Arti Sebuah Pengakuan – Part 4b (End)

Title          : Arti Sebuah Pengakuan Part 4b

Author        : Natali Tamashii

Length        : Series

Main Casts    :

  • Kim Eun Ri (OC)
  • Lee Jinki
  • Choi Minho

Support Casts : Han Rae Na (OC)

  • Kim Kibum a.k.a Key
  • Kim Hye Kyo (OC)
  • Kim Jonghyun
  • Lee Taemin

Genre          : Angst, Friendship

Rate           : Teen

Summary      :

Aku adalah orang terbodoh di dunia. Aku selama ini bertahan dalam rasa sakit untuk mendapatkan pengakuan dari seseorang dan melupakan pengakuan yang kalian berikan padaku secara cuma-cuma, tanpa rasa sakit sedikitpun

-Kim Eun Ri-

Disclamer     : This story is mine.The plot and the OC’s cast are mine.Don’t plagiat this story.

A/N : also published at :

  • esemaniafanfiction.wordpress.com
  • natalitamashii.wordpress.com
  • shiningstory.wordpress.com

yey…… last part………

akhirnya selesai juga nih ff

happy reading ^_^

Arti Sebuah Pengakuan new

^^^

Yeoboseyo.”

Yeoboseyo Taemin-ah.

“Ah Noona. Wae?”

Eun Ri tak segera menjawab. Ia tengah sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri.

Noo-“

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

Eun Ri dengan cepat memotong kalimat Taemin.

“Tentu saja boleh. Memangnya Noona ingin menanyakan apa?”

“Hmm…Apa yang akan kamu lakukan jika hendak mengambil sebuah keputusan namun kamu…bimbang?”

Eun Ri memejamkan matanya setelah menyelesaikan kalimatnya. Berharap ia tak mendengar tawa Taemin yang menggelegar setelah mendengar pertanyaan bodoh yang terlontar dari bibirnya.

“Aku akan memejamkan mata dan bertanya pada hatiku.”

Terdengar nada yang tenang dari ucapan yang keluar dari mulut Taemin. Eun Ri yang mendengarnya langsung membuka mata. Terkejut dengan jawaban yang diberikan Taemin.

Ne?”

“Bukankah kata hati tak pernah salah? Jadi aku akan bertanya pada hatiku karena aku yakin itulah jawaban terbaik.”

Seketika senyum di bibir Eun Ri mengembang mendengar penjelasan Taemin.

Gomawo Taemin-ah. Entah mengapa aku merasa terkadang kau lebih dewasa daripada usiamu sekarang.”

Cheonmaneyo Noona. Jinjayo? Hua senangnya.”

“Tapi sekarang kau justru seperti anak kecil. Apakah kau memiliki kepribadian ganda Taemin?”

Terdengar decakan sebal dari Taemin sedangkan Eun Ri hanya terkekeh.

Noona sudah dulu ya. Dari tadi Jinki Hyung memanggilku. Aku tak mau dipecat menjadi dongsaeng-nya. Kekeke.”

Eun Ri ikut terkekeh mendengar penuturan Taemin. Ia pun melemparkan gadget-nya ke ranjang setelah sambungan telepon terputus.

“Ya benar apa kata Taemin. Aku harus bertanya pada hatiku.”

***

Eun Ri tengah mematut dirinya di depan kaca besar berukuran sekitar empat puluh kali seratus sentimeter yang menggantung di salah satu sudut kamarnya dekat dengan almari pakaian. Terlihat seorang yeoja mengenakan mini dress selutut berwarna merah maroon dengan belt putih yang mengelilingi pinggangnya dibalut bolero putih panjang serta high heels merah. Rambutnya yang panjang digelung menggantung dengan beberapa helainya dibiarkan menjuntai di kedua sisi telinganya. Di kedua telinganya menggantung anting-anting kristal berbentuk bintang. Wajahnya dipoles dengan make up tipis yang natural sehingga menambah cantik penampilannya malam ini.

Setelah dirasa penampilannya rapi, Eun Ri meletakkan tubuhnya di atas ranjang, memejamkan mata sambil menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk memenuhi rongga paru-parunya yang terasa sesak dan memegang erat-erat kalung yang menggantung di lehernya. Setelah dirasa cukup, Eun Ri pun membuka matanya.

