[WFT B] My Seventeen [2.3]

My Seventeen

 

Author                        : Brilee

Main Cast       : Lee Taemin, Choi Jinri

Support Cast  : SHINee Member, other

Length                        : Sequel

Genre              : Romance, Fantasy, Mystery

Rating             : PG-15

Summary        : “…Setiap pertanyaan akan memberikan jawaban di saat yang tepat”

A.N                  : FF ini memang cukup absurd. Beberapa kebingungan mungkin ditemui. Jadi, saran saya bacanya jangan kecepetan. Pelan-pelan aja bacanya. Kalo mulai gak jelas, lanjutin aja nanti juga tau. Kalo makin bingung sama ceritanya, jawaban mungkin di next sequel. Kalo sampe ending masih bingung, bisa kok tanya author. Hehe… Happy Reading ^o^ semoga menarik~

 

~~~~~~~~~~……….~~~~~~~~~~

Taemin POV

“hmm, aku sudah meminta izin pada ummamu untuk tinggal di sini. Jadi mulai hari ini kau tinggal disini. Barang-barangmu sebagian sudah dipindahkan, sebagian yang lain akan dipindahkan bertahap. Kau akan memakai kamarku. Aku ada keperluan mendadak, jadi aku harus kembali ke busan malam ini juga”ucap minho to the point

“mwo? Bagaimana bisa kau meminta izin pada umma ku? Apa kau mengenalnya?”

“ne. umma-mu salah satu anggota bangsawan asto yang kedudukannya di bawahku. Appaku seorang raja asto, walaupun memang bukan raja utama. Jangan pusing, kau nanti akan mempelajari silsilah ini di akhir tingkat 5.”

“astaga, banyak sekali yang tidak aku ketahui tentang asto”

“itu karna kau tak terlalu peduli. Oh ya bukankah umurmu akan 17 tahun? Siapa calon istrimu?”

“ah, kau sama saja seperti ummaku. Entahlah, belum ada gadis asto yang memikat hatiku”

“benarkah? Bahkan jinri tak bisa memikatmu?”

“ah mmm, sebenarnya dia memikat hatiku. Tapi…ah, apa dia asto?” ucapku gugup

“tentu saja. Walaupun lambang elangnya tak dapat muncul, dia tetap asto”

“kenapa lambang itu tak bisa muncul?” tanyaku penasaran

“hmmm, apa kau bisa menjaga rahasia?” tanyanya dengan tampang serius

“Ani. Tidak bisa” jawabku polos sambil menggelengkan kepala

“kau ini benar-benar! Yasudah tidak akan kukatakan.. Ah ya kau perlu tahu. Jonghyun-teman sekelasmu itu-  juga seorang asto. Dia siswa tingkat 8 di EAS. Daya pikir otaknya yang melebihi asto lainnya membuat dia mampu menyembunyikan identitasnya yang seorang asto. Dan yang terpenting dia kembaran dari cinta pertama Jinri.”

“mwo? Jinjja? Ah, pantas saja jinri bersikap seperti itu”

“maksudmu?”

“dia bilang jonghyun tampan, duduk semeja dengannya, tersenyum untuknya.. aish menyebalkan. O ya, apa jonghyun mengenal jinri? Dan apa jinri mengenal jonghyun?”

“Tentu. Tentu jonghyun kenal. Jinri itu cinta pertamanya. Namun Jinri lebih memilih kembarannya. Tapi sepertinya Jinri belum mengenal kembali jonghyun. Ah, sebenarnya jonghyun dengan jinri itu cukup cocok”

“kyaa.. cocok apanya! Tidak tidak tidak!”

“kyaa… kalau kau mencintai jinri rebut dia. jangan sampai jinri diambil oleh jonghyun. Aku tak akan memihak siapa pun. Karna jonghyun memang baik untuk jinri, bahkan terlalu baik. Dan kau dan jinri memang sudah dijodohkan oleh raja utama. Jadi aku tak bisa memihak, semua tergantung jinri”

“Mwo? Dijodohkan oleh raja utama? Wae? Apa kami spesial?”

