24 Colors – Part 1

24 Colors

Title                 : 24 Colors

Author             : karamels

Main Cast        : Choi Minho, Kim Jonghyun, Shin Miwoo (OC), Kang Hyesung (OC)

Other Cast       : yang lain menyusul

Length             : Sequel

Genre              : School life, Romance

Rating             : General

Disclaimer       : Adopted from ‘24 COLORS – Hatsukoi no Palette Manga – Chiba Kozue

 shell pink

2013 © karamels

 

Take 1

Shell Pink

With 24 colors, i guess i’ll draw something

“Selamat pagi Miwoo~” terdengar suara seseorang menyapaku.

“Selamat pagi Sung-ah~” balasku.

Dia adalah Hyesung, sahabatku. Pagi ini Hyesung mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan scraf tebal berwarna biru tua yang membalut lehernya.

“Aku nggak nyangka, di sekolah kita ngebolehin murid-muridnya pake baju bebas!” Hyesung berteriak heboh. “tapi… kamu keliatan nggak antusias.” lanjutnya.

Ku perhatikan baju yang ku pakai hari ini. Sweater tipis kedombrongan warna abu-abu dengan celana bahan panjang warna senada. Berbeda sekali dengan Hyesung yang ‘wah’.

“Hmm… menurutku kamu lebih tertarik dengan lukisan daripada penampilan.”

Oh ayolah… aku menghabiskan sepanjang hariku untuk duduk dibalik kanvas dengan cat air di tanganku.

“Hari ini hari pertama kita di SMA, fighting!” kemudian Hyesung sudah berjalan di depanku.

Aku, Shin Miwoo, hari ini memulai hari pertama di SMA ^^

-ooOoo-

“Wohoooo aku nggak nyesel milih sekolah ini, aku punya feeling akan menemukan cinta baru disini~” Hyesung mengeluarkan kamera poket dari dalam tasnya. Menggambil gambar bunga sakura yang baru mekar sambil terus berjalan.

Aku mengangkat tangan ke udara, membuat lensa dari ibu jari dan jari telunjuk. “Kalau aku mengambar sekarang… apa yang harus kugambar duluan? Langit biru atau … bunga sakura?”

“Oooh… aku akan menggabungkan shell pink dengan … pearl white.”

Awal sesuatu yang baru, itulah perasaan lukisan ini…

Tiba-tiba saja terdengar suara ribut dibelakangku.

“Ada seseorang yang datang. Dan mereka membuka jalan untuk orang itu.” Hyesung menujuk namja yang berjalan santai sementara orang-orang disampingnya menatap dengan tatapan aneh.

Baju penuh warna. Ooooh tunggu.. bau ini seperti…

Cat air?

Mata itu menatap mataku. Setelah yakin dia berjalan pas disampingku, aku menatapnya dari sudut mataku. Dan dia tersenyum –ah atau lebih tepatnya namja itu mengangkat ujung bibirnya.

Apa maksudnya?

“Aku tahu! Orang-orang memberinya jalan karena tidak mau cat air itu menempel dibaju mereka. Hahaha… Miwoo-a baru kali ini aku melihat ada orang lain yang tertarik dengan sketchbook selain kamu.”

Aku tidak merespon ucapan Hyesung.

Tadi… kami bertatapan ya?

Hyesung menyenggol lenganku. “Aku yakin namja tadi ikut klub seni. Habis upacara, ada perkenalan dari masing-masing klub, ayo kita gabung di klub itu!”

-ooOoo-

Aku mau gabung …

“… sekarang masing-masing klub akan maju. Yang pertama, silakan perwakilan dari klub seni.” Suara pak kepala sekolah merebut perhatianku kearah podium.

Disana.

Namja itu.

Sunbae ‘cat air’

“Uhm.. saya dari klub seni. Dan saya nggak punya penjelasan tentang klub ini.” Berhenti sejenak. “ini adalah klub untuk yang suka melukis. Sama sekali nggak menarik. Jadi kami hanya menerima orang yang benar-benar serius untuk bergabung.”

Eeeeeeeh??

Lalu dari arah tangga datang seorang namja.

“BODOH! BAGAIMANA KITA BISA DAPAT ANGGOTA BARU?”

Hening.

