My Rival My Love

MRML

Tittle  :   My Rival My Love

Author  :  @kanIAMuslim

Type  :  OneShoot

Genre : Romance, Sweat, School ..Dll

Cast  :  Choi Sulli

              Lee Taemin

Rating  :  PG-15

Disclaimer : sama seperti FF sebelumnya. Disini author tegaskan Cast dan cerita milik tuhan, Hanya authornya saja yang milik Luhan #haha

Baru pertama kali nulis FF Taelli.. hihihi tadinya sih pengen buat castnya Seokyu tapi berhubung bosan sangat dengan itu couple (mian Wiress) jadi aku membuat Cast baru.. hehe

Mian For Typo

Author POV

Song : You’re My Star – Suzy Miss A

Yeoja bernama Choi Sulli begitu sumringah saat mendengar namanya terpanggil oleh seorang namja paruh baya untuk naik ke atas podium. Suara riuh tepuk tangan mengiringi setiap langkah kakinya. Bahkan tak jarang terdengar juga beberapa kata-kata pujian yang ditunjukkan untuknya.

“Selamat Choi Sulli, kau tetap mendapatkan posisi pertama dalam ujian semester kali ini!” Namja paruh baya itu atau biasa disebut JungSoo Sengsangnim menjabat tangan Sulli dengan perasaan bangga. Semua murid yang berada disana ikut menikmati acara penghargaan tersebut dengan gembira. Kecuali satu anak yang sedang berdiri tak jauh dari sana, dia kelihatan benar-benar terpukul karna kejadian itu.

“Kenapa harus kau selalu jadi yang pertama?”

***

Sulli POV

Kemarin benar-benar hari yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Ini sudah ke dua kalinya dalam tahun ini aku mendapat peringkat satu disekolah dalam ujian semester. Aku sendiri pun tidak mengerti bagaiman aku tiba-tiba mendapatkan peringkat itu. Padahal kalau diingat-ingat aku sendiri pun tidak terlalu sering belajar dan membaca buku-buku pelajaran, yah kecuali jika ada event tertentu seperti Mid semester atau ulangan harian. Ckckck aneh.

Hari ini cukup cerah. Aku suka sekali berangkat sekolah lebih awal dimusim semi seperti ini. Menyusuri jalanan kota yang berembun dan sejuk, serta memandangi bunga-bunga yang mulai tumbuh bermekaran.. akhh… indah sekali. Dan juga ada satu lagi alasannya kenapa aku suka berangkat pagi-pagi kesekolah, yaitu karna aku ingin berduaan saja di kelas dengan Lee Taemin. Aku suka sekali melihat wajahnya yang begitu serius memandangi buku tebal dihadapannya. Pernah juga suatu hari dia menangkap basah diriku yang sedang asik memandangi wajahnya. Haha.. memalukan sekali bukan? Untunglah Taemin adalah namja cuek dan dingin, jadi dia tidak terlalu menanggapi sikapku waktu itu.

“Anyyeonghaseo Tae-ssi ” Taemin hanya tersenyun kecil saat aku menyapanya.

“Akh.. lihatlah, bukankah udara hari ini sangat segar?” Aku membuka jendela kelas dan merentangkan kedua tanganku agar membuat matanya teralih  sebentar dari buku tebalnya dan setidaknya melirik kearahku.

“Bukankah kemarin Seongsangnim sama sekali tidak memberikan tugas rumah untuk kita? Kenapa kau kelihatannya sibuk sekali sih membaca buku itu dari tadi?” Karna tidak tahan akan sifat acuhnya, aku mencoba mencairkan suasana dengan memberinys beberapa pertanyaan.

“Kau mau mengejekku?” Tanyanya ketus. Otakku berpikir keras untuk mengerti maksud kata-katanya barusan.

“Apa maksudmu dengan mengejek?”

“Aku tau maksudmu yang sebenarnya.. kau mau bilang bahwa percuma saja aku belajar sekeras apapun karna aku tidak akan mampu bersaing denganmu benar kan?” Kalimatnya barusan benar-benar membuat telingaku sakit dibuatnya. Kenapa dia bisa beranggapan seperti itu?

“Tidak! Aku tidak pernah beranggapan seperti itu Taemin-ah!”

“Sudahlah murid unggul sepertimu tidak usah bicara pada murid peringkat 10 sepertiku”

***

Taemin POV

Selama jam pelajaran tadi pikiran benar-benar tidak bisa fokus. Seakan-seakan otak dan badanku tidak berada di tempat yang sama. Sadarlah Taemin!! Kau mau dikalahkan oleh yeoja itu lagi!!. Aku menepuk-nepuk pipiku sendiri dan mencoba kembali ke situasi yang kuhadapi sekarang. Jungsoo seongsangnim sedang menuliskan suatu soal Fisika dipapan tulis. Tunggu bukankah soal ini ada kaitannya dengan rumus yang tadi ku baca? Baru saja aku akan mengangkat tangan tiba-tiba Sulli  mendahuluiku dan berjalan kegirangan menuju papan tulis.

