[WFT B] Shadow?

Shadow?

Author: Fla

Main Cast: Lee Taemin

Support Cast: Kai EXO, Kyuhyun and Henry Super junior, Jonghyun SHINee

Length : Oneshot

Genre: Friendship

Rating : General

A.N: FF ini kutulis hanya untuk berpartisipasi dalam event Write For Taemin, tidak dalam rangka mengikuti perlombaan. Maaf buat Taemin, aku buat karakter macem ini, hanya untuk kepentingan tulisan.

Disclaimer: Semua yang ada di dalam tulisan ini hanya imajinasi penulis, tokohnya mungkin ada, tetapi kejadiannya hanya fiktif belaka. Tulisan ini tidak bermaksud memojokkan siapapun. Hanya ingin mencoba menulis dari sudut pandang lain.

 Shadow

***

Action!

Wow, siapa aku? Bintang film kah? Pelakon drama musikal kah? Atau bintang iklan? Nope. Aku adalah seorang penyanyi. Yeah, penyanyi yang seharusnya hanya bernyanyi.

Kau salah besar jika berpikir bahwa kami para penyanyi ini tidak punya peran lain. Kami ini sekumpulan orang-orang yang harus memainkan sesosok tokoh. Ya, sebagai seorang penyanyi tentunya. Bingung dengan maksudku? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, tidak pernah ada siaran ulang dalam kamusku.

“Hei, Taemin, sebaiknya kau lekas minum dan meminta handuk, keringat membuat kulitmu mengkilap dan terkesan berminyak!” Aih, Kyuhyun Hyung memang sialan, mengganggu heningku saja.

Aku bergegas mengikuti titah sang Evil Maknae dari Super Junior ini. Evil is evil, lebih baik tidak membangkang. Satu dua dengan Key Hyung yang suka memerintah ini itu. Oh, jangan kira awalnya aku tidak sebal. Saat pertama kali debut, aku sungguhan tidak suka jika Hyung yang satu itu selalu rewel mengomeliku untuk menaruh barang pada tempatnya, katanya aku hanya membuat dorm tampak berantakan, belum lagi kalau aku sudah ribut mencari barang, merepotkan! Tapi, waktu berhasil membuatku beradaptasi. Kuanggap ocehan Key Hyung itu sebagai pengisi sepi saja. Hei, sepi? Ya, sepi.

Kubocorkan sedikit. Kami ini sama manusiawinya dengan kalian, lima namja yang harus tinggal dalam satu atap. Kau bayangkan saja, kau pun mungkin tidak begitu akrab dengan teman satu kamarmu di asrama sekolah. Atau sederhananya, dengan teman sekelasmu yang selalu kau jumpai setiap hari. Kami pun sama, ada saja hal yang mengganjal. Yah, manusia memang tak serupa wataknya. Hei, tanya dong kenapa aku bilang sepi? Yah, mengaku deh, aku pribadi pun berperan dalam hal ini.

Begini. Tiga dari kami bergolongan darah B. Yah, asyik pada dunianya masing-masing jika kami sudah tenggelam dalam aktivitas non-keartisan. Minho Hyung masih lebih baik, dia sering mengajakku main playstation. Key Hyung? Entah, kenarsisannya makin menggila, bisa-bisa memori ponselnya penuh oleh picture beresolusi tinggi. Kalau lagi senggang, dia itu sejenis keranjingan teknologi kamera canggih, selca is oxygen for him! Hyung, kau norak! Lalu Onew Hyung bagaimana? Dia itu bak angin, arahnya bisa berubah sesuka hati. Kalau lagi parah, leader yang satu ini lebih sering memilih sendiri, mengejar targetnya sendiri. Yeah, orang O memang gigih memperjuangkan apa yang menjadi targetnya, bahkan terkadang melupakan orang lain. Lalu Jonghyun Hyung? Oke, dia tidak apatis, dia paling sering mendengarkanku dan meresponku. Tapi jujur saja, hingga detik ini aku tidak leluasa mengutarakan banyak hal padanya, yah, AB type is the sensitive one. Aku sedikit takut salah bicara, salah-salah bicara bisa membuat Jonghyun Hyung tidak akan memiliki julukan ‘Dino’ lagi, akan kuganti menjadi ‘Naga Maniak Menyembur Api’.