“Ah, seandainya saja kau bisa jaga rahasia, aku akan memberitahumu”

“sebentar..” kutarik nafas panjang “…ne, aku siap menjaga rahasia”

“jinjja?”

“ah, tidak juga” jawabku polos

“kyaa~ kau ini benar-benar!!! Kenapa bisa raja utama memilihmu sebagai suami dongsaengku, menjaga rahasia saja tidak bisa”

“aku juga tidak mengerti diriku sendiri” aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal sama sekali

“yasudah, pembicaraan ini kita lanjutkan lain kali saja” “JINRI, TURUNLAH!!” minho berteriak menengadahkan kepala kearah tangga

“NE” jinri turun lalu duduk di sebelah minho

“Oppa ada urusan mendadak jadi harus kembali ke busan malam ini juga.”

“aishh, katanya hari rabu. Oppa is a LIAR. Jahat” jinri melipat tangannya di depan dadanya. Dia tampak kesal

“Taemin akan menemanimu disini. Dia akan tidur di kamarku” lagi-lagi dia mengusap pucuk kepala jinri

“Jeongmal? ah syukurlah aku masih ada yang menemani” dia menghembuskan nafas lega

“dasar kau ini~” kali ini dia mencubit pipi jinri

~~…~~

“Taemin-oppa!! Saatnya makan!” teriakan yang berasal dari Jinri itu mengalihkanku dari buku bacaanku ini.

“Ne..” jawabku singkat

ya, kini ku tinggal bersama Jinri, sudah sebulan tepatnya. Walau sudah sebulan ku tinggal bersamanya aku tetap tidak bisa menjawab tumpukan pertanyaan yang sangat membuatku penasaran tentangnya.

Kulangkahkan kaki menuju tempat makan yang berada di dapur, tak jauh dari tempatku berada kini-ruang keluarga

“Wuah, hari ini menunya ganti. Apa ini?” ucapku sambil menunjuk makanan yang disuguhkan jinri. Ya, tak seperti biasanya. Setiap hari jinri hanya membuat sandwich atau roti bakar beserta susu sebagai makanan kami setiap harinya. Namun menu kali ini beda

“Ah, itu rendang. Itu makanan terenak di dunia. Makanan Indonesia”

“benarkah? Dari mana kau belajar memasak ini?” ucapku sambil mulai memotong daging rendang ini. Kumasukan potongan daging ini ke mulutku. Kunikmati di setiap kunyahannya

“Ne. Aku menemukan resepnya di internet. Bagaimana, enak tidak?” ucapnya mendelik kearah mataku

“hmmh.. Enak.. masakanmu memang selalu enak” ucapku masih dengan mulut terisi daging dan kusunggingkan senyumku

“Wuahh… wanginya!!!” ey? Suara minho tiba-tiba terdengar

“Oppa!!” pekik jinri bahagia. Dia berlari mendekati minho dan memeluknya. Aihh aku juga mau dipeluk seperti itu.

“kenapa oppa datang tiba-tiba?” Tanya jinri

“entahlah.. perasaan ku mengatakan bahwa kau ingin berbicara denganku. Apa itu benar?” ucap minho sambil berjalan menuju tempat makan dan diikuti oleh jinri

“ ah ne. ikatan batin kita ternyata memang Daebak!!” jinri  menunjukan kedua ibu jarinya dan menyunggingkan senyumannya

“apa yang mau kau bicarakan? Mmm Ah, taemin bisakah kau meninggalkan kami berdua?” ucap minho sambil menyeret bangku tempat makan. Dia duduk di sebelah jinri

“ah tak usah. Taemin oppa boleh mendengarkan pembicaraan ini” ucap jinri mulai serius

“benarkah? Ah gomawo. Karna aku sangat penasaran tentang apa yang akan kalian bicarakan” ucapku sambil menggeser piring berisi rendang tadi

“oke, aku akan to the point…” tiba-tiba jinri mengangkat lengan panjang piyamanya. Lengan kiri tepatnya. Betapa terkejutnya aku ketika ada lambang elang di lengan kirinya. Ternyata dia memang benar-benar asto. Tapi kenapa warnanya hijau?