“Benarkah begini jawabannya Saem?” Jungsoo Seongsangnim tersenyum dan mengangguk.

“Sulli lagi dan Sulli lagi” Umpatku kesal sambil membuang pandanganku kearah lain.

***

Sulli POV

Setelah Selesai melakukan kegiatan klub, aku buru-buru berjalan ke Perpustakaan untuk mengambil barangku yang tertinggal disana sewaktu Jungsoo Saem menyuruhku membantunya menata buku-buku (Orang jepang dan korea biasanya mempunyai kegiatan Klub atau Eskul abis pulang sekolah). Saat aku sampai, aku melangkah kakiku diam-diam seperti penyusup agar dia tidak dapat mendengar setiap langkah yang kubuat. Siapa lagi kalau bukan Lee Taemin? Namja Studyholic itu. Ting tong.. tepat seperti dugaanku. Dia sedang membaca sebuah buku tebal dengan sepasang headshet yang menempel ditelinganya. Karna aku penasaran pada apa yang tengah dia dengarkan saat ini, aku akhirnya menarik sebelah headshetnya dan memasangkannya di telingaku sendiri.

“Now it’s must be Impact of Value..” tak ada lagu apapun yang mengalun disana hanya ada suara seorang turis berbahasa inggris yang berlogat british terdenngar.

“Kenapa kau jadi sering muncul dan mengganggu waktu belajarku?” Lagi-lagi pertanyaan ketus mengalun dari bibir seksinya (Sulli yadong.. Ehhh)

“Kau benar-benar Studyholic ya?” wajahnya kembali datar menanggapi kata-kataku. Kucabut Headshet itu dari ponselnya dan ku masukkan kabelnya ke Handphoneku.

“Yak!! Apa yang kau lakukan! Aku sedang mendengarkan itu!”

***

Taemin POV

“Apa enaknya sih mendengarkan Orang asing berbicara dengan bahasa mereka?” Yeoja ini benar-benar seenaknya sendiri. Tiba-tiba muncul lalu mengacaukan kegiatan belajarku ckck sifatnya mirip sekali seperti hantu.

“Kenapa melotot begitu? Cha.. dengarkan lagu ini”

Aha! Listen boy My first love story

My angel, and My girls my sunshine.. Uh! Uh! Let’s go!

Neomu neumo meotjyeo nuni nuni busyeo.. sumeul mot swigesseo tteollineun girl

Gee Gee Gee Gee baby baby baby

Gee Gee Gee Gee baby baby baby

Sesekali Sulli menggerakkan bahu dan tangannya mengikuti irama. Tingkahnya seperti anak kecil dan membuatku sangat gemas melihatnya. Aku terkikik geli melihat gerakan aneh yang dibuatnya haha ditambah bibir mungilnya yang dibuat manyun-manyun seperti itu.

“Omo.. Kau tertawa Tae-ah haha! Akhirnya aku bisa juga melihatmu tertawa seperti itu” mendadak suasana hening. Dapat kurasakan tubuhku menegang kaku, Ooh.. kenapa tiba-tiba degup jantungku bertambah cepat?

***

Seperti biasa, aku selalu jadi orang pertama yang datang ke kelas ini. Aku tersenyum mengingat kejadian kemarin sore di perpustakaan. Aihhh!! Kau ini berpikir apa Taemin!! Dia itu rivalmu, seharusnya kau membencinya bukan malah berdegup kencang saat melihatnya! Aishhh taemin pabo!!

“Anyyeong!!” yeoja bernama sulli ini selalu mengagetkanku sesukanya. Lihat saja kelakuannya sekarang. Dia melongokkan wajahnya tepat di depan mataku. Entah warna apa yang mendominasi pipiku sekarang.

“Mulai hari ini aku akan duduk di sebelahmu.. hehe bolehkan?” mendadak jantungku seperti ingin berhenti berdetak.

“Mwo? Kenapa tiba-tiba pindah kemari?”tanyaku sengit antara menenangkan luapan perasaanku dan berusaha berbicara normal.

“Molla.. pokoknya aku duduk disini ya!! Ahhh aku ada janji dengan jungsoo seongsangnim pagi ini anyyeong!!” Dia mengucapkan kata-kata perpisahan sambil menaruh tasnya dengan hati-hati di sebelah kursiku.

