Oops – Part 7 (End)

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (7/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

7th : Confession

“Eh, itu, anu . .”

Oppa! ” kuacuhkan Jinki sunbae;  yang terlihat panik, kemudian berlari kecil ke arah Minho sunbae. “ini, aku buatkan cookies.

“Ngg, benarkah?”

Minho sunbae terlihat panik juga, tapi ia berusaha menutupinya. Kubuka kotak bekalku sehingga bulatan-bulatan cookies dengan glazing wajah Minho sunbae terlihat.

“Jinki hyung-

“Tidak boleh!!” mereka berdua terlihat sama-sama terkejut ketika aku berteriak. “cookies itu hadiah untuk oppa karena kita sudah satu bulan pacaran. Tidak boleh dimakan orang lain.”

“Oh, eung, aku duluan, ya.” Jinki sunbae segera menutup pintu dan membiarkan kami berdua.

“Enak?”

“Iya.” Minho sunbae menggigit lagi cookie-nya. “kau buat sendiri?”

Aku mengangguk. “Aku tidak tahu hadiah apa yang cocok untuk oppa, jadi kubuatkan cookies saja.”

“Terima kasih.” ia mengelus kepalaku. “kau mendengarnya?”

“Dengar, kan aku punya telinga.”

“Aku bisa jel-“

“Mau kutemani menghabiskan cookies atau kutinggal?”

“Aku sendiri saja.”

Aku mengangguk, bangkit kemudian membersihkan rokku. Kulepaskan jepit pemberiannya yang semula kupakai dan menyematkannya di rambutnya.

“Jangan dilepas, manis kok.”

-.-.-.-

“Kalian bertengkar, ya? Sudah nyaris seminggu eomma tidak melihatmu diantar jemput Minho.”

“Tidak kok, eomma.” aku memasukkan potongan daging ke kuah kari. “Minho oppa memang sedang ada intensive training untuk mempersiapkan kejuaraan nasional. Awas saja kalo sekolah kami tidak menang, akan kujadikan kari dia!”

Aku tidak separuhnya bohong, kok. Iya, kami tidak sedang bertengkar karena kami sudah putus. Intensive training yang kukatakan memang sedang dilakukan. Jadi, aku memang tidak bohong pada eomma jika suatu saat kami ketahuan putus.

“Kalian memang sejak dulu begitu, ya. Lucu.”

“Siapa?”

“Kau dan Minho, siapa lagi?” eomma mengaduk kari sambil tersenyum-senyum. “bedanya dulu kau selalu marah-marah karena Minho tidak pernah bicara padamu, sekarang malah Minho yang sering marah-marah karena kau sering cuek padanya.”

Eh iya, ya? Aku bahkan tidak tahu jika sunbae sering marah-marah karena aku cuek dengannya. Dasar! Di depanku saja ia sok-sok manis.

Eomma suka dengan Ming oppa, ya?”

“Tentu saja, ia sudah menjagamu dari kecil. Kau itu dulu ceroboh sekali Hyein-a, eomma sering takut kalau kau meninggal karena terjatuh.” eomma menelengkan kepala, menatapku sambil tersenyum kecil sebelum menyentuh jepitku. “kau juga menyukainya, ‘kan?”

“Maksud eomma ?”

“Jepit rambutmu itu.”

“Ah, ini ya.” aku mengelus-elus jepit rambutku. “ini kan barang pertama yang dibelikan eomma saat kita tiba di Sapporo.”

“Itu hadiah perpisahan dari Minho.” kata eomma sambil memasukkan sayuran ke dalam kari. “ia menitipkannya pada eomma, tepat saat kita akan berangkat.”

Aku tertegun. Jadi, jepit kelinci merah yang kupakai hampir setiap hari ini pemberian Minho sunbae. Kupikir eomma yang membelikanku agar aku tidak terus menangis setelah terjatuh dari ayunan.

Eomma, apa Ming oppa mengatakan sesuatu ketika memberikannya pada eomma ?”

“Ngg, apa ya? Oh iya, katanya itu jimat pelindung agar Hye tidak jatuh lagi.” eomma mematikan kompor sambil tersenyum. “dan sejak saat itu, kau tidak pernah jatuh hingga luka aneh-aneh lagi sampai sekarang.”

-.-.-.-

“Yoo Hyein.”

Aku mendongak. Oh please, aku sudah putus dari Minho oppa. Kenapa Krystal masih dekat-dekat denganku segala sih.

“Dengar, aku sudah pu-“

“Aku ingin minta maaf padamu.” ia menarik kursi Sulli mendekat kemudian duduk.

“Ha?”

“Aku sadar bahwa aku tidak bisa memaksakan perasaanku pada Minho oppa.” ia menggosok lengannya perlahan. “saat melihatmu, aku merasa sangat iri karena Minho oppa terlihat begitu sayang denganmu. Jadi aku melakukan hal bodoh sampai Minho oppa memarahiku. Tapi tidak masalah jika kau tidak mau memaafkanku. Memang aku yang salah.”

