tidak, aku masih kenyang. Mungkin kita bisa makan saat sedang berjalan-jalan”

Aku sangat menikmati perjalanan ku ini, aku bahkan tidak merasa lelah. Bagaimana mungkin, aku sangat merasa nyaman ketika di dekat min. Apa benar kami akan menjadi sahabat. Tapi aku sangat menikmati ketika bersamanya.

“Hei suzy, jangan melamun. Berapa umurmu ?”

” Nega ? Emb 16 tahun.”

“Ho ? 16 ? Bagaimana kau bisa umur 16, tapi kau kelas 2?”

“Owh, ketika masih kecil aku masuk sekolah lebih awal itu yang membuatku lebih muda”

“Owh, berarti sekarang kau harus memanggilku eonnie.”

“….” Aku hanya diam dan sedikit menaikan satu alisku sebagai tanda aku tidak mengerti.

“Umurku 17, jadi kau harus memang… “

“Ne eonnie” ucapku sambil tersenyum

“Aigo senyummu manis sekali”

“Ah? Jinja?”

“Ne, karna itu eonni akan mentraktirmu makan malam, kau senang?”

“Ne” tentu saja aku senang, ini akan membuat uangku hemat.

***

“Ah kenyangnya, eonnie gomawo”

“Ne, sekarang sebelum pulang. Kau harus menjawab dengan jujur pertanyaanku, begitu juga sebaliknya”

“Untuk apa?”

“Tentu saja akan membuat kita lebih akrab, aku tau kau orang yang baik”

“Bagaimana eonnie tau ? Eonnie bahkan belum mengenalku lebih dari 24 jam ?”

“Aku bisa melihatnya dari matamu.”

“Owh”

“Pertanyaanku, tadi kau bercerita kau tinggal di apartemenkan ? Mengapa? Apa kau anak yatim piatu?”

“Hahahah aku mempunyai orang tua eonnie, alasanku …” Aku pun menjelaskan selengkapnya kepada eonnie baruku ini. Kenapa aku sangat senang bercerita tentang kehidupanku kepadanya? Aku sendiri bingung.

“… Itu alasannya eonnie”

“Owh, kau memang sangat mandiri”

“Hehehe, sekarang giliranku, eemmmbbbb …” Karna aku baru mengenalnya aku tak tau harus bertanya apa.

“Aku tahu, karna aku baru mengenal eonnie mungkin pertanyaanku tidak terlalu berbobot, aku melihat eonnie sangat akrab dengan yoseob, apa eonnie menyukainya?”

“Aaaiiissshhh ……… tidak berbobot kau bilang, ne eonnie menyukainya”

“MWO ?? bagaimana dengan dia?”

“hanya satu pertanyaan, Sesi tanya jawab selesai, kajja”

“yyaaaacccchhhh”

“kajja pulang”

***

Rabu 10 April 2013

Suzy pov

“Pagi yang indah, semoga tak di hancurkan oleh minho” ucapku ketika sampai di depan gerbang. Ini hari k-3 aku sekolah. Dan kemarin seharian aku terus berdebat dengan makhluk bernama minho itu.

“Kau lah yang membuat hidupku hancur”

“YA ! Minho!” Apa-apaan dia, Aku pun berjalan mendahuluinya dan mengembalikan badanku.

“Lebih baik kau membeku” ucapku ketus.

Aku pun terus berjalan menuju kelasku, dan terdengar seperti ada yang mengikutiku. Tentu saja si pabo namja itu. Ketika aku sampai di kelas, tentu saja aku menjadi orang pertama. Aku menyimpan tasku, kulihat si pabo itu berjalan ke arahku. Tentu saja kami kan sebangku. Aku mengambil buku pelajaran dan pergi begitu saja.

Aku berjalan tanpa arah dan tujuan, bahkan sekarang aku berada di lantai 3 sekolahku, aku terus berljalan sampai di pojok gedung. Aku pun duduk di pojokan tersebut, ku lihat di sebelah kiriku terdapat pintu, sementara di sebelah kakan nothing. Di karenakan rasa penasaranku yang mulai timbul aku mencoba mendekati pintu tersebut dan membukanya.

