Arti Sebuah Pengakuan – Part 4a

Title          : Arti Sebuah Pengakuan Part 4a

Author        : Natali Tamashii

Length        : Series

Main Casts    : Kim Eun Ri (OC)

Lee Jinki

Choi Minho

Support Casts : Han Rae Na (OC)

Kim Kibum a.k.a Key

Kim Hye Kyo (OC)

Kim Jonghyun

Lee Taemin

Cameo        :  Jung Soojung a.k.a Krystal

Genre          : Angst

Friendship

Rate           : Teen

Summary      :

Sampai kapan Oennie akan seperti ini?

Dan sampai kapan kau akan seperti ini …Minho-ssi

-Kim Hye Kyo-

Disclamer     : This story is mine.The plot and the OC’s cast are mine.Don’t plagiat this story.

A/N : also published at :

  • esemaniafanfiction.wordpress.com
  • natalitamashii.wordpress.com
  • shiningstory.wordpress.com

Annyeong *bow 900

Saya datang lagi membawa ff series saya yang pertama kekekekeekke.

Ini  merupakan part terakhir dari ff ini dan di part ini semuanya berisi penjelasan dari part-part sebelumnya. So karena berisi penjelasan, maka dengan sangat terpaksa untuk ff part ini harus saya sunat (?) menjadi dua karena part ini cukup panjang.

Maka dari itu saya harap untuk para siders tolong dong comment ff abal saya ini. Untuk part yang terakhir ini aja deh. Karena ternyata buat ff itu susah, walaupun ini merupakan hobi namun jika asal buatnya pasti akan hancur berantakan.

Udah ah, saya terlalu banyak ngomong.

Langsung aja deh

Happy reading ^_^

Arti Sebuah Pengakuan new

^^^

Minho tengah berdiri di balkon kamarnya. Membiarkan hembusan angin sore mengacak rambut basahnya. Sebuah handuk hitam melingkar lemah di lehernya. Sesekali tetesan air luruh dari helai rambutnya, turun melewati lekukan wajahnya hingga berakhir di dagu dan menetes ke bawah. Tangannya yang kokoh mencengkeram erat besi yang memagari balkon hingga buku-buku tangannya memutih. Terlihat jelas sorot kejengkelan dari matanya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa jam lalu.

~~~

Flashback on…

Minho tengah mengeringkan keringat yang membanjiri wajahnya dengan handuk abu-abu yang kini menjadi handuk favorite-nya. Tanpa sengaja pandangan matanya bertemu dengan Eun Ri. Ia pun mengulum senyum. Ia merasa ada ribuan bahkan jutaan kupu-kupu terbang di dalam perutnya dan menggelitiknya. Minho sangat rindu dengan yeoja-nya. Walau pun mereka satu sekolah, mereka sangat jarang bertemu bahkan bertegur sapa. Ada sedikit rasa bersalah menyusup hatinya. Andai perjanjian bodoh itu tak ada, Eun Ri pasti tengah memberikan botol minum padanya saat ini dan selalu berada di dekatnya. Tiba-tiba Eun Ri mengalihkan pandangannya dari Minho. Namun pandangan namja itu tak sedikit pun beralih dari wajah Eun Ri. Selang beberapa menit Eun Ri menarik lengan seorang namja dan membawanya berlari. Kini ada luka gores yang cukup lebar muncul di hatinya melihat Eun Ri menarik lengan namja selain dirinya. Ia tak rela dan tak akan pernah rela jika ada tangan namja lain menyentuh Eun Ri. Seseorang menepuk bahunya hingga mengalihkan pandangan dari tempat Eun Ri tadi berdiri.

            “Sudahlah Minho. Aku tahu kamu terluka melihatnya. Tapi bukankah sebentar lagi kamu dapat menggandeng tangannya?” ujar Jonghyun bijak.

            ‘ Ya, memang benar kata Jonghyun Hyung. Sebentar lagi aku akan dapat menggandeng tangannya,’ujarnya dalam hati.

            Minho hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan sepupunya yang pasti membuat yeoja berteriak histeris. Minho segera pergi dari lapangan tanpa menghiraukan teriakan yeoja yang memanggil-manggil namanya.

Flashback off…

~~~

Minho segera mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja nakas dekat tempat tidurnya lalu membuang handuk yang melingkar di lehernya sembarangan, tak lupa mengambil hoodie putih gading yang tersampir di kursi belajarnya dan keluar dari kamarnya.

“Minho, mau ke mana kamu?”tanya Jonghyun yang kebetulan melintas di depan kamarnya sambil membawa secangkir hot chocolate di tangannya.

