Undiscloser Desire – Part 8

303310_446582102027361_1450612211_n

Tittle : Undiscloser Desire

Author : ViKey…………

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Han  Yoora, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Type : Sekuel 8 from 12

Summary :

Part 8

Seorang gadis berjalan dengan kesal. Menghentakkan kaki panjang miliknya yang berbalut sandal rumah bergambar doraemon dengan sengaja. Tangan kanannya menarik kopor coklat menuju sebuah bangunan apartement mewah dikawasan apugejong. Terlihat begitu sederhana dalam balutan piyama baby blue yang ditutup sweeter rajut biru. Ck! Khas orang yang baru bangun tidur.

“Kim Kibum!” Memanggil seseorang yang kini berjalan mendahuluinya.

“Hya! Pria tua!” Teriaknya lagi.

“Sekali lagi kudengar kau memanggilku dengan pria tua, maka bibir seksiku ini akan mendarat mulus di cherry lips-mu itu.” Kibum atau yang kerap disapa Key itu menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Hyuna dengan senyum evil.

“Tidak usah berlagak pervert didepanku, seharusnya kau bertanggung jawab sudah merusak pagiku dengan menyuruhku segera pindah ke apartement-mu. Sekarang bawa koporku. PRIA TUA!” Hyuna melenggang santi melewati Key, meninggalkan kopornya kemudian berbisik dengan sengaja menekankan kata “pria tua” ditelinga si namja.

Greb!!

Sebuah tarikan mampu menahan langkahnya. Membuat tubuhnya sedikit terhuyung dan jatuh dalam dekapan Key.

“Aku sudah memperingatkanmu cantik.” Bisik Key dengan sengaja. Mengunci dagu Hyuna dengan jemarinya tak lupa menampakkan smirk licik dibibirnya. Tak sempat berkelit, Hyuna hanya mampu terperanjat begitu merasakan bibir Key sudah menempel cherry lips miliknya. Awalnya hanya sebuah kecupan ringan, namun Key semakin menekan bibir Hyuna sedikit menyesap bibir bawah Hyuna. Tanpa sadar, Hyuna memejamkan mata menikmati sentuhan Key yang terasa begitu lembut dan menghanyutkan.

“Ngh. . .” Erangan lolos dari bibir Hyuna, membuat Key sedikit mencelos. Ada sesuatu yang melonjak diperutnya, sesuatu yang mendorongnya agar berbuat lebih dari ini. Dengan segera Key melepaskan tautan bibirnya. Tak ingin semakin terbawa suasana.

“Sweet Morning Kiss euhm?” Bisik Key yang kini tersenyum puas melihat rona merah menjalar dipipi kekasihnya.

Sang Yeoja hanya bisa menunduk, merasa kikuk harus bersikap bagaimana. Sedikit merengut dan malu, tak mampu mengusai degup jantungnya sendiri. Karena nyatanya baru kali ini dia merasakan sensasi aneh yang menggelegak tiap kali Key menyentuhnya. Dulu, saat bersama Minho, Hyuna tak banyak melakukan skinship. Karena komitmen Minho yang ingin menjalani pacaran sehat. Bahkan, sekedar berpelukanpun bisa dihitung dengan jari. Yah, Minho the perfect guys.

Tak bisa dipungkiri, Hyuna menikmati hubungannya dengan Key. Merasa nyaman dengan kebersamaan mereka. Terlebih lagi, dia tak harus menjaga image maupun mannernya. Bersama Key, Hyuna merasa menjadi dirinya sendiri.

“Ya! Neo. . !” Sedikit berdecak mendelik kearah Key setelah dia mampu mengendalikan degup jantungnya.

“Apa? Mau kucium lagi.” Sedikit menggoda sang calon anae sepertinya memberikan kesenangan tersendiri bagi Key.

“Hei. . Jangan marah, yang tadi itu juga termasuk salah satu dari daftar rencana kita untuk saling membangun perasaan.” Lanjutnya lagi, menarik kopor Hyuna dengan tangan kanan, dan mendaratkan tangan kiri dipinggang si gadis.

“Apa tinggal bersamamu juga termasuk dalam tahap membangun perasaan?” Desah Hyuna sedikit gugup.

“Tentu saja, aku ingin saat kita menikah nanti setidaknya kita menemukan satu alasan untuk tetap bertahan dalam kebersamaan kita.”

***

“Dor. . Dor: .” Seorang namja mungil, berumur kisaran 4 tahun terlihat begitu asyik dengan miniatur pesawat tempur.

“Appa tembak . . Ciuuu. . Dor. . Dor.” Mengarahkan meriam kepada sosok sang appa.

“Akh. . Mati!” Berpura-pura mati, sang appa menjatuhkan diri diatas sofa.

“Ha. Ha. . Appa kena tembak! I’am Win!” Yoogeun melonjak kegirangan. Meloncat-loncat begitu semangat sambil berlari kearah sang umma.

“umma. . Appa kena tembak” Yoogeun melapor pada sang umma.

“Ne. . Anak umma hebat eoh.” Puji Hyukyung. Mendekap yoogeun dan memeluknya penuh sayang.

