JongKey – End

JongKey –  End
Author : MilkyRuu
Main Cast : Jonghyun and Key
Length : Ficlet
Genre : Yaoi, Fluff, Romance
Rating : PG-13
Summary : “tak ada akhir yang bahagia. Kalaupun ia selalu saja meninggalkan rasa sakit dan kekecewaan”
A.N : RCL Please… ps : sudah pernah di post di FP SHINee Fanfiction Zone
Not Like YAOI?
GO AWAY!
NO BASH! NO PLAGIARISM!
RCL PLEASE
+++
SREK
Membalik lembaran novel yang kubaca. Tak mempedulikan mataku yang minus untuk membaca huruf – huruf yang terangkai dengan ukuran kecil di buku ini. Aku sudah sangat terpaku ke dalam cerita. Sedikit mengeluarkan keringat dingin karena aku sudah mencapai klimaksnya novel yang kubaca ini.
SREK
SREK
SREK
Lembaran demi lembaran kubalikkan, membiarkan diriku terhanyut di dalam cerita. Menganggap dirikulah sebagai si tokoh. Membayangkan bahwa aku di dalam cerita itu. Jantungku berdebar kencang dan makin tenggelam dalam cerita.
SREK
“H-Habis” gumamku.
Kutatap lembar kertas terakhir yang berisi tentang kisah hidup penulis, reward apa saja yang ia dapatkan dan sebagainya. Tiba – tiba saja aku sangat kecewa. Kututup bukuku dan menegadahkan kepala. Masih berputar di otakku, kejadian – kejadian yang terjadi di dalam novel yang baru saja aku tamatkan. Terbayang betapa sedih, marah, senang yang dirasakan tokoh di dalam cerita tersebut. Perjuangan yang telah ia lalui hingga mencapai akhir yang bahagia.
“haah… sudah selesai ya?” gumamku.
Langit biru dengan padang rumput yang hijau, selalu kusenangi sebagai tempat kumembaca. Benar, hobiku adalah membaca. Aku selalu menghabiskan uang dan waktuku untuk membeli dan membaca novel – novel. Aku tidak membaca sembarang novel, aku selalu memilih novel – novel yang menurutku bagus dan pastinya selalu best seller. Dan memang benar, novel kupilih selalu menarik bagiku.
“kenapa semua cerita harus berakhir?”
“tidak hanya kisah cinta, fantasy, humor, mystery bahkan cerita horrorpun. Semuanya harus berakhir” desahku.
“baik itu berakhir bahagia dan juga sedih. Bagaimanapun juga perjuangan yang telah dijalani”
“yang tersisa hanya rasa sakit dan kecewa-” ucapanku dipotong.
“Kau salah!” teriak seseorang.
Aku berbalik dan menemukan seorang namja dengan senyum lebar di bibirnya. Namja bermata hazel, bibir plum, rahang yang tegas dan –maaf- lubang hidung yang cukup lebar. Namja itu membawa sebuah gitar dan tas punggung bewarna cokelat yang sewarna dengan rambutnya. Namja itu berada di belakangku. Itu kau.
“kau siapa?” tanyaku.
“namaku Kim Jonghyun, maaf aku mendengar ucapanmu tadi. Aku hanya ingin mencari tempat yang tenang” jawabmu dengan cengiran lebar.
“apa maksudmu aku salah?” tanyaku.
“kau salah, jika sebuah akhir hanya meninggalkan rasa sakit dan kecewa”
“dan mengapa itu?”
“kau tak akan mengerti sampai kau merasakannya”
Kau tersenyum, kau tersenyum hangat padaku lalu mengacak rambutku lembut. Angin sepoi – sepoi berhembus meniup helaian rambut cokelatmu. Dan entah mengapa aku merasa hangat di dadaku.
“oh iya, siapa namamu?” tanyamu.
“namaku Kim Kibum”
“Kibum? Nama yang bagus”
“G-gomowo” aku berterima kasih sambil berbisik. Namun, kuyakin kau dapat mendengarku. “bagaimna bisa kau kemari? Tempat ini tersembunyi” tanyaku.
“aku hanya mencari tempat yang tenang untuk membuat lagu baruku. Dan aku mendengar suara seseorang dan aku datang kemari” Aku terdiam saat kau menjelaskan.
“jadi kau composer?” tanyaku.
“tidak juga, menulis lagu adalah hobi bagiku. Tapi suatu saat nanti aku pasti akan menjadi composer dan juga penyanyi terkenal” jawabmu penuh semangat, dapat kulihat di mata hazelmu yang berkilauan itu.
“apa yang kau lakukan disini?” tanyamu akhirnya.
“eum, membaca novel?” balasku sedikit bingung.
“novel? Wah, kau hobi membaca? Kulihat kau membawa banyak novel” kau mengintip pada tasku yang memang dipenuhi novel – novel. Aku hanya mengangguk.
“mau mendengarkan laguku sambil membaca?”
“tentu”
Kau membuka tas gitarmu, meletakkannya di pangkuanmu dan mulai bermain. Aku membuka bukuku dan mulai membaca.
Jageun sangja ane gatyeo dapdaphajin anheulji
Pado chineun i sesangi eojireopjin anheulji
Nuncheoreom hayan ne eokkaereul gamssa ana taeyeobeul gamabwa
 
