[WFT D] My Present Is My First Love But Isn’t My Destiny

Author: Brilee (@BrigithaD)

Main cast:  Lee Taemin

Support cast : Regina, Taemin’s Appa,  Key, Choi Minho, Onew, Jonghyun

Length: One shot

Genre : Friendship, sad, romance

Rating: PG-13

Summary:  Maybe you aren’t my destiny

A/N:  It’s my first Fan Fiction.. Full with flashback and typo, maaf kalo bingung baca FF-nya. Dan ada yang tidak sesuai dengan realitas gitu (maklumi yang satu ini ya) Hehehe maklaumlah juniornya pemula. I hope you’ll like it  ^. ^

MY PRESENT is MY FIRST LOVE but ISN’T MY DESTINY

 

“Taeminie..  aku tak menyangka kalau kau sudah besar.”, ucap Key  sambil menatap kalender yang dipegangnya.

“ne?” tanya Taemin bingung.

“ besok ulangtahun-mu yang ke 21 kan?” jawab key sembari mendekati Taemin yang tengah duduk di sofa, “Hmm… kita harus merayakannya dengan acara seperti apa ya?” lanjut Key sembari menatap langit-langit ruang tengah dorm SHINee.

 “Tak usah dirayakan. Perayaan semegah dan semeriah apapun, tak akan menjadi menarik dan berharga tanpa hadirnya mereka. Huhh,,” Taemin menghembuskan nafas lalu menunduk sedih.

“KYAA!! Taemin sudah 2 kali ulang tahun-mu TIDAK dirayakan, tak bisakah kau berbahagia TANPA MEREKA?! LUPAKAN MEREKA!!, jadikan mereka masa lalumu. LUKIS HIDUPMU YANG BARU!” ucap Key dengan nada yang meninggi dan dengan mata yang mulai berair namun masih berusaha ia tahan.

MWO?? MELUPAKAN MEREKA? MUDAH SEKALI KAU MENGATAKAN ITU!!” bentak Taemin dan menatap tajam mata Key. Mereka terdiam, hingga taemin melanjutkan bicaranya “Mereka alasan aku hidup, Hyung. Mereka yang selalu meyadarkan ku untuk tidak putus asa. Mereka yang selalu mencegahku bunuh diri ketika aku frustasi dengan tingkah appa-ku” kini Taemin berkata dengan nada yang sedikit merendah, berusaha menahan tangis yang akan membuang air dari matanya yang indah itu.

Key  hanya memandang Taemin, kini tangis yang berusaha Key tahanpun akhirnya keluar dari sudut matanya. Key tak sanggup berkata-kata, baru kali ini Key  melihat Taemin membentak orang, terutama orang itu adalah dirinya-Hyungnya sendiri-.

Kematian Minho 3 tahun lalu (2bulan setelah ultah taemin) membuat Taemin menjadi pemurung. Membuat Taemin sangat terpuruk. Seketika itu Taemin kembali mengingat kebersamaannya dengan Minho  dulu.

Flashback

“Taemin, di ulangtahunmu yang ke 18 tahun nanti kau mau kuberikan hadiah seperti apa? Tapi jangan mahal-mahal ya! Hehehe..” ucap seorang namja bermata besar –Minho– sembari tersenyum manis dan mengacak rambut Taemin.

“ Ah, Hyung…rambutku jadi berantakan nih.hmm.. Aku mau hyung memberiku seorang gadis cantik dan pandai memasak” jawab Taemin sambil merapihkan rambutnya.

“Mwo? Gadis?” Tanya minho tak percaya.

“ye. Ayolah Hyung, aku ingin merasakan apa itu cinta” rengek Taemin manja.

“ah ne ne… tapi kau harus janji jangan sampai kau menyakiti hatinya”

“Ne, aku janji”

Flashback end

“Pssshh..” Taemin tertawa miris mengingatnya. “Hyung, aku pergi dulu. Uljima hyung, please stop crying because me” taemin menghapus air mata Hyung-nya itu dengan ibu jarinya. Lalu taemin berdiri dan beranjak mengambil kunci motornya, lalu pergi meninggalkan Key yang masih mematung

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Kini  Taemin telah berdiri mematung di sebuah pintu berwarna biru, pintu dari sebuah tempat yang ia sebut ‘Markas 3’-Markas ke-3 milik taemin yang memiliki banyak kenangan-. Ingatannya kembali ke 3 tahun yang lalu. Kejadian di hari ulang tahunnya ke 18.

Flashback

“Teeet!!!! SAENGIL CHUKHA HAMNIDA, TAEMINIE!!!!” suara terompet dan teriakan para personil SHINee itu mengejutkan Taemin saat membuka pintu markas 3. Taemin merasa sangat bahagia, karna mereka ingat hari ulang tahunnya.

“Taemin, ayo tiup lilinnya!” kata Minho sembari menyodorkan kue ulangtahun berwarna kuning dengan rasa pisang kesukaan taemin.

“ah ne”  jawab Taemin meng-iya-kan.

