Apartemen – Part 5 (End)

Apartment

Apartment

Title                 : Apartemen Part 5

Author                        : Astina a.k.a Kang hyo kyo

Main cast       : bae suzy dan choi minho

Support cast  : min (miss a)

yang yo seob (beast)

Sulli f(x) jiyeon

Length           : Sequel

Genre             : Family, romance, friendship

Rating                        : PG 15

Rabu 1 Mei 2013

Ring Ding Dong Jam masuk kelas telah berbunyi, minho pun masuk kekelas tanpa suzy karena tidak menemukan gadis itu

“Minho, suzy ? Odie ?” Selidik yoseob

“Aku tidak tau, tiba tiba saja dia menghilang” jawab minho

“Apa kau mau di bunuh dengan min” bisik yoseob

Minho menggelengkan kepala, namun tiba tiba saja pandangannya tak tertuju pada yoseob lagi tapi pada suzy yang masuk dengan wajah yang lemah.

“Suzy, wae ?” Selidik yoseob yang wajahnya berubah menjadi khawatir dan suzy hanya menggeleng lemas.

“Suzy, wae ?” Pertanyaan yang sama keluar dari mulut minho. Tidak menjawab suzy hanya terduduk lemas di kursinya tepat sebelah minho.

Minho melihat ke arah yoseob, yoseob hanya mengangkat bahu. Lalu yoseob melihat ke arah min, pikiran yoseob tenang saat melihat min sedang belajar bersama teman temannya di sudut lain di dalam kelas.

“Ceritakanlah sesuatu agar kami tidak khawatir” pinta yoseob. Sementara minho hanya mengangguk setuju.

‘Apa yang harus aku ceritakan, haruskah ku bilang kalau aku cemburu kepada minho, tidak mungkin’ pikir suzy. Akhirnya “gwenchana, hanya saja tadi … Eeeee”

“Ceritakanlah” ucap yoseob layaknya seorang oppa terhadap adiknya.

“Oppa, naneun gwenchana” ucap suzy manja. Tidak biasanya suzy kelepasan bicara, karena jika di sekolah suzy selalu memanggil yoseob dengan namanya. Tidak seperti min, suzy selalu memanggilnya eonnie dimanapun

‘Oppa ? Suzy memanggil yoseob oppa ? Sedekat itukah mereka ? Min di panggil eonnie ?  Yoseob di panggil oppa ? Ada apa ? Apa selama ini aku terlalu cuek’ pikir minho

“Apa yang kau katakan tidak sesuai dengan raut wajahmu?

“Mmm, ….” ‘Aku terus menunduk memikirkan apa yang harus aku katakan kepada yoseob oppa, dan tiba tiba saja aku melihat sedikit sobekan di rok sekolahku, memang tadi saat memasuki toilet aku seperti tersangkut sesuatu tetapi aku terus berjalan. Mungkin itu penyebabnya koyak, dan tiba tiba saja aku mempunyai ide. Aku berdiri dengan wajah yang masih lesu namun mulai melupakan rasa cemburuku.

“Mengapa kau berdiri ?” Tanya yoseob

“Ini” suzy menunjukan bagian roknya yang sobek.

“Aaiiissshhh, aku kira apa” ucap yoseob

“Ya!! Oppa, jangan menganggap ini remeh” belasuzy manja

“Pakai ini” ucap yoseob sambil memberikan jaketnya ke arah yoseob

“Gomawo” suzy tersenyum senang bukan karena perlakuan yoseob, tetapi karena berhentinya kalimat introgasi yang sedari tadi ia terima.

****

Minho pov

“Suzy, berapa umurmu?” Akhirnya aku bertanya kepada suzy, aku penasaran.

“16 tahun”

“Mwo? Kau lebih muda satu tahun dari kami ?”

“Ne, apa omma tidak ada cerita saat kau pindak kemari”

Ku ingat kejadian kejadian lampau, yang aku ingat omma ku ada bicara kalau suzy anak yang pintar. Tak ku sangka dia pintar sekali sampai meloncat kelas atau sekolah lebih awal.

“Kau ..”

“Aku loncat kelas”

“Owh, baru ingin kutanyakan”

“Suzy !!” Tiba tiba saja yoseob dan min datang.

