Dream Girl [2.2]

Title                 : Dream Girl

Author             : qL^^ (wp : mystorymyfictionworld)

Main Cast        : Kim Kibum, Kim Sooyan

Support Cast   : Lee Jinki, Kim Jonghyun, Choi Minho, Lee Taemin, Park Hyeki, Nyonya Kim

Genre              : Romance, Angst, Fantasy

Type/Lenght    : Twoshoot

Rating                         : G

Summary         : You’re My Dream Girl

***

Dream Girl

Part 2

Gadis bergaun putih itu terlihat samar-samar. Kibum seperti merasa melihat bayangan ataukah gadis itu hanya halusinasinya semata. Wajah gadis itu tidak terlihat, tapi postur tubuhnya terlihat sangat familiar bagi Kibum. Kibum tersentak. Gadis itu mirip Sooyan. Kibum berusaha memanggil nama Sooyan, namun suaranya tidak mau keluar. Mendadak dia merasa tidak bisa bergerak.

Kibum membuka matanya cepat dan duduk. Dia terbangun dari mimpinya berkat suara yang ditimbulkan oleh ponselnya. Mimpi?! Ah, ternyata itu semua memang mimpi. Mimpi yang menghantuinya sejak sebulan terakhir. Mimpi yang  terasa aneh bagi Kibum.

Kibum membuka aplikasi pesannya dan melihat banyak pesan yang dikirimkan oleh Ibunya. Isinya semuanya sama, jika Kibum tidak segera memutuskan akan melanjutkan hubungan Sooyan, ibunya akan segera mencarikan gadis kencan buta ke 50 untuknya. Kibum menghela nafas. Seandainya memutuskan hal ini semudah yang diinginkan Ibunya, Kibum tak perlu pusing. Mimpi itu menambah segala kerumitan yang ada sehingga membuat Kibum rasanya ingin lari dari kenyataan.

Kibum tahu pilihannya hanya dua : nekat melawan pertanda itu atau membiarkan dirinya dibawa oleh permainan takdir? Dan dalam kegelapan kamarnya malam itu, Kibum tidak bisa memutuskan apa-apa.

***

“Sooyan!”

Sooyan menoleh saat merasa mendengar suara yang familiar memanggilnya. Dia tersenyum saat melihat Kibum di seberang jalan dengan Audinya. Pria itu melambai. Wajah tampannya dihiasi senyum dan tubuhnya masih mengenakan stelan formal khas eksekutif.

“Hai,” sapa Sooyan ramah.

Kibum menyeberang jalan dan menghampiri Sooyan. “Kau mau makan siang? Bagaimana kalau bergabung denganku?” ajak Kibum.

Sooyan mengangguk dan mengikuti Kibum menuju restoran Jepang untuk makan siang. Ini bukan makan siang mereka yang pertama. Kibum dan Sooyan sudah sering makan siang bersama. Sooyan tidak keberatan makan bersama Kibum. Dia memang tidak pernah dekat dengan dengan pria mana pun sejak Taejoon meninggalkannya, namun dia merasa sangat nyaman bersama Kibum walaupun mereka tidak berstatus apa-apa.

“Kau akan melanjutkan kencan butamu lagi?” tanya Kibum tiba-tiba.

Sooyan terkekeh. Kibum memang selalu begitu. Bertanya dengan blak-blakan. Sejak mereka sering bersama, pelan-pelan Sooyan sudah mulai mengerti pria itu sekarang.

“Tidak tahu,” jawab Sooyan jujur. “Mungkin Ibu belum menemukan pria lain yang mau bertemu denganku lewat kencan buta,” tambahnya bergurau.

“Benarkah? Kau wanita yang cantik, pasti banyak yang ingin berkenalan denganmu,” puji Kibum membuat pipi Sooyan bersemu.

“Bagaimana dengan Direktur Kim? Apakah kau sudah mendapatkan jadwal untuk kencan buta berikutnya?” Sooyan balik bertanya.

Kibum tersenyum masam. “Sudah, hanya saja aku sedang mempertimbangkan untuk melakukannya lagi atau tidak,” jawab Kibum singkat.

