[WFT B] Butterfly – Part 5 (End)

Title                 : Butterfly (5 of 5)

Author             : Bella Jo

Main Cast        : Lee Taemin (SHINee) | Kuroi Ageha (OC)

Support Cast   : Other SHINee members

Length             : Sequel

Genre              : Romance, Fantasy, Tragedy, Action, Supernatural

Rating                         : PG 15

Summary         :

“Jika aku mati, apa kau akan bahagia?”

A.N                 :  the last part is out! Need your comment, please~

BUTTERFLY

BY BELLA JO

 

Taemin mendekati gadisnya dengan nafas terengah-engah. Ageha tersenyum manis padanya. Taemin berusaha keras menyembunyikan kebahagiaannya bertemu dengan gadis itu. Ia tidak ingin mengendurkan tekad yang telah ia buat sebelumnya. Ageha sendiri tampil berbeda malam ini. Pakaiannya serba hitam, sangat sesuai dengan image kupu-kupu hitam yang sesuai dengan namanya. Gadis itu membawa sesuatu di tangannya, benda panjang berbalut kain tebal. Taemin menampilkan senyum ramahnya, “Ada perlu apa? Tumben sekali kau meminta bertemu denganku di malam hari seperti ini…”

Ageha tampak gundah, ia berubah gelisah. Sepertinya ada hal yang tertahan dalam pikiran gadis itu, kalimat yang sulit untuk diungkapkan. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu, namun keningnya kembali berkerut dan bibirnya kembali terkatup. Taemin jadi heran dibuatnya. Ingin sekali ia menggapai wajah rupawan itu dan bertanya lembut ‘ada apa?’ tapi ia tak bisa. Ia tak lagi bisa. Hampir saja Taemin mengulurkan tangannya untuk menyentuh gadis itu, namun ia kembali menariknya. Hanya senyum penantian yang ia sunggingkan.

Tampaknya Ageha mulai menguatkan hati. Alis gadis itu tergaris tegas. Matanya berkilat-kilat dengan keyakinan. Suaranya terdengar tegas saat berkata, “Aku…”

DUARRR

Tiba-tiba terjadi ledakan besar di dekat mereka. Taemin langsung menarik gadis itu dalam pelukannya tanpa banyak berpikir. Mereka terguling dihempas angin. Pecahan batuan menghantam keras tubuh mereka. Naas, salah satu pecahannya menghantam telak kepala gadis itu. Ageha langsung tak sadarkan diri.

“Bodoh! Apa yang kau lakukan di sana?! Menyingkir!!”

Taemin mendongak dan mendapati Keyx terbang ke arah mereka. Cakar-cakar Keyx mengoyak angin, membuka lapisan pemandangan tipuan yang diciptakan lawan. Di balik lapisan itu bersembunyi puluhan hunters yang siap menyerang. Mereka langsung menembakkan senjata mereka tanpa ampun. Keyx memasang lapisan pelindung dengan cepat. Ia berteriak pada Taemin yang masih mematung di belakangnya, namun Taemin tak dapat mendengar bentakan keras itu. Lelaki itu sibuk menepuk pelan pipi berisi gadis di pelukannya, tak percaya Ageha benar-benar terluka saat bersama dirinya.

“LEE TAEMIN! SEGERA PERGI DARI SINI! KAU MAU MATI?!”

Akhirnya taemin sadar dari lamunannya. Ia menatap Keyx sesaat dan kemudian melompat cepat ke arah atap gedung apartemen dengan gesit. Ia terus menggendong tubuh Ageha, memastikan tak satupun milik gadis itu yang terjatuh selama perjalanannya. Ia mengutuk dirinya dengan berbagai umpatan yang mungkin ada. Kuroi Ageha benar-benar terluka kali ini, dan itu karena dirinya. Taemin menyesali segala hal yang terjadi. Sebentar lagi hari akan berganti, mungkin saja gadis itu benar-benar akan kehilangan nyawa karena dirinya.

Di sisi lain Keyx menggunakan kekuatannya untuk meledakkan tempat itu. Sayangnya masih banyak hunters yang selamat dari serangannya. Ia mendecak keras dan mengembangkan sayap iblisnya. Ia melesat cepat menyusul Taemin.

“Sial, kalau begini terus rencana Tuan Lucifer benar-benar akan terwujud…”

Taemin meletakkan tubuh lunglai gadis itu ke atas lantai atap di mana ia yakini sudah cukup jauh dari apartemennya tadi. Taemin tidak mungkin membawa Ageha ke dalam asramanya. Di sana pasti tidak aman dan ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Onew jika ketua grupnya itu melihat ia membawa gadis ke dalam. Sejauh ini hanya Onew yang Taemin yakini sebagai manusia, dan ia sama sekali tidak ingin kehilangan kepercayaan dari ketuanya.

“Ageha… apa yang harus kulakukan… Aku masih belum mau kehilangan dirimu….,” lirih Taemin pelan. Ia menyentuh wajah gadis itu, wajah yang seakan amat rapuh dan dapat hancur dengan satu sentuhan. Gadis itu masih bernafas, namun masih belum juga sadarkan diri. Taemin merasa amat bersalah. Ia akan melakukan apapun demi menyelamatkan gadis itu, membuatnya tetap hidup dan bahagia seperti biasanya. Ya, hidup Kuroi Ageha lebih berharga dari dirinya. Ia mungkin punya banyak fans tapi ia bukan pribadi baik. Orang seperti Ageha lebih dibutuhkan oleh orang lain, orang yang dapat memberikan kebahagiaan pada banyak orang. Taemin harus melindungi hidup gadis itu, harus!

Tiba-tiba sebuah ide terbesit dalam pikiran Taemin. Ia tersenyum kecil, membayangkan apa yang dapat terjadi jika idenya dapat terlaksana. Semua akan baik-baik saja. Ya, semua akan baik-baik saja.

Taemin meletakkan tubuh gadis itu dengan lembut lalu melangkah agak menjauhinya. Ia menggigit jari telunjuknya, menyebabkan darah menetes dari sana. Ia menggambar pola pentagon di atas lain dengan darahnya seraya membaca berbagai mantra. Di setiap sudut gambarnya ia ciptakan api yang bercahaya seperti lilin. Ia berdiri di tengah gambar yang dikelilingi oleh lingkaran itu. Kedua tangannya terangkat ke atas, seakan memanggil satu sosok padanya.