“Oppa eonnie”

“Hei ! Kalian baru berpisah 3jam, di hitung setelah jam pulang sekolah. Seperti berpisah 1 tahun saja”

“Jinja ?? Rasanya aku rindu sekali dengan dongsaengku ini” ucap yoseob

“Agar lebih banyak waktu berbicara, lebih baik kita rapat sekarang”

Semuanya mengangguk setuju.

“Sebelum aku bercerita, apa oppa dan eonnie sudah mengambil hasil sidik jarinya ?” Tanya suzy

“Sudah” jawab yoseob

Author pov

Mereka duduk di ruang keluarga. TV yang tidak menyala membuat suasana sunyi, sebelum berbicara suzy menelan air liurnya dan melihat mata satu persatu ketiga kawannya.

“Ya ! Suzy ! Ini bukan acara cerita film horrof” ucap minho memecahkan kesunyian.

“Hehehe sekitar sebulan yang lalu aku mendengar mm tepatnya menguping pembicaran sulli dan jiyeon”

“Lau?” Tuntun min

“Inti dari pembicaraan mereka yang aku dapatkan ada 2 hal pertama sulli akan melakukan sesuatu untuk jiyeon dan yang ke dua jiyeon akan mengajak minho pergi” jelas suzy

“Mwo ? Jiyeon tidak pernah mengajakku pergi.” Elak minho

“Jinja ? Bukankah hari saat aku jatuh kau jalan jalan ?”

“Benar, tapi bukan bersama jiyeon tapi dengan yoseob” jelas minho

“Owh, itu kan rencana mereka satu bulan yang lalu. Dan baru terlaksana sekarang untuk rencana pertama. Jadi kita tidak tahu rencana ke dua akan terlaksana kapan”

Suzy yang sedari tadi berbicara menghadap ke lantai, mengangkat kepalanya setelah selesai berbicara dan menemukan wajah ketiga temannya yang dalam ke adaan bingung

“Kalian tidak mengerti ?” Tanya suzy dan mendapat tanggapan menggeleng dari ketiga temannya. “Bagaimana bisa kalian tidak mengerti, kalian lebih tua dariku.” Ucap suzy sedikit kesal

“Karena kau lebih muda jangan sok memarahi” ucap min lalu menjitak kepala suzy “ya ! Appo” balas suzy

Suzy mengambil ancang ancang dengan menegakan bahunya. “Yang kita sebut rencana pertama adalah jiyeon meminta sulli melakukan sesuatu untuk dirinya” ucap suzy lalu berhenti sejenak memastikan part bagian ini di mengerti oleh ketiga temannya.

“Lanjutkan” sambung yoseob

“Lalu muncul gossip tentang minho dan jiyeon, yang menurutku menguntungkan pihak jiyeon, aku tidak tau minho merasa beruntung atau tidak”

“Tentu saja tidak, apa kau lupa ? Kau juga ikut terlibat dalam gossip ini” ucap minho

“Jangan bertengkar, lalu apa selanjutnya ?” Yoseob yang sedari tadi bungkam membuka mulutnya.

“Dari 2 hal yang terjadi bisa saja kita simpulkan sulli yang menyebarkan gossip atas permintaan jiyeon”

“Benar juga” min membenarkan

“Bagaimana cara kita menghentikan gossip ini?” Minho jjuga angkat bicara

“Kita bisa menyuruh sulli menghentikannya” yoseob mengeluarkan saran

“Semudah itu ?” Minho hampir tak percaya

“Tidak tahu” ucap yoseob dengan wajah polosnya.

“Jika besok jiyeon mengajak minho pergi, minho bisa menyangkal habis habisan gossip dengan membentak jiyeon. Tetapi jika besok jiyeon tidak mengajak minho pergi kita bisa mengintrogasi sulli”

“Mengapa patokannya besok? Tanya minho

“Mau lusa atau satu bulan lagi juga tidak apa apa, asal kau tahan dengan gossip itu. Posisiku di dalam gossip tidaklah berat untukku, mungkin hanya akan ada beberapa yeoja berbisik ketika aku lewat. Dan itu tidak penting”

“Kau benar. Besok sajalah”

***

Miho pov

Kamis 2 mei 2013

“Apakah rencana kita di laksanakan ?”  tanyaku mengkonfirmasi rencana semalam.

