[WFT B] Butterfly – Prolog

Title                 : Butterfly

Author             : Bella Jo

Main Cast        : Lee Taemin (SHINee) | Kuroi Ageha (OC)

Support Cast   : Other SHINee members

Length             : Sequel

Genre              : Romance, Fantasy, Tragedy, Action, Supernatural

Rating                         : PG 15

A.N                 : Happy Birthday abang Taemin –eh, Taemin oppa!! Cerita ini khusus dibuat untuk abang Taemin, tapi kali ini lebih spesial juga. Hayoooo…. Siapa yang pernah baca Devil’s Game?? Cerita ini bisa dibilang lanjutan atau malah cerita sebelum kejadian dalam Devil’s Game. Penasaran? Penasaran? Kekekek… #plaak…

Oh, ya. Taemin and the rest of SHINee members are not mine, they are belonged to themselves. The OC and the story is mine! So, don’t ever dare to plagiat this story…

Have a nice read~~

 

 

 

BUTTERFLY

BY BELLA JO

 

 

Prolog

 

“Jangan pernah menjual jiwamu pada iblis manapun! Jangan pernah! Termasuk padaku. Kau harus camkan itu baik-baik dalam kepalamu, Lee Taemin!!”

 

Suara menggema. Kerlipan berwarna biru muda bergerak-gerak senada dengan irama musik. Teriakan histeris yang menunjukkan rasa senang terdengar di berbagai sudut, terlebih saat salah seorang yang berada di atas panggung mengumbar aksi heboh yang mereka pikir bisa menghibur. Ada tangis haru, yang pasti semua wajah diliputi senyum puas. Dentuman musik terus terdengar dalam kurun waktu dua jam lebih. Manis, semua penonton menikmati tanpa tau betapa sibuk semua staf di balik panggung. Manis, semua penonton terbius penampilan kelima lelaki yang menari enerjik di atas panggung megah dengan dua sayap terpisah itu. Manis, semua bersenang-senang walau para pengisi panggung setengah mati menahan rasa lelah.

Ya, pemandangan itu tampak sangat manis walau tak semua orang saling mengerti apa yang dirasakan para pengisi panggung, atau setidaknya hanya mengenal siapa kelima lelaki yang mereka teriaki dengan penuh kegembiraan itu.

Tak ada yang tahu, semua rahasia itu terkatup erat dalam benakku.

“Taemin-ssi, saatnya encore. Tolong bersiap di sayap kanan panggung!” seru salah satu staf berkewarganegaraan Jepang, lengan kurusnya sibuk memegangi papan susunan acara. Aku tersenyum ringan lalu menyahut dalam bahasa Jepang pula, sekedar mengiyakan. Beberapa cordi sibuk merapikan riasan dan penampilanku. Aku hanya tersenyum sekenanya saat melihat mereka terlalu sibuk di mataku. Apa mereka tidak bisa membuat pekerjaan mereka ini lebih sederhana? Mereka bisa saja menggunakan…. Ah, aku lupa. Mereka takkan mungkin bisa menggunakannya…

“Jangan berpikiran ngawur. Itu tidak mungkin,” sahutan itu terdengar jelas di telingaku. Aku mengenal suara laki-laki satu itu. Ya, suara yang selalu berhasil membuat para gadis berteriak girang bercampur histeris atau malah terdiam karena tak kuasa menahan debar jantung saat si empunya suara mengucap kata ‘girls’ atau ‘baby’. Aku melirik ke samping kanan, menatapnya dengan sorot polos seakan tak mengerti apa yang diucapkannya. Ia hanya memutar bola mata setelah melirikku dengan mata felin berhiaskan lensa kontak berwarna abu.

“Tentu saja aku mengerti maksudmu, hyung,” bisikku. Ia menoleh sekilas. Aku bisa melihat jelas kulit putihnya yang seakan bersinar walau di tempat yang minim cahaya seperti ini. Dengan tatap malas ia membalas ucapanku, suaranya langsung memenuhi gendang telingaku, “Fokus. Kita sedang bekerja.”