Angin mulai bertiup dengan amat kencang. Mata Taemin terpejam merasakan deburan angin yang mulai tajam menyayat kulit. Bibir tebalnya yang mulai pucat tak henti menyebut mantra-mantra berbahasa asing yang dapat membuat pendengarnya bergidik ngeri. Semakin lama angin semakin kencang berputar-putar di atas dirinya. Diam-diam sebuah pikiran merasukinya, membuatnya sedikit menyunggingkan senyum.

Gaehwa noona, apa ini rasanya saat kau ingin melakukan perjanjian itu?

“Lee Taemin! Apa yang kau lakukan??!!”

Bentakan Keyx terdengar samar, ditelan gaduh putaran angin yang menguasai Taemin. Aura panas dan dingin silih berganti, melilit angin yang belum mau tunduk itu. Akhirnya Taemin membuka matanya dengan tatap tajam. Di akhir kalimatnya ia berteriak lantang, “LUCIFER, AKU MEMANGGILMU UNTUK PERJANJIAN!”

Tiba-tiba gerak angin terhenti, seakan ruang dan waktu dikuasai oleh seseorang. Taemin menatap bingung sekelilingnya, tak ada satupun yang bergerak. Ia seakan hidup di dunia lain. Angin yang tadi bergulung dalam gaduh seakan terhenti. Warna berbagai hal di sekitar Taemin beubah pudar, kecuali dirinya. Ia menatap aneh kedua tangannya, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Manusia, kau memanggilku?”

Taemin mendongak, ia mengenali suara itu. Itu suara yang sempat merasuki alam mimpinya kapan lalu. Gerakan kepala Taemin disambut oleh sepasang mata berbeda warna yang menatap tajam ke arahnya. Seringaian makhluk itu tampak mengerikan, berhiaskan taring-taring tajam bercahaya putih. Sayap hitam yang terkembang di punggungnya membuat Taemin tertegun, terutama saat ia mengenali sosok itu.”

“O…Onew hyung?” gagap Taemin tak percaya. Ia hampir jatuh terduduk. Makhluk itu menggeleng pelan dan menjawab dengan suara beratnya, “Bukan, aku Lucifer. Onew adalah sosokku sebagai manusia…”

“Lucifer?”

“Kau ingin melakukan perjanjian denganku? Kau tau apa bayarannya jika ingin meminta bantuanku, bukan?” Lucifer bersosok Onew di hadapan Taemin tak terlalu menanggapi ucapan lelaki itu. Ia bergerak memutari tubuh Taemin perlahan, seperti yang biasa dilakukan Keyx pada penyihir muda itu.

“Ya, aku akan membayarmu dengan jiwaku asalkan kau mau membantuku, mengabulkan permintaanku. Sedehana saja.”

“Ya, sederhana. Kalau kau berani berkata seperti ini, tentu kau sudah tau apa konsekuensi pilihanmu ini. Jadi, apa keinginanmu?” Onew duduk di udara sambil melipat tangan. Tatapan dan tingkahnya yang jauh lebih tenang membuat Taemin yakin bahwa yang ia hadapi sekarang bukanlah Onew sebagai leader SHINee, melainkan Onew sebagai Lucifer. Tatapan kedua mata itu sungguh menusuk dan beku, membuat lawan merasa tertekan. Suaranya juga begitu rendah, membuat pendengarnya merinding.

Taemin menguatkan hati, menggenggam telapak tangannya erat-erat. Ia menatap lurus iblis itu, menantang sepasang mata berbeda warna yang memberikan kesan berbeda masing-masingnya. Onew balas tersenyum, senang akan tatapan Taemin. Sungguh, manusia itu makhluk yang amat menarik baginya.

“Yang pertama, aku ingin punya kekuatan sihir yang sangat hebat bahkan bisa mengutuk iblis sekalipun…”

“Baiklah. Lalu?”

Taemin tersenyum kecil, “Aku harap kau tidak akan menentang keinginanku yang satu ini seperti Key hyung yang akan menentangnya habis-habisan…,” gumamnya pelan, suaranya terdengar kekanakan, membuat Onew ingat betapa mudanya umur lelaki itu. Iblis itu menggumam datar, “Apa itu permintaan keduamu?”

“Bukan,” sahut Taemin cepat. Perlahan matanya bersinarkan tekad yang kuat. Ia berkata dengan tegas, “Permintaan keduaku…”

Taemin berteriak kesakitan. Punggung tangan kanannya seakan terbakar api yang sangat panas dan lebih menyakitkan lagi karena dia merasakannya secara sadar. Perlahan sebuah simbol mulai terukir jelas di punggung tangan Taemin, menoreh kulit putihnya seperti tatto permanen. Taemin masih berteriak kesakitan saat ia jatuh bersimpuh setelah simbol itu terpatri sempurna di tangannya, simbol berwarna merah kehitaman.

“Itu tanda kontrak kita, Lee Taemin. Kau harus ingat janjimu,” gumam Onew dingin. Dalam sekejap keadaan di sekeliling mereka kembali normal, termasuk warna dan hembusan angin yang ada. Keyx bisa bergerak kembali dan ia langsung melesat cepat menubruk penyihir muda yang masih diliputi sisa-sisa rasa sakit.

“Lee Taemin, kau benar-benar gila!!”

“Keyx,” tegur Onew pelan. Keyx tampak tidak senang, “Aku sudah katakan padamu untuk tidak melakukan pertukaran jiwa dengan iblis! Kau benar-benar bodoh!!” cerca iblis berambut miring itu lagi. Ingin sekali ia menghajar Taemin saat itu juga. Namun semua telah terjadi, Keyx tak dapat mengubah apapun.

Taemin hanya tersenyum lebar, “Hyung tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja,” ucapnya meyakinkan, “Percayalah padaku.”

“Kalau begitu saatnya aku pergi,” gumam Onew. Ia mengembangkan sayap hitamnya dan mulai melayang. Ia memberika senyum khasnya ke arah Taemin, “Oh, sebelum aku lupa. Taeminie, selamat ulang tahun.”

