Family Business – Part 3 : Myling

Myling

Title                 : Family Business : Myling

Author             : Black Scratch

Main Cast        :

  • Choi Minna (OCs)
  • Choi ‘Minho’ (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Lee ‘Taemin’ (SHINee)
  • Lee Jinki ‘Onew’ (SHINee)

Support Cast    :

  • The Others

Genre              : Horror, Fantasy, Mystery, Action, Tragedy , Romance

Length             : Sequel

Rating              : PG

Inspired Film   : Supernatural

Sebelumnya terima kasih kepada buku John Winchester’s Journal karena sudah memberikan petunjuk bagi semua legenda-legenda yang dicatatnya disana.

Sebelumnya, karena author ga tau jarak dan waktu untuk sampe ke suatu tempat di US, author buat ceritanya asal sampe aja ya.

FF ini udh author post di blog author. Siapa yg berbaik hati pen liat2 blog author, silahkan kesini http://sammylittlexotaemints.wordpress.com/

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Seorang namja dengan mobilnya bejalan di tengah jalan tengah malam itu. Ia begitu terkantuk dan ingin dengan cepat tertidur di ranjangnya yang empuk. Tiba-tiba mobilnya terhenti akan sesuatu. Ada seorang yeoja kecil yang lucu yang berdiri di sisi jalan. Mobilnya mendekat dengan yeoja kecil itu.

“ Hai, anak manis. Kenapa kau disini sendirian? “ Tanya namja itu mencoba untuk manis.

“ Bisakah kau mengantarku? Aku ingin pulang dan beristirahat. “ Ucap yeoja kecil itu. Karena merasa kasihan, namja itu mengiyakan untuk mengantarkannya kembali ke rumahnya. Namja itu mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

“ Ya, Ibu. Aku sedang berada dalam perjalanan. Sedikit lagi aku sampai. Sudah sampai di pemakaman. Jadi aku minta Ibu jangan mengunci pintunya. “

“ … ”

“ Baiklah Ibu. Aku tak bisa berbicara lama-lama. Aku harus mengantarkan anak kecil ini kembali ke rumahnya. Ia berada di pinggir jalan sendirian. “

Mereka berdua terus berjalan. Hingga mereka melewati pemakaman.

“ Bisakah kau mengantarkanku ke sana? “ Tanya yeoja kecil itu.

“ Hah?! Ma… Maaf anak manis. Ta… Tapi, ini sudah malam. “ Tiba-tiba namja itu menjawab pertanyaan sederhana yeoja kecil itu gagu.

“ Antarkan aku, segera. “ Wajah yeoja manis itu berubah menjadi wajah hancur. Seperti wajah membusuk. Rambutnya menjadi seperti sapu ijuk. Namja itu membulatkan matanya. Mau tak mau ia harus mengantarkan yeoja itu. Ia tak mau mati dengan yeoja kecil yang manis.

“ Terima kasih. “ Dan wajah yeoja kecil yang menyeramkan itu kembali manis dan cantik.

Sesampainya di gerbang pemakaman, namja itu merasakan mobilnya mulai terbenam sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya mobilnya tak bisa berjalan dan yeoja manis itu mendekat kepadanya.

“ Argh!! ”

**************************

Sudah beberapa hari ini mereka tidak menemukan hal aneh dari sambungan radio polisi maupun beberapa media. Mereka juga terus berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lainnya. Taeyeon selalu punya tempat untuknya bekerja, setidaknya untuk membayar motel dan juga makan mereka bertiga. Sampai mereka menemukan kasus dimana seseorang terbunuh karena diduga terbenam di tanah bersama mobilnya.

“ Kau yakin kita ke Texas? Bagaimana jika ini hanya kerjaan orang saja? “ Tanya Minho berbicara di walkie-talkienya.

“ Uhuh. Apapun bisa terjadi. Pembunuhan banyak dipegang oleh setan-setan itu akhir-akhir ini. Jadi kemungkinan ini kerjaan mereka. “ Jawab Taeyeon.

“ Minna, bagaimana kakimu? “ Tanya Minho kemudian.

“ Gwenchana. Ini lebih dari baik ketika sembuh. “ Jawabnya santai. “ Jadi, bagaimana masalah Texas? “

“ Geurrae, kita kesana. “ Dan Minho menginjak gasnya lebih cepat lagi di tengah malam menuju Texas.