Binggeulbinggeul doragane nal wihan norae
Binggeulbinggeul cham neurine namanui mellodibakseu
Binggeulbinggeul eojireomne
Naui orgel
Kini perhatianku bukan kepada novel yang kubaca. Aku menutup bukuku hanya untuk menatapmu. Aku terhipnotis akan suara merdumu.
Domangchyeo geuman naegeseo yeppeun neol naman boryeo
Du daril gutyeobeorigo nado naega miwojyeo
Mongnonghaejyeo gieogi heuryeojyeo cheonsaga soksagyeo oh
Semilir angin sepoi – sepoi menghantarkan hangatnya udara musim semi. Bau tumbuhan segar menyeruak di hidung. Telingaku di penuhi suara alunan dari gitar dan suara indahmu. Menciptakan suasana yang amat damai.
Binggeulbinggeul doragane nal wihan norae
Binggeulbinggeul cham neurine namanui mellodibakseu
Binggeulbinggeul eojireomne
Naui orgel
 
I sesangen uri dul ppuniya ojik nareul wihae chumchwojwo
Neo hangsang utneun geol bomyeon haengbokhaji?
 
Pertama kalinya aku begitu tenggelam pada sesuatu selain tumpukan novel – novelku. Serasa ribuan kupu – kupu di dadaku, berterbangan kesana – kemari. Seperti itulah yang kurasakan saat mendengarnya.
 
Twinkle twinkle ne nune maechin nunmuri nal miso jitge mandeureo
Hilkkeumhilkkeum nuga neol boneun ge sirheo nal wihae useojwo
Hansumgwa hamkke jeomjeom millyeoga heeo naol su eomneun neoran supe deureogan na
Moreuneun igose jamgyeo jugeodo joheuni naege eoseo dagawa?jwo?
 
Binggeulbinggeul doragane nal wihan norae
Binggeulbinggeul cham neurine namanui mellodibakseu
Binggeulbinggeul eojireomne
Ojik nareul wihan naui orgel
 
Binggeulbinggeul doragane nal wihan norae
Binggeulbinggeul cham neurine namanui mellodibakseu
Binggeulbinggeul eojireomne
Kkeut eobsi doragal naui orgel
 
Binggeulbinggeul doragane (orgel)
Binggeulbinggeul cham neurine (orgel)
Binggeulbinggeul eojireomne
Binggeulbinggeul eojireomne
 
