[WFT B] Paparazzi

Title                 : PAPARAZZI

Author             : minhyokang

Main Cast        : Lee Taemin

Support Cast    : Onew, Jonghyun, Key, Minho, some girls ^^

Length             : Oneshoot

Genre              : Humor (?), Life, Little bit Mystery..

Rating              : General

Summary         : Suara itu lagi. Ini sudah seminggu dan suara itu  terus menggangguku. Begitu pula orang yang berpas-pasan mata denganku, aku tak melihatnya lagi semenjak itu.Ini tidak mungkin hanya sekedar firasatku.Setiap hari aku merasa seseorang terus memerhatikanku.

A.N.                 : minhyokang kembali dengan genre berbedaa~ *swuit~swuit~. Beda denganff sebelumnya yang super duper galau, sekarang genrenya lebih ringan lah..dan ga tau ff ini bakal sukses apa ngga kayak ff aku yang castnya suruh nebak sendiri itu. Ada yang tau? (Ituloh.. yang judulnya ‘Stupid’ *promosi). Intinya RCL sangat dibutuhkan! Mau jeleklah, mau baguslah, comment aja deh ya~ jadi author tahu apa kelebihan dan kekurangannya.. ^^ Happy Reading!!

PAPARAZZI

<—STORY BEGIN—>

Dengan langkah yang malas dan mata yang masih berat aku berjalan sambil membawa ransel merahku.Ini semua gara-gara Minho hyung yang berisik dan tidak bisa diam gara-gara menonton pertandingan sepak bola tidak malam.Teriakannya sudah seperti wanita yang jerit-jerit histeris melihat idolanya. Dasar norak.

            Perkenalkan dulu, namaku Taemin, Lee Taemin.Usiaku 20 tahun dan aku berada di bangku kuliah. Aku tinggal bersama adik ayahku – yang usianya hanya berbeda 4 tahun denganku – dan 3 orang yang ‘menumpang’ dirumah kami. Seluruh keluargaku tinggal di London, namun karena aku lebih memilih bersekolah di Korea maka aku dititipkan ke rumah adik ayahku, satu-satunya anggota keluargaku yang masih ada di Korea.

            Minho hyung yang aku rutuk barusan termasuk 3 orang yang menumpang di rumah kami. Yah..sebenarnya dia membayar sewa kamar karena rumahnya berada di Incheon sementara dia bersekolah di Seoul. Yang kedua adalah Jonghyun hyung, berbeda dari Minho hyung, rumahnya berada di Seoul. Sebenarnya ada beberapa masalah di rumahnya sehingga membuatnya lebih memilih tinggal bayar dengan kami daripada di rumahnya sendiri. Yang ketiga adalah hyung yang paling berisik di dunia, Kim Kibum.Mungkin karena selalu dia yang memegang kunci apartemen ketika semua orang pergi, kami memanggilnya Key. Aneh? Silakan protes pada yang memberi nama itu, Jonghyun hyung.

            Key hyung sendiri tinggal disini dengan alasan yang sama dengan Minho hyung. Rumahnya berada di Daegu.Perbedaannya dengan Minho hyung ialah dia tidak bersekolah, melainkan bekerja.Setelah mendengar ibunya yang sakit keras di Daegu dan keluarganya yang tidak memiliki cukup uang untuk membiayainya kuliah maka dia memutuskan untuk berhenti dan bekerja untuk membantu keluarganya.Itulah kenapa sifatnya lebih dewasa dari kami.Dan kemudian adik ayahku, satu-satunya keluargaku yang masih tinggal di Korea…

Ddrrtt…. Ddrttt…

            Ponselku bergetar. Kurogoh saku jeansku dan terdapat tulisan ‘Onew hyung’ di layar.Aku menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telingaku.

            “Ne…” jawabku.

            “Aaa..Taemin-ah, kau ada dimana? Key sudah memberimu sarapan? Dia bilang kau tidak bisa tidur tadi malam karena Minho.Apa kau baik-baik saja? Uang jajanmu yang baru appamu kirim minggu kemarin masih ada ‘kan? Kau sudah minum vitaminmu?”

            “Aku ada di kampus. Aku sudah sarapan.Aku baik-baik saja.Uangku masih ada.Aku sudah minum vitaminku.Apa lagi yang ingin paman tanyakan?” jawabku berderet.Habis dia berbicara tanpa napas.

            “Ya! Jangan panggil aku paman! Aku tidak setua itu kau tahu?Haah~ tadi malam aku tidak bisa pulang karena pekerjaanku ini dan sekarang ototku terasa tegang.Apa minyak pijat yang dibeli Key waktu itu masih ada? Minyak itu benar-benar ampuh!”