“Appa. . Nanti kalau sudah besal, yoogeun mau jadi supil pesawat.” Menatap appa-nya yang kini sudah berdiri dihadapannya.

“Supir pesawat namanya pilot sayang. Berarti nanti appa sama umma boleh naik ya?” Balas Jonghyun, mengacak rambut Yoogeun dengan gemas.

“Pilot? Oh, supir pesawat pilot. Ne, nanti umma dan appa naik, terus Yoogeun mau ajak baby uncle Key dan Na aunti, baby Jinki ahjussi.” Namja berpipi chubby itu berceloteh dengan bangga sembari memainkan kembali pesawatnya.

“Baby uncle Key? Memangnya uncle Key punya baby?” Hyukyung menatap putranya dengan bingung.

“Ne. . Appa bilang Kii~uncle mau punya baby.” Yoogeun menjawab dengan polos.

“Appa??” Hyukyung melirik Jonghyun, menaikkan satu alisnya.

“Apa maksudnya appa?”

“Ehm, itu aku. . Waktu itu Yoogeun bertanya kenapa Key dan Hyuna menikah. Aku jawab saja agar mereka bisa bersama dan memiliki baby.”

“Haish, kau ini Jjong. Jangan sekali-kali memberikan penjelasan sembarangan pada Yoogeun.” Hyukyung memukul kepala suaminya dengan centong sayur ditangannya.

“Appo Hyu. .” Jonghyun hanya bisa meringis.

“Appa dan umma sudah menikah eoh?” Tiba-tiba Yoogeun memberikan pertanyaan.

“Berarti appa dan umma mau punya baby eoh?”

“Hah?” Pekik Hyukyung dengan kaget. Kedua orang tua itu saling berpandangan dengan bingung.

“Yoogeun mau punya dangsaeng kah?” Jonghyun tersenyum jahil saat Melirik Hyukyung.

“Mau. . Yoogeun mau dongsaeng sekarang.” Lagi-lagi, menjawab dengan ekspresi polos yang sungguh menggemaskan.

“Namja apa Yeoja heum?” Sepertinya Jonghyun begitu bersemangat menanggapi celotehan aegynya.

“Auww. .” Berteriak kaget saat Hyukyung mencubit pinggangnya.

“Sudah dibilang jangan mengajari hal-hal sembarangan pada Uri Yoogeun.” Menatap suaminya dengan kesal, ck! Hanya sebagai kumuflase untuk menutupi rona merah dipipinya.

“Jangan marah sayang. . Kupikir apa yang dibilang Yoogeun benar. Dia pasti kesepian, lagi pula umurnya sudah 4 tahun, sudah saatnya kita memberikan dongsaeng untuknya.” Jonghyun mencolek dagu Hyukyung sengaja.

“Yoogeun mau dongsaeng yeoja.”

“High five sayang. . Appa juga setuju. Yeoja ne?”

“High five. .” Hyukyung hanya bisa menggelengkan kepala melihat kekompakan Yoogeun dan Jonghyun.

“Kita manfaatkan moment pertemuan di Jeju nanti untuk meberikan dongsaeng pada Yoogeun ehm..”berbisik pada Hyukyung, sembari memeluk tubuh sang anae.

“Dasar pervert!” Umpat Hyukyung.

“Sudah siang jjong, jangan berpikir aneh-aneh. Lebih baik kita berangkat ke tempat Key sekarang untuk menitipkan Yoogeun.” Sang ane memberengut kesal seraya melepaskan tangan Jonghyun yang melingkar dipinggangnya.

“Ah. . Ternyata sudah tak sabar ingin buru-buru sampi di pulau Jeju ne.” Mencium pipi Hyukyung sekilas sebelum berlari menjauh sembari membawa Yoogeun menjauh.

“Ya! Kim Jonghyun!!”

***

“Uncle. . . Auntie. . ” Yoogeun berlari dengan semangat begitu menyusuri lorong menuju pintu apartement milik Key.

“Yoogeunie. . .” Hyuna dan Key menyambut Yoogeun didepan pintu.

“Hap!” Yoogeun langsung melesat dalam dekapan Key.

“Uncle. . Nanti Yoogeun mau jadi supir pesawat, namanya pilot. Terus, Yoogeun mau ajak appa dan umma, sama baby-nya Uncle Key dan auntie juga.” Ck, anak kecil sungguh ingatannya kuat.

“Mwo?? Baby?” Teriak Hyuna kaget.

“Ha. Ha. Ha.” Jonghyun tak bisa menahan tawanya.

“Hyung. . Kau ajari apa uri Yoogeun eoh? Pintar sekali.” Ternyata Key dan Jonghyun sebelas dua belas, gemar sekali menggoda pasangan masing-masing. Key melirik Hyuna jahil.

“Ne. . Nanti baby uncle ikut naik pesawat Yoogeun otte.” Balas Key.

“Yoogeun juga mau punya dongsaeng. Yoeja!” Begitu polos, membuat orang-orang dewasa begitu gemas.

“Dongsaeng? Wah, benarkah itu oppa? Chukkae?” Hyuna memekik girang, langsung memeluk Hyukyung.