Waktu seakan berhenti. Aku tak mampu melakukan apa – apa, benar – benar terhipnotis. Tuhan, apakah kau baru saja menurunkan seorang malaikat untukku? Seorang malaikat dengan senyum indah dan suara merdu.
“Kibum?”
“Kibum?”
“Bummie?!”
Aku tersentak saat namaku dipanggil olehmu. Kim Jonghyun kau benar – benar telah mencuri jiwa dan ragaku.
“waeyo?” tanyaku.
“kau tak berkedip sekitar, eum.. 3 menit?” kau melihat jam tanganmu.
“jinjayo?”
“eum, memikirkan apa? Atau kau terpesona denganku?” ujarmu jahil sambil mengedipkan matamu. Seketika pipiku terasa panas, kau menebak dengan tepat.
“tentu saja tidak! Untuk apa aku terpesona kepadamu” aku berpura – pura marah menolehkan wajahku kearah lain agar tak terlihat olehmu.
“begitukah? Hehe.. aku hanya bercanda”
Aku menyembunyikan wajahku di balik novelku dan tak mengacuhkanmu. Tampaknya kau mengerti dan mulai menyibukkan dirimu dengan peralatan membuat lagumu. Aku dapat mendengarmu bersenandung untuk mendapatkan nada yang pas.
“Kibum” panggilmu.
“ya?”
“aku tahu ini terlalau cepat, tapi sepertinya aku jatuh cinta padamu” ungkapmu.
“eh? Kau bercanda Jonghyun?”
“mungkin kau berpikir aku hanya bercanda tapi aku serius, bukankah, cinta datang begitu saja bukan?”
“J-Jonghyun”
“saranghae Kibum”
Kau menarikku mendekat, memeluk pinggangku dan mulai mendekatkan wajahmu. Jantungku berdebar kencang, dan aku meyakini satu hal.
“nado saranghae, Jonghyun” bisikku sebelum menutup mata dan bibir kami menyatu.
Aku telah jatuh cinta pada namja ini dengan mudahnya…
Kepada Kim Jonghyun dengan suara indahnya…
Kau…
TEK
Suara patahan ranting mengejutkanku. Aku membuka mataku dan menyadari aku tertidur. Kulihat keselilingku tak ada seorangpun di sekitarku. Tak ada namja bermata hazel yang meneduhkan itu. Tak ada yang namanya Kim Jonghyun. Tak ada kau. Ini semua hanyalah mimpi, mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan. Seperti novel – novel yang kubaca. Selalu berakhir bahagia namun juga menyesakkan.
“selalu saja, berakhir bahagia namun juga menyesakkan” aku bergumam.
“tak ada akhir yang bahagia. Kalaupun ia selalu saja meninggalkan rasa sakit dan kekecewaan”
SREK
“kau salah!” teriak seseorang dibelakangku.
Aku berbalik dan melihat kau. Sosok bermata hazel meneduhkan, bibir plum yang kissable, rahang tegas dengan gitar dan tas hitam. Kau dengan senyuman lebarmu.
“kau salah jika sebuah akhir meninggalkan rasa sakit dan kekecewaan”
“dan mengapa itu?” tanyaku sedikit bergetar.
“kau akan tahu jika kau sudah pernah merasakannya” jawabmu tersenyum hangat sambil mengacak rambutku lembut.
“aku pikir, aku sudah merasakannya” bisikku masih dapat didengar olehnya.
“jinjayo? Baguslah kalau begitu. Oh iya, namaku Kim Jonghyun” kau memperkenalkan diri.
“aku Kim Kibum”
“Kibum? Nama yang bagus”
“G-Gomowo”
Sepertinya tak selalu berakhir dengan rasa sakit dan kekecewaan. Aku akan mencari kebahagiaanku. Dan aku memulai ceritaku sendiri mulai saat ini.
THE END
Sebenarnya engga mau nulis kata THE END. Haah… gara – gara nonton anime yang panjaaaaang banget dan kebetulan aku suka banget dan dia tamat muncullah FF ini kekeke… RCL please..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “JongKey – End”

    1. uda di post ternyata ^^
      lagu Orgel bagus banget 😀 manis
      JongKey shipper ya? ehehe… visit dong Fanpage aku di Facebook “SHINee Fanfiction Zone” ^^
      gomowoo

  1. Haha,, kisah dongeng banget,, ketemu langsung jatuh cinta,
    Aku pengen,, hehehe

    Anime apa thor ?
    Hehe mian kepo,, soalnya aku juga suka anime thor,,

    1. aku udah lupa, terlalu banyak anime yang kutonton. ini FF udah di Repost dari Fan Pageku di FB, SHINee Fanfiction Zone.
      ternyata udah di post FF ini disini ^^

  2. Aa~~ So sweet x3
    oh~ authornya admin fp SHINee Fanfiction Zone? Saya sering main ke sana loh *gada yang nanya -_-*
    Lalu, lalu, apa yang terjadi pada cerita Jongkey di kemudian hari?

  3. jyah … hem … emm #mikir dulu.
    lucu, mimpi jadi kenyataan. tapi kok berasa ada yang nggak srek ya?
    bagian, itu ehem, itu … kecepetan.
    tapi over all bagus sih.

  4. Wah aku baru baca ff ini.. Key keren mimpinya jadi kenyataan hahaha~ harusnya yang bilang “akhir bahagia tapi menyesakkan” itu aku Key. Aku! Kenapa ff ini ending huwaaaaaaa /loh? Hehe abaikan /pletak! XD keep writing thor!! ‘-‘)9 Tulis ff jongkey yang banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak kalo bisa sampe tumpe tumpe ya ya ya hehehe~ 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s