‘Klek klek klek’ terkunci pikirku. Aku pun mempunyai ide, aku berlari dan berlari mencari seseorang yang selalu membersihkan sekolah.

“Annyeong” ucapku

“Annyeong”

“Emb ahjumma, aku ingin bertanya tentang ruangan di pojok gedung lantai 3”

“Oh ruangan itu, kenapa ?”

“Apa ruangan itu di gunakan?”

“Tidak, mengapa ?”

“Apa aku boleh menggunakannya?”

“Untuk apa ?”

“Aku mempunyai hobbi yaitu menari, dari pada ruangan itu tidak di gunakan akan lebih baik jika aku gunakan untuk latihan nari. Hehe”

“Oh, gunakanlah. Nanti aku akan berbicara kepada kepala sekolah.”

“Gamsahamnida, boleh aku ambil kuncinya?”

“Apa kau tau ruanganku, tempat alat kebersihan? Ada paku di dekat pintu. Kau ambillah semua kunci itu dan bawa kemari. Dan ini kunci ruanganku.”

“Siap ahjumma” ucapku selayaknya seorang prajurit.

Akupun kembali berlari agar lebih cepat, setelah sampai aku langsung mengambil segerombolan kunci itu dan kembali ke tempat ahjumma menyapu. Aku sendiri tidak mengerti mengapa seseorang yang membersihkan sekolah di beri kepercayaan untuk menghandle seluruh ruangan di sekolah kecuali ruangan penting. ‘Aneh’

Setelah mendapat kunci ruangan yang aku inginkan, aku kembali berlari ke lantai 3, sampai di depan pintu aku menelan sedikit air ludahku. Kata ahjumma ruangan ini tidak berhantu, tetapi mengapa aku ketakutan.

‘Klek’ terbuka, aku membuka pintu secara perlahan. Aku pun cukup terpana ketika melihat isi dalamnya. Ruangan yang kurang lebih seluas ruang kelasku, dengan beberapa meja yang berantakan. Tepat di depanku terdapat jendela. Aku berjalan perlahan mendekat kearah jendela dan melihat keluar walau sedikit sulit karna debu yang begitu tebal tapi aku tahu itu lapangan olahraga sekolahku. Dan juga terdapat papan tulis putih yang dapat dipindahkan kemana-mana karena memiliki roda. Di dekat papan tulis itu terdapat sapu, dan sangat berdebu. Segera kuambil saput tangan di sakuku dan kugunakan untuk mengelap sedikit debu di gagang sapu, setelah gagang sapu cukup bersih untuk ku gunakan, aku mulai menyapu ruangan.

“Selesai, hanya tinggal mengepel dan mengelap debu” ucapku hehe aku begitu senang.

Ring ding dong ring ding dong

“Sudah masuk?” Aku bahkan tidak sadar kalau aku sedang berada di sekolah, kurang lebih 1 jam aku berlari lari dan menyapu ruangan ini. Karna aku sampai di sekolah pukul 6. Ketika aku berjalan menuju kelasku, banyak sekali adik kelasku yang menyapaku. Tentu saja lantai 3 memang khusus untuk anak kelas 1. Sedangkan aku di lantai 2 karena aku kelas 2.

Aku begitu haus, dan ketika sampai di kelas tujuan utama ku adalah minum.

“Sudah selesai kau minum? Kau dari mana saja? Air apa ini? Keringat? Kenapa kau berkeringat pagi-pagi?” Ucap min eonnie dengan penuh selidik

“Akan ku jelaskan nanti”

“Kau harus menjelaskannya sekarang”

“….” Tidak mungkin aku menjelaskan di kelas dan seramai ini, mungkin saja bukan hanya aku yang menginginkan ruangan itu. Aku pun menatap yoseob, tentu saja makna dari tatapanku adalah ‘help me’

“Min ! Songsaenim datang” ucapnya

“Kau harus menjelaskannya” ucap min eonnie.