“terserah kau” jawabnya singkat. Memang sikapnya akhir akhir ini sangat aneh apa lagi kemaren.

 

“kau juga harus ikut”

“andwe, itu urusanmu. Aku tidak mau ikut campur”

“wae?”

“sudah ku bilang karna bukan urusanku, pabo namja” lalu berjalan mendahuluiku.

“Ya !!” aaiissshhh ada apa dengannya, aneh sekali. Bagaimana cara membuatnya tersenyum. Hah !! yoseob. Mungkin dia bisa membantu. “suzy, cepat sekali kau jalan”

“….”

“suzy” yoseob yang ia lewati pun tak dihiraukannya. Yoseob melihatku “kau apakan dia?”

“aniyo, kau tau dia seperti itu kepadaku kurang lebih seminggu, aku sangat rindu melihat wajahnya” ucapku terhadap yoseob.

“kau ini, nyatakanlah cintamu, katakana kalau kalian sudah di jodohkan.”

“bagaimana aku mengatakannya jika dia seperti itu?”

“dia seperti itu karena ia menyukaimu, mungkin dia kecewa dengan adanya gossip ini”

“benar juga”

***

Suzy pov

Ah jinja ?? aku harus bisa melupakan minho. Aku sudah punya tunangan begitu juga dengan minho. Aaggghh !!!

Mungkin sebentar lagi musim dingin, sudah terasa sekali angin sejuk ini. Aku ingin mengambil jaket di dalam tasku, namun saat aku buka taskku, aku tidak menemukan jaket. “aish, aku yakin tadi aku ma-suk-.. aahh tadi aku keluarkan karena ingin memasukan kotak makanku, pasti tertinggal di atas meja”

Aahhhh pabo pabo pabo.  Hiks .. aku mulai meneteskan air mata mengingat perasaanku. Akankah orang yang di jodohkan denganku dapat menghilangkan perasaanku terhadapnya. Hiks hiks

“dasar yeoja kotor, sudah merusak hubungan oranglain mengapa kau jadi yang menangis” suara yeoja tersebut sontak membubarkan lamunanku. Hiks hiks hiks air mata ini tak bisa kutahan. Tapi aku berusaha berusaha berusaha dan berusaha.

Dan air mata ini  mulai berhenti, yeoja yang tadi menghujaniku dengan kalimat untuk hal yang tak pernah aku lakukan telah pergi berlalu. ‘hhuuuhhh’ aku menghela nafas panjang, ku ambil ponselku, aku ingin menghubungi omma. Setelah kudengar suara omma aku mulai berbicara “omma – kapan aku bisa menemui jodohku – mwo? – jinja ? – ne – ne” bukan hal baik.

Minho pov

Suzy ? mengapa ia duduk sendiri ? aku pun berjalan mendekatinya namun belum juga aku mendekat aku mendengar isakan tangisnya. Walau aku tidak tau apa yang terjadi tetapi entah mengapa aku merasa bersalah. Aku pun pergi menjahuinya lalu kembali kekelas untuk menemui yoseob.

“yoseob”

“aneh sekali kau, jarang sekali kau memelas. Ada apa? Mengapa gaya coolmu menghilang?”

“aku melihat suzy menangis”

“jinja?”

“selesaikan gossip ini, katakana apa yang terjadi kepada suzy”

“:bukankah itu saran yang sama sebelum kita berpisah lalu aku menemui suzy”

“karna hanya itu yang bisa membuat suzy terseyum”

“jinja ? kenapa kau yakin sekali”

“karena aku oppanya, heheh”

***

Ring Ding Dong

“suzy, kajja” ucapku sedikit bersahabat

“kemana?”

“kantin.” Bukannya menjawab ia malah mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas.

“istirahat sudah berlalu 5 menit yang lalu” jelasku

“eo ?”

“yoseob tadi di panggil kim songsaenim, min di panggil han songsaenim”

Penjelasanku yang panjang lebar hanya ia balas dengan wajah yang lesu, sebenarnya ada apa sih ?

“chagi” jiyeon datang dengan wajah yang ceria sedangkan di belakangnya banyak sekali murid murid yang membuntuti.

“siapa yang kau panggil chagi?” ucapku ketus

“apa karena wanita ini kau melupakanku?” ucapnya sambil menunjuk suzy, sementara suzy hanya menunduk dengan wajah lemas.

