[WFT C] Switzerlove [2.2]

Title : Switzerlove

Author : Nia

Main cast :

–          Lee Taemin (SHINee)

–          Risa Jung (OC)

Support Cast :

–          Yeong Sung (OC)

–          Onew, Jonghyun, Key, Minho (SHINee)

Length : Twoshot

Genre : Romance

Rating : General

———–0————

Di dalam kereta itu, sudah tak terhitung berapa kali Taemin menghembuskan napasnya begitu saja. Ia rasa terlalu banyak pikiran berkecamuk di kepalanya. Bolak-balik ia menengok ke kanan dan ke kiri, seperti orang gelisah. “Ada apa, sih? Memangnya kamu tidak senang karena liburan ini?” tanya Yeong Sung yang duduk disebelah Taemin.

Tapi sambil tetap memandangi salju disekitarnya lewat jendela yang terbuka, justru Taemin malah cemberut. “Apanya yang senang? Kita harusnya liburan. Tapi ternyata waktu liburan ini habis gitu saja karna urusan yeoja itu. Padahal tadinya aku sudah berencana ingin skydiving disini. Dan sekarang, rencana sky diving itu melayang begitu saja karena hari ini kita harus kembali ke Seoul.

Sambil terus memandangi salju itu, tiba-tiba Taemin melihat sosok Risa sedang berdiri di pinggiran stasiun kereta. Yeoja itu buru-buru melambaikan tangannya sebelum kereta yang Taemin tumpangi perlahan-lahan melaju menuju bandara Cointrin Jenewa, bandara Internasional Switzerland. Tapi bukannya balas melambaikan tangan, Taemin justru makin cemberut dibuatnya. Ia tak tahu kenapa, tapi berpisah seperti ini benar-benar tak ada gunanya. Taemin hanya hadir di dalam kehidupan Risa sebagai sosok yang merepotkan yeoja itu, dan juga begitu pula dengan Risa yang hadir bagai parasit dalam kehidupan Taemin. Semua kejadian ini berlalu begitu cepat, terlalu cepat bagi seorang Lee Taemin yang baru menginjak umur 20 di tahun ini. Ya, setidaknya umur internasional.

Lambat laun, mata Taemin sudah tidak bisa lagi menangkap sosok Risa di pinggiran stasiun kereta seperti tadi. Kereta ini dengan asyiknya melaju cepat tanpa mengindahkan perut Taemin yang agak mual dibuatnya.

Memang ternyata si maknae itu tak hanya mabuk udara, tapi ia juga mabuk darat dan mabuk lautan. Kecuali, memang kepalanya sedang memikirkan sesuatu yang menarik yang benar-benar bisa membuat mual itu pergi seketika.

“Taemin-ah! Kau bicara apa sih? Sedang mengigau, ya?” tanya Yeong Sung dengan wajahnya yang bingung. “Yeoja siapa? Jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta, ya?” Yeong Sung kini justru menggoda Taemin. “Eh? A-Ani! Y-Yeo-Yeoja yang itu, hyung! Yang membuat kita terjebak di Switzerland tanpa melakukan apa pun.” ucap Taemin gelagapan.

Tapi, memangnya benar ia sedang jatuh cinta? Kalau iya, lalu sama siapa? Atau mungkin, Risa..

“Masa hyung lupa, sih? Dia tadi baru saja melambai ke arahku dari stasiun itu, hyung!” teriak Taemin tertahan, tak percaya Yeong Sung bisa sepikun itu. Entah ini Yeong Sung yang pikun, atau justru otak Taemin yang kurang beres? Taemin yakin pasti ada yang tidak beres dari salah satu di antara mereka.

“Sini, deh! Hyung kasih lihat ini!” Yeong Sung yang geregetan itu akhirnya mengeluarkan kamera yang selama ini berada di dalam tasnya. Ia mengarahkan layar dari kamera itu kearah Taemin, lalu memerlihatkan sebuah video yang membuat Taemin terkejut.