***

Dentingan pedang saling berseru nyaring

Desingan peluru menembus angin

Bunga mekar dalam badai, dalam guncang tanah

Namun pedang membelah tangkai

Tak ada yang mau mengalah, dari pihak hunters maupun pihak iblis. Sebagian kota sudah hancur akibat pertarungan sengit mereka. Di atas tubuh sang penyihir sesosok tubuh lunglai terkurung dalam lapisan pelindung. Si penyihir hanya mengayunkan tangan, menciptakan dampak beragam bagi lawannya. Peluh mengalir di pelipisnya, namun pertarungan belum usai. Ia masih belum bisa menyerah. Di hatinya ia terus mengucap satu nama, “Ageha…”

“Letakkan gadis itu. Dia menghalangi pertarungan kita!!” teriak Keyx dari kejauhan. Iblis itu mengayunkan pedang, menghasilkan sabetan anginhitam tajam yang mampu membelah kerasnya batu. Si iblis juga mulai tampak lelah. Ia butuh energi negatif tambahan saat ini. Ia butuh orang yang bisa ia hisap energinya. “Taemin! Aku mulai kehabisan energi! Aku butuh energi negatif sekarang!!”

Hyung, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja!” sahut Taemin. Ia tidak bisa meninggalkan Ageha di tengah kondisi gawat seperti itu. Baginya berada di samping ageha adalah keputusan terbaik saat ini. Ia takkan membiarkan si gadis terluka lagi. “Kau bisa meminum darah sebagai pengganti energi?” tanyanya setengah berteriak.

“Aku bukan vampire, bodoh! Aku butuh energi manusia!”

“Akan lebih baik kalau kau punya sumber energi sendiri, seperti manusia yang mendapatkan energi dari manusia lain yang dia cintai!”

“Cinta itu omong kosong bagi kami. Kami tak bisa jatuh cinta dan tak bisa mendapatkan energi dari cinta!”

Karena itulah aku merasa kasihan padamu, hyung. Kau punya kasih sayang, tapi kau tidak punya orang yang kau cintai maupun mencintaimu…”

Darah memercik, anyir membaui diri

Saat kesadaran dan perasaan dipisahkan satu garis tipis

Layaknya khianat

Ketika cinta dan benci berpagarkan pilihan hati

“Kau penyihir gila! Berapa orang lagi yang mau kau bunuh?!” teriak salah seorang hunter. Taemin mendecak tidak senang, “Aku takkan membunuh seorangpun kalau kalian tidak mulai menyerang.”

“Kau penyihir jahat, bersekutu dengan iblis untuk membawa kesusahan bagi kaum manusia demi kesenangan kalian! Terkutuklah kau!!” cerca hunter lain. Telingan Taemin panas mendengarnya. Ia mendesis dan berteriak kesal, “Kalian tidak pernah mengenal iblis yang kukenal, kenapa kalian terus mengatai mereka?”

Dan pertempuran itu kembali berlanjut. Salah satu peluru berhasil menembus bola pelindung yang Taemin ciptakan untuk melindungi tubuh Ageha. Gadis itu langsung melayang jatuh, dan pada saat bersamaan ia membuka matanya. Taemin membulatkan mata, langsung berupaya untuk menggapai tubuh Ageha yang hampir menyentuh tanah.

“Ageha!”

“Ketua, sekarang!!”

JLEB

“AAKKH!”

Taemin berhasil meraih tubuh ramping gadis itu. Namun matanya masih membulat tak percaya. Di pelukannya Ageha menatap lurus ke arahnya. Gadis bermata coklat itu mengalihkan tatapannya pada pedang yang menembus perut Taemin. Dengan sekali tarik, pedang itu terlepas dari tubuh Taemin. Lelaki itu mengeluarkan pekikan tertahan. Tubuhnya tersungkur ke tanah.

Ageha melepaskan diri dari pelukan Taemin, ia bangkit berdiri tegak di samping lelaki itu. Taemin berusaha membalik badan, kembali bertemu pandang dengan gadis itu. Ia dapat melihat rambut lembut gadis itu terhempas laju angin, bersamaan dengan suara lonceg yang khas dengan gadis itu. Ageha sama sekali tak menyunggingkan senyum ramahnya yang biasa. Tatapannya dingin dan ekspresinya datar. Taemin hanya dapat menyebut nama si gadis dengan lirih dan penuh tanya, “Ageha..?”

“Ya, aku Kuroi Ageha, Lee Taemin. Dan aku adalah ketua hunters yang sekarang sedang kau perangi, kau tahu?”

Taemin hanya bisa terhenyak mendengar penjelasan itu. Yang terbesit dalam pikirannya adalah, “Tidak mungkin…”

Ageha memainkan pedang di tangannya, meperlihatkan dengan jelas benda apa yang tadi berbalut kain itu. Ia mengikat cepat rambutnya dengan tali lonceng yang tak pernah lepas darinya. Bibirnya tersenyum dingin, wajahnya terpantul sinar rembulan. “Tidakkah pernahkah kau menyadarinya sekalipun, Lee Taemin? Suara lonceng ini… penyerangan yang hanya terjadi saat kau sendirian atau sedang bersamaku… Tak pernahkah kau menyadarinya? Bahkan Key si iblis itu sudah lama menyadarinya dan sempat hendak mengendalikanku dengan kekuatannya. Sayang sekali, aku bisa segera lepas dari kendalinya” ucap Ageha lamat-lamat, seperti bicara pada anak kecil, “Aku adalah bagian dari mereka, dan aku datang untuk menghancurkanmu…”

Taemin menatap nanar kenyataan yang ada di hadapannya. Gadis itu masih gadis yang selama ini begitu ia sayangi, gadis yang begitu ingin ia lindungi. Namun kali ini Taemin merasakan perasaan takut karena kehadiran gadis itu. Apa dia memang ‘Ageha’-nya?

“Kau sudah membunuh kakakku, Lee Taemin. Karena itulah aku yang menjadi ketua sekarang. Ironis, bukan? Setelah semua hal yang kita lalui bersama…,” ujar Ageha lagi. Ia mengarahkan pedangnya ke dada Taemin, bersiap menembus lapisan otot dan tulang rusuk lelaki itu dengan satu dorongan. Taemin masih diam. Kedua matanya hanya menatap lurus Ageha dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Tatapan itu seakan menelan semua ucapan Ageha. Gadis itu jadi kesulitan saat melanjutkan, “Ka…kakakku adalah orang yang mengejarmu saat aku sedang membelikan es krim. Ingat? Maaf saja, sihirmu tidak mempan padaku!”

Taemin masih diam dengan mata yang juga masih menatapnya lurus. Alis Aeha mulai berkerut, perasaannya mulai kembali. Yang ia tatap masihlah Lee Taemin-nya, ia tak bisa melihat lelaki itu sebagai penyihir jahat. Ia tak bisa melukai lelaki itu, ia tak mau. Tapi ia harus bisa! Ia ketua hunters!