            Aku merutuki kakek tua yang menelponku ini.Lihatlah gaya bicaranya saja sudah seperti orang yang kehabisan napas. Dan terkadang juga dia memberi lelucon yang tidak lucu.

            “Tanya pada Jonghyun hyung. Aku sibuk sekarang. Sebentar lagi dosenku datang.” Aku langsung menekan tombol merah dan langsung memasukkannya ke tas.

CREEK!!

            Huh? Suara apa itu tadi? Aku menoleh ke sekelilingku dan tidak menemukan hal yang mencurigakan.Kemudian mendongak keluar jendela.Yang ada hanya Minho hyung yang sedang tebar pesona memperlihatkan keahliannya bermain sepak bola dan wanita yang jerit-jerit.Mungkin suara kamera yang aku dengar tadi adalah suara kamera wanita-wanita yang sedang mengambil potret Minho hyung sekarang.Tapi kenapa suaranya tadi terdengar jelas di telingaku?

*****

            Aku cepat-cepat menoleh ke belakangku.Entah kenapa sejak tadi pagi selalu ada suara kamera yang terdengar dari belakang.Terkadang dari samping.Kemudian sejenak berhenti, kemudian suara itu muncul lagi. Mengganggu sekali. Apa karena aku terlalu lelah, ya?Tadi malam aku kurang tidur dan hari ini kegiatanku di kampus padat sekali. Barusan kulihat jam tanganku sudah pukul 09.00 malam.

            Daritadi yang kulihat hanya penumpang bus yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tidak ada yang terlihat mencurigakan sama sekali. Aku mulai was-was. Jangan sampai aku terlibat dengan sebuah aksi kejahatan yang membawaku ke meja hijau. Argh..aku sudah mulai ngawur.Kenapa aku tiba-tiba berpikir sejauh itu.Aneh sekali. Lagipula setahuku daerah yang kulalui bukan rawan kejahatan.Lagipula orang bodoh mana yang berniat melakukannya di tempat ramai seperti ini. Ini Seoul, kota yang tidak pernah tidur. Di setiap sudut selalu ada keramaian.

            Bus berhenti di tempat tujuanku.Beberapa orang turun bersama denganku.Aku mengamati mereka satu persatu. Melihat apa ada orang yang balas menatapku atau tidak. Kemudian sepasang mata melihat ke arahku.Begitu sadar aku juga menatapnya, dia langsung lari membelakangiku dan menjauh.Belum sempat aku melihat jelas wajahnya.Bahkan aku belum tahu yang tadi itu laki-laki atau perempuan.Yang jelas firasatku tidak salah, dia memang mengikutiku dari tadi.

            “Hey!” seseorang menepuk pundakku tiba-tiba dan sontak aku langsung menoleh dengan mata sinis kemudian aku menghela napas setelah tahu siapa yang menepukku. Kemudian dia memberiku minuman kaleng.

            “Kopi?” tawarnya. Aku menggeleng.

            “Aku mau langsung tidur sesampai di apartemen.” Jawabku singkat.

            “Ada apa dengan ekspresimu barusan? Kau seperti baru lihat monster saja.” Tanyanya.Kami pun berbincang sambil berjalan.

            “Iya, monster itu baru saja menepukku dan menawarkanku sekaleng kopi.”

            “Aish~ kau sudah terkena sangtae dari Onew hyung. Berarti itu sudah turunan dari keluarga, ya? Kau mulai terlihat mirip dengannya, kau tahu?”

            “Diamlah.” Ujarku. Walau aku yakin Jonghyun  hyung tidak akan benar-benar diam.

            “Hey, Lee Taemin. Carilah teman dan kencanilah seorang gadis. Kau tahu? Banyak teman-teman wanitaku yang selalu menanyakanmu. Lihat saja Onew hyung  yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak punya waktu untuk berjalan-jalan.”

            Aku memutuskan untuk tidak menjawab pembicaraannya. Bertemu gadis? Dia pasti bercanda. Aku tidak suka membuka-buka diriku terhadap orang lain. Aku yakin dia pasti tahu itu.

            “Tidak mungkin semua orang akan berada di sisimu selamanya, Taemin-ah. Termasuk kami berempat. Kau masih muda dan masih bisa membuat banyak kenangan di usia mudamu. Kau tidak tahu apa yang kau punya sampai kau kehilangannya. Dan setelah itu hilang, belum tentu semuanya akan kembali padamu.” Aku melirik Jonghyun hyung heran.Kenapa tiba-tiba dia seperti ini.Jangan bilang ini latihan untuk mendapatkan hati para wanita.

