[WFT B] My Seventeen [1.3]

My Seventeen 

 

Author             : Brilee

Main Cast       : Lee Taemin, Choi Jinri

Support Cast  : SHINee Member, other

Length               : Sequel

Genre                 : Romance, Fantasy, Mystery

Rating               : PG-15

Summary        : Peraturan kaum asto yang harus dipatuhi,  menikah diumur 17 tahun. Peraturan yang membuat masa remaja asto terenggut.

 

A.N                  : FF ini memang cukup absurd. Beberapa kebingungan mungkin ditemui. Jadi, saran saya bacanya jangan kaya dikejar anjing. Pelan-pelan aja bacanya. Kalo mulai gak jelas, lanjutin aja nanti juga tau. Kalo makin bingung sama ceritanya, jawaban di next sequelnya. Kalo sampe ending masih bingung, bisa kok tanya author. Hehe… Happy Reading ^o^ semoga menarik~

~~~~~~~~~~………~~~~~~~~~~

Taemin POV

            Seperti biasa, aku hanya duduk di bangku yang terletak di paling belakang sebelah kiri ruang kelas XII IPA 4 ini sambil memperhatikan seonsaengnim mengajar salah satu pelajaran yang aku suka, Biologi. Entah kenapa aku begitu menyukainya. Hmm..mungkin karena aku begitu menyukai Bumi-tempatku berpijak ini. Aku begitu menyukai segala sesuatu yang ada di bumi ini. Mulai dari udaranya, tanah, pepohonan, hewan, teknologi, bahkan manusianya. Ya, manusia, mulai dari susunan struktur sel-nya hingga jaringan yang lebih kompleks lagi.

            Manusia..Ah, aku begitu ingin menjadi bagian dari manusia. Menurutku, kehidupan manusia begitu menyenangkan. Kalian tahu tidak? Saat ini mungkin aku sudah bisa dibilang setengah dari bagian manusia. Yah, walaupun itu hanya karna aku tinggal di bumi-tempat para manusia tinggal- , menghirup oksigen –zat yang dihirup manusia- , memakan makanan yang dimakan manusia, dan berbaur dengan manusia – yah walaupun mereka tidak tahu bahwa aku bukan golongan manusia.

            Kriiiing …~ suara bel itu menghentikan pikiranku tentang manusia.. Aisshh, kenapa waktu begitu cepat berlalu jika jam pelajaran biologi. Dan kenapa pula saatnya pulang sekolah. Arrgghh, mengesalkan. Bukan karna aku seseorang yang maniak belajar. Hanya saja aku malas sekali pulang ke rumah dan menerima sejuta omelan yang akan keluar dari mulut umma-ku untuk segera mencari calon istri mengingat umurku yang hampir 17 tahun ini. Yap, itulah peraturan kaum asto.

            Arrgghh… peraturan macam apa itu?! Kenapa harus ada peraturan seperti itu di kaumku hah?! Aigo..mengingat peraturan itu membuatku kesal setengah mati!! KESAAAL!! Ah, seandainya ada cara agar aku terlepas dari peraturan ini..

            Oh ya, apa kalian ingin tahu apa itu asto? Hmm.. aku akan menjelaskannya sedikit. Sedikit? Ya, karna aku baru siswa tingkat 5 di Earth Asto School. Jadi, sebenarnya tak banyak yang aku ketahui tentang kaumku ini, termasuk tentang alasan adanya peraturan yang mengharuskan kaum asto menikah di umur 17 tahun. Oke, inilah yang dapat aku jelaskan..

            Asto, itulah nama untuk makhluk sepertiku. Bentuk dan rupaku memang menyerupai manusia. Namun jumlah kromosom di setiap sel tubuh para asto berbeda dengan manusia. Para asto memiliki 50 kromosom dan manusia hanya memiliki 46 kromosom. 4 kromosom atau 2 pasang kromosom tambahan pada asto menambahkan kekhususan kaum asto yang tidak dimiliki manusia. Yang pertama adalah untuk membentuk-secara alami- lambang ular (pria) atau merpati (wanita) di leher bagian kanan para asto. Dan yang kedua adalah untuk membuat bentuk lambang elang pada lengan bagian dalam dekat pergelangan tangan di tangan kiri. Lambang elang ini hanya akan muncul jika kita berdekatan dengan sesama asto. Elang ini akan mengepakan sayapnya jika asto di dekat kita akan/sudah menjadi orang yang special untuk kita.

