[WFT B] The Real Lee Taemin

The Real Lee Taemin

Author :rioter9
Main cast :
Lee Taemin

Support Cast :Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Choi Minho, Cho Kyuhyun.

Length : 2924 words | OneShot

Genre :AU & Fantasy

Rating :K+

Summary :Lee Taemin, kenapa kau lebih memilih jadi dancer? Kenapa wajahmu manis seperti karakter di shoujo manga? Semua penggemarmu ingin mengetahui kehidupanmu lebih dalam.

A.N :Remember! This is fanfic. Where I can imagine anything wildly. Please be kind😀

Dimitri mendesah lega begitu kamar mandi tempat dia menumpang tertutup. Cekatan tangannya melepas wig yang menempel pada kulit kepala yang kini sudah penuh luka dan memar. Matanya memelas menatap kepala botaknya pada pantulan cermin, kemudian menyentuh luka yang baru saja di dapatnya karena lagi-lagi seseorang sialan yang bekerja sebagai manajernya salah membelikan sampo.

“Aku benar-benar akan ditertawakan.” Gumamnya pasrah.

Kali ini laki-laki Rusia itu melepas kulit yang menempel pada wajah tuanya. Memang tidak terlalu tua, usianya masih seribu dua puluh tahun, dan dalam ‘dunia’nya, wajah seperti dia sudah termasuk kategori tampan. Diam-diam Dimitri tersenyum melihat wajahnya. Hidung bengkok panjang, beberapa kulit sudah mengelupas dan daging keluar dari sana, matanya abu-abu gelap, juga tiga buah kutil menempel pada keningnya.

“Lee Taemin! Cepat keluar!” teriakan dari balik pintu kamar mandi membuatnya mendengus kesal. Dia menunggu-nunggu kapan waktu yang tepat untuk menelan wajah pria Korea bernama Kim Kibum dan memaksakan dirinya untuk dipanggil ‘Key’. Kali pertama mereka bertemu dan Dimitri harus menyamar sebagai anak laki-laki baik hati, dia segera menjampi-jampi Kibum di malam hari sampai pria itu demam tinggi. Walaupun senang, tetap saja Dimitri menginginkan hal yang lebih menyeramkan untuk diberikan kepada Kibum.

“Aku masih lama, hyung~” jawabnya manja kemudian mengeluarkan lidahnya dan berpura-pura muntah. Jijik terhadap pribadi yang dia bentuk. Suara ketukan amulai muncul dan Kibum terus berceloteh kalau dia harus memakai masker sebelum jam delapan, juga hal-hal aneh lainnya.

Awalnya Dimitri pernah mencoba produk bernama masker dengan aroma teh pada wajahnya-yang asli- karena bujukan teman sekamar bernama Choi Minho. Tapi dia menjerit merasakan panas membakar kulit juga kutilnya. Untuk tiga minggu selanjutnya, Dimitri harus rela kehilangan hidung bengkok yang dia punya.

Laki-laki itu memang tidak pernah mengerti dunia manusia. Entah karena dia berasal dari Rusia dan budaya Korea Selatan berbeda jauh, atau usianya yang terhitung tua di sini. Dimitri mencuci wajahnya, beruntung dia menumpang hidup di Korea Selatan. Airnya bersih membuat kulit-kulit mengelupasnya perlahan menghilang. Kembali dipakainya kulit wajah Lee Taemin pada wajahnya, hidungnya secara ajaib masuk ke dalam daging-daging supaya hidung kecil Taemin tidak robek.

Dimitri masih ingat ketika dia ditugaskan oleh ratunya di Rusia bahwa harus pergi ke Korea Selatan, laki-laki ini kebingungan mencari wajah palsu untuk ditempel ke wajahnya. Pergilah dirinya ke rumah sakit yang ada di Korea Selatan kemudian memakan semua wajah anak bayi yang ada di dalamnya. Lalu menjampi dirinya menjadi anak bayi untuk sementara waktu. Begitu terus setiap tahunnya, dan kulit wajah yang dimakannya terus tumbuh sesuai usianya. Mana pernah Dimitri tahu kalau dia memakan empat kulit wajah perempuan dan satu kulit wajah laki-laki. Terkejut ketika Dimitri melihat aset seksualnya menunjukkan bahwa dia laki-laki tetapi wajahnya malah seperti perempuan.

