Because Of You – Part 4 (End)

Because Of You [4.4]

Title                                         : Because Of You [4.4]

Author                                    : MinKey

Main Cast                               : Taemin SHINee and Kim Ryu sung (OC)

Support Cast                        : Jonghyun SHINee,Luna f(x) as Park Sunyoung,Sulli f(x) as Jinri

Lengrt                                     : Chapter

Genre                                      : a little happy in first and second part, OOC in all parts, Mystery in three part, Romance in four part

Rate                                         : Teen

***

“Junsu hyung!”seru Taemin ketika melihat Junsu –yang hari ini mendapat tugas menjaga pos- sedang asik menelepon.

“Baik, nanti aku telepon lagi. Oke.”Junsu memutuskan sambungan teleponnya dnegan seseorang lalu menatap Taemin heran.

“Kau sedang apa disini? Tumben keluar kamar,dari kemarin gak keluar kamar karena ada Kim Ryu Sung itu.”ujar Junsu heran.

“Kau tau alamat rumah Kim Ryu Sung?”tanya Taemin spontan membuat Junsu tertegun.

“Wah wah, Lee Taemin sekarang sedang jatuh cinta dengan Kim Ryu Sung ya.”kata Junsu berdehem-dehem pelan.

“Hyung ada ada saja. Aku hanya ingin tau.”kata Taemin santai meskipun wajahnya terlihat sedikit memerah.

“Jinri yang tau, dia ada di dapur. Membantu ahjumma untuk memasak.”jelas Junsu.

“Oke, gomawo hyung!”

***

Taemin melangkah santai menuju ke dapur namun saat ia membuka pintu dapur, muncul seorang yeoja yang umurnya lebih muda 1 atau 2 tahun dengannya keluar dari dapur.

“Jinri-ssi?”Yeoja yang keluar dair dapur itu menoleh ke arah Taemin dan mengangguk pelan.

“Kau tau alamat rumah Kim Ryu Sung?”tanya Taemin tanpa basa-basi.

“Kim Ryu Sung yang magang disini? Aku tidak tau tapi aku tau universitasnya.”jawab Jinri.

“Ehem, memangnya kau ada urusan apa dengan Ryu? Kalau penting, aku akan memberi nomor ponsel Ryu.”kata Jinri.

“Aku ada urusan penting dengannya. Boleh aku tau universitasnya dan nomor ponselnya?”

***

“Hey, Lee Taemin liat dirimu sekarang.”Taemin menepuk-nepuk dadanya ketika ia melihat dirinya yang mendekam di rumah sakit jiwa ini dan dirinya yang sekarang tengah memakai kostum terakhir yang ia pakai sebelum ia masuk rumah sakit ini.

“Kau tetap terlihat tampan meskipun bertambah umurnya.”puji Taemin pada bayangannya di cermin.

Ia melirik ke arah buku pelajarannya yang berubah fungsi jadi buku catatan -ingat buku catatan bukan buku harian- dan mulai menulis di buku itu.

“Aku akui aku salah. Bertambah umur, depresi tentang masa lalu –LOL-, dan terlalu lama tinggal di tempat yang berisi teriakan orang tidak normal membuatku emosional sekarang haha. Kemana Lee Taemin SHINee saat berumur 15 tahun dulu? Semuanya sudah hilang.

Banyak bergaul dengan orang-orang disini membuatku berbicara seenaknya dan akhirnya menyakiti seseorang berkali kali. Bahkan orang yang kusayangi juga. Aku benar-benar seperti anak remaja yang akan meniru sikap lingkungannya.

Aku juga termakan kata-kataku. Tidak membutuhkanmu lah, tidak menyukaimu lah, atau yang lain. Aku tarik semua ucapanku. Berterima kasihlah padaku, Kim Ryu Sung!”

 

“Aku mencium bau parfum yang sering dipakai Lee Taemin SHINee beberapa tahun yang lalu dan itu berasal dari sini. Jadi kau ingin menjadi seorang Lee Taemin SHINee lagi?”Taemin menengok dan melihat Jonghyun bersender di pintu kamarnya.

“Kau….kenapa berpakaian rapi sekali? Seperti ingin melaksanakan SHINee World Concert atau mau ke stage.”komentar Jonghyun memandang penampilan Taemin dari atas hingga bawah.

“Aku ingin melakukan sesuatu yang harus kulakukan sejak kemarin.”kata Taemin mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan Jonghyun hanya tertawa pelan.

