Oops – Part 5

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (5/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

5th : Worried

“Malah melamun.” Jinki sunbae tersenyum kemudian mengacak poniku. “mau pulang sekarang? Kau kelihatan lelah.”

“Bukannya malah sunbae yang akan kelelahan jika memboncengkanku lagi? Aku naik bis saja.”

“Aku malah merasa tidak bertanggung jawab jika kau naik bis. Aku kan sudah mengajakmu pergi, jadi aku harus memastikan juga kau pulang dengan selamat.”

-.-.-.-

“Aaah, eomma. Kenapa tidak langsung diberikan saja sih? Berat tau!”  Aku mendumal ketika eomma menjejalkan kotak bekal kedua ke dalam tasku, untuk Minho sunbae.

“Jangan rewel! Berikan saja pada Minho ketika istirahat makan siang.” eomma mendorongku perlahan ketika mendengar suara motor. “hati-hati, sayang.”

Bibirku mengerucut, setengah berlari ke luar tempat Minho sunbae menunggu. Ia menyerahkan helm jinggaku tanpa tersenyum seperti biasa. Baguslah, aku kan jadi tidak perlu ikut sok-sok nyengir saat membalas sapaannya.

Aku segera naik dan memeluk pinggangnya sambil memejamkan mata. Baru beberapa meter berjalan, aku membuka mataku perlahan. Lambat, malas, tidak main gas-rem seenak jidat lagi. Tanganku yang semula memeluk pinggangnya erat, sudah kukendurkan. Aku menelengkan kepala, bingung dengan sikapnya yang mendadak aneh. Mood-nya memang benar tidak bagus, ya?

“Nanti pulang sendiri, ya.”

“Ung.” kuserahkan helmku sebelum menyusul Sulli yang baru masuk dari gerbang.

“Minho sunbae kenapa sih?”

Sulli menaikkan sebelah alisnya sambil menatapku bingung. “Kenapa memang?”

“Jika aku tahu, kenapa repot-repot tanya kepadamu.”

“Entah, kemaren masih baik-baik saja kok. Kalian sempat bertengkar?”

“Tidak, kemaren aku malah pergi makan dengan Jinki sunbae.” aku mencoba mengingat-ingat apa yang muncul dari ponselku setelah men-charge-nya tadi pagi. “ah, iya! Sunbae sempat mengirimkan beberapa sms padaku tapi tidak kubalas.”

“Mungkin saja gara-gara itu.”

Aku mengangguk-angguk, akan kutanyakan apa yang terjadi saat makan siang nanti. Siapa tahu ia akan memberitahuku saat kuberikan bekal dari eomma tadi.

Menunggu istirahat makan siang hari ini jadi terasa dua kali lebih lama dari biasanya. Dih, gara-gara sunbae yang membuat penasaran itu sih. Pelajaran favoritku sekalipun jadi terasa menyebalkan.

“Mau sampai kapan terus di sini?” Sulli mengibaskan tangannya di depan wajahku. “sana temui Minho oppa, katanya ingin minta penjelasan? Jika tidak cepat ia pasti kabur ke kantin.”

Aku meraih dua kotak bekal dari laci mejaku dan berlari kecil ke lantai tiga. Untung saja eomma membawakan bekal tambahan untuk Minho sunbae, aku jadi punya kesempatan untuk bertanya padanya. Aduh! Apaan sih itu, kenapa di depan kelasnya ada banyak sekali orang. Wawawa, aku harus bagaimana?

“Cari Minho, ya?” tanya seorang sunbae dengan rambut jabrik-jabrik dan berwajah galak.

“Uh, anu, iya.”

“Masuk saja, ia sedang mencontek PR di dalam.”

“Terima kasih, sunbae. Permisi.”

Aku menemukan Minho sunbae sedang asyik menyalin PR, mungkin tinggal sedikit lagi karena ia menulis dengan begitu bersemangat. Aku hanya meletakkan kotak bekal di dekatnya sebelum duduk di kursi depan bangkunya.

“Waah, bibi-” raut wajahnya segera berubah ketika ia menyadari aku bukan Sulli. “oh, kau.”

“Miris, ya. Pacar sendiri tidak dikenali.”

Ia tidak menjawabnya, kembali menunduk dan menyalin tanpa memperhatikanku. Ya sudah, aku kembali saja.

“Cepat diselesaikan, nanti waktunya tidak cukup untuk makan siang.”