            Oh ya, mungkin kalian penasaran tentang bagaimana kaumku bisa tinggal di Bumi. Menurut kisah yang diceritakan oleh guru sejarahku di EAS, dulu planet asal kami berada di sebuah galaxy bernama Astroxyan. Namun suatu kejadian buruk-yaitu Supernova- diramalkan akan menimpa galaksi Astroxyan. Salah satu bintang di galaksi ini akan meledak dan pasti akan berdampak pada planet kami. Akhirnya para pendahulu kami memutuskan untuk ‘bermigrasi’ ke bumi. Kenapa harus bumi? Ah, entahlah aku tak begitu peduli.

~~…~~

            Bis ketiga yang akan mengantarku pulang kerumah sudah berangkat. Memang sengaja ku abaikan, bahkan dari bis pertama tadi. Yaps, kulakukan demi mengulur waktu bertemu dengan umma di rumah dan siapa tahu di halte bis ini aku bertemu dengan seorang gadis cantik kaum asto yang mampu menggeser kedudukan ‘dia’ di hatiku.

            Kutatap layar ponselku. Sebuah wajah wanita terpampang di layar ponselku. Wajah wanita yang kucintai. Wajah wanita yang sangat ingin kunikahi di umurku yang ke 17 nanti. Namun sayang, dia lebih memilih untuk menikah dengan hyungku. Mereka telah menikah 4 tahun lalu.

            Kalian tahu bagaimana rasanya jika jadi aku? Hanya mampu diam menahan segala rasa kesal, kecewa, marah bahkan sedih dikala orang yang kita cintai lebih memilih untuk hidup bersama orang lain. Bahkan tanpa memberikan kabar kepadaku- yang notabenenya sahabat dari ‘si wanita’ dan dongsaeng ‘si pria’.

            MENYEDIHKAN. Ya, begitulah kata yang cocok untuk mendeskripsikan keadaanku saat ini. Ah, tidak., maksudku sejak pernikahan itu. Ya, sejak pernikahan Hyeri dan Jinki hyung

            “Argh…” tiba-tiba lenganku terasa sedikit perih, tepatnya di bagian lambang elang berada. Ah, kenapa ini? Kenapa begini? Kenapa lambang elang ini muncul secara tidak wajar?. Biasanya lambang ini  akan muncul dengan warna hitam. Tapi kenapa sekarang muncul dengan warna putih?. Ah ini semakin aneh, lambang itu perlahan berubah menjadi biru.

            “Gwenchana?” suara lembut itu mengagetkanku. Ah, sejak kapan gadis ini ada di sampingku.

            “ah ne gwenchana” aku menatap wajahnya. Aigo..wajahnya cantik sekali. Oh,, apa-apaan ini? Jantungku serasa lepas control, detaknya sangat cepat. Apa gadis ini seorang asto? Ah, kuharap begitu.

            “Choi Jinri imnida” tiba-tiba dia menjulurkan tangannya kearahku

            “Lee Taemin imnida” kuraih tangannya, membalas jabat tangannya tanda perkenalan.

            Ah, suatu keanehan muncul lagi. Kini lambang elang di lengan kiriku mengepakkan sayapnya. Apa dia akan menjadi orang yang special untukku? Tapi kenapa di lengan kirinya tidak ada lambang elang yang muncul. Apa dia bukan asto? Tapi kenapa lambang elang ini muncul dilenganku? Ah, pusing. Otakku kupaksa berkerja untuk mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri. Tapi nihil. Tak ada satupun kerja otakku yang menghasikan jawaban itu.

            Lalu kepakan itu hilang bersamaan dengan lepasnya jabatan tanganku dengan gadis bernama Jinri itu. Walau kepakan itu berhenti, lambang elang ini enggan untuk menghilang.

“Tatto yang bagus”

“ah mmm…. Ne, Gomawo” jawabku sedikit panik

“sepertinya kau murid dari SHINee High School. Kelas berapa?” gadis itu menatap diriku dari ujung kepala hingga ujung kakiku. Lalu menatap wajahku

“hmm ne, kelas XII”

“berarti kita seangkatan. Aku baru mulai sekolah besok. Aku diterima di kelas XII IPA 4. Kau kelas mana?”

