Apartment – Part 2

Apartment

Apartment

Title                 : Apartment Part 2

Author                        : Astina a.k.a Kang hyo kyo

Main cast       : bae suzy dan choi minho

Support cast  : min (miss a)

yang yo seob (beast)

Length           : Sequel

Genre             : Family, romance, frienship

Rating                        : PG 15

Suzy Summary: Hari ini aku senang sekali, karena teman yang akan menemaniku adalah namja. Harapanku semoga saja dia tampan, pintar, dan bisa nge’dance. Aku pun bahkan tak menyadari selama aku berjalan aku tersenyum sendiri. Hingga seseorang dengan satu kalimatnya membuat moodku berubah 180 derajat.

Minho Summary: Apa ? Duduk dengan yoseob ? Andwe ! Yoseob jebal andwe ! Aku sangat senang melihatnya ketika ia dalam keadaan serius, tenang, diam, marah. Apa ini ?? Apa aku sering memperhatikannya, aku bahkan tidak sadar. ‘Dag dig dug’ detak jantungku berdetak semakin cepat. Apa ini ? Love ? Andwe ! Andwe !

Minho dan suzy pun kembali ke kelas. Wajah suzy sudah terlihat sedikit pucat. Min semakin penasaran apa yang di lakukan suzy. Akhirnya saat istirahat mereka berbicara di taman belakang sekolah sambil memakan bekal mereka. Suzy menjelaskan selengkap lengkapnya kepada hyo kyo.

Author pov

“Ha, akhirnya selesai juga”

“Ruangan ini sangat sempurna eonnie”

“Eng, pukul berapa ini ?”

“Jam 5 sore” ucap suzy sambil melirik jam yang ada di tangannya.

“Kajja, pulang”

***

Sabtu 13 April 2013

“Bae suzy, kajja istirahat”

“Ne”

“Sudah 6 hari kau disini bagaimana pendapatmu ?”

“Menyenangkan, dari awal aku memang tidak menolak, namun tidak juga menerima”

“Araso, emb kita sudah latihan 3 hari, besok terakhir pendaftaran dance competition kan ? Sedangkan lombanya berlangsung minggu depan ?”

“Ya, benar. Kurasa waktu kita latihan sangat cukup banyak. Apa lagi ini lomba individu”

“Benar, HA!!!” min sangat  terkejut saat melihat jam.

“Ada apa?”

“Sudah jam 8 malam, kajja pulang”

“Ho ? Kurasa baru jam 5 sore.”

Tetapi saat mereka keluar dari ruang latihan mereka, hanya lampu koridor sekolah yang hidup, sedangkan suasana ?? Tentu saja sangat sunyi.

“Menyeramkan”

“Ya eonnie, kau lebih tua. Kau tak boleh takut”

“Aku tidak takut”

Mereka pun pulang bersama-sama. Hingga sampai di perempatan jalan mereka harus berpisah di perempatan jalan di karenakan tempat tinggal mereka yang berbeda.

Suzy pov

Sangat tidak terasa, ho ??!! Aku baru ingat, harusnya aku ke pasar membeli makanan, ah aku lupa. Uangku ? Mungkin sudah di kirim oleh ibu. Sepertinya malam ini aku harus makan ramyun. Supermaket pasti menjualnya.