“Lee Taemin kalau kau belum keluar juga aku akan menghajarmu!”

Dimitri memakai wignya sebelum keluar dengan mengembungkan pipinya kesal. “Hyung berisik!”

Nama lengkapnya adalah Dimitri Valevach. Penyihir asal Rusia yang sudah hidup sejak seribu dua puluh tahun lalu. Penyihir seperti yang diketahui hanya bergender wanita, malahan yang tidak percaya dengan penyihir bilang bahwa kata ‘penyihir’ hanya karangan orang gereja supaya mereka bisa membunuh wanita-wanita yang berkemungkinan adalah istri Jesus.

Tapi penyihir kali ini adalah nyata! Tidak bergender-yang artinya mereka bebas memilih ingin menjadi laki-laki atau perempuan-, hidung bengkok, wajah jelek, hanya mempunyai jari empat di masing-masing tangannya, dan yang lebih menggelikan, penyihir harus merawat monster kulit asal Rusia yang mereka jahit di bawah ketiak.

Dimitri sendiri memiliki monster ketika yang sudah dirawatnya sejak usia delapan puluh tahun bernama Chernobog. Monster itu tumbuh di bawah ketiak kanannya dan memiliki ukuran sebesar kepala anak bayi. Dia begitu berisik juga haus darah. Kadang-kadang Dimitri yang menjadi Lee Taemin harus merangkul fansnya kemudian membiarkan Chernobog menghisap darah mereka. Kemungkinan fans-fans Lee Taemin menyadarinya tapi tidak begitu peduli. Karena nyatanya mereka gila pada pria buatan bernama Lee Taemin.

Lee Taemin-kali ini penulis ingin mendeskripsikan Demitri sebagai Lee Taemin, karena penyihir itu terlalu banyak menghabiskan waktunya sebagai seorang Lee Taemin- mempunyai banyak teman dari kalangan artis. Entah perempuan atau wanita. Bagi  Lee Taemin, situasi seperti ini sangat menguntungkannya dalam menghisap darah juga merobek wajah-wajah bagus untuk dijadikan persembahan pada ratunya. Walaupun begitu, Lee Taemin tetap saja harus berhati-hati pada wajah palsu buatan tangan bernama ‘Dokter Bedah’. Sekali pernah, ratunya marah besar karena mengirimkan wajah yang sudah memiliki banyak jahitan sana-sini, mereka menyebutnya plastik sampah karena rasanya tidak enak!

Akhirnya Dimitri melakukan pembujukan pada artis-artis Korea Selatan untuk tidak melakukan operasi plastik. Ini juga demi kelangsungan hidup dan martabatnya sebagai penyihir!

Satu-satunya teman baik yang pernah mengetahui identitasnya hanya Choi Minho.

Waktu itu seluruh member SHINee sedang berlibur kecuali Lee Taemin. Puas dia membuka wignya, mencopot jari tambahan yang dia potong dari anak laki-laki asing yang ditemuinya di tengah jalan, juga membiarkan Chernobog menghirup udara segar karena ketiak Dimitri memang bau.

Tapi bukan main terkejutnya dia mendengar suara pintu dorm terbuka, buru-buru dipasangnya kulit wajah Lee Taemin, menyembunyikan Chernobog di bawah piyama, dan memakai wignya. Saat itu Choi Minho masuk ke dalam kamar dengan wajah lelah dan tertidur di samping Lee Taemin walaupun dirinya memiliki ranjang sendiri.

Hyung kenapa pulang?”

“Memangnya tidak boleh?” tanya Minho balik dengan nada kesal. Dia masih memejamkan matanya, berbaring tanpa menatap Lee Taemin.