“oh,, berarti kita akan sekelas. Aku juga di XII IPA 4. Hmm…Semoga kita bisa berteman baik” jawabku menebar senyum bahagia. Bahagia? Kenapa? Ah, molla

“Ne.. Gomawo, karna kau mau menjadi temanku”

“hmm…Apa kau murid pindahan?”

“Ne, aku dari Busan. Oh ya, rumahku dekat dari sini. Apa kau mau mampir?”

“Ya, of course.” Astaga…kenapa aku langsung mengiyakan. Dan kenapa aku merasa begitu bahagia. Ah,molla

…..~~….

            Kleekk.. Jinri membuka pintu rumahnya. “Ayo masuk” ajak gadis cantik itu padaku. Ah, maksudku Jinri.

            “Ne.. sepertinya sepi. Apa kau tinggal sendirian?” tanyaku ketika sudah masuk ke rumahnya, tepatnya ruang tamu. Sepi. Begitulah yang ada di benakku

“Sebenarnya ya. Tapi untuk beberapa hari ke depan oppa menemaniku di sini. Silahkan duduk ”

“Gomawo. Apa oppa-mu sedang ada di rumah?” tanyaku. Ku mengedarkan pandangan ke beberapa penjuru, tepatnya kearah tangga, ruang keluarga, dan dapur. Tetap tampak sepi.

“Jinri-ah, ternyata kau sudah pulang?” suara-namja- mengagetkanku. Ahh,, rumah ini tidak jadi sepi.

“Ahh, sepertinya ya. Itu dia” jawab Jinri padaku sambil menunjuk seorang namja yang berlari menuruni tangga.

“Oppa, kenalkan dia Taemin. Teman baruku. Kita sekelas” ucap jinri ketika namja yang dia panggil oppa itu telah duduk di sampingnya.

“oh, kenalkan aku Choi Minho. Oppa kandungnya-nya” namja itu menjulurkan tangannya

“Lee Taemin” ucapku membalas jabat tangannya

            Shhh.. lambang elang yang dari tadi masih muncul kini berubah warna menjadi hitam dan menimbulkan rasa perih.

            Sreekk..tiba-tiba Minho menurunkan lengan baju yang terlipat tadi hingga menutupi seluruh lengan kirinya. Namun sebelum lengan bajunya menutupi seluruh lengan kirinya, aku tanpa sengaja melihat lambang elang yang sama sepertiku di lengan kirinya itu. Kualihkan tatapanku dari lengannya menuju lehernya. Dan… tap, lambang ular ada di leher sebelah kanannya. Tanpa sengaja pandangan kami bertemu. Aku menatapnya heran dan dia menatapku datar. Ya, aku heran. Kenapa dia harus menutupi lambang itu?

            “kyaa…kau tak membuatkan tamumu ini minuman?” pandangannya kini beralih ke dongsaengnya

            “Ah ya hehe… maaf aku lupa. Chakaman ne?” Jinri berlalu pergi

            Keadaan hening untuk sesaat. Hingga akhirnya Minho memulai percakapan..

“Apa kau asto?” tanyanya menatapku serius

“…ne .. dan kau?” ucapku ragu

“Aku juga. Aku siswa tingkat 7 di EAS. Dan kau di tingkat 5 kan? Aku pernah melihatmu di sekolah. Hmm..dan tolong rahasiakan bahwa aku ini asto dari Jinri. Bahkan jangan beritahu dia apapun tentang asto.” ucapnya, masih dengan tatapan serius

“Ne, aku di tingkat 5. Tapi kenapa harus di rahasiakan?” tanyaku penasaran

“Aku tak bisa bilang. Karna aku belum terlalu mengenalmu. Lebih tepatnya belum dapat mempercayaimu  sepenuhnya. Mohon maklum”

“Ne”

“oh ya, aku akan kembali ke Busan hari Rabu. Kutitip Jinri padamu. Karna kau satu-satunya namja selain aku yang diajaknya kerumah ini. Aku iri padamu, Taemin-ssi. Dia bahkan baru mengenalmu. Tapi sepertinya kalian akrab sekali”

“ne?” tanyaku sedikit heran.