“Ucapanmu seperti orang dewasa saja. Dari dulu kau kan gak dewasa-dewasa. Sesukamu saja lah tapi kalau mau keluar rumah sakit,”Jonghyun menatap tajam mata Taemin.

“,kau jangan banyak tingkah dan jaga emosionalmu.”lanjut Jonghyun dan Taemin hanya mengacungkan jempolnya.

“Kau ingin naik apa? Motor? Mobil? Atau Bus?”tanya Jonghyun dan ketika Taemin ingin menjawab Jonghyun langsung memotongnya.

“Lebih baik bus saja ya, tidak ada perjuangan sama sekali kalau naik kendaraan seperti itu.”Taemin hanya mendengus kesal mendengarnya.

“Dan….”Jonghyun berjalan dan ia berhenti di depan Taemin.

“Ini ponselmu, sepertinya masih ada pulsa yang cukup untuk menelepon beberapa kali. Dan ini ongkosnya haha.”lanjut Jonghyun menyerahkan ponsel dan beberapa puluh ribu won lalu Taemin mengambilnya dengan singkat.

“Untuk pertama kalinya, aku mengucapkan terima kasih untukmu hyung.”

***

“Bagaimana pengalamanmu selama menjaga 2 orang paling bermasalah disana?”tanya seorang yeoja berambut pirang diikat satu kepada seorang yeoja berambut hitam legam diikat satu juga.

“Min Rae begitu manis meksipun tiap pagi dia akan menangis kencang. Kau hanya perlu ‘menyogoknya’ dengan banana milk, daging bulgogi, strawberry milk saja dia akan manis.”jawab yeoja berambut hitam kegam diikat satu yang tak lain adalah Ryu.

“Bagaimana dengan Taemin?”tanya yeoja berambut pirang diikat satu yang tentu saja Sunyoung.

“You know lah, aku malas membahasnya.”kata Ryu singkat lalu memasuki kelasnya.

“Oke oke, berarti kau sudah menyukai jurusanmu sekarang?”tanya Sunyoung mengejar Ryu yang berjalan lebih cepat.

“Iya, ya meskipun jurusan itu mengingatkanku kepada kedua orang tua.”jawab Ryu pelan lalu ia melempar asal tasnya ke meja yang biasa ia tempati.

“Ryu!”Ryu yang ingin duduk di kursinya langsung menengok ke arah Yumi –teman satu kelasnya- yang berlari ke arahnya dan menyerahkan selembar kertas kecil.

“Tadi aku dicegah oleh satpam dan satpam itu bilang berikan ini kepada Ryu dari seseorang yang tidak perlu tau.”jelas Yumi sebelum Ryu berlontarkan pertanyaan.

“Oh, gomawo.”kata Ryu pelan dan membaca tulisan itu.

“Kau terlalu…”

 

“Huh? Aneh….”gumam Ryu pelan mengusap poninya perlahan.

“Ryu! Ada apa di belakang bajumu?”Ryu sontak memegang punggungnya dan mendapatkan sebuah kertas yang entah sejak kapan ada di punggungnya.

“Baik dan membuatku selalu….”

 

“Kau terlalu baik dan membuatku selalu?”baca Sunyoung pelan tapi seisi kelas yang memperhatikan Ryu langsung bersorak kegirangan.

“Akhirnya ada namja yang menyukai Ryu!”

“Ryu nanti gak bakalan single lagi!”

“Siap-siap ditraktir!”

“Ryu terima dia!”

“Apaan sih.”kata Ryu dingin dan memasukkan kertas itu dengan rapih ke dalam kantong bajunya lalu beranjak keluar kelas dengan Sunyoung yang mengikutinya dari belakang.

***

Ryu POV

“Selalu menyalahkanmu dan sekarang….”

 

Aku mencabut kertas yang tertempel di depan lokerku lalu membaca kertas yang berjejeran rapih tertempel dari lokerku sampai ke loker terakhir dekat pintu masuk. Aigo, rapih sekali rencanannya.

“Aku kena karmanya haha lucu sekali.Itu karena…”

“Kau mirip dengan seseorang yang membuatku seperti ini.Namja bodoh sepertiku kenapa malah….”

“Dekat dengan yeoja sebaikmu? Itu membahayakan dirimu.Go away ok? Haha ah tapi….”