“…minho-oppa, kenapa lenganku seperti ini? Lambang ini sama seperti tattoo taemin-oppa. Hanya saja beda warna dan ini bergerak. Oppa, aku takut” ucap jinri sambil menunjukan lengan kirinya kepada minho

“Sejak kapan lambang itu muncul? Apa…hmmm…. 2 hari yang lalu?” minho tampak sedang menghitung

“Ne, 2 hari yang lalu… Elang ini akan mengepakan sayapnya jika aku ada di dekat Taemin-oppa. Dan hanya akan muncul jika dekat dengan Taemin-oppa dan jonghyun-teman semejaku.”jinri menatapku dan minho bergantian.

“Tak apa. Itu berarti kau akan segera pulih. Taemin-ssi, apa kau sudah mendapat pelajaran tentang buah evanui?”

“Ne, sudah. buah untuk menghilangkan identitas asto kan? Biasanya digunakan untuk menghukum asto yang bersalah. Kadar yang berlebihan juga dapat menyebabkan mutasi sel dan hilangnya ingatan. Wae?”

“pulih? Evanui? Asto? Apa itu? Aishh kepalaku pusing~” jinri memegang kepalanya

“sebenarnya kau sakit. Semua ingatanmu tentang asto hilang karna kadar yang berlebihan dari buah evanui. Jangan paksa dirimu untuk mengingatnya. Karna nanti kau malah akan tambah sakit. Aku akan menjelaskan kepadamu segalanya saat kau sudah pulih” ucap minho tenang

“Jadi itu semua karna buah evanui? Apa dia dihukum? Karna apa?” tanyaku

“dia tidak dihukum. Jinri melakukannya sendiri. Ah seandainya kau bisa jaga rahasia~” minho mencibirku. Aisshh mengesalkan sekali orang ini. Kenapa harus dirahasiakan sih?

“aku bisa jaga rahasia” jawabku

“benarkah?”

“ne” ucapku yakin

“ah, rahasia apa sih? kapan aku pulih? Apa yang aku lakukan?” ucap jinri tiba-tiba

“akan  kuberitahu rahasia ini saat kau pulih. Kau akan pulih jika tanda elangmu itu sudah berwarna hitam. Mungkin…mmmmm… sekitar 1 minggu lagi. Itu pun kalau kau tidak berusaha untuk mengingat tentang asto dan buah evanui. Oh ya dan juga jika kau tidak melewatkan sehari pun meminum jus yang telah ku buatkan. Itu obatmu”

“ne, arraseo. Jadi itu obat? Wuah~ obat terenak yang pernah kurasakan”

“Dasar kau ini. jinri-ah, masuklah ke kamar. Oppa mau bicara dengan taemin”

“aishh, lagi-lagi aku diusir” jinri menghentakan kakinya sambil mengerucutkan bibirnya. Lucunya~~ lucu sekali… ah ingin sekali kumiliki jinri sepenuhnya. Ey? Aigo~ taemin.. kenapa dirimu yadong sekali *plak

“patuhilah perintah oppa-mu itu” ucapku berusaha bijaksana

“Ne, baiklah” jinri beranjak pergi.

Saat jinri sudah benar-benar masuk ke kamarnya, Minho memulai perbincangan

“Benarkah kau bisa menjaga rahasia?”

“Ne”

“Baiklah. Kau sudah pernah kuberitahu tentang cinta pertama jinri kan?”

“ne, sudah. Kembarannya jonghyun kan?”

“Hmm.. dia tewas karna kecelakaan. Jinri menjadi stress sepeninggalnya. Jinri bertekad untuk tak pernah menikah dengan siapa pun. Karenanya dia berusaha untuk melepas status astonya. Kau tahukan peraturan yang mengharuskan asto menikah di usia 17 tahun. Itu sebabnya dia memakan buah evanui. Namun dia memakannya dalam kadar yang berlebihan” jelas minho panjang lebar

“Menyedihkan sekali. Tak kusangga jinri yang periang itu pernah mengalami hal seperti itu. Lantas apa yang membuatmu memintaku merahasiakan ini?”

