That XX [1.3]

Title: That XX (Chapter 1)

Author: Kim Lizzie

Main cast: Kim Jonghyun, Choi Minyoung (OC)

Support cast: Cho Kyuhyun (SUJU)

Length: multi-chapter

Genre: friendship, romance

Rating: general

That XX

-Jonghyun Pov-

Aku melihat seorang yeoja yang sedang jalan terburu-buru dengan buku-buku di tangannya. Ia berhenti di depan loker nya, lalu mengeluarkan kunci loker nya dan membuka lokernya. Memasukkan buku nya dan mengeluarkan buku yang ia butuhkan.

Siapakah dia? Dia sahabatku, mungkin gebetan ku? Kkk~ dia nama nya Choi Minyoung. Sahabat ku yang sudah lama ku cintai. “hey Jonghyun!”, panggil Minyoung yang membuat lamunan ku buyar. “eh, hey Minyoung! Udah naro bukunya, anak rajin?”, kata ku sok asik.

“ya! stop bilang aku anak rajin! Aku begini kan juga terpaksa”, kata Minyoung sambil memanyunkan bibir nya. Lucu sekali, ingin ku cubit bibir dia rasa nya. “iya becanda, cantik”, kata ku sambil mencubit pelan hidung nya. Aku sudah biasa memanggil nya ‘cantik’ karena kami sudah cukup dekat dan… ya… karena dia memang cantik kkk.

Dia hanya tertawa kecil. Tiba-tiba ada namja yang merangkulnya dari belakang. Senyumku memudar. “jaggi-ya!”, kata namja itu dengan riang. “ya! Kyuhyun oppa! Kau mengagetkan ku” kata nya sambil manyun lagi.. aku hanya tertawa kecil karena bibir nya yang lagi-lagi dimanyunin.

Kyuhyun, dia adalah kekasih sahabatku ini, dia kekasih Minyoung. Dulu, sebelum mereka jadian, aku udah duluan suka Minyoung, dan Kyuhyun tau kalau aku suka Minyoung. Tiba-tiba saja aku sudah mendapat kabar kalau mereka sudah jadian. Ya, kalian tau gimana rasanya kan? Bagi Kyuhyun, aku sudah menyerah untuk mendapatkan Minyoung, padahal tidak. Tidak pernah terpikirkan hal itu di pikiran ku.

***

-Minyoung Pov-

“oppa! Kamu jadi antar aku pulang hari ini kan? Kita masak bareng yuk di rumah ku”, kata ku riang. Aku senang sekali kalau Kyuhyun oppa main ke rumah ku. “aih, maaf jaggi, aku lupa memberi tau kamu. Hari ini aku harus menemani ayah ku yang sakit. Sekarang dia ada di rumah sakit seperti biasanya”, kata Kyuhyun. “ohh, aku mengerti oppa, salam buat ayah mu ya! semoga cepat sembuh!”, kata ku. Ia hanya tersenyum lalu pergi. Dia buru-buru sekali sepertinya.

Aku berjalan dari lantai 4 kampus ku menuju ke lobby kampus. Aku berjalan sambil berpikir, kenapa Kyuhyun oppa sekarang jarang sekali ya mau pergi sama aku? Kalau di telfon, bilang nya ‘janji’ begitu besok nya aku tanya janji nya, selalu saja ada alasannya. Apa benar hari ini dia menjenguk ayah nya di rumah sakit? Ah aku tidak boleh berpikir negative gitu ><

-Author Pov-

Minyoung terus berjalan dengan tatapan yang kosong, ia terus berpikir, kenapa Kyuhyun sering meninggalkannya akhir-akhir ini… brukk! Tiba-tiba Minyoung tertabrak sesuatu. “aduhh”, kata Minyoung. “sssh”, desis orang yang ditabrak Minyoung. “ya! kau!”, kata namja itu sambil memegang perut nya yang sakit. Suara itu terdengar seperti familiar di telinga Minyoung.

“ya, Jonghyun! Kau harus nya perhatikan jalan!”, kata Minyoung sambil memegang kepala nya yang sakit juga. “kamu tuh, jalan tanpa arah gitu!”, kata Jonghyun. Minyoung hanya mendengus sedih. “waeyo? Ada yang kau pikirkan?” , tanya Jonghyun cemas. “ah… ani. Sudah ya, Jonghyun aku mau pulang. Annyeong”, kata Minyoung sambil membungkuk.

