Beautiful Stranger [Chapter Eight]

Beautiful Stranger

KAKI melangkah jauh meninggalkan gedung SM ketika jam makan siang tiba. Aku memutuskan untuk mencari tempat makan yang jauh dari jangkauan orang-orang di perusahaan. Aku tidak bisa bertemu Jinki. Entah kenapa lidahku kelu meski melihatnya dalam berjarak seratus meter. Tindakannya di ballroom hotel minggu lalu di Jeju membuatku menghindar darinya akhir-akhir ini. Beruntungnya, jadwal SHINee terlalu padat baginya untuk menghubungiku via telepon. Dan sekedar informasi, pasca dikembalikannya ponselku, panggilan cepat nomor satu adalah miliknya. Heol!

Continue reading Beautiful Stranger [Chapter Eight]