[WFT B] The Last Dream

The Last Dream

Title     : The Last Dream

Author : CblinK

Genre  : Life Story, Fantasy, little sad.

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Cast     :

  • Lee Taemin (SHINee)
  • Kim  Jin Ae
  • Kim Jonghyun (SHINee)
  • Lee Jinki (SHINee)

Support Cast   : Find Alone Ok!

Annyeonghasseo,… ini adalah Fanfiction percobaan aku, semoga ngga jelek-jelek amat ya? Aku juga ngga tahu ini menyimpang dari tema atau ngga. Tapi tak apalah. Udah terlanjur dibuat, hehehe,.. So, Tinggalin jejak setelah baca OK!!! Warning Typo!

That’s story just fiction. Character, setting and plot it’s mine.

Pernahkah kalian berfikir bagaimana kehidupan seorang Lee Taemin jika dia bukanlah seorang artis yang terkenal dan hanya menjadi orang biasa yang hanya memiliki cinta?

THE LAST DREAM

***

“Hhhhhaaaa….” Seorang gadis menghela nafas di bawah pepohonan marpel. Ia duduk menyandar. Udara sejuk dengan kerindangan yang membawa damai menambah suasana hari itu.

“Tuhan,.. seperti inikah dunia?” Lanjutnya lusuh.

“Seperti itulah!” Sahut seorang lelaki dari arah belakang. Dia duduk membelakangi pohon.

“Taemin? Lee Taemin!” Ucapnya menoleh untuk memastikan pemilik suara itu.

“Seperti inilah dunia yang sebenarnya.” Tersenyum. “Matahari akan tersenyum ketika kita bahagia. Langit akan bersedih ketika kita menangis. Rembulan akan temaram ketika kita selalu mengeluh.”

“Aku tak pernah berfikir seperti itu. Aku tak menduga jika semua serumit itu.”

“Kau bukan tak pernah berfikir.” Lirih Taemin. “Ya, kau bukan tak pernah menduga semua itu.  Tetapi, kau hanya saja belum memikirkannya. Semua tidak akan rumit jika kau mau mencoba untuk menyelesaikan semuanya dengan benar.”

“Lantas! Dari manakah aku harus memulainya?”

“Itulah jawaban yang seharusanya kau cari saat ini…” Suara Taemin semakin lemah dan melemah.

“Apa maksudmu?” Gadis itu membalikkan tubuhnya agar bisa menatap Taemin namun sosok yang ia cari telah sirna. “Taemin-ya… Lee Taemin!!” Panggilnya berkali-kali.

“Cari jawaban itu Jin Ae-ya.. Cari itu.!” Suara Taemin samar-samar menggema.

“Taemin! Taemin-ya! Lee Taemin!” panggil Jin Ae mencari ke seluruh sudut pepohonan marple.

***

Andaikan cinta tak pernah melihat keadaan. Andaikan cinta selalu menerima. Andaikan cinta mampu mengartikannya. Aku tak tahu lagi ungkapan apa yang bisa aku ungkapkan untuk dirinya. Mimpi yang selalu membayangi hidupku. Mimpi yang selalu berlalu lalang dalam tidurku. Begitu indah untuk di jabarkan dengan logika kehidupan.

“Kim Jin Ae!!!” suara lelaki membuyarkan segala isi fikiranku.

“Ya!! Lee Taemin!” bentakku. “Kau mengagetkanku.” Jawabku manyun.

Seperti inilah keadaan yang sebenarnya. Lee Taemin, hanya nama itu yang tersimpan abadi dalam hatiku. Seseorang yang selalu membuat jantungku lari marathon di setiap aku berada di dekatnya.

“Aish!! Kau ini! Kau tak merindukanku?”

“Hahaha… memang seberapa besar nyalimu menanyakan itu kepadaku?”

“Jadi??” Taemin mendekatkan wajahnya 5 cm di depanku. Sukses mebuatku hampir terjatuh dari bangku taman tempatku duduk saat ini.

“NE,..ne,…ne… aku kalah! Yah. Aku memang merindukanmu. Apa kau puas?”

“Ok!!! Jawaban yang begitu indah.” Ujarnya sembari mencubit pipiku yang mungkin sudah seperti tomat. Terkadang aku tak habis fikir. Seperti apakah seorang Lee Taemin yang sebenarnya. Bagaimanakah kehidupanya selama ini.

“Ehem!” Seseorang berdeham di belakangku. Reflek aku pun menoleh.