Ceklek…

Terdengar suara pintu terbuka. Eun Ri segera mengalihkan pandangannya ke pintu. Dari balik pintu muncul Rae Na dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Yeoja itu malam ini mengenakan gaun biru laut selutut tanpa lengan sehingga mengekspos bahu putihnya dengan pita-pita biru langit kecil yang mengelilingi ujung gaunnya. Kakinya yang jenjang dibalut high heels hitam polos. Rambutnya yang panjang sepinggang dibiarkan tergerai dan hanya dibalut bandana rajut hitam dengan bunga kecil di sisi kanan yang berwarna emas. Di tangan kanannya tergantung tas kecil berwarna emas dengan pinggiran hitam. Wajahnya hanya disapu make up tipis. Telinganya dihiasi anting-anting bunga warna emas yang semakin menambah sempurna penampilannya.

“Sudah siap?”

“Eum.”

Eun Ri mengangguk. Segera diraihnya tas kecil berwarna putih yang tergeletak di dekatnya. Mereka pun beriringan turun ke bawah. Di bawah telah ada Taemin dan Jinki.

Malam ini Jinki mengenakan kemeja putih gading bergaris dibalut jas hitam semi formal. Kacamata minus yang selama ini bertahta di matanya pun tak ada, berganti dengan contact lens hitam yang menghiasi matanya, sedangkan Taemin mengenakan kemeja orange dengan jas hitam semi formal.

“Kkaja berangkat,”ujar Eun Ri setelah sampai di bawah.

“Loh Hye Kyo tak ikut?”tanya Jinki mengedarkan pandangannya.

“Aku sudah mengajaknya. Namun ia tak bisa.”

Taemin, Rae Na dan Jinki hanya mengangguk.

“Loh Key mana?”

Eun Ri yang baru menyadari jika Key tak ada di antara mereka segera menanyakan keberadaan namja itu.

“Katanya nanti ia akan menyusul.”

Eun Ri hanya mengangguk mendengar jawaban Rae Na. Mereka pun segera berangkat ke acara perayaan malam tahun baru yang diadakan di pantai menggunakan mobil Jinki.

***

Ketika mereka sampai, ternyata telah banyak teman-teman mereka yang datang. Ada yang tengah mengobrol, ada yang tengah berdansa, ada juga yang tengah menyantap kudapan yang tertata rapi di salah satu sudut. Hamparan pasir yang tadinya lengang kini telah bertransformasi menjadi lebih indah bahkan menawan. Pohon-pohon kepala yang berjejer rapi di sepanjang pantai kini telah dibalut dengan lampu kecil yang berwarna-warni. Di berbagai tempat di letakkan kursi-kursi putih yang melingkari meja coklat yang beratapkan payung berwarna merah. Di salah satu sudut terrdapat meja kotak dengan berbagai peralatan elektronik di atasnya yang biasa digunakan seorang DJ untuk memperlihatkan aksi menawannya. Sebuah lagu upbeat  tengah menyapa gendang telinga setiap orang yang hadir di sana.

“Mian mengganggu.”

Suara bass seorang namja yang sekarang tengah berdiri di panggung dengan stand mic di hadapannya menarik perhatian setiap orang yang ada di sana seiring dengan mulai memelannya hentakan music upbeat yang sedari tadi membelai telinga mereka.

“Aku berdiri di sini untuk menyampaikan sesuatu. Sesuatu yang amat penting.”

Namja itu menghentikan perkataannya lalu menarik napas perlahan-lahan dan menghemuskannya perlahan. Ia turun dari panggung berjalan menghampiri seseorang. Perlahan tangan namja itu terulur pada seorang yeoja. Sedangkan yeoja itu membelalakkan matanya terkejut. Tak hanya yeoja itu yang terkejut, namun semua orang yang ada di situ. Dengan ragu ia menyambut uluran tangan tersebut. Namja tersebut tersenyum ketika sang yeoja menyambut tangannya lalu menggiringnya menaiki panggung.

“Kalian pasti bingung kenapa aku membawa Eun Ri bersamaku menaiki panggung ini bukan?”