Tapi apapun yang terjadi, apapun kekurangan mereka, kami adalah satu. Kami akan terus hidup bersama. Oh, kau menganggap kedekatan kami palsu? Tidak, tidak sepenuhnya palsu. Kalau kau pernah hidup menahun bersama beberapa orang, otomatis kau akan dekat dengan mereka, separah apapun kau membenci mereka. Paling tidak, di hadapan publik kau harus bisa menyembunyikan semua konflik internal yang terjadi. Sayang, di dalam grup kami tidak ada orang berdarah A yang lihai menjaga image dan mengawal keharmonisan hubungan.

Lalu, di mana letak sandiwara yang kusinggung di awal tadi? Hmm, ada pada diriku. Si maknae bergolongan darah B yang tak punya nyali untuk mengutarakan rasa, ciut dan masih malu-malu kucing. Alhasil, aku hanya bisa memendam, kalaupun terlontar paling hanya lewat selorohan sambil lalu.

“Taemin-ah! Kau sudah waktunya menjelang penutupan. Kita lihat siapa winner-nya kali ini.” Lagi-lagi suara Kyuhyun Hyung mengusikku, aku sampai batal menenggak air mineral karenanya.

Oh, aku terlalu banyak melamun sepertinya. Aku nyaris lupa kalau diriku sedang berada di KBS. Oke, meski malas aku pun mencoba menggerakkan tubuhku, aku tetap memaksakan diri. Kau tahu tidak, aktivitas SHINee selama promosi album Dream Girl Chapter Two kemarin itu sangat melelahkan, terlebih bagiku yang seorang lead dancer. Aku harus berlatih super super ekstra demi menampilkan tarian yang lebih baik dari yang lain, posisiku centre dan tersorot paling jelas. Oh, belum seberapa. Masih ada syuting berbagai acara, menjadi cameo dalam drama, dan, yeah, WGM. Kadang aku merasa khawatir Naeun tersinggung atau kecewa padaku kalau aku keceplosan menampakkan wajah lelahku. Bagaimanapun, otak wanita memang lebih peka menangkap guratan ekspresi manusia. Mereka dikaruniai kemampuan untuk itu. Hoi, hoi, lagakku seperti Jonghyun Hyung atau Key Hyung yang sangat memahami wanita hingga ke tulang rusuknya saja.

“Taemin, lekas! Kita harus bergabung dengan yang lain di panggung.” Kali ini Henry Hyung yang berbicara. Oh, aku hanya menggangguk. Kalian tentu tahu bahwa aku sedang terlibat dalam lagu baru Henry Hyung yang berjudul ‘Trap’ itu. Sungguh, aku menikmati betul setiap melodinya, nyaman didengar.

Di panggung sudah berkumpul artis-artis yang menjadi pengisi acara Music Bank hari ini, tentu untuk menantikan pengumuman pemenang, dan… berakting menampilkan image baik, maybe.

Cacaca, taraaa. EXO menjadi pemenangnya! Cukup senang jika mengingat EXO adalah rekan satu agency. Tapi, nah, ini yang sebetulnya mengganjal. Jangan bilang-bilang pada orangnya ya? Eh, nanti saja. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan mereka.

Aku tahu rasanya jadi mereka, tahun-tahun awal debut itu memang penuh perjuangan ekstra. Kemenangan memang menjadi kebahagiaan tiada tara. Wajarlah jika mereka saling berpelukan. Suho Hyung membungkuk mengucapkan terima kasih, menangis haru dalam ‘pidato’ kemenangannya. Chanyeol Hyung saling berpelukan dengan Lay Hyung, setelah itu kupeluk Lay Hyung. Oh, tentu dengan memamerkan senyum terbaikku. Aku tidak mau di-bash oleh netizen hanya karena menampilkan wajah tak sedap atas kemenangan EXO.

Masih dalam hiruk-pikuk sorakan penonton yang dipadu dengan suara Suho Hyung, aku beralih memeluk singkat Luhan Hyung. Kemudian, errr… rasanya sulit kupertahankan senyumku seutuhnya. Di sana, di sebelah Luhan Hyung ada Kai. Yah, kawanku ini. Kau tahu istilah, ‘bersahabat berarti menerima sepenuhnya jati diri sahabat kita’, kan? Kurasa, aku tidak layak menganggap hubungan ini sebagai sebuah persahabatan. Aku tidak bisa menerima semuanya, ada hal yang selalu mengganjalku sejak EXO debut. Ini tentang Kai, si pria yang tampil dalam 12 dari 23 teaser yang dirilis SM untuk debut EXO.

***

Tahun 2012 awal yang dimulai pada 21 Desember 2011. Teaser EXO membanjiri youtube. Ini strategi SM Entertaiment untuk mempromosikan grup yang akan siap tampil ke hadapan publik. Satu per satu membernya diperkenalkan, memamerkan talenta dan pesona masing-masing.