Taeyeon mengajarkan Minho dan Minna untuk menjadi suatu agen atau apalah itu yang bisa membuat mereka masuk ke dalam suatu tempat kejadian. Jadi, Taeyeon membelikan Minho jas dan kartu tanda pengenal palsu yang menyatakan nama alias. Karena Minna masih terlalu muda untuk menjadi bagian dari suatu agen, ia hanya tinggal di motor merah kesayangannya sambil terus memakai helmnya.

“ Permisi. Saya agen Shin dan dia agen Lee. Bisa ceritakan pada kami bagaimana kejadiannya? “ Tanya Taeyeon.

“ Oh, baiklah agen Shin dan agen Lee. Lewat sini. “ Seorang polisi kemudian memberi jalan diantara garis polisi yang sudah dilingkari di tempat kejadian. “ Dia ditemukan tadi pagi bersama mobilnya terbenam di tanah makam ini dengan dua orang wanita. Sampai sekarang kami masih mencoba mengeluarkan keduanya dari tanah. “

“ Siapa namanya? “ Tanya Taeyeon.

“ Louise McClaime. Apa yang terjadi padanya kami belum tahu pasti. Kami tak bisa memprediksikan apa yang terjadi. Kami bahkan sudah memeriksa tanahnya, namun tak ada yang salah. “

“ Baiklah, bisa kami meminta bukti? “

“ Silahkan. “ Dan Taeyeon memotret beberapa kali sebelum ia pergi.

“ Terima kasih atas waktunya. Hubungi kami bila ada perkembangan. “ Ucap Taeyeon kemudian pergi dari tempat kejadian.

“ Minna! “ Teriak Taeyeon dari kejauhan. “ Kau temukan di perpustakaan dan kami akan mencari informasi dari orang yang bernama Louise ini. “ tanpa suatu kata, Minna langsung menancap gasnya ke perpustakaan.

“ Kurasa kita harus mencarinya rumahnya sekarang? “ Tanya Minho.

Minna masuk ke dalam perpuastakaan dan duduk di salah satu meja disana. Ia tak mencari buku-buku tua tentang mistis aneh namun malah mengeluarkan jurnal Appanya dan membacanya.

“ Dasar anak nakal. Mengganggu seorang pelancong itu tak baik. “ Kemudian Minna berjalan keluar perpustakaan. “ Tunggu, kami adalah pelancong! “

*********************

Minho dan Taeyeon sudah berada di rumah keluarga Louise. Keluarganya, khususnya Eommanya masih belum bisa mengerti kenapa Louise meninggal dalam keadaan mengenaskan seperti itu.

“ Apakah anda Ibu dari Louise? “ Tanya Taeyeon. Ibunya mengangguk sambil menangis. Matanya sembab, sepertinya ia menangis terlalu lama.

“ Apakah sebelum kejadian ini ia mempunyai musuh atau orang yang tak menyukainya? “ Tanya Taeyeon lagi.

“ No! Tentu saja tidak. Dia orang yang baik. ia selalu patuh. Ia tak pernah mempunyai sejarah kejahatan apapun pada teman-temannya. “

“ Apakah sebelum ia meninggal, ia pernah berpesan sesuatu kepada anda? “

“ Ia tak mengkhususkan untuk berbicara apapun. Namun pada saat aku meneleponnya malam hari itu, ia berbicara padaku bahwa ia sedang mengantarkan anak kecil yang malang ke rumahnya. Dan setelah itu aku tak mendapat kabar apapun darinya. “

“ Ia ingin kemana pada saat itu? ”

“ Dia ingin pulang setelah ia mengunjungi adiknya di Colorado menuju Texas. “

“ Baiklah, Mrs. McClaime. Terima kasih atas penjelasan anda. Anda sangat membantu kami. Kami akan pastikan jika ada informasi dari anak anda. “ Taeyeon dan Minho langsung pergi dengan diantar oleh Mrs. McClaime.

Minna sedang mencari informasi tentang kematian Louise di internet menggunakan laptopnya. Ia juga membuka jurnal Appanya.

“ Minna, apa kau sudah menemukan sesuatu? “ Tanya Minho sesaat setelah mereka sampai di motel.

“ Kau? “ Tanya Minna balik.

“ Eommanya mengatakan bahwa sebelum Louise mati, Louise menelepon Eommanya dan mengatakan bahwa dia sedang mengantarkan anak kecil. “ Jawab Taeyeon.

“ Mungkin ini benar. Lihat ini. “ Dan Minna memperlihatkan sebuah gambar di laptopnya.

[Myling Picture]

“Kemungkinan besar makhluk yang membunuh Louise adalah Myling. “ Sambung Minna.