“Taeminie, berikan potongan pertamanya untukku ya!”  celetuk Jonghyun yang mengedipkan mata kirinya kearah Taemin.

“Tidak mungkin dia memberikanmu itu, pasti aku yang diberinya. Aku kan leader!” jawab Onew dengan menarik kerah bajunya sendiri –menyombong mungkin. 

“Kyaa!! tidak bisa. Hey Taemin kau harus memberikan potongan pertamanya untukku. Kau kan selalu kumasakan makanan lezat.” kini Key angkat bicara.

“hsstt….tak bisakah kalian di– ” perkataan Taemin terhenti ketika bola matanya menangkap sosok gadis yang duduk di pojok ruangan sedang menatapnya dengan senyuman. “ahh, senyumannya cantik sekali” batin Taemin. “Hyung, apa dia hadiah darimu?” taemin menunjuk gadis itu namun matanya menatap Minho.

“oh ye. Taemin kenalkan ini adik angkatku Regina ,dia dari Indonesia. Dan dia Shawol” kata minho ketika dia sudah berada di sebelah Regina — gadis yang duduk dipojok ruangan tadi.

“oh aku taemin. Senang berkenalan denganmu” taemin mengulurkan tangannya, lalu diambut dengan uluran tangan Regina.

“Regina” gadis itu menjawab dan terseyum manis. 

Deg…deg… “Astaga  kenapa jantung ini berdebar sangat cepat?” batin taemin. “Taemin, Regina kutitipkan padamu. Jaga dia baik-baik, atau aku yang akan memilikinya. Kami kan bukan saudara kandung.” goda minho.

“psshh, hyung… kau itu benar-benar menyebalkan!!!” jawab taemin kesal.

Personil yang lain hanya terkekeh melihat taemin. Termasuk pula Gina.

Deg…deg… “ah jantung ini benar-benar aneh” batin taemin saat jantungnya berdetak cepat ketika menatap Gina tertawa.

Yeah…. It’s  Taemin’s first love. So fast and so hard to believe

Flashback end

Taemin POV

Kubuka pintu Markas 3 ini dengan ragu. Kususuri markas ini, markas dimana Gina tinggal. Ya, aku yang menyuruhnya tinggal di markas ini, bersamaku tentunya. Dan tap.. bola mataku kini tertuju pada sofa panjang di ruang tengah. . Ku tatap sofa itu dalam, begitu lekat. Mungkin jika ada orang yang melihat tatapanku ini mereka akan bilang bahwa aku ini begitu menyedikan, begitu kacau.  Sofa itu, sofa dimana aku dan Gina sering bercanda bersama. Dulu kami tinggal bersama. Bukan tanpa alasan aku menyuruhnya tinggal disini. Ah… begitu menyedihkan mengingat alasannya.

Flashback

“Taemin, baiklah kalau kau memang tak mau menjadi pengganti appa mengurus perusahaan. Tapi kau harus menikah dengan Naeun — anak partner bisnis appa” kata seorang namja yang mengenakan jas hitam yang begitu elegan, ya..itu appaku.

“Aku tidak mau. Aku sudah punya yeojachingu”jawab ku dingin.

“rupanya kau belum mengenal appa-mu ini dengan baik. Aku bisa melakukan seseatu hal yang buruk, Yang mungkin tak pernah kau bayangkan.”

“Aku tak peduli apa yang akan appa lakukan padaku. Bahkan jika aku dikeluarkan dari keluarga Lee aku tak keberatan.”jawab kukesal.

“baiklah.. ‘eoh, kalian sudah siap? Lakukan sekarang’” appa berbicara ditelepon dengan seseorang, entah siapa.

Tunggu, apa yang akan dia lakukan? Ah aku tak peduli.

“baiklah, appa pergi”

“hmm..” jawabku singkat ketika appa pamit

Tak berapa lama setelah appa pulang, seseorang menelponku.  “yeoboseo?”

“Taemin.. Gina kecelakaan! cepatlah ke RS Qwerty” suara Key membuatku terkejut.

Astaga..pasti ini perbuatan appa.. “arghhhh!!” geram ku kesal. Berita itu membuatku hancur, lemah. Perkataanku tadi ternyata berakhir seperti ini. Tak kusangka ternyata sasaran appa adalah Gina. What should I do? Apa aku harus melepaskan Gina begitu saja? Apa aku harus meninggalkan cinta pertamaku? Hmm.. mungkin iya, demi keselamatan Gina –cinta pertamaku. Aku segera melajukan motorku ke Rumah Sakit  secepat mungkin.

~

Kini ku telah tiba di Rumah Sakit. kakiku melangkah seenaknya. entah kearah mana kaki ini mengiringku. Tak peduli kemana. Aku hanya mengkhawatirkan keadaan Gina. Tiba-tiba aku menangkap sosok Key Hyung di depan ruang UGD. Ah ternyata aku melangkah ke ruang UGD. “bagaimana keadaan Gina, Hyung?” tanyaku, namun Key hanya menggeleng. 

