Oops – Part 1

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (1/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

1st : Mistake

“Bagimana kabar cokelatmu?”

Aku hanya mengangkat bahu sambil berusaha menangkap siluet orang yang kukenal di tribun sebelah kanan atasku. Benar ternyata, Jinki Sunbae juga menonton pertandingan ini. Apa mungkin ia sudah lelah belajar dan memutuskan untuk menonton pertandingan ini?

“Oh, Jinki Sunbae, ehm.

Aku segera mengalihkan pandanganku ketika Sulli menatapku sambil tersenyum-senyum. Sial! Harusnya mataku kupancang pada kumpulan manusia yang sedang berebut bola jingga di depan, bukannya sibuk dengan sesuatu yang tidak penting. Engg, penting juga sih.

Sulli melambaikan tangan kemudian menusuk-nusuk pinggangku dan menyuruhku menoleh. Jonghyun sunbae sedang melambai heboh sambil meringis ke arah kami, sementara di sebelahnya Jinki sunbae hanya tersenyum. Dan ketika mata kami tanpa sengaja bertemu, ia melebarkan senyumnya hingga deretan rapi giginya terlihat. Hanya beberapa detik, tapi cukup untuk membuat jantungku berhenti berdetak. Sulli mengguncang tubuhku, menusuk pipiku yang sudah pasti semerah tomat karena wajahku terasa seperti terbakar. Aku menunduk sambil meremas rokku, detak jantungku mengalahkan sorak sorai siswa sekolahku ketika salah seorang pemain  menjebloskan poin penentuan ke ring.

“Sekolah kita menang,” bisik Sulli. “kau harus menemaniku untuk merayakan kemenangan dengan Key Oppa nanti.”

-.-.-.-

“Aku mau pulang.”

“Kita kan baru saja datang, lagipula kau sudah bilang setuju untuk menemaniku.”

Sulli menarikku ke kumpulan laki-laki yang ada di sudut restoran. Aku hanya tersenyum canggung karena satu-satunya orang yang kukenal adalah Taemin, teman sekelasku dan Sulli. Sialnya, Sulli memilih untuk duduk diantara Key sunbae dan Hyunwoo sunbae sehingga aku terpaksa duduk di samping Taemin agar tidak merasa terlalu aneh.

“Aku tidak terlambat, kan?”

Seseorang menarik kursi di sebelahku kemudian menghempaskan tubuhnya, ia menatapku heran dengan mata bulatnya. “kau siapa?”

“Dia teman sekelasku, hyung.” Taemin menepuk bahuku. “Sulli yang mengajaknya.”

“Oh.” ia menyodorkan tangannya. “Choi Minho.”

“Yoo Hyein. Ngg, maaf jika mengganggu, aku akan pulang saja.”

Ya! Hyein-a, Minho Oppa kan tidak bermaksud mengusirmu.” kata Sulli. “Oppa, Jinki sunbae jadi datang, kan?”

Pupilku melebar, Sulli mengedipkan matanya. She brought me here with purpose. Astaga!! Kenapa tidak terpikir olehku? Harusnya aku berdandan dulu!

Ya! Cepat makan sebelum dingin. Aku bisa memesankan lagi untuk Jinki hyung dan Jjong jika mereka datang nanti.”

“Oh iya, ayo dimakan!” Minhyuk sunbae mulai mengambil potongan daging yang sudah matang. “tidak usah sungkan, Hyein-a, kau diundang ke sini itu artinya kau sudah menjadi bagian dari kami. Bukan begitu, Kapten?”

Minho sunbae hanya mengangguk-angguk dengan mulut penuh dan mengisyaratkanku untuk ikut makan. Aku mengangguk canggung kemudian mengambil daging, membungkus dengan selada sebelum melahapnya. Kurasakan tendangan pelan di kakiku, Sulli; ia mengisyaratkanku untuk melihat ke belakang.

“Maaf, kami terlambat!”

