[WFT B] My Seventeen [3.3]

My Seventeen

 

Author              : Brilee

Main Cast       : Lee Taemin, Choi Jinri

Support Cast  : SHINee Member, other

Length               : Sequel

Genre                : Romance, Fantasy, Mystery

Rating              : PG-15

Summary       : “it’s because love

A.N                 : This is the last part ^o^ FF ini memang cukup absurd. Beberapa kebingungan mungkin ditemui. Jadi, saran saya bacanya jangan kecepetan. Pelan-pelan aja bacanya. Kalo mulai gak jelas, lanjutin aja nanti juga tau. Kalo sampe ending masih bingung, bisa kok tanya author. Hehe… Happy Reading ^o^ semoga menarik~

 

~~~~~~~~~~……….~~~~~~~~~~

“koneksi. Aku mendengarnya melalui koneksi” belum sempat ku menyelesaikan pertanyaanku, jinri sudah menjawabnya terlebih dahulu

“Ah, ne. hmm benarkah kau mencintaiku?”

“Ne, saranghae taeminie-oppa”

“saranghae, jinri-ah. Aku senang mendengarnya”

“maafkan aku karna membuatmu sakit”

“ah, gwenchana”

“Wuah!! Daebak!! Kalian benar-benar romantis!!…”  tiba-tiba minho datang dan menepuk tangannya

“… kapan kalian akan menikah? Kya, taemin! Ingat kau akan 17 tahun kan sebentar lagi!” lanjutnya

“astaga.. kau sendiri kapan menikah? Bukankah umurmu lebih tua dariku?” tanyaku

“Dia sudah menikah,oppa. Bahkan dia menikah saat masih berumur 16 tahun” jinri menjawab pertanyaanku. Yang sebenarnya bukan kutujukan untuknya.

“mwo? Lalu mana istrimu?”

“Tentu dia di busan. Dia bersama umma-ku. Dia dibelenggu dirumah. Ummaku melarangnya pergi-pergi. Dia memang tak boleh kecapaian. Tidak baik untuk anakku” celoteh minho

“mwo? Jadi istri mu sedang… wuah daebak!!” jinri kini memamerkan ibu jarinya. Senyuman manisnya pun disunggingkannya.

“hehe…jika anakku lahir nanti kau harus datang ke busan ne!”

“ne.. arraseo oppa”

“oh ya, kalian besok harus pergi ke EAS. Raja utama meminta kalian bertemu disana. Mungkin untuk mengatur pernikahan kalian”

“mwo?!” pekik jinri terkejut

“wae? Kau belum ingat kalau kau sudah dijodohkan?”

“bukan begitu. Aku ingat. Tapi kenapa cepat sekali? Bahkan aku belum berbicara pada jonghyun”

“aishh, dia lagi dia lagi” ucapku kesal

“kyaa, jangan salah paham dulu. Dia itu mencintaiku. Apa kau tega membuat jonghyun merasakan hal yang sama sepertimu?” ucap jinri

“kenapa kau peduli sekali?”

“karena jonghyun itu….”

“ah tidak usah dilanjutkan” potongku. Aku tak mau mendengar kata ‘jonghyun’ keluar dari mulutnya lagi. Apa lagi jika nanti dia menyangkut pautkan dengan kembaran jonghyun itu.. membuatku kesal saja

“hentikan pertengkaran kalian itu. Seperti anak kecil saja. …” ucap minho bijak

“besok kalian jangan sampe telat!” lanjut minho

“kau bahkan belum bilang jam berapa” ucapku masih kesal

“jam makan malam. Datang saja jam 7pm” jawabnya

“hmm ne. kenapa harus disekolah sih. Kenapa tak di restoran saja. Atau mungkin dikediamannya” celotehku

“bukankah kelas kalian akan dimulai pukul 8pm? Bukankah jika di luar sekolah akan membuat kalian telat?” jawab minho

“ya, aku setuju denganmu” kini jinri angkat bicara

“Apa kau akan menginap disini?” tanyaku ke minho. Mencoba mengalihkan pembicaraan.

“mm.. ya. Tenang, aku bisa gunakan kamar tamu. Kau tidak perlu pindah kamar” jawab minho

Memangnya siapa juga yang mau pindah kamar. Dasar sok tau!

“hehe..” jinri tertawa kecil, bahkan sangat kecil. Minho menatapnya heran. Tapi aku tau. Jinri tertawa pasti karena batinku tadi. Koneksi itu memang hebat.

~~…~~

Jinri dan aku memasuki ruangan ini-ruang theater sekolah. Entah kenapa raja utama meminta kami menemuinya disini.

“Annyeonghasseo” ucap kami berdua saat mata kami menangkap sosok namja di ruangan yang redup cahaya ini.