“ Myling? “ Tanya kedua ‘agen FBI’ ini.

“ Myling adalah roh anak-anak dari Skandinavia, juga disebut Utburd. Biasanya merupakan jiwa anak-anak yang dibunuh atau meninggal sebelum dibaptis. Mereka akan menumpang pada pelancong di malam hari dan memaksa untuk dibawa kepemakaman supaya mereka bisa beristirahat, tapi mereka menjadi semakin berat dan semakin berat saat pemakaman sudah dekat, sampai orang yang memberi tumpangan akan terbenam di tanah karena berat mereka. Kepercayaan ini berasal dari praktik meninggalkan anak yang tidak diinginkan atau bayi-bayi cacat sampai mati di alam terbuka. Biasanya, mereka menghantui lokasi tempat mereka ditinggalkan, tapi cerita-cerita rakyat juga mencatat kehadiran mereka di rumah orang yang membunuh mereka–biasanya anggota keluarga sendiri. Kalau mayat mereka bisa ditemukan dan dikubur di tanah yang sudah disucikan, mereka akan menghilang.” Jelas Minna panjang lebar.

“ Jadi… Dia akan menumpang kepada pelancong di suatu daerah? “ Tanya Taeyeon sambil memakan cheese burgernya.

“ Uhuh. Dan kita adalah pelancong. “ Jawab Minna sambil tersenyum.

“ Kita akan melakukannya malam ini juga? “ Tanya Minho dengan mulut penuhnya.

“ Uhuh. Lebih cepat lebih baik, bukan? “

Ketiga orang ini memakai mobil Minho untuk menjadi ‘pelancong’ menuju Colorado. Mereka melihat kana kiri siapa tahu ada anak kecil yang ingin menumpang di mobil mereka. Namun yang mereka dapat hingga saat ini hanyalah jalanan kosong hingga ke pemakaman.

“ Apakah mereka tak ingin naik ke mobil pelancong jelek seperti ini? “ Tanya Minna.

“ Mwo? Jelek? Ini adalah mobil sejarah kau tahu! “ Minho membentak Minna seketika itu juga ketika mobilnya di cap jelek.

“ Tapi mobilmu memang seperti itu. “ Kata Minna dengan santai.

“ Kenapa kalian selalu bertengkar, ha? “ Taeyeon memisahkan kedua bersaudara ini dari pertengkaran. “ Lebih baik kita pulang. Kita tak akan menemukan apa-apa malam ini. “ Kata Taeyeon. Minho akhirnya memutar balik mobilnya menuju ke kamar motel mereka.

************************

Minna berada di sebuah sekolahan dan dia begitu terkenal. Ia begitu tenar dan mempunyai wibawa yang begitu tinggi. Setiap orang yang dilewatinya pasti menunduk 90 derajat padanya. Namun pada saat itu ada seorang namja paruh baya, tak terlalu tinggi, terlihat begitu menantang dirinya. Namja itu maju dan mendekat kepada telinga Minna.

“ Nikmatilah apapun yang kau pikir ingin kau capai. Namun ketika setiap aku mengunjungimu, aku akan berada di dalam mimpi itu, aku akan membuatmu merusak mimpimu, dan membuatmu mati di mimpimu. Dan ketika kau bangun, kau hanya akan melihat suatu tanda dan sakit yang kau rasa. Tanpa mengingatku, sama sekali. “ Ucap namja itu kemudian tiba-tiba seutas tali ada di lehernya dan menghabiskan napasnya yang tersisa. Minna mencoba teriak dan minta tolong. Namun seketika itu juga semua orang yang tadi ada menghilang. Sampai akhirnya ia tak bernapas, ia berasa ingin mati dan akhirnya ia terbangun dari mimpinya.

“ Minna! Minho! Kajja, palli! Kita harus cepat datang ke rumah Louise untuk meminta penjelasan dari Ibunya lagi. “ Teriak Taeyeon di kamar mandi. Kedua orang itu akhirnya terbangun. Minna merasa sesuatu terjadi padanya. Minho yang melihat Minna langsung mendekati dongsaengnya yang bermandikan keringat.

“ Nightmare? “ Tanya Minho sambil mengelap keringat Minna. Minna hanya terdiam. Masih mencoba mengingat apa yang menjadi mimpi buruknya. “ Gwenchana? “

“ Uhm. Nan gwenchana. “ Jawabnya.