“Jangan pergi terlalu jauh juga. Aku bingung sendiri, kenapa aku sering…”

“Merasa khawatir saat seorang Ryu Sung tidak ada disampingku dan sering….”

“Tersenyum sendiri saat kau peduli padaku saat aku pura-pura tidak sadar. Aku tidak tau kau itu…”

“Memang melakukan hal itu karena tugasmu atau karena perasaan tapi….”

“Aku berharap karena perasaanmu. Aku benar-benar…”

“Menarik semua ucapanku bahwa aku tidak memerlukanmu. Kau senang kan?Tetaplah…”

“Berada di ruamh sakit, adanya Ryu Sung membuat rumah sakit menjadi lebih hidup atau…”

“Berada disisiku dalam status yang istimewa?Kau….”

“Termasuk orang yang hebat bisa membuat aku menyukaimu padahal dulu aku…..”

“Berpikir jangan percaya pada orang yang kau anggap baik karena suatu saat nanti dia akan menusukmu dari belakang atau akan melupakanmu tapi….”

“Kau hebat. Aku berjanji akan menjadi manusia ‘normal’ karenamu dan bosen dengan hidupku yang lurus terus haha. Aku juga tidak akan menarik kata-kataku dan…”

“Aku bukan tipe orang yang romantis jadi maaf jika ucapanku sama sekali berbeda dengan rata rata namja korea. Jadi…..”

 

 “Kertas terakhir, kemana dia?”gumamku menengok ke arah kanan dan kiri tapi hanya melihat mahasiswa mahasiswi yang lalu lalang.

Drrt….Drrt…

“Yoboseyo?”sapaku setelah menganggkat telepon dair nomor yang tidak kukenal yang kupastikan dari dia –ini bukan kegeeran ya-

“Lihat di depan universitasmu. Tebak aku dimana, mukaku sedikit berubah.”kata suara penelepon di luar sana dan aku dengan cepat menemukannya.

Tidak susah tapi sebaliknya untuk mencarinya. Siapa mahasiswa yang mau memakai baju hitam-hitam, rambut k-pop style, dan memakai eyes linear. Dan orang yang kumaksud itu tengah melambai-lambaikkan tangannya.

Dia terlihat sedikit err…dewasa dan tampan haha. Jiwa keartisannya bangkit lagi. Apa dia akan jadi artis lagi sesudah ini? Tunggu…  Kenapa dia dengan mudahnya keluar rumah sakit?! Jonghyun oppa membiarkannya begitu saja?!

Aku langsung berlari menghampirinya dan menjitak kepalanya dengan cukup keras saat aku ada di depannya.

“Tidak sopan! Aku lebih tua darimu!”seru namja itu yang tentu saja Taemin masih saja tersenyum bodoh sambil mengusap bekas jitakkanku.

“Jangan bahas soal umur, tetua! Kenapa kau keluar? Jonghyun oppa ceroboh sekali! Dia terlalu baik hingga membiarkanmu keluar sebebas mungkin? Kalau kau marah-marah di tengah jalan lalu membuat onar dan ditangkap polisi bagaimana? Kau…”

“Jangan cerewet dulu. Apa? Tertua? Aku ini tampan bermuka muda! Kenapa kau cerewet sekali? Kau cemas padaku?”Taemin malah menyubit kedua pipiku sekeras mungkin membuat pipiku memerah lalu ia mengulas senyuman bodohnya lagi. Percaya dirinya tinggi sekali! =_=

“Kau memang tua! Hanya memukul tembok tapi bisa-bisanya jarinya patah! Bahkan kau masih memakai perban! Siapa yang mau mencemaskan orang  yang sudah tua, terlalu percaya diri, kekanak-kanakkan, yang tidak mau lepas dari jeratan masa lalu kelam, dan sisanya terlalu banyak untuk aku sebutkan.”elakku kesal.

“Tak kenal maka tak sayang, kau begitu mengenalku berarti kau menyayangiku. Baiklah,berari kau tidak ingin ini.”Taemin mengeluarkan setangkai bunga mawar putih dari belakang punggungnya lalu menyembunyikan mawar itu ke belakang punggungnya lagi seakan-akan aku akan merengek meminta bunga itu. Oh tidah mungkin aku begitu.

Kukira dia akan tetap di depanku ternyata malah melangkah keluar universitas. Dia benar-benar mempermainkanku-____- jahat sekali.