“Ahh,, sepertinya pembicaraan kalian serius sekali. Kalian membicarakan apa?…” Jinri datang dengan nampan berisi 3 gelas jus. Dia meletakan nampan itu diatas meja lalu duduk disamping minho.

“…Oppa, kau tidak bercerita sesuatu yang jelek tentangku kan?”

“Hmm….., entah ini jelek atau tidak. Tapi aku memberitahunya bahwa kau takut pada petir. Kau akan menjerit ketakutan dan akan memeluk siapa pun yang ada didekatmu” minho tersenyum evil kepada jinri. Ah, sepertinya mereka sangat dekat “ya kan taemin?” kini minho melihatku dan mengangkat alisnya seperti hendak berkata “iyakan saja apa yang ku katakan”

“ah ne” jawabku singkat

“Oppa ini apa-apaan sih. Aku jadi tampak sangat penakut dihadapan teman baruku ini. Ah aku malu sekali” Jinri memukul pelan lengan minho lalu menunduk

“ini juga untuk kebaikanmu, tahu. Jika nanti aku kembali ke Busan, siapa yang akan menenangkanmu jika ada petir, eoh?” minho mengusap rambut jinri. Jinri hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Ahh lucu sekali…

“Oh, taemin, walau aku belum mempercayaimu sepenuhnya, tapi bisakah aku memintamu untuk menjaga adikku ini? Bahkan aku akan lebih senang jika kau mau tinggal di sini. Walau aku sudah memasang beberapa CCTV, rasanya lebih baik jika ada yang menemaninya”

“mwo? CCTV? Astaga… Oppa, kau terlalu berlebihan” ucap jinri terkejut. Minho hanya membalas dengan senyuman

“Bagaimana taemin?” Tanya minho lagi

“Ah ne, aku akan menjaganya. Tapi jika harus tinggal disini, aku belum bisa memastikan. Aku harus meminta izin umma-ku dulu” ucapku

“hmm… arasseo”

~~…~~

Author POV

            Ini hari pertama jinri masuk di sekolah barunya-SHINee High School. Dia diantar oleh oppanya. “Oppa, aku masuk dulu ne. annyeong ”  ucap jinri sambil melambaikan tangan ke oppanya. “ne, annyeong” minho mulai melajukan motornya, berlalu pergi.

            Seperti biasa Taemin selalu dikerumuni oleh para yeoja setiap pagi. Ah tidak, bahkan setiap saat, terkecuali jam pelajaran.

“Taemin-ah kau sangat tampan” “Taemin oppa, saranghae” “Kau perfect sekali” begitulah beberapa lontaran kata dari yeoja yang sedang mengerumuni Taemin-namja tertampan di sekolah ini, menurut penilaian para yeoja itu tentunya. (bagi aku juga~ wkwk)

Seketika bola mata taemin menangkap sosok gadis–yang menurutnya cantik– sedang berjalan memasuki halaman sekolah.

“Ah, permisi aku ada perlu sebentar” ucap Taemin kepada yeoja-yeoja itu.

“Jinri-ah!!” taemin melambaikan tangannya kepada gadis yang dia anggap cantik itu. Gadis itu berhenti dan membalai lambaian tangan taemin. Taemin berlari mendekati gadis itu.

“annyeong, Taemin-ah”

“annyeong, kita sekelas kan. Ayo kita ke kelas bersama, aku takut kau tersasar”

“ah ne gomawo. Sepertinya kau sangat terkenal di sekolah ini” jinri berkata sambil menatap kerumunan para yeoja tadi yang kini menatapnya sinis.

“ah tidak juga. Mereka saja yang berlebihan. Kajja, kelas akan dimulai 30 menit lagi”

“ne”

…~~…

Di kelas

“wuah, tampan sekali” guman jinri namun masih dapat terdengar oleh Taemin

“mwo? Nugu?” Tanya taemin heran

“itu, namja itu. Ah bahagianya aku bisa sekelas dengan namja tampan” jinri berkata sambil menunjuk namja yang sedang membaca buku di bangku nomor dua dari belakang, tepat di depan bangku Taemin.

“taemin-ah, siapa namanya?” jinri menyenggol lengan taemin

“ah, dia kim jonghyun. Dia juara 1 di  kelas ini” jawab taemin kesal. Kesal? Kenapa?