“Ke suatu tempat special,”jawabnya sambil menuruni tangga.

Jonghyun hanya tersenyum mendengar jawaban Minho. Ia lalu masuk ke kamarnya yang kebetulan di sebelah kamar Minho tanpa perlu menanyakan tempat yang dituju Minho.

***

Gomawo Jinki-ya untuk traktirannya,”ujar Eun Ri sambil melepaskan seat belt-nya.

Jinki hanya mengangguk sambil tersenyum hingga membuat matanya terlihat segaris.

“Hati-hati mengendarai mobilnya. Aku takut kau akan menabrak kerikil jika mengendarai sambil tersenyum. Hahahaha.”

Eun Ri tak bisa menyembunyikan tawanya. Jinki berhenti tersenyum dan mengacak rambut Eun Ri.

“Yak!” Eun Ri tak terima lalu merapikan kembali rambutnya.

“Sebaiknya kamu masuk sekarang. Aku tak mau dimarahi Hye Kyo karena meminjam Oennie-nya terlalu lama.”

Ish. Kau pikir aku barang eoh?”

Jinki hanya terkekeh melihat ekspresi kesal Eun Ri. Eun Ri lalu keluar dari mobil Jinki. Ia melambaikan tangannya ketika mobil Jinki menjauh dari jarak pandangnya dan menghilang. Senyum terukir di wajahnya. Ia segera membuka pagar rumahnya, namun tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya hingga membuatnya terkejut.

“Hmmppf…hmppf…”

Eun Ri berusaha meronta-ronta. Namun sayang, tenaganya terlalu lemah. Eun Ri pun dibawa ke samping rumahnya. Ketika sampai pekarangan kecil di samping rumahnya, tepat di dekat ayunan tua namun kokoh, orang tersebut melepaskan tangannya dari mulut Eun Ri. Yeoja tersebut segera membalikkan badan.

“Ya-“

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, orang tersebut telah memeluknya hingga membuatnya terkejut.

Neomu bogoshippoyo.

“Minho Op-oppa?”

Dengan ragu-ragu Eun Ri pun melingkarkan tangannya di pinggang Minho.

Neomu bogoshippoyo chagiya,” ujar Minho setelah melepaskan pelukannya.

Eun Ri hanya menggigit bibir bawahnya sambil menunduk.

Na-nado Op…pa,”ujarnya pelan nyaris seperti bisikan.

Minho perlahan menarik dagu Eun Ri hingga membuat Eun Ri mendongak sehingga ia dapat melihat wajah yeoja yang sangat dicintainya. Dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Eun Ri dan mengecup bibir Eun Ri sekilas. Tiba-tiba Minho merasakan sesuatu yang basah. Ternyata Eun Ri meneteskan air mata. Dengan sigap Minho menghapus air mata Eun Ri dengan kedua ibu jarinya lalu kembali memeluknya. Setelah melepaskan pelukannya, Minho menarik tangan Eun Ri ke sebuah ayunan dan mendudukkannya di situ. Minho berjongkok di depan Eun Ri, digenggamnya erat tangan yeoja itu.

Mianhae.”

Hanya kata itu yang keluar dari bibir Minho setelah beberapa menit terdiam.

Mianhae karena aku jarang menemuimu. Mianhae karena aku jarang menghabiskan waktu denganmu. Mianhae karena aku terlambat datang saat anniversary  kita yang ketiga tahun. Mianhae karena a-“

Belum sempat Minho menyelesaikan kalimatnya, jari telunjuk Eun Ri telah berada di bibir Minho hingga membuatnya terdiam.

Gwaenchana,”ujarnya disertai senyuman hingga membuat Minho pun ikut tersenyum.

Minho pun berdiri dan menempatkan dirinya di samping Eun Ri. Ditariknya lembut kepala yeoja yang sangat dicintainya ke dada bidangnya.

“Kau tahu kenapa aku menemuimu saat ini?”

Eun Ri hanya menggeleng lemah.

“Aku ingin menyaksikan turunnya salju pertama bersamamu.”

Hening. Tak ada yang memulai percakapan hingga mereka merasakan ada sesuatu yang dingin dan basah di kulit mereka. Dengan perlahan, butiran demi butiran salju turun mengenai tubuh mereka. Minho menutup mata menikmati butiran demi butiran salju yang menembus hoodie-nya dan menyentuh permukaan kulitnya. Ia merasakan sesuatu yang bergetar di balik tubuhnya. Minho menatap Eun Ri yang berada di dekapannya. Ternyata Eun Ri menggigil karena ia tak mengenakan jacket maupun hoodie, hanya seragam sekolah yang tipis yang membalut tubuhnya. Bibir yeoja itu mulai membiru akibat kedinginan. Minho dengan sigap melepas hoodie-nya dan mengenakannya pada tubuh Eun Ri. Ia segera menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan meletakkannya di pipi Eun Ri untuk membuat yeoja itu hangat.