“Maaf, biarkan saya menjelaskan ulang. Kami dari klub seni. Klub kami dibuka tahun lalu. Dengan dua anggota, saya –ketua klub- dan dia. Kami menyambut hangat siapa saja kalian yang suka dengan seni –tidak hanya lukis-, Apalagi kalau ada gadis imut yang bersedia masuk. Hahaha…”

Terdengar suara ‘kyaaaaa’ dibarisan yeoja.

Dan Hyesung, adalah salah satu diantara mereka.

-ooOoo-

“Sung-ah jalanmu terlalu cepat.” Aku mensejajarkan langkah Hyesung yang sebelumnya sudah jauh di depan sana. “memang ada ap…”

Hyesung menunjuk segerombolan yeoja di depan stan yang bertuliskan ‘Klub Seni’. “kita telat! Arghhhh…”

“Maaf, terlalu banyak orang yang ingin masuk ke klub ini sedangkan ruangan kami kecil. Jadi saya mengadakan audisi untuk yang berminat masuk.”

Apa aku batalkan saja ya …

“Caranya gampang, kalian tinggal menggambar apa saja di kertas yang sudah di sediakan.” Terdengar suara erangan. “…dan saya akan memilih.”

Satu persatu yeoja yang bergerombol membubarkan diri.

“Bagaimana ini Miwoo-a~ aku nggak bisa gambar~”

“Hey, kalian mau kemana?!” ketua klub menahan beberapa yeoja supaya nggak pergi

Dan … hanya tinggal aku dan Hyesung yang berdiri di dekat stan itu. O-oooow…

“Tunjukan padaku sketchbook mu.” Kata seseorang disampingku.

Uhmm… sunbae ‘cat air’

GRAB!

Tanpa permisi dia mengambil sketchbook yang aku bawa di dalam tas.

“…Tunggu.. aku.. aku nggak bisa gamb..”

Sunbae ‘cat air’ melihatku tanpa berkedip. “apa kamu suka melukis?” tanyanya.

Aku mengangguk malu. “aku … aku nggak begitu baik dalam hal berbicara, aku nggak bisa mengekspresikan kata-kata dengan benar. Tapi saat melukis, aku bisa menyampaikan apa yang aku rasakan!

Aku suka melukis.”

“Dia lulus kan?”

Ketua klub –yang aku nggak tau namanya- mengangguk. “tunggu, jadi untuk tahun ini anggota klub lukis hanya berempat? HANYA EMPAT??”

“Melukis itu harus dalam keadaan tenang. Lagipula.. sudah menpatkan empat aggota baru itu cukup. Maksudku ini semua karena kamu memulai mengadakan audisi bodoh itu. Orang-orang jadi pergi kan”

“Oke baiklah… sudah kuputuskan, tahun ini klub kita hanya empat orang! Kalian ikuti dia ya.” Ketua klub menunjuk sunbae ‘cat air’ berjalan beberapa langkah di depan kami. Membawa kami pada sebuah ruangan di sebelah barat bangunan sekolah.

“Bangunannya memang hamper rubuh, tapi.. ini keren.” Sunbae membuka pintunya dan.. benar saja ruangan ini keren! Ah tidak, sangat keren! “Inilah istana kami” lanjutnya.

Kanvas yang tertata rapi di sudut ruangan. Tumpahan cat air di lantai kayu membentuk motif abstrak. Ah.. sepertinya masa SMA ku akan berjalan dengan indah.

“Hari ini cukup sampai disini. Kalian boleh pulang cepat.” Begitu katanya.

Ketua klub menghela napas. “sudahlah, biarkan saja dia seperti itu. Ah, kalian bisa menggunakan barang-barang disini sesukanya dan membuat apa saja yang kalian bisa.” Lalu beralih pada beberapa errr… bagian tubuh wanita yang terbuat dari tanah liat. “aku ahli dalam membuat yang seperti ini hehehe.. dan dia, dia suka melukis.”

Aku berjalan perlahan kearah sunbae ‘cat air’ yang sedang berdiri memandang lukisan –mungkin hasil karyanya-. “Apa kau yang menggambr ini sunbae? Neomo yeoppo~”

Campuran warna yang indah.

“Ah iya, kita belum meperkenalkan diri. Siapa namamu? Aku Kim Jonghyun dan ini Choi Minho. Kami dari kelas2.”

“A..”

“Aku Kang Hyesung, dan ini Shin Miwoo” Hyesung memotong ucapanku.