“Lee Taemin! Katakan sesuatu! Kita ini musuh!” teriaknya, berusaha menghalau semua perasaan yang mulai menguasainya. Tapi ucapannya berbalas senyum khas Taemin, membuat pertahanan gadis itu makin runtuh.

“Tapi kau masih gadis yang kucintai.”

DEG

Ageha merasakan air mata mulai berkumpul di pelupuk matanya, membayangi penglihatannya. Ia menggeleng keras, berusaha menghalau air mata itu dan mengembalikan kesadarannya sebagai hunters. Ia mengangkat pedang tinggi-tinggi, bersiap menembus dada Taemin. Lelaki itu memejamkan matanya sesaat lalu kembali menatap lurus gadis itu. Ageha berteriak, “Bersiaplah menghadapi ajalmu!”

“Jika aku mati, apa kau akan bahagia?”

Suara Taemin menghentikan gerakan Ageha. Gadis itu menatap nanar Taemin yang masih memikirkan perasaannya di saat seperti itu. Senyum lebar kekanakan Taemin kembali terkembang, “Jika memang kau akan bahagia, kau boleh mencabut nyawaku..”

“T…Taemin…,” ucapan gadis itu semakin terbata. Genggamannya pada pedang silver yang ia namai Jinx itu mengendur, bersamaan dngan nafasnya yang semakin sesak. Ia dihadapi oleh dua pilihan, Taemin atau keluarganya.

Namun sebelum ia sempat melanjutkan tindakannya, ia malah merasakan pelukan Taemin menerjang dirinya, membalik posisi tubuh keduanya. Bersamaan dengan itu teerdengar suara erangan tertahan Taemin dan pelukan lelaki itu perlahan mulai mengendur. Semua terasa begitu cepat bagi Ageha. Ia masih memandang tak percaya dengan apa yang terjadi. Tadi itu…apa?

“Gadis sialan! Ternyata ekor anjing pemburu sudah menjadi kepala. Bisa-bisanya kau menyerang Taemin yang mati-matian melindungimu!!!” Keyx mengeluarkan amarahnya. Sekeliling tubuhnya seperti diterangi bara api. Mata merahnya menyala-nyala. Cakar beracunnya baru saja ia ayunkan dan begitu sadar siapa yang terkena cakarnya itu, Keyx terdiam. “Lee Taemin!” panggilnya panik.

“H..hyung…”

“Kau tidak apa-ap..”

Namun Keyx tidak bisa menjangkau Taemin, penyihir muda itu memasang barrier di sekelilingnya. Iblis itu memukul-mukul barrier tersebut dengan marah, merasa dikhianati. Tapi Taemin hanya menyunggingkan senyum ke arahnya, ia mengarahkan telapak tangannya ke arah Keyx.

Hyung, aku tau kau sebenarnya iblis yang punya hati. Karena itu, aku akan meberikan sedikit kutukan untukmu dan kaummu…,” ujarnya pelan menahan sakit yang seakan membakar punggungnya.

“Lee Taemin! Apa yang kau lakukan?!” geram Keyx, masih memukul-mukul barrier yang mengurungnya. Taemin menjawab dengan suara tertahan. “Ini… sedikit hukuman… karena berniat… mencelakai gadisku…”

Dari telapak tangannya, Taemin memunculkan simbol pentagon yang bercahaya kemerahan. Keyx membelalakkan mata, masih berusaha keras menghancurkan barrier itu. Taemin mulai mengucap mantra-mantranya dengan suara pelan. Sebelah tangannya masih memeluk ringan tubuh Ageha. Akhirnya ia berujar, “Aku memberikan kutukan bagi kaum iblis untuk hanya bisa mendapatkan energi paling besar dari manusia yang menjadi soulmatenya. Kaum iblis dapat memiliki rasa cinta walau hanya berlaku untuk soulmatenya. Kau iblis bisa mendapatkan energi dari manusia lain tapi tidak sebesar yang ia dapatkan dari soulmatenya. Aku mengutuk iblis sesuai perjanjian dengan Lucifer….”

“TIDAK!! LEE TAEMIN!!” Keyx masih berteriak-teriak tidak jelas saat kutukan itu mulai berdampak bagi tubuhnya. Barrier Taemin pecah karena ledakan kekuatannya.

Taemin jatuh lemas di pelukan Ageha. Gadis itu memandangnya dengan penuh air mata. Gadis itu menangis sesenggukan, suaranya menyebut-nyebut nama Taemin. Lelaki itu tersenyum, “Bagaimana… menurutmu? Kurasa… itu cukup berdampak… bagi kaum iblis, hemm?”

Tapi ucapan Taemin tidak mampu menghentikan tangisan gadis itu. Ia menyentuh bekas cakaran Keyx dengan tangan bergetar. Bekas itu menghitam dan mulai membusuk, racunnya menyebar cepat ke bagian lain tubuh lelaki itu. Bagian yang menghitam sudah terasa dingin, aliran darah di bagian tersebut sudah terhenti. Nafas Taemin mulai terdengar putus-putus, membuat tangis Ageha semakin deras.

“Kenapa kau melindungiku? Kita musuh!! Aku hampir saja membunuhmu, Lee Taemin!! Kau gila, Lee Taemin! Kau gila!!” ucap Ageha di sela tangisnya yang pecah. Ia terus menangisi laki-laki itu, menangisi apa yang telah diperbuatnya, menangisi pilihannya terlibat dalam perburuan iblis, menangisi pertemuannya dengan Taemin, menangisi takdirnya terlahir dalam keluarga hunters… Jika saja ia bisa memilih sendiri takdirnya, Ageha ingin bisa bersama Taemin sampai ia tua nanti, ia ingin bersama lelaki itu tanpa ada beban status atau apapun. Ia ingin bersamanya.

“Aku… juga tidak tahu… Dari awal… entah kenapa… selalu ingin melindungimu…,” jawab Taemin terbata. Ia terbatuk keras, menghasilkan darah segar dari batuknya. Ia berusaha keras meraih wajah gadis. Tatapan kedua mata yang sempat disebut sebagai tatapan malaikat itu terlihat sendu dan penuh arti. Ia berkata, “Katakan padaku, Ageha… apa kau… bahagia?”

Ageha langsung menggeleng keras, “Tidak, Taemin! Aku tidak bahagia! Aku tidak bahagia!”