“Terima kasih na-ya, ucapkan selamat itu nanti setelah kami kembali dari Jeju. Baiklah, kami titip Yoogeun untuk 3 hari kedepan.”

“Jjong. . Kau memalukan!” Gerutu Hyukyung.

“Oh. .” Respon Hyuna.

“Baiklah hyung. . Semoga sukses dengan pertemuannya. Dan bisa menarik banyak investor. Juga, oleh-olehnya jangan lupa beri Yoogeun dongsaeng.” Key mengedipkan mata kepada Hyukyung dengan sengaja.

“Sudahlah. . Ucapan kalian sama sekali tak penting. Yoogeuni, baik-baik bersama Uncle dan auntie ne. Umma dan appa pergi dulu. Saranghae!” Ibu muda itu mencium kedua pipi Yoogeun lama, terasa berat untuk meninggalkan Putranya selama tiga hari demi menemani Jonghyun mengikuti pertemuan investor di pulau Jeju.

***

Ruangan besar itu terlihat megah. Suara percakapan berdengung mengudara, memenuhi ruangan ball room hotel mewah yang terletak dipesisir pantai sebelah selatan pulau Jeju. Sambil menggandeng Hyukyung, namja tampan berfigur maskulin itu menapakkan kaki, sesekali membungkuk dengan hormat begitu bertemu dengan beberapa orang yang dikenalnya.

Saat tengah bergurau dan berbincang, mencoba menggali keakraban dengan beberapa investor atau mungkin mencoba melobi mereka. Tiba-tiba mata Jonghyun menangkap sosok tinggi berwajah tampan mendekatinya juga istrinya.

“Jonghyun hyung, bisakah kita bicara?”Minho, nama pria bermata bulat itu. Membungkuk sopan pada beberapa orang disekitarnya.

“Wae?”tanggap Jonghyun ketika mereka sudah sedikit menjauh dari kerumunan. Menggenggam tangan Hyukyung yang sedikit gelisah saat pertama melihat Minho.

“Ini tentang Hyuna. . Tapi sebelumnya bisakah kita mencari tempat yang lebih nyaman.”berjalan mendahului, pria bermarga Choi itu langsung berjalan menuju balkon hotel. Memilih tempat duduk yang begitu sepi, dengan view yang begitu sempurna. Langsung menghadap kemilau senja diteluk Jejudo yang begitu mempesona.

“Silahkan duduk hyung.”ajak Minho sopan.

“Ne. . Gumawo Minho-ya!”sahut Jonghyun singkat.

“Jadi, apa yang ingin kau sampaikan padaku Minho?”lanjutnya lagi.

“I. . Ini tentang Hyuna, hyung.”sedikit membuang muka dari pasangan suami istri Kim itu. merasa tak nyaman.

“Wae? Memangnya ada apa dengan Hyuna?”memilih berpura-pura tak tahu, Jonghyun melirik pada Hyukyung.

“Tentang rencana pernikahan Hyuna, itu tidak benar kan hyung? Hyuna hanya menggertakku saja?” bukan pertanyaan sebetulnya, namun ini sebuah pengharapan. Sebuah harapan besar yang baru Minho sadari.

“Pernikahan Hyuna dan Key? Bukankah Hyuna sudah memberitahumu. Kupikir kau lebih mengenal Hyuna, gadis itu, dia bukan tipikal gadis yang suka menggertak atau berbohong.” sangat diplomatis. Jawaban Jonghyun terdengar begitu sarkastis.

“Ja. . Jadi. Hyuna betul-betul akan menikah dengan Kibum? Oh. . Shit!!” mengepalkan tangan begitu kesal. Baru kali ini, pria sopan itu mengumpat didepan umum.

“Hyung. . Tidakkah hyung bisa membantuku, membujuk Hyuna agar membatalkan pernikahannya.”

“Membujuknya? Hah, Aku tak punya kewenangan untuk ikut campur dalam kehidupan pribadinya, meski Hyuna sepupuku. Dan jika boleh jujur, aku lebih suka Hyuna bersama Key. Maaf Minho, aku lebih mengenal Key dibanding dirimu.” Jonghyun menatap Minho, memperhatikan perubahan raut tampan itu dengan seksama.

“Wae hyung? Kenapa kau bisa berkata seperti itu, kenyataan bahwa Kibum adalah sahabatmu itu bukanlah sebuah hal yang bisa dijadikan patokan!” mengepalkan tangan sedikit geram, sepertinya Minho sedikit tidak terima dengan ucapan Jonghyun barusan.

“aku tidak menilaimu juga Kibum dari hubungan kedekatan kami. Tapi, sudut pandangku lebih kepada keyakinan dan keseriusanmu dalam menjalin hubungan dengan Hyuna.” menarik nafas sejenak, kemudian kembali meneruskan ucapannya.

“Bukankah kau sudah menjalin hubungan dengan Hyuna hampir tiga tahun eoh? Bahkan untuk sedikit meluluhkan hati orang tuamupun kau tak sanggup, bahkan dengan acuhnya kau meninggalkan Hyuna lalu bertunangan dengan gadis lain. Coba kau pikirkan Minho, kakak mana yang tega melihat adiknya menderita dan sakit hati. Kemudian saat aku mendengar Key ternyata melamar Hyuna, dan itu ia lakukan hanya dalam waktu singkat setelah mereka bertemu.”