“Kami, kaum bangsawan dilarang untuk memakan buah evanui. Bahkan jika kami–kaum bangsawan- dihukum, kita tak akan pernah dihukum dengan memakannya”

“Kenapa dilarang?”

“aku juga belum tahu pasti. Karna ini akan di pelajari di tingkat 9 EAS nanti. Tapi setahuku itu karna jika kita memakannya maka kita akan kehilangan status sebagai kaum bangsawan”

“Lalu?”

“Jinri itu merupakan reinkarnasi dari Nobilissima Regina. Ratu asto yang cukup dihormati. Dia tewas bunuh diri karna tertekan dengan sejuta peraturan kerajaan asto. Dia juga tidak diperbolehkan menikah dengan cintanya–seorang ordiner.”

“ordiner? Apa itu?”

“rakyat biasa. Dan kau, reinkarnasi dari ordiner itu. Bedanyanya kau bukan seorang ordiner tapi bangsawan. Oh ya, dan jonghyun itu reinkarnasi dari suami Nobilissima Regina. Biasanya setiap reinkarnasi memiliki jalan hidup yang sama. Tapi kasus kalian berbeda. Memang sedikt rumit. Ah tidak bahkan sangat rumit..”

“lalu kira-kira siapakah yang akan menjadi pasangan  Jinri kelak? Semoga saja aku”

“aku juga tidak tahu. Itu semua tergantung pada jinri. Di kehidupan sebelumnya jinri berjodoh dengan jonghyun. Walaupun dengan paksaan namun akhirnya jinri mencintai jonghyun. Namun di kehidupan sekarang sepertinya kalian mungkin kalian berjodoh mengingat lambang elang kalian sama-sama mengepakan sayap. Namun kepakan sayap itu memang belum bisa memastikan bahwa kalian berjodoh, bisa saja kalian menjadi sahabat dekat. Karna orang yang special itu belum tentu harus menjadi pasangan hidup kan?”

“ah, tidak bisa. Jinri harus jadi milikku seutuhnya. Dia harus menjadi istriku. Oh ya, aku ingin tahu, kenapa Raja utama ingin menjodohkan kami?”

“entahlah, aku juga tak tahu. Raja tak mau memberi tahu”

“Aishh, kenapa begitu banyak rahasia. Membuatku pusing saja!”

“Ah sudahlah.. Setiap pertanyaan akan memberikan jawaban di saat yang tepat. …” ucap minho begitu bijak “…Kyaa Jinri, oppa akan pulang!! Turunlah!!!” teriak minho

“Ne, aku akan turun” jawab jinri

“Mwo? Kenapa cepat sekali? kau tak berniat untuk menginap?” kataku sebelum jinri tiba di ruang makan ini.

“ah tidak. Sepertinya aku harus memberikan waktu untuk kalian berdua” jawab minho tersenyum jahil

“mwo? Ma..maksudmu apa?”

“kuramalkan nanti malam akan hujan deras”

“lalu kenapa?”

“aihh… kau itu terlalu polos ternyata. Kau tahukan bahwa jinri itu takut petir? Tenangkan dia agar tidak menangis. Dia akan memelukmu sepanjang malam. Aku tahu kau ingin sekali dipeluk jinri kan?”

“ti…tidak juga” jawabku gugup

“aishh jangan bohong. aku tahu kau iri padaku karna tadi dia memeluku kan?”

Belum sempat ku merespon jinri sudah tiba

“Oppa cepat sekali pulang. Jahatnya~” lagi lagi dia mengerucutkan bibirnya..

“Urusan oppa bukan hanya kau. Oppa punya perusahaan yang harus di urus”

“Ne, arsseo” jawab jinri lemas

“Kyaa, taemin.. jaga dongsaengku ini baik-baik ya!”