“Yak!!! Choi Sulli!! Sejak kapan aku mengizinkanmu duduk disini?? Hey!!”

***

Sulli POV

 Akhirnya sekarang waktunya pembagian nilai ulangan harian kimia kemarin. Aku tidak berharap banyak tapi semoga hasilnya tidak terlalu buruk.

“Choi Sulli” namaku terpanggil. Aku buru-buru maju ke depan dan mengambil kertas ulanganku. Tertera angka 99 di kertas itu. Aku menggaruk tengkuk ku  yang memang tidak gatal. Tidak menyangka jika aku bisa sepintar itu.

“Lee Taemin” namja bernama Taemin yang ada di sebelahku sontak mengangkat tubuhnya bangkit dengan langkah gemetar. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Dia kembali duduk di meja bangku kami dengan raut wajah agak cemberut.

“Berapa nilaimu?” tanyaku penasaran. Bibirnya terkatup rapat dan hidungnya mendengus kesal. Dapat kuintip sedikit bayangan angka di balik kertasnya 75.

“75 bukan angka yang buruk, nilai ulanganku juga tidak terlalu bagus” ucapku menghibur. Dia mengangguk dan tersenyum kecil kearahku.

‘Srett’ tak sengaja kertas ulangan yang ku taruh di laci meja terjatuh kelantai. Taemin dapat dengan jelas melihat berapa nilaiku sebenarnya.

“kau bilang 75 tidak buruk? Itu sangat buruk dibanding nilai 99!!” teriaknya parau sambil berlari meninggalkan kelas.

“Taemin-ah!! Tunggu aku!!”

***

Taemin POV

Kenapa aku nilaiku tidak pernah lebih baik darinya? Padahal siang malam aku belajar tanpa memperdulikan waktu tapi kenapa harus gadis itu yang mendapatkan semuanya? Nilai, gelar juara, dan perhatian semua guru terpusat padanya. AKU BENCI!! AKU BENCI PADAMU CHOI SULLI!!!

“Kau menangis?” aku menengok kearah belakang. Terlihat Sulli sedang berjalan menuju kearahku sambil memasang wajah prihatin.

“Untuk apa kau kesini?” tanyaku ketus. Dia merengut dan tetap melangkah.

“Wae? Tidak boleh jika seorang teman menghibur temannya yang sedang sedih?” Mwo?  Teman? Dia anggap aku temannya? Yang benar saja!

“Pergi kau!! Aku tidak butuh teman sepertimu!” Aku masih berusaha mengendalikan emosiku agar tidak terlihat begitu kentara.

“Wae? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” wajahnya terlihat innocent saat melontarkan pertanyaan itu. Seketika emosiku makin memuncak.

“Kenapa kau bilang??? Kau adalah rivalku Choi Sulli!! Kita saingan dalam pelajaran!!” teriakku kencang.

“lalu?” Lalu? Lalu katanya?

“Lalu aku iri padamu karna kau lebih hebat, lebih pintar dan lebih segalanya dariku!! Hiksss.. padahal aku sudah berusaha.. aku sudah berusaha mati-matian untuk belajar.. tapi kenapa nilai mu selalu lebih baik dibanding aku??” dapat kurasakan Sulli menepuk-nepuk punggungku dengan tangan hangatnya.

“Aku akan mengajarimu jika kau mau tae-ah?” sontak air mataku berhenti mengalir. Aku menatap kedua matanya dengan perasaan tidak percaya.

“Jeongmal?” Dia tersenyum sambil mengangguk.

“Jadi? Kapan kita mulai belajarnya?”

***

Sulli POV

Aku menunggunya sudah lebih dari 15 menit di depan pagar rumahnya.  Aissshhh dia bilang sebentar.. tapi kenapa jadi selama ini!!

‘Krekk’ kepalanya menyembul keluar. Wajahnya terlihat cerah dengan senyum khasnya yang lumayan imut.

“Kajja kita pergi!”

***

Aku mengajaknya pergi ke taman, hari ini kebetulan musim semi.. jadi banyak sekali bunga-bunga indah yang bermekaran di Seoul Park ini. Tulip , mawar dan danelion bertebaran dimana. Woaaa.. neomu Yeoppo..

“Untuk apa sih kita kesini?” Taemin merengut kesal. Kelihatannya dia kecewa.

“Ehmmm.. dimulai dari sini aku akan mengajarimu sesuatu!” alisnya terangkat sedikit.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Begini taem-ah.. sebenarnya nilai itu bukan suatu hal yang penting,, kau sendiri tahu tiap-tiap orang memiliki bakat dan kemampuan masing-masing. Jadi dari pada kau melakukan hal yang membuatmu tertekan bukankah harusnya kau melakukan suatu kegiatan yang kau sukai? Misalnya menari atau menyanyi? Ku dengar suaramu bagus sekali.. benarkan?’ dia tersentak mendengar ucapanku.