“Ish. Lebih baik sekarang kamu masuk rumah. Aku tak ingin kamu sakit.”

Minho mengecup lembut kening Eun Ri, yeoja itu hanya memejamkan mata. Ia pun memapah Eun Ri memasuki pekarangan rumah yeoja itu. Minho mengetuk pintu rumah Eun Ri. Ketika mendengar langkah kaki yang mendekati pintu, Minho segera bersembunyi di balik tembok. Eun Ri yang melihat Minho bersembunyi, tanpa sadar meneteskan air matanya.

Ceklek…

Terdengar pintu dibuka. Terlihat Hye Kyo dengan piyama ungu muda bermotif polkadot putih-biru sambil mengucek matanya. Rambutnya terlihat sedikit berantakan, menandakan yeoja itu baru bangun tidur. Eun Ri melihat jam tangan putih yang melingkar lemah di tangan kirinya. Terlihat jarum pendek menunjukkan angka sembilan dan jarum panjang menunjukkan angka tiga.

Oennie, kenapa pulang malam?”

“Tadi terjebak hujan salju di jalan dengan……Jinki.”

Hye Kyo melongokkan kepalanya ke luar rumah. Terlihat butiran demi butiran salju turun semakin lebat tiap detiknya.

“Oh, Jinki Oppa. Kkaja masuk Oennie, di luar dingin.”

Hye Kyo segera menarik Eun Ri masuk dan menutup pintu.

“Loh Oennie, ini hoodie-nya siapa? Bukan hoodie-nya Oennie kan?”tanya Hye Kyo ketika menyadari hoodie yang dipakai Eun Ri bukan milik Oennie-nya.

“Ini milik…”

Eun Ri melihat pintu yang tertutup. Ia yakin Minho masih bersembunyi di balik dinding dan akan pulang setelah semua lampu yang ada di rumah ini padam, seperti kebiasaannya selama tiga tahun belakangan saat mengantarkannya pulang.

“Jin…ki.”ujarnya nyaris seperti bisikan.

“Aku ke kamar dulu Hye Kyo-ya,”ujarnya lalu buru-buru menaiki tangga.

Hye Kyo masih berdiri di tempatnya mengamati Eun Ri yang menaiki anak tangga.

“Sampai kapan Oennie akan seperti ini?”bisiknya setelah Eun Ri menghilang di anak tangga terakhir.

Pandangannya berpindah ke pintu rumahnya yang tertutup.

“Dan sampai kapan kau akan seperti ini …Minho-ssi.”

Hye Kyo segera mematikan lampu yang masih menyala, karena ia tahu ada orang yang tengah meringkuk kedinginan di dinding luar rumahnya menunggu semua lampu di rumah ini padam.

Eun Ri menutup pintu kamarnya. Dimatikannya saklar lampu di kamarnya. Tubuh perlahan merosot ke lantai seiring dengan air matanya yang tengah mengalir membentuk dua aliran sungai kecil di pipinya. Dibenamkannya kepalanya di kedua lututnya. Membiarkan air matanya mengalir tanpa ada niat untuk menghapuskannya.

“Kenapa setiap menatapmu rasa sakit itu kembali hadir Oppa ?”

Jika hal itu menyiksamu, perlahan lepaskanlah

Lagi, suara yang entah datangnya dari mana kembali berdengung di telinganya. Entah mengapa suara itu sering mengalun di telinganya tiba-tiba, tanpa komando selama hampir lima bulan ini. Perlahan-lahan Eun Ri bangkit dari duduknya, melepas hoodie yang tadi dipakainya dan meletakkannya di meja nakas di samping ranjangnya lalu berbaring di atas ranjang. Perlahan-lahan Eun Ri memejamkan matanya, membiarkan rasa sakit di hatinya kembali tertoreh.

“Maafkan aku Jinki. Aku selalu menggunakan namamu jika menyangkut tentang Minho. Sekali lagi maaf,”bisiknya pada sang malam, berharap menyampaikannya pada Jinki.