“Bukan begitu, tapi hyung bilang ingin berlibur dengan appa hyung.”

Abeoji menyebalkan!” Minho meninju kasur sebal. Dia membuka matanya yang tajam dan terisak pelan.

“Padahal sudah berjanji akan berlibur bersama. Tapi malah tetap melatih pemain sepak bola yang payah itu.” Sisi baik yang dibentuk Dimitri mau tidak mau keluar, dia mengusap lengan pria yang sudah dianggap sebagai kakaknya. “Hyung, appamu pasti akan mengajak berlibur kalau dia sudah selesai. Percaya padaku.”

Hm. Terima kasih Taeminnie.” Minho menoleh menatap Lee Taemin. Tidak ada yang salah. Sebelum matanya membulat menatap jari maknae SHINee yang terhitung cuma memiliki empat jari. “Taeminnie!” pekiknya, “kemana jarimu, huh?!”

Lee Taemin panik melihat jarinya, penyihir memang tidak memiliki kelingking. Dia lalu tersenyum gugup.

“Aku sedang berlatih sulap, hyung.”

“Sejak kapan kau tertarik dengan sulap?”

“Kemarin. Biar kutunjukkan padamu.” Taemin-Dimitri- menarik kulit lengannya kasar membuat dirinya meringis. Choi Minho dari dekat bisa melihat bagaimana nadi di lengan Taemin berdenyut dan darah jatuh merembes ke atas kasur. Perlahan gelap menyergap tubuhnya dan menjatuhkan kesadarannya. Diam-diam dia bisa mendengar suara berat pria dari bibir mungil Taemin. “Maaf ya manusia.”

Beruntung bagi Dimitri karena teman penyihir yang juga tinggal di Korea Selatan membantunya membuat ramuan agar Minho melupakan kejadian itu. Dan efeknya, pria itu terus menempel padanya selama dua tahun berturut-turut. membuat beberapa para fans berfikir kalau mereka berpacaran-dan itu sungguh menggelikan-. Maka dari itu, Dimitri hanya membuka wajah aslinya ketika dia berlibur di pulau terpencil atau harus kembali ke Rusia.

Mengingat kembali Chernobog, Dimitri maupun dirinya ketika menjadi Lee Taemin tidak pernah menyukai monster kulit aneh itu. Senyumnya memuakkan, terlalu memilih dalam menghisap darah orang, dan yang lebih menjengkelkan, Chernobog selalu mengatakan hal tajam pada pemiliknya.

‘Agh! Suaramu jelek! Kenapa sih kau masih ingin menyamar jadi penyanyi?!’ keluhnya ketika Taemin harus berlatih untuk tampil di salah satu acara stasiun televisi bernama KBS.

‘Darahnya tidak enak. Untung saja aku benar-benar lapar. Atau kalau tidak aku bisa muntah sekarang juga.’ Ucapnya ketus saat Taemin terlalu lelah untuk mencari darah dan asal mengambil pria tua di sampingnya yang menjabat sebagai sutradara dalam pembuatan MV SHINee.

‘Kau ini lebih baik menjadi tukang roti saja Dimitri, kalau menaripun tidak bisa.’ Lagi.

‘Tsk, cucilah ketiakmu dengan bersih. Kau ingatkan ada makhluk hidup di sini!’ Lagi dan lagi.

Mau tidak mau Dimitri-ataupun Lee Taemin- akan selalu diam terhadap kalimat kejam yang keluar dari bibir jahitan Chernobog. Ada sekali atau dua kali laki-laki itu kesal kemudian menjepit ketiaknya kuat-kuat sampai Chernobog tidak bisa bernafas.

Dia masih ingat sampai sekarang ketika SHINee menjadi bintang tamu di sebuah acara radio kemudian DJ bernama Park Kyunglim menanyakan soal album baru mereka. “Apa Lee Taemin-ssi menyanyi banyak di sini?”

“Ada dua lagu dengan rap. Aku dan Minho menyanyi untuk bagian itu.”