“Kau bisa pikirkan itu baik-baik Minho, terimalah jika Hyuna mungkin bukan jodohmu,”

Jonghyun bangkit dari duduknya, tersenyum ramah pada Minho. Kemudian menarik Hyukyung yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

“Kami pergi Tuan Choi Minho, senang bisa duduk bersamamu disini.” pamit Jonghyun. Berniat memutar tubuhnya saat tak sengaja dia berpapasan dengan seorang yeoja yang amat dikenalnya.

“Min. . Ho__. .” ucapan Yoora terputus saat dia melihat Jonghyun dan Hyukyung. Sejenak waktu terasa berhenti berdetak. Hanya diam membeku, tak mampu menggerakkan tubuhnya.

“Jong. . hyu. .n!” desis Yoora tak percaya.

“Yoora. .” bisik Hyukyung. Seketika tubuhnya menegang, cengkramannya pada lengan Jonghyun mengerat.

“A. . Nyeong. .” sapa Yoora dengan kikuk. Terlihat begitu gugup dan sama sekali tak siap untuk bertemu pasangan Kim tersebut.

“Anyeong. . Yo. . Yoora!” sahut Hyukyung, juga terlihat bingung. Namun, lain halnya dengan Jonghyun. Matanya terlihat begitu dingin, ada aura menekan yang menguar dari tubuh atletis milik Jonghyun. Menatap Yoora dengan tatapan tak bersahabat. Bencikah ia? Molla.

“Ayo Hyukyung. . Kita pergi.” menarik lengan Hyukyung sedikit keras, -bahkan lebih cocok disebut menyeret.

“Jjong. .” lirih Yoora, menatap nanar kepergian pria yang pernah hadir dalam hidupnya. Menekan dadanya sedikit sesak, sakitkah ia?.

“Ku kenal dengan mereka Yoo?” suara bass Minho membuyarkan lamunan Yoora.

“oh. . i..tu.. Dulu dia tunanganku?” sontak ucapan Yoora membuat Minho tersentak.

“Mantan tunanganmu? Jinja?” pekik Minho.

***

sorry. . Sorry. . Neage. . Naege Michio. .~

Lagu Sorry-sorry milik grup boyband terkenal Suju memabahana dari salah satu ruangan didalam apartement milik Key.

Hyuna hanya bisa menggelengkan kepala sedikit kesal. Melihat Key begitu semangat mengajak Yoogeun berkaraoke dan menari tak jelas. Satu hal yang baru Hyuna ketahui, ternyata seorang GM Kim Kibum terlalu mahir menggerakkan badannya dan mengcover beberapa lagu milik girl band ternama didunia hiburan tanah Korea.

“Ya. . Key. . Bisakah kau berhenti mengajari Yoogeun hal-hal tak jelas seperti itu.” berteriak dengan kesal, sambil berkacak pinggang. Tak lagi memanggil Kibum atau Kibum-ssi, karena permintaan Key sendiri.

“Auntie. . Ikut nyanyi belsama Yoogeun ne?” Yoogeun menarik tangan Hyuna, memberikan microphone ditangannya.

“Good job! Uri yoogeuni pintar ne?” teriak Key dengan girang, melihat Hyuna menekuk wajah saat tak bisa menolak permintaan Yoogeun.

“Ah. . Ayo na-ya, bernyanyilah, dance juga sekalian. Ini lagu cocok untukmu, ring ding dong Shinee. . Ring ding dong, ring ding dong!!” segera berdiri, dan menggerakkan badan mengukuti irama. Bahkan Key mengajak Yoogeun untuk ikut serta.

“Ha. . Ha. . Ha.” Hyuna tergelak melihat Yoogeun menggoyangkan pantatnya begitu lucu, mengikuti gerakan boyband shinee saat reff lagu ring ding dong diputar.

“Huwah. . Daebak! Yoogeuni daebak!” memekik senang, Key mengangkat tubuh Yoogeun dan berputar-putar dengan gembira.

“Yoogeuni memang pintar neh. Smart boy.” sambung Hyuna, ikuta berputar dan tersenyum tak kalah lebar.

Sungguh, pemandangan yang begitu manis. Gambaran keluarga kecil yang begitu harmonis.

***

senja dipulau Jeju sungguh terlihat indah, semburat Jingga membias diufuk sana. Mengubah warna air laut yang terlihat kemerahan. Dipinggir pantai nan lengang itu. Terlihat dua orang tengah berjalan, bergandengan tangan dalam langkah pelan. Jemari yang saling bertaut, menandakan bahwa keduanya memiliki hubungan dan perasaan yang dalam.

“Hyu. .” Suara Jonghyun memecah keheningan. Menghentikan langkahnya, lalu menatap Hyukyung dengan intens.

“Wae? Kenapa kau hanya diam eoh?” melepaskan tautannya, kemudian mendekat dan membingkai wajah Hyukyung dalam dekapan tangan kokohnya.

“Jjong. .” mata Hyukyung terpejam. Seolah meresapi sentuhan jemari lembut nampyeonnya.