Video itu, video saat Taemin sedang melakukan skydiving dengan pemandangan salju dan gunung disekitarnya. Di dalam video itu, Taemin dapat melihat dirinya tersenyum senang campur bangga.

Taemin binggung. Rasanya sedari kemarin ia hanya mengurusi masalahnya dengan Risa. Lalu, sekarang kenapa tiba-tiba ada video ini?

Apakah bertemu dengan Risa hanyalah mimpi belaka?

“Dan tidak hanya skydiving. Kameraku banyak merekam dan memotret kegiatan lainnya yang kau lakukan di sini. Aku saja sudah cukup lelah, Taemin-ah! Dan, ini! Hiasan ini.. Kau yang membelinya, kan?”

Setelah Yeong Sung menujuk beberapa kantung belanjaan yang ada disebelahnya, barulah Taemin percaya kalau ia memang melakukan banyak aktivitas di Switzerland, tapi ia tidak menyadarinya.

“Jadi sekarang kau sudah sadar, kan?” Yeong Sung bertanya sambil merapikan kembali kameranya. “E-Eh?”

Belum sempat Taemin menjawab, tiba-tiba seorang yeoja agak tua dengan pakaian yang cukup rapi menghampiri tempat duduk Taemin dan Yeong Sung. Dari pakaiannya, baik Taemin maupun Yeong Sung cukup yakin kalau dia ini petugas kereta yang sedang mereka tumpangi.

Excuse me..,” gumam petugas itu pelan, lalu memberikan segepok koran lokal berbahasa Inggris.

Yeong Sung mengamati koran itu, mengacuhkan Taemin yang kembali menatap pemandangan dari balik kaca jendela kereta yang sedang berjalan ini.

“Oh, Taemin-ah! Ternyata kemarin ini putri dari salah satu mentri di Switzerland, Risa Jung, baru tunangan! Pantas ya kemarin kita banyak menjumpai keramaian walau hanya shooting di jalan raya..”

Taemin sendiri sangat kaget mendengar kameramennya tiba-tiba berkata seperti itu. Saking kagetnya, ia sampai-sampai menimbrung pada Yeong Sung untuk sekalian mengamati koran itu.

Tapi tak lama kemudian, Taemin tersenyum penuh arti. “Iya, hyung.. Mungkin apa yang tadi aku bicarakan itu.. Hanya mimpi belaka. Tepatnya mimpi indah yang bahkan terlalu indah untuk dianggap mimpi.”

“Eh? Apa maksudmu?” tanya Yeong Sung yang justru kini tidak mengerti.
Bukannya menjawab, Taemin malah diam membisu sambil -sekali lagi- tersenyum tipis. Rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di Seoul dan menceritakan ini semua kepada member SHINee lainnya.

***

Suasana ramai bandara Incheon menyambut kehadiran Taemin sore itu. Sehabis berdiam diri di kereta dan di pesawat tadi, rasa kantuk pun mulai berdatangan menemani tiap langkah Taemin. Walau begitu, tapi ternyata suara teriakan tertahan dari beberapa orang yang mengenal Taemin mampu mengalahkan rasa kantuk itu sedikit demi sedikit. “Hyung, aku sudah sampai di Incheon,” ujar Taemin melalui sambungan telfon dengan member SHINee lainnya sembari memasuki sebuah mini van.

“Kau berhutang banyak cerita padaku, Taemin-ah.. Hyung benar-benar ingin melihat  videomu saat sedang melakukan skydiving!” Bahkan semangat Minho sudah menggelegar untuk melihat video dongsaeng kesayangannya itu. Kini, Taemin tidak lagi merasakan takut saat mendengar suara Minho. Ia percaya bahwa surat itu memang ia dapatkan dalam mimpinya saja. Mimpi yang sungguh keren.