Hari itu tanggal 24 Desember, SHINee sedang bersiap-siap untuk menghadiri  SHINee world J Fan meeting  di Makuhari Messe event hall. Di dalam mobil, Key Hyung sibuk dengan timunnya untuk membuat mata segar, Onew Hyung tertidur, Minho Hyung asik dengan PSP-nya, sementara aku tengah menonton video yang ditunjukkan Jonghyun Hyung.

Itu adalah teaser pertama EXO, menampilkan Kai dengan backsound My Lady. Tidak ada yang salah dengan lagunya, suara Baekhyun Hyung dan Kyungsoo Hyung memang memikat tepat di detik-detik awal lagu. Dance yang ditampilkan Kai pun elok bukan main. Aku yakin, EXO mampu memikat banyak hati dalam waktu sekejap.

Tapi, ini yang tidak kusuka. Ah, kan, aku jadi ingat lagi. Kala itu, sebagai orang yang iseng ingin mencari tahu, aku pun meraih ponselku sendiri dan membuka web browser. Benar dugaanku, banyak orang yang takjub dengan wajahnya. Bukan karena ia tampan saja, melainkan juga karena kemiripannya denganku.

Yeah, entah jodoh atau bagaimana. Bisa dibilang, aku adalah versi yeoja dan Kai versi namja-nya. Kau tahu tidak, komentar seperti ini yang membuatku jengah. Coba pikir, kenapa aku dikatakan versi yeoja? Karena ada pembandingnya. Andai Kai tidak memiliki wajah yang mirip denganku, aku akan bisa bermetamorfosis menjadi si Manly Taemin. Dengan sempurna. Catat itu sebagai poin pertama.

“Taemin-ah, akhirnya kembaranmu debut juga…,” komentar Jonghyun Hyung, dan ini membuatku sebal.

“Kami tidak kembar, Hyung! Kami tidak lahir dari rahim yang sama setidaknya. Ish!” Aku menimpali kesal. Malas mendengar komentar yang seperti ini.

“Hei, hei, kenapa sewot? Harusnya kau senang karena akhirnya temanmu ini muncul ke publik, kau tahu sendiri masa-masa menjadi trainee itu pahit, persaingan untuk bisa terpilih pun tidak mudah. Kau tentu tidak lupa kan, saat kau debut lebih awal daripada Kai, saat itu hubunganmu dengannya merenggang. Kurasa dia cukup sedih karena bukan dirinya yang terpilih, tapi toh akhirnya kalian akrab lagi. Berarti dia turut senang kau berhasil menjadi artis lebih dulu.”

Hyung! Ya, ya. Oke, aku senang dia debut. Tapi, aku tidak suka karena orang mulai membandingkan kemiripan di antara kami. Dari mulai wajah yang nyaris kembar, hingga posisi kami sebagai lead dancer.”

“Loh, kurasa itu tidak bisa disebut sebagai membandingkan, kalau membandingkan itu berarti mencari yang lebih unggul, tapi ini tidak. Kurasa, lebih tepat disebut mencari persamaan. Apa yang salah kalau kalian memiliki banyak persamaan?” Menyebalkan, pertanyaan Jonghyun Hyung ini bukan tidak ada jawabannya, hanya saja aku enggan menjelaskannya. Useless.

Hyung, kau tidak banyak tahu tentang ini, memang lebih baik kau tidak tahu.” Aku menutup pembicaraan dengan dingin. Kupikir, earphone memang begitu berbaik hati di saat seperti ini. Benda itu rela menjadi penyumbat kupingku, membuatku tak mendengar keriuhan di dunia luar—eh, ocehan Jonghyun Hyung lebih spesifiknya.

***

Euforia kemenangan itu terus berlanjut di backstage. Bisa kulihat rona bahagia di dalam raut wajah member EXO. Mata Suho Hyung pun masih menampakkan jejak  pias butiran air, sementara Tao Hyung masih tidak bisa menghapus wajah terharunya.

Hei, ada kamera. Wah, saatnya berhati-hati. Butuh perjuangan keras bagi kaum B-type untuk menjaga image. Ah ya, aku tahu apa yang harus kuperbuat. Segera kucecar Kai, mengarahkannya ke tembok. Aku bermaksud untuk memotret wajah harunya. Jarang-jarang ia memasang tampang seperti ini.

