Oops – Part 2

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (0/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

2nd : Sunbae

Mataku membulat saat mendengar pernyataan Minho sunbae, sementara Krystal yang sudah nyaris pingsan ditahan oleh kedua temannya. Minho sunbae menatapku sambil tersenyum, ia menepuk kepalaku pelan sebelum mengajakku pergi.

“Anu, sunbae bisa melepas tanganku sekarang.” ia segera melepaskan tanganku di dekat Ruang Kesehatan dan minta maaf karena pernyataannya barusan yang sembarangan. “tidak apa-apa. Terima kasih, sunbae sudah menolongku. Aku ke ruang kesehatan dulu.”

Aku membungkuk kemudian bergegas ke ruang kesehatan untuk tidur. Niat untuk melanjutkan pelajaran sudah menguap setelah kejadian tadi. Aku naik ke ranjang, mengirim pesan singkat kepada Sulli sebelum mematikan ponselku dan berbaring. Mataku baru saja terpejam ketika kudengar ada yang memanggilku. Jinki sunbae, berbaring tepat di sebelah ranjangku dengan hidung semerah Rudolf.

“Kau juga sakit, ya?”

“Hanya agak pusing. Sunbae hidungnya-“

“Ah, sejak kemarin aku bersin-bersin setelah sampai di rumah.” ia menarik selimut hingga menutupi dagunya. “selamat istirahat ya.”

Jinki sunbae menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, tidak lama kemudian terdengar dengkur halusnya. Mungkin efek dari obat flu-nya.

Hyu- eh.”

Minho sunbae mundur beberapa langkah ketika menyadari bahwa Jinki sunbae sedang tidur. Ia terkesiap ketika pintu ruang kesehatan dibuka dan beberapa orang mulai masuk. Ia tampak kebingungan sebelum pandangan kami bertemu. Minho sunbae segera menarik kursi di dekat ranjang Jinki sunbae kemudian duduk di samping ranjangku, ia menarik tirai pembatas antara ranjangku dan Jinki sunbae hingga tertutup.

Minho sunbae menyelimutiku dan mengambil tangan kananku agar berada di atas selimut. Ia menggenggam tanganku, terlihat seperti menghitung ketika tirai di sebelah kiriku dibuka.

Jessica sunbae, dengan mata terbeliak menatap ke arah kami. Aku nyaris membuka mulut ketika Minho sunbae meremas tanganku perlahan; mengisyaratkanku untuk kooperatif dengannya.

“Sudah kubilang untuk makan teratur, chagiya.” ia mengelus kepalaku kemudian mengecup punggung tanganku. “sekarang istirahat, ya.”

Minho sunbae mengelus pipiku perlahan. Aku segera memejamkan mata, bukan menurutinya, hanya malas jika melihat lagak Jessica sunbae ketika berkoar-koar.

“Oh, jadi gadis macam ini yang menjadi seleramu? Rendah juga, ya.”

Aku berusaha menahan diri untuk menamparnya dengan sepatuku. Yeah, sekarang yang bisa kulakukan adalah pura-pura tidur. Kupingku mulai panas dengan omongannya yang makin lama makin kurang ajar dan Minho sunbae tidak membalas barang sepatah kata. Pacar macam apa dia?!

“Berarti adikmu jauh lebih rendah dari pacarku.” Minho sunbae meremas tanganku pelan. “Krystal terus mengejarku sejak kita SMP, kan? Bandingkan dengan Hyein yang sama sekali tidak mengejarku tapi bisa membuatku tergila-gila padanya.”

Nice line, sunbae! Kau memang pacar juara!

Aku bisa mendengar suara hentakan kesal Jessica sunbae, rengekan Krystal, adu mulut mereka berdua sebelum suara pintu menjeblak dan senyap. Astaga! Suara-suara sericuh barusan membangunkan Jinki sunbae tidak, ya?

“Hyein-a,” aku segera membuka mata ketika mendengar suara tirai disibak. “lho? Minho?”

“Ah, maaf jadi membuat hyung terbangun.”