Terlihat hampir semua orang yang ada di sana mengangguk antusias. Eun Ri yang saat ini berdiri di panggung hanya menggigit bibir bawahnya ketika berpuluh pasang mata menatapnya dengan pandangan beragam. Tangannya yang masih digenggam namja tersebut mulai berkeringat.

“Aku dan Eun Ri su-“

“Aku ingin kita putus…Minho.” Dengan cepat ia memotong perkataan Minho. Ia sudah memantapkan hati dan tak ada keraguan lagi.

Minho yang mendengarnya terkejut. Ia segera mengalihkan pandangannya ke Eun Ri. Menatap yeoja itu tepat di manik matanya. Berharap ada setitik kebohongan yang terlukis di manik coklat itu.

“Eun ri-ya, kamu jangan bercanda. Aku berdiri di sini bersamamu untuk mengumumkan hubungan kita di depan mereka.”

“Tapi aku ingin kita putus Oppa.”

“Wa-wae?”

Minho yang masih terkejut dengan apa yang dikatakan yeoja yang amat dicintainya hanya mampu mengeluarkan pertanyaan itu.

“Aku…aku sudah tak tahan. Aku sudah tak sanggup menahan rasa sakit ini. Terlampau sakit.” Eun Ri mengepalkan kedua tangannya untuk menahan agar air matanya yang kini menggenang di pelupuk mata tak jatuh.

“Maksudmu?”

“Oppa…Selama kita menjalin hubungan hanya rasa sakit dan terluka yang kudapatkan darimu. Awalnya aku memaklumi, namun semakin lama rasa sakit itu menghimpitku hingga membuatku nyaris tak bernapas. Aku tak sanggup menahan rasa sakit ini lagi Oppa. Aku tak sanggup. Aku tak sanggup melihatmu berpelukan dengan yeoja lain bahkan hingga berciuman. Sakit Oppa. Rasanya teramat sakit,”jelasnya panjang lebar dengan lelehan air mata di lekukan kedua pipi putihnya.

Minho mematung mendengar penjelasan Eun Ri. Ia tak percaya jika selama ini Eun Ri sangat tertekan bersamanya.

“Ja-jadi selama kita berpacaran selama 3 tahun hanya rasa sakit yang kau dapatkan dariku?”tanyanya lirih.

Eun Ri menggeleng sambil menyusut air mata yang mengalir di pipinya.

“Tak semua. Kau juga sering memberikanku kenangan indah yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Namun…”

Eun Ri menghentikan ucapannya. Menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya sambil menutup mata.

“Namun rasa sakit yang kau torehkan terlampau besar hingga aku tak sanggup meredamnya. Aku takut… aku takut jika rasa sakit ini bertambah besar maka akan berubah menjadi rasa benci. Dan aku tak ingin membencimu Minho Oppa. Maka dari itu aku ingin kita putus sebelum rasa sakit karenamu menggunung dalam diriku.” Eun Ri menundukan wajahnya, tak sanggup melihat wajah Minho yang sayu.

“Apakah kau masih mencintaiku?”tanya Minho setelah mereka terdiam beberapa saat.

Ia menatap sayu Eun Ri yang masih menundukkan wajahnya. Perlahan ia mengangkat dagu yeoja itu hingga kedua mata mereka bertemu.

“Jawab aku Eun Ri-ya.”

“Ya aku masih mencintaimu….sama seperti dulu.”

Kalimat Eun Ri terdengar lirih di bagian terakhir. Walaupun begitu, Minho masih mendengar setiap kata yang keluar dari bibir itu.

“Lantas mengapa kamu meminta kita putus? Bukankah kamu masih mencintaiku begitupun juga aku?”

Minho masih mengejar Eun Ri dengan berbagai pertanyaan.

“Aku hanya tak ingin rasa sakit ini merubah cintaku padamu menjadi rasa benci.”

“Bagaimana jika kita mulai dari awal lagi?”

“MENGERTILAH MINHO JIKA AKU TAK DAPAT LAGI BERSAMAMU. TOLONG LEPASKAN AKU! TOLONG. AKU LELAH…SANGAT LELAH.”