Kai malu-malu, berusaha menutupi wajahnya. Ya, ya, Kim Jongin, aku tahu SM telah menciptakan image sedemikian rupa agar kau terkesan keren dan dingin di atas panggung. Tapi ini backstage, lepas dulu topeng bekumu itu, Kai. Fufufu.

Satu kudapat, aku cukup puas. Ah, tinggal besok-besok mencari di youtube apakah ada video mengenai momen ini. Semoga saja kami memang terlihat akrab. Ya, kami sering terlibat foto dan momen yang sama. Di internet bahkan beredar foto pra debut kami saat berjalan bersama. Sebelum debut pun kami sering berlatih dance bersama, we were close, itu memang kenyataan. Sekarang? Ah, aku tak tahan untuk memendam. Aku tak peduli lagi, aku harus berterus terang pada Kai sebelum hatiku bertambah membusuk sendirian.

“Jongin-ah, sebelum kalian pulang ke dorm, aku ingin sedikit berbincang bersama,” ujarku pada Kai yang masih mengusapi wajahnya dan mencoba untuk berdiri.

Kai menampakkan blank face-nya, “Eoh? Untuk apa? Baiklah, aku akan minta izin pada manager dan berpamitan pada member lain dulu. Kita bertemu di parkiran saja, sepuluh menit lagi di dalam mobil EXO, ya?”

***

Kami sudah duduk berdua di baris belakang, aku sengaja memintanya. Alasannya, berada pada baris depan masih memungkinkan wajah kami tertangkap kamera CCTV. Begitu Kai memberiku isyarat untuk berbicara duluan, aku tak lagi berpikir lama.

“Kai, senang jadi artis?” Pertanyaan pengantar kulontarkan.

Kai tertawa, yah, pertanyaanku memang lucu kalau dipikir. Kai dengan ringan menjawab, “Tentu. Ini cita-citaku sejak dulu. Aih, pertanyaanmu ini aneh, terlebih ekspresi wajahmu yang menyeramkan. Di mana Taemin yang selalu tersenyum di depan kamera?”

“Hei, jangan berkomentar atas senyumku. Aku bisa saja bertanya balik, kemana senyummu yang sering kau tampakkan di dunia nyata? Hilang dimakan lautan penonton, huh?” Aku mencerca balik.

Aigoo, kau seperti tidak tahu saja, karakter Kai adalah buah karya agensi. Lagipula, lead dancer harus terlihat cool, aku pun dituntut untuk mencocokkan diri dengan konsep EXO,” jawab Kai seolah tak mengangap pertanyaanku itu sebagai sebuah keseriusan. Pria itu menyilangkan tangannya di dada, lalu bersiul kecil.

Sial, dia bisa menanggapi sesantai itu. Ya, ya, konsep. Ini Korea, negara dengan netizen yang super kritis. Kalau kau artis, kau tidak akan bisa menampakkan keorisinilan dirimu, termasuk wajah.

“Wow, lead dancer yang pengertian. Kai, kasihan ya, SM hanya mengeksplor kemampuan dance-mu, tidak merperhatikan sisimu yang lain,” tanggapku sinis. Maafkan jika ucapanku tak lagi menentu arah, aku terlalu malas untuk merangkai naskah yang rapih. Toh, kalian tahu bahwa aku ini pelupa.

“Loh, loh. Dulu kau juga seperti itu, ‘kan? Omong-omong kenapa kau sinis sekali? Apa aku melakukan kesalahan terhadapmu?”

“Kai, kadang aku berharap, salah satu dari kita diperintahkan SM untuk operasi plastik besar-besaran. Ah, tidak. Kau sebagai junior di dunia hiburanlah yang harus dipermak sana-sini.” Sungguh, aku tahu diriku sangat keterlaluan pada Kai, tapi aku memang tak tahan lagi.

Kai merangkulku, berpikir sejenak, dan kemudian  meraih kaca dari laci dashboard mobil, “Hei? Aku, kau, tidak perlu lagi merasakan pisau bedah. Sudah tidak ada lagi yang salah pada rupa kita. Kaca akan menjawabnya, ini kau lihat sendiri.”

Kutampik benda optik yang satu itu, karena jelas aku tidak membutuhkannya. “Ada. Wajahmu yang mirip denganku, itu salahnya. Aku tidak suka.”

“Ya! Lawakan macam apa ini, Taemin-ah? Bukankah kita sama-sama senang karena kedekatan kita pun disokong oleh kemiripan fisik?”

