Oops – Part 3

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (3/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

3th : Crash

“Kok, kalian berdua bisa bersama?” Hyunwoo sunbae memasang tampang curiga. “Kapten mengajakmu, kencan ya, Hyein-a?”

“Memang kelihatannya seperti apa?” tanya Minho sunbae dengan ekspresi yang super menyebalkan di mataku.

Hyunwoo sunbae hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum. Entah kode apa yang ditangkapnya, tapi sepertinya tidak baik untukku. Jangan-jangan itu kode agar Hyunwoo sunbae menyebarkan informasi bahwa aku dan Minho sunbae resmi pacaran?

Aku mendelik pada Minho sunbae tapi ia malah tersenyum tanpa dosa, seolah pandanganku tidak membuatnya takut. Ia mencubit pipiku pelan sebelum menyuruhku makan es krimku. Aku nyaris menggebrak meja jika Han ajumma tidak tiba-tiba datang ke meja kami sambil membawa es krim pistachio dan buah-buahan yang katanya es krim terampuh untuk menghilangkan rasa sakit setelah terjatuh.

“Kau kemana saja, Hyein-a ? Rasanya sudah lama sekali tidak melihatmu.”

Appa dipindah tugaskan ke Jepang, dan kami baru saja kembali ke Korea beberapa bulan kemarin.” jawabku sambil mengaduk-aduk es krimku. “maaf baru bisa main ke sini saat Ming oppa mengajakku.”

“Ah, tidak apa-apa.” Han ajumma menepuk-nepuk lenganku. “selama ini aku hanya melihat Minho dan Sulli yang main ke sini. Aku sangat senang bisa melihatmu lagi.”

“Mereka akan sering main ke sini, eomoni.” Hyunwoo sunbae datang sambil membawa dua botol air mineral. “mereka sekarang kan sudah pacaran.”

Aigo, benarkah?!”

Entah mataku yang salah atau memang Han ajumma terlihat sangat senang mendengar kabar palsu ini?

“Mm, benar ajumma. Kami resmi berpacaran sejak tadi siang.” Minho sunbae tersipu sambil menggaruk pipinya. WAHAHAHA, ORANG INI BENAR-BENAR.

-.-.-.-

“Pagi.”

Aku menggeser tubuhku sambil tersenyum. “Selamat pagi, sunbae.

“Aku kesiangan.” Jinki sunbae menggaruk hidungnya. “kau juga, ya?”

“Hmm, kemarin tidur terlalu larut.”

Iya, aku tidur terlalu larut karena Minho sunbae mengajakku tinggal di kedai Han ajumma hingga nyaris tutup kemudian mengajakku makan malam di pojangmacha sebelum mengantarku pulang. Benar-benar timing yang tidak pas jika yang ia maksud mengajakku berkencan. Aku nyaris ketinggalan bus jika tidak berlari cepat-cepat ke halte setelah ia dan Sulli mendesakku untuk berangkat bersamanya. Aku tidak mau terlihat sensasional dengan menggantikan posisi Sulli di boncengannya selama ini.

“Ah sunbae.” aku tiba-tiba teringat dua nomor PR yang belum kukerjakan. “boleh tanya tidak?”

Jinki sunbae mengangguk, aku segera mengeluarkan buku PR Matematikaku dan menanyakan cara untuk mengerjakan dua soal aneh itu. Rasanya Hyosung sonsaengnim malah belum pernah mengajari kami tentang soal itu.

“Ah, ini contoh soal yang akan kau pelajari di bab selanjutnya.” Jinki sunbae mencabut pensil dari saku blazernya. “nah, perhatikan caraku mengerjakan soal yang serupa.”

-.-.-.-

Aku berjinjit, melongok ke dalam kelas. Hyosung sonsaengnim belum terlihat. Aku membuka pintu perlahan kemudian berlari secepat kilat ke tempat dudukku.

Ssaem-

“Yoo Hyein!”

Sulli menepuk dahinya. Aku menelan ludah sambil menatap meja Guru, tempat dimana Hyosung ssaem tiba-tiba muncul sambil memegang spidol .

“Kau tahu dimana seharusnya kau berada, kan?”

“Baik, ssaem.

Aku menitipkan buku PR-ku untuk dikumpulkan sebelum melangkah gontai keluar kelas bersama si kembar Yunhee-Yunho dan mulut ember Hyunshik. Kami duduk berjajar di bawah jendela sambil mengangkat kedua tangan. Jinki sunbae mungkin juga bernasib sama sepertiku karena ban bus yang bocor tadi sudah membuat kami berlari kesetanan hingga ke sekolah.

“Kenapa ada di luar?” Please, jangan suara ini lagi.

“Dihukum karena datang terlambat.”

“Sudah kubilang untuk berangkat bersamaku.” ia berjongkok kemudian menjawil daguku. “masih marah karena masalah kemarin ya, chagiya ?”

Yunhee, Yunho dan Hyunshik segera menoleh ke arah kami ketika Minho sunbae memanggilku chagiya. Tuh kan, orang ini hobi sekali cari sensasi.

“Sana masuk kelas!”

“Untuk apa? Aku sudah selesai mengerjakan tugas dan baru saja mengumpulkannya di ruang guru.” ia menatapku semakin lekat. “kutemani saja, ya.”

Ia duduk di sebelahku dan mengangkat kedua tangannya. Ya Tuhan, orang ini habis kerasukan apa sih?

Aigoo, kau beruntung sekali Hyein-a. Aku yang sejak SMP menjadi fans-nya saja tidak bisa jadi pacarnya.” bisik Yunhee. “Minho sunbae sangat perhatian.”