Eun Ri berteriak sangat keras dengan air mata yang kembali mengaliri wajahnya. Tangan yeoja itu segera meraih kalung yang melingkari leher jenjangnya dan menariknya paksa hingga terlepas yang kini menyisakan guratan merah di sekeliling lehernya. Ia tak  mempedulikan rasa sakit yang menghampiri lehernya yang tak sebanding dengan rasa sakit yang bersarang di hatinya. Eun Ri meraih tangan Minho dan meletakkan kalung tersebut di atas telapak tangannya.

“Miannhae,”ujarnya lalu pergi dari panggung.

Sedangkan Minho hanya menatap kosong kepergian Eun Ri sambil menggenggam erat kalung pemberiannya yang dikembalikan Eun Ri.

“Padahal aku sudah menantikan saat ini untuk meresmikan hubunganku denganmu,” lirihnya.

“Ini semua gara-gara perjanjian bodoh itu.”

Flashback on….

Di sebuah ruang keluarga yang seharusnya hangat kini mendingin. Seorang pria paruh baya duduk di sofa tunggal sedangkan di depannya duduk seorang namja yang usianya berkisar  16 tahun. Terlihat jelas dinding dingin kasat mata di antara mereka.

“Minho, Appa akan membiarkan kamu tetap di sini asal dengan satu syarat.”

Akhirnya setelah terdiam selama beberapa saat Tuan Choi membuka suara.

“Kamu Appa larang berpacaran hingga lulus.”

Minho yang sedari tadi diam langsung membelalakkan matanya.

“Deal?’ Tuan Choi mengulurkan tangannya.

Minho terlihat berikir keras. Jika ia menolaknya maka dapat dipastikan jika besok ia akan terbang ke benua Eropa sehingga tak dapat lagi melihat orang yang menjadi alasannya untuk tetap tinggal di sini. Dengan ragu Minho menjabat tangan tersebut.

“Deal.”

Flashback off…..

***

Eun Ri tengah duduk di tepi pantai mengamati deburan ombak ditemani air mata yang senantiasa menghiasi wajahnya. Tiba-tiba seseorang duduk di samping kanannya, ikut mengamati deburan ombak yang menghantam pasir. Tanpa aba-aba Eun Ri meletakkan kepalanya di bahu orang tersebut hingga membuat tubuhnya menegang, tak siap dengan sikap Eun Ri yang tiba-tiba.

“Tolong biarkan seperti ini dulu Jinki-ya.”

“Rasanya sakit namun lega,”ujar Eun Ri setelah beberapa saat terdiam.

Sedangkan Jinki tak memberikan respon apa-apa. Ia membiarkan Eun Ri mengeluarkan segala kepenatannya.

“Apakah wajar jika aku merasakan sakit dan lega yang bersamaan setelah melakukannya?”

Ia menegakkan kembali kepalanya. Menatap Jinki seolah meminta pendapat. Sedangkan Jinki hanya menatapnya sekilas lalu mengalihkan pandangannya kembali ke bibir pantai.

“Jika kamu merasakan sakit, berarti kamu masih mencintainya. Dan jika kamu merasakan lega, berarti beban yang selama ini kamu pikul karenanya telah hilang. Untuk wajar atau tidaknya aku tak tahu. Apakah kamu masih benar-benar mencintainya?” Kali ini Jinki menatap Eun Ri.

“Masih,”ujarnya lirih sambil menerawang.

“Dan jangan pernah menanyakan padaku mengapa aku memutuskannya setelah hampir 3 tahun aku menjalin hubungan dengannya,”lanjutnya ketika ia melihat Jinki hendak membuka mulutnya.

Jinki yang mendengarnya hanya menggaruk tengkuknya kikuk.

“Hye Kyo?”ujar Eun Ri tiba-tiba.

Jinki mengerutkan keningnya. Ia pun mengikuti arah pandangan Eun Ri. Ia melihat seorang yeoja dan namja tengah berjalan di bibir pantai sambil bergandengan tangan.

“Bukankah itu Hye Kyo dan-“

“Key?” Potong Eun Ri cepat.

Yeoja itu segera berdiri dan berjalan menuju bibir pantai, meninggalkan alas kakinya begitu saja diikuti Jinki di belakangnya.