Sooyan merasa seolah hatinya ditusuk sembilu. Hati Sooyan terasa sedikit sakit. Dia pikir selama ini Kibum cukup tertarik dengannya, tapi sepertinya dia terlalubanyak berharap. Sooyan sendiri tidak ingin melanjutkan kencan buta selama dia masih bisa bersama Kibum. Berteman saja sudah cukup bagi Sooyan.

“Kenapa kau harus mempertimbangkannya?” tanya Sooyan lagi.

Kibum diam, lalu perlahan menatap Sooyan. “Karena aku bertanya-tanya, haruskah aku berhenti melakukan kencan buta dan mulai mengajakmu berkencan,” ucapnya tenang. Manik matanya yang hitam menatap bola mata Sooyan dengan sungguh-sungguh.

Sooyan terperangah. Kibum mengucapkannya dengan tenang seolah dia sedang mengajak Sooyan membicarakan fashion, padahal Sooyan sudah salah tingkah setengah mati. Detak jantungnya mulai menggila dan Sooyan yakin wajahnya pasti sudah bersemu merah. Dia merasa ada ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya membuat sensasi geli yang tidak bisa dijelaskan.

“Kim Sooyan?” panggil sebuah suara familiar.

Sooyan menoleh dan mendadak semua perasaan berbunga-bunganya atas perkataan Kibum seakan terbang. Choi Taejoon berdiri di hadapannya.Sooyan mencoba berdiri, tapi mendadak kakiknya terasa sangat lemas. Dia harus berpegangan dengan pinggiran meja untuk dapat berdiri dengan benar.

“Taejoon………” Lihat, bahan Sooyan bersusah payah mengucapkan namanya.

Kibum menatap dua orang itu dengan heran, apalagi melihat ekspresi Sooyan yang sendu.

“Siapa ini?” pria itu bertanya dengan nada posesif, membuat Kibum tidak nyaman.

Kibum berdiri dan berinisiatif memperkenalkan diri. “Aku Kim Kibum, Direktur Lockets, teman kencan buta Sooyan,” ujar Kibum sambil menekankan kata-kata terakhir. Tangannya terulur berusaha mengajak Taejoon berkenalan secara formal.

Taejoon menatapnya dengan pandanagn menilai. “Aku Choi Taejoon, Arsitek. Mantan pacar Sooyan,” balas Taejoon sambil menjabat tangan Kibum. Pria itu juga menekankan kata-kata terakhir yang diucapkannya.

Sooyan bisa melihat ekspresi terkejut di wajah Kibum. Dia pasti salah paham.

“Sooyan-ah, kita harus bicara,” Taejoon tiba-tiba. “Dan kalau kau mengizinkan, Direktur Kim, aku harus membicarakan hal pribadi dengan Sooyan,” kata Taejoon. Pria itu berkata bukan dengan nada meminta izin, namun lebih menegaskan dan Kibum adalah pria cerdas yang bisa membaca maksud ucapan Taejoon.

Kibum langsung bangkit dan Sooyan menatap Kibum dengan pandangan memohon. Dia tidak ingin Kibum pergi. Dia tidak ingin bicara dengan Taejoon. Dia ingin Kibum di sini, mencegahnya berhubungan lagi dengan Taejoon. Tapi Kibum tidak berhenti. Pria itu hanya menyentuh lengan Sooyan pelan.

“Bicaralah dengannya. Kita akan bicara lagi nanti,” ujar Kibum sambil tersenyum. Pria itu segera berlalu sebelum Sooyan sempat mencegahnya.

Sooyan menatap punggung Kibum yang berjalan menjauh. Dia sungguh tidak ingin Kibum pergi.

***

Kibum melemparkan berkas yang sedang diperiksanya ke atas meja. Dia tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya selalu terbang pada gadis itu. Dia bukan tipe orang yang senang buang-buang waktu untuk memikirkan seorang gadis, tapi entah mengapa dia rela saja melakukannya kali ini. Bayangan gadis itu bersama pria mantan pacarnya membuat hati Kibum tidak tenang.

Jinki mengetuk ruangan Kibum dan melangkah masuk.

Hyung, apa yang kaulakukan di sini?” tanya Kibum bingung.

“Ibumu menelfonku dan mengatakan bahwa kau tidak bisa dihubungi. Kau mematikan ponselmu dengan sengaja?” tanya Jinki tajam.