“Jonghyun Oppa!!” Seruku.

“Apakah Jinki membuatmu bahagia Jin Ae?” Tanya oppa kepadaku dengan senyum khasnya.

“Jinki???” fikirku dalam hati, nama itu menyadarkan sesuatu untukku.

“Siapa kau?” tanyaku mendorong tubuh yang berada dihadapanku yang oppa sebut Jinki itu. “Kau bukan Lee Taemin! Dimana Taemin? Oppa!! Dimana Taemin sebenarnya? Oppa!!! Jawab..” ujarku memperjelas keadaan.

***

“Jin Ae-ah Tenang,…” eluh Jinki. “Kenapa hal seperti ini yang selalu terjadi ketika kau menyadari jika aku bukanlah Taemin?” lanjutnya.

“Oppa!! Dia bukan Taemin!!!”

“Jin Ae,..YA!  Kim Jin Ae,.. SADARLAH!!! Dengarkan Oppa! Jinki adalah Jinki dan Taemin adalah Taemin!” Jonghyun mulai angkat bicara. “Sampai kapan kau akan begini terus? Sampai kapan kau akan menyakiti hati Jinki setiap kali kau sadar jika Jinki bukanlah Taemin.” suara Jonghyun melirih.

“Oppa,… dimana Taemin??” parau Jin Ae bagai belati yang menyayat-nyayat hati seseorang dari kejauhan. Jonghyun akhirnya mendekap Jin Ae ke dalam pelukannya. Jinki hanya dapat melihat keadaan yang memilukan hatinya ini.

“Jin Ae,.. sadarlah! Jangan kau sakiti hati Taemin dengan keadaanmu yang seperti ini. Izin kan aku menjagamu untuk Taemin.” Ucap Jinki dalam hati. Dengan tatapan sayu kepada Jin Ae.

“Mengapa kau tak pernah hidup dengan baik Kim Jin Ae. Maaf karena aku tak bisa menemanimu. Maafkan aku. Tolong jangan seperti ini terus.”

“Sepertinya kau harus mengetahui semuanya Jin Ae…”

“Hyung! Apa maksudmu?” Tanya Jinki kaget dengan pernyataan Jonghyun kepada Jin Ae barusan.

“Apa maksud Oppa?” Tanya Jin Ae melepaskan pelukan Jonghyun.

“Sudahlah Jinki, tidak seharusnya kita menyembunyikan semua ini terlalu lama. Bukankah ini sudah belalu hampir 1 tahun?”

“Jangan Hyung!!! Jebal!! Jangan katakan yang sejujurnya kepada Jin Ae! Aku tak ingin dia terus mengingatku. Biarkan sosokku hilang dengan sendirinya dari hati Jin Ae.”

“Kau tidak bisa menyalahi jalan takdir ini Lee TAEMIN!” ujar seseorang mengingatkan.

“Ketika sang surya menangis, apa yang bisa kita lakukan?”

“Ingat Lee Taemin, dunia yang kita jalani tak selamanya seperti yang kita inginkan. Sang surya memang menangis namun Rembulanlah yang akan menghapus tangis itu. Dan seperti yang kita lihat sekarang. Biarkan Jinki dan Jonghyun menyelesaikan semua ini. Kita sudah tidak berhak atas hidup mereka. Bukankah kau datang untuk memastikan semuanya berjalan pada jalannya?”

“Kau benar sunbae, kita hanyalah arwah yang tak bisa kembali hanya karena banyak hal yang belum kita selesaikan di Dunia. Waktuku telah berkurang cukup banyak. Aku ingin segera mengakhiri perjalan ini dan hidup dengan tenang di Surga bersama Ayah dan Ibuku. Mungkin lebih baik Jin Ae mengetahui semua ini.” Pasrah Taemin.

“Ta-tapi kan Hyung???”

“Demi Taemin, Jinki! Dan demi Jin Ae! Sejujurnya aku tak kuasa melihat keadaanmu yang selalu menerima jeritan, makian, tangis dari Jin Ae begitu ia menyadari bahwa kau bukanlah Lee Taemin”

“Apa maksud Oppa?” Tanya Jin Ae. Jonghyun menuntun tubuh Jin Ae untuk duduk kembali ke bangku yang ada di taman. Hari mulai gelap. Cahaya mega merah mulai bertebaran. Jonghyun berjalan memandang cahaya jingga di langit.

“Sebenarnya,… 1 tahun yang lalu, sebelum Taemin menghilang dari kehidupan kita,…” Jin Ae hanya bisa menatap punggung Jonghyun dari belakang.

