Thanks

Thanks

 

Author: Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast:     – Kim Jonghyun

                        Lee Taemin

Support Cast: – Lee Jinki

Length: Drabble

Genre: Horror

Rating: G                                                                

Disclaimer: I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

***

Halo, makasih ya buat kalian yang sudah menyempatkan membaca karya pendekku ini. Awalnya aku mau posting lanjutan TSTM, tapi karena terhalang kesibukan, jadi sementara aku tunda dulu. Kebetulan hari ini aku ujian blok Kardiovaskuler, minta doanya yaa para readers🙂 semoga aku lulus blok ini dengan nilai yang baik.🙂

***

Jonghyun melirik benda di hadapannya. Tatapannya sayu diiringi isi pikiran yang mulai kacau. Ia beralih memandang jam dinding bulat di sudut ruang kerjanya. Pukul 10 malam.

“Masih 8 jam lagi,” umpatnya. Hari ini tepat seminggu ia menjalani kesibukannya sebagai dokter muda di Rumah sakit Seoul bagian poli anak. Ia kembali melirik sesuatu di hadapannya,  seonggok tembakau yang dibalut kertas putih dan coklat muda. Rasa penat begadang malam ini memancing keinginannya untuk mencoba benda itu. Banyak kaum pria yang menikmatinya mengatakan benda itu bisa memberikan ketenangan.

“Hyung, sedang jaga sendirian?” Seseorang mengalihkan perhatiannya. Refleks Jonghyun melihat ke arah pintu dan mendapati seorang bocah laki-laki berdiri di di sana.

“Ya, kenapa keluar malam-malam begini?!” tanya Jonghyun, sedikit meninggikan nada suaranya. Ia pikir anak itu kabur dari ruangannya.

“Aku bosan di kamar. Tapi tenang saja, orangtuaku sudah memberiku ijin untuk jalan-jalan sebentar.” Jelas anak itu tenang. “Boleh aku masuk?”

“Boleh saja, ayo sini, duduklah!” Jonghyun tak keberatan. Lagipula dia memang perlu teman bicara.

Anak itu duduk di sampingnya. Ia terdiam sesaat hingga Jonghyun punya waktu untuk memperhatikan fisiknya. Anak itu sangat kurus untuk ukuran usianya yang kira-kira tak lebih dari sepuluh tahun. Selain itu bibir dan jari tangannya kebiruan, sepertinya anak itu menderita penyakit jantung bawaan, pikir Jonghyun.

“Aku belum pernah melihatmu, siapa namamu?” Jonghyun memulai pembicaraan.

“Lee Taemin,” jawab anak itu sembari tersenyum lebar menatap Jonghyun. Jonghyun baru menyadari wajah anak itu sangat pucat.

Jonghyun membalas senyuman Taemin kemudian kembali menatap benda yang sejak tadi tak bisa lepas dari pandangannya, rokok.

“Ingin mencobanya?” tanya Taemin dan refleks membuat Jonghyun tersentak.

“Ehh? Entahlah, tapi kurasa sekali tak apa-apa.” Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Ia menjadi salah tingkah.

“Ya, anda terlihat sangat lelah. Wajar ingin mencobanya. Tapi, sebaiknya jangan.” Taemin menatap lurus ke depan nada suaranya datar, namun terdengar tak suka.

“Hei, kenapa kau yang melarangku?” Jonghyun tertawa kecil melihat sikap Taemin yang tiba-tiba serius.

“Banyak anak dengan kelainan jantung sejak lahir yang ingin memiliki jantung sehat seperti orang normal, namun orang-orang yang punya jantung yang sehat malah merusaknya dengan menghisap benda itu hingga sekian bungkus perhari,” Taemin melanjutkan pembicaraannya.

“Perhatian sekali, kau,” Jonghyun tertawa kecil kemudian mengusap puncak kepala Taemin lembut. “Kalau boleh tahu, kau sakit apa?”

Taemin beranjak dari tempat duduknya. Ia menatap Jonghyun lekat-lekat sembari memamerkan gigi susunya. “Hyung kan dokter muda, kurasa Hyung juga sejak tadi memperhatikan fisikku, Hyung tebak saja sendiri.” jelas Taemin kemudian lari keluar ruangan.