“Berhenti berpikir seperti itu. Kau memang produk fotocopy! Kau tidak hanya mirip denganku hanya karena wajah. Kim Jongin, aku tahu, SM sengaja memilihmu di antara trainee yang lain hanya karena satu alasan. Kalau mau ditelisik, masih banyak trainee lain yang memiliki skill dance lebih baik darimu. Tapi, Lee Soman lebih menyukaimu. Ia pikir, wajahmu, sejarah pertemananmu denganku, bisa mendongkrak popularitas EXO di awal debut. Dari mulut ke mulut, jejaring sosial user yang satu dengan lainnya, forum A ke forum B, akan tersebar berita semacam ini ‘Eh, ada member boyband baru yang berwajah mirip dengan Taemin SHINee, loh. Sama-sama jago dance pula’. Kau meraih kepopuleran dengan cara yang kilat. Kau menumpangi namaku.” Gila, mulutku bagaikan cabai bubuk dengan level pedas tersadis. Ah, sudahlah.

See, Kai tak membantah. Ia jelas tidak bisa menampik, Lee Soman pernah menyampaikannya langsung pada Kai, dan aku tidak sengaja mencuri dengar percakapan mereka. Saat itu aku dengar Kai tertawa, ia seakan merayakan ‘kebetulan yang menguntungkan ini’.

“Sejak itu kau makin menempel padaku, ‘kan? Supaya media memberitakan bahwa kita ini dekat. Nama kita berdua akan melegenda dalam dunia K-pop, layaknya Yunjae Couple. Aku tidak tahu pasti apakah Yunho Hyung sungguhan dekat dengan Jaejoong Hyung, yang jelas kau perlu tahu bahwa aku tidak merasa sungguhan dekat denganmu.”

Kami sama-sama bungkam kemudian. Beberapa menit berlalu dalam hening, hingga akhirnya telingaku bisa menangkap bebunyian. Suara desahan berat dari Kai diiringi dengan isakan samar. Ah, Kai menangis? Wow, kamera mana kamera? Reporter harus merekam ini. Atau… hoi, paparazzi, sasaeng fans, ini ada mangsa untukmu!

“Taeminnie…,” suara lirih Kai ternyata bisa juga membuatku bergidik. “Itu bukan mauku. Aku tak pernah bermaksud memanfaatkanmu. Meski pahit, aku mencoba untuk berpikir bahwa aku terpilih masuk ke dalam EXO karena bakatku. Kau tahu juga, aku mati-matian berlatih sejak kecil, aku berjuang untuk karirku. Kalau toh aku menjadi populer karena kemiripan kita, maafkan aku kalau kau keberatan.”

“Jangan berpura-pura menangis. Aku tahu kau bukan makhluk cengeng, Kim Jongin!”

“Aku tidak berpura-pura!” Ia menyentakku balik. Aku cukup tersentak, meski sudah tak aneh mendengarnya menyentak orang. Nggg, dulu, Kai suka menyentak orang yang suka mem-bully diriku. Oke, itu kebaikannya yang layak kukenang.

“Aku kecewa karena kau tidak bisa memahami posisiku. Harusnya kau tahu seperti apa karakter agency, tujuan SM tentu saja mempopulerkan artisnya. Segala cara dilakukan untuk menarik perhatian dan simpati, termasuk berita tentang persahabatan kita dan penyakit hemophilia yang diderita Lay Hyung.”

Oh, dia kecewa padaku? Kenapa maling teriak maling? Hei, apa aku memang salah dalam hal ini? Cepat katakan padaku! Aku mulai panik mendengar jawaban Kai. Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti ini? Kenapa aku selalu berburuk sangka hanya karena tawa Kai di ruangan Lee Soman kala itu?

“Taemin-ah, aku sungguhan menganggapmu sebagai sahabatku, tak peduli wajah kita berubah tidak saat tua nanti. Kau bahkan lebih dekat di hatiku ketimbang member EXO. Kita berteman bahkan sebelum tahu bahwa kita akan menjadi artis, siapa yang tahu kalau saat itu salah satu dari kita bisa saja mundur dari SM? Aku mendekatimu bukan karena alasan yang kau tuduhkan itu. Sungguh.”

“Sungguh?”

“Sungguh, kapan aku pernah berbohong padamu?” Kai mengusap air matanya meski ia masih menitikkan cairan bening itu.

Wah, aku terlalu dini men-judge. Oh no no no no! Bagaimana ini? Lari sana, lari sini, salto kalau perlu. Apapun, apapun harus kulakukan kalau tidak ingin mati bodoh di depan Kai. Oh, aku batalkan undangan untuk para paparazzi dan sasaeng fans. Jangan liput kami sekarang!