Tiba-tiba Jonghyun menarik tangan Minyoung. “kau sendiri saja? Pulang bareng aku aja”, kata Jonghyun. “mwo? Buat apa? kamu kan ngga bawa kendaraan, percuma aja aku pulang bareng kamu, sama-sama jalan kaki!”, kata Minyoung mendengus kesal. “ya… tapi seenggak nya kamu aman”, kata Jonghyun.

“mwo?”, kata Minyoung sambil mengernyitkan alis nya. “ah, eh… maksud ku…”, kata Jonghyun terbata-bata. “hahaha, sudah lah. Ayuk pulang bareng! Kajja!”, kata Minyoung menarik tangan Jonghyun sambil tersenyum senang yang berhasil membuat Jonghyun senyum juga.

***

~Di Perjalanan~

Mereka berdua terus bergandengan tangan sambil berjalan, berbincang, dan tertawa. Selama Minyoung bersama Kyuhyun, ia tidak pernah mersa senyaman ini, jujur saja. Mereka ingin menyebrang zebra cross, tapi tiba-tiba saja lampu nya merah bagi pejalan kaki. Mereka pun berhenti, tapi tetap bergandengan tangan. Jonghyun melihat ke sekelilingnya. Sampai akhirnya ia nengok ke belakang. Ia mengernyitkan alis nya dan menyipitkan mata nya. Ia melihat kaca sebuah café, jadi ia dapat melihat pemandangan di dalam café itu dengan jelas.

Ia melihat seseorang yang sangat ia kenal. “Kyuhyun… dengan siapa dia? Yeoja? Omo, siapa yeoja itu? Bahkan Kyuhyun memasukan sebuah cincin ke jari yeoja itu. Omo!!”, kata Jonghyun dalam hati. Minyoung melihat Jonghyun merasa aneh, “apa sih yang dia lihat?”, batin Minyoung. “ada apa Jonghyun?”, tanya Minyoung lembut lalu mencoba menengokkan kepala nya ke arah belakang.

“ah ani! Tidak ada apa-apa. tuh lampu nya udah ijo. Kajja, ayuk jalan!”, kata Jonghyun yang tiba-tiba menarik tangan Minyoung menyeberangi jalan itu. “ah ada apa sih? Sial, aku nggak liat lagi huh”, kata Minyoung dalam hati.

~Sesampai nya di rumah Minyoung~

“Jonghyun, gomawo sudah mengantar ku!”, kata Minyoung dengan senyum termanis nya. “cheonma”, kata Jonghyun sambil tersenyum juga. “oh iya Jjong! Kamu pasti capek kan? Mau istirahat sebentar di rumah ku?”, kata Minyoung sambil tersenyum kecil. “masuk aja deh, lumayan main-main sebentar sama dia kkk~”, pikir Jonghyun.

“baiklah”, kata Jonghyun. Jonghyun bisa melihat raut wajah Minyoung yang sangat senang. Minyoung merasa lebih nyaman dengan Jonghyun, makannya dia senang sekali saat Jonghyun main ke rumah nya.

“maaf Jjong, aku tidak punya makanan apa-apa. makan mie instan aja mau?”, tanya Minyoung. “terserah kamu aja hehe”, kata Jonghyun sambil menunjukkan gigi kinclong nya.

Mereka berbincang-bincang sambil makan mie instan yang dibuat mereka berdua. “rencana nya kan aku mau masak bareng Kyuhyun oppa di sini, kenapa malah jadi Jonghyun sih..”, pikir Minyoung. “Jonghyun, aku mau tanya deh”, kata Minyoung yang membuat Jonghyun penasaran.

“tanya apa?”, tanya Jonghyun. “kenapa sih kalau lampu merah atau lampu ijo udah nyala buat pejalan kaki, selalu ada lagu nya ‘ting ting ting’ gitu? Buat apa sih pake ada suara segala…”, tanya Minyoung sambil melahap mie nya. “issh, kirain tanya apaan. Ternyata Cuma nanya begituan-_- itu buat orang yang tunanetra, kalau ada lagu nya kan mereka jadi tau kapan lampu merah kapan lampu ijo”, kata Jonghyun panjang lebar.

Tiba-tiba Minyoung tersenyum. “oh begitu…”, kata Minyoung sambil tersenyum. “wae? Kenapa nanya begitu?”, tanya Jonghyun. “ah, ani… aku hanya ingin tau aja”, Minyoung juga tidak tau tiba-tiba ada pertanyaan seperti itu melintas di pikirannya. Mereka berdua melanjutkan makanannya lagi.