“Hyu—hyu,..” belum selesai Jinki bicara, sebilah suarapun muncul.

“Tunggu!!!” sela seseorang dari belakang. “Izin kan aku sendiri yang menjelaskan dan memperbaiki semuanya.” Lanjutnya. Jonghyun, Jinki dan Jin Ae pun membalikkan tubuh mereka. Mencari asal muasal suara itu.

“Taemin??” sahut Jinki dan Jonghyun  serentak bersamaan.

“O-oppa!!”

“….” hanya seberkas senyum yang Taemin berikan untuk mereka. “Biar aku yang menjelaskan semuanya hyung!” pintanya.

“B-ba-bagaimana bis-a??” Tanya jonghyun terbata.

“Aku tidak punya cukup banyak waktu untuk ini!” sela Taemin. Ia mulai bejalan lurus, mendekati Jin Ae. Hingga akhirnya ia tepat berada di hadapan Jin Ae.

“Apa maksud Oppa?” Tanya Jin Ae begitu Taemin duduk berlutut di hadapannya. “Kau kemana saja Oppa? Mengapa kau baru data—“

“Ssssstttt.” Telunjuk Taemin menyeka pertanyaan Jin Ae. “Apa Jin Ae merindukan Oppa?” tanyanya. Jin Ae mengangguk sebagai jawaban iya.

Sebegitu indahnya kah dunia. Mengapa ada cinta yang selalu mewarnai jalan hidup ini. Dan mengapa kita tak pernah menyadari betapa indahnya cinta itu.

“Jin Ae,… Dengarkan semua penjelasanku baik-baik. Dan kau harus berjanji kepadaku. Setelah kau mendengar semuanya kau akan hidup dengan baik. Yakso?”

“Ne, Yakso.” Jonghyun dan Jinki hanya bisa melihat.

“Hyung! Bagaimana mungkin?” bisik Jinki.

“Aku sendiri tidak tahu Jinki-ya. Mungkin inilah yang dinamakan takdir alam. Lebih baik kita ikuti saja alur cerita ini.” Jelas Jonghyun. Taemin yang notabennya bisa mendengar semua percakapan Jinki dan Jonghyun hanya tersenyum sekilas.

“Jin Ae,..”

“ Ne…”

“Apa kau akan selalu mencintaiku?”

“Tentu! Cinta Kim Jin Ae hanya untuk Lee Taemin.” Jawab Jin Ae mantap.

“Apa kau mengenal dia (Jinki)?”

“Tidak! Aku sama sekali tidak mengenalnya.”

“Apa kau lupa dulu aku pernah bercerita tentang saudara kembarku?”

“Aku ingat! Tunggu dulu! Apa maksudmu, Jinki itu saudara kembarmu? Tapi dia sama sekali tidak mirip denganmu.” Jin Ae mulai menyadari.

“Tapi, bukankah setiap kau melihatnya, kau selalu melihat bayangan diriku, benar bukan?”

“Bagaimana kau tahu? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan Taemin-ya? Kemana  saja kau selama ini? Mengapa baru menemuiku sekarang? Bukankah kita sudah berjanji akan hidup bersama setelah study ku selesai.” pertanyaan itu akhirnya muncul dari bibir Jin Ae. Pertanyaan yang berhasil membuat hati Taemin miris. Senyum kepedihan terpaksa ia tunjukkan.

“Kau harus cepat Lee Taemin, waktumu tidak banyak!”teriak sebilah suara.

“Baiklah! Waktuku memang sepertinya sudah tidak banyak lagi. Dan banyak yang ingin aku katakana padamu. Aku akan menjawab semua pertanyaan yang selalu membelenggu di hatimu selama ini.”

***

Dear my Heart,

Eum… seperti apakah keadaanmu sekarang? Semoga kau selalu tersenyum menjawab suratku. Jujur. Tiada hari yang aku lewatkan tanpa memikirkanmu. Bogoshipo-yo.. aku merindukanmu. Jeongmal. Aku sungguh merindukan sosok yang selalu membuat hati ini luluh lantah ketika menatapmu. Apa kau juga merindukanku? Apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Taemin-ya,.. aku akan selalu menunggu jawabanmu.

“Ternyata kau tak pernah bosan mengirim surat kepadaku Jin Ae-ya!” tersenyum.

“Apa itu dari Jin Ae lagi?”

“Ne Hyung! Darimana kau tahu?”