Ne,” jawabku singkat dan dia hanya membuang pandangan ke arah lain. Ya, setelah bertahun-tahun lalu kami bertemu dalam kejadian ganjil itu, seorang Kim Kibum masih belum berubah juga…

“Onew-ssi, tolong segera bergerak ke sayap kanan. Staf lain sudah menunggu Anda di sa- GYAAAA!!!”

Semua orang langsung berubah panik saat lampu sorot yang disimpan di langit-langit belakang panggung rubuh. Koordinator acara perayaan SHINee 5th Anniversary ini naas tertimpa telak. Aku bisa melihat wanita usia dua puluhan yang biasanya giat bekerja itu tak lagi bergerak di bawah pecahan lampu tersebut. Pecahan kaca yang menusuk kulit wanita itu menyebabkan genangan darah yang cukup lebar. Beberapa staf wanita membekap mulut agar tidak berteriak ngeri. Salah satu staf bawahan wanita tersebut langsung merangsek menembus kerumunan orang dan mendekati wanita yang telah terbaring tanpa daya itu.

“AGEHA-SAN! AGEHA-SAN!”

“Kuroi Ageha-san, Anda tidak apa-apa?”

“Kuroi-san, kumohon bangunlah!!”

Uacapan itu memenuhi atmosfer pengap ruang sempit belakang panggung. Aku sendiri masih belum bisa melepaskan pandangan mataku dari sosok Kuroi Ageha yang masih terbujur kaku, entah masih bernyawa atau tidak. Yang dapat kudengar bukan hanya sekedar suara panik orang-orang yang memenuhi ruangan, tapi juga suara ganjil yang kudengar sejak tadi.

TING

TING

“Sepertinya kita harus menghentikan acara ini. Fans mulai ribut karena SHINee tidak juga keluar…,” ucap salah satu staf dengan ekspresi rumit. Aku langsung mengerutkan alis. Kenapa hanya karena kecelakaan yang menimpa satu orang –ya, satu orang! Kau bisa bayangkan- acara yang sudah kupersiapkan bersama keempat anggotaku yang lain malah jadi berantakan?! Sungguh, tidak bisa aku percaya!

TING

“Tunggu, kenapa malah jadi seperti itu? Kita hanya perlu mengisi bagian encore!” protes Jonghyun hyung menyuarakan isi hatiku. Hyung tertua kedua di kelompokku itu tampak amat tidak senang. Aku sendiri tau betapa keras ia berlatih sebelum acara ini. Penderitaannya berlatih setelah operasi tulang hidung jelas bukanlah hal kecil.

“Semua perencanaan lanjutan diatur oleh Kuroi-san. Perencanaan detail tertulis di lembar acara yang selalu ia bawa. Namun sekarang kertas itu sudah basah digenangi darah. Belum lagi opini negatif publik yang bisa saja kita terima jika berita bahwa kita tetap melanjutkan acara setelah kecelakaan ini sampai di telinga masyarakat. Bisa-bisa pihak manajemen membekukan sementara semua agenda kegiatan kalian…,” jelas si staf panjang lebar.

TING

Sial, aku tidak mau semua ini terjadi. Belum lagi suara lonceng yang ganjil itu terasa menggangguku, seakan ada pesan tersendiri dari suaranya yang berdenting sepi.

“Jika saja Kuroi-san tidak tertimpa kecelakaan itu…,” gumamnya pelan, mengutuk semua kejadian buruk yang belum berhasil merenggut nyawa si koordinator acara. Aku menghembus nafas berat. Ya, hanya karena hal itulah aku harus merasa sebal habis-habisan seperti ini. Tunggu, jika kecelakaan itu tidak terjadi maka acara ini masih bisa berjalan lancar, bukan?

Kalau begitu, kondisikan saja agar kecelakaan tadi tidak terjadi!

