That XX [2.3]

Title: That XX (Chapter 2)

Author: Kim Lizzie

Main cast: Kim Jonghyun, Choi Minyoung (OC)

Support cast: Cho Kyuhyun (SUJU)

Length: multi-chapter

Genre: friendship, romance

Rating: general

That XX

That jerk, what does he have that I don’t?
Why can’t I have you?
That jerk doesn’t love you
How much longer are you going to cry yourself silly?

-Jonghyun Pov-

Ku singkirkan tangannya dari bibir ku. Ku dekatkan muka ku padanya lalu… chu~ ku beranikan diri untuk mencium nya. Ku peluk diri nya erat. Kami hanya menempelkan bibir tapi ini sudah berhasil membuat kerja jantung ku gak normal.

Dia mendorong ku pelan, mungkin dia kaget. Lalu aku bangkit untuk mengajak dia berteduh sebentar. “sudah, nggak usah dipikirin”, kata ku sambil membelai rambut nya yang basah. “nggak usah dipikirin? Gampang banget ya ngomong nya”, kata dia. Ups, aku merasa bersalah lagi.

“mian, aku gak bermaksud apa-apa ngomong kayak gitu. Aku Cuma ngga mau kamu terlalu sedih karena namja brengsek itu”, kata ku. Dia hanya diam, lalu menangis lagi. Ku senderkan kepala nya di bahu ku. Tiba-tiba saja dia memeluk ku sambil menangis, aku pun memeluk nya juga.

***

aku mengantar nya pulang setelah hujan nya reda. “ya! Minyoung, kenapa baru pulang? Kenapa basah-basahan gini? Bukannya kamu sama Kyuhyun? Mana Kyuhyun?”, tanya umma nya panjang lebar. Minyoung langsung memeluk umma nya sambil menangis. “hiks umma…”. “sudah, kamu ganti baju lalu istirahat ya”, kata umma nya.

“jonghyun, duduk aja dulu. Saya mau bantuin Minyoung pakai baju. Sebentar ya…”, kata umma nya. “ne, ahjumma^^”, kata ku. Wahh harus nya aku aja tuh yg bantuin Minyoung pake baju hehe #plaaak.

“mianhae Jonghyun-ssi, lama ya?”, kata umma Minyoung. “ahh, nggak juga kok”, kata ku. “Minyoung sekarang lagi di kamar, nggak mau keluar kamar. Nggak apa-apa kan?”, kata umma nya lagi. “ne, gwenchana”, kata ku.

“sebenar nya Minyoung kenapa nangis sih?”, tanya umma nya.

“dia… habis putus sama Kyuhyun”, kata ku.

“mwo?! Padahal tadi Kyuhyun ke sini lalu ajak dia jalan-jalan”

“mungkin maksud dia ajak Minyoung jalan-jalan untuk ngomong kalo dia mau putus sama Minyoung”

“dasar namja zaman sekarang. Kasian Minyoung, dia sedang terpuruk karena tunanetra, sekarang tambah terpuruk lagi karena Kyuhyun”

“ya, makannya, dari awal aku memang udah gak suka sama hubungan mereka…”, belum selesai aku bicara, umma nya sudah memotong

“wae? Kamu cemburu ya?”

“aah? Iya… eh maksud ku enggak.. eh maksud ku iya… eh…”

“hahaha, sudah lah pulang saja, sudah malam. Kamsa Jonghyun-ssi”, kata nya sambil membungkuk *lahhh diusir*

***

-Author Pov-

Hari ini Jonghyun berencana untuk mengajak Minyoung keluar rumah supaya dia gak terlalu memikirkan soal Kyuhyun.

“ahjumma, Minyoung nya ada?”, tanya Jonghyun ke umma Minyoung. “oh Jonghyun-ssi, ada Minyoung nya. Kamu ke kamar nya aja”, kata umma Minyoung sambil mempersilakan Jonghyun masuk. Jonghyun mengetuk pintu kamar Minyoung. “masuk”, kata Minyoung lalu Jonghyun masuk ke kamar Minyoung.