Selesai makan tiba-tiba Jonghyun kebelet pipis (?) “Minyoung, aku ke toilet ya. udah nggak tahan nih”, kata Jonghyun. “hahaha, cepat sana!”, kata Minyoung sambil tertawa. Jonghyun sudah hafal denah rumah Minyoung, jadi dia nggak perlu tanya lagi dimana toilet nya.

“hoah, lega…”, kata Jonghyun setelah keluar dari kamar mandi. Jonghyun tengokkan kepala nya ke kanan. Kamar Minyoung, itu yang ia lihat sekarang. Ia pun berpikir untuk memasukki kamar Minyoung. Saat ia masuk… di meja nya penuh dengan foto-foto Kyuhyun. Jonghyun sangat muak melihat foto-foto itu,

“hey, apa yang kau lakukan?”,tanya Minyoung yang membuat Jonghyun kaget. “ck, Kyuhyun di mana-mana”, kata Jonghyun sambil mendecak sebal. “memang kenapa?!”, kata Minyoung.

“jauhin namja itu, kamu lebih baik putus sama dia. Dia nggak baik buat kamu”, kata Jonghyun

“maksud mu apa?!”, kata Minyoung kesal.

“dia selingkuh! Aku bisa buktikan. Baru saja…” plaaak! Minyoung menampar Jonghyun. Tentu saja Jonghyun sangat kaget.

“jangan bicara yang aneh-aneh! Sana pulang!”, kata Minyoung, mata nya sudah berkaca-kaca.

Tiba-tiba Jonghyun mendekatkan muka nya ke Minyoung, ia menatap mata Minyoung. Mata mereka bertemu. “aku hanya ingin kamu nggak sakit hati Minyoung, aku cuma beri tau yang sebenarnya aja kok. Aku… pamit ya”, kata Jonghyun yang juga menahan air mata nya. Bayangkan, kalian ditampar orang yang kalian suka? Ooouuuw </3 (?)

Jonghyun berjalan keluar dari kamar Minyoung. Ia mendengar suara isakkan dari kamar Minyoung. Jonghyun rasanya ingin memeluk nya dan menenangkannya. Tapi Jonghyun tau, Minyoung sedang tidak ingin diganggu Jonghyun sekarang. Jonghyun pun berjalan lagi meninggalkan rumah Minyoung.

-Minyoung Pov-

Apa benar yang dikatakan Jonghyun kalau Kyuhyun selingkuh? Apa pikiran ku yang dari tadi ada di kampus sudah dijawab oleh Jonghyun? Aaaa, aku tidak boleh percaya tanpa bukti >< aku masih sangat sayang sama Kyuhyun oppa…

***

Pagi ini, aku sudah ada di kampus. Entah kenapa semenjak Jonghyun ngomong begitu, aku merasa nggak semangat lagi ke kampus. Aku benar-benar lesu hari ini. Aku hanya melamun sambil duduk di kelas ku. “baaa!”, kata seseorang mengagetkan ku. Ahhh, Kyuhyun oppa. “hey oppa”, aku hanya tersenyum kecil melihat nya.

“kok nggak manyun lagi? Hahaha”, kata Kyuhyun. Minyoung hanya tersenyum kecil. “kamu kenapa?”, kata Kyuhyun. “ani… nan gwenchana oppa ^^”, kata Minyoung dengan eyes smile nya. “beneran nggak apa-apa? ya sudah ku tinggal dulu ya. aku mau ke kelas”, kata Kyuhyun mengacak-acak rambut ku lalu pergi. MWO? Jinjja… dia benar-benar tidak peduli lagi pada ku?

***

-Jonghyun Pov-

Baru kali ini, selama satu hari aku diam-diaman sama Minyoung. Nggak betah rasanya. Ya Tuhan, kapan ini berakhir? Dari tadi aku hanya melihat, memantau, dan mengikuti nya dari belakang. Dia memang terlihat berbeda dari biasanya. Dia biasa nya selalu ceria, hari ini murung sekali. Aku jadi merasa bersalah L

Aku terus mengikuti dia di perjalanan dia pulang ke rumah nya, memastikan dia baik-baik saja. Saat dia menyeberangi zebra cross, ia tidak melihat kalau lampu nya masih merah untuk pejalan kaki. Dia malah berjalan terus. Aku langsung panic, mencoba mengejarnya, tapi… brukkk! Min… minyoung…………?