Entah berapa lama aku mondar-mandir di depan pintu UGD. Perasaanku berkecamuk. Sempat terlintas dipikiranku untuk bunuh diri jika ternyata nyawa Gina tak terselamatkan. Dengan begitu aku bisa hidup bahagia dengannya.

Tiba-tiba dokter keluar, “syukurlah, dia selamat”.

Ahh perkataan itu membuatku merasa seperti mendapat Grammy Award 7 kali berturut-turut. “Terimakasih dok!”

 “seharusnya kau juga berterimakasih dengan Key, dia telah mendonorkan banyak darah untuk menyelamatkannya” jawab dokter menepuk punggung Key.

“jinjja? Ah…gomawo,Hyung!!” aku memeluk Key hyung.

“ah ne.” Key hyung melepaskan pelukanku “ Mungkin ada baiknya kalau Gina tinggal bersamamu. Jaga dia, jangan sampai Minho mengambil Gina”

“Ne, hyung”

Flashback end

Ingatanku beralih. Kini aku mengingat Gina terus memeluku di sofa ini karna takut petir. Ahh… aku terseyum mengingatnya walau dengan airmata yang tak mau berhenti

Flashback

Taemin sedang terlihat asik menari di ruang tengah Markas 3 saat diluar sedang hujan lebat. Tiba-tiba suara petir yang memekakkan telinga terdengar hampir bersamaan dengan teriakan Gina. Gina berlari keluar dari kamarnya ke ruang tengah. Gina memeluk erat Taemin, yang kini terduduk di sofa.

 “hiks..hiks.. oppa, suara apa itu? Kenapa begitu menakutkan?”  Suara Gina terdengar ketakutan.

“kya, berhentilah menangis itu hanya suara petir. Kau tak pernah mendengar petir?”jawab taemin halus sembari mengusap usap puncak kepala Gina.

 “baru kali ini aku mendengarnya, oppa. Aku selalu dikamar, dan kamarku terletak ditengah rumah”

“kau tak pernah keluar rumah?”

“pernah, sesekali. Karena ayahku selalu menyuruhku dirumah. Dia terlalu overprotective. Bahkan aku hanya home school”

“hmm…begitu rupanya lalu bagaimana kau bisa bertemu dengan Minho hyung dan pergi ke korea?”

“setelah ayahku meninggal setahun yang lalu, aku bebas keluar rumah. Aku pergi kerumah umma-ku di korea, dan bertemu minho oppa disana. Minho oppa itu anak dari teman umma-ku.”

“Ummamu orang korea?”

 “ye, umma asli korea dan ayah keturunan arab Indonesia”

“Pantas matamu besar… Entah, tapi ketika aku menatap matamu jantungku berdebar lebih cepat. Dan jauh lebih cepat ketika aku melihat senyuman mu.”

 “benarkah? Ahh…aku senang mendengarnya. Oppa, bolehkah aku tidur dipelukan mu?”

“ne” aku tersenyum mendengar permintaannya

“jangan lepaskan aku Oppa”

 “mm..ne..Saranghae Gina-ah” kukecup dahi gadis itu. Ahh… bahagia rasanya

 “nado oppa”

Flashback end

Kaki ku mulai berjalan gontai. Mungkin karena tubuhku sudah terlalu lelah karna menangis. Kini kakiku melangkah kearah kamar Gina. Kamarnya sedikit berdebu karna lama tak ditinggali. Tatapan mataku tertuju pada sebuah kotak di atas ranjang Gina. Kotak itu tak berdebu. Kucoba membukanya.

Kaset. Sebuah kaset. Kucoba memutarnya di ruang tengah. Kududuk di sofa itu. Ketika ku putar play, tampak wajah Gina – wajah yang selalu kurindukan — . terdengar dengan jelas dia berkata

 “Annyeong oppa.. Saengil Chukha hamnida… maaf aku tak bisa menemanimu. Karna pasti ketika kau melihat ini aku sudah pergi dari bumi ini. Oppa maafkan aku karena menghilang selama 3 bulan dan tiba-tiba kau harus datang di pemakamanku. Hehehe…. Entah kapan kau menonton video ini, tapi aku menyuruh Key oppa untuk meletakannya di kamar ku setelah operasiku gagal. Ya..kuharap kau mendatangi kamarku ketika kau ulang tahun. Oppa…,,,, hmmm…. aku sakit gegar otak, kelanjutan penyakit dari kecelakaanku waktu itu. Maaf aku tak memberitahumu. Oppa aku mencintaimu, karenanya aku tak member tahumu. Aku tak mau kau khawatir. Mianhe oppa…jeongmal mianhe… hiks hiks..Hmm.. Oppa saranghae, jeongmal saranghae..hiks.. ah kenapa aku menangis seperti ini. Ah oppa jangan menatapku dulu, aku tak ingin kau melihatku menangis. Hmmm yap… huh oke. Oppa juga jangan menangis ya. Jangan juga berfikiran untuk bunuh diri. Oppa  tau tidak,  jika oppa bunuh diri maka arwah oppa akan masuk neraka… hiiii seram…. Hemm… sudah ya oppa.. sepertinya aku akan pergi sebentar lagi. I always love you, oppa. Jangan lupakan aku.. Saranghae”

“ANDWAE!!! Don’t leave me alone Gina-ah!! ARGHHHHH!!!!! Aku benci dunia ini…” kuacak rambutku. Kecewa, kesal, menyesal. Dan, ah… rasanya aku ingin mati saja. Apakah minho hyung melihat ku disana? Melihat bahwa aku tak mampu menjaga Gina.