Jonghyun sunbae tersenyum –lebih ke senyum mesum- “Aku sangat senang klub ini mendapatkan 2 anggota yang cantik.”

Aku ikut tersenyum.

-ooOoo-

Begitu banyak hal yang terjadi hari ini. Hari pertama di SMA. Masuk klub seni yang HANYA beranggotakan 4 orang. Dan … dia. Sunbae ‘cat air’. Ah bukan. Choi Minho sunbae. Orang yang menatapku aneh, dan namja yang menarik seperti lukisan.

-ooOoo-

Aku melirik jam tangan berwarna pink di pergelangan tangan. Menunjukkan pukul 06:15. Dan ini masih terlalu pagi.

Lorong sepanjang jalan menuju sekolah bagian barat juga masih sepi. Hanya ada petugas kebersihan yang sedang mengepel lantai yang terbuat dari kayu.

Ah~ langit biru yang cerah. Sinar matahari yang masuk melalui jendela besar. Udara yang sejuk.

Kubuka pintu klub yang terbuka sedikit. Apa mungkin sudah ada yang datang?

BRUK

Ouch.

Aku jatuh dan sepertinya menimpa seseorang. Minho .. sunbae?

Tiba-tiba dia memelukku. “Sun.. sunbae? Apa yang… kau.. laku..kan..” aku mendorongnya.

“Hahaha kau lucu sekali. Aku hanya bercanda hahaha..”

EEHHHH??

Dia tertawa?

“Kamu datang terlalu cepat.” Dia menghentikan tawanya. Lalu pandangannya tertuju pada kaus bagian atas yang aku kenakan. “cat airnya mengotori bajumu.”

Benar saja. Ada noda cat air di sana.

“Ini harus segera di bersihkan.”

“Ti..tidak usah. Sanbae tidak usah khawat..”

Saat aku hendak bediri, Minho sunbae menarik pelan ujung rok bagian bawahku. “duduk.” Katanya.

“Apa?”

Minho sunbae berjalan ke tempat penyimpanan cat. “itu terjadi sepanjang waktu. setiap kali aku mendapatkan cat di pakaian yang penting, aku suka menggambar semacam pola di atas tempat kotor dengan cat akrilik.”

“Menggambar? Maksudnya, sunbae mau menggambar disini?” aku menunjuk noda itu.

Minho sunbae mengangguk. “ya, dan sekarang kau harus duduk, biar aku yang menyelesaikan ini. Tolong pindahkan rambutmu ke belakang. Dan jangan bergerak.”

Perlahan Minho sunbae mulai mengoleskan kuas pada permukaan bajuku.

DEG

DEG

DEG

Tunggu… jangan sampai dia melihat wajahku yang memerah.

“Selesai! Ini kamu dalam bayangan ku. Saat mata kita bertamu, pipimu pasti bersemu merah.”

Eh?

EH???

Hari ini, Minho sunbae membiarkan bunga merah bermekaran di dadaku.

Kkeut.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “24 Colors – Part 1”

  1. waah, idenya mantap. emang kerasa feel adaptasi dari manga-nya. makanya seru 😀
    trnyata subae cat air itu minho? wahwahwah…
    baguus, romance-nya ringan..lanjut yaa!!!

    btw, ada bbrpa typo di sini, tp gapapa..smoga part brikutnya makin minim typonya 😀

  2. Wah.. Ceritanya menarik. Pasti yg jadi ketua club seninya si jjong, haha^^
    Minho ngelukis baju miwoo di bagian mana tuh? *mencurigakanhahaha

    Ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

  3. Wah keren keren aku suka ide ceritanya… Oh iya aku reader baru di sini jadi salam kenal ya ^^… Dan balik lagi ke masalah cerita aduh knapa sih si jjong selalu di gambarkan sebagai pria mesum ? Huhuhu kasian , dan kalo engga gtu dia pasti jadi cowo sweet yang terdholimi… Huft tapi tetep keren… Btw ini bakal jadi 24 chapter kah ? *liatdarijudul. Dan jadi ada masing2 kisah dri setiap warna gtu ? *justaguest

    oke sekian dan terima kasih

  4. Bener, kalo adaptasi dari manga kelihatan beda ya 😀
    Lucu, tapi agak bingung sama peran masing-masing & sedikit terlalu cepat kali ya. Dan masih ada typo, contoh: menggambil, bediri & masih ada dikit2 -_-
    Tapi keren kok. Next-nya ditunggu 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s