“Kau terlihat gelisah sayang? Ada apa?” Mengusap mata terpejam Hyukyung dengan pelan.

“Aku takut Jjong. . Sungguh takut.” berbisik pelan, kemudian menyurukkan kepalanya dalam dekapan sang suami.

“Ck. . Apa yang kau takutkan!” mencium pucuk kepala Hyukyung begitu lembut. Suasana tenang, dibawah bias jingga dengan semilir angin yang memanja dan memeluk wanita yang sangat dia cintai. Jonghyun seakan merasa tengah berada disurga.

“Apa karena Yoora!” balas Jonghyun. Menarik wajah Hyukyung agar bisa menatap manik karamel favoritnya.

“Ne, . Saat melihatnya, tiba-tiba aku merasa sangat takut. Merasa cemas, khawatir Yoora akan mengambilmu, mengambil Yoogeun dariku. Aku takut Jjong. . Hiks. .” entah kenapa, sumber air mata bagi seorang wanita sangatlah dangkal dan begitu dekat dengan hati. Terlalu mudah bagi kumpulan titik air itu meloloskan diri dan menuruni pipi.

“Gwenchana. . Tak ada yang perlu kau takutkan sayang. . Jangan pernah berpikir kau akan kehilanganku, kehilangan Yoogeuni. Kau istriku dan ibu dari Yoogeun, uri aegy.” Jonghyun menunduk, mengecup ujung mata Hyukyung begitu lembut. Seolah tak rela mata indah sang anae meneteskan air mata.

“Jjong. . Jangan pernah meninggalkanku. .” pinta Hyukyung, mengangkat wajahnya dan menatap mata Jonghyun penuh pengaharapan.

“tentu saja. . Aku tak akan pernah meninggalkanmu, wanita agung yang begitu kucintai.” meraih pinggang Hyukyung dan memeluknya dengan erat. Entah, hati Hyukyung tetap merasa sedikit resah. Melihat Yoora kembali, tak ayal membuatnya ketakutan. Walau bagaimanapun, darah lebih kental dari apapun. Dan yang mengalir dalam tubuh Yoogeun adalah darah Jonghyun dan Yoora, bukan darahnya.

***

“Eh. . Yoogeun tidur?” Hyuna masuk kedalam kamar. Melihat Key tengah berbaring diatas tempat tidur bersama Yoogeun. Memeluk namja mungil itu begitu erat dan penuh kasih. Ck, mungkin Key dan Yoogeun kelelahan setelah bermain bersama seharian. Mengikuti keinginan Yoogeun dan Key, mereka berdua tak ada habisnya.

Hyuna mendekat, menaikkan selimut sampi kedada namja tampan bermata kucing itu. Sedikit tersenyum saat mengusap pipi chubby Yoogeun, kemudian menatap intens raut damai sang calon suami.

Hyuna berjalan meninggalkan kamar, memilih menyendiri dibalkon kamar. Menyesap coklat hangat sembari melihat malam kota seoul. Hatinya terasa begitu penuh, tenang dan damai. Sedikit terlonjak bagitu merasakan sentuhan hangat yang menjalar dipinggangnya saat Key tiba-tiba memeluknya dari belakang.

“Kupikir kau tidur Key?” sapa Hyuna tanpa menoleh, terus menyesap coklat hangatnya.

“Aku tidak bisa tidur! Entahlah, sedikit cemas saat Yoogeun mengeluh sesak didadanya.” jawab Key, sedikit mengusuk rambut panjang Hyuna sembari menumpukan kepala dibahu sang yeoja.

“Apa keadaannya sudah membaik?” ujar Hyuna, mengulurkan coklat hangatnya saat Key mencoba meraih cangkir dalam genggamannya.

“Ne. . Sekarang sudah normal lagi. Kau sendiri, kenapa berdiam disini heum? Apa yang kau lamunkan sayang?” mencoba menggoda dengan menempelkan cangkir coklat hangat dipipi Hyuna.

“Ouch. .” pekik Hyuna

“Jangan bercanda Key. . Begitu banyak hal yang kupikirkan. Dan salah satunya adalag tentang kita.” memilih mengabaikan tatapan Key, kembali melayangkan pandangan ke langit luas yang diatas sana.

“Tentang kita? Apa yang ada dianganmu tentang kita sekarang ini Na~ya?”

“Hanya sedikit tidak percaya, bahwa aku akan segera menikah denganu besok lusa. Betapa takdir tak bisa ditebak. Tuhan mengirimkan jodoh dengan cara yang tak terduga.”sedikit mengambil jeda, Hyuna menarik nafas panjang. Meresapi kehangatan yang melingkupinya berasal dari dekapan Key.

“Jika ingat pertemuan pertama kita di pesawat dulu, sungguh aku tidak percaya.” sedikit tertawa, mengingat kenangan itu. Sebelah tangan Hyuna mengusap pipi Key perlahan. Membuat namja itu merasa nyaman dan memejamkan mata.

“Dari pesawatlah kupikir kisah kita dimulai.” lanjut Hyuna.

“Anniyo. . Bukan dari kejadian dipesawat.” gumam Key tanpa sadar.