“Hei!” Jonghyun bergegas kelur. Ia berniat mengantar anak itu kembali ke kamarnya, tak baik rasanya membiarkan anak kecil seperti dia berjalan di lorong sendirian.

“Ya, Jonghyun-ssi, kau memanggil siapa?”

Jonghyun terkejut untuk kedua kalinya. Ia berbalik dan mendapati atasannya, Lee Jinki, dokter anak yang juga bertugas bersamanya malam ini.

“Hm, maaf, dok. Barusan ada pasien yang masuk kemari, kira-kira usianya 10 tahun.” ucap Jonghyun gelapgapan. Ia bahkan belum sempat berpikir, kemana Taemin pergi mengingat lorong di hadapannya tak memiliki persimpangan.

“Siapa namanya?” tanya Jinki.

“Lee Taemin kalau tidak salah,”

Deg, Jinki terperanjat. “Anak itu? Apa ciri-cirinya kurus dengangan kebiruan di bibir dan jari tangannya?”

“Ne,” ujar Jonghyun dengan alis mengerut.

“Dia itu pasien yang di rawat di sini 5 tahun yang lalu dengan diagnosa Tetralogy of Fallot.” papar Jinki. Nada suara terdengar antara percaya dan tidak, dipenuhi keraguan.

“Ne?” Jonghyu n makin tak mengerti. Apakah ia sedang dibodohi? Dan setahunya Tetralogy of Fallot adalah kelainan di 4 sisi jantung yang diderita seorang anak akibat masalah dalam pembentukan jantungnya saat ia masih dalam kandungan.

“Dia meninggal setelah seminggu dirawat di sini. Tubuhnya tak kuat lagi melawan penyakit yang dideritanya sejak lahir itu.” Lanjut Jinki dan semakin membuat Jonghyun terperangah.

Jonghyun terdiam. Tak tahu lagi harus mengatakan apa.

“Hei, siapa yang menaruh rokok di sana?” tanya Jinki ketika masuk ke dalam. Ia berniat mengambil beberapa berkas yang ia perlukan untuk menjenguk pasiennya.

“Salah satu pegawai kurasa, saya tak ingat siapa.” Jonghyun mengikuti Jinki masuk ke dalam, masih dengan pikirannya yang tak menentu.

“Satu lagi. Anak itu sangat benci rokok. Kudengar dia sempat mendatangi beberapa dokter muda yang bertugas di sini. Tapi katanya dia bukanlah anak yang jahat.” ujarnya sembari berhenti sebentar dari mengambil berkas dan menatap Jonghyun.

“Kurasa juga begitu,” kata Jonghyun datar.

“Ya sudah, lanjutkan tugasmu. Jangan terlalu dipirkan.” Jinki menepuk pundak Jonghyun, ia tersenyum tipis kemudian bergegas keluar ruangan.

“Iya, Dok.”

Jonghyun terduduk lemas di depan meja kerjanya. Ia tak punya niat lagi dengan rokok di hadapannya. Ini artinya ia baru aja bertemu dengan hantu. Ia benar-benar tak tahu apa yang ia rasakan sekarang. Namun di dalam hatinya ia bersyukur karena anak itu telah membuatnya mengurungkan niatnya untuk mencoba rokok, benda kecil yang mungkin akan menjerumuskan karirnya, bahkan membahayakan nyawanya dikemudian hari. Serta dibalik semua kebingungan yang ada di benaknya, ia hanya punya satu kata untuk Taemin, terima kasih.

FIN

©2011 SF3SI, Chandra.

Officially written by Chandra, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG

64 thoughts on “Thanks

  1. waaaah, aku kira si Taemin bakal gimana-gimanain Jjong..syukurlah cuma dikasi nasihat doang…
    e tapi serem juga sih kalo lagi jaga didatangi seseorang #merinding
    aah, ToF ya kak? kasian juga sih sbnrnya, duh, Taemin :’)
    bagus ffnya, singkat n ada pesan di dalamnya ;D
    semangat buat ujian bloknya kaak!!! bantai EKGnya *?*

    1. bener tuh, serem juga di datangin wkwk
      apa lagi kalau di poli anak, banyak bgt biasanya yg keliaran #ehh
      .
      iyaap, ToF penyakitnya dia😀
      .
      sudah tak bantai EKGnya, hahahahaha
      alhasil langsung sakit kepala abis ujian

  2. si Taemin jadi hantu baik banget..🙂
    jadi gak horror banget deh…

    bener tuh Jjong, merokok tidak baik bagi kesehatan..😛

    baru ngeh klo ini drabble pas udh selesai..