Kibum menghela nafas sambil melirik ponselnya yang tergeletak dalam keadaan mati di atas meja kerjanya. “Aku butuh konsentrasi,” Kibum berdalih.

Jinki hanya menggelengkan kepalanya. “Ibumu bilang dia sudah menentukan waktu untuk kencan butamu berikutnya,” ujar Jinki.

Kibum mendengus sebal. “Aku tahu. Itu sebabnya Ibu mengangguku terus,” sungutnya.

Mata Jinki menyipit curiga. “Itu sebabnya kau mematikan ponselmu bukan? Kau sedang mengulur-ngulur waktu untuk kencan butamu berikutnya. Apa ada yang menganggumu?” Jinki kembali bertanya.

Ah, akhirnya ketahuan juga. Kibum harus mengakui kehebatan Jinki dalam membaca situasi yang dialami adik-adiknya. Mungkin itu bakatnya sebagai tetua selain kondisi sangtae-nya.

“Gadis itu, hyung. Dia berbeda,” ujar Kibum putus asa.

“Siapa? Gadis kencan butamu yang ke 49?” tanya Jinki lagi.

Kibum mengangguk.

“Siapa namanya?” tanya Jinki penasaran.

“Kim Sooyan,” jawab Kibum singkat.

“Kau menyukainya?”

Kibum tidak menjawab. Bukannya dia tidak tahu bagaimana perasaannya, namun Kibum merasa kalau dia menjawab pertanyaan Jinki maka perasaannya akan semakin jelas dan itu akan membuatnya semakin pusing.

“Mungkin,” akhirnya hanya itu yang dikatakan Kibum.

Jinki hanya menatap Kibum dengan pandangan heran. Jelas dia tidak puas dengan jawaban Kibum.

“Dengar, hyung, aku merasa aku sangat tertarik pada gadis itu. Tapi dia tidak sesuai dengan pertanda di mimpiku,” cerocos Kibum panjang.

Jinki hanya mengangguk-angguk mengerti. “Pertanda? Mimpimu? Mimpi dengan gadis seperti cheonsa dan angka 50 itu?” tanya Jinki.

Kibum mengangguk.

“Menurutmu itu pertanda?” Jinki bertanya lagi.

Kibum melotot. Bukankah Jinki sendiri yang mengatakan itu pertanda? “Hyung bilang itu pertanda,” ujar Kibum bingung.

“Memangnya aku bilang begitu?” Jinki terlihat bingung sendiri.

Kibum menatap hyung-nya sebal. Bagaimana mungkin Jinki lupa dengan ucapannya sendiri? Padahal malam itu Jinki mengatakannya dengan ekspresi serius.

“Ya Tuhan, Kibum-ah! Itu hanya tebakanku saja, aku tidak tahu apakah itu pertanda sungguhan atau tidak,” ucap Jinki yang akhirnya bisa mengingat ucapannya sendiri.

“Maksudmu?”

“Maksudku aku mengatakan padamu kalau mungkin saja itu pertanda utuk kencan butamu selanjutnya. Mungkin, tapi belum tentu benar. Jadi kau tidak perlu menunggu kencan butamu yang ke 50. Sooyan mungkin saja menjadi gadis itu,” jelas Jinki nyengir.

Hyung!!!” teriak Kibum kesal.

Jinki sedikit terkejut diteriaki oleh Kibum seperti itu. “Kenapa kau marah padaku? Aku bukan peramal, mana bisa membaca pertanda,” sungut Jinki sebal.

Jadi selama seminggu ini dia uring-uringan dan bingung menentukan sikap hanya karena tebakan Jinki mengenai angka 50 di mimpinya itu? Harusnya dia bisa bergerak cepat untuk menyatakan perasaannya pada Sooyan. Harusnya dia tidak perlu menunggu lama. Harusnya dia tidak didahului pria mantan pacar gadis itu.

Jinki hanya mengangkat bahu dipelototi begitu oleh Kibum.

“Sudah, datangi dia. Nyatakan perasaanmu padanya,” kata Jinki bijak sambil menepuk bahu Kibum.

Bahu Kibum langsung merosot. “Sudah terlambat, hyung. Mantan pacarnya sudah kembali,” ujar Kibum putus asa.