***

Aku berlari menggendong nya ke rumah sakit, teriak-teriak minta tolong sambil menggendong Minyoung yang kepala nya sudah berdarah-darah. Para suster dan seorang dokter langsung mengambil kasur yang bisa didorong (?) lalu berlari membawa Minyoung ke UGD. Aku panik… sangat panik…

Aku hanya menunggu di depan ruang UGD. Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar Minyoung cepat sadar dan tidak ada luka serius di kepalanya. Aku tidak bisa diam, dari duduk, berdiri, senderan di tembok, melihat pintu UGD, lalu duduk lagi. Itu saja dari tadi yang bisa ku lakukan.

Tiba-tiba dokter nya pun keluar. “dokter, gimana Minyoung? Dia gak apa-apa kan?”, tanya ku panik. “kamu siapa dia? Pacar nya?”, tanya dokter itu. “ah… eh… calon nya eh maksud nya, aku sahabat nya hehe. Dia kenapa dok?”, tanya ku.

“dia sudah sadar sekarang. Tapi…”, kata dokter itu. Aku senyum karena dia sudah sadar, perasaan ku sudah lega. Tapi? Ada apa? kenapa dokter itu nggak melanjutkan kata-kata nya? Aku hanya mengernyitkan alis. “ada masalah di bagian mata nya… bisa kemungkinan dia buta”, kata dokter itu yang berhasil membuat aku shock 100%.

“mwo?! Boleh aku menjenguk nya?”, tanya ku panik. “ah ne, silakan”, kata dokter itu mempersilakan aku masuk. Aku melihat Minyoung sedang berbaring lemah di kasur, aku melihat kalau mata nya diperban. Ya Tuhan, jangan sampai Minyoung buta! Jebal! “Min… Minyoung? Kau baik-baik saja?”, tanya ku lembut.

Dia tengokkan kepala nya ke arah sumber suara.  “Jong… jonghyun? Apa itu kau?”, tanya dia. “ne Minyoung. Bagaimana keadaan mu? Sakit ya kepala nya?”, kata ku sambil mengelus rambut nya sambil tersenyum. “Jonghyun… bukannya kalo mata di perban, itu artinya… buta kan?”, tanya nya. Suara nya seperti orang yang menahan tangis.

“ahh, belum tentu. Kenapa tiba-tiba tanya begitu?”, kata ku sambil menenangkannya. “a…aku takut kalau aku nggak bisa lihat…”, kata dia sambil gemetar. Aku memeluk nya, menyenderkan kepala nya di dada ku. Tiba-tiba ku rasakan air yang hangat di baju ku. Apa dia menangis? “kamu nangis? Tidak usah nangis. Aku bakal terus dampingi kamu kok walaupun nanti kamu nggak bisa liat. Udahlah, nggak usah pikir macam-macam”, kata ku sambil mengacak-acak rambut nya.

“jinjja? Kamu mau nemenin aku kapan aja?”, kata nya. “tentu, kamu kan… sahabat ku. Hehe”, kata ku sambil mempererat pelukkan ku. Ia tersenyum. “sudah, jangan nangis…”, kata ku sambil mengusap air mata nya.

“Minyoung-ssi, bagaimana keadaannya?”, kata dokter itu yang tiba-tiba menghampiri kami. Minyoung langsung melepas pelukan ku. “baik hehe”, kata Minyoung. “Minyoung?! Apa kamu baik-baik saja? Ya Tuhan, mata mu kenapa?”, teriak umma Minyoung yang tiba-tiba langsung memeluk Minyoung.

“umma? Aku baik-baik saja. Aku juga tidak tau kenapa mata ku di perban begini hehe”, kata Minyoung. “karena kecelakaan tadi siang, mungkin kepala nya terbentur sesuatu, sehingga ada kerusakkan di mata nya. Coba saya buka perbannya ya, semoga  mata mu baik-baik saja”, kata dokter dengan senyum ramah nya.

Aku bener-bener deg-degan sekarang. Ya Tuhan tolong jangan jadikan sesuatu yang buruk buat Minyoung! Aku hanya bisa berteriak dalam hati, memohon-mohon terus. Dokter itu mulai membuka perbannya perlahan. Aku bisa lihat tangan Minyoung yang terus memegang erat tangan umma nya, tubuh nya bergetar.