“Pshh… sepertinya kau sangat menyayangi adik angkatmu itu ya Hyung? KENAPA KAU MENJEMPUTNYA SECEPAT INI?! KENAPA KAU TAK MENJEMPUTKU JUGA?! KENAPA HYUNG? KENAPA? Kenapa?” aku menangs sejadi-jadinya.. jantung terasa tak sanggup lagi berdetak. Sesak. Begitu sesak. Sangat sesak. Hatiku sakit.. terluka, tergores, tercambuk. Ah.. tak tau harus perkataan seperti apa lagi yang harus ku ungkapan untuk melukiskan betapa sakitnya hatiku. Pandanganku tiba tiba gelap.. aku lelah…inginku terlelap walau dalam tangis..

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

“Taeminie.. wake up!!! Sudah siang!!” suara nyaring Key hyung membangunkanku.

“hmmmh..” gumamku

“Aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu disini.”

“waeyo?”

 “Ada surat dari agensi. Sepertinya kau akan mengikuti reality show WGM”

“Mwo? Kenapa begitu mendadak. Kenapa tak ada yang pernah menbicarakannya denganku? Seenaknya saja membuat keputusan”

“sudahlah terima saja. Siapa tahu couple mu nanti akan menjadi cintamu yang berikutnya”

 “Hanya Gina yang ada di hatiku Hyung. Camkan itu!!!” jawabku kesal

“ne, aku mengerti. Hmm…Ini fotonya, dia adik kelasmu SMP dulu. Naeun namanya” Key hyung meletakan sebuah foto lalu beranjak pergi.

“Mwo? Naeun?” pasti appa yang melakukannya.

 Appa pasti telah membicarakan hal ini dengan pihak  agensi. Ahh… kali ini aku menyerah padamu, appa. Akan kulakukan apa maumu. Aku menyerah untuk kali ini. Tapi lain waktu,, tunggu saja pembalasan ku

 “pshh… Maybe you aren’t my destiny, Gina-ah” aku tersenyum miris..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

64 thoughts on “[WFT D] My Present Is My First Love But Isn’t My Destiny

  1. Hiks, hiks… Miris T.T

    kasian bgt taem. Gara2 appanya nih (?)
    Ceritany nyentuh bgt T.T tapi cma dari segi penulisan yang kurang. Masih ada ejaan yg salah ama tanda baca dikit, penggunaan huruf kapital… Hehe🙂
    Tapi gapapa, aku suka kok nyentuh bgt😥

    Keep writing yaa🙂

  2. minho kenapa mati???? gara2 appa-nya taemin ya? jahat!😦 sedih banget, menyentuh…
    oyaa aku jd pingin jadi si gina, disayang taemin oppa gitu😀
    Keep writing~😀

  3. Kasihan taemin😥 appanya kejam banget , yang sabar ya taem

    Nice FF, Keep Writing ne ^^

    Oh ya mampir ya di FF aku noh di sebelah yang dululnya “We Hate (Love) You, Lee Taemin!” *promosi berkelanjutan._.

  4. Githaaa… aku mau cuap-cuap agak panjang boleh kan ya?

    Sebenernya, aku suka endingnya. Yeap, WGM Naeun hasil kerjasama dengan Appa-nya Taemin. Cuma sayang, aku ga begitu menikmati alurnya, mungkin karena banyak flashback-nya jadi agak bingung. Terus, ini kan sebenernya cerita sedih, kalo dalam pandanganku, cerita macem ini bagusnya dibanyakin narasinya, biar yang baca ikutan sedih juga. Latihan terus nulis ya Git😀

    Aku sempet ngamatin di bagian2 awal aja, udah ke belakangnya lebih merhatiin cerita. Ini yang aku tangkep:
    “ne?” –> Huruf n harusnya kapital karena ini kan di awal dialog
    “…mereka. Huhh,,” –> kayaknya km sering pake 2 tanda koma begini ya? Tanda titik juga sering ditulis dobel ama kamu.
    LUPAKAN MEREKA!!, —> abis tanda seru ga usah koma lagi
    menyadarkan ku –> menyadarkanku

    …terutama orang itu adalah dirinya-Hyungnya sendiri-. >> ini kenapa ada tanda (-) sebelum titik? Setauku harusnya ga ada.
    2(spasi)bulan

    ulangtahunmu >> ulang tahunmu
    ke 18 >> ke-18

    Aku juga sering nemuin kata yang huruf awalnya engga kapital padahal letaknya setelah titik, tanda seru, atau tanda tanya. Nama orang juga seharusnya diawali dengan kapital.
    Ayolah Hyung, aku ingin merasakan apa itu cinta(titik)”
    “Pssshh..” >> setahuku titiknya harus 3, engga ada titik cuma 2.
    dipojok >> di pojok. Kalo ada ‘ke’, ‘di’ dsb yang diikuti keterangan tempat penulisannya dipisah (di rumah, ke kantin). Kecuali kalo konteksnya imbuhan, baru disatuin (dipukul, dikhianati, dsb)
    Kami kan bukan saudara kandung(koma)” goda minho >> kalo ada dialog yang diikuti semacem ‘goda’, ‘ujar’, ‘bisik’ dsb, jangan lupa kasih tanda koma sebelum tanda petik penutup.