***

Minho tengah duduk di dekat jendela kelasnya di lantai dua dan asyik mendengarkan lagu yang mengalun melalui headset yang terhubung dengan MP3 Playernya sambil mengamati seorang yeoja yang tengah duduk di bawah pohon sambil berbincang dengan seorang namja yang duduk di depannya. Terlukis kecerian di wajah yeoja tersebut yang mau tak mau membuat Minho mengulas senyum senang sekaligus miris. Senang karena keceriaan yang terpancar di wajah yeoja yang tak lain adalah Eun Ri yang membuat hatinya membuncah gembira, miris karena orang yang membuat Eun Ri ceria bukanlah dirinya melainkan namja berlabel Lee Jinki.

Ketika tengah memandangi Eun Ri, seseorang tiba-tiba bergelayut di lengan kirinya. Tanpa perlu melihat orangnya, Minho tahu siapa. Ia adalah Krystal Jung, hoobae yang selama ini mengejar-ejar cintanya sekaligus partner-nya dalam drama sekolah yang akan diadakan sebulan lagi untuk merayakan pesta perak sekolahnya.

Oppa, apakah nanti kita latihan lagi?”tanyanya dengan nada manja.

Minho bergeming, ia tetap diam meskipun Krystal kini meletakkan kepalanya di bahu kokoh Minho. Ia masih asyik mengamati Eun Ri di bawah sana.

“Ah, Krystal-ah. Ayo ikut aku, aku ada urusan denganmu.”

Tiba-tiba Jonghyun menarik paksa Krystal yang tengah bersandar di bahu Minho, namun tangan Krystal masih berada di bahu Minho.

”Ta-tapi Jonghyun Oppa, aku masih ada urusan dengan Minho Oppa.

“Urusanku lebih penting daripada urusanmu dengan Minho.”

Dengan sekali hentakan pegangan tangan Krystal di lengan Minho terlepas. Jonghyun dengan segera menarik Krystal menjauh dari Minho. Sedangkan Minho tak sekali pun menoleh saat Krystal berteriak-teriak memanggil namanya. Setelah Krystal benar-benar pergi dari kelasnya, ia menghembuskan napas lega dan mengucapkan terima kasih pada sepupunya.

“Huh, sampai kapan aku akan terus berurusan dengannya? Tak tahukah kemarin aku harus berjam-jam membersihkan bibirku setelah berciuman dengannya? Jika bukan untuk sekolah, aku tak sudi melakukannya.”

Pikiran Minho melayang ke kejadian beberapa hari yang lalu saat ia dan Krystal yang sedang berlatih drama dan mengharuskan mereka untuk berciuman. Ia hanya menghembuskan napas jengah ketika adegan itu mengusik memorinya. Pandangannya kembali tertuju pada sang pujaan hatinya, pencuri hatinya sejak tiga tahun silam.

***

Annyeong Noona.”

Seorang namja datang menyapa Eun Ri yang tengah berbincang dengan Jinki dan secara tiba-tiba duduk diantara mereka yang langsung membuat Jinki pergi meninggalkan mereka tanpa pamit karena tak ingin mengganggu Taemin dan Eun Ri. Lagipula ia harus kembali mengerjakan laporan.

Annyeong Taemin-ah.

“Hmm,…Apakah Noona akan datang ke acara tahun baru yang akan diadakan dua minggu lagi?”tanya Taemin to the point.

Molla.”

Molla? Ayolah Noona datang. Aku dengar kapten tim basket sekolah kita akan mengumumkan hal  yang sangat penting…”

Deg…

Jantung Eun Ri seakan berhenti berdetak. Rasa sakit yang semalam tertoreh kini menguak lagi. Senyumnya yang tadi mengembang perlahan menghilang terbawa angin.

“…Aku penasaran hal penting apa yang akan disampaikannya. Maka dari itu Noona, kau harus datang.”

Setelah selesai berkata, Taemin mengamati Eun Ri yang terlihat melamun.

Noona?”panggilnya sambil menepuk bahu Eun Ri.

Eun Ri terkesiap.

Ne.

Tanpa sadar kata itu meluncur mulus dari bibir Eun Ri. Taemin pun menyungging senyum  terbaiknya mendengar jawaban Eun Ri.

***

“Minho, apa kau yakin akan melakukannya?”

Jonghyun mendekati Minho yang tengah bergulat dengan PSP-nya. Dengan segera namja berambut hitam itu mengalihkan pandangan ke Jonghyun yang kini telah duduk di sampingnya.

“Ya aku yakin. Dan semoga tak ada halangan nantinya. Kau tahu kan Hyung apa tugasmu?”

Jonghyun menghembuskan napasnya jengah sambil mengangguk.

“Lagi-lagi berurusan dengannya.”