“Iya, hyung! Kita sama-sama punya hutang. Hyung juga harus bercerita tentang pertandingan bola itu padaku.” balas Taemin tak mau kalah. Rasanya kurang adil kalau hanya ia yang bercerita. Lebih tepatnya, semua member SHINee harus bercerita tentang pengalaman mereka semua.

“Sebentar lagi pesawatku akan take off. Kau hati-hati, ya! Kalau sudah sampai di dorm, langsung istirahat saja.” Setelah bicara seperti itu, Onew segera memutuskan sambungan telfonnya, meninggalkan empat member SHINee lainnya dalam keadaan membisu.

“Aku sebentar lagi sampai di bandara. Kau jaga dirimu sendiri. Berhubung hyung tidak bisa mengawasimu, jadi kau harus bisa mengawasi dirimu sendiri. Arraseo?”

“Ne. Hyung juga baik-baik, ya! Saat sudah sampai di bandara Haneda, hubungi kami.” ujar Taemin sambil tersenyum. Tanpa ia ketahui, ternyata Jonghyun juga ikut tersenyum dibalik sambungan telfon itu. Saat mereka sedang berada dalam satu dorm, mungkin perhatian itu akan tersalurkan dalam bentuk ocehan-ocehan tak jelas. Tapi saat mereka berada di negara yang berbeda, ada sedikit rasa rindu dan lega saat mendengar suara member SHINee lainnya. Atau setidaknya, mereka memang terdengar baik-baik saja.

Sehabis Jonghyun memutuskan sambungan telfonnya, kini kuping Taemin menangkap suara-suara tak jelas. Bisa dibilang, suara itu adalah suara teriakan Key yang samar-samar masih bisa didengar oleh Taemin. “Ayolah, Minho! Berikan telfonnya padaku!” teriak Key dari sana. “Ani! Kalau telfon ini kuberikan, yang ada Taemin makin pusing mendengar ocehanmu!” Meskipun Taemin tak melihatnya, tapi ia bisa mengira-ngira sekarang Minho sedang menjauhkan posisi telfon itu sejauh mungkin supaya Key tidak dapat menggapainya.

“Tidak, aku hanya sebentar saja.. Ayolah, Choi Minho!”

“Taemin-ah, hati-hati ya! Annyeong!” ujar Minho buru-buru, lalu dengan sekali gerakan mematikan telfon itu.

***

Taemin bersandar dengan posisi ternyaman pada sofa di dorm SHINee. Ia mengambil sebuah buku dan pena, lalu membiarkan kepalanya bersandar begitu saja di tembok tanpa memerdulikan rasa sakit karena kepala itu tak beralaskan bantal. Ia membuka buku itu dengan hati-hati, seakan takut buku yang rapuh itu tiba-tiba robek saking usangnya. “Kau yakin tidak sedang melucu? Mana ada orang yang bisa bermimpi selama itu? Parahnya lagi, kau tidak mengingat satu hal pun yang kau lakukan!” cerocos Key yang hanya dibalas dengan senyuman tipis oleh Taemin.

“Mimpimu terlalu romantis, Taemin-ah. Hyung kira kau masih sering bermimpi Pororo atau semacamnya.” ledek Jonghyun dengan senyum nakal. Tapi lagi-lagi, Taemin hanya membalasnya dengan senyuman tipis. “Sudah, jangan senyam-senyum terus! Kau terlihat seperti orang gila, tahu!” Onew memukul Taemin dengan bantal, berharap si maknae ini bisa lepas dari dunia khayalannya.

“Mimpi itu membawamu pada suatu kenyataan yang pahit. Kenyataan bahwa kau tidak bisa memilikinya akan semakin menyulitkan dirimu. Rupanya kau baru saja mengalami cinta pertamamu di dalam mimpi, ya..” komentar Jonghyun layaknya seorang pakar cinta. Padahal si pakar cinta yang satu ini tetap saja masih menjomblo. “Memang kangen dengan orang yang jauh diluar sana, apalagi yang sudah bertunangan, sangat sulit, ya..” Taemin akhirnya membuka mulutnya yang sedari tadi tertutup.