“Kau bilang siapa? Mantan pacarnya?” ulang Jinki bingung.

“Hm, tadi aku meninggalkannya agar dia bicara dengan mantan pacarnya,” ujar Kibum pelan. Diam-diam mengutuk dirinya sendiri karena membiarkan Sooyan bersama pria itu.

Jinki menepuk kepala Kibum prihatin. “Dasar bodoh! Sejak kapan pesona Almighty Key dikalahkan oleh orang biasa? Pergilah, selalu ada kesempatan kalau kau mau berusaha,” Jinki menasehati Kibum.

Tanpa disuruh dua kali, Kibum langsung melesat meninggalkan ruang kerjanya. Tujuannya satu : butik Sooyan.

***

Kibum membuka pintu butik itu terburu-burudan nafasnya terengah-engah ketika tiba di hadapan Sooyan. Gadis itu hanya menatap Kibum heran.

“Ada apa, Kibum-ssi?” tanya Sooyan sambil menyodorkan segelas air setelah Kibum dibawanya masuk ke ruang rapatnya dengan klien.

Kibum menarik nafas dalam, berusaha mengatur nafasnya sebelum berbicara. “Kau sudah bicara dengan Taejoon-ssi?” Kibum balik bertanya, mengabaikan air yang ditawarkan Sooyan.

Ekspresi wajah Sooyan berubah. “Sudah,” jawab Sooyan singkat.

“Dia memintamu kembali padanya?” tanya Kibum lagi.

Ah, Kibum yang blak-blakan. Sooyan tertawa kecil. “Tidak, dia tidak memintaku kembali padanya. Dia datang hanya untuk memberikan ini,” jawab Sooyan sambil meraih sebuah amplop putih kecil yang terletak di atas meja kerjanya.

Kibum mengambil amplop itu dan membukanya dengan hati-hati. Sooyan memperhatikan ekspresi Kibum dengan seksama. Kibum terlihat kaget saat membaca nama yang tertulis di sana.

“Choi Taejoon dan Lee Sooyeon?” tanya Kibum bingung.

Sooyan mengangguk dan duduk di hadapan Kibum. “Taejoon akan menikah dengan wanita itu. Dia sahabatku,” jawab Sooyan menjelaskan. Sebenarnya Sooyan tidak ingin mengungkit-ungkit masa lalunya bersama Taejoon dan sahabatnya, namun dia tidak ingin Kibum salah paham mengenai apa yang terjadi antara dirinya dan Taejoon.

“Sahabatmu? Kau membiarkan pacarmu menikah dengan sahabatmu?” ulang Kibum tak percaya. Ekspresi wajahnya mendadak berang.

Sooyan menghela nafas dan tersenyum tipis. “Aku tidak bisa melarang seseorang untuk saling menyukai kan? Dan ternyata Taejoon lebih menyukai sahabatku daripada diriku. Bukankah lebih baik merelakan orang yang kau sukai bahagia daripada memaksanya untuk tinggal dan menyakiti dirimu?” tanya Sooyan retoris.

Kibum menggeleng tak setuju. Persis seperti apa yang terjadi dengan Minho dan Jisun. (baca : seven cousins). Kibum tidak bisa membayangkan hal itu terjadi pada Sooyan juga.

“Karena itu aku tidak pernah dekat dengan pria mana pun setelah putus darinya. Sembuh dari patah hati itu sulit bukan?” Sooyan melanjutkan ucapannya. Sooyan tertawa sendiri menutupi rasa canggungnya setelah bercerita mengenai kehidupan cintanya yang mengenaskan. “Kau pasti berpikir aku terlihat konyol,” tukasnya.

“Tidak, aku tidak berpikir begitu,” sambar Kibum cepat.

Sooyan segera menguasai dirinya, mencegah dirinya mengeluarkan emosi lebih banyak karena mengingat Taejoon. “Nah, Kibum-ssi, apa yang membuatmu datang terburu-buru kemari seperti tadi? Kau meninggalkan sesuatu yang penting di butikku?” tanya Sooyan lagi.