            “Hehehe..bagaimana, Taemin? Apa tadi aku terlihat tampan?Dengan begini Sungchan akan jatuh hati padaku!” seru Jonghyun hyung.Benar ‘kan yang kubilang. Dan.. Sungchan? Bukannya minggu kemarin Hyemi?

            “Ya! Kalian darimana saja, huh?” tiba-tiba Key hyung muncul di depan kami di depan gerbang apartemen sambil membawa banyak kantung belanja. Bisa terlihat Key baru pergi dari supermarket untuk membeli persediaan makanan.

            “Key-ah!! Doakan aku agar bisa mendapatkan hati Sungchan, ya!!” Jonghyun hyung berlari kecil ke arah Key hyung sambil membantunya membawakan kantung. Key mengerutkan keningnya. Aku berani bertaruh Key hyung tidak mengerti siapa Sungchan.

            “Sungchan? Lalu gadis SMA yang kau bawa minggu kemarin, yang bernama Hyemi itu bagaimana?” seketika wajah Jonghyun hyung langsung kesal ketika Key hyung bertanya.

            “Si kodok yang sering tebar pesona itu, Hyemi pasti jadi jatuh cinta padanya setelah aku membawanya ke apartemen. Seharusnya Minho tidak ada di sana saat itu! Tak bisa kupercaya gadis cantik itu meninggalkanku demi seekor keroro.”

            “Makanya tinggi ‘kan badanmu.” Ledek Key hyung kemudian kembali berjalan menuju apartemen.Aku terkekeh pelan mendengar ledekan Key hyung.Dan Jonghyun hyung yang membalasnya dengan teriakan lagi.Berdoalah agar tidak dimarahi tetangga karena dua orang paling berisik di apartemen kami.

*****

CREEK!!

            Suara itu lagi. Ini sudah seminggu dan suara itu  terus menggangguku. Begitu pula orang yang berpas-pasan mata denganku, aku tak melihatnya lagi semenjak itu.Ini tidak mungkin hanya sekedar firasatku.Setiap hari aku merasa seseorang terus memerhatikanku.

            “Waaah~ itu Choi Minho!!” seru seorang perempuan di kelasku dengan gaya yang berlebihan setelah melihat Minho hyung masuk ke kelasku. Kemudian Minho hyung membalasnya dengan kedipan mata. Aku bergidik. Menjijikan. Minho hyung berjalan menghampiriku.Sementara  perempuan yang barusan sedang dibopong oleh teman-temannya menuju UKS setelah pingsan karena kedipan mata Minho hyung tadi. Minho hyung mengadahkan tangannya padaku.Aku menatapnya tak mengerti.Kemudian dia membisikkan sesuatu.

            “Bisa aku pinjam uang? Uangku tertinggal di rumah. Nanti malam aku ganti.” Pinta Minhohyung.Aku mendorong tubuhnya yang berotot itu sebagai penolakan.Kukira ada hal penting.

            “Minta pada Jonghyun hyung.” Ujarku pendek. Minho hyung terdengar menghela napas.

            “Dia masih marah padaku karena Hyemi meninggalkannya.” Ujar Minho.

            “Lagipula memangnya itu salahku? Aku memang sudah dari sananya tampan.Harusnya itu salah Hyemi karena tidak konsisten dengan Jonhyun hyung.Lagipula dia ini.Bukannya kini dia mengincar perempuan bernama Jinra dari jurusan kedokteran?” gerutu Minho hyung.

            “Jinra? Bukannya Sungchan?” tanyaku heran.

            “Sungchan? Ah..ani,ani.. sekarang dia mengincar Jinra.” Aku menganga. Jonghyun hyung benar-benar keterlaluan.

            “Hei, Taemin. Kau yakin tidak mau meminjamkan uangmu?”

            “Berapa?” tanyaku sambil merogoh saku.

            “Hehe… tidak banyak kok..hanya 50.000 won saja…” ujar Minho hyung. Mataku membulat ketika mendengar nominal yang barusan disebutkan. 50.000 won? Dia ingin aku tidak makan siang dan pulang jalan kaki?

            “Pergi! Sana pergi dan jangan kembali lagi!” usirku.Tak kuhiraukan Minho hyung yang memohon padaku sambil menggunakan aegyonya.Dia tidak tahu kalau aku alergi terhadap aegyonya.

            “Jangan buat aku ingin muntah sekarang. Sana pergi! Minta uang pada fansmu.”

CREEK!!

            Suara itu kembali muncul. Aku menoleh kan kepalaku mencari asal suara. Hhh..ayolah.. semua perempuan berkumpul disini untuk melihat Minho hyung. Beberapa dari mereka membawa kamera.