‘Hah, tentu saja kau melakukan bagian rap, nyanyianmu seperti penyihir masuk ke dalam mesin cuci.’

Lee Taemin tersenyum lebar dan merapatkan lengannya sampai terdengar jeritan Chernobog. Beruntung hanya pemilik monster kulit yang bisa mendengar suaranya, mungkin karena memang semua monster kulit berisik, jadi para monster tidak ingin membiarkan manusia atau penyihir lain mendengar celotehan mereka.

“Kenapa kau tidak menyanyi ballad seperti Onew? Atau Jonghyun?”

“Itu karena… aku tidak terlalu bagus dalam menyanyi.”

‘Haha! Akhirnya kau mengaku juga—hmph!’ Taemin semakin merapatkan kedua lengannya walaupun kini ketiaknya terasa ngilu.

“Tapi aku pasti akan berusaha supaya Kyunglim noona bisa mendengarku bernyanyi nanti di album selanjutnya~”Ah, lagi-lagi Dimitri merasa menyesal membentuk pribadi Lee Taemin seperti ini.

Di akhir bulan, idol grup seperti SHINee seperti biasa akan mendapat tiket liburan selama seminggu. Di saat seperti ini, biasanya Lee Taemin akan kembali ke Rusia karena keluarga palsunyapun tidak akan mencarinya. Tapi terkadang sebuah keharusan berlibur bersama member lain walaupun lagi-lagi Lee Taemin harus bersama dengan Kibum yang menjengkelkan.

Lee Jinki, atau Onew mengusulkan agar mereka berlibur di pulau bernama Hawaii. Buru-buru ditolak Kibum karena laki-laki itu tidak menginginkan kulitnya menjadi coklat. Memutihkan kulit itu mahal! Teriak Kibum sambil menampar kepala Lee Jinki kesal. Ah, betapa ingin Lee Taemin merobek wajahnya yang sok tahu itu.

“Aku ingin mencoba liburan ke Rusia.” Gumam Minho membuat pundak Taemin menegang. Dia menatap hyungnya tidak percaya, bagaimana bisa dari dua ratus negara harus negara asalnya itu yang disebutkan.

“Tidak! Tidak! Rusia itu terlalu dingin, prianya kasar-kasar, dan perang antar warga di mana-mana.” Taemin buru-buru menyelak. “Lagipula setelah libur kita harus segera ke Jepang bukan? Rusia jauh dari Jepang.” Sambungnya asal, karena dia sendiri tidak tahu jarak antara Rusia ke Jepang seberapa jauh.

Semua terdiam sampai Jonghyun berteriak : “Kalau begitu kita berlibur ke Finlandia!” Keempat anggota SHINee yang lain berbinar senang. Tiga di antaranya karena penasaran seperti apa rupa negara dingin itu, tapi untuk Lee Taemin dia mempunyai alasan sendiri. Finlandia adalah negara tempat saudara Dimitri tinggal, dan artinya mereka akan pergi ke acara reuni penyihir bersama-sama. Dimitri akan merasakan lagi kulit wajah orang-orang Finlandia yang enak, diam-diam Taemin menjilat bibirnya senang.

Begitu sampai di hotel pinggiran negara Finlandia, Kibum lebih bersemangat memberitahukannya pada fans-fans wanita yang akan mengikuti dirinya kemanapun dibanding membereskan koper super besar miliknya yang mengganggu jalanan. Taemin bersyukur setidaknya dia bisa menggunakan tabungan dan menyewa kamar untuk diri sendiri. Bebas, Taemin melepas wajahnya sendiri untuk kembali menjadi Dimitri lalu merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.

“Taemin kau ikut makan malam di bawah tidak?” Lee Jinki mengetuk pintu kamarnya.

“Tidak, hyung. Aku belum lapar.” Lagipula siapa yang bilang bahwa Lee Taemin menyukai makanan yang biasa manusia makan? Dia kan terbiasa mengunyah kulit wajah yang empuk dan manis.

Tengah malam, Dimitri mengambil orang-orang di sekitar jalanan sempit yang gelap, kemudian mengambil kuali miliknya yang kusam di rumah saudara jauh Dimitri.