“Hye Kyo? Key?”tanya Eun Ri setelah ia sampai di depan Hye Kyo  dan Key.

“Oennie?”

“Eun Ri?”

Hye Kyo dan Key yang terkejut langsung melepaskan tautan tangan mereka. Hye Kyo hanya menunduk sedangkan Key menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Jangan bilang jika kalian pacaran?”tanya Eun Ri dengan tatapan menyelidik.

“Mwo? Key dan Hye Kyo pacaran?”

Rae Na yang tiba-tiba datang terlihat terkejut. Di belakangnya berdiri Taemin yang hanya mengerutkan kening. Rae Na dan Eun Ri menatap Key tajam, seperti hendak mengulitinya hidup-hidup.

“Baiklah. Baiklah. Aku dan Hye Kyo memang berpacaran. Puas kalian?”

Key yang tak tahan ditatap oleh kedua sahabatnya akhirnya mengaku. Sedangkan Eun Ri dan Rae Na hanya mengangguk-angguk.

“Sejak kapan?” Kali ini Taemin mengangkat suara.

“Satu tahun.”Key menjawabnya dengan kesal.

“Satu tahun dan kau tak memberi tahu kami?”tanya Rae Na kesal.

“Eun Ri juga tak memberi tahu.”

Key yang semakin kesal dengan Rae Na hanya mengatakan hal tersebut. Raut wajah Eun Ri kini kembali sendu.

“Mianhae.”

“Oppa!”

Hye Kyo yang melihat kakaknya hampir menangis segera menghampiri dan memeluknya. Ia menatap Key tajam. Key yang mengetahui kesalahannya langsung minta maaf.

“Mianhae. Aku-“

“Gwaenchana. Seharusnya aku yang minta maaf.”

“Sudahlah Oennie. Jangan menangis lagi, Aku tak tahan melihatmu menangis hampir tiga tahun belakangan,”ujar Hye Kyo yang membuat semua mata terbelalak, kecuali Jinki.

“Sejak kapan?”tanya Eun Ri bingung.

“Sejak Oennie jadian dengan Minho Oppa,”jawabnya polos.

“Yak! Kenapa kamu tak memberitahuku Kyo-ya?”

“Kenapa aku harus memberi tahu Key Oppa?”

“Kamu kan yeojachingu-ku?”

“Lantas apa pengaruhnya? Oppa kan hanya namjachingu-ku sedangkan Eun Ri Oennie kan kakak kandungku.”

“Itu…itu….”

“Hahahaha…. Seorang Key kalah dengan Hye Kyo,”goda Rae Na senang.

Key hanya mendengus kesal.

“Gomawo Onew-ah,”ujar Eun Ri tiba-tiba.

“Kau…Sejak kapan?”

Wajah Jinki terkejut.

“Sejak kau menghukumku.”

Jinki atau Onew hanya mendesah.

“Onew Oppa.”

Hye Kyo segera berlari dan memeluk Onew. Key yang melihatnya langsung melepaskan pelukan tersebut. Dengan enggan Hye Kyo melepaskannya.

“Kyo-ya?”

“Sejak Oppa pertama kali mengantarkan Oennie pulang.”

“Hah… Sepertinya aku tak pandai berbohong.”

“Oppa memang tak pandai.”

Hye Kyo segera berlari menuju Taemin dan memeluknya erat.

“Naega bogoshippo Oppa.”

Taemin hanya tersenyum sambil membelai rambut Hye Kyo.

“Hye-ya, jangan lama-lama. Aku tak ingin mati muda.”

Taemin segera melepaskan pelukannya setelah melihat tatapan Key yang seperti hendak memakannya hidup-hidup.

“Tunggu dulu. Sebenarnya hubungan kalian dengan Jinki-ssi dan Taemin-ssi apa?”tanya Rae Na bingung.

“Taemin Oppa dan Onew Oppa dulu adalah teman sekaligus tetangga kami dari kecil. Namun sejak delapan tahun yang lalu keluarga mereka pindah dan sejak saat itu kami lose contact,”jelas Hye Kyo.

Rae Na dan Key hanya mengangguk-angguk paham. Keheningan pun melanda mereka.