Aku pun tersenyum membalas ucapannya, dan kembali menatap yoseob. Walaupun tanpa ia mengatakan adanya guru yang datang maka eonnie tetap akan kembali ke tempat duduknya

“Gomawo” bisikku.

***

Author pov

Pelajaran hampir berakhir “kalian sudah mengenalku semenjak kalian kelas satu, dan sekarang adalah pemilihan orang yang akan membawa buku tugas ini ke kantorku. Dan ini berlaku sampai kalian naik kelas.”

“Peraturan apa itu?” Ucap suzy

“Nanti kau juga akan tahu” balas minho

“apakah wajib?”

“ne”

“kalau tidak di laksanakan?”

“kau akan mati”

“sanksinya seberat itu ?”

“ne”

“tapi …”

“diamlah ! pabo yeoja”

“aaiisshhh”

“Aku memilih suzy dan minho, ini karena ada gossip yang menyatakan kalau kalian suka berkelahi. Semoga dengan tugas ini kalian bisa lebih akrab. Selamat siang”

Guru itu pun langsung pergi meninggalkan kelas, dan membiarkan kumpulan buku tugas tergeletak di atas meja karena buku itu lah yang harus di bawa oleh minho dan suzy.

“Kau bawa buku tugas ini, aku hanya akan membawa ini”

“Ya choi minho, itu hanya sebuah tongkat untuk mengajar,mengapa aku yang harus membawa buku buku ini ?”

“Jangan-banyak-bicara” ucap minho dengan penekanan di setiap kalimat dan pergi begitu saja.

“Ya ! Tunggu aku”

Di perjalanan

“Minho” ucap suzy, yang terdengar sedikit manja. Bukan karena sengaja, tapi dia memang seperti itu.

“Emb ?”

“Bisakah kau berjalan sedikt pelan”

“Tidak”

“Tapi aku lelah menyesuaikan langkahmu”

“Sebentar lagi juga sampai”

“Jebal, kau ingat tadi pagi aku berkeringat. Aku telah berlari kemana-mana, di tambah aku belum makan”

“Aku tidak perduli”

“Kau tidak pantas di sebut namja, bisakah kau …”

“Diam ! Setelah kita belok kanan, kita akan sampai, kajja.”

Sekitar 10 langkah mereka berjalan, mereka sudah sampai. Mereka pun meletakan barang barang tersebut di atas meja guru. Kemana gurunya ? Tentu saja mengajar di kelas lain.

Minho dan suzy pun kembali ke kelas. Wajah suzy sudah terlihat sedikit pucat. Min semakin penasaran apa yang di lakukan suzy. Akhirnya saat istirahat mereka berbicara di taman belakang sekolah sambil memakan bekal mereka. Suzy menjelaskan selengkap lengkapnya kepada hyo kyo.

***Bersambung***

 

Hahha ah jinja ?? selesai juga. Tapi belum ending hehehehe.

Buat reader aku butuh oxygen, walau belum tetap heheheheh

Sampai ketemu di part 2

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “Apartemen – Part 1”

  1. Min, gomawo gomawo gomawo
    Ff-ku di posting.
    Ya ampun aku udah terbang ke langit min.
    Sent from BlackBerry® on 3

    1. Heheheh
      Gomawo karna udah penasaran. 🙂
      Sebagai author pemula yang baik ff’nya akan lanjut kok. 🙂

  2. Ceritanya menarik.. Aku suka..
    Tapi kenapa di sini minhonya jahat banget ya sama suzy, kan kasian suzynya.
    Semangat suzy-ah..
    Ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

    1. Hehehheh

      Suzy adalah wanita yang kuat !! Tenang aja

      Sejahat jahat manusia pasti tetap ada setitik kebaikan di hatinya ***sok ceramah no author*** ^^

      Gomawo for oxygen

    1. Annyeong new reader, aku juga new author hhehehe

      Sebenarnya minho itu udah membeku, tpi karna ceritanya blom end jdi masih bertahan

      Makanya gitu tu sufatnya hehhehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s