Jinki sunbae tersenyum sambil menggeleng. “Tidak apa-apa, nanti tolong bangunkan saat bel istirahat, ya.”

Jinki sunbae kembali menutup tirai, Minho sunbae segera melepas tanganku; mungkin sudah sadar. “Ada yang perlu kubicarakan denganmu setelah pulang sekolah.”

-.-.-.-

“EH, MIN-UHMPFH!!”

Aku segera menyumpal mulut Sulli dengan boneka sapiku. Bisa-bisa eomma menginterogasiku besok jika kami ketahuan sedang membicarakan laki-laki.

“Kecilkan suaramu.”

Sulli mengangguk, aku segera melepaskan bonekaku. Ia menatapku masih dengan mata membulat dan terus mendesis ‘omo, omo‘. Mungkin taraf keterkejutan Sulli berlebihan menurutku.

“Minho oppa pasti masih mengingatmu dan cincin bunga kertas yang dulu kau buat untuknya.”

He? Minho sunbae ingat aku? Cincin bunga kertas? Dia bicara apa sih?

“Apa, ya? Aku tidak mengerti.”

Ya! Yoo Hyein.” Sulli mengguncang lenganku sambil mendesis frustrasi. “pasti kau tidak ingat setelah jatuh dari Pohon Ara dulu, kan?”

“Sulli-ya, saat kecil memang aku sering jatuh dimanapun dan sering ditolong oleh-” aku terdiam, menatap Sulli yang mengangguk-angguk. “astaga! Jadi anak laki-laki yang sering bersama kita itu Minho sunbae ?”

Sulli menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan terima-kasih-Tuhan-karena-telah-mengembalikan-secuil-ingatannya. Ia bercerita bahwa aku dulu benci setengah mati dengan Minho sunbae karena selalu ada setiap kali aku bermain dengan Sulli tapi ia nyaris tidak pernah mengajakku bicara. Dan kemungkinan aku tidak mengenal nama Minho karena dulu Sulli mengenalkannya sebagai Ming oppa sebelum aku pindah ke Jepang.

“Hyein-a, Sulli-ya !”

Aku dan Sulli bergegas turun, mungkin kami diminta untuk membantu menyiap-

Aku mundur beberapa langkah ketika melihat Minho sunbae dan eomma mengobrol akrab di pantry. Duh! Apa lagi sih ini? Memangnya Sulli tidak jadi menginap? Atau jangan-jangan Minho sunbae juga ikut menginap?

“Lho? Kenapa masih memakai piyama? Bukannya kau akan pergi dengan Minho?”

Aku menatap Minho sunbae yang tersenyum. Oh great! Apalagi ini semua.

“Ngg, tunggu sebentar.”

“Cepat sedikit, Sayang. Minho sudah lama menunggu.”

-.-.-.-

“Tapi bukan begini caranya, sunbae.” aku menatapnya kesal. “iya, mungkin aku bisa membantumu jika aku tidak menyukai Jinki sunbae.

“Aku bisa membuatmu dekat dengan Jinki hyung.

“Dekat belum tentu jadi miliknya, kan?” kupijat pelipisku. Okay, rasanya aku mulai melantur. “lupakan apa yang barusan aku bicarakan. Aku membantumu hanya karena kau adalah sepupu dari Sulli, oke?”

Minho sunbae mengangguk, ia menarikku dari ayunan dan menggandengku menuju motornya. “Karena kau setuju, aku akan mentraktirmu es krim sebelum mengantarmu pulang.”

“Memangnya sunbae tahu dimana kedai es krim yang enak?”

Minho sunbae tidak menjawab, ia menstater motornya dan mengisyaratkanku untuk naik. Aku mengangkat bahu dan menurutinya. Anggap saja ini balasan untuk pertolongan Minho sunbae semasa aku kecil. Aku tersentak ketika Minho sunbae meraih kedua tanganku dan menaruhnya di perutnya, katanya agar aku tidak jatuh saat ia mengebut.

Tidak sampai sepuluh menit, kami sudah sampai di tempat yang dimaksud. Ternyata kedai es krim di dekat rumahku yang lama, dulu aku juga sering dibelikan es krim oleh Ayahnya Sulli di tempat ini.