“Oh! Kau! Masuk! Masuk!” pekik Lefia, sang penyihir wanita.

Rumahnya begitu luas dan dipenuhi aroma kayu juga kue-kue kering ala penyihir. Sapu-sapu juga kemoceng di sana bergerak sendiri membersihkan rumahnya, ketika Lefia berdehem mereka berhenti dan pergi ke lantai dua agar tidak mengganggu acara pertemuan antara Lefia dengan saudara jauhnya.

“Kebetulan sekali. Kualimu baru kubersihkan.”

“Terima kasih.”

“Besok kau bisa pamer ke orang-orang. Lihat, kualinya hitam kelam seperti rambut palsuku.” Penyihir berusia dua ribu tahun itu menarik kuali besar setinggi pinggang Dimitri dan menepuknya bangga.

Bagi seorang penyihir, kuali yang berwarna hitam kelam akan meningkatkan derajatnya di mata ratu penyihir. Mereka akan menjadi pusat perhatian dan bisa melayang di dekat ratu.

Dimitri terkikik sendiri saat mengingat beberapa buku cerita tentang penyihir yang dibacanya ketika mampir di sebuah toko buku. Para manusia senang sekali menggambarkan mereka dengan sapu sebagai alat kendaraan. Bagaimana mungkin penyihir terhormat seperti Dimitri mau menaiki sapu?! Bagi para penyihir, yang mengendarakan sapu terbang hanyalah kendaraan untuk kasta rendah atau seseorang yang sedang menerima hukuman.

Tapi untuk penyihir biasa, mereka akan melayang bersama kuali hitam besar kebanggaan masing-masing. Karena itulah Dimitri menitipkan kualinya pada Lefia yang biasa bekerja sebagai pencuci kuali.

“Feodor! Akhirnya kau datang juga. Kualimu sudah kubersihkan dua kali. Kau telat dua minggu.” Lefia berteriak senang melihat penyihir lain yang Dimitri akui lebih menarik masuk ke dalam rumah saudaranya dan tersenyum lebar. Mulutnya sobek sampai ke bagian pipi, menyeramkan memang, tapi bagi para penyihir sobekan itu membuat mereka bangga. “Aku ada urusan di Seoul.”

“Oh, kenalkan ini saudaraku Dimitri, dia juga tinggal di Seoul.” Lefia membawa pria itu ke depan tubuh Dimitri. Mereka bertatap-tatapan sebentar merasa familiar dengan satu sama lain. Tapi akhirnya memutuskan menjabat tangan dan bergumam nama masing-masing.

Dimitri tidak menyukai penyihir pria itu! Sungguh! Raut wajahnya menyebalkan dan seperti mengejek tubuh Dimitri kurus dan wajahnya yang jelek. Dia mengalihkan wajahnya ke arah lain lalu pamit pada saudaranya untuk kembali ke hotel. Tidak tahan berlama-lama dengan penyihir asing yang enggan menyambutnya.

Dimitri tidak pernah merasa sebaik ini dalam lima tahun terakhirnya. Tiap kali dirinya akan bertemu teman-teman penyihir yang lain, maka rasanya Dimitri akan meledak. Bahkan Chernobog terus berceloteh bahwa dia ingin bertemu kulit monster milik ratu dari jarak dekat.

Penyihir itu masuk ke dalam kuali kemudian menjampi-jampi supaya mereka melayang, tidak lupa dipakaikannya jubah berwarna coklat tua ke sekeliling tubuhnya. Sungguh berbahaya bukan kalau manusia melihat wajah buruk rupanya dan melihat kuali besar terbang di atas kepala mereka. Dimitri bertemu Lefia di atas danau di pinggir Finlandia kemudian mereka terbang bersama-sama ke Rusia.