Member yang lain pun bungkam dibuatnya. Hingga Taemin akhirnya membuka buku harian yang sedari tadi ia pegang, lalu menulis sesuatu di dalamnya.

Tidak, aku tidak akan menyalahkan mimpi yang telah membuatku tidak ingat akan satu hal pun yang kualami di sana. Justru mimpi itu yang membuatku sadar, bahwa aku baru saja mengalami cinta pertamaku. Ya, kan?

Saat aku terbangun dari mimpi itu, aku justru mencari sesuatu yang tak ada. Menyalahkan sesuatu yang tak ada. Tentu ada sedikit rasa kesal di sini, dan juga rasa pahit yang menjalar dimana-mana. Mimpi yang begitu manis, tapi justru mendatangkan kenyataan yang pahit di dunia nyataku.

Tapi mimpi itu juga banyak mengajariku. Aku harus lebih berhati-hati, makin berhati-hati, dan selalu berhati-hati. Meskipun tentu saja Minho hyung tidak mungkin se-esktrim itu untuk mengirimiku surat dengan panah berlumuran darah, tapi bisa jadi ‘Minho-Minho’ lain yang mengirim surat itu padaku. Semoga saja tidak.

“Ah, kau benar, surat itu! Mana mungkin aku mengirimnya? Seharusnya kau sudah sadar sejak awal, Lee Taemin. Aku kan di London, kau di Switzerland. Mana mungkin surat itu bisa sampai seolah-olah aku yang melemparnya dengan panah?” protes Minho pada Taemin. Beruntung Taemin baru saja menulis tentang surat itu, sehingga membuatnya ingat kembali tentang suatu hal yang mengganjal di dalam dugaan maknae. “Siapa tahu saja hyung saat itu menyelundup atau bagaimana, siapa yang tahu?” bela Taemin. Ia tahu secara tak langsung, tadi Minho baru saja mengatainya bodoh. “Cih, alasan!” cibir Minho, tapi langsung diabaikan oleh Taemin. Ia lebih memilih untuk melanjutkan tulisannya dalam buku harian itu.

Risa Jung atau siapa pun namamu, kau harus hidup bahagia dengan tunanganmu! Kalau sampai kau tidak bahagia, aku akan kembali lagi ke sana dan membuat apa yang ada di mimpi itu menjadi kenyataan. Kau…, tidak keberatan, kan?

Ah, tapi mungkin ada baiknya jika kau juga mengirimkanku seseorang yang mirip denganmu. Kau tahu, aku mudah bosan.. Aku butuh seseorang yang bisa membelaku dalam pertarungan adu mulut dengan member SHINee lainnya, seperti tadi. Lagipula, ini semua adalah salahmu karena telah meninggalkanku sembarangan dalam mimpi itu.

“Kalau dipikir-pikir, Risa Jung itu seperti versi perempuannya dari dirimu. Sama-sama ceroboh!” ujar Key sambil menoyor-toyor kepala Taemin. “Hyung!” protes Taemin sambil merapikan bukunya

“Ah, aku baru ingat! Kemarin ini Kim Young Min-ssi bilang padaku bahwa ia akan mengirim seorang pembantu karena melihat dorm kita yang sangat kotor.” Onew memandang member SHINee lainnya, kemudian kembali menatap layar hand phone yang ada di genggaman tangannya. “Memangnya dia pernah masuk ke dorm kita?” tanya Key tak percaya. Jujur ia agak risih dengan kehadiran seorang pembantu. Toh juga member SHINee semuanya biasa ikut turun tangan tiap kali ia mengadakan sayembara untuk bersih-bersih. Siapa yang tak mau mendapatkan pijitan gratis dari seorang diva?