Jonghyun sunbae melambaikan tangannya diikuti dengan Jinki sunbae yang meringis kikuk. Aku nyaris tersedak ketika Jinki sunbae menarik kursi disebelahku–yang seharusnya masih diduduki oleh Taemin, namun ia sudah berpindah dengan ajaibnya ke sebelah Hyunwoo sunbae–menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sebelum ikut makan. Daging panggang yang kukunyah mendadak terasa sealot karet, jantungku sudah berdegup tidak karuan. Ya Tuhan, kenapa harus di sampingku, sih? Jantungku kan belum cukup kuat untuk duduk berdampingan dengannya.

Aku tersentak ketika seseorang menyenggol lenganku. Minho sunbae, ia bertanya apakah aku demam karena wajahku memerah. Aku menggeleng, berkata bahwa aku baik-baik saja dan mulai mengambil makanan lagi. Entah perasaanku atau apa, tapi sepanjang acara makan Minho sunbae yang jauh lebih memperhatikanku daripada Jinki sunbae. Ya, meskipun aku juga sudah bisa mengobrol lancar dengan Jinki sunbae. Hanya saja, err lupakan. Tidak penting.

“Kenapa Jinki sunbae tidak pulang bersama Hyein saja? Bukankah rumah kalian berdekatan?”

“Kami memang berencana untuk pulang bersama. Ya ‘kan, Hyein-a ?”

Aku melongo kemudian mengangguk cepat-cepat. Rasanya kami tidak mengobrol tentang rumah dan pulang bersama sejak tadi. Atau aku memang terlalu bersemangat mengobrol dengannya dan tidak menyadari topik apa yang kami bicarakan, ya?

Akhirnya aku kembali duduk bersebelahan dengan Jinki sunbae di bus yang membawa kami pulang. Agak sedikit awkward karena kami sama-sama diam seperti kehabisan topik. Aku baru membuka mulut ketika Jinki sunbae juga terlihat seperti akan berbicara.

“Kau duluan saja.”

“Err, sebenarnya aku cuma ingin berterima kasih pada sunbae karena aku tidak jadi pulang sendiri.”

“Ah, tidak usah dipikirkan. Aku justru lebih berterima kasih karena kau menyetujui untuk pulang bersama saat aku tiba-tiba mengatakan kita akan pulang bersama.”

Aku hanya mengangguk-angguk sambil menggenggam kaleng kopiku. Jadi, itu hanya refleks? Kupikir sunbae benar-benar berniat mengajakku pulang bersama.

“Hyein-a.

“Ya?”

“Diam sebentar.” Tubuhku mendadak kaku ketika Jinki sunbae menyisir rambutku perlahan dan menepuk-nepuk kepalaku. “masih ada sisa confetti, tapi sekarang sudah bersih.”

Kami segera turun di halte dan berjalan bersama hingga sampai di pertigaan. Rumahku hanya berjarak tiga rumah dari tempat kami berdiri sementara rumah sunbae berlawanan arah.

Sunbae, hati-hati.”

“Ya, kau juga. Sampai jumpa besok di sekolah.”

Dan semalaman aku nyaris tidak bisa tidur karena terlalu senang.

-.-.-.-

“Hyein, ada yang mencarimu.”

Aku mengangkat kepala dari tumpuan tanganku di meja dengan mata sembab. Kuseret kakiku dengan malas-malasan ke luar kelas, mungkin anak kelas sebelah yang mau meminjam krayon.

“Bisa ikut aku sebentar?”

“He?”

Setengah tersaruk aku mengikuti orang yang mengajakku sambil berusaha membuka mata. Ia mengutak-atik pintu atap sebentar sebelum membukanya. Aku mengerjap, baru sadar jika yang mengajakku adalah Minho sunbae setelah ia menutup pintu dan berbalik.

“Lain kali, hati-hati.” ia menyodorkan sebuah kartu berwarna mint padaku. “jika kau meletakkan barang di loker yang salah, bisa-bisa kartumu akan terpajang di majalah dinding sekolah.”

Aku menjerit tertahan, kantukku langsung lenyap begitu menyadari bahwa kartu yang kupegang adalah kartu ucapan ‘terima kasih’ untuk Jinki sunbae.