“Lee Taemin, jangan bilang kau…”

Aku hanya tersenyum saat suara Kibum hyung terdengar lagi memenuhi telingaku. Namun ia terlambat begitu aku menjentikkan jari.

TING

TING

TING

***

“Bodoh, kau tidak boleh bermain dengan waktu sesuka hatimu!”

Bentakan Kibum hyung hanya kuanggap angin lalu. Aku bersenandung pelan dengan gaya polos andalanku dan berjalan menyebrangi kamar menuju kasur, membaringkan tubuhku dengan nyaman. Haaah… acara hari ini sukses besar dan jelas aku merasa senang.

“Lee Taemin! Kau-“

“…’Tidak boleh bermain dengan waktu karena jelas dapat mengubah takdir yang seharusnya terjadi, bahkan takdir terhadap hal kecil yang mampu menimbulkan perubahan besar di masa depan’. Ne, hyung. Arayo,” jawabku sekenanya. Kim kibum menatapku tajam, kedua matanya seakan hendak mengulitiku hidup-hidup. “Kau tau dan kau tetap melakukannya,” tandasnya geram.

Relax, hyung!” jawabku santai, “Memangnya hal buruk apa yang bisa terjadi? Jika memang takdir mengatur kehidupan kita dengan benar-benar jelas, seharusnya kenyataan bahwa aku akan memutar kembali waktu hingga semua kecelakaan itu tidak terjadi juga digariskan oleh takdir. Berarti aku memang ditakdirkan untuk memutar waktu sehingga Kuroi Ageha tidak kecelakaan dan acara kita berlangsung sukses. Bukankah begitu?”

Pabo! Kau pikir semua berlangsung semudah itu? Kenyataan yang sebenarnya adalah Kuroi Ageha seharusnya tertimpa lampu sorot tua itu. Acara kita seharusnya berjalan tanpa encore karena kejadian tersebut. Kau tau itu namun kau tetap berusaha memungkirinya, Lee Taemin,” kali ini Kibum hyung benar-benar tampak tidak senang. Ia menggeram, “Kadang perbuatanmu yang seenaknya itu merugikan beberapa kaum kami, Lee Taemin. Jangan gunakan sihirmu begitu saja, terutama di depan orang ramai!”

“’Kaum’-mu? Kaum yang mana? Kaum manusia, Kim Kibum?” aku tersenyum penuh kemenangan. Saat ini wujudnya masih manusia. Ia belum punya hak untuk menyebut-nyebut nama kaumnya.

“Kau tau tanpa perlu kuucap, Lee Taemin,” balasnya. Seringaian muncul di bibirku yang tebal kemerahan. Ya, saat-saat berdua seperti ini bagi kami adalah saat di mana kami bisa menyandang status asli kami tanpa perlu sembunyi. Hanya dalam waktu sepersekian detik wujudnya sudah berubah sepenuhnya.

Mata merah yang menggambarkan nyala api dunia bawah. Kulit putih pucat yang menunjukkan keindahan di balik aura hitam yang ia tebar, serta gigi taring yang menajam di balik bibir tipis kemerahan berlekuk sempurna miliknya. Celana merah muda dan kaus putih polos yang tadi ia kenakan telah berubah penuh menjadi pakaian serba hitam yang pastinya membuat manusia gerah jika dipakai di musim sepanas ini. Rambut pirangnya pun berubah menjadi rambut hitam lurus asimetris yang sempat ia gunakan di promosi salah satu mini album grup kami. Kedua mata predatornya seakan ingin memakanku dan aura hitamnya jelas menekanku. Belum lagi kakinya yang tak lagi melayang di tanah membuatnya tampak jauh lebih tinggi dan berhasil membuatku mendongakkan kepala hanya untuk menatapnya.

“Kau, Lee Taemin, tak pantas mengatakan hal tidak sopan di hadapanku, terutama tentang kaumku…,” ucapannya terdengar mengerikan di balik katupan gigi putihnya. Senyuman masih belum hilang dari bibirku. Ia hanya membuatku tambah semangat menggodanya.