“Sepertinya pernah. Mungkin sewaktu kita semua pergi ke luar negri.” Berbanding terbalik dengan Key, justru Onew malah tenang-tenang saja dengan kehadiran pembantu yang masih dirahasiakan identitasnya ini. Ada bagusnya juga, jadi member SHINee lainnya tidak perlu diteriaki oleh Key tiap kali mereka harus bersih-bersih. Cukup si pembantu itu saja yang diteriaki. Justru karena pembantu itu, mungkin beban seluruh member SHINee akan semakin berkurang.

“Minho-ya! Ini semua salahmu karena kurang rajin bersih-bersih!” teriak Jonghyun lalu melempari tubuh Minho dengan bantal-bantal yang ada di sana, hingga membuat bulu-bulunya bertebaran dimana-mana. Sepertinya kedua makhluk ini berniat untuk menambah kerjaan pembantu baru yang akan datang nanti.

Ting Tong!

Dengan sekali bunyi dentingan bel, semua aktivitas yang dilakukan member SHINee berhenti seketika. Kini mereka semua menatap satu-satunya pintu yang ada di dorm itu dengan pandangan misterius. Beberapa detik lagi, seseorang akan muncul dan tinggal bersama mereka dalam jangka waktu yang entah sampai kapan berakhirnya.

“Maknae! Kau, bukalah pintunya!” titah Jonghyun sambil menyenggol bahu Taemin dari belakang berulang kali.

“Ah, hyung! Kau ini penakut macam apa, sih! Dia itu kan bukan hantu.” Taemin berjalan menuju pintu dorm dengan gagahnya, seolah-olah ia jauh lebih berani daripada Jonghyun. Tapi, ya.. Dia memang tidak takut. Hanya penasaran. Lebih tepatnya, sangat penasaran.

“Annyeonghaseyo, namaku Lee Ri Ae. Aku yang akan menjadi pembantu kalian dalam waktu dekat ini. Senang berkenalan denganmu,” ujar seorang yeoja sambil membungkukkan badannya beberapa kali. Ia mengenakan celana jeans panjang, sepatu kets hitam, dan juga kemeja merah kotak-kotak berlengan panjang yang digulung hingga sesiku. Rambutnya yang panjang dikuncir satu ke belakang, sangat cocok dengan kacamata hitamnya. Ia terlihat seperti anak kuliahan yang kutu buku.

Tapi bukan hal itu yang membuat Taemin bisa tersenyum selebar ini. Wajah yeoja ini memang cantik, tapi aura yang dipancarkannya sama persis seperti aura yang dipancarkan oleh Risa. Ya, Risa Jung yang beberapa hari terakhir ini menghantui pikirannya. Melihat yeoja yang bernama Ri Ae ini membuat Taemin kembali mengingat mimpinya tentang Risa. Lagipula, memang ia pikir nama kedua yeoja ini cukup mirip. Tak ada salahnya jika menganggap kehadiran Ri Ae sebagai pengganti kehadiran Risa, bagi Taemin.

Atau mungkin…, pengganti sosok Risa di hati Taemin?

Setelah merasa telah mendiamkan Ri Ae terlalu lama dengan senyumannya, Taemin balas membungkukkan badan lalu berkata, “Annyeong, selamat datang di dorm SHINee.”

-end-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

61 thoughts on “[WFT C] Switzerlove [2.2]

    1. Makasih ya udah mau mampir dan kasih komen^^
      Engga~ Tamin engga pernah ketemu Risa:D
      Makasih ya udah mau baca:D

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Hahaha:D iyaa~ cuma mimpi~ Taemin mimpi ketemu Risa, mimpi juga dapet surat dari minho:D
      Makasih ya udah mau baca:D

  1. HUAA AUTHORR~~
    aku seriusan loh, ga nyangka ternyata endingnya kayak gini…
    Dari yang fantasy gitu, tiba-tiba jadi real(?)
    aduh seriusan. FFnya keren, author~~~
    Keep writing, yaa~ Teruskan karyamu, authorr!!! FIGHTING!