            “2min!! Kyaaakk~~” seru seorang perempuan histeris. Lihatlah gara-gara Minho hyung aku juga jadi kena.

            “Taemin-ah… kau tidak akan membuatku malu didepan fansku ‘kan?” pinta Minho. Lihatlah mata kodoknya itu.Sudah seperti mau keluar saja dari tempatnya.Aku tak menghiraukannya dan memilih membaca buku yang tadi sempat kubaca sebelum kedatangan Minho hyung.

            “Dasar pelit. Tahu rasa kau jika Key tidak memasakkan makan malam untukmu.” Ujar Minho hyung kemudian berlalu.Wajahnya yang kusut langsung berubah jadi sok tampan begitu dia berbalik menghadap para fansnya.

*****

            “Hey! Lihatlah dimana kau berjalan! Dasar orang aneh!” maki seorang perempuan kepada perempuan lain yang barusan menabraknya. Aku yang kebetulan sedang berjalan di lorong itu melihat kejadian itu.

            “M-maaf..aku tidak sengaja..”

            “Kau mahasiswi semester 1, ya? Pantas saja masih sangat kampungan.Harusnya kau tahu ini bukan tempatmu.Lihatlah caramu beretika!” tambah perempuan galak itu.Aku memutuskan untuk membantu perempuan yang sedang dimaki itu untuk membereskan barang-barangnya yang jatuh.

            “Hey, itu Lee Taemin.” Kudengar seorang teman dari perempuan galak itu membisikan sesuatu padanya. Aku mencibir. Dia pasti langsung diam seribu bahasa karena takut aku menceritakan hal ini pada Minho hyung.Beberapa waktu lalu aku pernah melihatnya histeris meneriakan nama Minho hyung. Dia pasti salah satu fansnya.

            “Lihat apa? Pergi sana!” usirku dingin kepada mereka.Kemudian perempuan galak itu beserta temannya langsung lari.Aku pun kembali membungkuk untuk membantu perempuan itu.

            “K-kamsahamnida..” dia membungkuk pelan begitu aku selesai membantunya. Aku balas membungkuk.Kemudian di pergi membelakangiku.Seketika rasanya aku familiar dengan punggungnya.Ada sesuatu yang sepertinya ingin membuatku menghentikan perempuan itu namun aku lupa.Akhirnya kubiarkan perempuan itu pergi. Tanpa tahu siapa nama dan berada di fakultas mana.

*****

            “Ya, Lee Taemin! Ini waktunya makan malam!” seru Key hyung seperti biasa.Aku menghentikan pekerjaanku dan ikut bergabung bersama hyungdeul.Aku  mengerutkan keningku begitu melihat tak ada mangkuk nasi yang tersisa untukku.

            “Key hyung, apa kau benar-benar menyuruh aku makan?” tanyaku. Key hyung yang baru kembali dari dapur sambil membawa sup kimchi terlihat bingung. Kemudian melirik Minho hyung kesal.Minho hyung tampak tidak peduli.

            “Ya, Choi Minho! Berikan nasi Taemin! Kekanakan sekali kau ini. Tidak ada bedanya dengan Jonghyun hyung.” Minho hyung yang duduk di sebelahku mengembalikan mangkuk nasi yang dia ambil tadi. Aku meliriknya. Dia membuang muka. Dasar kekanakan. Pasti karena 50.000 won yang tadi siang.

            “Oh, ya. Ngomong-ngomong dimana Jonghyun?” Tanya Onew hyung.Key hyung menjawab setelah nasi yang dikunyahnya habis.

            “Dia bilang ada urusan di rumahnya. Nanti dia kembali.”

            “Urusan? Apa itu dongsaengnya lagi?” Tanya Onew hyung.

            Dongsaengnya? Masalah itu ‘kan sudah lama sekali.” Ujar Minho hyung.Hanya aku yang tidak mengerti pembicaraan mereka. Memangnya ada apa dengannya?

            “Tapi aku tidak pernah mendengar dari Jonghyunkalau masalah itu sudah benar-benar selesai. Sewaktu dia akhirnya kembali tinggal disini lagi, dia tidak bilang apapun tentangnya ‘kan. Dia tidak bilang kalau dongsaengnya sudah benar-benar..”

            “Aku pulaaanng~” tiba-tiba seseorang yang sedang kami bicarakan datang.Wajahnya terlihat lelah terlihat dari rambutnya yang berantakan.Lalu wajahnya terlihat bahagia begitu melihat hidangan makan malam di meja yang kami tempati.Segera dia duduk di tempatnya.Di sebelah Key hyung.