“ Hide something, dear? “ Tanya Minho. Kekhawatiran Minho bisa terpancar. Ia selalu memanggil dongsaengnya itu ‘dear’ ketika sesuatu mencemaskannya atau membuatnya ragu tentang dongsaengnya ini.

“ Anni. aku ingin memberitahumu. Namun sebelum aku sempat berpikir, mereka sudah menghilang. “

“ Kau yakin? “

“ Aku berkata jujur. “

“ Ada apa dengan lehermu? “

“ Le… Leher? Ouch! Ini baru sakit. “

“ Obati dengan ini. “ Minho mengambil dan memakaikan sebuah obat oles di leher Minna. “ Better? “

“ Uhuh. “ Jawab Minna.

Setelah ketiga orang pemburu ini mandi dan memakan sarapan mereka, akhirnya ketiga orang ini kembali ke rumah Louise untuk meminta keterangan dari Ibu Louise.

“ Permisi, Mrs. McClaime. Kami ingin menanyakan sesuatu kembali tentang anak anda. Apakah anda keberatan? “ Tanya Minho.

“ Asalkan itu bisa membantu menemukan apa yang membunuh anakku, itu tak jadi masalah. Mari, masuk. “ Pinta Mrs. McClaime. Mereka berempat duduk di ruang tengah.

“ Pukul berapa Louise menelepon anda? “ Tanya Minna memulai.

“ Apa ini rekanmu lagi, agen Kim? “ Tanya Mrs. McClaime balik.

“ Euhm… Ya. Dia agen baru, jadi kami harus mengajaknya. Jadi, bisakah kau menjawabnya? “ Jawab Taeyeon asal.

“ Ya… Dia meneleponku sekitar tengah malam. Itu ketika aku tak bisa tidur. “

“ Apakah ia bilang sebelumnya bahwa ia sudah sampai mana? “

“ Ia hanya bilang padaku bahwa ia sedikit lagi sampai. Ia bilang jangan tutup pintunya. “

“ Apakah sebelumnya Louise mempunyai pasangan atau mungkin kekasih? “

“ Dia memang pernah bilang padaku bahwa ia ingin menikah dengan seorang wanita di kampusnya. Namun aku tak mengetahui siapa kekasihnya. “

Ketiga sedarah ini berjalan di tengah koridor kampus Louise. Setelah bertanya kepada salah satu guru dimanakah kekasih Louise, mereka berjalan dengan cepat menuju kelas dari kekasih Louise.

“ Lucy Stanhold? “ Tanya Minho. Orang yang bernama Lucy itu mendongakkan kepalanya dan mengangguk singkat. “ Bisa ikut kami sebentar? ”

“ Kami hanya ingin… “

“ Maaf, tapi kau mengambil saksiku. “ Potong seorang namja. namja itu terlihat lebih seperti yeoja. Sepertinya ia berasal dari Korea juga. Tidak terlalu tinggi, dengan rambut pendek bak anak sekolah. Matanya langsung tertuju kepada Minna yang hanya sedikit sekali tersenyum padanya. “ Geurrae, lanjutkan saja. Aku tahu apa maksud kalian.” Namja ini mulai berbicara bahasa Korea. Ketiga sedarah ini mengangguk.

“ Kami hanya ingin menanyakan apakah anda benar kekasih dari Louise McClaime? “ Tanya Minna. Lucy mengangguk belum ingin berbicara.

“ Apakah anda sebelumnya pernah melakukan hubungan seks dengannya? “ Tanya Minho langsung pada intinya. Lucy terdiam. Ia tak ingin mengeluarkan gerak gerik apapun maupun kata-kata yang membantunya untuk keluar dari pertanyaan itu.

“ Nona? Apa anda akan terus diam? “ Sambung namja itu.

“ Ya. Kami pernah. “

“ Apa kau memiliki anak? “ Tanya Minna. Ketiga orang yang ada bersamanya ini langsung memandangnya serius. Minna melemparkan pandangannya pada kedua rekannya seolah bilang ’biarkan aku yang mengatasinya’. “ Tenang saja. Anda aman dengan kami. “ Awalnya Lucy ragu, namun ia akhirnya mengangguk. Minna kembali memandang kedua rekannya.

“ Terima kasih atas jawabannya. Kami pasti akan menginformasikan apapun yang kami ketahui tentang kekasih anda. Bisa anda meninggalkan kami berempat? “ Ucap Taeyeon kemudian. “ Jadi… “

“ Kalian pembru, apa aku benar? “ Tanya namja itu. “ Semua pemburu yang tinggal di Amerika selalu menceritakan tentang kalian bertiga. Kalian terkenal ketika kami dengar kalian bertiga mampu menang dari kawanan Black Shuck. Kebanyakan pemburu akan mati hanya dengan satu Black Shuck. Tapi ini, kau membuatnya mudah. “

“ Apakah kami seterkenal itu? “ Tanya Minho meyakinkan.