Perbannya sudah dibuka. Minyoung sudah mulai membuka mata nya. Kami semua melihat Minyoung seksama, menunggu jawaban Minyoung. Dia tetap diam, tatapannya ke depan. Sungguh, ini membuat ku khawatir! “ah… bisa tolong nyalakan lampu nya?”, tanya nya polos. Badan ku tiba-tiba lemas. Apakah ini artinya kalau dia… buta? ANIYAAA! “Min…Minyoung, lampu nya sudah dinyalakan dari tadi. Di sini ada umma, dokter, dan Jonghyun”, kata umma nya halus.

“hm? Jinjja? Aku tidak bisa melihat apa-apa di sini. Umma!!”, Minyoung berteriak ketakutan. Tak terasa air mata ku mengalir, berlari di pipi ku (?) umma Minyoung memeluk Minyoung erat. “umma, aku buta? Aku tidak bisa melihat lagi?”, kata Minyoung dia juga menangis. “maaf Minyoung, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi kehendak Tuhan tidak bisa kami bantah lagi”, kata dokter itu.

“mian…”, lanjut dokter itu. “Jo… jonghyun…”, kata dia memanggilku. “ne?”, kata ku sambil mengusap air mata ku sendiri lalu berjalan mendekatinya. “a…aku ingin dipeluk…”, kata nya sambil gemetar. Aku langsung memeluknya erat. Bisa kurasakan tubuhnya yang gemetar. “tidak usah takut Minyoung… kami di sini menjaga mu”, kata ku lalu mencium puncak kepala nya.

***

~Di Rumah Minyoung~

Aku sekarang ada di rumah Minyoung malam ini. Aku ikut mereka pulang, aku ingin menemani Minyoung sebentar saja. “Jonghyun, tolong temenin Minyoung di kamar nya sebentar ya, saya mau bikin makanan untuk makan malam”, kata umma nya Minyoung. Raut wajah nya sangat sedih, tidak bersemangat.

“ne… ahjumma”, kata ku membungkuk lalu pergi ke kamar Minyoung. Ku buka pintu kamar nya perlahan “Minyoung?”, kata ku lembut. Dia menangis sambil duduk di kasur nya. Aku duduk di sebelah nya. “Jonghyun, kalau Kyuhyun oppa tau gimana?”, tanya dia. “ya… nggak apa-apa. memang kenapa?”, tanya ku.

“aku takut, kalau dia malu punya yeoja-chingu yang buta kayak aku”, kata Minyoung.

“kalau dia bener-bener cinta sama kamu, dia nggak mungkin malu”, kata ku.

“kalu ternyata dia memang malu?”

“berarti dia nggak cinta sama kamu”

Minyoung hanya diam, dia tidak bisa berkata apa-apa. nah di keadaan seperti ini lah, aku akan tes, seberapa rasa sayang Kyuhyun sama Minyoung. Gyahahaha *evil laugh* /abaikan/

“temani aku tidur ya…”, kata Minyoung. “mwo? Yadong ya kamu…”, kata ku. “ih… maksud ku tungguin aku di sini sampai aku tidur! Kamu tuh yang yadong!”, kata nya sambil tertawa kecil. Akhirnya, ia tertawa lagi. “kkk~ ne ne, aku tungguin kamu sampai tidur ya…”, lalu dia tidur. Saat aku sudah yakin kalau ia sudah tidur, pelan-pelan aku keluar dari kamar nya.

“Jonghyun… gimana Minyoung? Masih sedih ya?”, tanya umma nya. “dia sekarang sudah tidur, tapi sebelum tidur dia sempat tertawa kecil”, kata ku. “ne? kok bisa? Gara-gara apa dia ketawa?”, kata umma nya. Aku jadi bingung jawabnya…

“gara-gara yadong…”, kata ku

“mwo?”, kata umma nya tidak mengerti.

“ah ani, aku pulang dulu ya hehe. Jaljayo”, kata ku sambil membungkuk lalu pergi

“aih, dasar anak muda…”

***

Hari ini Minyoung tidak masuk ke kampus. Aku mengerti keadaannya. Mungkin dia sudah keluar dari kampus ini? Aih… aku sangat merindukannya. “selamat pagi semua. Mulai hari ini, Choi Minyoung tidak akan pernah masuk ke kampus ini”, kata Sooman seonsaengnim. “wae? Waeyo?”, tanya seluruh orang di kelas ini.