“Minyoung… ini aku Jonghyun”, Jonghyun melihat keadaan Minyoung sekarang merasa kasihan. Ia mendekati Minyoung yang sedang menatap kosong. “Minyoung… jalan-jalan yuk. Bosan kan di rumah terus?”, kata Jonghyun tanpa jawaban dari Minyoung. “Minyoung… sekarang kamu pikirin deh, kamu sekarang nangisin Kyuhyun kayak gini, sementara Kyuhyun? Dia mungkin sekarang lagi nggak pikirin kamu?  Bahkan mungkin dia lagi bersama yeoja-chingu nya sekarang sambil senang-senang. Sudahlah, nggak ada guna nya kamu begini”, kata Jonghyun yang membuat Minyoung berpikir kalau apa yang dikatakan Jonghyun benar juga.

“memang benar begitu Jonghyun?”, kata Minyoung. “ya… kemungkinan besar nya begitu…”, kata Jonghyun. Jonghyun tiba-tiba merangkul Minyoung. “yuk jalan-jalan. Sumpek lagian di dalam kamar terus.”, kata Jonghyun tanpa jawaban dari Minyoung lagi. “ayuk lahh, kalo kamu nggak ganti baju sekarang, aku gantiin nih”, kata Jonghyun dengan senyum evil nya.

“ya! hahaha. Dari dulu kamu emang nggak berubah ya, yadong selalu menyertai mu”, kata Minyoung sambil tertawa. Akhir nya Minyoung tertawa juga…

Selesai ini itu nya (?) akhir nya mereka berangkat juga. Kali ini Jonghyun bawa mobil *modal kan? B)* mereka pergi ke restoran Jepang untuk makan siang terlebih dahulu. “kamu mau pesen apa Minyoung?”, kata Jonghyun sambil melihat isi menu. “aku… apa aja deh hehe”, kata Minyoung. “ya udah, hati ku mau?”, kata Jonghyun ngegombal *beeeh* “hah?”, tanya Minyoung sedikit nggak ngerti.

“lupakan”, kata Jonghyun singkat lalu mengangkat tangan kiri nya, bermaksud untuk memanggil salah satu pelayan di restoran itu. Lalu salah satu pelayan datang ke meja mereka “ada yang bisa dibantu?”, tanya pelayan itu ramah. “udon nya dua mangkok terus ocha… Minyoung, mau ocha panas atau dingin?”, kata Jonghyun.

“panas aja deh”, kata Minyoung dengan senyum manis nya. “ok. Satu dingin satu panas ya mbak”, kata Jonghyun. “ne, ditunggu aja ya pesanannya”, kata pelayan itu membungkuk lalu pergi. Tiba-tiba ada yang membuka pintu restoran itu tanda ada orang yang masuk. Jonghyun menatap sekumpulan orang yang masuk restoran Jepang itu, ia menyipitkan mata nya.

“Kyuhyun?”, kata Jonghyun dengan suara yang sangat kecil lalu membulatkan mata nya. Walaupun kecil, Minyoung masih bisa mendengar suara Jonghyun samar-samar. Mereka (Kyuhyun dkk) melewati meja Jonghyun dan Minyoung. “eh Kyuhyun! Bukannya itu mantan lo?”, kata seorang dari segerempulan orang itu sambil menunjuk Minyoung. Minyoung hanya menaikkan kedua alis nya.

“ah… ne…”, kata Kyuhyun terbata-bata. Terlihat sekarang Kyuhyun sedang merangkul seorang yeoja. “hah? Pacar nya Kyuhyun ternyata buta? Hahaha”, kata orang itu sambil tertawa lalu diikuti Kyuhyun dan teman-teman lainnya. “ne, dulu aku salah pilih seperti nya hahaha”, kata Kyuhyun yang membuat teman-temannya dan yeoja nya tertawa.

Perkataan Kyuhyun dan temannya itu membuat hati Minyoung sudah tak terbentuk lagi (?) terasa seperti tertusuk-tusuk dan juga membuat Jonghyun sangat geram. Jonghyun berdiri lalu menggebrak meja yang membuat Minyoung, Kyuhyun dan teman-temannya kaget. “kenapa ketawa? Ada yang lucu?”, kata Jonghyun.