“apa maksudmu?”

“YA minho, kembalilah pada jiyeon. Bukankah selama ini kalian telah bersama. Jangan kau perdulikan suzy itu” ucap salah satu yeoja di kerumunan itu. Kulihat suzy mulai menitiskan air mata.

“chagi, setelah pulang sekolah ayo kita pergi ke suatu tempat” ucap jiyeon manja. Ntah kenapa aku tak suka dengan gaya manjanya. Lebih baik suzy walau hanya memanggil namaku.

“aku bukan chagimu, dan kalian semua. Kalian sudah di tipu metah mentah oleh orang ini” ucapku sambil menunjuk wajah jiyeon lalu melanjutkan kalimatku.

“asal kalian tahu sebentar lagi aku akan bertunangan” aku berhenti berbicara dan melihat wajah jiyeon, bisa ku tebak ia sangat terkejut sekarang.

“dan tunanganku bukan dia” lanjutku lagi, aku yang tadinya berdiri menghadap ke arah kerumunan yeoja layaknya seperti seorang guru yang sedang menjelaskan di depan kelas kembali menghadap jiyeon “dank au janga terus mengarag cerita”

“apa yang kau bicarakan chagi?”

“sudah ku bilang jaga panggil aku chagi”

Dasar jiyeon ini, tiba tiba sulli masuk dengan menerobos kerumunan yeoja lalu berkata “apa yang di katakana miho benar”

“sulli” lirihku

“minho mianhae, aku telah berbuat salah dan jiyeon mianhae aku tidak bisa menuruti apa yang kau inginkan”

UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

***

Author pov

“Suzy, apa kau mau pulag bersama min?” Tanya yoseob

“…” suzy melihat minho lalu menggelegkan kepalanya

“ah ! jangan begitu, aku ada urusan, ini berhubungan dengan tunanganku”

“ah jinja ? pergilah. Aku bisa pulang sendiri. Tidak perlu merepotkan min eonie”

“apa kau demam?”

“aniyo”

***

Suzy pov

Aku berjalan gontai memasuki apartemen. Pikiranku sudah kemana-kemana. Bagaimana jika miho tidak tinggal lagi denganku? Apa tunanganku yang akan menggantikannya ? tapi aku ingin minho bukan orangg lain.

Minho pov

“pabo”

“ya ! yoseob jangan menjitakku”

“apa kau tidak punya hati, kasihanilah suzy”

“malam ini akan aku katakana sebelum pergi makan malam dengan omma”

“katakan ketika kau sudah sampai dirumah, maksudku apartemenmu”

“wae ? apa bedanya dengan nanti malam”

“keceriannya yang berbeda, bagaimaa jika sampai di sana suzy belum mengetahui posisinya saat makan malam gara gara ia tidak ingin mendengarkanmu berbicara”

“benar juga” aku baru menyadari hal ini, sedari tadi wajahnya memang lesu.

“kau sudah mengerti maksudku?” tanyayoseob tenang

“ne”

***

Author pov

Sesampainya minho di apartemen. Dia langsung mandi lalu beriat menyatakan cintanya.

“suzy” panggilnya lalu membuka pelan pintu kamar suzy. Suzy yang sedari tadi megurung diri lalu duduk di atas kasurnya.

“ada apa?” ucap suzy lemah

“apa kau sakit?” semangat 45 minho hilang begitu melihat keadaan suzy

“aniyo, ada apa?”

“aku ingin membicarakan tentang jodohku” ucap minho lalu duduk di sebelah suzy di atas tempat tidur suzy.

“ada apa dengannya?”

“aku juga tidak tau apa yang ia lakukan hingga membuat jantungku selalu berdegup kencang ketika aku di dekatya”

“jinja?” suzy berusaha setenang mungkin, namun matanya mulai berkaca kaca saat menatap minnho

“ne, kau kenapa? Kau ingin menangis? Apa ada masalah dengan tunanganmu” Tanya minho polos

“bagaimana ada masalah? Bertemu saja tidak pernah.” Ucap suzy lalu meudukan kepalanya

“jinja tapi kurasa kau bertemu dengannya hampir setiap hari” minho membalas ucapan suzy sambil menegakkan kembali wajah suzy dengan menyentuh dagun suzy dengan jari telunjuknya.