    Terus di sini aku ngerasa ada yang aneh.:

    Aku tak peduli apa yang akan appa lakukan padaku. Bahkan jika aku dikeluarkan dari keluarga Lee aku tak keberatan.”jawab kukesal.

    “baiklah.. ‘eoh, kalian sudah siap? Lakukan sekarang’” appa berbicara ditelepon dengan seseorang, entah siapa.

    Ceritanya Taeminnya lagi bicara sengit sama ayahnya kan? kok tiba2 ayahnya itu udah ngangkat telepon aja? Mungkin sebaiknya dikasih narasi dulu, gini misalnya:

    “Aku tak peduli apa yang akan appa lakukan padaku. Bahkan jika aku dikeluarkan dari keluarga Lee aku tak keberatan,”jawabku dengan kesal.
    Appa-ku seolah tak memedulikan ucapanku, ia justru memalingkan mukanya dariku dan kemudian berbicara dengan seseorang di telepon, “Baiklah.. ‘eoh, kalian sudah siap? Lakukan sekarang.”

    Ke bawahnya masih banyak lagi yang mengganjal pas aku baca, tapi aku ga ingetin satu2. Ke depannya semoga bisa lebih baik ya Git ^^
    Semangat terus! Jangan bosen latihan nulis yaaa😀

  5. siap bos~ hehehe…
    btw, thanksnya atas komennya. semoga bisa aku bisa lebih baik dalam penulisan
    oiya masalah titik double, itu memang kebiasaan aku sejak SMA hehehe harap maklum ^.^v

    1. iyap! pertama nulis wajar kalo masih agak berantakan, aku juga begitu dulunya. Yang penting ga patah semangat untuk menjadi lebih baik😀

  6. Halo, Brilee😀
    Wow! So this is your first fan fiction? Glad to know that you write! (FF debut loh ini! Yay! Excited!😀 )
    Ceritanya sedih…Taemin kehilangan dua orang yang disayanginya. Tapi hidup berjalan terus, semangat, Taemin!😀
    Brilee, fanfiction pertama kamu bagus. Tapi teknis penulisan mesti diperhatikan ya. Kalimat langsung diawali dengan huruf besar setelah tanpa petik (aku pernah lihat yang diawali huruf kecil, tapi itu fungsinya sebagai kalimat lanjutan setelah jeda yang diisi dengan kalimat tidak langsung, dan menurutku itu hanya karena kalimat tidak langsung yang menjadi jedanya, diakhiri dengan tanda titik, itu menurutku lho, ya)
    Pake flashback ga masalah kok, kalo emang konsep ceritanya seperti itu😀
    Oiya, perhatikan kata depan, ya. ‘dipojok’ seharusnya ‘di pojok’😀
    Panggilan harus menggunakan huruf besar, kayak “blablabla, Oppa,” gitu😀
    Em, apa aku melewatkan Minho, ya? Di sini Minho ga banyak diceritakan, padahal kepergian selamanya itu hal yang penting dan setidaknya dibicarakan sedikit sebabnya.
    Trus, perhatikan grammar jika menggunakan kata berbahasa Inggris. ‘Because of me”, bukan “because me” gitu. Trus, penggunaan bahasa asing sebaiknya dicetak miring. Dan khususnya Bahasa Korea, aku pikir akan lebih baik jika diberi keterangan di bawahnya, karena ga seperti Bahasa Inggris yang sudah umum, ga semua orang bakal paham Bahasa Korea (terutama jika reader-mu nanti pembaca non-kpop), jadi kalau kamu tulis keterangan di bawah, mereka masih bisa menikmati FF kamu😀
    Tapi tapi tapi, FF ini ceritanya bagus. Kembangkan lagi karyamu, ya😀 Manjakan reader dengan caramu mengemas cerita😀 . Banyak-banyak baca novel/cerpen/(bahkan) komik buat referensi penulisan ya🙂
    Nice job, Brilee😀

    1. thanks ya udah mau baca, memberi komentar dan saran ^.^
      semoga selanjutnya aku bisa lebih baik lagi, Amin~
      oiya soal minho itu, niatnya sih mau dibahas di after story tapi blm sempat terkirim. maaf ya atas kesalahan aku yang memang babo ini T.T

  7. RALAT KOMEN AKU:
    “Brilee, fanfiction pertama kamu bagus. Tapi teknis penulisan mesti diperhatikan ya. Kalimat langsung diawali dengan huruf besar setelah TANPA petik”, kata ‘TANPA’ di sana maksudnya ‘TANDA’. Maaf, ya😀