Aku pun memasuki supermaket yang tak jauh dari apartemenku. “Ramyun ramyun ramyun’ gumamku pelan dan ‘yup, got you’. Aku pun mengambil 2, yang satu hanya untuk jaga jaga saja.

~~~dddrrrrtttttttttt~~~

Setelah melihat nama omma, aku segera mengankatnya. “Yoboseyo”

“Teman yang akan menemanimu di apartemen akan pindah lusa”

“Ne”

“Kau jangan bingung dimana ia akan tidur. Omma akan mengurusnya”

“Bukankah apartemenku ad 2 kamar? Apa yang perlu omma urus?”

“Tentu saja perabot perabotnya”

“Oh iya hehehehe”

Percakapan kami pun berakhir. Aku pun segera membayar dan pulang ke rumah secepat yang aku bisa.

***

Senin 15 April 2013

‘Hhhoooaaammmm’ hari ini badanku segar sekali, di karenakan hari minggu kemarin aku tidak melakukan apa pun, hari ini badanku sssaaannngggaaattt segar. Aku pun segera mandi, sarapan pagi lalu berangkat sekolah.

Hari ini aku senang sekali, karena teman yang akan menemaniku adalah namja. Harapanku semoga saja dia tampan, pintar, dan bisa nge’dance. Aku pun bahkan tak menyadari selama aku berjalan aku tersenyum sendiri. Hingga seseorang dengan satu kalimatnya membuat moodku berubah 180 derajat.

“Dasar Orang gila”

“Apa kau bilang”

“Bae Suzy, apa kau tuli ? Aku bilang ‘DA-SAR-O-RANG-GI-LA'”

“Mengapa kau menghinaku? Apa salahku?” Aku mulai muak dengan sikapnya

“Menghina ? Aku tidak menghina”

“Lalu apa ? Mengolok ?atau mengatai ? Itu kurang lebih sama” aku mulai menyadari seluruh pasang mata di kelas mulai melihat kami berdua

“Aku juga tidak melakukan itu”

“Apa kau bilang ? Ucapkan lagi APA KAU BILANG ? KAU SELALU BERBICARA SEMAUMU, PABO NAMJA”

“Semauku ? Bukankah kau yang membuat dirimu seperti itu.”

“MEMANG APA YANG AKU LAKUKAN?” Aku merasa seperti orang bodoh, aku berteriak sementara lawan bicaraku hanya menjawab dengan santainya dan tanpa beban.

“Kau berjalan sambil tersenyum sepanjang jalan tanpa ada yang membalasnya”

“Aku melakukan itu bukan berarti aku gila” aku menurunkan suaraku tidak ingin terlihat lebih bodoh.

“Lalu apa?”

“…….” Aku hanya diam, tak mau membiarkan emosi ku keluar, tapi pada akhirnya air mataku yang ingin keluar. Tetapi aku tetap menanhannya, karna aku tidak ingin terlihat lemah.

“Sobie, mau kan kau bertukar tempat?” Tanyaku kepada yoseob yang duduk di depanku tanpa memperdulikan minho.

“Ne, jangan di ambil hati”

***

Minho pov

Aku senang sekali melihat yeoja ini marah karena dia terlihay yeppo, karena dia adalah yeoja pertama yang berani memarahiku selain ibu ku. Kekekeke benar hanya dia, jika saja yang duduk di sebelahku adalah yeoja lain, dia hanya akan terpesona. Dan aku sudah bosan dengan pemandangan seperti itu.

“Apa kau bilang ? Ucapkan lagi APA KAU BILANG ? KAU SELALU BERBICARA SEMAUMU, PABO NAMJA”

sekarang dia benar benar marah. Hahaha aku tertawa dan senang. Aku bukan hanya senang karna melihatnya marah, tetapi dalam adu mulut ini sepertinya aku akan menang.

“Semauku ? Bukankah kau yang membuat dirimu seperti itu.” Ucapku tak mau kalah.

“MEMANG APA YANG AKU LAKUKAN?”

Apa dia benar benar tidak tau apa yang dia lakukan ?? Apa yang ia pikirkan sampai sampai ia tidak sadar berjalan sambil tersenyum

“Kau berjalan sambil tersenyum sepanjang jalan tanpa ada yang membalasnya” jelasku padanya

“Aku melakukan itu bukan berarti aku gila”

Dia kembali tenang, jika dia tenang kemungkinan juga dia akan menang sedangkan aku akan kalah. What ?? Aku tidak mau

“Lalu apa?” Tanyaku, memang aku penasarankan apa yang pikirkan sampai ia tersenyum seperti itu

“…….”