“kau salah” ucap suzy tersenyum tipis naumun ~~~~cccuuupppp~~~

Kecupan singkat mendarat di bibir suzy, dengan cepat suzy mengalihkan pandangannya dari wajah minho, suzy ingin tersenyum tapi ia bingung.

“apa yang kau lakukan ? kau akan segera bertunangan, aku tidak ingin ada kesalahpahaman.”

“siapa yang akan salah paham ?” Tanya minho polos

“tentu saja tunanganmu, aku ..” belum sempat suzy melanjutkan bicaranya minho kembali menyentuh dagu suzy dan mengarahkan pandangan suzy kembali menghadap wajahnya lalu ~~~~cccuuppp~~~~ ciuman singkat itu terjadi lagi dan dilanjutkan dengan “saranghae” pernyataan singkat dari minho.

“wae?” akhirnya suzy tak kuat menahan senyum, dan senyuman itu terukir indah di wajahnya. “bagaimana dengan tunanganmu?”  lanjut suzy

“kau masih memikirkan tunanganku sementara di sini kau tersenyum senang?” ucap miho singkat

“tentu saja, aku tidak ingin di cap gadis perebut tunangan orang lain” bela suzy

“Kau tidak perlu merasa seperti itu, karena tunangku ..” minho menggantungkan kalimatnya dan membuat suzy yag tadinya kembali menunduk setelah di cium kembali menatap wajah minho. ~~~cup~~~ “karena tunanganku adalah kau, bae suzy” lanjut minho setelah mencium suzy untuk ketiga kalinya.

“MWO ??” suzy kaget, semua informasi yang ia ketahui ia kumpulkan di dalam kepalanya “ jadi .. kau “

“ne, aku menyuruh ommamu dan ommaku untuk merahasiakannya, awalnya aku tidak suka di jodohkan denganmu tapi ..”

“lanjutkan” pinta suzy

Minho memukul dadanya sendiri lalu berkata “hati ini telah mencitaimu”

Begitu minho menyelesaikan kalimatnya suzy memeluk minho dan menangis sekuat kuatnya. “hiks hiks hiks”

“wae ? mengapa kau menangis ? jika kau tidak mencintaiku tidak apa apa. Aku bisa menerimanya”

“mengapa tak kau kataka dari dulu? Kau tahu? Hatiku sakit setiap mendengar kau membahas tunanganmu itu. Jika aku tahu itu aku, aku tidak akan sesedih ini” ucap suzy tetap memeluk suzy

“jinja ? jadi selama ini kau cemburu ?” Tanya minho tak bersalah sedangkan suzy mengangguk pelan dalam pelukan minho.

Minho melepaska suzy dalam pelukannya lalu memandang lekat mata suzy “sekarang dengarkan aku, aku mencintaimu suzy. Dan aku akan selalu mejagamu. Apa kau bersedia” suzy mengangguk pelan.

“saranghae” ucap minho nado saranghae” balas suzy

“ayo bersiap siap” ajak minho

“kemana?”

“bukankah kita akan makan malam bersama orang tua kita”

“ah ! bagaimana aku lupa”

***

Jum’at 3 Mei 2013

Suzy pov

Ah jinja ? aku tak percaya ini. Ternyata choi miho itu menyukaiku. Selama ini dia menyukaiku. Hahah aku senang sekali. ‘au’ seseorang menabrakku dari belakang membuat lamunanku buyar. Dan kulihat minho sudah jauh berjalan. Aku sedikit berlari untuk mensejajari langkah kami. Berhasil tapi ia kembali di depan.

“minho” ucapku seperti biasa

“emb?”

Mengapa sikapnya kembali dingin “bisakah berjalan sedikit pelan?”