“wuahh, daebak!! Apa dia duduk sendiri?”

“hmm.. mungkin” jawab taemin

“jinja?! ” belum sempat taemin merespon, jinri sudah berlari mendekati pria yang dia bilang tampan tadi– Jonghyun

“apa aku boleh duduk disini?” ucap Jinri tepat di sebelah jonghyun. Jonghyun hanya menatap jinri heran. Ah, dan sedikit terkejut.

“ah, aku murid baru. Jinri imnida” jinri sedikit membungkukan badannya

“Aku jonghyun. hmm… ne, kau boleh duduk disebelahku.” namja itu tersenyum

Degdegdeg.seketika jantung jinri berdetak lebih cepat.  Aigo manis sekali namja ini.. begitulah yang ada dipikiran jinri.

Taemin POV

Apa-apaan dia itu. Apa dia tidak tahu bahwa aku ini lebih tampan dari namja itu. Bahkan yeoja di seluruh penjuru sekolah ini saja mengakuinya. Aisshh… padahal aku sudah menyuruh teman semejaku pindah. Yeoja itu malah ingin duduk dengan jonghyun-namja pendek yang kutu buku. Cih.. menyebalkan sekali…

Kulihat jinri tersenyum menatap Jonghyun. Aishh, apa otak yeoja ini konslet? Sebal sekali….!! Sebal? Ah kenapa aku sebal. Apa aku menyukainya? Arrgghh.. apa yang terjadi padaku sebenarnya hah?

“Jonghyun-ah kau tampan” ucap jinri tiba-tiba

Mwo? Apa dia gila. Sepertinya mudah sekali dia bilang tampan kepada pria yang baru saja dikenalnya. Apa dia tipe gadis penggoda? Ah, sepertinya tidak, karna dia hanya seperti itu pada jonghyun. Kepada jonghyun? Argh, kenapa bukan padaku saja. Eyy? Tunggu~ sebenarnya apa yang aku inginkan sih?! Kacau sekali..

“Kau juga sangat cantik Jinri-ah” kulihat jonghyun mengusap pucuk kepala jinri. Jinri tersenyum manis. Begitu pula jonghyun

Aisshh kenapa di hari pertama saja aku sudah dibuat cemburu. Dan kenapa jinri tersenyum manis kepada jonghyun… dan apa-apaan jonghyun itu, kenapa seenaknya saja mengusap kepala jinri.

Tak kusangka jonghyun yang terkenal pendiam itu melontarkan kata ‘cantik’ pada gadis yang baru dikenalnya. Dan itu pertama kalinya kulihat jonghyun tersenyum.

Kulangkahkan kaki menuju mejaku. Kulempar tasku di atas mejaku yang terletak dibelakang mereka. Kulihat jonghyun kembali berkutat dengan bukunya. Dan tiba-tiba Jinri menoleh kebelakang. Deg… Deg… aihh jantung ini keterlaluan.

“kyaa, Taemin-ah kau lahir tahun berapa?”

“1993. Wae?”

“aku 1994. Boleh aku memanggilmu oppa?” dia tersenyum begitu antusias

“ne, boleh. Aihh, kau lucu sekali” tanganku reflex mengusap rambutnya lalu mencubit pipinya

“kyaa! oppa, pipi ku bisa melar” dia mengerucutkan bibirnya… aihhh benar-benar lucu

Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Takut dia memberikan ekspresi yang bisa membuat jantungku lost control.

“oiya oppa, katanya Minho-oppa pulang sekolah nanti dia ingin menemuimu”

“ ne, dimana?”

“di rumahku. Jadi, kau antar aku pulang”

“ne, arraseo”

….~~….

“Oppa, ayo masuk” ajak jinri padaku. Aku hanya mengangguk

“Minho-oppa!!! Aku pulang!!!” astaga suara gadis kurus ini ternyata nyaring juga

“Ne!!” terdengar suara minho dari arah tangga

“Jinri-ah, bisa kau ke kamar? Oppa ingin bicara dengan taemin sebentar” ucap minho ketika sudah sampai di ruang tamu

“Jadi aku tidak diajak bicara nih? Jahatnya~~” aishh lagi-lagi dia mengerucutkan bibirnya. Lucu sekali~~

“sebentar saja. Dan awas kalau kau menguping, aku akan memaksamu kembali ke Busan”

“aishhh, jahatnya…!! Taemin-oppa kau jangan jadi seperti dia ya! Yaksok?”