“Bukan?! Apa maksdumu Key?” dahi Hyuna berkerut bingung sembari melepaskan lingkaran jemari namjanya, lalu memutar tubuhnya hingga wajah keduanya kini berhadapan.

“Yah. . Kisah kita dimulai lebih dari tiga tahun yang lalu, saat aku tak sengaja mengangkat telponmu untuk Jinki hyung. Pertama kali mendengar suaramu.” Key terkekeh rendah.

“Jika kebanyakan orang cinta berawal dari mata turun kehati, maka bagiku cinta berawal dari telinga turun ke hati.”

“Aku tidak mengerti Key?” sahut Hyuna, mengerjapkan mata bingung.

“Yah, sejujurnya aku sudah mengenalmu sejak tiga tahun yang lalu, saat Jonghyun hyung mengunjungimu di Paris dulu. Sebenarnya aku ikut bersamanya.” Key mengalihkan tatapannya. Sedikit menerawang mengingat moment itu, dimana dia pertama kali melihat Hyuna. Pengalamannya menjadi seorang stalker selama dua hari.

“Kenyataan bahwa kau sudah bertunangan dengan Minho, membuatku mengurungkan niat untuk berkenalan langsung denganmu.”

Hyuna terdiam, seolah tak percaya mendengar cerita dari Key.

“Jadi. . Maksudmu, kau sudah mencintaiku sejak dulu?” menatap wajah Key yang sedikit berpaling darinya.

“Entahlah Na-ya. . Aku sendiri tidak tahu perasaan apa yang kupunyai ini. Bukan perasaan yang membuatku ingin memilikimu, hanya berharap kau bahagia itu saja karena waktu itu aku juga baru patah hati. Namun, saat melihatmu menangis di malam pertunangan Minho. Apa kau percaya bahwa rasanya aku ingin ikut menangis agar ras sakitmu berkurang.” menolehkan wajah hinggap mata kucingnya terpaut pada manik bening coklat milik Hyuna.

“Melihatmu terpuruk malam itu, membuat sisi egois dalam diriku muncul, hingga mendorongku untuk melamarmu, ingin menjadikanmu milikku selamanya. Apa kau marah mendengar kejujuranku ini Na-ya.” mendekatkan wajah, hingga kening mereka merapat.

“Tidak Key! Aku tidak bisa dan tidak berhak marah padamu. Gumawo karena kau mau jujur padaku. Setidaknya hubungan kita diawali dengan kejujuran. aku berharap kita bisa membangun perasaan kita masing-masing. Saling mengajari bagaimana cara mencintai.” serta merta Hyuna merebahkan kepalanya didada bidang milik Key. Mengeratkan tangannya, dipunggung lebar calon nampyeonnya.

“Terima kasih Hyuna. . Terima kasih atas pengertianmu.” balas Key, membalas pelukan Hyuna dan mengecup bahu gadis itu dengan gembira.

Satu kemajuan dalam hubungan mereka. Betapa sebuah kejujuran amat berarti melebihi apapun.

***

Semilir angin pagi berhembus, sedikit kencang menerpa tubuh Hyukyung. Angin pesisir yang kering terasa begitu sejak. Dimusim kemarau, angin yang dibawa tak mengandung air. Hanya murni  angin kering yang melaju dari arah laut diteluk Jejudo. Memainkan pasir dijari kakinya, berjalan seorang diri. Berusaha mencari kesejukan dan meninggalkan Jonghyun yang masih terlelap hingga matahari menampakkan dirinya dari ufuk timur. Lelah dengan aktivitas malam mereka kah? Molla.

Terus berjalan, menyusuri hamparan pasir putih yang lembut, hingga sebuah tepukan mendarat dibahunya, membuatnya sedikit terlonjak.

“Hyukyung~ah. .” sapaan seorang wanita sontak membuat Hyukyung berbalik. Sedikit terkejut melihat Yoora sudah berdiri didepannya, memakai dress ungu simple, gadis ini terlihat semakin mempesona bahkan dari dulu sejak sama-sama masih sekolah.

“Sungguh terkejut melihatmu disini.” lanjut Yoora, mengajak Hyukyung duduk dihamparan pasir, menatap kebatas cakrawala yang terlihat indah.

“Apa kabarmu Kyungie?”

Masih memanggil dengan Kyungie, masihkah berharap tetap menjadi teman seperti dulu.

“Baik, aku baik-baik saja, dan kau sendiri. Juga sepertinya baik, kau terlihat semakin cantik Yoora~ya” jawab Hyukyung pelan, berusaha meredam kegugupannya.

“Aku baik? Entahlah, aku sendiri tidak tahu.” tersenyum nanar, wanita itu menoleh pada Hyukyung.

“Kudengar kau menikah dengan Jonghyun? Chukkae. . pada akhirnya kalian bersatu, aku sudah menduga sejak awal.” menampilakan senyum  yang terlihat tulus. Entahlah, hanya pura-pura tulus atau memang bena-benar tulus.

“Ah. . Ne. Ne.” menjawab dengan Kikuk. Hyukyung merasa serba salah, seolah dia tertangkap basah mencuri sesuatu dari yeoja cantik dihadapannya ini.