“Tidak boleh, kau harus bahagia. Untuk bagianku juga…”

“Jangan pernah bicara seolah-olah kau akan mati!” bentak Ageha. Ia menggenggam erat kedua tangan Taemin, melepas keduanya dari pipinya. Taemin menggeleng, “Tapi inilah kenyataannya. Aku akan segera mati…”

Nafas Ageha serasa terhenti saat mendengarnya. Air matanya menagalir semakin deras sementara debar jantungnya berdetak hebat tanpa kendali. Ia takut, sangat takut. Ia takut kehilangan Taemin, ia belum siap berpisah darinya. Ia masih ingin berlama-lama memandang wajah dewasa yang tampak polos itu.

Taemin kembali terbatuk. Nafasnya semakin putus-putus sementara ia tak lagi bisa merasakan tubuhnya sama sekali. Ia teringat akan sesuatu, hal yang diperingatinya hari ini. “Hey, bolehkah aku memanggilmu noona?”

“Tidak… Panggil saja aku Ageha…”

“Tapi… itu tidak… sopan. Lagi pula… aku ingin mendapat… ucapan selamat ulang tahun darimu, noona…” Nafas Taemin semakin sesak, namun senyum belum luntur dari bibirnya. Ageha terisak pelan, “Se…selamat ulang tahun…Taeminie… Kau mau hadiah apa dariku…?”

“Hadiah… kedewasaan…,” ucap Taemin kemudian. Kepalanya mulai terkulai lemas dalam pelukan Ageha. Ia menutup mata perlahan. “Aku…mencintaimu…Ageha…”

Ageha terdiam tak percaya. Tubuh Taemin tak lagi bergerak dalam pelukannya. Nafas lelaki itu tak dapat lagi dirasakannya. Debar jantung Taemin tak lagi dapat didengarnya. Suhu hangat tubuh lelaki itu juga tak lagi bertemu dengan suhu hangat tubuhnya. Ia memandang nanar laki-laki itu, laki-laki yang sempat mengisi hidupnnya dengan keindahan, lelaki yang sempat membuat jantungnya berdebar keras dan wajahnya merona merah.

Andwae… Taemin-ah... Taemin-ah… Irona!” Ageha menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya, tangannya menepuk pelan pipi berisi lelaki itu. Ia mulai mengguncang, menggoyang, bahkan memukul keras tubuh itu. “Taemin-ah! Kubilang bangun!! Eo?! Kau tidak mendengarku??!! Lee Taemin, Ireonabwa!!”

“Lee Taemin, bangun!!! Kau harus bangun!!! Kau bahkan belum mendengar apapun dariku!!! Kau harus bangun dan mendengarkannya dulu!!!”

Si pemilik tubuh tak lagi dapat bangun, tapi Ageha masih juga tak terima. Ia memukul-mukul dada Taemin dan berteriak keras, “Kubilang bangun, Lee Taemin!! Bangun!!! KAU HARUS DENGAR KALAU AKU JUGA MENCINTAIMU!!! KAU HARUS DENGAR KALAU AKU  JUGA TIDAK PERNAH INGIN MELUKAIMU!! Lee Taemin! BANGUUUN!!!!”

Ageha meraung keras. Ia memeluk erat tubuh Lee Taemin, menangisinya tanpa kata-kata. Tubuh itu sudah tak lagi bergerak, bahkan kaku karena beberapa bagiannya sudah membusuk. Ageha menghirup aroma tubuh itu dalam-dalam, menyimpan aroma itu rapat-rapat dalam memorinya. Ia takkan pernah melupakan baggian manapun dari diri Taemin, tidak barang setitik pun. Taemin adalah hal terindah yang pernah ada dalam hidupnya dan dia tidak pernah menyesal pernah bersama dengannya.

Tiba-tiba saja dari tubuh itu muncul begitu banyak kupu-kupu hitam yang seakan mengerumuni Ageha. Kupu-kupu itu berterbangan ke langit luas, serpihan dari diri Taemin yang terbang ke langit luas. Dari tubuh yang masih dalam pelukannya, ia melihat wujud transparan Taemin terangkat keluar. Ruh Taemin itu tersenyum melihatnya. Tangan ruh itu meraih lonceng yang menyimpul rambut Ageha. Senyumnya semakin kembang saat lonceng itu berbunyi pelan. Semakin lama ruh itu semakin samar karena berubah menjadi kupu-kupu hitam.

Ageha mendongak, menatap ruh Taemin yang menagkup wajahnya sambil tersenyum. Wajah ruh Taemin mendekati wajah gadis itu, namun tak ada lagi terpaan nafas yang biasa dapat ageha rasakan.

“Aku tau kau juga mencintaiku… bahagialah seperti namamu, seperti kupu-kupu yang mengikuti instinrnya untuk membahagiakan orang lain…”

Ageha semakin menutup mata saat wajah ruh Taemin hampir menyentuh bagian wajahnya. Ia merasakan sentuhan lembut bibir Taemin di pipinya, sentuhan yang hangat. Sentuhan yang begitu Ageha inginkan selama ini. Namun begitu ia membuka mata yang tinggal hanyalah kupu-kupu hitam yang terbang bebas ke meraih bulan. Dari kumpulan kupu-kupu itu ia seakan melihat bayangan Taemin yang memandang ke arahnya. Dan itu membuat dadanya semakin sesak dan tangisnya kembali pecah. Ia memeluk tubuh kaku Taemin erat-erat, membisikkan kata cinta dan sesal sebagai balasan. Sayang jasad kaku itu tak mampu menjawab perasaannya, tak lagi mampu.

Seandainya ia bisa memilih takdir, ia takkan mau ini semua terjadi… Kini bunga di antara ia dan Taemin gugur begitu saja, takdir yang menggugurkannya…

“Sesuai janji, Lee Taemin, aku mengambil jiwamu..”

Ageha mendongak dan mendapati Onew melayang tak jauh darinya. Kupu-kupu hitam itu terkumpul dan menari-nari mengitari Onew. Dalam satu gerakan tangan Onew, kupu-kupu hitam itu lenyap dari pandangan mata. Ageha merasa sesak melihatnya. Kupu-kupu itu adalah serpihan dari jiwa Taemin… Gadis itu memandang Onew penuh benci, terutama saat melihat warna mata iblis itu yang berbeda satu sama lain.

“Jangan memandangku seperti itu, agassi. Taemin sendiri yang memilih takdirnya. Dan ia memilih untuk menggantikanmu…,” ujar Onew santai, pandangannya dingin menusuk.