“Hahaha,… Ya siapa lagi yang bisa membuat seorang Lee Taemin yang kasar, kaku, dingin ini menjadi Lee Taemin yang ramah dan penyayang?”

“Benarkah? eum,.. Jinki hyung!” suasana menjadi sedikit hening.

“Ne,..”

“Jika saja suatu saat nanti terjadi sesuatu padaku, bisakah kau menjaga Jin Ae untukku?”

“Apa maksudmu? Tidak akan pernah terjadi sesuatu padamu, Taemin.”

“Tidak ada yang bisa menebak takdir hyung. Kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan hidup. Setidaknya, bisakah kita membuat janji sebelum hal buruk akan terjadi?”

“Baiklah! Jika aku mampu akan aku ambil janji itu. Demi kau, Taemin.”

 “Itu adalah surat terakhir yang aku baca darimu.”

“Bagaimana mungkin? Bukankah aku menulis banyak surat setelah itu?”

“Setelah membaca surat itu, aku sempat berfikir untuk menyusulmu ke Paris, akan tetapi,..”

“Akan tetapi?”

“Sesuatu hal buruk terjadi padaku.”

“YA! Lee Taemin apa maksudmu?” sentak seseorang dari seberang sana.

“Huft! Sadarlah hyung! Kau bisa merusak gendang telingaku secara permanen. Aku sedang mengemudikan mobilku. Kenapa kau harus menelpon dengan nada setinggi itu?”

“Aku yang seharusnya marah kepadamu! Dimana kau sekarang?”

“Bukankah aku sudah bilang padamu, aku akan liburan ke Paris menyusul Jin Ae. Aku ingin menemani Jin Ae menyelesaikan study semester terakhirnya disana.”

“Tapi kesehatanmu belum sepenuhnya pulih Taemin-ya.” Khawatir Jinki.

“Jinki hyung, aku hanya demam biasa. Aku bukan lagi anak-anak. Aku ini laki-laki sama sepertimu. Bahkan umur kita hanya berjarak 5 menit. Bagaimana bisa kau mengkhawatirkan aku seolah-olah aku adalah seorang perempuan?” perdebatan terus berlanjut antara Jinki dan Taemin. Hingga akhirnya…

CCCkkkkiiiitttttt,…. Suara ban mobil saling bergesekan dengan jalan raya. BbBBraaaakkkk,…

“Ya Taemin!!! Ada apa itu? Apa kau mendengarku???”

“…”

“Taemin Ya!!! Jawab hyungmu ini!”

“…”

“Lee Taemin!”

“Aku terlibat dengan kecelakaan lalu lintas tersebut. Aku yang terlalu teledor. Aku harus memberikan sejuta alasan kepada Jinki agar dia mengizinkanku untuk menyusulmu sehingga aku tak memperhatikan jalan di depanku.”

“Jadi??”

“Benar! Aku memang sudah meninggal! Dan hanya ini yang bisa aku lakukan untuk meluruskan semuanya. Aku tak menyadari jika saat itu adalah hari terakhirku melihat dunia. Aku juga tidak bisa menyesali kehidupan ini.”

Samar-samar keheningan begitu terasa. Taemin yang terbujur kaku di atas bangsal rumah sakiit sedikit demi sedikit membuka matanya.

“Apa kau sudah sadar?” Taemin tersenyum berat begitu ia mendapati Jinki sangat mengkhawatirkannya.

“Hyung! Bagaimana dengan orang yang terlibat kecelakaan denganku?”

“Dia baik-baik saja.” Jinki menunjuk pasien di sebelah bangsal Taemin.

“Luka yang di derita Jonghyun tidak begitu parah.! Yang patut dipertanyakan adalah dirimu Taemin-ya! Bagaimana keadaanmu?”

“Apa maksud hyung adalah  Jonghyun kakak Jin Ae? Arggh!!!”

“Benar! Apa kau baik-baik saja?”

“Syukurlah jika Jonghyun hyung baik-baik saja. AAarrrgghh dadaku!!!”

“Taemin!”

“Waktuku sudah tak banyak lagi Hyung! Aku kembali hanya untuk berpamitan kepadamu. Suatu saat aku akan menjawab semua pertanyaanmu hyung. Tunggu aku!”

“Apa maksud mu?”

“Mianhae Hyung!!! Aku akan memegang  janjimu untuk menjaga Jin Ae!”