“Mau kemana?” ia mendongak saat aku beranjak. “tunggu sebentar, kita makan bersama.”

Aku mengangkat bahu, kembali duduk dan menungguinya hingga selesai menyalin. Ia membuka kotak bekalnya dan makan tanpa bersuara sedikitpun. Harusnya ia cerewet, entah memuji, mencela atau sekedar bertanya kenapa aku sampai membawakannya bekal.

“Enak?”

“Hmm.”

Awkward. Sunbae memang tidak punya sesuatu untuk dibahas atau ia sedang kelaparan, sih?

“Aku salah, ya?”

Minho sunbae mendongak sebentar, menatapku sebelum kembali berkutat dengan makanannya. Aku meraih tangan kirinya, meremasnya perlahan dan membuatnya berhenti makan.

Oppa, malhaebwa.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa bahwa aku benar-benar menyedihkan.

-.-.-.-

Sulli menyenggol lenganku. Aku mendongak malas pada seseorang yang mengajakku bicara. Jinki sunbae dengan sepeda birunya berhenti tepat di sampingku.

“Apa?”

“Mau ikut, tidak?”

Sulli mendorong kepalaku pelan sehingga memberikan kesan aku mengangguk. Aku panik ketika Jinki sunbae menarik tanganku perlahan dan menyuruhku duduk di boncengannya. Sulli melambaikan tangannya riang ketika tumpanganku mulai menjauh. I used to be happy though.

Hyung!!

Hyunwoo sunbae menyamakan kayuhannya dengan Jinki sunbae, menyejajarkan posisi mereka agar dapat berbicara, mungkin. Ia menatapku sedikit bingung.

“Memangnya Kapten kemana, hyung ?”

“Minho? Entahlah, kenapa kau menanyakannya padaku.”

“Habis pacarnya dibonceng hyung begitu. Kupikir dia tidak masuk atau ada sesuatu.”

“Pacar?” Jinki sunbae memperlambat kayuhannya. “kau pacaran dengan Minho, Hyein-a? Sejak kapan?”

“Wah, hyung tertinggal berita terbaru. Mereka kan pacaran sejak perayaan kemenangan sekolah kita.”

Aku bungkam. Jariku yang semula menggenggam blazer Jinki sunbae mengendur. Aku bisa merasakan tubuh Jinki sunbae sedikit menegang.

“Aku duluan ya, hyung! Hati-hati.”

“Ya, kau juga, Hyunwoo-ya.

Jinki sunbae tidak bersuara sedikitpun hingga sepedanya berhenti di depan pagar rumahku. Hanya basa-basi sebentar sebelum ia memutar arah untuk pulang. Aku merasa seluruh persendianku lemas. Apa Jinki sunbae marah karena aku tidak mengatakan apa-apa tentang Minho sunbae ?

“Oh, naik sepeda, ya. Pantas lama.” Minho sunbae bersandar di pintu pagarku entah sejak kapan sambil melipat tangan di dadanya. “ayo masuk, ganti pakaianmu! Kita pergi setelah kau siap.”

Minho sunbae meraih tanganku dan membawaku masuk. Aku bergegas naik ke kamar dan mengganti seragamku sebelum berpamitan kepada eomma jika kami akan pergi dan pulang saat makan malam.

-.-.-.-

“Jadi, Jinki hyung sudah tahu jika kita pacaran?” Aku mengangguk sambil meremas kaosku. “baguslah, itu artinya ia tidak perlu melihat kita berduaan untuk mengetahui bahwa kita pacaran.”

“Maksud oppa ?”

He should know that.

“Tunggu. Jadi, maksud oppa bahwa kita ‘pacaran’ itu benar-benar pacaran? Bukan hanya kontrak untuk menghindari Krystal?”

Minho sunbae mengangguk. “Kau pernah menolak waktu aku menawarkan untuk membuat kau dan Jinki hyung dekat. Maka aku menganggap bahwa kau benar-benar mau jadi pacarku, tanpa syarat.”

“Tapi oppa, ini tidak sesuai-“

“Dengar baik-baik apa yang pernah aku katakan.” Minho sunbae meraih kedua tanganku. “Yoo Hyein, aku; Choi Minho, memintamu menjadi pacarku dan aku bersedia melakukan apapun agar kau mau menjadi milikku. Aku tidak pernah memintamu menjadi pacarku untuk menghindari Krystal, mengerti?”