“Jangan mengatakan hal yang tidak perlu, Keyx. Iblis bayangan sepertimu tidak pantas ribut hanya untuk hal kecil….”

“Dasar bocah penyihir, kau terlalu berlagak hanya karena mampu memutar sedikit waktu…”

Iblis hitam itu mendekat ke arahku. Aku tidak dapat membaca isi pikirannya. Ya, biasanya mantra pembaca pikiranku mempan pada manusia, tapi aku enggan mencoba bait kalimat itu padanya yang sama sekali bukan manusia. Sebuah senyum terlukis sempurna di bibirnya. Ia menatapku seakan menantang, dan aku cukup mengenal tatapan itu. Ya, tatapan saat iblis hendak menggoda mangsanya.

“Katakan padaku, Lee Taemin, apa kau percaya pada cinta?” bisiknya tiba-tiba di telingaku. Aku sempat tertegun sejenak. Ia sudah berpindah posisi ke samping pembaringanku dalam sekejap. Tubuhnya melayang-layang sejajar denganku, senyumnya berkata ‘Aku sedang ingin bermain denganmu’.

Aku menelan ludah, ia mengajukan pertanyaan yang paling malas kujawab. “Kau tau jawabanku, Keyx, sejelas kau mengetahui alasanku mempelajari sihir…,” gumamku pelan.

“Hihihihi…. benar…,” tawanya rendah. Tubuhnya berbalik terlentang beralaskan udara kosong, “Kali ini aku sedang ingin sedikit bermain-main dengan wanita manusia, sekedar mengisi kekosongan waktu… Kau tau ‘kan, Taemin, Iblis sepertiku amat mudah bosan…”

Aku bangkit dari pembaringanku dan menatapnya intens. Jarang sekali iblis berwujud muda itu menyatakan ketertarikannya pada manusia, terlebih lagi wanita. Aku menggigit bibir tanpa sadar. Sepertinya ia merencanakan hal yang buruk.

“Siapa yang ingin kau mainkan kali ini?” tanyaku pelan, berharap ia tidak menangkap isi hatiku. Senyum liciknya terumbar kaku, ditebar bersama pandangan mata kucingnya yang tajam. Ia bergumam pelan dengan sangat santai dan entah kenapa aku tertegun mendengar jawabannya, “Kuroi Ageha…”

***

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

28 thoughts on “[WFT B] Butterfly – Prolog

  1. Devil’s game belum baca Bella.. -__-

    nama Key kalau jadi iblis Keyx..
    apa member yang lain tau kalau Taemin penyihir n Key iblis?
    Onew n Minho belum nongol tuh..

    ini baru prolog aja ya? berarti belum mulai part satunya…

    dari awal WFT dimulai kebanyakan humor, belum ada genre seperti ini, lebih serius dan penasaran bacanya..
    tapi klo gak salah ff bikinan Bella yang sudah saya baca memang jenis yang begini ya… *kalau gak salah lho**
    dan saya sukaaa..🙂

    Ok Bella, ditunggu lanjutannya ya..

    1. kekekek…. mending dibaca dulu, eonn. eh, tapi jangan d… eh, tapi terserah eonni aja, d… #bingung
      ini mmg msh blm part 1, eonn. smg memancing rasa penasaran ^^

      iy, nih, eonn. kalo bikin humor biasanya gagal mulu, ga lucu jadinya. lgpula kan ini agak beda diantara humor2 yg lain. hehehe…

      makasih udah baca n komen, eonni~~

  2. Wah, kyanya klo hrus milih antara before atau after story-nya Devil’s game, ini lebih cocok jadi before story-nya deh, di mana Key kayanya baru memulai karirnya *?* sebagai iblis.hhe.
    hemm, jadi Taemin itu penyihir yaa? oKEY deh, masih penasaran sama konfliknya gmna, yg jelas kayanya si Taemin ini hobi banget mainin waktu dan mengubah takdir.