  8. seperti komen-komen di atas, aku juga merasa hal yang sama ..
    first, pas aku baca di awal cerita, penggunaan bahasa inggris yang mengganjal, sprti yng sdh disebutkan di komen sblumnya, sharusnya ‘becouse me’ diganti jadi ‘becouse of you”
    penataan grammarnya harus sesuai..
    trus yng kedua, bahasa korea yang digunakan, sharusnya jika Taemin berbicara dngan Key harus mnggunakan kata-kata formal, sperti ‘jinjja’ sharusnya jd ‘jinjjayo’ ato gomawo arus gomawoyo, blakangnya harus ditambah dngan ‘yo’ untuk respect dngan orang yng lebih tua .. trus kata ‘ne’ bisa diganti jadi ‘geuraeyo’ karena mreka sudah mngenal dekat satu sama yng lainnya ..

    untuk alur ceritanya sudah bagus, tp kalo boleh diperpanjangin narasinya ya, biar penjelasannya kedapet, dan saat menggunakan POV, mngkn adha baiknya lbh menonjolkan perasaan… tp yah,, karena ini adlah FF debut, itu udha sngat bagus kok …
    dulu saat aku pertama kali membuat FF malah jauh lebih parah, tp krena ada komen-komen pnjang sperti ini, teknik tulisanku meningkat..
    ohya, lebih bnyak membaca FF dan novel-novel untuk referensi ya ^^ itu sngat membantu kamu tuk menulis.. (krena itu yng kulakukan skarang :P)

    peace ^^ jngan marah ya krena commentku udha pnjang lebar sperti ini😛

    1. Nggak marah kok, tenang aja. terima kasih untuk penatarannya ya. Semoga aku bisa memperbaiki teknik penulisannya. Amin~ ^.^

  9. hmm… kasih tau gak ya? sebenernya sih dijelasin di afterstory, tapi karna gak terkirim, aku kasih tau deh, hehehe
    Minho yang ganteng itu dibunuh sama ayahnya taemin. Jahatnya ayah taemin T.T
    btw thanks ya udah mau baca FF ku yang tak sempurna ini ^.~

  10. Hi hi author~ salam kenal ya!🙂
    nah, aku suka nih FF dengan genre sad kayak gini,cuma itu tentang minho nya sayang banget ya gak kekirim. Padahal biar tambah jelas kan, tp gak papa kok tetep bisa diikuti.
    Semangat ya FF pertamanya!
    still, Fighting author! Hope the best for you ^^

  11. hello githa🙂 karena komen2 di atasku udah pada nyinggung teknik penulisan, dll aku mau kasih semangat aja deh.. Semangat nulisnya, ya.. Jangan nyerah biarpun nerima kritik dan saran.. Malah kalau perlu kamu catetin masukan2nya supaya lain kali gak mengulangi kesalahan yang sama😉
    Aku sekalian mau nambahin tips nih.. Kan kamu banyak flashback nih ceritanya.. Nah, flashback itu bisa dikemas supaya ngalir sama ff-nya jadi gak terlalu banyak on-off flashback..
    Misalnya ya, pas taemin inget sama gina, tanpa pake flashback on bisa langsung dibikin taemin bayangin sosok gina dan narasinya tetep pakai waktu yg skrng..

    Aku komen pke hape, jd gak bs kopas langsung ffnya.. Tp misalnya yg bagian petir itu:

    Gina takut pada petir. Aku masih ingat malam dimana hujan turun dengan lebatnya. Suara petir membuat Gina menjerit dan berlari ke arahku yang sedang duduk di sofa, lalu memelukku.
    “Hiks, hiks, suara apa itu, Oppa? Mengapa begitu menakutkan?” (Diitalic)
    Saat itu aku tersenyum dan membelai lembut puncak kepalanya. Lalu menjelaskan tentang suara petir yang katanya tak pernah ia dengar sekeras itu sebelumnya sehingga membuatnya terkejut dan merasa takut.

    Note: ini mungkin jd berkaitan sama sarannya bibib, klo ff yg ngutamain feel, apalagi yg sedih gitu, enakan pakai narasi drpd dialog yg banyak.

    Keep writing😉

  12. wah, koment-koment eyd-nya dah banyak. tapi emang itu yang paling mencolok ya?
    ceritanya ini kayak bukan cerita Taemin, kayak campur gado-gado antara fiksi sama nyata gtu. klo menurut aku sih klo nya harus berkesan nyata. molla!!
    ya, pokoknya semangat!! buat belajar, okey?

    1. hehehe… maaf ya kalo tulisannya mengganggu pemandangan mata
      lain kali aku bikin yang lebih nyaman dilihat
      Thanks ya udah mau baca dan komentar ^.^

  13. Wah…. Ceritanya mengharu biru…. Aku kayaknya pernah baca yg bagian awal Minho udah meninggal pas ultah Taemin… Tp mungkin scene-nya sama deng..hehe

    Wah…. Konkritnya udah di borong sama bibib… Tp cuma mau curhat… Kamu sama deh kayak aku waktu jd pemula.. #sekrang aja msih iya… So’al titik dua…haha bisa samaan kebiasaannya.😀

    Oke… Keep writing ya say!!! Semangat! Semangat!