Jonghyun mengacak rambutnya kesal. Sedangkan Minho tersenyum tipis. Ia menerawang, membayangkan keberhasilan rencananya.

***

“Sebenarnya pengumuman apa yang akan disampaikan Minho Oppa?”

Eun Ri menyandarkan kepalanya di jendela kamarnya. Sedari tadi ia sibuk dengan pikirannya menebak-nebak apa yang akan disampaikan Minho saat acara perayaan malam tahun baru.

“Apa aku harus melakukannya?”

Tiba-tiba pikirannya terpagut pada sebuah pemikiran yang seminggu lalu muncul begitu saja di otaknya.

“Taemin. Ya aku harus bertanya padanya.”

Entah mengapa di tengah kebimbangannya, nama Taemin muncul begitu saja di otaknya. Eun Ri buru-buru menghubungi Taemin.

Yeoboseyo.”

Yeoboseyo Taemin-ah.”

“Ah Noona. Wae?”

Eun Ri tak segera menjawab. Ia tengah sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri.

Noo-

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

Eun Ri dengan cepat memotong kalimat Taemin.

“Tentu saja boleh. Memangnya Noona ingin menanyakan apa?”

Tbc……

Hmmm jujur saya bingung mau motongnya di mana jadi saya potong di sini aja deh keekekekekekkekekeke

Kira-kira apa yang akan ditanyakan Eun Ri pada Taemin?

Tunggu part 4b *plakk

Mian untuk diksi yang acak kadut, deskripsi yang berantakan dan typo(s) yang hinggap di mana-mana

Friendly

Natali Tamashii

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

18 thoughts on “Arti Sebuah Pengakuan – Part 4a”

  1. heeeuuhh…
    ini kependekan apa aku yang kecepetan bacanya ya *di tabok author

    keren benget,,,tapi kok tiba tiba tbc yakkk..

    apa ya yg mau di umumin sama bang minho,,apa status pacarannya sama Eun Ri ato gimana ya…??
    kasian JInki Oppa.. TT_TT

    lanjutkan bwahahaha

  2. waah akhirnya muncul jg… msih sdkit bingung perjanjian apa yg dimaksud minho. trus itu EunRi nangis cma gra” kiss drama MinTal? knp? hrusnya kan dy maklumin za

    keep writing!! ditunggu next part

  3. Pendek, author….. Ni lg enak bacanya…..
    Aduh, Jinki ku di jadiin pelarian…..
    Mending lari ma aku aja, Jinki-ya……
    #dijambak author…..
    Part ini msh menyisakan tanda tanya besar dan msh misteri bgt buatku
    Berarti, wajib baca part 4b nya ntar….
    Cpetan publish, ya….
    Fighting…
    #Nyusul Jinki, mau bantuin buat laporan….

  4. komenku kmrn gak masuk -_-
    natali, aku bingung baca part ini.. entah karena kurang konsentrasi ato karena aku gak ngerasa part ini ngejawab pertanyaan part2 sebelumnya, malah bikin nambah pertanyaan.. -_-
    jinki mana? key sama raena mana? itu kenapa jadi ada jjong sama krystal?
    dan aku gak suka sama karakter eunri di sini.. bukannya dia marah sama minho? udah di cuekin selama itu, begitu ketemu malah langsung bales melok dan mau dicium.. itu gak banget, suer.. kayak gak punya harga diri -_-
    yeah, tp diksi kamu makin bagus kayaknya di sini.. sayang aja gak diimbangi plot yang bisa bikin readers yang baca terhanyut dalam susunan katanya.. keep writing!

    1. hah???gk masuk??
      maybe yg kedua ya?
      tapi entahlah
      hwaaa? nambah pertanyaan??
      untuk part ini emang khusus minho eun ri jjong sma krystal
      hmmm setiap orang kan pendapatnya beda2 eon jdi yah klo eonnie gk suka eun ri its ok
      gomawo eonnie
      *akhirnya ada kemajuan jga
      *sujud syukur
      yah gpp deh kan bru belajar
      *copast guru bhasa indonesia
      siap

  5. yah, tiba2 kok tbc sih 😥 ke to the ren thor pake banget alias keren banget #bacotnih kkekekekek next partnya jangan lama lamaaaaa 😛 hehehehehe

  6. Huaaaaa ternyata Ъќ sama jinki Ɣää
    ªkŮ pikir jinkk juga suka sama eun ri
    Moga ja enggak
    jα̲̅ϑΐ ªkŮ Ğªќ harus ngeliat jinkiku sakit hati
    Hmmmmm

Leave a Reply to naymi 27 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s