“Kau…Lucifer! apa maksudmu?!” geram Ageha.

“Harusnya kau yang mati tadi, tapi ia membuat perjanjian denganku untuk menggantikanmu. Sungguh, aku tidak mengerti cara berpikir manusia. Kalian bisa terlalu terbawa perasaan…,” cerca si iblis.

“Apa kau lupa kutukan Taemin tadi? Itu juga berlaku untukmu!”

“Kita tidak akan tahu sampai kita mendapat buktinya. Lebih baik sekarang kau sesali saja apa yang telah kau perbuat karena sungguh, energi negatifmu sangat nikmat.” Onew menghilang sambil tertawa penuh kemenangan. Ageha kembali menangis, memeluk jasad Taemin dengan penuh sesal. “Kau bodoh, Lee Taemin… memaksakan diri untuk melawan takdir…”

***

Langit malam semakin kelam. Sejak pertempuran berdarah di malam itu, iblis menyatakan perang terang-terangan pada kaum manusia. Mereka menghancurkan tekhnologi yang telah dibangun manusia dan mengembalikan kehidupan seperti zaman sebelum peradaban. Mereka menggoda dan menyerang manusia secara terang-terangan, membuat kaum manusia kewalahan dengan ulah mereka. Hal yang paling mengejutkan adalah kebanyakan iblis merupakan public figure yang banyak dipuja orang, membuat banyak pula manusia yang menjadi budak mereka secara suka rela.

Namun tetap saja manusia tak mau tinggal diam. Mereka bergabung dalam satu kelompok yang menyatakan secara jelas bahwa mereka memerangi iblis. Mereka berlatih cara bertarung dan hidup secara berkelompok demi melindungi diri. Kelompok manusia itu semakin kuat dan mereka semakin tahu bagaimana cara melawan iblis-iblis itu. Kelompok manusia itu menamai diri dengan HUNTERS sesuai dengan nama kelompok yang sudah ada sebelumnya.

“Ketua, apa langkah yang akan kita ambil selanjutnya?”

Yang ditanyai menggenggam erat seutas tali bersimpul lonceng yang tak pernah lepas dari dirinya. Ia memejamkan mata sesaat, berharap ada energi yang masuk ke dalam tubuhnya dengan melakukan hal tersebut. Dalam memorinya terpatri jelas sosok seorang lelaki yang sempat mengisi hidupnya. Sosok lelaki yang selalu menyembunyikan sisi lain dari dirinya, kenyataan bahwa laki-laki itu seorang penyihir. Ia mengikatkan tali berlonceng itu pada pergelangan tangannya lalu meraih dua pedang yang terbungkus rapi di pinggangnya. Kenchz dan Jinx, dua pedang yang selalu menemaninya bertempur selama ini. Yang satu adalah pedang miliknya sementara yang satu lagi adalah pedang yang tercipta oleh sihir orang yang paling ia sayang.

Ia membuka mata dengan tegas, pandangannya menajam. Dari balik gigi-giginya ia berujar dingin, “Ayo kita habisi iblis-iblis sialan itu!!”

_FIN_

EPILOG

Hujan mengguyur deras tanah kehitaman yang ditumbuhi rimbun pepohonan. Di sisi lain, salah satu bagian hutan telah porak-poranda dijilat bara api. Angin berhembus sendu, sekan ikut menangisi tragedi yang telah terjadi. Gesekan daun dan ranting seolah membisikkan berita sedih yang telah terjadi, kisah naas yang telah menghancurkan satu desa.

Terdengar suara isak tangis pelan. Sebuah nama disebut bersama hembusan nafas berat. Seorang lelaki berambut miring memeluk erat tubuh seorang gadis yang begitu berharga baginya, gadis yang biasa ia sebut sebagai pasangan jiwanya. mata beriris merah itu menunjukkan kesedihan yang dalam, serta amarah dan emosi yang membakar batin. Ia menghirup aroma gadis itu, berusaha keras merasakan sisa-sisa kehangatan tubuh tak bernyawa itu.

“Liana…,” bisiknya lirih. Tubuh gadis berambut sebahu itu ia peluk semakin erat. Air matanya terus mengalir keluar, air mata yang tabu dikeluarkan oleh kaumnya. Namun ia tak peduli, tak lagi peduli.

“Tak kusangka sihir Taemin benar-benar berdampak pada kita seperti ini…,” sahut salah seorang dari kumpulan orang yang memperhatikan kejadian itu, lelaki bernama Henry. “Kita benar-benar tergantung pada satu soulmate dan benar-benar dapat merasakan cinta…,” lanjutnya.

“Lalu, apa rencanamu sekarang, Tuan?” tanya lelaki yang menangis tadi, suaranya sudah kembali normal. Suara yang dingin dan kaku. Yang ditanya hanya tertawa kecut, matanya menerawang jauh, “Tak kusangka gadis yang menjadi soulmate-ku adalah keturunan Kuroi Ageha. Bahkan pedang yang menikam Taemin dulu pun ada di tangan gadis itu…”

“Jadi?”

“Aku akan mendapatkannya,” sahut Onew –si Lucifer. Ia tersenyum miring, “Seperti yang selalu kita katakan pada Taemin dulu, takdir tak dapat diubah. Termasuk jodoh. Aku harus mendapatkan soulmate-ku.”

“Jangan salahkan aku jika aku membunuh gadis bernama Vera Zoldieck itu,” sahut Keyx, “Ia yang menyebabkan kematian soulmate-ku.”

“Tentu aku akan mencegahnya, Keyx. Kau tau siapa aku, aku Lucifer.”

Dan sayap hitam makhluk bermata merah-biru itu terkembang lebar, melesat meyusuri hutan dengan pikiran yang sibuk menyusun rencana. Dalam memorinya ia masih mengingat jelas sosok Lee Taemin dan Kuroi Ageha, dua orang yang mengawali semua kejadian itu. Namun ia tersenyum, mempertanyakan apakah semua ini adalah takdir ataukah nasib. Dan saat ia terbang rendah, ia berpapasan dengan  dua ekor kupu-kupu hitam.

“Hai, Taemin…,” sapanya pelan, “Hai Ageha…”

Dan kedua kupu-kupu itu terbang bersama membelah udara, menuju bunga milik mereka berdua yang kembang indah.

_EPILOG END_

Akhirnya finish juga~~~ eottae? Eottae?? Apakah pembaca kecewa dengan endingnya yang super geje? Kurang dapat feelnya?