Oh, Kawan! Kai ternyata tulus, Kai tidak memanfaatku, Kai hanya tunduk terhadap permintaan SM. Kai tak seperti yang kuduga. Lalu, apa setelah semua yang kulakukan ini hubungan kami akan baik-baik saja? So so so, apa yang harus kulakukan? Aku tidak ingin kehilangan temanku, sahabatku. Dalam dunia entertainment tak mudah mendapatkan kawan sejati. Hiks, hiks. Satu, dua, tiga, aku ingin menangis sambil bersembunyi di dasar samudera terdalam agar matahari tak lagi dapat menjangkauku, aku tak ingin wajahku maluku tampak.

Aku baru saja menjadi manusia terkeji dengan menuduh sahabatku sendiri. Bisakah waktu diputar? Kembalikan aku ke Desember 2011! Ah, atau seret aku ke masa-masa pagi tadi. Aku ingin mengulang momenku bersama Kim Jongin, dengan hati tulus. Oshh, aku tahu ini mustahil. Aku tidak sedang berada dalam drama Jepang ‘Proposal Daisakusen’, aku tidak bisa kembali ke masa lalu lewat bantuan peri gereja. Dan, oh, aku pun sedang tidak berada di gereja.

Beri tahu aku, Kawan. Apa yang bisa kuperbuat untuk menentralkan suasana ini? Oh, haruskah aku menggunakan lelucon klasik? Olalala, ternyata otakku masih berfungsi juga. Loh, tapi tapi, itu berarti aku yang akan menjelma menjadi pemain lakon kelas dunia? Oke, tak apa. Demi diriku, demi Kai, demi keutuhan persahabatan kami, demi duo kembar terdahsyat di jagad hiburan Korea. Tebak, oh, kau sudah pasti telah berhasil menebaknya. Ya, ini tolol, tapi kurasa akan efektif.

“Ehm, Kai. Aku senang mendengar ini. Berarti aku tahu kau tulus berteman denganku. Maafkan aku, aku hanya ingin mengujimu. Kau tahu ‘kan, sebelum aku terkenal aku ini sering di-bully. Pasca aku menjadi bintang, aku dipuji, banyak orang ingin berkawan denganku. Kai, hwahahahaha, tangismu itu sangat lucu, sumpah!” Yak, ini naskah terakhirku. Kalau gagal, tamatlah sudah scene terkomedi abad ini. Aku yang akan menangis di pojokan sambil merengek minta susu pisang. Eh, salah, sambil menyesali kehinaanku maksudnya.

Ya, ya, ya. Kasih backsound, maka bunyinya akan ‘DOENG’. Lalu bayangkan mata Kai yang berubah menjadi satu titik, dan air mata yang mengalir deras bak air terjun memenuhi ceruk Bumi. Hei, hei, kau tentu pernah menonton kartun, ‘kan? Jadi kurasa kau bisa berimajinasi sedikit. Eh, tapi ini gawat ternyata, tangis Kai bertambah parah. Sumpah, sepanjang abad dari zaman adam, mungkin ini adalah tangis terlangka.

“Kaiiii, mari kita berpelukan ala teletubies. Cup cup cup, jangan menangis. Nanti kau tidak cool lagi.” Aku tertawa, bukan sandiwara. Kali ini aku menertawakan kebodohanku sendiri. Aku telah menyiksa diriku sendiri dengan berbagai prasangka buruk tentang Kai. Aku… ah, Kai adalah Kai. Aku adalah aku. Kai bukan bayanganku, Ya, Kai memang tak berniat menjadi bayanganku. Oke, satu kelebihan kaum B, tak akan menampik jika dirinya dinilai salah. Ya, aku salah besar.

Kai terus mengelak, namun aku tetap mendekapnya erat. Aku tahu, dia lagi-lagi jaga image. Oh, ayolah Sobat. Berpelukan adalah ungkapan sayang paling sederhana. We’re teletubies, right?

“Ya! Lee Taemin sialan! Lain kali aku akan mengerjaimu sampai kau nangis dua hari dua malam!” Suara beratnya cukup memekakkan gendang telingaku. Dan bisa kurasakan Kai menonjok perutku. Ouch, dia tidak main-main mengerahkan tenaganya, ini sakit.

“Uwohohoho, tidak akan bisa.” Aku menonjoknya balik, tapi ditahan oleh tangannya. Ia justru memuntir tanganku. “Yak! Tangan adalah aset untuk melakukan tarian lagu Lucifer! Jangan sakiti tanganku, Kim Jongin! Kucium kau kalau tidak melepaskan tanganku! Ah, kuundang wartawan sekalian. Ya, aku tidak main-main.”