“Da-dari mana kau tahu?” Aku terkikik geli.

“Mianhae.. aku pernah salah masuk toilet pria, disana aku tidak sengaja mendengarmu suaramu!” matanya melotot persis seperti ikan. Giginya bergemeletuk menahan amarah.

“Bagaimana? Kau ingin menyanyi untukku sekarang?” langkahnya mundur menjauhiku.

“Shireo!! Aku tidak mau menyanyi untuk orang berpikiran kotor sepertimu!!”

“Mwo??? Yak!!!!!!!”

***

Taemin POV

Sudah beberapa minggu ini Sulli selalu menempel kemana-mana denganku. Dia tidak henti-hentinya berbicara mengenai audisi menyanyi ini dan itu. Aiisshh.. kenapa jadi dia yang repot? Karna kesal akhirnya aku mencoba mengikuti salah satu audisi itu bersamanya. Dan kalian tahu? Semua juri yang ada disana kaget mendengar suaraku. Mereka bilang aku adalah bintang muda yang berbakat. Hatiku senang sekali. Baru kali ini ada orang yang memujiku seperti itu. Sulli tak henti-hentinya bertepuk tangan untukku saat musik berhenti. Benarkah? Benarkah jalan ini yang harus ku tempuh?

***

Saat ini aku tengah berada di bangku halaman belakang sekolah sambil termenung. Hatiku berdegup kencang melihat wajah Sulli yang begitu dekat denganku.

“Kau sakit? Kenapa wajahmu merah taem?” dia lebih memajukan wajahnya dan berhenti tepat di tatapan mataku.

‘Chu~’ Entah si Sulli ini gila atau apa? Tiba-tiba dia mencium bibirku lembut dengan singkat.

“Yak!!! Kenapa kau lakukan itu hah!!” aku berteriak kesal padanya.

“Wae? Kata eommaku kalau ingin memeriksa suhu tubuh orang bisa dengan menggunakan cara itu!” Mwo??? Aissshhh aku benar-benar tidak tahu dia ini sebenarnya bodoh atau pintar.

“Kau tahu itu yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih??? Kenapa kau lakukan itu padaku???”

“Ya sudah kita jadi sepasang kekasih saja.. bereskan?” tanganku menjambak rambutku frustasi.

“Bukankah kekasih itu orang yang saling menyayangi? Kita saling menyayangi… benarkan?”

“Kata siapa???” teriakku kesal padanya. sesaat wajahnya yang imut berubah menjadi sendu. Dia kelihatan sedih sekali.

“Jadi kau tidak menyayangiku?”tanyanya lirih. Yak!! Yak!! Choi Sulli!! Kenapa kau membuat wajah tak berdosa seperti itu?

“Bu..bukan begitu ak-“ belum selesai kalimatku terdengar jelas. Dia sudah memotongnya.

“Kalau begitu kau mencintaiku juga kan? Sudah ku putuskan kita akan jadi sepasang kekasih setelah kau menang di final menyanyi minggu depan!” Dia melangkah meninggalkanku sambil memeletkan lidahnya.

“Saranghae Lee Taemin!!” Hatiku benar-benar berbunga-bunga mendengar kata-katanya barusan. Tapi dengan cepat aku menutupi perasaan bahagia itu dengan berteriak padanya.

“Mwo?? Yal!!! Jangan putuskan hal itu seenaknya!!”

END

Hihihihi gaje yah? Aku buat gini karna mereka berdua emang gaje #diamuk massa! Tapi mereka imuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttt BGT pengen deh punya anak kaya Taemulli ihiihiihhh #author sarap. Oke guys komen yah

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “My Rival My Love”

  1. cerita awalnya kisah nyata aku banget~ tapi endingnya beda kok
    Daebak!!!! authornya udah pro nih kayanya~

  2. ceritanya unyunyu….
    tapi endingnya gantung…
    Taem juara kompetisi gak????
    akhirnya mereka jadian, gak?

    tapi keseluruhan, asik, kok…

  3. hahaa taem jgn iri gitu donk,jgn marah2 jga.. Sulli’y ga bisa diem…
    Bagus lho crita’y, lucu jga taem ma sulli.ny…

  4. wowowo… Ceritany unyu deh… Hahaha… Daebak dehbbwt authorny.. D tunggu karya slanjutny….

  5. Ceritanya sweet banget >..< Aku juga seneng karena aku TaeLi Shipper tapi jarang dapet FF nya -.- Overall,FF nya enak buat dibaca dan aku enggak ketemu typo sedikitpun '-' Keep writing ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s