            “Baiklah kalau begitu. Selamat makaaan!!” seru Onew hyung.Kami – aku, Minho hyung, dan Key hyung – terdiam beberapa saat karena kehadiran Jonghyun hyung yang tiba-tiba menurut.Aku melirik Jonghyun hyung yang ada di hadapanku.Raut wajahnya seketika berubah. Tadi dia begitu bahagia melihat sup kimchi yang masih hangat dan wangi itu. Namun setelah semua orang sibuk dengan makanannya, wajahnya terlihat begitu lesu. Ada apa dengan Jonghyun hyung?

            “Taemin-ah, cepat makan.” Kata Key hyung.Aku pun langsung menurut.

*****

CREEK!!

            Suara itu lagi! Aku benar-benar kesal sekarang.Ini sudah berhari-hari dan suara itu terus saja menghantuiku.Bahkan di hari aku sedang tidak ada kuliah.Aku baru pulang dari caffe tempat Key hyung bekerja.Dia menyuruhku untuk membawa bahan makanan untuk nanti malam ke rumah kami. Key hyung bilang dia harus lembur karena caffe tempat dia bekerja sedang mengadakan event untuk pasangan. Karena itu caffe jadi lebih padat dari biasanya.Memangnya dengan bahan makanan yang sudah ada di rumah maka ada yang memasaknya? Sementara Key hyung akan pulang sangat malam? Pada akhirnya tidak akanada yang mau memasak dan Onew hyung memutuskan untuk memesan ayam.

            Pikiranku kembali pada suara yang terus ada di telingaku.Dari awal aku sudah menduga itu adalah suara kamera yang sedang mengambil gambar.Namun jangankan ada yang mengambil gambar, ketika aku memutar pandanganku saja tidak ada yang memegang kamera. Benar-benar menggangguku.

            Setibanya aku di rumah, suara itu sudah tidak muncul lagi.Aku berpikir seseorang itu pasti masih mengikutiku dan sengaja mengambil gambarku. Dia tidak mungkin mengambil gambar jika aku sudah di dalam rumah, ‘kan? Bukannya terlalu percaya diri, namun terkadang beberapa fans dari Minho hyung juga sering menggangguku. Kini ada fansnya yang mengikutiku dan mengambil gambar?Kenapa tidak ambil saja gambar Minho hyung?

            “Eoh? Taemin-ah, apa yang kau bawa?” Tanya Onew hyung yang sedang menonton acara kuliner.Kebetulan temanya saat itu adalah ayam.Aku menjawab Onew hyung setelah aku menaruh kantung plastik yang berisi bahan makanan itu di dapur.

            “Key hyung yang menyuruhku membawakan bahan makan malam. Hari ini dia lembur.” Ujarku.

            “Mwo? Lembur? Lalu siapa yang akan memasak? Tidak ada pilihan lain, sepertinya kita harus memesan ayam…” sudah kuduga. Pada akhirnya kami akan makan ayam pesanan Onew hyung. Dia pamanku tapi sikapnya tidak seperti seorang paman terhadap keponakannya.

            “Bagaimana menurutmu, Taemin-ah? Sudah lama kita tidak memesan ayam.” Tanya Onew hyung.

            “Terserah padamu saja, hyung.” Raut wajahnya langsung terlihat bahagia dan buru-buru mengambil ponselnya untuk memesan ayam. Dasar maniak. Bahkan dia menamai kontak restoran ayam dengan lambang hati di belakangnya.Kemudian aku menyimpan bahan makanan yang sudah kubawa itu ke dalam kulkas. Key hyung akan marah jika makanan itu kutaruh di luar begitu saja.

*****

            “Aku pulaaaang~” suara nyaring yang selalu berseteru dengan suara Jonghyun hyung jika sedang ribut itu membuat kami bertiga – aku, Minho hyung, Onew hyung – yang sedang makan ayam pesanan tadi menoleh kearah pemilik suara itu. Alisnya berkerut melihat makan malam kami. Onew hyung  yang langsung paham raut mukanya berusaha menjelaskan.

            “Ya~ Kibum-ah, kau sudah pulang rupanya, huh? Hehe… kau tahu sendiri ‘kan diantara kita berlima hanya kau yang bisa memasak. Kami tidak bisa makan kalau tidak ada koki..hehe. Jadi terpaksa kuputuskan untuk memesan ayam.Kau mau coba ayamnya? Enak lhooo..” tawar Onew hyung yang seperti sedang shooting CF.

            “Aku sudah makan!” seru Key hyung galak. Kemudian dia melirik jam tangannya sekilas.

            “Jonghyun hyung belum pulang? Ini sudah hampir tengah malam. Dan..hey! Kalian baru makan jam segini?”