The End

Aneh? Sepertinya iya. Ini semacam cerita yang ditulis random tanpa kerangka pasti, jelas tidak layak dilombakan .___-

Tapi bisa nangkep apa yang ingin aku sampaikan lewat tulisan ini, ‘kan? Kalau engga, ikutin perintah Taemin: Tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Begini sederhananya, kadang kita, aku pribadi, tidak suka jika diriku disama-samakan dengan saudaraku, apalagi dibandingkan. Aku adalah aku. Manusia itu unik, jangan punya keinginan untuk menjadi persis seperti orang lain, dan jangan mau dibandingkan dengan orang lain. Tapi di satu sisi, bahaya juga berprasangka. Tuh, nanti harus akting konyol ala Taemin.

Ada yang sewot? Maafkan kalau ada fakta yang salah dalam tulisan ini, aku bukan shawol juga bukan EXO stan, jadi cuma riset kecil-kecilan. Sini pelukan ala teletubies dulu biar hepi hepi~~

Yeay, selamat ulang tahun, Taemin. Semoga dance-nya makin jago, teknik vokalnya makin oke,  dan bisa menjadi manly sesuai cita-citamu.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

29 thoughts on “[WFT B] Shadow?

  1. eh, siapa bilang nggak pantes? random? NO!! bagus kok. bener deh. suka banget. dari EYD dan feel udah bagus. apa lagi yang kurang? jangan pesimis, yah!
    aku kasih semangat nih. Hwating!!!

    1. Engga, kalo diperhatiin banyak EYD cacat kok, apalagi kata asing yg ga diitalic, hehe…
      aku buatnya juga sekali jadi. Kalo mau dilombain mah harus serius atuh😀

      Makasih ya udah berkunjung ^^

  2. hihihihi.. terkadang kita merasa dibandingkan, dimanfaatkan, well itu perasaan wajar deh.. seru FF nyah.. hihihihi, kenapa ga ikutan lombanya ajah??

    Keep writing!!!!

  3. Sukaa…😀
    Nicely written, dan aw, dibalik Taemin yang imut dan rada-rada ceroboh dan kekanakan, ternyata dia cukup sarkas ya? Aduh, mulutnya pedes banget, sampai Kai nangis coba.
    Ada kata serapan yang belum dicetak miring, seperti scene pada frase ‘scene terkomedi’ (atau seharusnya scene paling lucu(?)). Dan fotocopy, seharusnya photocopy
    Keep writing!

  4. Aaaaaaa….baru sempat komen😦
    Seru baca gmna sarkasnya si Taemin, cara ngebacotnya aku suka!!!
    Trus, aigoo….Taemin-Kai shipper mana niih?😆
    Tapi trharu lah gmna si Kai yg di setting mnjadi crying baby *?* dan gmna dia ngejelasin ke Taemin apa adanya… :”
    Dan itu… Makna ceritanya aku banget! Dibanding2in sama orang lain itu rasanya gak enak banget😦 tapi bertingkah bodoh seperti Taemin juga terlalu konyol ._.
    Keep writing y kaak…aku suka sama ceritanya🙂

    1. Ahahaha, yang suka sarkasnya taem berarti orang sarkas :p

      Aku pribadi ngerasa scene Taem-Kai kurang terolah baik La. Aku punya sindrom stuck di halaman 2 dan 10. Dan ini akut banget.

      Maknanya, iya. Daripada dibandingin ama sodara, aku lbh benci dibandingin ama anak tetangga! *curhat*

      Makasih ya la kunjungannya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya, heheh

  5. Dari tiap tulisan Fla, aku selalu takjub sama narasinya. Pilihan katanya yang kadang agak sinis, ceplas-ceplos, lucu, dan seolah nggak peduli sama ‘image’ malah bikin tulisan itu hidup dengan sendirinya. Sukaaa banget <3333

    aku tunggu karya selanjutnya yaaa ^^~

    1. Mungkin karena aku pake sudut pandang ‘aku’, jadi bisa ceplas-ceplos ngutarain apa yang ada di otakku, ehehe. Tp urusan narasi, masih kasar banget sebenernya🙂

      Makasih ya Zaky udah suka, mampir, dan selamat berjumpa di tulisan berikutnya😀

  6. Sayang banget gak dilombakan, padahal bagus banget. Yeh, gak ada satu orang pun yg mau dibandingkan satu sama lain. Suka sama narasiny. Enak tenan ini bacany hoho. Keren dah. Keep writing yaaa, kayakny sy mulai addict sama tulisanmu nih Fla

    1. Terharu deh kalo ada yang addict ama tulisanku, makasih ya Boram😀
      Engga, kalo emang niat dilombain harus aku garap dengan lebih tenang, hehe

      Thanks loh sudah berkunjung kemari ^^

  7. Duh min, aku bingung jadinya.

    Masalahnya aku bukan fans exo~ bahkan aku tak tau nama mereka dan wajah, jadi ?? Kebingunganlah yang melanda.