“aduh pacar nya marah takut deh, hahaha”, kata Kyuhyun. “eh, kau, kalo udah pacaran sama Kyuhyun siap-siap aja suatu saat nanti bakal ditinggalin dia”, kata Jonghyun memperingatkan yeoja baru Kyuhyun. “maksud nya?”, kata yeoja nya. “ya… bisa liat deh salah satu korbannya tuh”, kata Jonghyun sambil menunjuk Minyoung.

Kyuhyun menatap Jonghyun dengan penuh amarah, lalu Kyuhyun menonjok pipi Jonghyun. Minyoung bisa medengar suara tonjokkan itu, ia sangat kaget sampai-sampai menutup mulut nya walaupun ia tidak tahu siapa yang menonjok dan siapa yang ditonjok. “eh Jonghyun, gue ninggalin Minyoung itu ada alsannya! Bukan sembarang alasan!”, kata Kyuhyun.

“oh ya? apa alasannya? Alasannya karena ada yeoja yang menurut kau lebih cantik dari Minyoung kan? Oh, atau kau meninggalkan Minyoung karena dia tunanetra hah?”, kata Jonghyun sedikit mengejek Kyuhyun. Kyuhyun langsung menonjok bibir Jonghyun tetapi Jonghyun tidak ada niatan untuk membalas nya.

Minyoung lagi-lagi kaget dengar suara pukulan itu, ia khawatir kalau Jonghyun ternyata yang ditonjok. “maaf, kalau anda datang hanya untuk mencari ribut, lebih baik keluar!”, kata satpam itu lalu menarik Kyuhyun yang diikuti oleh teman-temannya. “Jo…Jonghyun, kamu masih di sini kan?”, kata Minyoung ketakutan.

“ya, aku masih di sini”, kata Jonghyun. “apa kalian bertengkar? Kamu nggak apa-apa Jonghyun? Kamu memukul Kyuhyun?”, kata Minyoung. “nggak apa-apa Minyoung. Tidak, aku tidak memukulnya. Malah… dia yang memukul ku. Hajiman, gwenchana”, kata Jonghyun sambil tersenyum lalu mencubit pipi Minyoung pelan.

“jinjja? Mian, gara-gara aku, kamu jadi luka. Mianhae Jonghyun”, kata Minyoung sambil menunduk. “kok kamu yang minta maaf? Bukan salah mu kok”, kata Jonghyun lalu mengacak-acak rambut Minyoung. Makanan mereka pun datang, Jonghyun mulai menggeser kursi nya agar lebih dekat dengan Minyoung lalu Jonghyun menyuapkan 1 suap udon ke mulut Minyoung.

“mian Jonghyun, aku membuat mu repot hehe”, kata Minyoung. “gwenchana, aku senang bisa bantu kamu”, kata Jonghyun sambil tersenyum walaupun Minyoung tidak bisa melihat senyum Jonghyun.

***

Selesai makan, mereka ingin pergi jalan-jalan lagi, sekarang mereka ada di mobil. “Minyoung, kok diam saja?”, kata Jonghyun memecah keheningan. “ah… ani”, kata Minyoung dengan raut wajah yang sedih. “masih memikirkan kata-kata Kyuhyun tadi?”, kata Jonghyun, tapi tak ada jawaban dari Minyoung.

“sudahlah, jangan dimasukin ke hati”, kata Jonghyun sambil tetap focus menyetir. Minyoung mendengus pasrah. “Jonghyun… hiks. Kenapa Kyuhyun oppa jahat sekali? Aku nggak pernah nyangka dia bakal bicara seperti itu”, kata Minyoung sambil terisak. “hey, uljima… jangan nangis… memang, kalau sedang pacaran selalu saja manis-manis nya aja yang diucapin, pas udah ditinggalin, baru deh kelihatan yang asli nya”, kata Jonghyun.