            “Ani, ini yang ketiga kalinya kami memesan ayam.” Ujarku. Key hyungmenganga.

            “Aku pakai uangku sendiri, kok!Lagipula restorannya buka 24 jam…” seru Onew hyung.Key hyung menatapnya sinis.

            “Aku keluar sebentar.” Ujarku sambil mengenakan jaket.

            “Mau kemana kau tengah malam? Menyusul Jonghyun?” Tanya Onew hyung.

            “Ani, aku ingin mencari udara segar setelah berjam-jam hidungku dimasuki aroma ayam goreng.”

CREEK!!

            Aku tertegun sejenak. Aku tidak salah dengar, ‘kan? Ini sudah tengah malam! Bagaimana mungkin seseorang masih berusaha mengambil gambarku?Memangnya dia tidak butuh tidur?Aku langsung menutup pintu kemudian mengedarkan pandanganku dari balkon apartemen. Sepi sekali. Tapi yang tadi itu tidak mungkin hanya khayalanku saja.Kemudian aku memutuskan untuk kembali ke dalam.

            “Minho hyung, fansmu sudah gila.” Ujarku. Minho hyung mengerutkan keningnya.

            “Mereka memang sudah kubuat gila. Memangnya kenapa?” Tanya Minho hyung. Key hyung  menjitaknya.

            “Ada apa Taemin-ah?” Tanya Onew hyung.

            “Seseorang terus mengikutiku dan mengambil gambarku. Bahkan tadi saat aku keluar dia masih memotretku!” jelasku.

            “Lalu apa hubungannya dengan fansku?” Tanya Minho hyung tidak mengerti.

            “Kau tidak sadar semenjak fansmu tahu kita semua tinggal di apartemen yang sama aku jadi sering dibicarakan? Semenjak itu aku selalu menjadi pusat perhatian. Jika itu bukan fansmu lalu itu fans siapa?” Tanyaku.

            “Mungkin saja fansku..” ujar Onew hyung. Dasar sangtae.Onew hyung membalasnya dengan senyum kelincinya.

            “Ikut aku keluar!” mereka hanya menurut.Setelah mengedarkan pandangan ke segala arah, mereka kembali menatapku.

            “Dasar anak kecil. Mana mungkin ada orang yang memotretmu malam-malam begini?” omel Minho hyung.Tiba-tiba…

CREEK!!

            Kami semua terdiam.Aku tidak berbohong ‘kan? Suara itu memang ada.Aku menghela napas.

            “Suara apa itu? Siapa yang mengambil gambar malam-malam begini?” tiba-tiba mereka bertiga langsung ribut.

            “Aku akan kebawah untuk mencari orang itu.” Ujar Key hyung.Kami mengikutinya dari belakang.Tiba-tiba sebelum kami benar-benar keluar dari gedung apartemen kami melihat seorang perempuan dengan SLR yang menggantung di lehernya dan seorang laki-laki yang sudah sangat kami kenal wajahnya. Jonghyun hyung.

            “Jihyun-ah, ayo pulang!”

            “Shireo~ aku tidak mau pergi jauh dari oppa itu!”

            “Ini sudah sangat malam, Jihyun-ah..akanoppa titipkan salammu padanya.”

            “Oppa selalu bicara seperti itu! Tapi kenapa dia tidak pernah menghiraukanku, oppa?Apa aku tidak cantik?Apa aku bukan perempuan yang baik? Aku perempuan yang setia, Jjong oppa…”

            “J-jonghyun-ah…” Onew hyung memanggilnya.Seketika wajah Jonghyun hyung terlihat pasrah setelah melihat kami.Perempuan yang sedang disebelahnya kaget kemudian tiba-tiba lari memunggungi kami. T-tunggu… punggung itu..

*****

            “Sepertinya lagi-lagi dongsaengku kambuh…” ujar Jonghyun hyung.Kami hanya menatapnya.Tidak menyela ucapannya.

            “Taemin-ah, aku minta maaf. Kau pasti merasa sangat terganggu karena dongsaengku..”

            “Jika aku boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi?” tanyaku.Jujur aku sangat bingung.

            “Kau tahu sendiri keluargaku berantakan. Eommaku meninggalkan kami untuk menikah dengan orang yang jauh lebih kaya dari appaku.Setelah itu appaku jatuh sakit.Dongsaengku merasa tertekan dengan keadaan seperti itu.Dia selalu takut jika dirinya tampak seperti eommanya.Tidak setia, jahat, dan lebih mementingkan harta daripada keluarganya sendiri.Dia menjadi seperti itu.Selalu mengikuti pria kemanapun, mengambil gambarnya kapanpun, dia melakukannya sebagai rasa setianya kepada pria itu. Dan sepertinya kali ini kau menjadi korbannya, Lee Taemin.” Jelas Jonghyun hyung.Aku terdiam menatap matanya yang sendu.