Tidak ada sesuatu yang melegakan selain menangis ketika kita merasa tidak mampu menghadapi dunia. Karena air mata selalu bisa menutupi segala lara.

“Hikz,.. Hikz,..” Jin Ae mulai menitihkan air mata.

“Jangan menangis Jin Ae-ah, semua ini bukan salahmu.” Taemin mengusap air mata Jin Ae.

“Jika saja saat itu kau tak berusaha menyusulku hiks,.. mungkin kau masih ada di antara kami!”

“Jadi?” Jonghyun mulai bersuara.

“Inilah yang sebenarnya terjadi Hyung, orang yang terlibat kecelakaan denganmu waktu itu adalah Taemin.”

“Lantas mengapa kau menyembunyikan ini dariku Jinki?”

“Saat itu, seusai pemakaman Taemin. Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Sebuah kertas melayang jatuh tepat di tanganku. Di dalamnya tertuliskan sebuah permintaan agar aku merahasiakan semua ini dari Jin Ae dan sebagian darimu Hyung. Hingga saat itu tiba. Aku tidak tahu dari mana asal kertas itu. Dan aku tidak tahu jika hari yang dimaksudkan adalah hari ini.”

“Kau benar Jinki Hyung! Akulah yang mengirim surat itu untukmu. Banyak sekali yang ingin aku perjelas, namun aku tak bisa. Karena aturan di dunia kita sudah berbeda. Dan saat inilah kesempatan itu datang.” Ujar  Taemin memperjelas keadaan.

“Lalu apa yang bisa membuatmu datang kembali ke dunia ini?” Tanya Jinki penasaran.

“Biarlah itu menjadi rahasiaku dan Tuhan hyung. Waktuku sudah tidak banyak lagi. Jin Ae,..” eluh Taemin menghapus air mata Jin Ae.

“Kau ingin tahu apa jawaban dari mimpimu selama ini? Kenapa aku selalu hadir di dalamnya?” Jin Ae hanya mengangguk pelan. “Jangan kenang aku seperti bunga, yang setiap musim berganti, bunga itu akan layu, seolah hatimu juga ikut berganti. Tapi kenanglah aku seperti udara yang selalu mengisi seluruh rongga tubuhmu. Lihatlah aku seperti rembulan yang selalu menerangimu.  Kau tahu, aku sangat mencintaimu melebihi apapun. Carilah hidupmu yang baru. Jangan menungguku lagi. Dan lanjutkanlah impian terakhir kita yang belum sempat tergapai Jin Ae-ah?” Ujar Taemin memeluk Jin Ae.

“Apa itu?”

“Hiduplah dengan baik bersama Jinki. Dia adalah orang yang baik. Dia adalah kakakku, dan aku percaya dia akan membuatmu bahagia. Aku akan selalu merindukanmu. Aku akan menunggumu di kehidupan berikutnya. Saranghae-yo Jin Ae-ah.” Tubuh Taemin semakin lama semakin Transparan dan menghilang.

“Taemin.” lirih Jin Ae. “Baiklah! aku akan berusaha mewujudkan keinginanmu. Apa kau bahagia?”

“Jaga Jin Ae untukku Hyung!” suara samar taemin menggema di telinga Jinki.

“Dan untukmu Jonghyun hyung, maaf karena kau harus mengalami masa sulit seperti ini karenaku.”

“Aku akan menjaga cintamu seperti cintaku sendiri Taemin-ah.” Janji Jinki dalam hati.

“Setidaknya itu terbayar kan dengan senyum Jin Ae saat ini Taemin-ah. Gomawo!” Jonghyun tersenyum.

“Bagaimana? Bisakah kita kembali?”

“Ne,. semua tugasku sudah selesai Key sunbae. Sekarang kau bisa menutup seluruh kunci kuasaku.”

“Itu memang sudah menjadi tugasku.” Key akhirnya menutup seluruh gerbang akses Taemin di Dunia. Dan sebuah senyuman tergambar jelas dari mimiknya.

“Terima kasih Tuhan, untuk semua kesempatan yang kau berikan untukku.”

Keikhlasan adalah kunci utama untuk tetap bertahan di dunia yang fana ini. Lakon sandiwara akan terus saling berganti beriringan dengan bergantinya waktu. Kapanpun kita melihat cinta kita tersenyum, disitulah kita akan menyadari jika hati kita berbahagia. Gelombang kebahagiaan akan selalu merangkul sampai akhir selama kita percaya seperti halnya udara yang akan selalu berhembus di setiap musim yang berganti tanpa perbedaan yang seksama.