“Annyeong. Ah kalian sudah datang. Kemarilah” ucap namja itu informal. Dia menoleh kearah kami. Aku dapat melihat jelas wajahnya

“KEY? Key hyung?” betapa terkejutnya aku ketika tahu itu Key-teman masa kecilku. Dia lebih tua 2 tahun dariku.

“Hehe… duduklah. Tak usah terlalu formal” dia menjawab sambil tertawa kecil

“kau mengenalnya?” jinri berbisik padaku

“ne” jawabku singkat sambil berbisik juga

Jinri dan aku duduk di hadapan Key

“Jadi kau raja utama itu? Kenapa tak yang yang mengawal?” tanyaku saat telah duduk di hadapannya

“Ne. mereka kusuruh pergi, lebih nyaman berbicara tanpa mereka. apa kau terkejut?”

“tentu saja. Kau sahabatku. Ah tidak, bahkan aku sudah menganggapmu hyungku sendiri. Lalu kau tiba-tiba menghilang. Dan tiba-tiba ada dihadapanku dan mengaku sebagai raja utama kaum asto. Bagaimana aku tidak terkejut hah?!” ucapku tak sabaran, bahkan sedikit kesal. Aku merasa dibohongi. Bahkan menurutku dia masih terlalu muda untuk jadi raja utama.

“Tak bisakah kau berbicara sedikit lebih sopan?” ucap jinri pelan sambil memegang bahuku. Aku tak merespon. Aku masih menunggu respon dari key. Ah maksudku si ‘raja utama’

“maaf tak memberitahumu sebelumnya. Begini, keluargaku merupakan garis utama kerajaan inti. Ayahku adalah raja utama sebelumnya. Sudah sepantasnya anaknya jadi raja utama kan?. Memang seharusnya bukan aku, karna sebenarnya aku punya dua hyung. Mereka kembar. Namun hyung pertamaku tewas karna kecelakaan. Dan yang kedua menghilang entah kemana. Jadi akulah yang diangkat sebagai raja utama” jelasnya.

Aku mendapatkan sedikit kecurigaan. Kisahnya sama dengan…~ aha!

“Apa hyungmu bernama Jonghyun?” tanyaku penasaran. Kulihat jinri sedikit terkejut mendengar nama yang aku lontarkan

“Ne. bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya penasaran

“Dia teman sekelasku. Tapi aku tak pernah tahu kalau sebenarnya dia itu hyungmu”

“tunggu. Aku sedikit bingung. Jonghyun itu asto? Tidak mungkin! Aku tak pernah melihat lambang elang di lengannya”jinri angkat bicara

“Kecerdasan otaknya membuatnya mampu menyembunyikan identitasnya. Bukankah tanda elangmu muncul saat bersamanya?” jawabku

“ah ya, benar juga. Tapi jika dia cerdas kenapa dia masih di kelas XII? Bukankah dia lebih tua dari kita?”

“Kau belum mengingatnya? Aih…. Dia itu sudah mengulang pelajaran di SHINee High School dua kali. Sebenarnya dia sudah lulus. Namun karena dia senang belajar dia memutuskan untuk sekolah kembali.” ucapku

“ternyata begitu. Aihh banyak sekali yang belum aku ingat. Tapi kenapa dia menyembunyikan identitasnya?”

“Pasti dia tak mau terkekang dengan peraturan kerajaan. Ah, sudahlah lupakan saja. …” ucap key

“… ah ya, jadi kapan kalian akan menikah?“ lanjutnya

“kami belum tahu kapan. Tapi…, Hyung, kenapa kau menjodohkan kami?” tanyaku

“agar peraturan untuk menikah pada umur 17 tahun hilang”

“mwo? Bagaimana bisa begitu?”

“Dulu Nobilissima Regina pernah membuat kutukan kepada seluruh asto. Jika remaja asto berusia 17 tahun belum menikah, maka akan mengalami kesulitan hidup.”

“Apa alasan dia buat kutukan itu?”

“agar seluruh remaja asto merasakan hal yang dirasakannya. Menikah di usia 17 tahun dan mematuhi sejuta peraturan kerajaan. Kutukan itu akan hilang jika reinkarnasinya menikah dengan cintanya. Apakah kalian sudah diberitahu oleh minho bahwa kalian itu reinkarnasi mereka? Aku menyuruhnya memberitahu kalian”

“ne. sudah” jawab kami kompak

“Wuahh, daebak!! Kalian kompak sekali. …”  celotehnya sambil tepuk tangan

“… kalian menikah sekarang saja juga tak apa-apa. Aku bisa menikahkan kalian” lanjutnya

“KYAA!!! what the…” celetuk jinri kaget. Aku hanya tersenyum

“Memangnya kenapa hah? Sekarang juga tak masalah” celotehku sambil tersenyum evil kepada jinri. Ah, bukan evil, senyum genit maksudku. Genit? Aigo~ aku napeun namja sekarang