Aku bisa mendengar deheman kecil dari teman-temanku. Uuh, memangnya siapa yang mau pacaran dengan orang aneh macam Minho sunbae, wibawanya sudah jatuh sejak ia memintaku jadi on-screen-girlfriendnya karena sudah lelah dengan kelakuan Krystal. Please, mana ia memintaku dengan alasan kami teman kecil pula.

Sunbae, kapan kau mulai pacaran dengan anak aneh ini?” tanya Hyunshik.

Ya! Beraninya kau mengatai pacarku!!”

Aku nyaris menjerit ketika pintu kelas tiba-tiba terbuka dengan suara keras. Hyosung sonsaengnim keluar sambil mengacungkan penggaris. “HEI, KALIAN RI- sedang apa kau di situ Choi Minho?”

“Menemani pacarku, ssaem hehe.”

“Pacarmu?”

“Hyein, ssaem.” cerocos Hyunshik. “katanya Hyein terlambat karena tidak mau dijemput Minho sunbae untuk berangkat sekolah bersama tadi pagi.”

Hyosung ssaem menggelengkan kepala dengan ekspresi prihatin. “Kalian bisa masuk sekarang, kecuali Hyein. Kau juga, Minho. Kembali ke kelasmu!”

Mataku membulat, kenapa aku tidak termasuk? Memangnya datang terlambat hukumannya jauh lebih berat dari tidak mengerjakan PR? Hyunshik, Yunho dan Yunhee berjalan beriringan memasuki kelas. Aku masih dalam posisi dihukum sebelum ssaem  menyuruhku berdiri dan malah menceramahiku karena tidak mau berangkat bersama Minho dan akhirnya datang terlambat.

“Padahal PR-mu kali ini benar semua. Aku ingin kau menyalin soal beserta jawaban dari nomor dua dan empat kemudian menerangkannya kepada temanmu bagaimana cara kau menyelesaikannya.”

Ssaem serius? PR-ku benar semua?”

“Tidak ada gunanya berbohong padamu.” Ssaem menyilangkan tangan di depan dada. “sekarang masuk dan kerjakan di papan tulis.”

“Baik, ssaem.

Aku nyaris menubruk pintu saking senangnya. Rumus Jinki sunbae menolongku lagi.

-.-.-.-

“Kau, kurang ajar juga, ya.”

Alisku bertaut ketika Krystal menghalangiku untuk keluar dari toilet. “pacaran dengan Minho Oppa kemudian mendekati Jinki Oppa. Mau cari sensasi karena kau murid pindahan?”

“Bisa minggir, tidak? Aku masih ada kelas.”

“Aku masih perlu bicara banyak denganmu.” ia mendorongku masuk sementara kedua temannya menutup pintu. “dengar! Putuskan Minho oppa sekarang jika kau tidak ingin mendapat masalah.”

“Katakan saja sendiri kepada Ming oppa. Meskipun aku sudah capek meminta ia tak pernah menyetujuinya.”

Ia memutar bola matanya kemudian menyilangkan tangan di depan dadanya. Ish, gestur congkak yang paling kubenci.

“Baiklah, jika itu pilihanmu maka masalah pertamamu akan datang. Sekarang.”

Ia mendorongku ke sebuah kubikel dan menutup pintunya. Okay, mungkin ia menyangka jika aku bisa mengunciku di salah satu kubikel dan- gelap! Sialan!

Aku segera berlari keluar kubikel dan mendapati pintu toilet sudah terkunci. Sial, aku tidak membawa ponsel ataupun jepit lidi untuk membuka kuncinya. Please, siapapun tolong lewat ketika aku menggedor pintu.

Sudah nyaris satu jam aku menggedor pintu dengan mata terpejam dan basah. Kenapa keributan yang kubuat sama sekali tidak menarik perhatian sih? Tuhan, tolong biarkan seseorang mendengarku entah siapapun itu dan bagaimanapun konsekuensinya yang penting aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini.

Aku tersentak ketika seseorang menepuk bahuku, ia membantuku berdiri karena kakiku sudah nyaris tidak bisa kugerakkan karena lemas.

“Ada yang luka?”

Aku menggeleng kemudian membuka mataku perlahan, tapi semua kembali gelap.

10.03.13

05.40 pm

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Oops – Part 3”

  1. serius deh. part ini bahkan lebih pendek dari part satu dan dua. #garuk-garuk kepala
    aku berasa kayak baca vignete ….

  2. Wah.. Daebak..
    Aku juga mau jadi hyein, padahal minho perhatian bgt sama hyein tp dianya malah kayak gitu-_-
    Tapi bagus sih, biar minho makin ngedeketin.
    Itu yg nolong hyein siapa? Minho kan?
    Berharap hyein mulai membuka hati buat minho^^
    Ditunggu next partnya. Thanks^^

  3. Tukan gak mungkin anak Han ahjumma Jinki. Marga aja beda hehe.
    Sweeeeet bgt abang Minong nemeninn dihukum. Huhu aku jg mau. Sampek berjam-jam pun rela.-.
    Emang pendek sih part ini, tp keren kok tetepan 😀

  4. Salah……
    Aku pikir yg nganter es krim jinki wkwkwkwk efek soktau begini nih haha
    Yaampun enak bgt punya pacar kaya minho…..
    Telat brg jinki? So sweet. Diajarin matematika pulaaaa
    Hah aku kalo jadi hyein dilema berat deh wkwkwk
    Kurang panjang thorr
    Hah disini krys jahattt
    Itu. Siapa yg nolongin hyein? Ahhh dia pingsan ya? Lanjutss

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s