    .hhi. selalu nih, tiap baca ffnya Bella, selalu aja bakalan keluar kalimat “Gw banget!” contohnya yg ini nih, “selalu berhasil membuat para gadis berteriak girang bercampur histeris atau malah terdiam karena tak kuasa menahan debar jantung saat si empunya suara mengucap kata ‘girls’ atau ‘baby’” aku agak ga mudeng maksud kalimat ini apa? ^^v
    3. penggunaan tiga buah titik dan koma di akhir kalimat, sebenernya terasa agak aneh, Bella. Kalo misalnya mau menggantungkan kalimat, kmu bisa pake tiga buah titik aja. Kalo mau menggantungkan kalimat, tapi ada kelanjutannya cukup pake koma aja.

    oKEY, sekian komenku. Maaf kepanjangan, juga buat masukannya itu sebatas pendapatku dan yang aku tau aja. Mudah2an Bella ga keberatan yaa. Pasti aku tunggu kelanjutannya karena ini bikin penasaran. Good job, Bella b^^d
    Menantikan kehadiran Liana *eh, bakal ada g yaa? kyanya ga akan ada* .hhe.
    Fighting, Bella ^^9

    1. Eh, ko, komenku ada yang kepotong ga jelas yaa? -_-a
      u/koreksi ada 3 point yaa bella.

      1. kata coordi yang dicetak miring kurang huruf o, seharusnya coordi.
      2. Koordinator acara perayaan SHINee 5th Anniversary ini naas tertimpa telak
      — aku agak ga mudeng sama kalimat yang ini.hhe. ^^v Maaf, yang ga mudeng ini kalimat yang ini yaa, bukan yang Key bilang kata ‘girls’ atau ‘baby’.

      .hhe. sekian😛

      1. wuiiih… panjang nih…. haha…

        komen awal eonni ada yg kepotong, nih. untung bella msh ngerti.

        1. untuk coordi, awalnya bella sempet makai kata coordi. tapi ragu, itu yang benar atau nggak. terakhir semua kata coordi direplace jadi cordi *malah salah jadinya -__-;*
        2. yg kedua kalimatnya kepanjangan, nih. maksudnya naas tertimpa lampu panggungnya itu, eonn…
        3. kalau tanda titik dan koma itu, bella masih blm dapat acuannya. soalnya kan kalimat itu gantung. kl cuma mau dikasih titik, ga bisa dibuat kalimat penjelasan setelah kalimat langsungnya karena kalau setelah kalimat langsung n mau disambung lagi, kita harus pasang tanda koma. tapi lain kali bakal bella cari acuanny, d, eonn…

        makasih atas masukanny, eonn. tentu aja bella sama sekali ga keberatan, justru bella malah senang. ini mmg lbh condong k befor story dari devil’s game. liana? muncul, kok… eh, muncul gak ya?? hahaha…#plaaak

        ok, eonn. ditunggu, y~~

  3. aku juga mau kasih kritik juga, ya?
    sekedar -> sekadar (baku)
    okelah. tapi kenapa bella sangat suka medel cerita kayak beginian? untung aku suka jepang juga, jadi ngerti itu san dan sama( nggak ngerti banget sih). yah, mungkin harus dikasih penjelasan kali, ya? coz ini kan bukan ff harajuku, tapi korea #pendapat aja loh.
    mungkn yang bukan harajuku rada nggak mudeng.
    okelah, aku tunggu kelanjutannya.