            “Walau kau merasa terganggu, aku harap kau mau mengerti keadaannya. Kuharap kau tidak menjauhinya karena keadaannya.Dokter bilang dia bisa saja sembuh jika ada seseorang yang mempercayainya bahwa dia adalah perempuan yang setia.Namun sangat sulit untuk membuatnya percaya.Kuharap kau bisa percaya bahwa dia perempuan yang setia. Aku sangat ingin dia segera sembuh..” tiba-tiba Jonghyun hyung menangis sesenggukan. Key hyung mendekatinya dan membantu menenangkannya.

            “Arasseo..” ujarku. Jonghyun hyung tertegun dengan ucapanku.

            “Bohong jika aku tidak merasa terganggu. Namun setelah kini aku paham keadaannya seperti apa dan aku tahu kau sangat menderita, aku akan membuatnya percaya. Namun aku tidak tahu apa aku bisa membuatnya sembuh atau tidak…” lanjutku. Tiba-tiba Jonghyun hyung memelukku erat.

            “Kau pasti bisa, Taemin-ah. Aku sangat membutuhkan bantuanmu. Terima kasih mau membantuku..”

            “Jonghyun-ah, Taemin hampir kehabisan napas.” Ujar Onew hyung.Jonghyun hyung memelukku sangat erat.Belum lagi otot bisepnya yang besar itu.Dia benar-benar hampir membunuhku.Seketika Jonghyun hyung melepas pelukannya sambil menghapur air matanya.Kemudian matanya tertuju pada tumpukan ayam yang masih lumayan hangat dan wangi.

            “Aah..menangis membuatku lapar. Aku sama sekali belum makan malam. Ini pasti sangat enak..aku makan yaa~”

            “Ya, Kim Jonghyun! Jangan habiskan ayam-ayamku!!” seru Onew hyung.

            “Hey, kalian jangan berebut! Jangan seperti anak kecil!” seru Key hyung.

            “Sepertinya kau sudah menemukan seseorang yang mencintaimu, Taemin-ah. Bagaimana bisa anak kecil sepertimu bisa disukai seorang perempuan?  Jujur sekali, dongsaeng Jonghyun hyung sebenarnya sangat cantik..” ujar Minho hyung.

            “Tapi dia tidak tertarik padamu. Hadapilah kenyataan.” Balasku.

            “Yah..memang kenyataan yang pahit..” ujar Minho hyung. Merasa biasanya dirinya yang selalu membuat perempuan jatuh hati kemudian ada perempuan cantik yang menyukai orang lain membuatnya stress. Dasar berlebihan.

            “Tapi..kenapa Jonghyun hyung tidak tinggal bersama adiknya? Bukankah itu lebih aman?” tanyaku.

            “Eommanya selalu mengajaknya untuk tinggal bersamanya dan suami barunya. Karena dia tidak mau makanya dia memilih pergi dari rumah dan tidak memberitahukan alamat apartemen ini kepada keluarganya agar eommanya tidak terus-terusan mencarinya. Bahkan dongsaengnya saja baru tahu ini apartemen Jonghyun setelah mengikutimu.” Jelas Minho hyung.Aku mengerti. Jika Jonghyun hyung ikut dengan eommanya, dia tidak bisa mengawasi dongsaengnya.Walaupun tidak tinggal serumah dengan adiknya namun setidaknya Jonghyun hyung masih bisa bertemu dengan dongsaengnya.

            “Aku tidak tahu ternyata dibalik sifatnya yang sering tebar pesona sepertimu dia memiliki masalah yang berat.” Ujarku.

            “Tebar pesona? Aku? Kami berbeda kau tahu?Dia yang tebar pesona.Kalau aku memang mempesona.Ada perbedaan jauh diantara itu!” elak Minho hyung.

            “Terserah. Aku mau makan ayam.” Ujarku pendek.

            “Ya, Taemin-ah! Besok kau ada kuliah cepat tidur!” seru Jonghyun hyung.

            “Dasar rakus. Biarkan aku memakan ayamnya juga!” sahut Minho hyung.

            “Shireo! Ini ayam-ayamku!” tolak Onew hyung.

            “YA!! Ini sudah tengah malam!” seru Key hyung.

            “Tapi ayamku dalam bahaya!” bela Onew hyung

            “Paman, berhentilah bersikap kekanakan!” ledekku.