“Choi Minyoung, ia tunanetra. Jika kalian ingin menjenguk, silakan pergi ke rumah nya”, kata Sooman seonsaengnim. Semua mahasiswa di kelas ini tampak kaget. Aku hanya bisa menahan air mata ku di sini… entah kenapa rasanya aku ingin menangis…

~istirahat~

Aku sedang membereskan tas ku, aku mau ke kantin. Saat aku ada di pintu kelas, aku melihat Kyuhyun. “misi”, kata ku jutek. “loh, Minyoung mana?”, tanya Kyuhyun. “dia kan sakit. Kau nggak tau?”, kata ku. “mwo? Aku nggak tau. Dia sakit apa?”

“tsk, memang kamu nggak menghubungi dia tadi malam? Atau tadi pagi hah?”, tanya ku.

“belum hehe. Memang dia sakit apa sih?”, kata Kyuhyun tanpa dosa. Jujur saja, ingin ku tonjok muka nya saat ini.

“tunanetra”, jawab ku lalu pergi meninggalkannya. Ku rasa dia shock sekarang.

***

-Minyoung Pov-

Aku ingin memberi tau Kyuhyun soal apa yang ku derita saat ini. Tapi… bagaimana caranya? Menelfonnya? Aku… nggak bisa lihat… so sad L

“Minyoung? Ada Kyuhyun tuh”, kata umma ku tiba-tiba. Aku bisa mendengar suara nya. “ah ne”, kata ku yang mulai beranjak dari tempat tidur ku, berjalan menggunakan tongkat. Umma ku membantu ku berjalan sampai ruang makan.

Sesampai nya di ruang makan, aku duduk dibantu umma ku. “umma tinggal ya”, kata umma ku. “ne”, kata ku sambil tersenyum. Aku senang sekali, Kyuhyun oppa datang ke rumah ku. “ada apa Kyu oppa?”, kata ku. “ka… kamu kenapa bisa buta?”, tanya Kyuhyun oppa yang membuat dada ku sesak.

“a…aku, kecelakaan oppa. Hehe”, kata ku. “kapan? Kok bisa?”, tanya Kyuhyun oppa. “a…aku menyeberangi zebra cross waktu itu, tiba-tiba aku ketabrak mobil”, kata ku sambil takut memikirkan hal kemarin…

“jinjja? Kenapa ngga kasih tau oppa?”, tanya Kyuhyun. “mian oppa, waktu itu aku nggak sadarin diri. Pas aku sadar, ya aku sudah buta, aku panic. Sampai lupa kasih tau oppa hehe. Mian oppa”, kata ku sambil menunduk. “gak apa-apa Minyoung, mau ikut oppa jalan-jalan ga?”, kata Kyuhyun. “mau!!”, kata ku dengan raut wajah yang senang.

~jalan-jalan~

Aku jalan-jalan sama Kyuhyun oppa, nggak tau ini di mana sekarang. “eh, woy Kyu! Siapa tuh? Pacar lo ya?”, kata seseorang entah siapa itu. “oy, iya pacar gue nih, wae?”, tanya Kyuhyun oppa. “pacar lo? Dia buta?”, kata orang itu berbisik, tapi aku masih bisa mendengar tapi mereka kira aku ngga dengar. “iya, tenang aja, bentar lagi kok”, kata Kyuhyun oppa.

Maksud nya ‘bentar lagi’? apa nya yang sebentar? Buta ku ini? Atau apa? aku bener-bener ngga ngerti. “oh iya, paham gue bro haha. Udah ya gue duluan dulu. Bye”, kata orang itu. Aku dan Kyuhyun oppa melanjutkan perjalanan lagi.

Setelah beberapa lama kami jalan-jalan, makan, dsb tiba-tiba ada suara yeoja yang bicara sama Kyuhyun oppa. “Kyu?! Dia… dia siapa?”, tanya yeoja itu. Aku hanya diam saja. “ah… eh, sebentar ya Minyoung”, kata dia. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. “Kyu, dia itu siapa?”, tanya yeoja itu. Suara nya jadi lebih kecil, tapi aku masih bisa mendengar.

“dia… sepupu ku” kata Kyuhyun oppa. M…mwo? Sepupu? Jadi… aku ini hanya dianggap ‘sepupu’? apa maksudnya? Air mata ku sudah ingin keluar, tapi ku tahan. “oh, kenapa mesti bisik-bisik sih kasih tau nya?”, kata yeoja itu. “nggak apa-apa. sudahlah jangan dibahas”, kata Kyuhyun.