“Tidak, aku datang untuk menemuimu,” jawab Kibum sambil mengangkat bahu. “Aku hanya merasa sangat penasaran dengan pembicaraanmu dan Choi Taejoon itu. Pria itu terlihat menyebalkan,” tambah Kibum lagi.

Sooyan terkekeh. “Hyeki bilang kau juga oppa yang menyebalkan dan cerewet,” ujar Sooyan.

“Apa?! Hyeki berkata begitu?” tanya Kibum tak percaya. “Kau berkomunikasi dengan Hyeki?” tanyanya lagi.

“Dia sering datang kemari untuk mengunjungiku. Dia dongsaeng yang menyenangkan,” jawab Sooyan diplomatis.

Kibum menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia harus memberitahukannya. Lagi-lagi Kibum kehilangan kontrolnya di hadapan Sooyan. Pria itu menarik nafas dalam sebelum berbicara.

“Sooyan-ah, aku sudah memutuskan mengenai kencan butaku yang berikutnya,” ujarnya tiba-tiba.

Ekspresi Sooyan sedikit terkejut dengan pembicaraan mengenai kencan buta yang tiba-tiba muncul ini, namun dia berusaha mempertahankan ekspresinya dengan tersenyum. Sejak kemunculan Taejoon dan pembicaraannya dengan Kibum yang terakhir kali, Sooyan tidak berani berharap apa-apa lagi. Dia tidak ingin disakiti dua kali dengan cara yang sama.

“Aku sudah memutuskan tidak akan melakukan kencan buta lagi,” kata Kibum tegas.

Mata Sooyan membulat. Tidak melakukan kencan buta lagi?

“Maksudmu?” Sooyan bertanya tak mengerti.

Kibum berdeham salah tingkah. Dia tidak pernah merasa segugup ini menghadapi gadis manapun.

Be my fiancee,” ujarnya singkat. Kibum merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kotak cincin berbalut kain beludru ungu. Kibum membuka kotak itu perlahan dan cincin berlian itu berkilauan ditimpa cahaya. Berlian adalah barang mudah bagi Kibum, tapi memberikannya di hadapan seorang gadis seperti membuat Kibum limbung.

Sooyan hanya menatap cincin itu tanpa ekspresi. Dia tidak tahu apakah sekarang dia bermimpi atau tidak. Dia tidak tahu apakah dia bisa mempercayai Kibum. Dia tidak tahu seperti apa perasaannya pada Kibum. Walaupun dia merasa senang dan terharu, tapi dia takut untuk menerima pernyataan Kibum. Jadi Sooyan hanya diam.

Would you?” Kibum mengulang pertanyaannya.

Sooyan menatap Kibum bingung. “Kau tidak sedang mengerjaiku kan?” Gadis itu bertanya ragu.

“Aku serius,” jawab Kibum sungguh-sungguh.

Sooyan kembali menatap Kibum, berusaha melihat kesungguhan pria berambut blonde itu.

“Baiklah,” Sooyan akhirnya menerima permintaan Kibum. Kibum hampir saja melompat kegirangan, kalau Sooyan tidak menahan lengannya. “Tunggu! Berjanjilah kau tidak akan seperti Taejoon, berjanjilah tidak akan menyakitiku lagi,” tambahnya khawatir.

Kibum menggenggam telapak tangan Sooyan. “Percayalah padaku. Aku dan Choi Taejoon adalah orang yang berbeda,” kata Kibum singkat. “Almighty Key tidak akan mengingkari janjinya,” tambah pria itu menyombongkan diri.

Pria itu menyelipkan cincin di jari manis Sooyan dan memeluk gadis itu erat-erat. Kibum berharap semoga Sooyan benar-benar akan mempercayainya dan dia tidak akan pernah mengalami mimpi-mimpi aneh itu lagi.

***

“Terima kasih sudah datang,” ujar Kibum menyalami tamu-tamu yang menghampiri dirinya dan Sooyan. Keduanya berdiri berdampingan di aula besar gedung tempat perayaan pertunangan mereka. Bulan lalu gedung ini digunakan oleh Jonghyun dan sekarang Kibumlah artisnya. Malam ini Kibum terlihat tampan dengan stelan formal berwarna putih yang sangat pas dengan gaun Sooyan yang berwarna putih gading.