Dia hanya diam. Aku mulai melihat cairan bening di matanya namun tidak jatuh mengalir di pipinya. Ia menangis ??  Gadis yang selama seminggu ini ku kenal ia hanya diam, marah, tenang, serius. Mengapa ia menangis ? Apa aku sudah keterlaluan ?

“Sobie, mau kan kau bertukar tempat?”

Apa ? Duduk dengan yoseob ? Andwe ! Yoseob jebal andwe ! Aku sangat senang melihatnya ketika ia dalam keadaan serius, tenang, diam, marah. Apa ini ?? Apa aku sering memperhatikannya, aku bahkan tidak sadar. ‘Dag dig dug’ detak jantungku berdetak semakin cepat. Apa ini ? Love ? Andwe ! Andwe !

“Ne, jangan di ambil hati” ucap yoseob

Huh ?? Harapanku putus seketika. Ah mengapa jadi seperti ini, jika seperti ini berbicaranya dengan santai pun tak bisa.

 

Yoseob pov

Apa dia tidak punya hati, dasar choi minho. Lebih baik ku tanyakan.

“Minho”

“Jangan mengomeliku”

“Tidak, hanya ingin bertanya”

“??? Ada apa ? Tentang suzy ??”

“Ya”

“Tidak usah”

“Minh…”

“Yoseob, kita sekolah bersama sudah 8 tahun, sekelas pun 8 tahun juga. 8 tahun juga kita berteman hingga sekarang sudah bisa di bilang sahabat. Kau tahu aku”

“Tapi tadi bukan kau”

“Apa maksudmu ?”

“Kau dengar aku, caramu menatap semua yeoja memang terlihat sama, tetapi sedikit berbeda dengan suzy”

“Berbeda ???”

” Apa kau menyukainya?” Akhirnya aku tanyakan juga. Tentu saja aku tanyakan, karena aku selalu memergokinya tersenyum sambil melihat suzy.

“Tidak”

“Mulutmu menjawab dengan yakin, tapi tidak hatimu”

“Shhuuttt ! Nanti suzy dengar”

“Suzy menggunakan earphone, kajja ke perpus, di sana lebih tenang”

“……”

Tak ada jawaban namun dia tetap mengekoriku.

“Yoseob ! Minho ! Wait”

“Ini urusan laki laki” ucap minho

“Tapi aku juga ingin mendengarnya, sepertinya akan ada couple baru” ucap min sambil menggandeng tanganku dan minho.

“Apa ?? Yoseob kau sedah mengatakannya ? Chukkae” ucap minho asal asalan, untung saja kami sudah di luar kelas.

“Mengatakan apa ?” Tanya min

“Eo ? Belum?” Aku melirik minho dengan makna ‘ apa kau mau mati’

“Ya sobie cepat katakan!!” Tuntut min

“Tidak mungkin” elakku

“yoseob, sepertinya masalahku nanti saja membicarakannya, aku ingin ke toilet. Bye”

Minho awas kau umpatku dalam hati

“Mengapa minho ?”

“Manaku tahu” aku mencoba lari namun tangan hyo kyo masih menggandeng lenganku.

“Baiklah kajja”

“Kemana”

“Ke taman belakang sekolah”

“Di sana? Apakah begitu rahasia?”

“Ne, dengan satu syarat”

“Kau tak boleh melepaskan” ucapku sambil melirik tangannya yang menggandeng erat tanganku

“Araso” padahal umurnya sudah 17 tahun. Bahkan suzy memanggilnya eonnie. Tapi mengapa ia masih saja terlihat manja.

“Kita sudah sampai” ucapku

“Cepat katakan”

“Haruskah sekarang”

“Eng” ucapnya sambil mengangguk

“Emb aku tak pernah merencanakan untuk mengatakannya padamu saat ini, mungkin terdengar aneh”

“Memang ada apa dengan suzy dan minho ?”

Ucapnya polos, kekeke aku ingin tertawa mendengarnya. Namun aku hanya tersenyum

“Ya ada apa ? Mengapa kau tersenyum seperti itu”

“Ini bukan tentang suzy dan minho”

“Lalu apa ?”

“Kau benar ingin tahu?”

“Eng”

“Yakin”

“Ya !! Kau tak pernah mempermainkaku dengan kata katamu seperti ini” cepat katakan ada apa ?

“Saranghae”

Aku hanya melihat respon terkejutnya, bahkan pipinya sampai merah

“…….”

“Kau tak ingin menjawabnya”

“Kapan kau menjadi seperti ini” ucapnya dan ingin melepaskan gandengannya di tanganku.

“Kau tak boleh melepasnya sebelum kau menjawab pernyataanku”

“Na-na- nado saranghae”

Aku begitu senang mendengarnya, secara refleks aku melepaskan tangannya yang menggandengku, lau berdiri menghadapnya dan dengan menggunakan tangan kananku aku memegang lehernya dan mengarahkan bibirku ke bibirnya, cup~~ aku mengecup bibirnya sekilas lalu tersenyum.

