Oops – Part 6

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (6/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

6th : The Truth

“Eh, serius? Minho oppa bilang begitu?”

Aku mengangguk sambil membenamkan wajahku dalam-dalam ke boneka beruang jumbo milik Sulli.

Sulli mengacak rambutnya frustrasi. Ia berputar-putar dalam kamarnya seperti orang gila sebelum membongkar laci meja belajarnya dan melemparkan sebuah amplop cokelat di tempat tidurnya. Ia memelukku sambil minta maaf berulangkali.

“Sebenarnya Minho oppa yang membalas semua e-mail mu selama kau di Jepang.”

“Santai saja, Sulli-ya,” kutepuk-tepuk punggungnya pelan. “toh aku juga tidak menceritakan hal-hal yang harusnya hanya diketahui kita berdua. Engg, kecuali saat aku ditaksir Minami senpai itu.”

“Tapi hal itu berlanjut hingga sekarang. Maksudku, oppa masih memegang password e-mail ku dan mungkin sudah membaca semuanya.”

Tubuhku menegang. Jadi, semua tentang Jinki sunbae yang kuceritakan diam-diam pada Sulli melalui e-mail dibaca oleh Minho sunbae ?

-.-.-.-

“Hei kau!”

Aku menghela napas ketika melihat Jessica sunbae yang memanggilku. Please, untuk saat ini jangan menggangguku atau aku akan bunuh diri karena frustrasi. Aku tidak ingin membahas tentang Krystal atau ditampar-tampar olehmu, sunbae. Aku sudah cukup stres setelah ulangan matematika tadi.

“Aku-“

“Jess!”

Jinki sunbae berlari kecil menghampiri Jessica sunbae. Mereka berbicara sebentar sebelum akhirnya Jessica sunbae pergi dengan wajah panik. Jangan-jangan Krystal sedang diapa-apakan Minho sunbae ?

“Mau kemana, Hyein-a ?” Jinki sunbae menahanku ketika aku akan pergi ke arah yang sama dengan Jessica sunbae.

“Ming, anu, Minho oppa.” aku mendadak panik. “ngg, tidak, anu. Tadi Jessica sunbae kemana?”

“Ruang guru. Kenapa?”

Aku menghembuskan napas lega. Pikiranku sudah kemana-mana saat melihat Jessica sunbae mendadak panik. Dih, harusnya aku tidak mengatakan semuanya pada Sulli yang membuatku tahu bahwa selama ini Minho sunbae masih mengingatku. Malah jadi beban, kan.

“Kau kelihatan tidak sehat.” Jinki sunbae menempelkan tangannya ke dahiku. “mau kuantar ke ruang kesehatan?”

“Biar aku yang antar.”  Entah datang darimana, tiba-tiba Minho sunbae sudah memegangi lenganku. “tidak usah repot-repot, hyung.

“Ayo, chagiya.” Minho sunbae  merunduk dan segera membopongku menjauh dari Jinki sunbae. “lain kali jika sakit jangan minta tolong pada orang lain, bilang saja padaku.”

-.-.-.-

“Jangan langsung dimakan!” aku menampar tangan Minho sunbae yang sudah menancapkan sendoknya ke es krim. “belum kuberi buah-buahan tahu. Aku su-“

Aku terkejut ketika Minho sunbae menempelkan bibirnya di hidungku. “Cerewet! Buahnya dimakan nanti saja.”

Ia segera menyendok es krimnya besar-besar kemudian memasukkannya ke dalam mulut. Statis. Aku masih terdiam hingga Minho sunbae menempelkan sesendok es krim ke bibirku. Aku membuka mulut, mengulum sendok berisi gundukan es krim stroberi.

“Gadis pintar.”

Aku merengut ketika menyadari ia sedang menepuk-nepuk kepalaku dengan riang. Memangnya aku anak anjing?

“Sebenarnya belakangan ini kau kenapa?”

“Tidak kok, biasa saja.”

“Hei.” ia menjepit daguku dengan ibu jari dan telunjuknya. “aku bisa melihatnya.”

Aku tercekat ketika Minho sunbae nyaris menempelkan bibirnya ke milikku. “Katakan yang sebenarnya atau kau lebih memilih kucium?”

“Dicium.” matanya membulat ketika mendengar jawabanku. “tidak ada yang perlu kukatakan. Jadi bagaimana?”

“Kau benar-benar yakin mau kucium?” Minho sunbae menelengkan kepalanya sambil menyeringai licik. “aku tidak akan bertanggung jawab jika kau ketagihan.”

“Dih, memangnya siapa ya- ungh.”

Aku memejamkan mata ketika Minho sunbae meremas lenganku. Please, jangan, aduh, nafasnya! Aah, sudah dekat!

Yes, jadi merah.”

Kubuka mataku perlahan, Minho sunbae tersenyum. Ia mengecup kedua pipiku lembut sebelum mencubitnya pelan.