***

“Pergilah kepada mereka!”

“Apa maksud Key sunbaenim?”

“Kau telah mendapatkan sebuah kesempatan dari Pencipta alam untuk menjelaskan semuanya kepada mereka. Tubuhmu akan kembali untuk beberapa saat. Gunakan waktumu sebaik-baiknya. Karena setelah itu, dengan berat hati aku harus menutup semua aksesmu di sini. Karena waktumu telah habis dan kau harus segera kembali ke duniamu yang sebenarnya.”

Tanpa disadari tubuh Taemin kembali seperti semula. Tidak transparan seperti arwah biasanya.  Tubuhnya bisa menapak di tanah. Tanpa pikir panjang Taemin pun pergi.

“Terima kasih Sunbaenim.” Ucap Taemin.

“Ne…”

“Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu Lee Taemin! Surat permohonanku telah di setujui. Ini untuk balas budiku karena kau juga pernah menyelamatkanku dari kecelakaan meskipun pada akhirnya aku berada dalam keadaan sepertimu juga. Gunakanlah waktumu dengan baik.” Bisik Key dalam hati.

~END~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

35 thoughts on “[WFT B] The Last Dream

  1. Woaahhhh FFnya Daebaak!!!! Aku suka aku suka, FFnya ngena aku dapet feelnya😀
    Dan juga ada pesan yang bisa diambil disana, ah..pokoknya keren, gak bisa ngomong apa-apa lagi , aku juga gak bisa ngoreksi FF karena FF ku juga abal ._.

    Btw… Mampir ya di FF aku ^^ –> We Hate (Love) You, Lee Taemin ! *promosi berkelanjutan ._.

    1. benarkah??? gomawo… ^^
      padahal udah pesimis banget, syukurlah kalo dapet feelnya..
      makasih udah mau nyempatin buat baca…
      pasti, pasti aku usahain buat mampir,…^^

  2. hmmm… kalo ga dibaca dari awal sampe abis dengan teliti, bakalan susah mengerti isi ceritanya. jalan ceritanya terkesan buru-buru, jd untukku pribadi feel-nya masih kurang dapat.

    di sini onew lebih muda dr jjong, y? haha… lucu bayangin dia maggil jjong dgn sebutan ‘hyung’
    bahasanya bagus dan ada banyak pilihan kata yang keren abis. sayang plotnya agak membingungkan d awal2 baca.

    kyknya msh blm menitiberatkan di bagian mimpinya, d. kalo aja semua kejadian ini terjadi dalam mimpi Jinae, maka judulnya cocok. ini lbh spt penjelasan. oh, y. untuk Taemin seharusnya Taemin-ah, bukan Taemin-ya. agak ganjil waktu baca itu soalnya…

    but overall, this one is good and unique. i like it.
    keep writing!!

    1. gomawo buat coment nya, sangat membangun ^^
      tapi jujur aja, aku sendiri yang nulis juga rada-rada bingung hehe…
      udah banyak aku bongkar dan refisi tapi tetep aja begitu, maklum baru pertama..
      mohon bantuannya di kemudian hari ya?
      terima kasih udah mau mampir.

      oia… soal judul itu mah kepepet karena akunya ngga bisa mikirin judul yang tepat buat FF aku heheheeeeee,….^^

  3. kata-kata yang digunakan benar-benar keren! maknanya kedapet banget .. tapi jalan ceritanya masih membingungkan ,,, udha akk baca berkali-kali, tapi akk ttap tak ngerti ..
    dialognya juga , aku bingung, gak tau ini milik siapa, itu milik siapa ..
    trus saat akk baca jinki juga memanggil taemin dengan sebutan hyung? atau aku yang slah baca? ntahlah .. tapi overall udha bagus kok … ceritanya unique …

    the last dream … cerita yang menceritakan sbuah mimpi.. sama dengan ceritaku😛 hahah it’s a dream , dibaca yaa??

    1. beneran keren? serius? hahaha…. gomawo ^^
      membingungkan? harus aku akui juga, aku juga kadang bingung bacanya, #plak author gagal keke…. saran aku, chingu bisa baanya pelan-pelan, hahaha,..
      but makasih untuk semua comment nya.,..
      maksih juga udah mau mampir,…^^

      1. tntu saja ! ^^ hahahh
        baiklah kalo udha disarankan sperti ini .. namanya juga mimpi, jd kdang-kdang pasti membingungkan … kalo adha waktu pasti kubaca ulang lagi … biar msuk ke dlam ceritanya kekeke ~
        no need to say makasih kok .. hihihih
        kalo bisa tar mampir ke FF ku yng jdulnya it’s a dream (kalo udha dipost :P)

        1. amin, semoga dapet feelnya,
          ne, ntar kalo sempet aku mampir deh,
          soalnya jam OL aku sekarang terbatas jadi mungkin akan terlambat,..hehehe,..