            “SIAPA YANG KAU PANGGIL PAMAN, HAH? ANAK KECIL TIDAK BOLEH TIDUR MALAM-MALAM, SANA TIDUR!!”

            ~FIN~

            Huaaah~ akhirnya selesai! Setelah melewati beberapa kendala akhirnya ff ini jadi pas saat deadline! Haduh..ini bener-bener dikebut ceritanya jadi maaf ya.. setidaknya bisa membuat persembahan untuk nampyeonku yang berulang tahuuun~ *ditendang naeun*. Hehe… RCL sangat diharapkan ya,, RCL itu penting karena bisa buat memotivasi author untuk terus menulis. Hehe ^^. Thx for reading! *bow

16 thoughts on “[WFT B] Paparazzi

  1. Ah… Ternyata paparazzinya dongsaengnya jjong. Dan dia suka taem…

    Endingnya unyu bgt, aku suka😄 btw masih ada typo dikit, tapi gapapa deh😉

    Keep writing yaa🙂

    1. Ternyata typonya masih banyak yg bertebaran ya… emang si keyboardnya suka susah dipencet, apalagi spasinya. Kudu di pencet beneran. Maklum keyboardnya udah nenek2 (?)
      Makasih udah mau bacaa,,, ^^

  2. Hahahahaaaa aku suka endingnyaaa.. huahh hrsnya dilanjutin ampe adenya jjong sembuh.. psti tmbh keren… keren ko thor.. paitinggg

  3. cerita ini bikin saya nyengir sendiri..
    Onew jadi pamannya Taemin..😉
    kenapa Minho keplayboyannya lebih parah dari si Jjong?

    Cieeeee, Taemin punya secret admirer..😛
    emang gk nyangka kalau yeoja itu dongsaengnya si Jjong..

    Ok Minhyo, ditunggu karya lainnya ya..

  4. Gookkkiill thorr xD aku sukaaa…Minhonya narsis–” wkwk
    Menurutku sampe sini aja cukup thor, soalnya kalo dilanjut sampe taem dgn adeknya Jjong, mungkin ceritanya jadi lebih serius dan harus SEQUEL!! *maksa ceritanya*

  5. aaaah, unyu lucu gokil daaah..xD
    berasa nonton anime seger minggu siang2 rasanya..xD
    Minho-Taem lawak banget!!! Paman Onew juga..LOL
    pasti rame banget itu klo mereka tinggal di satu apartemen kayak gitu..seruu!
    aku suka ceritanya, ngaliir, hampir2 ending sdikit sedih, trus endingnya gubrak lagi =_-

    sama kyk komen di atas, cerita ini seru kalo dibikin sequel. Bahasanya asyik sih😉
    keep writing yaaa!!!!

  6. wwaaa ceritanya bagus sekali~ coba dibuat jadi sequel pasti bagus deh. padahal aku pengennya sampai Taemmin nyamperin adeknya jong, tapi ternyata cuman sampe segitu aja. mana paman onew somplak banget lagi hehe😀
    ok deh pokoknya fanficnya seeggeeerrr banget dahh~~

  7. hwaaaaah. bagus pake banget. sukaaa!!!
    ceritanya ringan, dan bubuhan sedikit konflik buat sedikit menegang juga. aku cekakak cekikik pagi-pagi. tapi nggak nyangka endingnya pas rebutan ayam. unyu banget.
    lain kali buat aja cerita genre humor lagi. pasti seru.
    ditunggu ff lainnya!!!

  8. Ceritanya bagus, bahasanya mudah dimengerti. Tapi mungkin ada beberapa kalimat yang tanda bacanya harus lebih diperhatikan lagi ya, thor:D hehehe:D
    Keep writing!^^

  9. aihhh, komenku td siang ga masuk ternyata.

    Aku suka bagian Taemin-Minho! Malah daripada ceritanya sendiri, aku lbh menikmati bagian itu. Minho narsisnyaaaa, tp kocak ih

  10. “Makanya tinggikan tubuhmu” asli ngakak waktu baca itu. Dan pertengkaran konyol mereka hanya karna ayam.

    Nice story. Keep writting thor🙂

  11. Aduuhh… baru bisa bales komennya sekarang.. mian banget semuanya -,-
    Beberapa hari kemarin sibuk bgt di sekolah,, jd mau buka internet juga udh tewas duluan ke kasur… wkwkwk
    Tak apalah tak menang… lebih sedih lagi kalo ni ff ga ada yg mau baca. Buat yg udh baca, komen, dan like makasih bgt yaaa~
    Buat yg baca doang juga makasih… aku harap kalian semua terhibur sm ff ini…
    Kamsahamnidaa~~ *bow

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s