    1. kritik? boleh… boleh! tentu diterima dengan senang hati.
      hhmmm… ‘sekedar’, y? mian, abisnya g pernah dengar kata sekadar, kirain malah itu yg ga baku. terima kasih masukanny. tapi mungkin kata sekedar bakal byk ditemui d lanjutan cerita ini. *bow*

      oh, ini semacam kebiasaan atau ketertarikan biasa. kupikir orang indo sekrang cukup awam dgn Jepang, terutama karena anime dan berbagai style jepang udah banjir di indonesia. tapi mgkn nggak juga. y. sekali lagi mian…*bow lagi* oh, y. aq juga byk nemuin author yg sering masukin gaya jepang dlm ff korea, jd mgkn krn terikut itu jg.

      kl gt djelasin dsini aja, d.
      akhiran -san di belakang nama merupakan sebutan formal. akhiran -chan digunakan untuk sebutan bagi orang yg akrab atau utk anak2. akhiran -sama digunakan untuk sebutan hormat.

      gomawo, Hana-ssi~~

      1. ou, gtu yah. aku cuma denger sama baca doang. di anime indo kan dah ditranslate. jadi nggak dikasih imbuh begitu, komik aja nggak semua. jadi nggak terlalu mudeng, hanya sekedar tahu. thx deh penjelasannya.

  4. Devil’s game itu yang mana ya? Pernah denger sih #plak aku blm pernah baca soalnya wkwk

    wahh keren! Aku ga ngebayangin kalau kemarin shinee 5th anniv partynya batal #tambhgaje

    abaikan aja komen ga jelasku wkwk. Btw ceritanya seru, aku tunggu lanjutannya yaa😉

    1. yang mana, y?? monggo dibaca dulu, takutnya malah penasaran akut abis baca cerita ini. hahaha… *modus promosi*
      ga terbayang kan kl batal? nih cerita sangkut paut kenyataan dan fantasi. bakal gawat kalo isi cerita ini bner2 terjadi… *hayooo… isi ceritanya apaan…*
      btw, gomawo Yongie~~ wait for the next part!

  5. Devils Game? Ak belum baca.. entra mau baca
    Keren eoni, key mau ngrencanain sesuatu yang jahat, dan itu buat penasaran..
    Lanjut!, lha, ak suka banget sama genre cerita yang kayak gini .
    Daebak

    1. wah, aq liat daftar komen baru n ternyata km lgsg baca…. hehehe… ceritanya mmg saling sangkut paut gt nantinya.

      gomawo, wait for the next part~~

  6. Halo, Bella! Aku suka caramu membawakan cerita! Dramatis, tapi ga drama. Ga manis, tapi ga kasar. Apakah Mortal Instrument itu salah satu referensimu dalam menulis? Hush, Hush? Evermore?
    Tapi ada satu yang mengusik. Kamu menulis ‘tau’ yang seharusnya ‘tahu’. Hehe. Diperbaiki, ya ^^
    Aku ga banyak komen sih, soalnya dari segi teknik penulisan, narasi, dan deskripsinya, kamu udah bagus.
    Di lanjutannya nanti mungkin aku datang lagi.
    Nice job! ^o^b

    1. wah, aku terharu dapat pujian kamu~ *blushing*
      ee… itu judul novel asing, y? mian, aq blm pernah baca. mungkin kebetulan gaya penulisanku mirip dengan novel2 itu^^
      oh, iya. gomawo sarannya. kadang agak ragu aja nulis kata tahu, abisnya kedengarannya tau. makanya diceritaku bercampur, kadang pakai tahu, kadang tau… *author labil*

      oke, oke. ditunggu komenny di part selanjutnya~
      gomawo, Ariesy-ssi~~

  7. Wah keren, Key itu iblis. Lalu apa perdulinya Key pada manusia, bukannya sudah menjadi tugas Key untuk mencelakai manusia. Untuk ukuran iblis, Key terlalu baik. Ini lebih kepada TaeMin itu iblis sekaligus penyihir.