“ne” jawabku

“ Kalau dia nakal cubit saja. Kadang dia suka jahil. Mencoreti wajah dengan spidol, mengganti pasta gigi dengan wasabi, atau mengganti wasabi dengan pasta gigi. Ah, dia itu memang bandel” ucap minho terkekeh

“Benarkah?” tanyaku tak percaya

“aishh.. taemin-oppa, kau tak perlu takut. Aku tidak akan melakukannya padamu. Aku tidak akan jahil padamu. Tenang saja” jinri menepuk bahuku pelan

“Kyaa…kenapa kau baik sekali pada taemin hah? Apa kau menyukai namja ini?”

“oppa itu apa-apaan sih” aihh wajahnya menjadi merah.. lucunya~

“yasudah oppa berangkat ne~ annyeong”

“annyeong”

minho berlalu pergi

~~…~~

JDERRR!!! Ya, benar perkiraan minho. Malam ini hujan turun sangat deras. Hebat ya dia bisa meramal cuaca~ *plak

“OPPA!! TAEMIN-OPPA!!!” jinri berteriak sangat kencang. Sepertinya dia ketakutan. Kenapa? Aigo~ aku lupa kalau jinri takut petir.Aku yang saat ini berada di ruang keluarga segera berlari menuju kamarnya.

Kleek..ku buka pintu kamar jinri. Kulihat jinri di atas ranjangnya. dia terduduk memeluk kakinya yang tertekuk itu. Dia ketakutan sekali sepertinya. Dia menangis.

“Jinri-ah, gwenchana?”tanyaku ketika telah duduk disampingnya.

“Ani. Aku tidak baik-baik saja. Aku takut” jinri memelukku. Aihh rasanya bahagia sekali. Seandainya saja setiap hari hujan dan ada petir.. hehe

…~~…

“Oppa, apa kau sudah tidur?” tiba-tiba jinri yang ada di pelukanku terbangun

“ah, belum. Wae?”

“Menurutmu, jonghyun itu bagaimana? Dia baik tidak?” aishhh kenapa disaat ‘indah’ seperti ini harus ada pertnyaan seperti itu sih

“sepertinya dia baik”

“menurutmu bagaimana jika suatu hari nanti aku menikah dengannya? Apa kau akan merestui kami?”

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”

“bukan apa-apa. Jawab saja”

Aku berpikir sebentar.. haruskah aku mengalami hal menyakitkan itu dua kali? Kenapa selalu aku yang tersakiti. Apa aku tak berhak bahagia. Apa memang itu tujuan hidupku. Untuk selalu tersakiti… keunde, cinta itu memang tak harus memiliki kan? Hah, sabar. Aku harus sabar..

“kalau kau bahagia, aku akan berusaha merestuimu”

“benarkah? Padahal aku ingin sekali kau merebutku.” Jinri kembali terlelap

“ne?”

~~…~~

Author POV

“Jinri-ah kau semakin cantik” jonghyun mencubit pipi jinri

“jeongmal? Hehe aku malu sekali” jinri tersenyum senang walau berusaha dia tutupi senyum itu dengan kedua telapak tangannya.

Lengan panjang bajunya sedikit turun karena dia mengangkat tangannya. Lambang elang berwarna hijau kehitaman tanpa sengaja dilihat jonghyun. “Ah, ternyata dia hampir sembuh” pikir jonghyun

“Jinri-ah, menurutmu apa aku masih tampan?”

Jinri mengangguk

“Benarkah?”

“ ne. kau selalu tampak tampan. Selalu~” Jinri memegang pipi jonghyun

“EHMM!” tiba-tiba taemin datang

“Oppa, kau juga sangat tampan!”pekik jinri tiba-tiba

“aku tahu itu” jawab taemin berusaha santai. Walau sesungguhnya jantungnya sedang berdegub kencang. Perasaannya tercampur. Cemburu dan senang.

Taemin lalu duduk di bangkunya. Menatap keluar jendela. Berusaha mengalihkan matanya dari pemandangan yang menyakitkan hatinya. Pemandangan apa itu? Tebak saja sendiri. Yang pasti pemandangan itu sama sekali tak diharapkan taemin

…~~…

Jonghyun POV

Deg…….deg……deg

Ini aneh sekali. Detak jantung jinri benar-benar stabil. Seperti kejadian yang biasa baginya. Tak ada rasa terkejut sama sekali. Apa aku salah?