    Ok Chandra, ditunggu karya lainnya ya..🙂

  3. Wah anak yang baik
    Kalau banyak hantu seperti itu, maka perokok akan berkurang
    Kasihan perokok pasif, ga merokok tapi keracunan dari alhasil perokok aktif
    FFnya bagus author
    Serem” tapi bermoral (งˆ▽ˆ)ง
    Keep writing author
    Berkat Taem, Jjong ga jadi nyoba”
    Bagus

  4. Simpel. tetapi maknanya dapet. Semoga para perokok di luar sana sadar untuk tidak merusak diri mereka dan orang lain.
    *Btw, ngebayangin Taemin di sini jadi kasihan, aku baru tahu ada penyakit yang menyebabkan kelainan di 4 sisi jantung *

    1. amin🙂
      .
      yah.. itu penyakit jantung bawaan yg diderita anak sejak lahir.
      kelainan di 4 sisi jantung itu maksudnya kelainan di aorta yg membesar dan tampak mengangkangi sekat ventrikel, arteri pulmonalis menyempit, sekat ventrikel kanan dan kiri berlubang, dan penebalan dinding ventrikel kanan *mudah2an bahasanya nggak dewa yaa*

    1. makasih banyak eon udah sempetin baca,
      jujur nih, FF ini aku kerjain tanggal 7 jam setengah enam sampai jam setengah 7 pagi ==’
      pas banget di hari H aku ujian..
      dan aku save di draft jam 9,, dan jam 11 aku langsung masuk ruang ujian, super krodit,, wkwk
      maaf curcol,
      sebenernya awalnya bingung mau bikin FF apa, tapi berhubung kemarin materiku tentang jantung, ya udah buat FF ngga jauh2 dari itu, sekalian nginget2 pelajaran wkwkwkwk😛

  5. Prok prok prok **tepuk tangan**

    Karna aku bacanya malam dan juga sendiri, horornya dapat bbbbaaaannnngggeeeetttt

    God JOB thor….
    (Y)

  6. untunglah taemin hantu yang baik ^^
    Ceritanya singkat tapi menarik dan pesannya juga dapet.
    Ditunggu karya author selanjutnya!😉

  7. #nyengir-nyengir gaje.
    nggak serem tapi gimana gitu. keren lah thor.
    sangat bermakna. sayangnya yang baca ff di sini umumnya cewek, coba klo cowok, khususnya yang ngerokok. ngerasa kesentil pasti.
    aku juga benci rokok. klo ada yang ngerokok di rumah aku akan usir dia! #jadi galak.
    ok, thor. aku tunggu ff yang lainnya

  8. Taemin sang hantu penyelamat. Amanatnya penting bgt tuh! Bagi yg suka merokok! Horornya dpet di belakangan..idihh si taem bikin org merinding .

    Tapi secara keseluruhan ini keren banget!😀

  9. FF.nya komplit, ada pengetahuan sama pesan moralnya juga. Rokok tu emang bikin nyandu. Sekalinya nyoba, bakal keterusan apalagi kalo temen main kita juga ngerokok. Udah gitu berhentinya susah men…seriusan ini. *sori malah curcol*

  10. Pendek tapi….. berkesan. *sigh* rada-rada gak rela endingnya cuma segitu aja. Padahal temanya keren lho OAO Kenapa gak dibuat lebih panjang lagi??😦 Pasti seru mengingat cara pendiskripsianmu yang sebagus itu🙂

    Ya sudahlah ya… gak terlalu jadi masalah buatku. Yang terpenting ff ini bagus!😀
    Sempet liat typo sih, tapi sama sekali gak mengganggu jalan cerita kok. Terus nulis ya!!🙂

  11. Chandra…. annyong…
    Setelah kmrn smpet comeback dgn Kite, ni comebak lg dgn Thanks…
    Ceritanya bagus, padat, dan pesen moralnya dapet… Eon suka…

    Eon kira, karakter2 disini diambil dr TSTM…
    karena Jjongnya jg jd dokter…
    ternyta enggak. Taeminnya jd hantu kecil yang ksh
    ‘seminar” kecil ke dokter2 muda untuk nggak konsumsi rokok…
    Mau juga nih, dksh seminar ma Taemin, tp dengan sosok manusia, jgn hantunya…
    Atau, dikasih ‘seminar’ sama Jinki juga pasti mau, apapun topiknya,
    dimanapun lokasinya, kapanpun waktunya…
    #sadarrrr!!!!