“Mungkin kau menyangka itu loker Jinki hyung saat ia membuka lokerku untuk mengambil kamus yang dipinjamnya.” Minho sunbae memasukkan kedua tangannya ke saku celana sambil menarik ujung bibirnya. “kupikir cokelat itu untukku. Tapi aku merasa janggal karena cokelat-cokelat untukku pasti sudah ada di dalam lokerku karena bantuan jepit rambut.”

Aku tidak tahu apa yang Minho sunbae katakan lagi, kepalaku mulai berdenyut. Aku membungkuk, mengucapkan terima kasih dan bergegas turun dengan pandangan yang mulai mengabur dan telinga yang panas. Demi Tuhan! Pantas saja Jinki sunbae tidak mengerti ketika Sulli menggodanya tentang cokelat semalam. Kau bodoh, Yoo Hyein!!

“Ditolak Minho Oppa, ya?”

Aku segera menyeka air mataku yang menggenang. Alisku bertaut ketika melihat siapa yang bicara padaku. Uh oh, the queen bee. Tidak ada yang perlu ditanggapi dari omongannya.

Ya! Aku sedang bicara denganmu!” ia menarikku, mungkin aku sudah jatuh berguling di tangga jika tidak ada yang menahanku. “eh, ung, oppa.

“Aku tidak menolaknya.” Minho sunbae memegangi lenganku, tubuhku masih gemetar karena terkejut. “Hyein hanya shock karena aku menyatakan cinta padanya.”

Eh what??!

 

25.02.13

08.55 pm

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

27 thoughts on “Oops – Part 1”

  1. Aku suka! Kece banget jalan ceritanya!
    Kasian hyein, salah loker ternyata..
    Terus itu queen bee kenapa sewot?
    Urusannya sama dia apa coba?! *sewotsendiri*
    Wkwkwk, over all, ceritamu keren!
    Di tunggu next partnya ya! 😀

  2. ceritanya bagus, cuma alurnya agak kecepetan (atau mungkin akunya yang bacanya kecepetan) hehehe tapi bagus kok kereeeeeeeen banget, diitunggu part selanjutnya 🙂

  3. kayaknya bakalan seru nich…
    waah, minho salah sangka sama hyein. truss, Jinki itu ad perasaan gag sich sm hyein? kayaknya gag ad, tp mgkin ad. nah, loh, ribet sendiri…
    ceritanya keren, tapi sayang alurnya kecepetan. jd kurang bisa menghayati…
    ditunggu next part…

  4. Hyaa!! kerennn…
    Minho suka hyein kh?
    Trus jinki sndri gmana? dia suka g sihh ama hyein?
    Ihh..it qween bee nya sapa? sewot bgt. mau tau aj urusan org -.-
    Next part dtunggu..

  5. Wah.. Ceritanya menarik banget, jadi surat yg diceritain diprolog itu punya hyein yg salah taro di lokernya minho..
    Makin penasaran, lanjut next part, thanks author^^

  6. oh-my-GOD hhahahah aku ga tau kalo part 1 nya udah publish, tapi pas liat part 2 nya udah terpampang nyata di home ‘Lho? udah publish? part 1 nya mana?” pas periksa ke older post, ternyataaa ada, padahal udah lamaaaa aku nunggu part 1, kenapa bisa aku ga liaattt ?! kekekekekek suka nih ff, sekarang aku mau lanjut baca part 2 lagi hahaha cerita sama prolog nya sama2 menarik dan keren, nice ff thor

  7. Pingback: Vemale | jari-jari
  8. Hai, daku baru baca epepmu, jd komeng dari sini ya 😀
    Suwer aku suka epepnya. Bayangin Hyein salah masukin coklat, ohmaaay aku bakalan gegulingan & mending gak mau kenal lg sama Minong wkwk. Err panteslah Jinki gapeka, kukira sangtaenya kumat u,u
    Keren XD

  9. (۳˚Д˚)۳

    Aku – aku – aku bingunggggggggg

    Minho ?? Jinki ?? Ahhhhhhh ni author pasti daebak.

    Thor, gimana sih bisa buat bahasa yang —– gak tau cara ngungkapinnya. (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ). Aku akan baca kelanjutannya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s