Jubah transparan yang dipakai Dimitri menghangatkannya dari suhu yang tinggi di daerah Winter Palace yang berada di Saint Petersburg. Kuali keduanya segera menukik masuk ke dalam bawah tanah dan menembus semua dinding-dinding tebal istana itu. Lefia terkagum-kagum karena sudah lama dia ingin masuk ke dalam istana ini. Tahun ini memang spesial karena Ratu sedang berulang tahun, sehingga mereka bertemu di kediaman resmi monarki Rusia.

Penyihir-penyihir baru mulai terlihat, dan penyihir-penyihir senior masih sedang berusaha menjilat ratu dengan wajah-wajah persembahan mereka. Dimitri melirik kantung beludru hitamnya. Dia membawa dua wajah yang tidak terlalu buruk, berharap ratu mereka itu setidaknya sadar akan keeksistensian Dimitri.

Dimitri terkejut ketika kualinya bertabrakan dengan kuali seseorang. Dia menoleh dan menatap kesal pada Dimitri. Di dorongnya kuali Dimitri kuat-kuat sampai terhuyung kebelakang. “Ya! Memangnya aku berbuat salah padamu, hah?!” tidak terima Dimitri mendorong kuali milik Feodor. Ya, yang mendorongnya penyihir mengesalkan itu lagi.

Beberapa penyihir berbisik tanpa satupun berusaha menghentikan keduanya. Dimitri sudah menggeram marah karena Feodor meninggalkannya begitu saja. Dimitri memang payah dalam mengendalikan emosi. Dijampikannya kuali itu supaya menukik cepat ke arah Feodor, kemudian Dimitri menubruk kuali penyihir mengesalkan itu kuat sekali sampai terdengar bunyi retakan. Feodor dan kualinya melayan sampai ke arah ratu dan menjatuhkan mereka ke bawah.

Bagi penyihir, jatuh dari kualinya sungguh memalukan sekali. Wanita yang hampir berusia lima ribu tahun menggeram kemudian naik kembali ke dalam kualinya. Dia tidak mempedulikan gumaman khawatir dari penyihir-penyihir lain. Kualinya terbang ke arah Dimitri, lalu mencekik leher penyihir memalukan itu. Tubuh ratu mereka memang lebih besar dibandingkan penyihir manapun yang ada di dunia ini, mematahkan tubuh Dimitri menjadi dua bukanlah perkara sulit.

Dimitri kalau bisa menangispun ingin sekali menangis! Harusnya dia acuhkan saja penyihir yang baru dikenalnya itu. Wajahnya memerah menahan nafas karena sedari tadi sang ratu sama sekali tidak melepaskan tangannya dari leher Dimitri. “Lancang sekali kau merusak pestaku, hm?”

“Aku tidak akan merusaknya kalau penyihir baru itu tidak cari gara-gara padaku.” Dimitri lancang menggunakan dagunya menunjuk Feodor yang ada di belakang sang ratu. Wanita itu makin menggeram. “Penyihir baru bagaimana?! Dia anakku!”

Sedihnya, cuma dirinya saja yang terdengar terkejut. Dan itu artinya semua penyihir sudah tahu akan hal ini. Ah! Kenapa Lefia tidak memberitahukannya sama sekali sih?! Ratu mereka melempar Dimitri sampai menabrak tembok. Dengan sekali tepukan, kualinya jatuh sampai hancur berkeping-keping. Kakinya mendarat di sapu terbang yang jelek.

Dimitri ingin berteriak sekuat-kuatnya.

“Hukuman karena sudah merusak pestaku dan mengganggu anakku. Kau harus jadi pelayannya sampai batas waktu yang aku sendiri tidak bisa tentukan, tuan Valevach.”

Feodor terlihat menyembunyikan kebahagiannya. Dan Dimitri bisa mendengar bagaimana Chernobog menyuruh dirinya segera mencekik saja penyihir sok tahu itu. Sejak kapan ratu mereka memiliki anak?! Kenapa cuma Dimitri saja yang tidak tahu? Menyedihkan.