“ Aku Taemin, Lee Taemin. ”

“ Nan Choi Minna. Ini Oppaku Minho dan sepupuku Taeyeon. “ Ucap Minna. Taemin tersenyum kembali mendengar Minna berbicara.

“ Sepertinya ada yang tertarik dengan dongsaengmu, Minho. “ Bisik Taeyeon. Minho memperhatikan kedua insan yang sedang bertatapan tanpa melakukan apapun.

********************

Malam ini, setelah mendapat rencana dari Minho dan persetujuan dari ketiga orang lainnya, dengan tambahan Taemin, akhirnya mereka pergi. Minho akan pergi sendiri bersama mobil impalanya untuk mencari tempat myling ditinggalkan. Sementara Taeyeon dan Taemin menunggu Minho di pemakaman. Dan Minna akan berada di belakang Minho untuk mencari jasad atau apapun yang tersisa dari si myling ini.

“ Jadi, love at the first sight, huh? “ Tanya Taeyeon. Taemin hanya meliriknya tanpa menjawab. “ Sulit untuk mengambil hatinya. Bahkan Oppanya saja masih belum mendapatkan hati seorang dongsaeng darinya. Apalagi cinta seorang yeoja kepada namja? ”

“ Bukankah itu sebuah tantangan? Menaklukan hati seorang yeoja yang tak memberi hati pada siapapun. ” Timpal Taemin. Taeyeon mengangguk sambil tersenyum.

Minho dan Minna masih berjalan menemukan anak manis di tengah malam ini.

“ Kukira aku melihatnya. Lakukan tugasmu. “ Perintah Minho. Minna tak menjawab namun ia mendahului mobil Minho sambil melihat ke belakang.

“ Got ya, myling! Jangan menjadi anak nakal ketika kau menumpang pada Oppaku. “ Gumam Minna. Minna berhenti di pinggir jalan menunggu Minho berbalik arah ke pemakaman. Setelah Minho berbalik, dengan cepat ia berbalik ke tempat Minho menjemput seorang myling. Minna mulai menggali seorang diri di tempat yang lumayan luas.

Minho melihat perawakan myling yang ia antar. Seorang yeoja kecil yang manis, dengan gaun merah muda dan rambut yang terurai panjang.

“ Dimana rumahmu, nak? “ Tanya Minho.

“ Nanti akan kutunjukkan. Yang terpenting, aku ingin pulang dan beristirahat. “ Jawabnya. Minho mengangguk dan menruskan perjalanan menuju pemakaman.

“ Kuharap ada orang yang membantuku untuk mengerjakan hal ini. Tanah ini luas dan aku hanya mengerjakan ini sendiri. Sementara mereka bertiga melawan anak kecil. “ Keluh Minna sambil terus menggali.

“ Kau tak boleh menggalinya begitu saja. “ Ucap yeoja kecil yang meminta tumpangan pada Minho tadi. Minna membulatkan matanya.

“ Cute myling girl. Apakah kau terus membuat pelancong mati? “ Tanya Minna mencoba tenang.

“ Hanya jika mereka lewat ditengah malam seperti ini. tapi kupastikan mereka selamat jika mereka berhasil mengantarkanku pulang. “

“ Pemakaman, ha? Tempat peristirahatan yang bagus. Jadi, bisakah kau memberitahuku dimana jasadmu? “

“ Kau tak akan bisa menemukannya. “

“ Baiklah, dim… Oh no. Where are you little myling?! “ Seru Minho kesal. Ia sudah berada di depan pemakaman dan yang ia sadari bahwa ia hanya sendiri.

“ Minho! Harusnya Minna bersamamu. “ Teriak Taeyeon mendekati mobil Minho.

“ Kukira kita harus ke tempat Minna sekarang. “ Saran Taemin.

“ Akan kuurus kakakmu nanti. Dia orang yang baik. “ Dan wajah dari myling kecil itu berubah menjadi wajah yang membusuk. Yeoja kecil itu mulai menyerang Minna. Minna mengambil daggernya. Menyerang anak-anak mungkin bukan hal yang bagus untuk saat ini. Bukan karena hal yang biasa bagi seorang hantu, diserang namun tembus, namun yeoja itu tak mati meski darah mulai keluar darinya. Tiba-tiba teleponnya berdering. Dengan tangannya yang tak sibuk, ia mencoba untuk menerima teleponnya.