    TaeMin keren banget pas mutar balik waktu, semaunya aja yang penting sesuai keinginannya. Wah TaeMin lebih parah dari Key.
    Keep writing author (งˆ▽ˆ)ง

    1. kekekek… key kan iblis paling baik sedunia. kebaikan key disini ada hubungannya dengan jalan cerita n salah satu keputusan Taemin di akhir cerita.
      iy kan… Taemin-nya nakal. taemin lbh parah dari Key? iya gak yaaa..? hahaha

      oke, gomawo Imelia-ssi~~

  8. ayem waiting for next story pliiiissssssss…..

    Key jadi iblis?? ga usah berubah ajah seringainya udah nyeremin, apalagi tatapannya.. ini pake berubah?? waduhh, jadi kayak apa tu si Key… jadi mikir si key kayak setannya di death note XDDD

    ide ceritanya oke punya, jarang2 iblis digabung sama iblis, biasanya iblis matchingnya sama malaikat.. huuiiirrr.. lanjut lah yahhhh

    1. part 1 udh keluar lho, eonni~~

      walau seringaiannya nyeremin, tetep bisa melelehkan hati kan? hehehehe #plaaakk
      waduh, Key gak seserem dewa kematian di Death note, kok. dia tetep tampan dan fashionista untuk kalangannya *?* hehehehe…

      iy, eonn. sekali2 kan iblis ama penyihir biar seru. hahahaha…

      gomawo, eonni~~

  9. Bel! Kamu bikin aku sinting ngebayangin tentang Key, uwoooohhh

    Suka deh sama statement taemin tentang permainan waktu, masuk akal lohh
    Ceritanya, ah, aku emang demen macem ini Bel
    Bel, keren deh ini ^^b
    Aku tunggu aja ya lanjutannyaaaaa

  10. kerreeennn….
    bikin penasaran….

    eh, perwujudan Key sbg iblis ituh, kayak yg di Ring Ding Dong, ya…
    serba item ituh… pakek sayap atau enggak?
    *guerempongsendiri, peyukJinki

    aku suka banget perdebatan Key dan Taemin
    kamu pinter banget saeng, bikin narasi…
    *cipokJinki

    Btw, mana suamiku? Suamiku mana…?
    lom nongol yah, ama Jjong n Minho jg…
    Nih, yg laen jg makhluk jadi2an atau cuma
    duo emak sama anak doang?

    Entarrr… Kamu yang nulis Devil’s Game?
    Jinki jd Lucifer atau apa, itu… aku lupa…
    Yang ada main cast ceweknya, trus mereka berdua kayak
    jadi pemburu setan gitu, eh tau2, ternyata si abang ayamkulah
    Lucifer yg dicari2 yeoja dan akhirnya saling a jatuh cinta
    Jinki mati, trus si cewek kayak nemu sosok namja lain
    yang ngingetin dia sm si Lucifer pemakan ayam sejati…
    Bener gak?

    *kalo salah cerita, aku bakal ngumpet di topi abang Jinki nih
    *kalo ceritanya bener yg itu,
    aku suka banget, lho, sama cerita itu…
    Tapi lupa,aku komen gak ya, disitu?
    Tapi aku selalu ngerasa komen deh di tiap cerita yang aku baca
    tangan gatel kalo gak komen…

    Udah, ya, eon mau ke Part1
    sebelum meluncur ke toko buku setempat
    cari bahan bacaan
    *mau ngikut? nyoookk… bawa Jinki, baru aku ajak
    *stressssbangetgue

  11. Aaaa!! aku baru baca /telat baget/
    & klo bukan krn soulmate sepertinya aku g akan prnah tau soal ff ini aigoo x|
    Ahh jd taemin itu manusia tp seorang penyihir dan kibum adlh keyx si iblis…
    ini lbh cocok jd before story…
    Perwujudan iblis key dsini sprti di RDD yaa? tp akublbh suka ngebayangin key dlucifer, bkn dgn potongan rmbut yg botak sebelah itu yaa xD tp pas mrka perform lucifer rock vers. yg enth d.acara apa, yg psti wkt it minus jjong..dsitu kesan gelapnya lbh berasa klo mnurutku…
    Okehh aku lanjut dulu…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s