“tidak” jawaban yag sudah ku ketahui

Author pov

~~~hening~~~

“eo?” suzy kaget seketika melihat layar handphonenya

Minho yang berjalan ikut berhenti ketika menoleh kebelakang minho tersenyum medapati ekspresi suzy yang kaget “ada apa?” selidik minho

“jiyeon pindah ke amerika dan dia minta maaf kepadaku”

“o” tanggapan singkat minho keluar

“eo?”

“ada apa lagi?”

“tampan” suzy melihat ke arah namja di halte bus dan menghampirinya

“mwo ? kapan ia menjadi genit seperti itu? Ya ! kau lupa kalau kau punya pacar?” ucap minho yang tak di dengar sama sekali oleh minho

“annyeong” ucap suzy pada sebuah namja

“annyeong, suzy akhirnya kau tiba juga”

“ne” suzy menjawab sambil menoleh kebelakag melihat minho masih berjalan menuju ke arahnya.

“suzy ?”

“ne?”

“ini”

“hanya ini?”

“ne. memangnya apa lagi ?”

“wuah jinki oppa daebak bisa bertahan dengan yuri eonnie, ayo berfoto”

‘klik’

“jangan sampai tidak datang ya!” ucap onew sambil mengacak pelan rambut suzy

“ne, hati hati oppa” setelah melambaikan tangannya kea rah jinki suzy kembali melihat kebelakang dan mendapati minho baru sampai kehalte bus.

“…” tidak berbicara satu kata patahpun. Suzy juga tidak tahu harus apa. Jadi ~~hening~~

“kenapa busnya lama sekali” ucap suzy

“bersabarlah” ucap minho tenang

~~dddrrrttt~~

“oppa ? ada apa ?” suzy menjawab panggilan di hpnya

“eo ? –  jinja ? – wae? – senin? – aiissshh !!! – gomawo oppa” suzy mengakhiri panggilanya

“ada apa?” Tanya minho

“ternyata benar” ucap suzy sambil menatap kearah langit.

“apanya?” Tanya minho

“aka nada badai salju mungkin akan turun sekitar jam setengah tujuh, sekolah diliburkan di beritahu oleh pihak sekolah melalui telepon dan juga acara di TV. Mungkin badai berlangsung sekitar 5 hari atau lebih. Dan di suruh konfirmasi ke pihak sekolah jika kita sudah mengetahui informasi ini. No telfonnya anak yoseob oppa kirimkan”

“begitu, salju mulai turun angin semakin dingin, kajja”

“sebelum pulang kita harus mampir di supermarket” ucap suzy sambil menggandengkankan tangannya ke lengan minho.

“wae?”

“karena kemungkinan kita tidak akan bisa keluar dalam 5 hari atau lebih kedepannya, persediaan maka di apartemen juga mulai menipis”

“araso”

~~ddrrtt~~ “sudah masuk, minho kau telponlah sekolah, ini nomornya aku akan menghubungi omma”

“mana? Annyeonghaseyo- kami, maksudku aku choi minho dan bae suzy sudah menerima informasi tentang liburnya sekolah- ne – kamsahamnida” minho sudah menyelesaikan tugasnya. “suzy giliranmu”

“ne – omma – aku sudah tahu, tidak perlu ceman minho oppa menjagaku dengan baik – ne – ne – sedang di lakukan hehehe – ok – bye omma”

“kau memanggilku apa ? Tanya minho

“oppa, apa salah?”

“ani” minho malah senyum

“kau senang?”

“ne”

“haha oppa”

END

Annyeong akhirnya cerita selesai juga, buat reader RCL ya, because RCL = Oxygen hehhehe

Dan saran dan kritik juga penting. Tapi pujian di ikut sertakan ya heheh **author gaje***

Buat yang udah baca gomawo

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “Apartemen – Part 5 (End)”

  1. Part terakhir hiks~hiks~hiks~
    Daebak, tapi alurnya sedikit kecepetan. Tapi yang bikin aku seneng, akhirnya minho menyatakan cintanya ke suzy, dan suzy akhirnya tau kalo minho juga cinta sm dia hehe^^

    Ditunggu karya2 selanjutnya, thanks^^

    1. Maaf udah lama banget gag muncul

      Ne ne ne
      Gomawo gomawo

      Alur ?? Hahhahaha author pke speedy .. Wkwkwkwk

  2. Yeehh,, tebakan ku betul ternyata suzy itu tunangannya minho oppa.
    Tapi endingnya kurang seru deh thor
    Kecepetan kayaknya thor.
    Tpi aku ttap suka kok ff ny
    annyeong 🙂 di tunggu ff author yg lain ny

    1. Heheheh

      Memang bingung waktu bagian endingnya.

      Mmmm ne author akan coba merangkai kata menjadi ff lagi ehehhehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s