“ kau belum bisa dibilang napeun tahu!” bisik jinri padaku

“ne, arra” balasku berbisik

Kriieeet~ Tiba-tiba pintu theater terbuka…

“Sepertinya sedang ada perbincangan menarik disini” seorang namja berbicara sinis

“Jonghyun hyung?” Key nampak terkejut

“Hmm ne, ini aku. Jadi kalian akan menikah hah?! Menyedihkah sekali hidupku” ucap jonghyun sambil berjalan mendekati kami.

“Jinri-ah, kau akan menikahi namja ini? Bukankah kau bilang aku tampan, eoh? Oh, apakah hanya karna aku kembaran cinta pertamamu itu hah?!” Tanya jonghyun kesal. Tatapan matanya menatap dalam mata jinri. Aishh~ aku tak suka ada namja lain yang menatap jinri seperti itu.

Mata jinri terbelalak tepat saat kalimat terakhir jonghyun terucap. Begitu sulitkah jinri melupakan cinta pertamanya?. Jinri hanya terdiam dan matanya mulai berair

“Psshhh… kenapa hanya diam hah? Setelah kau membuatku menunggu lama, dan membuat panantianku ini sia-sia, kau hanya diam saja hah?! …” kini jonghyun setengah berteriak

“…ternyata kutukan itu benar. Tahukah kau bahwa aku tak pernah menikah bahkan sampai umurku yang sudah 21 ini? Aku menunggumu. Menantimu mengingat segalanya. Dengan harapan kau bisa kumiliki seutuhnya. TAHUKAH KAU BETAPA MENYAKITKANNYA ITU?! Kuhadapi kesulitan hidup yang ku terima karena melanggar peraturan itu. Semua itu kulakukan demi kau-cintaku.” Lanjutnya masih dengan nada tinggi

Tangis jinri kini pecah. Airmatanya membasahi pipinya yang lembut itu.

Berhentilah menangis jinri-ah. Tangismu itu membuat hatiku sakit. Aku tak bisa melihatmu menangis. Bahkan karna namja lain. Itu sangat menyakitkan. Jadi kumohon berhentilah menangis. Berhentilah membuang airmatamu itu karna namja lain.

“ne, oppa aku tak akan menangis” jinri menghapus air matanya dengan jari telunjuknya yang lentik itu. Kini dia tersenyum padaku.

“mwo?! Apa-apaan ini?! Kalian sudah membuat koneksi?” celetuk jonghyun tiba-tiba. Mungkin karna dia terkejut dengan perubahan ekspresi jinri. Kuakui dia memang cerdas karena bisa dengan mudah menebaknya alasan perubahan ekspresi jinri

“ne.. wae? Kau tak suka?” tanyaku sinis pada jonghyun

“wuah~ ternyata hubungan kalian sudah lebih daripada yang kupikirkan” celetuk key tiba-tiba

“maksudmu?”

“kau tidak tahu? Jika kita membuat koneksi dengan lawan jenis dan tidak ada hubungan darah, maka kita…mmm apa ya istilahnya? Ah ya, kaum manusia menyebutnya tunangan. Namun bedanya jika kita-asto- telah melakukan koneksi itu, maka kita harus menikah dengan pasangan koneksi kita.”

“mwo?!” aku terkejut. Jelas terkejut. Kutatap jinri. Dia hanya tersenyum malu menatapku.

“kau tahu tentang semua ini jinri-ah?” tanyaku

“ne, oppa. Hehehe…”

“Kyaa!! kalian itu benar benar membuatku kesal !!” jonghyun keluar ruangan ini lalu menutup pintu dengan sangat kasar.

“tak usah dipikirkan. Walaupun dia marah saat ini, kuyakin besok dia tidak akan marah lagi. Kecerdasannya membuatnya lebih dewasa dari asto lainnya” ucap key

“ah, ne arraseo” jawab kami bersamaan

“wuah~ kalian ini benar-benar daebak! Selalu kompak” key menganggukan kepalanya dan mengacungkan kedua ibu jarinya

~~…~~

18 Juli 2010

“Saengil chukkahamnida!!” ucap istriku membawakan kue ulang tahun untukku.

“Wuah…gomawo”ucapku sambil menutup buku yang sedang kubaca.

“ucapkan permohonan dan tiup lilinnya”

“hmm… aku ingin mendapatkan saengil-ppoppo dari istriku tercinta” ucapku sambil menutup mata

“kya! Permohonan macam apa itu?!”

“Kan aku yang memohon, kenapa kau protes”

“yasudah terserah kau saja. Cepat tiup lilinnya”

Huuhh.. kutiup lilin itu. Baru aja aku selesai meniup lilin ulang tahunku, istriku-jinri- sudah mengecup pipiku.