    Mian thor~~~

  8. Taemin-aaaaa kpn Noona ngajarin km jd mulut pedas gini??? #duakkk
    Keren ih FFnya. ^^d
    APAAAAHHH?! Kamu bkn shawol? #kaget . Dr narasinya ky km tw seluk beluk SHINee ajah. kkkkk. Oho, aku tahu Kai dr awal emg udh disorot lwt teaser tp br nyadar teaser versi dy lebih dr stengah teaser EXO. #kagetlagi

    Haha, ini kynya tema golongan darah ya. Aku AB, dan aku setuju sm pgambaran Jonghyun *manggut2* Aku ktnya pendengar yg baik, tp jg makhluk plg sensi. Tmn2 takut klo aku ngamuk, ktnya bkin pangling bgt. *lah kok jd curcol*
    Oh, A penjaga image kah? Aku knal cowo type A, tp pernah bnr2 bkin aku nyangka dy B, saking mirip karakternya sm Key -_-

    Oke, pjg bgt. sori #nyengir
    #kabuuuuuurrrrr

    1. Aku pengamat SHINee, suka, tapi engga berani mengaku jadi shawol karena tukang lirik2 sana-sini.
      Aku juga ga nyadar klo ga searching dlu, hehe
      Iya, A itu manusia paling mendewakan image, itu yang aku baca dan pelajari dari temen2ku yang A
      Gapapa panjang juga kok, seneng malah
      Makasih ya untuk kunjungannya ^^

  9. Aku sukaaaa~ kece, dan alasan-alasan Taemin marah sama Kai itu… nggak pernah terpikir olehku, lho, tapi masuk akal juga…

    Iya nih, setuju sama yang lainnya, ini kenapa nggak ikut lomba? Bagus loh ;w; keep writing ne~

  10. Padahal udah mau baca waktu supply, tapi tahu-tahu nya baru baca sekarang ._.v
    Di FF ini… entah perasaanku aja atau karakternya Taemin terkesan bawel banget masa hahaha
    terus keadaan paniknya dia, bikin Taemin makin ribut sendiri
    Sempet sebel sih sama Taemin, sampe mikir ‘Ini apaan sih si Taemin?! Bawel banget. Sensi pula! Urusan sepele doang aja ampe segitunya. Pake acara ngelabrak Kai segala’
    hahaha
    Awalnya gak nangkep kenapa ff ini masuk kategori B. Oh ternyata ini tentang sisi lain pandangan Taemin soal persahabatannya dengan Kai.
    Yak. nice.
    Ngomongin soal gol.darah … aku jadi keinget diskusi sama temenku soal sifat2 si A, Si B, Si O, sama AB. Bedanya, kesamaannya, buruknya, baiknya …. euhem.. hamir sama pemikirannya sama *batuk* Fla😀 keke

  11. Ya yaa taemin , kenapa mulutmu bisa menjadi kejam seperti itu eooo??? Aigo~
    Kai adalah jongin dan taemin adalah lee taemin gak kan ada yang bs dirubah😀

    Ff nya bagus thor, keep writting yaaaa.

  12. Sumpahhhh…..ngakak abis baca.a….gilee…ada aja ide.a ngebuat ff kya gini……..
    Dari sudut pandang.a..kek.a tetem gk kek gini orang.a…..hhaha..mungkin emg ooc kali yehhh…tapi tetep keren ko….
    apalagi aku tuh baru” ini jadi tae kai shipper….telat amat yya…#abaikan
    Jadi aku tuh lagi nyari ff tae kai….alhamdulillah nemu yg keren abis kek gini….
    Abis kebanyakan klo nge search di google yaoi sihh…padahal aku kan pengen.a yg friendship…#numpang curhat yeth
    ada lagi gak sih yg macem ni???
    Kalo ada lagi tolong kasih tau yyya…..
    Thank’s udh dibuatin ff keren kek gini….
    Luv u author :-*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s