“You are my girl now”

***

Ring ding dong ring ding dong

Minho pov

“suzy” ucapku setelah pelajaran selesai

“kau menyesal ?” Tanya yoseob yang berganti duduk di sampingku.

“ne” ucapku lemah

“kau menyukainya. Kejarlah dia”

“aku tak menyukainya. Dan aku masih ada urusan”

“urusan ?”

“ne, omma menyuruhku tinggal di sebuah apartemen untuk menemani gadis yang tinggal di apartemen tersebut”

“MWO ?? kau tak pernah cerita”

“kau sibuk dengan min.”

“tidak sesibuk itu”

“heheh … sudahlah aku duluan” kenapa saja jika di samping yoseob, gaya yang selalu membuat yeoja melting tidak bisa ku keluarkan. Itulah penyebabnya walau kami bersahabat kami tak pernah sebangku.

***

 

“lantai 9 no 58, ini dia” aku masuk ke dalam apartemen, karena aku telah memiliki kode kunci apartemen.

“anyyeong” ucapku agar seseorang dapat menyambutku, tapi sepertinya tidak ada orang di rumah, omma bilang dia anak sma, wajar saja dia pulang sedikit sore. Kamarku memiliki pintu berwarna biru, pink ? ini pasti kamar yeoja itu.

Karena melihat warna pink aku teringat kembali dengan suzy. Huh !! aku tidak menyukainya !! aku hanya merasa bersalah !! jika aku sering melihatnya !! itu karena dia sedikit berbeda dengan yeoja yang setiap hari meneriaki namaku !!

Aku bodoh sekali memikirkan suzy, lebih baik aku mandi dan menonton TV dan makan. MWO !! tidak ada sesuatu di dalam kulkas, apa yeoja ini sudah gila, apa dia tidak lapar ?? Aku pun mengalihkan pandanganku ke atas meja, huh !! tidak apa walau ramyun.

***

Suzy pov

“Dia itu pabo namja”

“jangan terlalu di pikirkan, jika kau selalu memikirkan dia kau akan menyukainya”

“eonnie benar, sepertinya eonnie berpengalaman dalam menyukai seseorang”

“Ya !! Bae Suzy !!” teriak eonnie sambil memukul pelan bahu ku

“ampun  eonnie, apa yoseob tidak mengajakmu jalan jalan sehingga kau menjadi sensitive sekali”

“YA!!” yang tadinya hanya pukulan pelan kini sedikit lebih keras

“ampun ampun ampun”

“awas kau !! tapi …”

Aku mengangkat sebelah alisku tanda aku ingin dia melanjutkan kalimatnya

“yoseob” eonnie mengatakan nama yoseob dan ekspresinya terlihat sedih.

“eonnie ? ada papa ? yoseob tidak memiliki pacar kan ?”

“dia memiliki pacar” ekspresi eonnie semakin sedih

“ah tidak mungkin, jelas jelas yoseob mencintai eonnie”

“tapi ..”

“siapa pacarnya ? aku harus melihatnya” ntah karena apa aku memotong apa yang di katakana eonnie. Aku tidak percaya yoseob memiliki pacar selain eonnie, terlihat jelas dia menyukai eonnie.

“kau ingin melihatnya ?”

“ne”

“Dia ada di depanmu. HAHAHAHAHHA”

“eo ? eonnie ? yoseob ? pacaran ? MENGAPA TADI EONNIE TERLIHAT SEDIH?”

“aku berhasil mengelabuimu, HAHAHAH”

“tidak lucu”

“mianhae, tapi kau terlihat sangan lucu jika kau marah pantas saja minho sering membuatmu kesal”

“Mwo?, tadi eonnie menyuruhku melupakannya sekarang setelah lupa kau ingatkan kembali.”

“hehehe, mianhae. Suzy, bukankah hari ini namja itu datang kerumahmu. Maksud eonnie namja yang akan menjagamu”

“ah ya. Aku baru ingat, jam 6. Kajja pulang.”

***

Aku sudah di depan pintu apartemenku, kurasakan jantungku berdetak cepat. Mungkin karena rasa gugup.

“apa ia sudah pulang?” aku berfikir sejenak sebelum membuka pintu ini.

“kurasa sudah pulang” aku menekan kodenya, lalu mengambil belanjaanku yang sedari tadi ku letak di lantai.

Aku pun masuk, Seorang namja ? menonton ? “annyeong” sapaku

“eo ? minho ?” dalam sekejap belanjaan yang ku pegang jatuh dan sedikit berserakan. Bagaimana tidak seharian hatiku sakit menahan emosiku gara gara dia. Aku pun berjongkok untuk mengambil semua belanjaanku.