“Rasanya jadi lebih manis kalau memerah.”

Ya! Oppa apa-apaan sih!!!”

Minho sunbae tertawa ketika aku memukuli lengannya. Ia meraih tanganku dan meletakkannya tepat di dadanya.

“Dulu, kau sering melakukannya setelah aku tertawa. Kau bilang kalau robot tidak bisa tertawa.” ia mengacak rambutku pelan. “sekarang, aku bisa buktikan kalau aku bukan robot, kan?”

“Ngg.” aku berusaha melepaskan tanganku tapi Minho sunbae tetap menahannya. Aku takut, jantungnya berdebar kencang sekali.

“Apa rasanya masih sama seperti dulu?”

“Aku tidak ingat.”

“Mau kucium biar ingat?”

“Iiih, tidaaak! Aduh!”

Aku mengelus kepalaku yang baru saja ditimpa oleh tangan Minho sunbae. Sakit! Ia menjambakku atau apa sih?

“Eh, ini apa?”

“Sudah, tidak usah dilepas.” ia menyingkirkan tanganku dari kepalaku. “manis kok. Seleraku kan bagus.”

Aku memberengut. Jarang ada laki-laki yang bisa memilih jepit rambut yang bagus. Appa saja yang sudah punya anak tidak bisa, apalagi Minho sunbae.

“Kenapa tiba-tiba memberiku hadiah? Pasti ada maunya.”

Ia menggeleng dengan gaya sok polos. “Tidak kok, aku tulus. Kita kan sudah satu bulan pacaran.”

Eh, masa? Kurasa baru kemarin aku dikurung di toilet oleh Krystal. Astaga, ternyata sudah selama ini ya.

“Harusnya kau juga memberiku ha-“

Aku mengecup pipinya pelan. “Hadiahnya menyusul.”

-.-.-.-

“Aku merasa jahat pada Ming oppa.

“Kenapa?”

“Dulu, aku memintanya untuk menyukaiku. Tapi sekarang aku malah . . . . ya kau tahu, kan.”

“Hei,” Sulli merengkuh bahuku. “perasaan tidak bisa dipaksakan. Kalau kau suka Jinki oppa ya sudah. Aku yakin kalau Minho oppa juga tidak keberatan.”

“Tapi kalau aku tidak menyukai Jinki sunbae lagi bagaimana?”

Sulli menatapku lekat-lekat, ia menepuk-nepuk pipiku pelan. “Maksudmu? Kau sekarang menyukai Minho oppa?

“Ya, bukan dari sekarang sih. Maksudku . . .”

“Baguslah.” Sulli merebahkan tubuhnya di kasur. “artinya sejak dulu memang kalian tidak pernah bertepuk sebelah tangan.”

-.-.-.-

“Ini.” aku mengaitkan bunga kertas yang kemarin malam kubuat untuk dijadikan cincin di jari Ming oppa. “kalau kita bertemu saat sudah besar nanti, oppa harus sudah bisa bicara padaku, ya.”

“Aku akan lebih hati-hati, jadi tidak akan sering jatuh lagi.”

“Hyein-a, cepat sedikit, sayang.”

Aku menatap Ming oppa yang berdiri statis di depanku. Ia masih tidak mau bicara padaku juga. Aku menggigit bibir, air mataku sudah mengalir.

“Sampai jumpa, oppa.” Aku memeluknya erat-erat. “Hye sayang juga pada oppa.”

-.-.-.-

“Aku bodoh ya, hyung.

Aku mengurungkan niat untuk membuka pintu atap ketika menyadari bahwa Minho sunbae tidak sendiri. Hyung ?

“Tidak, aku yang salah.”

Jinki sunbae ? Mereka bicara apa? Jangan-jangan Minho sunbae mempermasalahkan saat aku pergi dengan Jinki sunbae.

“Kau yang duluan, jadi kau lebih berhak.”

“Tapi ia menyukaimu, hyung.” ada jeda sebentar sebelum kudengar tawa Minho sunbae. “dan kau juga menyukainya. Jadi, tidak adil jika aku menghalangi kalian.”

“Hyein sudah tidak menaruh minat lagi padaku.”

Hyung tidak tahu saja jika Hyein terlalu pintar menyembunyikan perasaan. Asal hyung tahu, mood-nya selalu bagus setiap kali bersama hyung. Ha ha, beda jauh denganku.”

“Tidak juga, ia sering terlihat gelisah jika bersamaku.”

“Astaga! Itu karena Hyein menyukaimu, hyung. ” Minho sunbae tertawa lagi, tapi tawanya aneh. Sumbang. “lagipula baru satu bulan, jadi sakitnya tidak akan lama.”

Oh, jadi karena aku menyukai Jinki sunbae, ya. Begitu? Jadi semuanya bisa selesai sekarang karena baru satu bulan ?

“Hyein akan kesini, kan? Aku harus pergi kalau begitu.”