Memang susah banget bayangin Aa’ Tetem rada2 manly n dewasa, masih blm cocok. Hahaha… jadinya rada ngawur gini….

Pokoknya selamat ulang tahun, Taemin oppa~~~ selamat melangkah masuk dalam dunia orang dewasa. Selamat dapat hadiah kedewasaan juga. Hayooo, oppa mau apa dariku? Parfum? Bunga? Atau mungkin ppoppo? Hehehehe…..

 

p.s: tergantung komen, cerita ini bakal lanjut untuk cerita penutup. Tapi tergantung komen, yaaaa…^^

 

_BJ_

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

27 thoughts on “[WFT B] Butterfly – Part 5 (End)

  1. Taemin kurang ajar yehh… udah tau dibantuin, masih aje nyakitin Key *sumpah ga terima klo Key yang disakitin, tu khan bener, prediksi awal, onew itu lucifer, dan ageha itu bagian dari hunters… tapi hebat juga si ageha bisa deketin taem, dan langsung jatuh cinta mpe mati bgitu… udah dikhianatin pula,,,, mana ada cowok bgitu jaman sekarang?? *eh malah curhat…

    FF nya baguuuusssss!!!!!! ^o^d

    1. waduh, istri key jadi ngamuk nih nampaknya… -__-
      udh prediksi dr awal? kekekek… kl dah baca devil’s Game, pasti tau kok si Onew tuh lucifer.
      nah, tetem jadi makhluk langka, cuma ada satu banding sejuta d antara cowok jaman skrg. hehehehe…

      gomawo, eonni~~

        1. hihi… kl eonni rajin coba ubek2 isi sf3si library aja.
          eee… kl dsini sih dbu emg jd lbh sangar dibanding key, tp d devil’s game malah jd keblikannya…

  2. Mmmmmm..
    memang aneh kalo cerita ini happy ending, lebih pas begini endingnya..

    ternyata Lucifer itu Onew, ketua Hunter itu Ageha… gak nyangka.. 0_0

    Taemin cinta banget ma Ageha sampe ngorbanin jiwanya, bener2 cinta mati..

    Sepertinya saya bakalan baca Devil Game-nya nih Bella..
    gara2 epilog, jadi penasaran sama kisah Onew-Vera…🙂

    eeeh, mo ada lanjutnnya?
    ditunggu deh Bella..

    Saya suka ff ini, moga menang ya Bella..:-)

    1. gomawo, lydia eonni…

      haha… ff ini penuh rahasia dan intrik #plaaakk
      soalnya g ada lg yg dpt peran lucifeer selain onew, dia kan lum ada muncul banyak^^

      ayo, baca eonni~~ bella tunggu komen eonni, d..^^

      lanjutanny tergantung reaksi pembaca, eonn… tergantung waktu juga. tapi bakal bella usahain, kok

      gomawo, eonni~~

  3. (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩) TaeMin meninggal, Ageha itu noona?
    Berubah jadi kupu” mereka, kupu” hitam = penghisap darah.
    Ternyata ada bagian yang menyayat hati (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩)
    Keep writing author (ง‾̣̣̣﹏‾̣̣̣ )ง

  4. DAE to the BAK
    sesuai perkiraan ternyata Onew itu Lucifer,Tapi yang tak terduga kalau Ageha itu ketua huntersnya…
    Ada lanjutannya lagi,ya??Mau,dong!! #hebohmodeon
    ditunggu lanjutannya!!^^
    Keep writing,eonni!!^^

    1. brrt udh nebak y kl lucifer itu onew? #authorfailed
      yups, Ageha tuh ketua hunters, tapi awalny bkn dia ketuany.

      hahahaha… soulmate key kan author #plaakk

      gomawo, yongie~~

  5. Huaaa…. Bella, ini keren banget b^^d
    terjawab sudah semua misteri di Devil’s game. Jadi adanya Soulmate itu kutukan dari Taemin yaa?
    Wah, akhirnya Liana muncul, tapi bagus sekali, cuma tinggal mayat.hha. *protes ke Bella*
    eh, pas baca pedangnya Ageha Kenchz dan Jinx, awalnya mikir, ko namanya sama kaya punya Vera. atau jangan2 smua pedang para Hunters namanya sama. Eh, ternyata Vera itu keturunannya Ageha.
    mampus deh Onew, dia bener2 kalah sama Taemin karena Vera itu adalah soulmate-nya. .hha. sejahat apa pun iblis, rasa cinta dan kasih sayang bisa mengalahkan mereka. Ini sebenernya analogi yang bagus looh Bella, menggambarkan bahwa hal paling buruk & paling jahat yang pernah ada di dunia pasti bakalan kalah dengan cinta dan kasih sayang.

    Duh, aku kasihan sama Taemin nih. Dan kisahnya Gaehwa itu juga menyayat hati sekali😦
    Oia, pas scene roh Taemin jadi kupu2 hitam, aku tetiba inget film ‘Mama’ loh, si Mama juga waktu mati roh-nya jadi kupu2 hitam. hiks😥 *ga nyambung*
    good job, Bella. ceritanya bagus, meski baru mulai kerasa di part 3. Aku doakan semoga ff-nya menang😉
    Aku mau sequel khusus kisahnya Keyx – Liana *jjeng..jjeng…* ^^v

    1. gomawo, eonni~~
      iy, semua soulmate2an itu berawal dr kutukan taemin, n itu krn taemin ngerasa ada jg sisi baik d tiap iblis jd sayang bgt kl iblis g pny cinta.
      kekekek…. walau gt kan liana muncul, eonn… ini bella masih mikir gmn bagusnya kisah Keyx-Liana, soalny kan akhir kisah mereka udh ketahuan d devil’s Game…-__-

      iy, Taeminie yg malang. bella sih mikirny si tetem lg meledak2 gt cintanya , makanya mau sampe ngorbanin diri demi cewek yg dia cintai. cinta pertama lho itu ceritanya~
      wah, d mama juga kyk gt? sayang nih bella msh blm dpt filmnya😦

      gomawo, eonni~~

      1. hooo… iya jg yah, trnyta sebenernya selama ini Keyx itu berusaha melindungi Taemin. Cma karna dia iblis jadi caranya aja yang terlihat tidak baik.hhu.
        Hemm… kisah Keyx-Liana diceritakan pas awal ktemu, trus jadi soulmate dll gtu aja Bella *ttp maksa* lagi ingin baca ff yang Key soalnya ^^v

        Berarti, kisahnya sama kaya kisah neneknya Ageha gitu yaa? Tapi jadi kebayang2 terus nih Taemin kasihan😦
        iya, di Mama itu pas mati jadi kupu2, kalo si Mama dateng jg ska ada kupu2 item gitu.hhi.