“Ayo kejar dia!”Aish, sekarang malah ada teriakkan para penonton gratisan  yang berasal dari mahasiswi-mahasiswi aneh di belakang punggungku.

“Dia Lee Taemin SHINee kan? Yang masuk rumah sakit jiwa itu?”

“Omo, Lee Taemin tampannya~ Kenapa Ryu tidak langsung menerimanya? Sayang sekali.”

“Andwae! Taemin oppaku T.T Aku benar-benar patah hati sekarang.”

Di belakang mulai terdengar kasak-kusuk aish.

“YAK TAEMIN OPPA!”Taemin berhenti berjalan saat dia hampir keluar pagar univeristas dan ia menoleh sebentar ke belakang lalu menatapku tapi tidak berjalan kembali memasuki ke universitas.

“Kemarilah! Kau harus berjanji padaku!”seruku tapi dia tidak bergeming.

“Tidak mungkin aku menghampirimu kan? Ayolah.”ujarku tapi dia tidak bergerak.

Ah, benar-benar merepotkan! Tidak apa-apa, urat maluku sudah putus ini sejak kenal dengannya.

Aku langsung berlari menghampirinya dan berdiri di sebelahnya dan aku langsung mengulas senyum bodoh seperti miliknya.

“Kau harus berjanji jangan termakan masa lalu terus. Nanti sunbae gak normal-normal kalo gitu terus. Aku emang gak tau masa lalu sunbae tapi masa lalu cuma perlu di kenang gak usah diingat-ingat terus. Masa lalu baru berguna kalau diingat saat kita putus asa. Kalau ingat masa lalu, biasanya kita berpikir “buat apa berhenti sekarang? Bukannya kita hidup untuk lebih baik dari masa lalu. Kenapa malah menyerah sebelum impian kita hidup lebih baik belum tercapai?” Masa lalu cuma pelajaran buat kita.”ujarku panjang lebar sambil menepuk bahunya.

“Kalau aku udah nepatin janji Ryu, apa hadiahnya?”tanya Taemin.

“Berarti nepatin janjinya gak pakai perasaan, jahat….-____-  Baik, aku akan memanggil sunbae oppa. Puas?”tanyaku dan dia langsung berdiri di depanku lalu mulai tersenyum lagi sambil mengelus kepalaku.

“Yeoja baik…. Sudah lama aku tidak dipanggil oppa, biasanya fansku memanggilku “Taemin” saja karena mereka rata rata noona hahaha.”ujar Taemin bangga.

“Memangnya kau punya fans?”tanyaku skatmat.

“Apa apaan pertanyaanmu itu. Tentu aku punya dan…..”

“Mereka sudah tidak menyukaimu lagi karena insiden masuk rumah sakit itu.”potongku.

“Ani! Aku punya satu fans yang setia sekali.”elak Taemin.

“Siapa memangnya?”tanyaku tidak yakin.

“Kau ahahaha. Ayo pulang.”Dia mengalungkan tangannya di leherku membuat badanku menempel dengan badannya membuat mukaku sedikit menghangat.

“Apaan sih? Sebentar lagi aku masuk! Pulang kemana? Kamu bikin malu tau!”tanyaku kesal.

“Ke rumah sakit. Buat apa malu? Bukannya urat malumu putus sejak mengenalku? Ayo kita merayakan ini bersama Jonghyun hyung! Sunyoung, tolong absenkan Ryu!”seru Taemin.

“Baik! Jangan lupa traktirnya ya! Atau nanti aku akan menyusul ke rumah sakit!”seru Sunyoung mengangkat jempolnya tinggi-tinggi.

“Yak yak yak! Tidak bisa begitu! Memangnya kita akan merayakan apa?”

“Hari jadi kita.”

“Sejak kapan aku jadi yeojachingumu?”

“Sejak… Ah, coba ucapkan saranghae untukku Kim Ryu Sung.”pinta Taemin membuat pipiku memerah. Urat malunya benar-benar putus.

“Andwae.”

“Ucapkan atau aku akan menciummu.”ancamnya.

“Andwae.”

“1…..2….”Taemin mendekatkan wajahnya ke wajahku membuat aku menahan dahinya dengan tanganku.

“Saranghae Lee Taemin!”

“Kurang!”

“SARANGHAE LEE TAEMIN OPPA!”

“Nah begitu.”Dia menyisipkan setangkai buang mawar tanpa duri di sela-sela telingaku dan mengecup keningku secara tiba-tiba membuatku kaget.