“Tenang saja Feodor. Tuan Valevach ini menyamar menjadi penyanyi di Seoul. Nama Koreanya Lee Taemin, iya ‘kan?” Lalu menegang. Feodor menelan ludahnya tidak percaya. Dia menggigit bibir bawahnya kemudian tertawa tertahan. “Ok, mom.”

“Kau bisa memanggilnya kapanpun kau butuh.” Tidak bisa Dimitri bayangkan penyihir terhormat sepertinya berada di bawah baying-bayang anak ratu penyihir Rusia yang menjengkelkan. Jelas saja menjengkelkan! Penyebab dari semua ini ‘kan cuma hal sepele yang tidak perlu diperpanjang-ya Dimitri sedang mencari alasan lain karena tidak ingin mengakui bahwa dirinya salah-.

Lee Taemin pikir dia akan membuka kembali ramuan amnesia supaya tidak usah mengingat tragedy memalukan di Rusia. Tapi kalau begitu caranya, ratu mereka yang cerewet akan lebih murka dan semakin enggan untuk memaafkan penyihir menyedihkan ini.

‘Kateuk! Kateuk!’

Mendengar bunyi dering ponselnya membuat dia terkekeh pelan, jarang-jarang ada yang menyapanya di kakaotalk, beberapa teman lebih memilih e-mail atau bahkan tidak mengiriminya pesan sama sekali. Laki-laki itu membuka ponselnya semangat, tapi kemudian berhenti ketika membaca isi pesannya.

Chogyu : Cepat pergi ke dorm SJ sekarang! Aku butuh kau, penyihir tua.

Apa-apaan ini. Seniornya, Cho Kyuhyun memang kejam dan bermulut tajam. Tapi alasan apa yang membuatnya mengatai Taemin dengan sebutan ‘penyihir tua’. Kyuhyun adalah tipe senior yang harus dituruti semua keinginannya, dan Lee Taemin sendiri malas kalau harus mendengar ejekan Kyuhyun atau menerima kelakukan kasar dari pria kekanakan itu.

Taemin memakai jaketnya dan menaiki bus untuk pergi ke apartemen tempat tinggal Super Junior yang baru. Minggu pagi seperti ini masih memungkinkan untuknya sebagai idol berjalan-jalan sesuka hati.

Kyuhyun segera menariknya begitu Taemin sampai di depan pintu kamarnya. Dia tersenyum lebar. “Ini daftar tugasmu untuk satu minggu, tuan Valevach.”

Lee Taemin harus memikirkan satu atau dua cara supaya bisa mencekik penyihir mengesalkan ini.

End (?)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “[WFT B] The Real Lee Taemin

  1. G ngebayangin kalau Taem betulan penyihir… Hiiyy~
    ceritanya keren nih, aku jadi ngebayang2 sendiri. Aku ga bisa bayangin gimana ekspresinya Mino waktu liat Taem yg sebenarnya

    keep writing yaa😉

  2. creepy… ._.
    tp lucunya pas si chernobog ituuu. lucu bgt critanya. antara lucu dan creepy kkkkkk #peace
    ini gmn bs dpt ide ky gini? wow!
    oh, dan endingnya cho penyihir bnran?! *shock*

  3. Hah? End? Tapikan belum slesai.
    (•́-̯•̀)seperti terasa kurang.
    Ga bsa bayangin TaeMin dalam wujud sangat buruk rupa itu.
    Keep writing yah (งˆ▽ˆ)ง seru banget. Hanya saja sulit membayangkan TaeMin dalam wujud buruk rupa. ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​

  4. alurnya bagus!! aku bayangin taemin kayak pas di wide news open studio yg pake topi lebar warna item. itu gantengnya to the maxxx hahaha

  5. ini sumpah idenya keren bgt. berasa baca novel fiksi tetjemahan. keren banget kak. bayangin taemin bneran ayak gitu. haha

  6. “Lah?” itu kata pertama yang aku ucapkan pas selesai baca.
    Ini lebih dari gantung. Bahkan aku rasa blm sampai klimaks.
    Padahal awal ceritanya sudah bagus. Pokoknya harus buat kelanjutannya ^o^
    Keep Writing!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s