“Seharusnya aku tak berhak bertanya, tapi naluriku sebagai seorang ibu mendorongku bersikap egois. Bagaimana dengan keadaan bayiku, ah maaf  bukan bayiku, karena aku tak pernah menjadi ibunya.” kembali bersuara sedikit tercekat. Mata Yoora terlihat berkaca-kaca.

“Walau bagaimanapun dia tetap anakmu Yoo. . dia terlahir dari rahim, Yoogeun tumbuh menjadi anak yang ceria, menggemaskan.” merangkul bahu Yoora, pada akhirnya Hyukyung luluh. Sifat keibuannya tak bias membuatnya tega menghalangi Yoora untuk bertemu Yoogeun. Jika ada satu hal yang sangat dia inginkan didunia ini, adalah meminta Yoogeun terlahir dari rahimnya. Selama ini dia selalu terbayang kenyataan bahwa dirinya hanyalah ibu angkat Yoogeun.

“Bo. . bolehkah aku bertemu Yoogeun?”

“bertemu Yoogeun? Nanti kutanyakan pada Jonghyun dulu, tak apa bukan?” tersenyum sedikit lega, yah mungkin sudah waktunya untuk mempertemukan Yoogeun dengan ibu kandungnya. Hanya tetap berharap Yoora tak akan mengambil Yoogeun darinya.

“Terima kasih Kyungie. . kuharap Jonghyun mau mengijinkan, jika memang dia tak mengizinkan. Setidaknya aku bias melihatnya dari jauh.” ujar Yoora, memeluk Hyukyung penuh terima kasih.

***

Hamparan bunga tersusun rapi, melengkung membentuk gerbang cantik yang berwarna-warni. Memenuhi sebuah gedung yang sudah di setting menjadi tempat perayaan pernikahan. Lalu lalang tamu, terlihat memenuhi ruangan. Menempati deretan kursi yang memanjang menghadap kapel kecil ditengah ruangan. Alunan music berpadu dengan denting piano, menggemakan mars pernikahan membuat suasana terasa begitu hikmat. Namja bernama Lee Taemin itu terus menekan tuts tuts piano sembari memejamkan mata seolah meresapi alunan sahdu yang dihasilkan pianonya. Bibirnya mengulum senyum saat sang mempelai wanita memasuki ruangan, berjalan anggun dalam balutan kain panjang yang melambai.

“Semoga kau bahagia Noona.” gumam Taemin sebelum beranjak dan mendekati sang mempelai yang ternyata kakak angkatnya Kim Hyuna. Meraih jemari Hyuna dan menuntunnya menuju kapel, tempat dimana namja bernama Kim Kibum tengah menantinya. Dan pada akhirnya, taemin memang harus memberikan restunya kepada noona-nya dan Key. Meski terkadang Taemin begitu kesal dengan Key yang selalu menggodanya.

“Kim Kibum. . berjanjilah untuk membahagiakan noona-ku.” ujar Taemin saat menyerahkan tangan Hyuna dalam genggaman tangan Key yang berbalut kain putih berenda. Kali ini, Taeminlah yang berperan menjadi pendamping pengantin atas permintaan Hyuna no one Else.

“Ne. . aku berjanji Taemin.” jawab Key dengan mantap, mengeratkan genggamannya seraya menatap wajah Hyuna yang tertutup kain tipis menjuntai.

“yeoppo…” bisik Key terkagum.

Acara pengungkapan janji dan sumpah setia akan segera dilakukan, Key dan Hyuna berdiri berdampingan dihadapan seorang pendeta. Disaksikan Taemin, Jonghyun, Hyukyung yang memeluk Yoogeun erat, juga Jinki dan beberapa kerabat keluarga Key yang duduk dibarisan terdepan.

“Sebelum janji dan sumpah setia diucapkan, bagi yang merasa keberatan dengan penyatuan dua anak adam dihadapan hadirin semua ini. Silahkan bicara sekarang atau tutup mulut selamanya.”sang pendeta menyapukan pandangannya, menatap para hadirin.

“Baiklah. . jika tidak ada yang kebe__. .” ucapan sang pendeta terpotong.

“Brukk.” suara pintu besar dibuka, menampilkan sosok jangkung berparas tampan bermarga Choi itu tengah berdiri terengah.

“Aku kebaratan. . “ ujar Minho dengan lantang. Yang sontak membuat semua orang mengalihkan perhatian padanya, tak terkecuali Key dan Hyuna.

“Choi Minho…!” Geram Taemin seraya berdiri dari duduknya.

***

“Tidak Hyu. . aku tidak akan mengijinkan wanita itu bertemu Yoogeun. Dia tak punya hubungan apa-apa dengannya.” Menggertakkan giginya menahan amarah. Jonghyun begitu murka begitu mendengar Hyukyung bertemu Yoora dan meminta ijin untuk mempertemukan Yoogeun dengan Yoora.

“Tapi JJong. . dia!” Hyukyung terlihat bimbang.

“Tidak Hyu. . sekali aku bilang tidak tetap tidak.” tegas Jonghyun, sama sekali tak bisa dibantah. Menatap Hyukyung begitu tajam.