“ok. Nanti jadi kan ke rumah Rinrin?”, kata yeoja itu

“pasti lah, nggak mungkin aku batalin perjanjian sama yeoja yang cantik kayak dia”

“hahaha, dasar… ya udah deh. Sampe ketemu nanti ya”

Rinrin? Nuguya…?

“yuk Minyoung kita jalan lagi”, kata Kyuhyun. Aku hanya diam saja, menunduk sambil berjalan. Saat di pinggir jalan, tiba-tiba Kyuhyun berhenti. “ada apa oppa? Kok berhenti?”, tanya ku. “Minyoung… ada yang ingin oppa bicarakan” kata Kyuhyun. “soal apa? soal Rinrin ya?”, kata ku sambil menahan sabar dan air mata.

“mwo? Rinrin?” kata Kyuhyun.

“nggak usah pura-pura nggak tau”, kata ku.

“dari mana kamu tau dia?”

“tadi oppa bilang sama yeoja itu kalau aku sepupu oppa kan? Oppa kira aku nggak bisa dengar hah?!”, kata ku sambil membentak.

“ya… kalau begitu hubungan kita sampai di sini saja ya…”, kata Kyuhyun. Aku hanya diam lalu menangis. “jadi… selama ini aku itu apa bagi mu oppa?”, kata ku. “bagi ku, kamu adalah yang terbaik yang ku punya. Sebenarnya aku sudah punya yeoja lain dan aku akan segera tunangan sama dia”, kata Kyuhyun yang membuat air mata ku semakin deras.

“gomawo untuk semua nya… aku pergi dulu ya…”, kata Kyuhyun oppa. Tubuh ku lemas. Tiba-tiba saja hujan…

-Jonghyun Pov-

Akhir nya DVD yadong eh maksud nya ‘Sumpah Pocong di Sekolah’  dapet juga. Film nya pasti serem nya ngalahin Ju-on nih! *abaikan aja ya pacar author yang satu ini^^*

Saat aku keluar dari toko DVD… yah ujan… terpaksa basah2an kayak bopung dulu deh (?) saat aku sedang menerobos hujan, aku melihat yeoja yang sedang duduk di pinggir jalan sambil memegang tongkat nya. Nuguya? Min… minyoung? Aku langsung berlari menuju Minyoung.

“Minyoung?! Kok ujan-ujanan? Kamu ngapain di sini sambil duduk? Yuk berteduh dulu”, kata ku. “Jonghyun…”, kata nya lalu memeluk ku. “waeyo Minyoung? Kamu kenapa?”, kata ku khawatir. “a… aku diputusin Kyuhyun oppa..”. “Mwo?! Wae?”. “Kata nya dia udah punya calon tunangan”, kata Minyoung. Kurang ajar, segampang itu dia tinggalin Minyoung? Cih.

“mian, waktu itu aku ga percaya apa kata kamu. Hiks, mian…”, kata Minyoung. “ahh, gak apa-apa. sudah jangan salahkan diri mu begitu”, kata ku sambil memeluknya lebih erat. Tiba-tiba jari jari tangannya meraba pipi ku. Lalu ke mata ku, turun ke hidung, lalu… ke bibir ku. Jantung ku berdegup 5x lipat dari biasa nya._.

Ku singkirkan tangannya dari bibir ku. Ku dekatkan muka ku padanya lalu… chu~ ku beranikan diri untuk mencium nya. Ku peluk diri nya erat. Kami hanya menempelkan bibir tapi ini sudah berhasil membuat kerja jantung ku gak normal.

TBC

Wahhh, ini FF author untuk pertama kali nya main cast nya member SHINee, padahal fandom ku SHINee #plak. Cerita ini aku nggak terinspirasi kok dari lagu nya GD – That XX, Cuma karena bingung nentuin judul nya, jadi pake judul nya GD *maap yak GD* maaf kalo garing dan gak dapat feel nya.__.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “That XX [1.3]”

  1. kyuhyunnya nepeun~~ hehehe
    syukurlah aku bacanya pas udah completed. karena ceritanya bangus banget…. bakalan kepo kalo bacanya blm completed…. daebak!!

  2. Keyen…thor daebak!! Napa yah ff SHINee kbnyaan jjong sihh? No problem sihh.. But kalo boleh kpan2 buat key juga ya 😉 fighting! >..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s