  2. HAH ENDINGNYA HAHA HA HA🙂 KEREN BANGEEET THORRRR! ceritanya gak ketebak, gak kayak FF-FF lainnya gampang banget ketebak-_- FFnya bagus banget lohhhh jarang2 baca FF bermutu kayak gini😀 ditunggu loh thor novelnya! Dan good luck yaaaaa :3

  3. gubraaaak…
    aah, ketemu Risa cuma mimpi berarti yah.. Emang, mimpi itu sering yang panjangnya kayak 3 hari, tapi sebenarnya cuma 2 jam tidur ._.”
    Aku suka sama tulisan yang bercetak miring di atas😀
    Overall, bagus ceritanya. Yah, walau aku masih pengen diulas pakai aura misteri kayak part 1 kemarin..haha.. Tapi gak papa😀
    Oke doke Nia, semangat terus ya buat nulis😀

  4. wawaawaa ternyata hanya mimpi hufftt~
    jadi pembantu di dorm SHINee?? mau mau mau hahahaha ntar aku masakin yang enak deh buat onew #looh
    nice ff ddeehh keep writing yaa nia ;D

  5. woahhh! ceritanya keren!
    taemin is really! how come that he forgot what had happened within the days in Swiss?
    and that girl… totally taemin’s style .. hahah
    sakingg bagusnya cerita ini, akk gak tau mau comment apa … really …
    dari part prtama, akk kiranya tu smuanya benaran trjadi, eh, trnyata cuma mimpi doank ..
    Taemin! Your dream is really unique!😄

    btw, visit my story too . it’s a dream .. thank you ^^

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Hahaha:D yang namanya juga mimpi~~
      Hehhee:D
      Iya, nanti aku baca yaa:D hehe:D

  6. Ceritanya Seru !!😀
    Jadi tadi tuh tetem mimpi ??? Kasihan… Tapi dapet pengganti dengan nama yang hampir sama, Nice FF ^^

    Keep Writing ^^

  7. Ternyata mimpi, kasihan (ʃ´̩ `̩ƪ)
    Untuk ukuran mimpi terasa sangat nyata.
    Paling tidak TaeMin dapat yang baru dalam versi asli dan bukan mimpi.

    1. Makasih ya udah mau mampir dan kasih komentar:D
      Ahh, masaa? Hehehe:D
      Iya, aku sengaja tambahin tokoh pengganti Risa supaya Taeminnya ga kesepian~ hehhee:D
      Makasih yaa komennya…

  8. aaaaaaaaaa…… komen di part 2 nya ajah yahhh.. -____-v

    dari part 1 aku baca udah penasaran ni, mimpi apa bukan, *sebenernya sok jadi detektip gtu, nebak-nebak, soalnya aneh banget itu panah, untung ga nancepnya dihati,, woowww… *ngarang

    kirain udah tau mimpi, cerita kelar dan tamat, tapi ternyata ada lanjutannya.
    dengan sekali baca, aku bisa ngerti maksud dan tujuannya (?) penulisannya juga rapih, kamus katanya juga banyak, kreatif.. hihihi.. top deh ^o^b

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      aduh.. Kalo dihati nanti si Taeminnya jadi sakit hati dong?(?)
      Hehehee:D
      Makasih juga ya pujiannyaa:D

  9. JADI SEMUA ITU HANYA MIMPI? (camera zoom in zoom out)
    wah…aku ga nyangka lho, itu si Taemin sampe lupa bahwa dia udah ngapain aja di switzerland.
    Glad to know that Taemin might be able to move on ^ ^
    Caramu mengemas cerita lumayan enak, Nia. Dan plot twist-nya lumayan menghibur, jadi ceritanya ga monoton.
    Kalimat langsung biasanya ditulis dengan memulai paragraf baru, jadi ketika kamu mau bikin kalimat langsung, press enter aja, kecuali kalau kalimat langsungnya bersambung dan dipisahkan dengan kalimat tidak langsung seperti: “Kau tahu, tidak?” Carol menyesap cappucino-nya sebentar, kemudian melanjutkan, “dia suka padamu, lho! Sungguh!” Nah gitu sih kalo yang aku tangkap dari bacaan-bacaan.
    Aih, endingnyaaaa~ Taemin jadi move on ga nih? Hehehe.
    Nice job, Nia!