Minho Pov

Seseorang membuka pintu, pasti yeoja itu. Apa aku harus menyambutnya ?? sebaiknya aku menunggu hingga dia menyapaku, semoga saja ia tidak terpesona dengan ketampananku.

“annyeong” ucapnya. Aku pun menoleh, suzy ?? ucapku dalam hati

“eo ? Minho” dia terkejut, ada sedikit amarah di lirikan matanya. Aku mendekatinya untuk membantunya merapikan belanjaannya.

“…….” Dia tidak berkata apa-apa

“mianhae” ucapku.

“emb”

“apa haya itu jawabanmu ?” tanyaku

“ne”

“hanya masalah tadi siang, kau tidak perlu marah sampai begini”

“hanya masalah ?? jangan mulai lagi.”

“aku tidak ingin membuat masalah, aku hanya ingin meminta maaf”

Dia pergi meletakkan belanjaan di atass meja, dan menghampiriku.

“aku memaafrkanmu” ucapnya lebut, bahkan tak ada nada ketus di dalam kalimatnya.

Suzy pov

Setelah mengatakan itu aku pun masuk ke kamarku. ‘mengapa aku mengucapkan kalimat selembut itu’ harusnya aku tidak seperti itu. Sebaiknya aku mandi.

Saat keluar dari kamar, kulihat minho sedang menonton tv, kulihat dia juga menatapku, dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah lain dan segerra memasuki kamar mandi.

Aku tidak tau harus memasang ekspresi seperti apa. Yang aku harapkan adalah namja yang tampan. Tapi dari seluruh namja di kota ini mengapa harus dia ?? tapi dia cukup tampan, pikirku sambil membayangkan wajaahnya. ‘andwe’  dia tidak tampan, dia hanya terlihat tampan. Memangnya ada perbedaan ??? aku tidak peduli

Air mulai mengalir di tubuhku dan membuat pikiranku mulai jernih, dan aku mendengar sebuah bell berbunyi. Nugu ?? semua orang yang tau rumah ini juga tau kodenya, yaitu hanya aku, omma, dan minho. …………. HA ?

Minho pov

Ting ting

Siapa ? aku berjalan kea rah pintu dan membukanya. “yoseob.. min”

“minho ? kita tidak salah apartemen kan?”

“tidak, ha ? jangan – jangan kau namja yang menjaga suzy” Tanya min

“ne”

“wwuuuaahhhh chhuukkkaaaaeeee” ucap mereka bersamaan..

“HA?” ucap suzy dalam kamar mandi

“ya ! suzy ! ada apa ?

Suzy pov

“ya ! suzy ! ada apa ?” itu pasti suara minho

“aniya”

Aku pun bergegas mandi dan segera memakai pakaian, aku baru ingat kalau yoseop dan eonnie akan datang. Dan ketika aku keluar …..

“yoseob .. eonnie”

Mereka hanya tersenyum kecuali minho. ‘Matilah aku’ batinku

***BERSAMBUNG***

 

Annyeong readers, emb part di sini juga belom aku masukin masalahnya, ini masih pengenalan situasi. Heheh sabar ya

 

Oxygen please…………

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Apartment – Part 2”

    1. ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ╋╋ム┣┫ム╋╋ム kira author tu taktik bakal mudah terbaca, ternyata ada juga yang gag nyangka.

      Gomawo for oxygen

  1. Akhirnya part 2 di post juga^^
    Aku sebenernya udah nyangka dr awal kalo namja yg 1 apartment sm suzy itu minho.
    Si yoseob sm min malah seneng kalo suzy 1 apartment sm minho haha.. Kagetnya suzy kurang wow nih thor haha^^

    Ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

    1. Ternyata memang benar, taktik busuk ini mudah di ketahui ..
      ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ╋╋ム┣┫ム╋╋ム

      Kurang wow ya … Mmmm author akan lebih berusaha lagi lain kali 🙂

      Gomawo for oxygen

        1. Oooowwwwwww

          Gag ada sesuatu yang berbau yadong.
          klo gag salah sihhh …. ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ╋╋ム┣┫ム╋╋ム

          Pantengin aja ff-nya.

  2. ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ╋╋ム┣┫ム╋╋ム

    Taktik yg mudah di baca

    Gomawo for oxigen

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s