“kya!! Bukan seperti itu yang kuminta!”

“bukankah kau minta kucium? Aku sudah menciummu”

“Tapi bukan seperti itu.. sperti ini..” kudekatkan wajahku ke wajahnya. Ku rengkuh tengkuknya. Tanpa sengaja ku menemukan denyut nadinya. Stabil. Sangat stabil. Dia tak seperti yeoja lainnya yang akan berdebar jika akan dicium.

“darimana kau tahu jika yeoja lain akan berdebar jika akan dicium, eoh?”

“aku pernah baca artikel mengenai hal itu”

“benarkah? Atau jangan-jangan kau pernah mencium yeoja lain” katanya kesal. Dia mengerucutkan bibirnya kesal. Aishh, jika sedang kesal dia benar-benar lucu. Wuah, dia benar-benar dazzling girl.

Semakin kudekatkan wajahku dengan wajahnya. Hingga kini bibirku telah menyentuh bibirnya, bibir istriku ini. Kurasakan denyut nadinya yang semakin cepat.

“kyaa, jantungku terasa mau lepas. Ada apa denganku?” batin jinri yang kudengar lewat koneksi kami.

“it’s because love” jawabku ketika telah melepaskan ciuman kami.

“hehehe… sepertinya aku akan bahagia hidup denganmu”

“ku tak akan membuat kau menyesal telah mengucap janji setia itu tadi pagi” kini kupeluk istriku.

Kini aku dan jinri telah resmi menikah. Kutukan itupun telah hilang. Tak ada lagi paksaan untuk menikah di umur 17 tahun. Tak ada lagi kesulitan hidup bagi para asto yang belum menikah diumur 17 tahun.

Ah, apa kalian ingin tau bagaimana kaum asto menikah?

Seperti halnya membuat koneksi. Kami menempelkan lambang elang di lengan kiri kami satu sama lain. Hanya bedanya kami akan mengucapkan janji setia satu sama lain seperti yang dilakukan manusia.

Oh ya, apa kalian ingin tahu bagaimana keadaan jonghyun sekarang?

Kini dia dalam masa penyembuhan. Sama seperti yang Jinri lakukan dulu, jonghyun memakan buah evanui dalam jumlah yang berlebih. Dia memang sedang diupayakan agar menjadi asto kembali. Namun, tak ada satupun pihak yang berusaha membuat ingatannya tentang jinri kembali. Semua itu demi kebahagiannya juga. Oh ya dan kini jonghun telah membuat koneksi dengan seorang perawat kerajaan. Walaupun perawat itu seorang ordiner, tak ada satupun orang yang melarang hubungan mereka. Termasuk ayah Jonghyun yang notabenenya seorang mantan raja utama.

Kini hubungan antara bangsawan dan ordiner juga sudah semakin membaik. Perbedaan kasta sudah tak terlalu tampak. Para bangsawan kini juga tak memandang rendah ordiner. Begitu pula para ordiner yang tetap mematuhi peraturan yang diberikan para bangsawan sesuai dengan kewenangannya.

The End

Aneh gak? Aneh banget ya? Memang selalu begitu kalo aku maksain bikin cerita happy ending. Hehehe, maklumlah pemula~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “[WFT B] My Seventeen [3.3]

  1. Happy ending aku sukaaa… kereennn…. huah tempel2an lambang…
    Istri mino itu yg lg hamil itu aku looohh *jamaah bubar* keren thorr.. aku sukaa

  2. Waaaa happy ending yeyeyey😀

    ternyata jjong juga makan buah evanui. Bukan karena kecerdasannya yah… Eh? #plak

    ceritanya keren. Cuma agak cepet menurutku. Penulisannya juga maih kurang, tapi aku suka ceritanya XDD

    keep writing yaa🙂

  3. Wah.. Taemin akhirnya nikah juga, hiks..hiks.. Bkin iri,tp Q kan dah nikah ma Key oppa, g jd iri dch,hehe..#kabuuurr, diburu locket sdunia!
    Happy ending!!
    I like it..

  4. Woah akhirnya, happy ending.
    Tidak lama ketemu, klo ga salah ditulis 1 bulan TaeMin tinggal di rumah MinHo. Itu artinya setelah 1 bulan TaeMin dan JinRi bertunangan. Dan tidak lama setelah itu menikah. Ngebut banget marriednya.
    Keren~
    Hidup masa lalu mereka ternyata telah bertolak belakang. Dan Happy Ending, kalau tidak happy artinya belum ending. ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s