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Hahahaa:D iyaa, mimpi doangg~
      Hehehee:D
      Iya, supaya Taemin ga stuck mikirin Risa teruss.. Hehhee:D
      Makasih ya, atas masukkannya:D jujur aku agak ngerasa kesulitan untuk ngurusin paragraf dan sebagainya, soalnya aku ngerjainnya lewat hp gitu.. Abisnya kan aku masih siswa smp, jadi punya waktu buat buka laptop juga jarang.. Makanya waktu edit ff ini, aku langsung bingung waktu masuk ke ms.word nya U,u
      Ahh~ jadi dongg~~ Hehehe:D
      Makasih ya eonn:D

  10. cieeeee~ taemin udah gede sekarang .. overall saiia suka ceritanya , walaupun menurut saiia terlalu cepet alurnya tp ceritanya ngalir jadi gampang dipahami hhehehehe ^.^ .. selalu berkarya semangat ‘-‘)9

  11. yah…. ternyata cuma mimpi -___- tapi gapapa ya tem, gak ada risa ri ae pun jadi. lagian mana mungkin ah minong kayak gitu wakkakak. auh tem, ngayal jagan yang enggak.
    suka cerita ini, bahasanya ringan :)) tapi emang alurnya agak kecepetan, tapi nggak papa. mian komennya pendek, nggak bakat (?) komen panjang panjang sebenernya hehehe

    1. Makasih ya eon udah mau baca dan kasih komentar:D
      Hahaha:D iyaiyaa, minho terlalu baik untuk kirim surat pake panah+darah begitu(?)
      Hehehe:D ga apa-apa, eonn:D makasih juga yaa atas komentar+kritiknya:D

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Wahh.. Kalo bukan mimpi, aku sendiri jadi ga tega sama minho yang tau-tau jadi kejam begituu(?) ehheehe:D
      sekali lagi makasih yaa:D

  12. AUTHORR! DAEBAKKK~
    Aku ga nyangka ini semua ternyata cuma mimpi……….. ASTAGA AUTHORR~ KEREN BANGETTT
    Mungkin ada sedikit typo di part 1 juga, tapi ga memengaruhi penilaianku terhadap ff keren ini (y)
    Bagus banget ceritanya, good luck yaa! Semoga menang, thor! Hehehe:D

  13. Ga nyangka kalo pertemuan taemin sm risa itu ternyata cuma mimpi doang, tp terkesan nyata.
    Pertengkaran minho sm key gara2 telpon sukses bikin aku senyum2 hahaha..
    Ditunggu karya-karya selanjutnya, thanks author^^

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Iya, aku pikir soalnya kan mimpi juga kadang-kadang terasa nyata gitu.. Hehehe:D
      ahahaha xD iyaaa.. Thanks juga, yaa:D malah mustinya aku sebagai author yang bilang thanks, lho.. Hehehe:D

  14. o jadi mimpi to. taem taem. awalnya rada bingung karena alur nya terlalu cepat, tapi kesini-kesini ngerti aku. yahh overall ceritanya lumayan lah ,.

    1. Makasih ya udah mau baca dan kasih komentar:D
      Iyaa.. Kalau engga ada penggantinya, taemin atuh kasian, dongg.. Hehehe:D
      Sekali lagi makasih, yaaa:D

    1. Makasih ya udah mau mampir dan kasih komentar:D
      Iyaaa~ cuma mimpi.. Hehee:D
      Duh. Aku sendiri ga tega kali ngeliat member shinee berantem’-‘ hehee:D
      Pilih taemints, donggg~ ehehheee:D
      Makasih ya udah mau kasih komentar:D

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s