    1. minho tewas dibunuh oleh ayahnya taemin T.T
      onew-nya sibuk tuh, jadinya gak sempet nandatanganin kontrak buat main di FF ini, hehehe ^.^
      thanks ya udah mau baca+komen

  14. Aah, yayaya…
    Jadi Taemin kehilangan dua orang yang dicintainya? Ya ampuun..😦

    Bentar.. *nge-scroll ke atas*, ini ff debut? Aah, cakep ini mah. Samaan sama aku, pas awal2 nulis, banyak pake tanda titik, kesannya itu akhir kalimatnya dibikin gantung gimanaa gitu *?*. Ke sini2 juga masih susah ngilangin kebiasaan pake titik dobel gitu ._.”

    Dan, untuk masalah tanda baca udah deh ya, diborong semua sama komen di atas..xD
    Kalau pakai flashback gini, awal2nya aku juga kayak di cerita kamu ini, pakai kata flashback end dsb. Nah, gimana kalau seandainya cukup di kasih tanda pergantian scene gitu, kayak tanda strip panjang, sama dengan, bintang2, pagar2, trus rata tengah *terserah aja pengennya yg mana*, trus dikasi narasi dikit tentang suasana pas di flashback itu *sama kayak komen sebelumnya*. Mungkin tulisannya jadi lebih apik gimanaa gitu. Tapi tergantung Githa sendiri nyamannya dimana. Ntar lama kelamaan Githa bakal nemu cara nulis sendiri yang unik.😉

    Semangat semangat semangaaaaat!!! yuhuuu >.<9

  15. Halooooooooooo~
    Debut ini ya? Waw. Aku sukaaa banget sama ide ceritanya. Suka suka sukaaaaa hehehe😀
    Oh ya Brilee, FF kamu ini bagus, ide ceritanya oke, cumaaaa teknik penulisannya harus lebih di perhatikan yaaa😀
    Well, sebagian besar udah di babat ama kak Bibib dan Ariesy. Kalau gitu aku ingetin aja dikit, kamu harus lebih memperhatikan penggunaan huruf kapital, seperti pada awal kalimat, cthnya : “ne?” —> “Ne?”
    Huruf kecil bisa digunakan TAPI pada kalimat sambungan. cthnya : “Bukannya aku tidak mau memberitahumu,” Penny mengambil napas panjang “aku sudah terlanjur berjanji untuk menjaga rahasia ini.”

    Nah, terus pada akhir kalimat, kalau bukan kalimat tanya ataupun yang menggunakan tanda seru jangan lupa kasi tanda (.) yaaaa🙂 cthny : “ye. Ayolah Hyung, aku ingin
    merasakan apa itu cinta” —> “Ye. Ayolah Hyung, aku ingin merasakan apa itu cinta.”
    Trus trusss nama orang dan panggilan jangan lupa dikapitalin yaww😀 dannn masalah kata depan juga harus diperhatikan. Kalau kata depannya diikuti oleh keterangan tempat atau lokasi, dikasih spasi yaa, cthnya : di kamar, di dapur, di pojok dan kalau dia imbuhan ga pake spasi, kaya dikunci, dimasak, dijemur😀

    Soal flashback, kalau menurut aku gak usah pake kata2 “Flasback” trus diakhiri “Flashback end”
    diitalic aja kayaknya reader uda ngerti deh (menurutku loh yaa :3) atau kalau boleh saran diwarnain aja. Misalnya yg di flashback dikasi warna merah, ntar kamu ks keterangan diatas “P.S : Tulisan yang berwarna merah itu flashback yaaaaaaaa :*” gitu :3

    Dan agaknya grammar serta narasi diperhatikan lagi🙂 sama tanda penjelas (adu aku gatau namanya:3) yg tanda (–) itu lohh. Yang aku tahu itu tanda kurang dua biji harus digabung terus gempet (gak dispasi) ama kalimat sebelumnya.

    But, aku suka FF ini.. This is much much better than my first FF, ya.. FF pertamaku adalah suatu kegagalan besar dan sangat memalukan. Asli ancur gak tahu bilang :3 hahaha, semangat Brilee! Terus asah kemampuannya, banyak cari referensi ide cerita dari novel-novel, film, manga, apasaja yang mengandung fiksi lah pokonya, hehe😀 tapi kadang aku jg sering nemu ide dari lagu ataupun sesuatu yg terjadi di sekitarku. Fighting! Ganbatteeeee.