***

“JAdi. . apa yang ingin kau bicarakan tuan Choi?” suara lantang itu terasa begitu dingin seoalah mampu membeku tubuh Minho. Menatap paras itu tak berdaya.

“Kumohon, batalkan pernikahan ini dan menikahlah denganku. Biarkan aku yang menjadi mempelai prianya.” memohon, berharap apa yang diungkapkannya akan ditanggapi dengan positif.

Bersambung. . . .

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Undiscloser Desire – Part 8”

  1. aiiiii, hampir lupa jalan ceritanya Vie..
    karena bagian awal tokohnya Key-Hyuna, mikirnya 2kim story..
    gak sempet baca klo cast-nya si Jjong.. 😉

    Tapi yang saya inget, kayaknya si Yoogeun udah jadi rebutan deh, udah sering dibawa Yoora ke rumahnya… *apa salah inget ya**

    Bakalan sampe 12 part?
    lumayan panjang ya..
    klo udah ketauan sampe part 12 berarti udah selesai ceritanya ya Vie..
    jadi gak bakalan lama2 ya, tinggal tunggu di publish aja… 😛

    Ok Vie, ditunggu part berikutnya ya… 🙂

  2. Huwaaa……. Undiscloser Desire Part 8….. Akhirnya……
    Lama banget, Vikey….. Jamuran ni, nunggunya……
    Tapi gak apa2… Aku rela…..
    #Jinki buru-buru ke warung beli obat jamur kulit…. -____-

    Dua sosok biang masalah muncul… gangguuuuu bangettttt…..
    Udah bagus2 mereka… (jonghyun-Hyukyung dan Key-Hyuna)
    lagi bahagia2nya…. eh, Minho-Yoora malah datang gak diundang….

    Tuh, pasangan klop banget, kan…???
    sama-sama gak berkutik dengan kukungan orang tua otoriter….
    Kesian juga, sih, tapi gara2 ketidakberdayaan mereka yang bodoh,
    bnyak orang di sekitar mereka termasuk mereka sendiri jadi korbannya….

    Pokoknya, aku harap jjong tetep konsisten dan tegas untuk memperthankan
    rumah tangga yang sedang dia bangun brsama Hyukyung.
    Demi yoogeun…. dan Hyukyung yang sudah terlalu bnyak berkorban…

    Dan Hyuna juga mesti tegas ambil sikap trhadap Minho, demi Key
    yang berani berkomitmen untuk menikahinya setelah lama
    memendam perasaan cinta dengan hanya modal suara dari telpon!!!!
    Kerrennnn gak, tuh!!!!!!
    #getok minho…….., dibakar flamers….

    Aku gak berani deh buat prediksi2an di part berikutnya…
    Pasrah aja, ma author mau dibawa kemana hubungan kita…. O.O
    #diuber Armada…..
    #diprotes orang seblog…. “NI zonanya SHINee…. bukan Armada….!!!!!!”
    #peluk Jinki….. atut…..

    Vikey…, aku mau protes, nih…..
    Jinki nya gak kebagian porsi banget di sini….
    ceritain juga dong kehidupan Jinki….
    Dia cuma intens muncul pas di Part… berapa, ya…,
    pokoknya pas Hyukung Jong lg kepepet butuh uang untuk
    pengobatan Yoogeun, trus, datang deh dokter muda nan tampan….
    yang memiliki istri bernama Miina Kim… #digetok Vikey…
    dan akhirnya Jong cemburu… bla … bla… bla…
    akhirnya ketauan bahwa Jinki adl sepupunya Hyukyung….
    bla… bla… bla… akhirnya biaya Yoogeun terbayar, dan
    Jjong hyukyung punya rumah mewah sendiri….

    #lap keringet, atur napas…..
    Tuh, cuma disitu aja, Jinki bnyak muncul….
    di Part berikutnya kasih dong Jinki dialog….
    Aku rela monolog disini….

    Yaaa… ya…. ya…. plizzzz…..

    Keep writing…. Maaf kalo komennya ganggu bangettt!!!!
    Love your stories…

    FIGHTING!!!!!!!!!!!!!!!! (^__^) 9

    1. Aku mampe bingung jawab koment-nya.hehehe

      Tapi kamu luar biasa… mau pasrah nerima apapun jalan ceritanya..wkwkwkw

      So’al Ji nki,.. gimana ya.. dia kontraknya cuma jadi figuran do’ang..hahaha
      tapi mulai part selanjutnya porsinya ada lagi kok..walaupun cuma sapa ‘Hai.. gitu..hahahah

      gak ganggu kok.. malah seneng koment-nya panjang sepanjang cintaku buat Key..hehe

  3. hhoaa..sdah lama sekali….aku smpe lupa crta sblumnya,,
    tk apalah,..

    jgn gagalkan pernikahan key hyuna,,
    dan itu Tbc nya, .ouugh bner2 dah,,.

    dtggu lanjutannya~

  4. akhirnya d publish juga. ko lama eon?

    yah,minho nya ngpain nongol sih? udh mau happy ending juga.
    d pending deehhh sampe part 12 -..-

    ayo eon,cepetan part selanjutnyaaaa 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s