“Tidak banyak berubah kok. Han ajumma juga yang masih membuat es krimnya.”

Aku mengernyitkan dahi, berusaha  mengingat siapa itu Han ajumma. Minho sunbae menepuk-nepuk kepalaku sambil tertawa, ia menjelaskan bahwa beliau adalah ajumma yang sering memberiku es krim gratis setiap aku habis terjatuh.

Aigo, Minho-ya. Akhirnya kau membawa gadis juga.” seorang wanita paruh baya muncul dari balik counter.

“Ini Hyein yang dulu sering sekali jatuh, ajumma.

Aigo, aigo!! ” aku sedikit panik ketika Han ajumma tiba-tiba memelukku. “kau sekarang jadi cantik sekali, Hye-ya.

Aku hanya tertawa canggung. Aduh! Dengan ingatan super parah seperti ini aku harus menjawab apa jika diajak membahas masa kecilku.

“Duduklah, aku akan membuatkan es krim kesukaan kalian.”

Aku mengikuti Minho sunbae ke tempat duduk di dekat jendela besar. Masih bingung dengan euforia barusan.

“Anu, sunbae-

“Ming oppa, mulai sekarang panggil aku seperti itu.”

“Ah, engg, iya. Ming-”

“Es krim- lho? Minho? Hyein?”

Mataku membulat ketika melihat siapa yang mengantarkan es krim kami. Eh? Ya Tuhan, bagaimana lagi ini?

02.03.2013

05.06 p.m

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

14 thoughts on “Oops – Part 2

  1. First reader 🙂
    nah, loh. Hyein galau. Minho nyuruh Hyein pura2 jadi pacarnya, niat banget yah…
    yg ngantar es krim Jinki yah???

  2. itu Jinki, kan? bener, kan? benerlah. #sok tahu.
    ok. berasanya kecepetan, dan partnya pendek banget. ketawan banget si minho suka sama hyein, dan aku yakin jinki ngedenger pas di ruang kesehatan. #keyakinan dari mana tuh?

  3. Ga nyangka kalo minho hyein itu sebenernya udah deket dari kecil, pas diruang kesehatan kayaknya jinki pura2 ga tau masalah minho hyein dan jung sister.
    Makin penasaran..
    Ditunggu next partnya author, thanks^^

  4. Hyein parah banget ingetannya padahal minho sepupunya sulli:D /mungkin efek jatuh melulu/
    nah lo,jangan-jangan jinki lagi yang nganterin es krim??
    ditunggu next chapternya~

  5. yang nganter eskrim pasti jinki, dan pas di ruang kesehatan pasti jinki denger yang dibicarakan minho sm jessica, dan jinki pasti suka sama hyejin, dan minho pasti suka sama hyejin, dan hyejin sudah pasti suka sama jinki, dan pasti jinki modus minta dibangunin pas bel bunyi, dia cuma pengen liat siapa yang ngaku jadi pacar hyein, dan pasti jin ki cemburu, dan… ini pastinya cinta segitiga, dan daaaan daaaannnnnnnn….. semuaaaa yang aku bilaang adalah ngaco yg keluar dari otak ku secara tidak sadar (?) #apasiih -____- dan yang pastinya aku sangat penasaran dengan kelanjutan nih ff, maaf banyak bacot nih kekekekekeke ceritanya bener2 menariikkkk

  6. Err semacem pikun di usia dini hihi. Eh tapi kalo Jinki yg anter eskrim, Han ahjumma itu nama marga atooo nama singkatan._.
    Lucu aja gitu masa kecil sama-sama, udah gede jg. Jodoh XD

  7. HAHH!
    ternyata ming temen masa kecil hyein sekaligus sepupu sulli?
    Minho sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui nih.
    Sekalian ngejauhin krys sekalian deketin hyein
    Atau malah alesan aja biar deket hyein wkwkwk
    Ah! Yg nganter eskrim pasti jinki! Pasti! *sotoy*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s