“aigo, sudah sana ke kamar” belum sempat aku merespon perkataan jinri, minho sudah menyambar duluan.. ckck

Jinri menghentakan kakinya lalu beranjak pergi menaiki tangga menuju kamarnya. Kutatap dia. Lalu kualihkan tatapanku ke minho saat jinri sudah tak tampak

“Ada hal penting apa?”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

34 thoughts on “[WFT B] My Seventeen [1.3]

  1. Chingu…. Aku ninggalin jejak dulu ne ^^ , nanti kubaca hehe…😀 *nyengir tak berdosa

    Keep Writing ^^ jangan lupa mampir –) We Hate(Love) You, Lee Taemin! *promosi berkelanjutan *kabuur

  2. Kalau MinHo asto, JinRi bukan asto?
    (˘_˘” )ck! ( “˘_˘)ck! Malang juga TaeMin, terlambat 1 langkah.
    Umur 17 tahun sudah menikah, habislah masa muda mereka.
    Kasihan (˘_˘” )( “˘̩̩̩⌣˘̩̩̩)

    Keep writing author (งˆ▽ˆ)ง

    1. Hmm…. asto gak ya? next part yaw ^.~
      Syukurlah aku bukan asto, jadi gak perlu nikah 17 tahun deh ^.^
      Btw, thanks ya udah mau baca+komen ^.^

  3. wah daebak, bikin penasaran
    Minho asto, jinri bukan, tapi tanda elang taemin berubah jadi putih waktu ketemu Jinri.
    Kayaknya ada sesuatu yang janggal dengan jonghyun…
    lanjut ^^

    1. kenal gak ya? next part yaw ^.^
      Jangan terlalu keras berfikir, ntar juga ada next partnya. Hehehehe ^.^
      Thanks ya udah mau baca dan ngasih komen🙂

  4. Waaa ceritanya keren!!!

    Kalau Mino asto dan Jinri bukan. Terus? Apa jangan2 mereka bukan saudara kandung ya? #plak #asaltebak

    sama ama komen2 di atas. Aku agak curiga ama Jjong. Wahhh pokoknya aku penasaran banget😀

    cuma sedikit ada kesalahan penulosan sih. Kalau nama orang harusnya diawali huruf kapital, hehe😉

    Ditunggu nextnya yaa :3

    1. Thanks ya atas pembenarannya ^.^ Maklumlah pemula. Selain itu ngebut juga sih ngerjainnya *padahal emang blm pro. Hehehehe ^.^

  5. heran, d. kenapa minho jelas2 asto, smentara jinri nggak. jadi ingat cerita vampire knight dmana insting vampire tokoh utamanya disegel sementara oleh orang tuanya…. jangan-jangan jinri…?

    ceritanya bagus, bahasanya juga ringan dan enak dibaca. dari mana dapat ide ttg asto? kren, d! masih banyak yang perlu dijelaskan di cerita selanjutnya… i’ll be waiting!

    btw, kritiknya udah disampain d komen sebelumnya. kalo aja penulisannya lbh rapi, tentu bacanya juga lebih enak. keep writing!

  6. Ide sendiri, bahkan istilah asto pun aku yang bikin. Hehehe ^.^ Thanks ya udah mau baca+komen FFku yang sederhana ini

  7. Asto?! Jd mreka makhluk asing y? Jd keinget film i am number 4, y wlaupun beda c critanya,hehe..
    Idenya bgus, new lgi..
    Part 1 ja dh wt pnasaran, hrus da pnjelasan panjang nch di next part!
    Minho jinri sebenarnya saudra kndung bkan y?
    Siapa sbenarnya jjong dsni? Mencurigakan.. %-)
    lalu gmana nasib taemin? Dia nikah ma cpa? Npa lmbangnya brubh jd wrna biru bkn ptih?
    Sumpah msih penasaran..
    Ditunggu next chap..