Pintu di hadapanku terbuka. Jinki sunbae mundur beberapa langkah, mungkin terkejut.

“Hye, Hyein-a.”

“Halo, sunbae. Sudah selesai ngobrolnya?”

23.03.13

6.50 pm

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

18 thoughts on “Oops – Part 6”

  1. akhirnya sudah samp part 6 ,,, maaf baru meninggalkan jejak kkkk
    “Oh, jadi karena aku menyukai Jinki sunbae, ya. Begitu? Jadi semuanya bisa selesai sekarang karena baru satu bulan ?”
    rada bingung yg part itu… ,maksutnya apa ya,,,
    ceritanya bagus fighting thor ^^;;

    1. Ini maksudnya ungkapan kekecewaan Hyein gitu kok si Minho tiba-tiba ngobrol sama Jinki dan ngomong kalo dia mau Hyein sama Jinki aja padahal hubungan Hyein sama Minho udah jalan sebulan gitu. Semacam Hyein ngerasa kalo dia mendadak nggak berarti lagi buat Minho.

      Makasih ya udah ngikutin cerita ini ^^

  2. kok jadi rada belibet ya?? apa akunya yang lemot?? jadi sekarang hyein udah gak suka sama onew? trus minho sama hyein saling suka?? kalo udah begitu kenapa?? maaf thor aku masih belum paham 🙂

    1. Begini, ini kayak Hyein ada perasaan ‘terbiasa’ sama Minho gitu secara kasarnya.Jadi kaya when Hyein used to be with Minho but suddenly he dumped her gitu kan rasanya jadi nyebelin dan nggak enak. Pertanyaan yang satunya bisa ditemukan jawabannya di chapter terakhir.

      Hahaha, no need to say sorry lah. Makasih ya udah ngikutin ceritanya ^^

  3. Pendek amat. Duh, gara-gara udah part 6 aja konfliknya keliatan. Aaaa, plis sama Minho aja, toh Jinki udah ikhlas juga. Ya ya ya? *puppy eyes*

    Eh, jangan-jangan ternyata Hyein sama Minho udah kenal sejak kecil ya? Aku lupa dijelasin apa enggak, tapi dulu Hyein sempat pindah ke Jepang sebelum balik ke Korea ya? Heee, jangan-jangan CLBK nih, ihiiiir~~~ :3

    Tapi aku cuma berasumsi sih, haha. Btw scene waktu makan es krim itu romantis banget, sumpa. Aku bacanya sampe malu sendiri, hehe

    Udah ga sabar baca part terakhir nih Go go~ ^w^

    1. Memang sengaja dibikin pendek biar readernya penasaran huhahahaha #dikeplak
      Memang dibikin pendek biar yang baca enggak bosen sih sebenernya.
      Wahahahaha, asumsinya itu . . . . .

      Btw makasih ya udah ngikutin ceritanya ^^

  4. Love it baby, like, LOVE IT
    You are a damn good cliffhanger (ajari aku untuk begitu T__T)
    Yes, karakter ceweknya agresif, suka banget karakter kayak gini.
    Keep it up, LOVE IT.
    kiss&hug :3

    1. Waaaa makasih banget ya udah suka sama cerita ini
      Jadi malu >//<
      Kalo yang cliffhanger itu tergantung dari pemenggalannya aja kok, aku nggak tau gimana cara ngajarin orang buat bikin ceritanya menggantung .___.

      Makasih ya udah ngikutin ceritanya ^^

  5. Mulai memasuki tahap complicated!! Yahooooo~
    Segera segera segera part selanjutnya hehehe
    Ini kependekan sihhh :”)

    Gabisa ngebayangin klo minho nyium idungku, aku pasti lsg kejang2 :$

    1. Iyaaaaaa, sudah mau tamat jadi ini tinggal nunggu ujung-ujungnya yang bakal di post adminnya aja hehehe
      Wah, emang sengaja dibuat pendek biar yang baca nggak bosen tuh :p

      Makasih ya udah ngikutin ceritanya ^^

  6. Waaaah.. Daebak..
    Ceritanya makin bikin penasaran aja nih.
    Pas scene hyein berduaan sama minho bikin iri banget. Tp pas diending knp minho mau ngerelain hyein buat jinki? Pdhl minho kan cinta bgt sama hyein. Arrrggghh penasaran.. Reaksi minho gimana ya pas dia tau kalo hyein denger semua obrolan dia sam jinki tadi..
    Ditunggu part selanjutnya. Keep writing, thanks author^^

  7. Ohhh jadi hyein dulu suka juga sama ming?
    Trs skrg suka juga sm jinki?
    Jinjja-_- sulit bgt nihhhh
    Kalo semuanya ngalah hyein ngga sama siapa2 dong?
    Yaudah dua2nya buat aku aja lol
    Aku ikutan bingung. Hyein jangan ikutan bingung ya/?

Leave a Reply to ♥LeeMinnie♥ (@ade_amalya) Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s