“Aku adalah orang terbodoh di dunia. Aku selama ini bertahan dalam rasa sakit untuk mendapatkan pengakuan dari seseorang dan melupakan pengakuan yang kalian berikan padaku secara cuma-cuma, tanpa rasa sakit sedikitpun.”

Mereka pun segera memeluk Eun Ri.

~THE END~

Huaaaaaaa akhirnya selesai juga ff absurd saya ini. Oke saya menyadari jika part terakhir ini alurnya kecepetan dan itu memang saya sengaja.*plakkk

Jangan lupa comment ya?

Thanks buat yang udah setia sama ff saya yg abal ini.

Pai-pai…..

Friendly,

Natali Tamashii

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

17 thoughts on “Arti Sebuah Pengakuan – Part 4b (End)”

  1. Ntar….. Aku baca lagi ya….
    ___________________
    Aku bingung, Thor…..
    ___________________
    Oke…., tampaknya aku ngerti………., sedikit………
    Tapi ni intinya, Eun Ri mutusin Minho
    dan kayaknya punya kans untuk jadian sama Jinki….
    Mereka bahagia, (terutama Key-Hye Kyo)
    kecuali Minho…..
    naas banget……
    Flamers udah siap asah golok…
    Tapi bagus, kok, Thor…
    Ceritanya bisa disimpen sampe akhir….
    Gak ketebak dari awal…
    Keep writing, ne….

  2. gak ngerti maaf yah 😦 ntar dibaca dari awal deh,, tapi intinya minho itu cinta bangetkan,, makanya buat perjanjian itu, jadi hanya salah paham, kasian mereka dua ,,

  3. kasihan banget si minho dipitusin ama eunri, yah tadi pake ada caps jebol segala lagi
    *plak
    saya suka ceritanya, alurnya emang nggak ketebak, dan nggak nangka eh nyangka juga si flaming chaarisma bisa digituin
    ah iya mestinya kalo eunri putus ama minho, kan dia bisa jadian ama jinki, eh ternyata nggak, yaudah deh jinki jadian sam saya aja yakk 😀
    *plak
    *dcakarin ayam (?)
    doh saya kira taemin juga dipasangin sama hye kyo (?) eh ternyata udah pacaran setahun ama key
    *author yang kejam
    *plak
    yaudah deh kalo gitu taemin jadian sama saya aja yakk xD
    *dikeroyok taemints

    udah ahh saya capek dibantai melulu *ngumpet di belakang jun* pokoknya ff-nya emang bagus kok, yang bikin saya terharu (?) malah deskripsinya yang dohh daebak, saya aja masih kalah T.T
    geurae, hangsang hwaiting hye-nim!!! 😀

    1. duh eun ri kan udah gk tahan makanya minta putus
      klo minho seneng tuh udah biasa
      *plakk
      kn dy msih cintrong(?) sma minho
      ntar klo jadian ma jinki si jinki cuma pelarian dong
      gk ah hye kyo sma key aja
      gomawo hyo 🙂

      1. hehe, iyaaak saya juga bakalan gitu kalo berada di posisi eunri
        iya seh pelarian, hmm ntar kalo misalkan eunri beneran sama jinki ya sifat eunri yang nggak cuma egois ntuh ditambahin plin-plan
        iya deh iyaa, padahal sekarang lagi demam taemin kan?
        *plakk
        yupp, cheonmaa 😉

  4. Aigooo akhirx eunri nyadar jga cmn agak ngegantung tp cluenya ad so kgk mbngungkan bgt… Nice story authorr ^^v

  5. Aku ngerti, setelah dibaca berulang kali.. ​​✗¡✗¡✗¡✗¡ 

    Keep writing,, cm emg agak janggal aja pas terakhir ada adegan Onew oppa ituuu

  6. Masih agak bingung sih
    Kalo mereka tetanggaan Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ Ъќ ngenalin Ɣää
    Kalo jinki jα̲̅ϑΐ onee itu sih ªkŮ dpt ngertiin
    Ŧǻρί kalo taemin??
    Kan namanya dr dulu berarti tetep sama kan?
    Ŧǻρί bagus Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ epepnya
    Ditunggu epep Ɣªήğ lainnya Ɣää
    N kalo bisa maincastnya si jinki
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s