  16. Sepertinya membutuhkan kelanjutannya author, gimana cara balasannya. Balas ke NaEun atau balasnya ke appanya. Cara pembalasan yang seperti apa.
    Tragis juga langkah yang diambil appanya TaeMin, secara TaeMin bisa mengambil jalur hukum untuk menuntut.
    Walaupun ada beberapa penulisan yang typho. Yah okay lah.
    Semangat! (งˆ▽ˆ)ง

    1. Thanks ya udah mau baca+komentar
      Kelanjutannya? Hmm… gmn ya, soalnya udah ada yang aku bocorin. Mungkin nanti aku buat versi lainnya atau mungkin aku edit sedikit.
      Sekali lagi thanks ya ^.^

  17. “lain waktu,, tunggu saja pembalasan ku” <– nah loh, ahjussi, jadi dibenci anak sendiri pan, mana kayanya taem dendam bgt pula ._.
    appanya taemin licik ih ._. mentang2 punya kuasa jadi gitu ye ahjussi~ ._.
    pan kasian si taemin, kasian juga gina…
    oia, minho meninggalnya itu kenapa?o_O

  18. Ho’oh, jahat ya appanya taemin. Minho meninggal juga karna appanya taemin tuh~ T.T
    Oh ya, thanks ya udah mau baca+komen ^.^

  19. Brille…
    Ceritanya agak-agak kurang sreeek. kenapa Taeminnya dibuat kayak gituu? Kasian Taeminnya.
    Terus dicerita ini, ga dijelasin si Gina itu diapain sama Appanya Taemin.
    But, after all this is good. Coba unyuk next projeknya dibikin pelan pelan ceritanya..
    Ditunggu ff selanjutnya yaaa brille :3

  20. oke, Githa. untuk ff debut ini udah cukup bagus, kok. ide ceritanya keren tapi bakal lebih keren kalo pembawaan ceritanya dibuat lebih pas lagi. semua komen ttg tekhnis penulisan dan eyd di atas itu membangun, jadi jangan patah semangat karena komenny panjang2. itu brrt keluarga SF3SI sayang n peduli ama Githa. ayo kita belajar sama2~~

    aq jg sama dgn yg lain, bingung d bagian minho yg juga mati. untuk genre ini memang lebih baik dikasih banyak narasi yg menyayat2 hati gimana gitu supaya feelnya dapet. lonjakan emosi yg tiba2 di awal cerita itu agak ngebingungin karena narasinya kurang. kalo aja ditambah lagi, cerita ini pasti keren banget.

    oh, ya. di cerita selanjutnya beri gaya khas sendiri pada cerita Githa, jadi begitu orang baca langsung terpikir ‘oh, ini gayanya Githa banget!’
    aq tunggu, lho!

    btw, it’s still a good job! keep writing~~

  21. heemmmm… sepertinya semuanya sudah dijelaskan sama sesepuh2 diatas yaa.. jujur aku bingung baca FF nya -_-v pissss

    menurutku terlalu cepat, kalo panjangan pasti ceritanya akan lebih gregeeetttt.. heheheh..

    tetep menulis yaaaa.. trus dikirim ke sf3si dehhh… semangatt

  22. siap bos! Next FF aku usahain lebih baik.
    Maunya sih ngirim lagi, siapa tau FF aku selanjutnya lebih baik (menunjukan perbaikan). Tapi entahlah akan dipublish oleh admin atau tidak.
    Btw, thanks ya udah mau baca ^.^

  23. Jangan lupakan penggunaan huruf besar dan tanda titik yaa >>>

    “Taeminie.. wake up!!! Sudah siang!!” suara nyaring Key hyung membangunkanku.
    “hmmmh..” gumamku
    “Aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu disini.”
    “waeyo?”
    “Ada surat dari agensi. Sepertinya kau akan mengikuti reality show WGM”
    “Mwo? Kenapa begitu mendadak. Kenapa tak ada yang pernah menbicarakannya denganku? Seenaknya saja membuat keputusan”
    “sudahlah terima saja. Siapa tahu couple mu nanti akan menjadi cintamu yang berikutnya”
    “Hanya Gina yang ada di hatiku Hyung. Camkan itu!!!” jawabku kesal
    “ne, aku mengerti. Hmm…Ini fotonya, dia adik kelasmu SMP dulu. Naeun namanya” Key hyung meletakan sebuah foto lalu beranjak pergi.

    1.yang “hmmmh..” itu huruf “h” nya harus besar, kan diawal kalimat.
    2. Masih pada baris yang sama, setelah gumamku jangan lupakan tanda titik. Kalo lupa, jadi aneh dong ceritanya^^
    3. >> Naeun namanya” Key hyung meletakan sebuah foto lalu beranjak pergi. <> [WFT B] Kenapa Taemin Jadi Artis?

  24. jamong sama onyu gak meninggal kan?? yang meninggal cuma Minho sama Gina nya kan? aahh… sedihhhh…. *elap ingus -_-* Jjang!

  25. Sedih , kesel , gemes semuanya campur aduk baca kisah taemin. Tapi yang aku masih bingung kenapa minho meninggal? Terus jjong sama onew kemana? Meninggal jg? Kenapa cuma taemin sama key aja yg tersisa. Itu aja sih yg buat bingung. Tapi overall ceritanya menarik.
    Keep writing !!! :)9

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s