Minyoung tetap terisak, membuat Jonghyun ingin memukul Kyuhyun sekeras mungkin. Ia menyesal karena tadi tidak memukul nya. “jangan menangis, aku tidak suka melihat kamu menangis”, kata Jonghyun lalu menarik Minyoung ke pelukannya dalam satu tarikan. Minyoung menghirup dalam-dalam aroma tubuh Jonghyun sambil mencari kehangatan di pelukannya *aaaaa author juga mauuuu* /abaikan/

Tiba-tiba Jonghyun memberhentikan mobil nya. “yuk turun dari mobil, nona cantik”, kata Jonghyun. Minyoung melepas pelukannya pelan. Jonghyun turun dari mobil lalu berjalan ke pintu tempat Minyoung duduk dan membukakan pintu nya. “kita di mana Jonghyun?”, kata Minyoung. “aku tidak tau apa nama tempat nya, tapi kata orang-orang permintaan kita bisa terkabul di tempat ini”, kata Jonghyun sambil membukakan safety belt yang dipakai Minyoung.

Jarak mereka sekarang sangat dekat membuat jantung Minyoung melompat-lompat (?) ia bisa merasakan deru nafas Jonghyun. Minyoung menahan nafas nya. Setelah terbuka safety belt nya, Jonghyun berkata “kenapa kamu tahan nafas begitu?”, jarak wajah mereka kini sangat dekat.

“ah… ani… gwenchana”, kata Minyoung sambil tertawa kecil. Jonghyun mendekatkan wajah nya ke wajah Minyoung, Minyoung bisa merasakannya. Tiba-tiba Jonghyun berhenti, menahan tindakannya (?) ia ingin mencium Minyoung, tapi ia rasa dia nggak punya hak untuk mencium Minyoung.

“ayuk keluar”, kata Jonghyun yang membuat nafas Minyoung lega lalu Jonghyun menarik tangan Minyoung.

Jonghyun menarik Minyoung sampai pohon yang kata orang-orang pohon itu bisa mengabulkan permintaan mereka. “ayuk Minyoung sebutkan permintaan mu dalam hati. Hanya satu ya”, kata Jonghyun sambil tersenyum yang disusul dengan anggukan Minyoung. Mereka mulai memejamkan mata dan mengucapkan permintaan mereka dalam hati.

“aku mohon, aku bisa menemukan cinta sejati dan namja itu akan menerima ku apa ada nya”, kata Minyoung dalam hati.

“aku mohon, aku ingin menjadi pendamping hidup Choi Minyoung dan mendampingi nya dengan baik sehingga dia merasa nyaman”, kata Jonghyun dalam hati.

Lalu mereka membuka mata mereka bersama-sama.

“hah… apa permintaan mu?”, tanya Jonghyun. “hmm, nggak boleh tau”, kata Minyoung dengan wajah imut nya yang membuat Jonghyun susah bernafas. “hahaha, habis ini mau ke mana nona?”, kata Jonghyun.

“hmm, pulang saja ya aku sudah lelah”, kata Minyoung.

***

Setiap hari, Jonghyun selalu pergi ke rumah Minyoung hanya ingin melihat keadaannya. Teman-teman kuliah Jonghyun & Minyoung banyak yang mengira kalau mereka sudah pacaran. Perasaan Minyoung terhadap Jonghyun sekarang berbeda. Dulu, Minyoung sayang sama Jonghyun karena mereka bersahabat. Tapi sekarang, rasa sayang Minyoung terhadap Jonghyun bukan lagi karena persahabatan, tetapi lebih dari sahabat.

“umma, bisa antar aku ke rumah Jonghyun?”, tanya Minyoung ke umma nya. “ke rumah Jonghyun? Ngapain?”, tanya umma nya. “Jonghyun lagi sakit sekarang, aku ingin menjenguk nya. Sekalian mau main sama dia”, kata Minyoung memohon. “baik, memang Jonghyun sakit apa?”, tanya umma nya. “aku juga kurang tau, mungkin demam?”