Aku coba lebih erat menggenggam pergelangan tangannya, mencari pasti urat nadinya. Tidak. Aku tidak salah. Detak jantungnya benar-benar stabil. Yoeja yang unik

Kulepaskan bibirku dari bibirnya. Ya, aku menciumnya. Kulihat teman sekelasku terkejut melihatnya. Ini memang belum masuk jam pelajaran. Ini masih jam istirahat.

Kutatap mata jinri. Yang kini juga menatap mataku. Dia menatapku penuh tanya

“apa sebelumnya kita pernah saling mengenal? Ah, maksudku sebelum pertemuan kita dikelas ini” tanyanya yang membuatku terkejut. Apa ingatannya telah kembali?

“Ne, pernah. Jangan paksa dirimu untuk mengingatku”

“apa sebelumnya kau juga pernah menciumku seperti itu?”

“Ani..ini yang pertama”

“benarkah? aku merasa bingung” jinri menggaruk kepalanya

Tiba-tiba taemin berdiri dari bangkunya. Menuju meja kami, lalu menarik jinri pergi keluar kelas

….~~….

Author POV

Taemin tidak menarik jinri ke tempat yang jauh. Hanya di koridor depan kelas. Taemin menyandarkan jinri di tembok luar kelasnya.

“jangan seperti itu”

“ma…maksudmu apa oppa?”

“jangan bilang tampan kepada namja lain selain aku. Jangan juga berciuman di depanku. Ah, bahkan jangan pernah mencium siapa pun kecuali aku.” Taemin berusaha to the point

“Wae?”

“aku mencintaimu. Cobalah membalas cintaku. Jangan cintai namja lain selain aku” ucap taemin  pelan sambil memeluk jinri

“ apa kau sungguh-sungguh mencintaiku?” jinri melepaskan pelukan taemin. Lalu jinri menarik lengan panjang bajunya-tepatnya lengan kiri- ke atas hingga ke sikut

“Ne. sungguh mencintaimu. Sangat~”

Jinri menaikan lengan baju kiri taemin

Jinri menempelkan lambang elangnya dengan lambang elang milik taemin. Jinri berusaha membuat koneksi. Dia menutup matanya. Berusaha untuk focus. Begitu pula taemin yang mulai mengerti bahwa jinri ingin membuat koneksi. Walau taemin belum mengerti maksud sebenarnya dari koneksi itu. (koneksi dipelajari di kelas 6 EAS)

“Jinri-ah apa kau sudah ingat siapa dirimu?” taemin bertanya saat mereka selesai membuat koneksi

“Ne, aku tahu asto. Walau tak banyak yang telah kuingat. Maukah kau membantuku mengingatnya?”

“Ne, tentu”

~~…~~

“Minho oppa, temui aku sekarang ne. aku mau berbicara” jinri berusaha berbicara dengan minho melalui koneksi yang pernah dibuatnya dengan minho

“Jinri? Apa itu kau? Bagaimana kau bisa menggunakan koneksi ini? Apa kau sudah ingat?”

“ne, oppa. Aku sudah pulih”

“baiklah, aku akan ke seoul malam ini”

…~~…

“Jinri-ah, kau dimana? Aku sudah di depan pintu” minho masih berbicara dengan jinri melalui koneksinya

“Oppa!! Aku sudah pulih~!!” jinri membuka pintu rumahnya dan langsung memeluk oppanya

“aigo~ kau membuatku terkejut! Apa kau juga ingat tentang kenapa kau bisa mengalami hal ini?”

“Ne aku ingat. Taemin membantuku mengingatnya. Haaah~~Rasanya sakit sekali mengingat hal itu” raut wajah jinri berubah sedih. Dia memegang dadanya yang terasa sesak itu.

“Ikhlaskanlah dia” minho kini memeluknya

“aishh, lepaskan pelukanmu itu. Membuatku cemburu” tiba-tiba taemin datang

Minho melepaskan pelukannya. Kini taemin yang memeluk jinri. Jinri menangis sejadi-jadinya dalam dekapan taemin.