Kibumlah yang memaksa agar Sooyan memakai gaun putih gading itu. Dia senang merasakan aura takdir di antara mereka, walaupun seluruh sepupunya memutar bola mata mereka dengan bosan saat Kibum memamerkan mengenaik kisah Dream Girlnya dengan Sooyan.

Seluruh sepupunya hadir di sana, lengkap bersama tunangan mereka. Jinki, Jonghyun, Jisun, Minho, Hyeki dan Taemin menatap pasangan itu dari jauh sambil tersenyum. Semuanya merasa senang, selain karena Kibum mendapatkan gadis baik yang sangat cocok dengan kriteria gadis idaman Kibum, sepupu-sepupu itu mulai sekarang akan terbebas dari dumalan Kibum sepulang kencan buta. Hyora dan Jungjin juga datang. Keduanya menghampiri pasangan masing-masing. Jonghyun dan Hyora, Jungjin dan Jisun. Sedangkan Jinki, Minho, Hyeki dan Taemin masing-masing sibuk berkeliling. Ikut menyapa dan bersalaman dengan para tamu yang datang.

Kibum tersenyum dan melambai. Senang karena keluarganya datang untuk mendukungnya. Kibum melirik Sooyan yang balas menatapnya gugup. Sooyan tahu banyak mengenai keluarga itu dari cerita-cerita Kibum dan Hyeki dan dia merasa tidak yakin mereka bisa menerimanya dengan mudah di sana.

“Aku sudah pernah bertemu Hyeki, tapi belum pernah bertemu direktur SHINee Group yang lain,” ujar Sooyan dengan gugup.

“Tenang saja, aku akan membantumu,” kata Kibum menenangkan.

“Selamat!!!” Hyeki berteriak girang sambil menghambur memeluk Sooyan. Di belakangnya kakak-kakaknya mengikuti.

Kibum menyeret Hyeki menjauh. “Anak nakal, riasannnya bisa rusak,” omel Kibum sambil menjitak Hyeki.

Hyeki menjulurkan lidahnya dan menggoda Kibum. “Ah, oppa tidak jadi dapat piring cantik karena sudah bertunangan,” ejek Hyeki usil.

Jinki langsung membekap mulut gadis itu dan merangkulnya agar gadis itu diam. “Selamat bergabung di keluarga SHINee, Sooyan-ssi,” ujar Jinki formal.

Sooyan mengangguk dan tersenyum. Dia langsung tahu kalau pria itu pasti yang tertua di antara keluarga mereka. Gadis itu bisa merasakan aura kepimpinan dari Jinki. Jinki dengan ramah memperkenalkan keluarga besar itu satu persatu mulai dari dirinya sendiri, Jonghyun dan tunangannya Hyora, Jisun dan tunangannya Jungjin, Minho, Hyeki dan Taemin. Mereka bersalaman secara bergantian dan mengobrol ringan. Sooyan tersenyum lebar segera merasa diterima di keluarga yang ramah dan menyenangkan ini.

Kibum hanya nyengir. Dia tidak pernah bermimpi mengenai gadis gaun putih itu lagi sejak dia memutuskan bersama Sooyan. Dan sekarang melihat Sooyan tersenyum lebar, Kibum merasa bahagia. Dia merasa lengkap.

Her dream girl. Sampai sekarang Kibum tidak mengerti apa arti mimpi itu, tapi Kibum sudah tidak berniat memikirkannya lagi. Baginya percariannya sudah selesai dan yang menunggunya hanya sebaris kalimat “Live happily ever after.”

*THE END*

AN : Halohaa~ THE END. Ga tau, kayaknya FF ini cocok kalau dibaca sambil dengerin Dream Girl because that song now stucks in my head. Anyway, comments and likes are always loved. Gomawo

XOXO, qL^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

23 thoughts on “Dream Girl [2.2]”

  1. hi qL^^..
    happy ending juga akhirnya, walaupun sebenernya masih penasaran maksud dari angka 49 dan 50..