  4. hmmm..
    Jinki jadi kembarannya Taemin..🙂

    masih agak bingung sama alur ceritanya..
    ini dialognya siapa, kenapa tulisan dicetak miring. Harus dibaca pelan2 biar ngerti..

    ff-nya bagus, kata2nya juga keren, tapi karena bingung di bag.awal saya gk begitu dapet feel sad-nya..

    Ok Cblink, ditunggu karya lainnya ya..🙂

    1. iya, jinki kembaran taemin, disini aku pengen bikin kisah yang beda hehe,…
      wah sulit di ngerti ya? harus baca berulang kali? #aduh kasihan…
      lain kali aku coba bikin dengan alur dan dialog yg lebih detail #semoga dapet ilham,…
      gomawo udah mau mampir dan nyempetin buat baca…^^

  5. wah… sad story nih… hehe, salam kenal ya author!
    aku suka sih keseluruhan ceritanya, tp ya itu beberapa kali harus baca berulang untuk bisa ngertiin lagi.
    tp aku suka genrenya!
    still, Fighting author! hope the best for you ^^

    1. ne, salam kenal juga ^^
      wah sama seperti komentar yang di atas….
      gomawo udah mau mampir…
      lain kali semoga lebih baik,. #amin.^^

  6. Oke, ini cerita fantasi ya, sad fantasy pula.. ugh, Taemin.. :”|

    Eum, setuju sama komen di atas. Kata2nya bagus-bagus, cara menyampaikan makna ceritanya juga. Mungkin yg kurangnya di narasi pergantian scene *?* gitu. Misalnya pas Jin Ae meronta-ronta, trus Taemin mau cegah Jonghyun (ato Jinki) buat ngungkapin yg sebenarnya. Mungkin bisa dicantumin kalau di sana juga ada Taemin, dan ‘para temannya’. Trus dikasih keterangan si Jinki-kah yang menimpali, ato Jonghyun, ato gimana. Itu mungkin yang bikin aku rada bingung bacanya. hehe.. Apalagi di bagian klimaks di cerita ini banyak yang ngomong. Orang yang ngomongnya siapa kita bingung. Gitu aja sih.
    Tapi overall, ceritanya, adegannya bagus kok. Tinggal dipoles dikit aja😀 Aku juga masih berusaha memaksimalkan bagian narasi seperti ini😀

    Mungkin itu masukan dari aku, kalo masukan EYD, tanda baca dsb yang lain aja deh ya.. Semangat lho Cblink buat karya selanjutnya ;D Semangat belajar nulis!!!😀

    1. satu comment yang membangun lagi,..
      lain kali akan lebih diperbaiki lagi di bagian narasi, dialog, dan EYD nya,
      gomawo udah mau mampir,…
      commentnya sangat di terima,….^^

  7. okelah, klo gtu aku boleh, ya kritik bagian eyd-nya? maaf-maaf klo telat. baru sempet sekarang #peace
    “Sebenarnya,… 1 tahun (atau) “Jin Ae-ah Tenang,…”
    itu salah. jadi , contoh: “Sebenarnya …, 1 tahun > setelah kata harus ada spasi lalu titik 3 dan diakhiri dengan koma/ titik. begitu juga di bagian akhir dialog.
    trus kamu buat tanda tanya “??” kayak itu nggak bener deh. satu aja bolehlah.
    ada juga kata seperti ‘oppa’ ‘hyung’ dsb, kata ingris, korea dsb harus bercetak miring.
    satu lagi nih yah, saran. nanti kalau bagian flashback kamu bisa di kasih tulisan flasback di atasnya. jadi biar nggak bingung, walaupun kamu udah dicetak miring, tetep aja aku bingung pada awalnya.
    mungkin itu aja, sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang lainnya kamu harus berusaha mengoreksi sendiri, ya? belajar tulis, ocre.
    oh, ya, jangan down atas saran-saran di atas. karena mereka yang udah bisa nulis ff kece itu juga belajar dan banyak salah kayak kamu pada awalnya. kayak aku juga, lah.
    keep writing!!!