“Lanjutkan saja. Aku akan mandi dulu” bisik minho pada taemin. Aishh… minho itu benar-benar!

…~~…

Taemin POV

“sudahlah, berhenti menangis. Uljima jinri-ah” ucapku membelai rambut jinri yang hingga kini masih ada didekapanku.

Apakah kau sangat mencintainya jinri-ah? Kenapa kau menghabiskan air matamu hanya untuk menangisi pria yang tak mungkin dapat hidup lagi. Tak adakah ruang di hatimu untukku?

Ah, aku tahu bagaimana sakitnya hatimu. Aku pernah merasakannya. Dikala aku harus membiarkan Hyeri-cinta pertamaku- untuk menikah dengan hyungku sendiri. Begitu menyedihkan. Namun kini hatiku lebih menyedihkan lagi. Kau, jinri-ah, gadis yang kucintai, harus merasakan rasa sakit ini. Aku akan sakit jika kau sakit. Bahkan ini lebih sakit daripada saat hyeri meninggalkanku… Berhentilah menangis… Saranghae,Jinri-ah

“nado” ucap jinri tiba-tiba

“ne?” tanyaku heran

“nado saranghae”

“bagaimana kau….”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

24 thoughts on “[WFT B] My Seventeen [2.3]

  1. Ooo… Jadi mino ama jinri juga asto, jjong juga…
    Jinri ama jjong jodoh sebelumnya? Walah.
    Waa kasian bgt Jinri, udh pernah ditinggal ama orang yang disukainya ternyata…
    Nextnya ditunnggu!🙂

  2. semakin rumit saja ceritanya… -__-;
    pasti bakal lebih keren lagi kalo kamu bikin cerita lain ttg asto, tp yg jauh lbh panjang gt. soalnya masih ada banyak hal yg membuat bertanya2 ttg asto itu sendiri.
    mmm… banyak percakapan, y? menurutku feelnya masih kurang, coba dikasih narasi lagi pasti oke punya.
    oh, ya. kata ‘kyaa’ itu maksudnya ‘jyaaa’, y? aneh aja bayangin Taemin-Minho ber-‘kyaa’ ria. hahaha

    ditunggu next chappie~~

    1. Hehe, niatnya sih mau bikin Minho jadi imut tapi manly gitu. Eh, malah aneh. Maafkan aku yang belum pro ini.
      Btw, thanks ya udah mau baca ^.^

  3. Jadi asto itu jga bisa baca pikiran orang?? huahh.. aku tau knpa taemin kaget gara2 jinri ma minho bsa baca pikirannya… karna dia msh tingkat 5 kan?? Iya kan?? *sok tau* daebak thorrrr

  4. Wah Amazing story, lanjutin lanjutin
    Nunggu chapter berikutnya (´̯ ̮`̯ƪ)
    Dari koneksi bisa dipakai buat komunikasi juga
    Tidak sabar nunggunya
    Sama” ditinggalkan cinta pertamanya, malang sekali TaeMin dan JinRi (ʃ´̩ ̯`̩ƪ)
    Semangat (งˆ▽ˆ)ง

  5. Wah,makin rumit ja crita cintanya! Ayo, taemin perjuangkan jinri,aku mendukungmu.. B-)
    yg bkin ktawa,napa tiba2 rendang mpe korea? Itu pzti jinri ru bli dr rm padang,g bkin sndri, hahahahaha…
    Wah, jinri jg cinta ma taemin? Trz jjong gmana?
    Lanjut y thor..
    Keep writing!!😉

  6. Halo, Brilee ^^ secara personal aku suka cerita ini. Tapi di sini masih banyak kekurangan. Kalimat langsungnya ga terlalu seimbang dengan deskripsi. Selain itu, kalimat langsung ga kamu awali dengan huruf kapital (huruf besar), trus nama tokoh di sini juga ada yang menggunakan huruf kecil dan itu ga cuma satu atau dua.
    Perbanyak deskripsi, ya! ^^ penggunaan huruf besar harus diperhatikan ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s