    Keep writing!😉

  8. wah, sebenernya bacanya udah enak. tapi typo dan tanda baca sedikit mengganggu.
    oh, ya, rasanya ceritanya kok kecepetan ya? tiba-tiba seorang yeoja yang baru dikenalnya diajak main ke rumah. trus tiba-tiba aja Minho nyuruh Taemin tinggal dirumahnya. kan, aneh?
    klo aku jadi Taemin, aku bakalan curiga sama mereka berdua. atau aku aja yang terlalu curigaan?
    okelah, lanjut aja.

    1. Hmmm… semoga pertanyaan kamu bisa dijawab di next part ya🙂
      Thanks ya udah mau baca+komen FF-ku yang tak sempurna ini ^.^

  9. Brilee, Brilee, Brilee! Ketemu lagi ^^ (sok akrab)
    Brilee ini ceritanya menarik! Plotnya kayaknya asik ini, tentang semacam suku yang punya keistimewaan tertentu dibandingkan dengan manusia biasa. Trus spesifikasinya juga asik, ada lambang-lambangnya dan lambangnya hidup kalo si pemilik bertemu sama asto yang spesial (eh bener ga?)
    Tapi tapi tapi, Sulli itu asto atau bukan, ya? Hm, yang jelas Minho itu asto juga.
    Aku mau koreksi, boleh? ^^
    Perhatikan autocorrect ketika mengetik, ya ^^. Jadi kalo misalnya Brilee lagi ngetik “favorit” trus autocorrect-nya otomatis yang “favorite”, Brilee harus mengeditnya lagi, biar sama rata dengan bahasa Indonesia. Kecuali kalo Brilee emang mau pake Bahasa Inggris, dan itu juga harus dicetak miring. Di sini aku nemuin beberapa kata asing yang tidak dicetak miring (jika memang ingin menggunakan Bahasa Inggris) seperti ‘galaxy’ dan ‘special’.
    Ngomong-ngomong soal Bahasa Inggris, yang benar itu “lose control” bukan “lost control”, kecuali kalo dalam satu kalimat itu pake bahasa Inggris semua dan Brilee menerapkan grammar past tense ^^
    Terus…kata depan jangan digabung dengan lokasi, ya. Mesti dipisah. Ke sekolah, ke depan, ke belakang…, gitu.
    Terus…, ini juga udah aku paparkan pas komen di FF Brilee sebelum ini (jadi aku copas aja komen soal kalimat langsungnya ya, semua kalimat langsung diawali dengan huruf besar setelah tanda petik (aku pernah lihat yang diawali huruf kecil, tapi itu fungsinya sebagai kalimat lanjutan setelah jeda yang diisi dengan kalimat tidak langsung, dan menurutku itu hanya karena kalimat tidak langsung yang menjadi jedanya, diakhiri dengan tanda titik, itu menurutku lho, ya)
    Perhatikan penggunaan huruf besar. Kalo ga salah ada beberapa nama di sini yang ga pake huruf besar.
    Idenya bagus. Glad to see bahwa kamu mengkombinasikan imajinasi dengan ilmu pengetahuan.
    Nice job, Brilee!

  10. hmm… asto gak ya? next part ya
    Siap bos!🙂 Ini baru FF kedua, jadi maafkan aku kalau belum professional😥
    Btw, thanks ya udah memberiku penataran singkat ini ^.^

  11. heeemmm…. aku liat dari awal cerita banyak kata “Ah” hehehehe… kayaknya gimana gtu.. ah.. ah.. ah…

    ide ceritanya oke punya, penjabarannya juga oke… jadi aku bisa ngerti dengan skali baca.. *bangga… lanjuuuttt yaaaaaaa!!!!

  12. hehe, maaf ya. kata “ah” mengganggu ya? ada pengalaman tersendiri dibalik kata ah
    Maaf atas ketidaknyamanannya ya ^.^v
    Thanks ya udah mau baca

  13. Wowwww, aku mau puji idenya dulu, kepikir gitu ya bikin suku imajinatif macem ini…
    Cuma, semakin belakang aku menyayangkan karena terlalu banyak dialog,trus EYD berantakan. Soal EYD aku rasa udah dibahas ama Ariesy.

    Aku masih berharap 2 part ke depannya oke punya. See you ya di part 2 ^^

  14. Hehehe, next part sepertinya EYD-nya gak beda jauh, karna aku nulisnya dan sudah terkirim sebelum dapat penataran dari kalian. Maaf~ T.T
    Mungkin next FF bisa lebih baik lagi. Amin~ ^.^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s