“ Aku sedang sibuk. Mungkin kalian ingin membantuku disini? ” Dan Ponsel Minna direbut dan di lemparnya jauh. “ Hey! Itu ponsel favoritku! ”

“ Katakan itu pada malaikat pencabu nyawa nanti. “ Ucap yeoja itu terus mencoba untuk meraih leher Minna.

Minna masih saja bergulat dengan si myling. Ia mulai lelah dengan permainan dagger yang tak juga berhasil. Tenaganya yang habis dipergunakan myling untuk melemahkan Minna yang sudah tertidur di rerumputan kering.

“ Siapapun itu tolong aku!! “ Teriak Minna sambil mencoba menarik napas.

DOR

Suara itu terdengar. Namun bagi seorang yeoja kecil yang sudah mati, itu tak akan seberat ketika ia hidup.

“ Mencoba menyelamatkan adik kecilmu? “ Tanya yeoja yang berubah menjadi manis itu.

“ Cari jasadnya. Aku ingin berkenalan dengan anak kecil yang manis ini. “ Perintah Taeyeon. Taemin dan Minho langsung meneruskan galian Minna yang terhenti.

Taeyeon dan Minna mulai bergulat dengan myling kecil yang saat ini manis. Taeyeon memberikan pistol desert eagle pada Minna. Keduanya terus menembaki dalam diam. Sementara bagian namja begitu cepat menggali di sekitar tanah kering.

“ Bisa kalian cepat? Kami mulai kehabisan peluru! “ Teriak Minna. Masih dengan pistol di tangannya. Belum sempat ia ingin berbicara lagi, pelurunya sudah habis. Ya, peluru mereka sudah habis.

“ Better idea? “ Tanya Taeyeon.

“ Run. “ Jawab Minna singkat. Kemudian Minna berlari ke kanan dan Taeyeon ke arah sebaliknya untuk mengecoh myling. Namun myling itu hanya mengejar Minna.

Minna masuk ke dalam hutan. Ia tak merasakan ada yang mengikutinya lagi. ia beristirahat sejenak dan sedetik kemudian ia sudah dicekik oleh yeoja manis. Yeoja itu menggeret Minna yang terus memberontak. Minna kehilangan daggernya ketika ia berlari. Sehingga ia tak punya senjata apapun lagi.

“ Kau tahu? Kau menyulitkanku untuk membunuh seseorang lebih banyak lagi. tapi empat orang cukup untuk hari ini, bukan? “ Ucap si yeoja dengan seringai kecilnya.

“ Ka… Kau bercanda. Mereka tidak akan mati hari ini, atau seterusnya. Hanya akan ada kau, dan aku, bocah! “ Ujar Minna sambil terus memberontak dan menyeringai. Si yeoja kecil melempar Minna hingga ia membentur pohon.

“ Aku tak perlu mengangkatmu hingga tak menapak, aku hanya perlu membunuhmu dengan pasti. “ Minna mencoba untuk terus bertahan akan cekikkan sang myling. Minna mencoba namun ia hanya menghilangkan lebih banyak oksigen dalam paru-parunya. Sesaat kemudian ia mengatupkan matanya dan merasakan tangan yang mencekiknya lepas. Ia kembali melihat dan ternyata si myling sudah terbakar. Minho dan Taemin sudah membakar jasadnya.

“ Minna! “ Teriak Taemin membantu Minna yang berjalan gontai dari dalam hutan. Taeyeon datang beberapa menit setelah Minna.

“ Kajja. Aku ingin mandi dan tidur. “ Ucap Minna. Ketiga orang yang mengkhawatirkan Minna ini tersenyum dan pergi dari tempat itu.

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Family Business – Part 3 : Myling

  1. Ya ampun author horror banget, bayangin anak kecil tadi berubah menyeramkan ckckck
    Untung minnanya selamat, ditunggu next part ya, fighting! ^^ and keep writing!

  2. Jadi jadi, si Louise ini dibunuh arwah anaknya sendiri ya? Lucy gugurin anaknya ya? Dooh, kesalahan mereka juga sih._.
    Lucu deh bayangin si Minna gulat sama myling. Apaa itu jadinya ya, gulat sama anak kecil. Tapi untung aja ya. Mimpinya MInna itu maksudnya apa? Next ditunggu~~~😄

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s