    Kibumnya gak bilang cinta tuh ma Sooyan, langsung tunangan aja, walaupun mungkin ada rasa suka..
    mungkin cinta bakalan tumbuh dengan seringnya mereka bersama ya.. 😛

    Ok qL, ditunggu karya berikutnya ya.. 🙂

    1. sebenarnya angka itu iseng muncul di mimpi key, mgkn emang ada artinya tapi ga ada kaitannya sm kencan butanya key. berhubung ke salah nanya (malah nanya ke leader super sangtae Onew) jadinya misunderstanding deeeh

      eh eh kibum ngelamar ga berarti suka yaa?
      karena aku beranggapan key udh minta jd tunangan means dia suka dan cinta sm sooyan

      okeey, gomawo udh baca dan komen 😀

    1. yep! lebih tepat disebut mirip sih, key cm ngerasain auranya aja hehe

      gomawo udh baca dan komen *ikutan dance~*

  2. Cieee~ happy ending 😀

    Kirain bakal ada musibah (?) apaa gitu, ternyata cerita mereka muluus banget. Suka sukaa ^^

    1. berhbung ini sebenarnya adalah ff request-an temenku dan dia mintanya happy ending, jadi aku nulis happy ending deh hehe
      kalau nambah musibah (?) ntr ga bisa twoshot (?) #ngeles #jitak

      gomawo udh baca dan komen 🙂

  3. Hohohoho Dream Girlnya sudah didapat bukan dalam bentuk mimpi lagi. Tapi sedah langsung nyata.
    Happily ever after (งˆ▽ˆ)ง
    Kisah cinta member yang lain

    1. his dream girl, yeay!!
      yaah semoga kisah cinta member lain cepet dapat idenya jd bisa lgsg digarap ehehe

      gomawo udh baca dan komen 😀

  4. happy ending happy ending~ hehehehehe demi apa aku bingung kenapa aku loncat-loncat sendiri sejak Kibum bilang “Be my fiancee” ngeng….udah mulai merasa ikutan ngefly kaya kibum /? bagus ff ini, feelnya kerasa banget~ hohoho ^^

    1. kamu kayanya sangat menjiwai peran sooyan pas dilamar jadi tunangan tuuh ehehe. imagine key berlutut gugup smbil ngasih cincin #yang ngaku lockets ayo teriaak!! ehe

      gomawo udh baca dan komen 😀

    1. couple mana nih? key-sooyan? jinki-hyeki? atau jjong-hyora? atau jisun-jungjin? atau minho-taemin? ehehe
      emmm, bingung mau diaminin atau engga -___-”

      gomawo udh baca dan komen 🙂

    1. wuaah daebak! kok kamu bs nebak ada sesuatu antara Jinki dan Hyeki?
      FFnya belum sempat kutulis, lagi mau nyelesain punyanya Taemin sm Jjong sm Minho dulu, entar doakan smg segera selesai

      gomawo udh baca dan komne 🙂

  5. Jiah… aku baru sempet komen setelah nyolong baca.
    Akh, greget sama key oppa… ngapain pake acara dengerin si bang sangtae itu. Tsk.. ngajarinsesat ajah tuh.
    Happy Ending 😀
    49 dan 50? Apa maksudnya Sooyan adalah gadis ke 50 yang pernah kencan dengan Key? Sebelum kencan buta Key pernah kencan dengan seseorang. Aaaaah… au. hahahah 😀 #sok-tahu-mode-on
    #plak….

  6. aahhhh kerennn masih bingung maksudnya 50 apa tapi justru itu bagusnya WOW mungkin maksudnya they will live happily until 50 WOW sekali lagi WOW

  7. aku blm bc seven cousins.
    tp abis bc ini jd penasaran sama yg seven cousins. wkwkwk

    krna blm bc seven cousins, awalnya aku ngira hyeki tunangan jinki. hahahahaha

  8. Bong Bong jangan salahkan Jinki !!! Nggak ada pernyataan. Nice~Terkadang perasaan tak perlu diutarakan lah !!! Dari lirikan saja cukup.

  9. Sebenernya kalo diungkapin makna angka 50 lebih keren yak~ tapi jgn gamblang jadi macem tersirat gituuu~
    Tapi daebak lah ini salah siapa nanya si sangtae jadi begitulah tuh

  10. cerita nya keren thooorrr….
    apakah ada lanjutan untuk yg msih jomblo,jinki-hyeki,minho-taemin??hehehe
    berharap ada lanjutan jinki-hyeki,y wlopun mreka sepupu..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s