“Apa maksudnya?!”

“Hadiah untukmu. Gomawo, Ryu Sung-ah. Nado saranghae…”

***

Dia aneh. Benar-benar aneh. Bahkan sampai sekarang aku tetap tidak tau alasan dia masuk rumah sakit. Tapi senyumannya…. mampu melelehkan semuanya terutama hatiku lol

Dia tidak setampan Choi Minho -teman satu grupnya- hanya saja dia manis dan cute padahal dia sama sekali belum pernah beraegyo dan bersikap manja di depanku tapi jiwa manis dan cutenya benar benar terpancar.

Aku bingung, kenapa aku seirng cemas jika dia terluka saat beberapa jari kanannya patah. Padahal dia tidak terlihat kesakitan dan aku bukan siapa-siapanya tapi malah membalut lukanya itu. Aneh.

Dia tidak ada istimewanya, sungguh. Dia kalah keren dari Key oppa, kalah kharismatik dari Minho oppa, kalah tampan dari Jonghyun oppa, dan kalah lucu dari Onew oppa tapi kenapa aku malah bersamanya?=____= mollayo~Cinta itu aneh

Kalau dia tidak ada, aku juga tidak ada teman untuk melupakan masa lalu yang kelam. Aku tidak akan mudah tertawa dan tersenyum seperti sekarang kalau dia tidak ada dan aku juga tidak akan tau lagi rasanya manisnya hidup dengan teman dan cinta jika tidak ada dia yang begitu hangat.

Satu kalimat lagi, kuharap Taemin tidak membaca ini! Dia akan bangga dan menggodaku terus – Ryu’s Say for Taemin

 

Dia tidak cantik. Manis apalagi,  jauh dari dirinya. Masih cantikkan Krystal dan manisan Sulli. Dia juga tidak ramah, bahkan aku masih sering dimarahi olehnya. Yeojachingu macam apa itu.

Tapi kalau tidak ada dia, aku akan tetap dingin dan cuek seperti biasanya. Emosionalku tidak terkontrol lagi dan senyumanku juga tidak mengembang lagi jika saja saat itu dia tidak menunjukkan aura polos dan tersenyum tipis tapi polos saat pertama kali bertemu.

Dia juga care. Kalau aku terluka karena kecerobohanku, dia bilang dia akan membiarkan aku meringis tersenyum bodoh dengan lukaku tapi malahan dia selalu panik sendiri sedangkan aku yang terluka hanya tersenyum selebar mungkin.

Kalau ditanya kenapa dia begitu, dia selalu menjawab kalau dia orangnya cuek tapi sejak mengenalku dirinya bergerak sendiri tanpa perintah otak. Itu artinya dia menyayangiku kan? Tapi dia selalu berkata kalau dia tidak menyayangiku. Benar-benar polos.

Dia tetap saja tidak bisa romantis meskipun aku bersikap romantis padanya. Kalau aku mengucapkan kata-kata manis untuk memujinya, dia selalu berkata kalau itu bukan aku dan itu menggelikan ditelinganya. Padahal dia menyukainya, terlihat dari rona pipinya. Ah, kalau dia malu benar-benar cute. Ya dia cute polos care dan tatapannya hangat saja.

Kalau dia tidak ada….Makin banyak orang yang menjadi amukkanku. Hanya dia orang pertama yang melawan amukanku dan bisa meredakkannya dengan tatapan hangatnya. Dia juga satu-satunya orang yang berani mencari informasi tentangku. Dia benar-benar keren.

Dia dewasa. Meskipun sifatnya manja tapi sekalinya dia serius, dia akan mengeluarkan kalimat-kalimat bijak yang membuat orang lain bungkam haha.

Dia punya kebiasaan, kalau kesal dia akan mengerucutkan bibirnya. Telrihat sok lucu tapi dia benar-benar lucu saat itu. Sama sekali tidak menyadari kalau dia mengerucutkan bibirnya begitu mmebuatku ingin menciumnya haha. Tetaplah jadi Ryu Sungku yang cute,care,polos,bijak,manja,dan bertatapan hangat – Taemin’s Say for Ryu

 -END-

NB      : Gimana? Absurd ya? ._. maklum Minkey yang bikin ini juga rada rada ==a Part Part terakhir sengaja di perpanjang biar partnya gak kebanyakan ._. Gomawo buat readers yang udah baca ^^,v saranghae (?) *bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s