        Ne, sama2, Bella. Aku nntikan ff Bella yg lain ^^

  6. Yah ampun! Feel nya dapet banget!
    Apalagi waktu taemin tau kalo ageha itu ketuanya, kasian…
    Taemin manly banget di sini wkwkwk
    Harus ada cerita penutupnya ok!
    Fighting! ^^

  7. ok baru kali ini aq jd silent reader deh. seru bgt jd gk sempet nulis komen disetiap chap. mian ya thor wkwkwk #kaburrr

    kyknya butterfly itu before story nya dr devil‘s game ya? udh lama baca devil‘s game jd rada2 lupa. bukannya di devil game keyx itu jd musuhan ama lucifer kan? nah soulmatenya onew itu vera kan? otakku jd gk nyambung deh.. baca ulang devil game ah… wkwkwk

    trus itu jjongho kok gk nongol lg ya? sayang sekali… pdhl mereka kece loh jd malaikat pencabut nyawa wkwk. author bkin sequel tntng key liana dong. ya?ya?ya?

    1. wah, ada silent reader yg ketahuan, nih… kekekek….
      #kejarrr

      iy, ini before storynya devil’s game. lagi pengen buat trilogy makanya kayak gini. hahahaha…
      yups, keyx musuhan ama lucifer d devil’s game, tapi itu karena keyx menyalahkan soulmatenya lucifer atas kematian soulmatenya sendiri.

      haha.. jongho bumbu pelengkap dsini. cerita penutupnya bakal full mereka berdua, walau key n onew bakal nyisip2 dikit… hehehehe….

      oke, keyx-liana masuk daftar tunggu. sabar menanti, y~~

      gomawo, hana-ssi^^

  8. sebelumnya aku mau minta maaf dulu sama authornya soalnya baru komen di part akhir, inet lg ngadat soalnya… mian😦
    woahhh~ daebak!! aku ga nyangka ceritanya akan berakhir seperti ini. Untung aku udah baca devil’s game, jadi bisa klop banget lah sama ff yang ini, ga kebingungan lagi. ooya, anyway cerita ini terinspirasi dari devil’s game atau gimana nih bella-ssi?
    setelah baca ff ini banyak pertanyaan yg terjawab, specially abt that ‘soulmate’ thing! Aku selalu bertanya-tanya soal asal usul ‘soulmate’ itu… ahhh~ ternyata ‘soulmate’ itu hasil kutukan taemin toh🙄 haaaah kutukannya beneran berhasil mengalahkan para iblis deh kayaknya… daaan masalah pedang itu, awalnya pas baca kok ga asing ya namanya? wahhh ternyata pedang itu punya vero juga! apadeh si lucifer dapet soulmate yg masih keturunan ageha masaaaa😯
    ffnya juga nyampe pesannya, hal sejahat apapun bisa kalah sama cinta dan kasih sayang, liat tuh si lucifer aja ujung-ujungnya tewas di tangan vero kan? *flashback devil’s game-_-
    jadi ff ini bercerita tentang kejadian sebelum devil’s game itu dong ya? asli seru banget loh ceritanya! naisseuuu bella-ssi~!!
    jadi gimana? tertarik bikin chronicles cerita ini lagi kah?:mrgreen:

    1. heee…. ga papa, kok. mahda-ssi. asal sempat komen aja, author senang, kok. #inet author juga suka ngadat#
      hooo… udh baca devil’s game rupanya. kekekek…. akhirnya semua clear, kn? sebenernya masalah soulmate2an itu jg baru tepikir wkt mau buat cerita ini. hehehe…. kutukanny ampuh banget kan?
      hehe… pedangnya emg pny ageha n taemin yg diturunkan k vera. nah, timbul pertanyaan: siapa suami vera sampai bisa menurunkan vera? kekekek….
      iy, itutuh pesannysecara keseluruhan. jd ddunia ini gadak yg jahat2 bgt, gadak yg buruk2 banget, semua pasti ada sisi baiknya.

      hihi… penutup ceritanya bakal aq buat, kok. biar semua pada clear. dinantikan juga, y…

      gomawo, mahda-ssi~~

  9. endingnya keren tapi ko rada masih gajelas.____.)a
    cman diawal2nya agak ngebosenin soalnya penggambaran settinya terlalu detail..
    tp keseluruhan partnya KERENNN^o^)//

    tp ini JongHo kemana kok ga keliatan? katanya mau ngambil jiwanya ageha’-‘)?

  10. Ternyata ff ini ada hubungan nya juga sama devil’s game.
    Ff nya keren banget chingu. Saking kerennya aku gatau mau komen apa lg !
    Keep writing aja deh chingu !!!!

  11. Jadi sebenernya, Butterfly ni lbh dulu rilis drpd Devil Game?
    *rilis…? album, kalee…

    Aku suka endingnya…
    Gak terduga juga kalo ahirnya Taemin yang tewas
    Kirain beneran Agehanya
    Tapi mulai part kemarin aku udah nebak
    kalo Onew, Jinkiku adl Lucifer….
    *jdkebayangwajah cakep oppa…

    Duh, jadi pengen baca Devil Game lagi…
    keep wriiting, Mincha…
    erita2mu bagus dan unik…

  12. Sudah kuduga huaaaaa taemin ㅠ.ㅠ
    Bella-ssi kau membuatku banjir air mata dtengah.malam..aahh nyesek bgt sumpahhh huks….

    Aaahh pantes aku g asing dg nama pedangnya rupanya ageha ibu dr soulmatenya onew…
    Dan dia emg udh merencanakan dr awal buat nqedapatin vera.. sayang dia berakhir sama seperti taemin…merelakan nyawanya demi org yg dicintai..kutukan taemin bnr2 daebak…huhuh daebakkkkkk!!!!

  13. yeahhh, belaaaaaaa….

    pertama, mau bilang aku suka banget sama narasimu, ah, tp emang kamu mah jago untuk urusan ini.
    kedua, yaaaa, ceritany menarik

    cuma ada beberapa hal yang bikin aku ga sreg di part 5, tapi akunya lupa euy. kalo ga salah mah tt karakter. tp yaudahlah, toh aku ngerasa puas baca tulisanmu yg ini. ditunggu karya selanjutnya ya bell

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s