Goddamn! Ini sejenis jebakan yang dibuat Minho sunbae agar aku menjadi pacarnya.

“Kau pasti salah paham saat aku menceritakan tentang bagaimana aku tidak suka dengan Krystal yang selalu mengejarku.”

“Hahaha, oppa bercandanya keterlaluan.” aku melepaskan tanganku dan memukul bahunya pelan. “sudah, ceritakan saja kenapa sejak tadi pagi oppa tidak mengajakku bicara.”

“Ah begitu, ya.” Minho sunbae melepaskan sebelah tanganku yang semula digenggamnya. “aku hanya tidak mau membentakmu karena perasaanku sedang tidak baik.”

Ia mengacak rambutku pelan. “Maaf ya sudah membuatmu khawatir.”

“Tidak apa-apa kok, aku-“

Minho sunbae  menubrukku dan menarikku ke dalam pelukannya. “biar begini saja, sebentar.”

Oppa kenapa? Ada apa?”

20.03.13

9.59 pm

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Oops – Part 5”

  1. sempet kaget pas buka ff ini ga ada isinya, ternyata emang ga bisa dibuka via hp, itu kenapa yaa? biasanya bisa kok..
    waaahhh.. minho ternyata bener2 pingin hyein jauh dari jinki. mungkin dia ngediemin hyein karna dia cemburu dia deket sama jinki.
    tapi kenapa TBC di saat yang lagi seru-serunya siiihhhh-_-
    ditunggu kelanjutannya, thanks author^^

  2. waeyo?!? kenapa isinya gak ada?? padahal kemaren bisa. jeball, aku lebih suka baca di android dari pada di PC. jadi tolong ya…
    jadi hyein serius pacaran sama minho? terus gimana sama jinki? aku kasih 4 jempol deh buat author, selalu bikin kepo. terus lanjutin sampe end ya thor!! i’m waiting 🙂

  3. Part ini kenapa pendek? Padahal aku mulai kolaps(?) bacanya. Jadi bener Minong palin in lup sama Hyein ya? Ugh prediksiku bener. Huweee Jinki cembukur. Nah terus entar gimana? Daku penasaran chapie 6 sama ending T.T

  4. Finally!! Setelah sekian lama gelisah gundah gulana, akhirnya FF ini bisa dibacaaa!!
    Eonnie, aku agak bingung sm part pas minho nembak hyein lagi.

    “Kau pasti salah paham saat aku menceritakan tentang bagaimana aku tidak suka dengan Krystal yang selalu mengejarku.”“Hahaha, oppa bercandanya keterlaluan.” aku melepaskan tanganku dan memukul bahunya pelan. “sudah, ceritakan saja kenapa sejak tadi pagi oppa tidak mengajakku bicara.”“Ah begitu, ya.” Minho sunbae melepaskan sebelah tanganku yang semula digenggamnya.

    Sebenernya di part ini, hyein bilang minho bercanda itu krn dia mau ngehindar dri minho atau malah hyein seneng krn beneran pacaran sm minho?

    Hihi just question eonnie. Overall, aku suka ceritanyaaaa! Part 6nya cepetan yaa hihi
    Fighting!!♥

    1. Oh, yang ini sebenernya klise kok.
      Hyein agak-agak mau dan takut karena ternyata Minho beneran sayang sama dia, jadi dia sebenernya nervous dan berusaha untuk mengalihkan perhatian minho dengan bilang kalau minho pasti sedang bercanda.
      Semoga penjelasannya bisa membantu, terima kasih.

  5. Halo, anu, maaf saya author yang nulis ini.
    Saya ndak tau kalo ff saya udah dipost sampe sejauh ini *nangis dulu* *sungkem sama admin*
    Terima kasih buat yang selama ini sudah ngikutin cerita ini.
    salam hore,
    kuku

  6. Haduuh, udah deh, sama Minho ajah. Udah telanjur dapet feel-nya nih, jangan labil dong ini Hyein-nya *marah-marah sendiri* *dibekep*

    Aku suka banget sama sikapnya Minho. Hm… gentleman sekali 😀

  7. Jadi mereka pacaran beneran? Trs hyeinnya mau?
    Aduh aku bingung….
    Trs jinkinya gmn? Yaudah jinki sama aku aja yuk/?
    Tp minho juga manis kokk perhatian bgt hafff
    Hyein pun dilema….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s