-Jonghyun Pov-

Brrrr, udara panas gini kenapa berasa dingin ya? ya… derita orang sakit ya begini lah. Minyoung… mian aku nggak bisa ke rumah mu sekarang. Aku sakit… hiks. *ting tong* suara bel rumah ku. Siapa ya? tukang es cream langganan kali ya… aduh lagi sakit gini nggak bisa beli es cream -.,-

*greeek* aku membuka pintu. “nuguya?”, kata ku dengan lemas. “Jonghyun! aku dengar kata Sooman seonsaengnim kamu sakit ya? boleh aku masuk ke rumah mu?”, kata seorang yeoja. “eh… annyeong Jessica… si… silakan masuk”, kata ku sambil lemas. “wah rumah mu besar ya. hehe aku baru pertama kali ke sini”, kata Jessica.

“hehe ya begitulah… tau dari mana kau rumah ku?”, kata ku. “dari Sooman seonsaengnim…”. “ohhh, mau minum apa?”, kata ku ramah. “hmm es jeruk deh enak nih panas-panas minum yang dingin hehe”. Aku pun berjalan ke dapur mencari pembantu ku tapi tak ada, ku cari ke kamar nya, ke tempat setrika juga nggak ada. Kemana lagi ini orang-_- ya sudah lah terpaksa aku buat sendiri. Aku membuat minuman itu di meja makan. Kebetulan meja makan ku dekat dengan ruang TV, Jessica sedang duduk di sofa ruang menonton TV. Tiba-tiba aku merasa pusing, tapi kalau aku bilang ke Jessica kalau aku pusing… memalukan juga sih… tiba-tiba ada yang memegang tangan ku.

“kau pusing kan udah duduk aja biar aku yang buat…”, kata Jessica. “aih… gomawo”, kata ku lalu merebahkan diriku di sofa. Baru begini saja rasanya sudah lelah. *ting tong* aihhh siapa lagi itu!! Dengan lemas aku membuka pintu. Waw, ada yeoja cantik menghampiri ku… jeng jeng jeng… Minyoung!!! *abaikan*

Hari ini Minyoung memakai kaos putih, rompi merah, rambut kuncir kuda (?), dan… celana pendek hehehehehehehe. Imut sekali dia. “ehh, annyeong Minyoung… ahjumma”, kata ku sambil membungkuk. “Minyoung, umma tinggal ya. Jonghyun, Minyoung di sini nggak apa-apa kan?”, kata ahjumma.

“ohhh, tentu nggak apa-apa hehe. Ayo masuk Minyoung”, aku menyambut Minyoung seperti menyambut malaikat. Aku menuntun Minyoung duduk di sofa. “Jonghyun, kamu sakit apa? tangan mu panas. Kamu istirahat aja”, kata Minyoung. “aku demam… tapi nggak apa-apa aku di sini saja kebetulan ada Jessica”, kata ku.

Raut wajah nya terlihat kaget. “oh ya? di mana dia?”, kata Minyoung. “hey Minyoung aku di sini”, belum sempat aku bicara, tiba-tiba Jessica sudah menghampiri Minyoung lalu duduk di sebelah nya sambil meminum jus jeruk nya. Hmmm, kelihatannya segar ya jus nya hehe #plak. “hey, Jessica. Udah lama di sini?”, kata Minyoung dengan senyum manis nya.

“sudah dong hohoho”, kata Jessica yang hanya dibalas senyuman Minyoung.

-Minyoung Pov-

Entah kenapa aku hanya ingin berdua dengan Jonghyun di sini… saat aku tau ada nya Jessica di sini aku merasa… tersaingi? Ya… karena Jessica menyukai Jonghyun, satu kelas mengetahui hal itu. Ah, tapi aku nggak boleh egois… “bagaimana tadi pelajaran?”, kata Jonghyun. “ya begitulah membosankan… pelajaran math tadi banyak yang cabut hahaha”, kata Jessica.

“huahahha, jadi pengen masuk kampus lagi deh…”, kata Jonghyun. “ahh, aku juga ingin masuk kampus lagi”, kata ku. Aku memang ingin masuk kampus lagi, di rumah terus-terusan itu nggak enak… sepi… “ahh..”, belum selesai Jonghyun bicara… “oh. Terus tadi aku juga kabur loh hahaha baru pertama kali nya kabur pelajaran nih”, kata Jessica memotong.