    1. eum,.. gomawo buat koreksinya ^^
      kalo masalah titik koma yg di atas, itu akunya jadi baru nyadar kalo aku pake titik koma gaya sms aku, hehehe,..
      ngga bakal down kok, aku malah seneng, jadi tau kekurangannya di mana,
      iya, nanti aku copba koreksi kembali,..
      makasih ya buat comentnya, udah mau mampir, seneng deh! ^^

  8. Halo, CblinK ^^ (eh namamu dibaca ‘sibling’ kah?)
    Oke, silakan ralat kalo aku salah menarik kesimpulan dari ceritamu ini. Jadi ceritanya, Taemin dan Jinae itu sepasang kekasih, trus Taemin-nya meninggal, tapi Jinae taunya dia cuma pergi entah kemana. Trus Jinki ngegantiin Taemin buat jadi pacarnya Jinae. Dan Taemin diberi kesempatan sama Tuhan buat ‘tampak’ sejenak, dan menjelaskan semuanya ke Jinae. Di akhir cerita itu, maksudnya Taemin cuma dikasih kesempatan sementara aja kan, ya? ^^
    Plotnya sebenarnya bagus. Tapi kurang deskripsi menyebabkan cerita ini jadi kurang bisa aku tangkap. Pake alur maju mundur sih ga masalah, tapi mungkin kamu mesti berlatih mengemas cerita dengan efek flashback seperti ini agar tidak membingungkan (apa mungkin akunya aja yang ga nangkep ya? Hehehe).
    Perbanyak lagi deskripsinya, oke? Di sini kayaknya kuantitas deskripsi dan kalimat langsungnya ga seimbang. Kayak baca komik.
    Trus, jangan ragu untuk menambahkan hal-hal remeh untuk menghidupkan cerita. Misalnya: “Menurutmu ia baik-baik saja?” tanya Mia. Jemari gadis itu mengetuk bibir cangkirnya yang masih menyisakan sedikit kopi. “Aku hanya khawatir”.” nah gitu.
    Bahasa Korea dan bahasa asing dicetak miring, ya ^^
    Nice job, CblinK!

    1. hahaha,… iya, chingu orang yg prtama nebak baca nama Cblink dg benar, jadi seneng.
      kesimpulan yang sangat sangat akurat! ^^ syukur, ada yg bisa ngena sampe sini,
      saran baru, eum,, bisa aku tambahin ke note aku lagi,.
      makasih untuk kritik dan sarannya,..
      dan makasih juga udah mau mampir,.
      lain kali akan aku coba buat yang lebih baik lagi ^^

    1. wah lempar tisu ke Brigitha! hahaha,..
      masa sih? aku kira ngga bakalan sampe bikin orang nangis kaya gitu,..ckckck,
      gomawo udah mau mampir,..^^

  9. Aku baca kemarin… Tp koment-ny br sekrang..haha
    jadi lupa mau ngomong apa..wkwkw

    konkritnya udah diwakili sama yang lainnya..😄

    okehhh…. Keep writing yah!! Semangat!! Semangat!!

  10. Kereenn… Aku kirain Jin Ae nya buta, ternyata Jinki kembaran ma Taemin.. Key emg tugasnya, megang kunci, menutup akses… namanya juga kunci..

  11. point of view = POV by author ya?? kebanyakan satu dialog ga disertakan siapa yang bicara saat itu, sedangkan yang lagi ngobrol khan ada beberapa orang, nanti lebih ditegaskan lagi ya.
    untuk story nya bagus, aku sebenernya nangkep maksud cerita kamu.

    idenya udah bagus, tinggal menumpahkannya aja, hehehehehe, jadi keep writing yaaa

  12. kasian jin ae, taeminnya mati.. tapi kasian jinki juga…
    alurnya rada keburu2, jadi ada beberapa bagian yg aku bingung bacanya ._.v hehehehe
    tapi ff-nya bagus kok ^^ apalagi pemilihan katanya =D

  13. Uwoooh, sebenerna ini oke loh. Kata2nya enak dibaca, dari segi cerita juga oke punya.
    Tapi aku ngerasa kurang ikut terseret ke dalemnya, mungkin aku sepemikiran sama komen2 di atas. Kurangnya itu cuma di narasi dan deskripsi yang minim, selebihnya oke punya😀
    Maap lagi ga bisa kasih komen panjang-panjang, soalna lg bingung mau ngetik apa .__.

    Semangat terus ya nulisnya😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s