    Oya, di atas, smpet baca bbrp komen readers laen yg bingung buat
    ngerubah atau menghentikan kebiasaan bokapnya buat ngerokok
    Eon mau sdkt berbagi pengalaman ni…

    Appa eon jg dulu perokok berat, sering duet maut sama paman
    kalo mereka lagi asyik ngobrol
    Nah, pas eon SMP, eon buat ultimatum…
    (Bukan cm Jason Bourne yg bs buat ultimatum…)
    Eon bilang ke appa, “Kalo appa masih ngerokok di rumah,
    di depan eomma, n kami (anak2nya…) eon bakal ikutan ngerokok dan
    appa gak bisa ngelarang eon buat gak ngerokok, karena appa juga
    sudah kasih contoh begitu di rumah….!!!!”
    Eon juga sering buang rokok appa diem2 kalo eon liat tuh rokok
    ‘terdampar” sembarangan…, kalo appa nanya, eon pura2 aja gak tau…
    Nah, setelah itu, appa mulai sembunyi2 kalo mau ngerokok dirumah,
    sampe rela nyediain permen buat nahan dia gak ngerokok di rumah…
    Mungkin, karena intensitasnya mulai berkurang…, sekarang appa
    bener2 gak ngerokok lagi….

    Eon gak bisa bilang kalo appa eon berenti ngerokok sepenuhnya karena
    aksi ‘ancam-mengancam” eon… Tapi setidaknya, itu mungkin buat dia
    sadar, bahwa apapun yang dilakukannya, adalah contoh buat anak2nya…
    Jadi sudah seharusnya appa menunjukkan contoh yang baik….
    #peyuk appa….

    Oya, tambahan, dulu pas msh ngerokok, appa eon kurusss!!!
    jarang makan, maunya ngopi aja sambil ngerokok yg dikonsumsi tiap hari,
    sekarang, nafsu makannya bagus banget n badannya juga berisi…
    heheheheheeee……..

    #tengok kanak-kiri…
    Ehem…, nih, rahasia ya…. gak lama setelah eon buat ultimatum,
    eon pernah diem2 beli sebatang rokok, trus ngerokok sendiri di dalem kamar…
    pas orang2 di rumah lg pada pergi… Cuma pegn tau aja rasanya
    kalo sampe beneran appa gak mau berenti, n eon mesti ngerokok buat
    ngelanjutin aksi protes…
    Kan, gengsi kalo sampe batuk-batuk pas ngerokok….

    Jinki-ya…, jangan illfeel ya, tuh aksi terekstrim yg pernah aku buat
    gak lagi, deh, janji…. ^ ^

    Chandra TSTMnya buruan dirilis ya, kalo kamu udah gak terlalu sibuk…
    Makasih udah nyempetin buat FF bagus disela2 ujian kamu…
    Moga dapet nilai yg terbaik…

    FIGHTING!!!!!!

    1. Ooopss… Ralat: yg smpet comeback dgn ‘Kite’ itu NurahBoram…
      kekekeee…. malu….
      maaf ya…. kebanyakan baca FF, sih… ampe ketuker2 nama penulisnya…
      #dittakbam Jinki

  12. Jangan bilang penampakan ini hasil pengalaman pribadi lagi… #parno

    Tp ada jg org yg bebal udh ditimpa pengalaman seperti itu.
    Aku sendiri anak yang mengalami masalah paru-paru dr ayah yg perokok berat dan sempat seharian bikin satu tim dokter panik cari jalan utk aku bertahan. 20 th berlalu dan ayah makin jd perokok berat. *laaa kok jd curcol?!*

    Anyway, sweet and touching(?) fiction.😉

  13. em thor minta izin aku ambil buat tugas bhs indonesia cari ‘cerpen’..
    iya sih suruh nyarinya cerpen tp yg namanya fangirl’-‘ ya begitoh…
    kkk~ aku jg minta izin kalo terpaksa hrs diganti castnya…
    thanks a lotttt author!!~~~~~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s