Kesal… ya rasanya kesal… tapi ya sudah lah. Kata-kata ku tadi memang nggak penting kok. mereka terus berbincang. Sudah berapa menit aku hanya diam saja, tidak dihiraukan. Tadi nya aku duduk tegak di sofa, jadi senderan. “eh, Minyoung kamu nggak apa-apa?”, kata Jonghyun. “gwenchana ^^ lanjutin aja ngobrol nya”, kata ku. Tiba-tiba… praaaang! Aku dengar ada sesuatu yang pecah. “aww”, rintih Jessica. “kamu kenapa Jessica?”, kata ku. “bukan urusan mu. Aww sakit Jonghyun”, loh… aku kaget mendengar kata-kata Jessica tadi. Kenapa dia bilang begitu ya? “sebentar ya aku ambil obat merah”, kata Jonghyun. suara nya lemas sekali, aku jadi khawatir :/

“aww, sakit Jonghyun pelan-pelan”, kata Jessica. “sudah nih, diemin dulu kaki nya jangan gerak-gerak dulu ya, biar aku beresin dulu beling nya”, kata Jonghyun. entah mengapa aku khawatir sama mereka berdua. “ah Jonghyun…”, kata ku. “ya?”, kata Jonghyun. “ah ani…”, tadi nya aku berniat membantu Jonghyun tapi mengingat aku buta, aku rasa aku nggak berguna.

“hayo kenapa…”, kata Jonghyun. “kamu nggak apa-apa beresin beling nya?”, kata ku. “kalo mau bantuin ya bantuin lah! Oh iya, kamu nggak bisa liat ya? hehehe”, kata Jessica. Jleb. Itu yang kurasakan. Omongannya menyakitkan. “Jessica, jangan bilang begitu! Sekali lagi kamu kayak gitu, keluar aja dari sini”, kata Jonghyun. aku kaget Jonghyun bilang begitu…

Jessica hanya diam, tidak bilang apa-apa. “kamu kenapa sih Jonghyun? dari dulu… Minyoung selalu dibela di mana pun. Kamu suka ya sama dia?”, kata Jessica. Aissssh. Petanyaan nya itu bikin aku deg-degan… apa ya jawabannya Jonghyun. “iya, aku suka sama dia. Wae?”, kata Jonghyun.

Hah? Ini serius? Jonghyun becanda kali ya… Jessica pun diam… aku juga diam. Ruangan ini sepi, tidak ada satu pun yang bicara.

-Jonghyun Pov-

Baboya! Kenapa aku malah bilang sih… gimana kalau Minyoung sampai benci sama aku? Oh God 😥 “ehem, aku mau pulang. Makasih Jonghyun minumannya”, kata Jessica jutek lalu meninggalkan ku. Aku menyusulnya lalu membukakan pintu untuk nya. “gomawo sudah datang ke sini ^^”, kata ku dengan senyum manis.

“apa betul kamu suka sama Minyoung?”, kata Jessica. Aku bisa melihat raut wajah nya yang sedih. “ah, abaikan aja kata-kata ku tadi”. Jessica hanya tersenyum kecil lalu pergi. Entah mengapa, aku nggak kasihan sama sekali sama dia. Aku pun kembali menghampiri Minyoung. Aku pun duduk di sebelahnya, seperti nya ia tau kalau aku sudah duduk di sebelahnya.

Aku baru pertama kali salting begini sama dia. Aku hanya diam-diaman, tak ada satupun yang memulai pembicaraan. Apa mungkin Minyoung sudah kesal padaku? “Min… minyoung…”, aku mulai berani angkat bicara. “ya?”, kata Minyoung. “jangan ingat kata-kata ku yang tadi ya. itu aku Cuma jawab asal”, kata ku.

“kata-kata yang mana?”, tanya nya yang membuat ku bingung mau menjawab apa. “ya… yang soal tadi… yang aku bilang kalau…”, kata ku terbata-bata, bahkan aku nggak berani natap muka nya. “kalau aku suka sama kamu…”, kata ku sambil memejamkan mata ku ketakutan. Untung saja dia tidak bisa melihat ekspresi ku. Mungkin pipi ku sudah merah sekarang. “ohh yang tadi… hehe nggak apa-apa kok. Aku ngerti…”, kata Minyoung.

-Author Pov-

Jonghyun menghela nafas panjang. “untung saja Minyoung tak berpikir yang aneh-aneh”, batin Jonghyun. sebenarnya Minyoung sangat kecewa saat tau kalau Jonghyun hanya asal saja bilang begitu… padahal sih, Jonghyun beneran suka Minyoung… ye gak? /abaikan/

“hmm, Jonghyun kamu tidur saja. Biar cepet sembuh. Kata nya mau kuliah lagi… hehe”, kata Minyoung. “tapi temenin ya…”, jawab Jonghyun manja. “hahaha, ok”, kata Minyoung lalu Jonghyun menuntun Minyoung menuju kamar. Jonghyun menarik kursi ke dekat tempat tidur nya agar Minyoung bisa duduk dekat Jonghyun.

Jonghyun menggenggam tangan Minyoung erat, Minyoung bisa merasakan Jonghyun menggigil dan badannya gemetar. “Jonghyun… kamu kedinginan ya?”, tanya Minyoung dengan raut wajah nya yang khawatir. “iya… sedikit”, jawab Jonghyun gemetar. Minyoung pun mencium tangan Jonghyun dengan penuh perasaan, membuat badan Jonghyun tambah hangat.

***

Jonghyun dan Minyoung pun tertidur. Minyoung tidak sengaja tertidur dengan kepala nya di tempat tidur Jonghyun dan badannya di kursi /kebayang yaa/ drrrt drrrt suara hp Minyoung berbunyi, Minyoung pun kebangun. “aihh ada apa umma?”, kata Minyoung dengan suara orang baru bangun.

“kamu abis tidur ya? mama udah di depan rumah Jonghyun nih…”, kata umma Minyoung. “ne… aku ke sana”, kata Minyoung. Ia bingung harus jalan bagaimana, dia nggak enak kalo harus bangunin Jonghyun untuk membantu dia berjalan, sementara tongkat yang biasa nya membantu ia untuk berjalan, di taro Jonghyun entah di mana. ia pun mencoba meraba-raba dan mencari-cari pintu kamar Jonghyun.

Dia memang sering main ke rumah Jonghyun tapi tak pernah sekali pun pergi ke kamar Jonghyun, ini baru pertama kali ia ke kamar Jonghyun. Brukk! “awww!”, teriak Minyoung, Minyoung langsung menutup mulut nya, takut kalau Jonghyun kebangun. “sssh”, ringis Minyoung abis ketabrak tembok.

Tiba-tiba ada tangan kekar yang menuntun ia berdiri, Minyoung spontan teriak, tapi tangan kekar itu membekap mulut Minyoung. “ssst, ini aku. Kau berisik sekali sih”, kata Jonghyun. minyoung langsung bernafas lega, ia pikir itu penjahat, penculik atau apa lah. “maaf Jonghyun membuat mu bangun”, kata Minyoung dengan muka bersalah.

“gak apa-apa… kamu mau pulang ya?”, kata Jonghyun lembut. “i… iya… umma ku udah ada di depan rumah mu”, kata Minyoung. Jonghyun pun mengantar Minyoung ke depan rumah nya.

Sesampai nya di pintu rumah Jonghyun, Jonghyun tidak langsung membuka pintu nya, bahkan memeluk Minyoung erat. “Jong… Jonghyun…”, kata Minyoung kaget. “gomawo sudah menjaga ku disini…”, kata Jonghyun. lalu… cup~ Jonghyun mencium kening Minyoung dengan lembut. “saranghae…”, bisik Jonghyun

TBC

Susah juga ya bikin cast orang buta hiks T^T tapi ga apa-apa dah apa pun dilakukan untuk Jonghyun *lahhh*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “That XX [2.3]”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s