“Ah tidak, sudah kumaafkan sejak dulu kok. Tidak usah diambil pusing.”

“Benarkah? Terima kasih.” ia meraih tanganku dan menggenggamnya dengan bersemangat. “oh ya, kudengar kau dan Minho oppa putus? “

“Ah iya.” aku tersenyum kecut. “kau bisa coba mendekatinya lagi. Siapa tahu lukanya bisa sembuh.”

Krystal menggeleng. “Nanti aku bisa dijewer pacarku. Aku sudah cukup puas jadi pemandu soraknya.”

Ooh, Krystal sudah punya pacar ya. Baguslah, jadi Mi- eh aku berpikir apa sih?

“Minho oppa terlihat menyedihkan setelah putus denganmu. Semangatnya jadi menurun.”

“Kau berlebihan. Aku sempat melihatnya saat la-” duh! keceplosan. “engg, ia terlihat baik-baik saja.”

“Tidak perlu berpura-pura, kau tahu juga, kan?” ia bangkit kemudian menepuk bahuku pelan. “jika bisa, tolong perbaiki hubungan kalian. Aku bisa melihat kalian berdua sama-sama terluka.”

-.-.-.-

“Kau yakin bisa berjalan?” aku mengangguk sambil menggigit bibir saat Sulli susah payah memapahku. “kupanggilkan Dokter Shin agar menggendongmu saja, ya. Kelihatannya sakit sekali.”

Sulli menyuruhku duduk di bangku beton yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. “Tunggu sebentar, aku akan kembali secepat yang kubisa.”

Aku mengangguk sambil membersihkan tanah yang menempel di seragamku. Sakit. Duh, kenapa pakai terpeleset dari tangga segala sih, padahal tidak hujan juga. Kaki jelek! Sekarang kalau tidak bisa jalan begini bagaimana dong.

Aku menggeram kesal sambil menyentuh kakiku yang sakit luar biasa. Harusnya aku tidak iseng menonton pertandingan bola antar kelasku dan kelas sebelah. Jepit kelinci yang kusematkan di blazerku sepertinya sudah kehilangan kekuatannya, baru kemarin disinggung sebagai jimat pelindung saja, sekarang sudah tidak berfungsi.

“Kakimu terkilir?”

Aku melengos ketika Minho sunbae berjongkok di hadapanku. Ia tiba-tiba mengangkat kakiku yang sakit hingga aku menjerit-jerit dan melepaskan sepatuku secara paksa.

“Tahan sebentar, mungkin akan sedikit sakit.”

“AAARGH! APANYA YANG SEDIKIT- ADUH! PELAN-PELAN, HEI!! HENTIKAN! STOP! STOP! OPPA SUDAH!!”

“Memang sudah.” ia menyeka air mataku, mengambil jepit kelinciku dan menyematkannya ke rambutku. “he he, masih berfungsi ternyata.”

“Apanya yang berfungsi? Berfungsi menggeser engsel kakiku?”

“Aku sudah mendoakannya agar jepit itu jadi pelindungmu jika kau pakai tahu!”

“Jimat ap-“

“Atau aku akan tahu jika kau terluka dan aku bisa segera menolongmu.”

“Eeh, apa-apaan!! Turunkan!” aku meronta ketika ia tiba-tiba menggendongku sambil membawa sebelah sepatuku.

“Memangnya kau bisa jalan sendiri?”

“Tidak tahu.”

“Makanya tidak usah cerewet. Nanti kubelikan es krim.”

-.-.-.-

“Kenapa dulu tidak bilang?”

“Bilang apa?”

“Sampai bertemu lagi, kemudian menjemputku di bandara saat kembali seperti Sulli.” aku menggenggam jari kelingkingnya. “oppa pikir untuk apa aku menolak Minami senpai yang jelas-jelas sudah sangat menyukaiku.”

“Memang kenapa?”

“Bodoh!” aku meninju lengannya kuat-kuat. “karena aku menunggu oppa mau bicara padaku tahu! Aku menunggu oppa menyukaiku.”

“Lalu, untuk apa kau menyukai Jinki hyung ?”

“Itu tidak tahu. Mungkin pelampiasan karena aku tidak bisa menemukan oppa.

“Memangnya kau tidak mengenaliku? Kau tidak tahu suaraku?”

“Mana aku tahu jika sejak ke-“

“Kau dulu tidak pernah bertanya siapa yang mengangkat telepon rumah Sulli setiap kali kau menelepon, kan?” ia menggenggam tanganku. “aku yang mengangkatnya, aku yang bicara padamu. Bahkan kau tidak mengenaliku saat aku mengajakmu berkenalan untuk kedua kalinya.”

“Maaf.” aku menunduk. “maaf, Hye sudah jahat kepada Ming oppa selama ini. Ma-“

Ucapanku terhenti ketika Minho sunbae tiba-tiba memelukku erat. Ia berkata bahwa ia dulu takut jika kelepasan memarahiku dan membuatku benci padanya. Aku tergelak ketika ia mengaku bahwa orang asing yang menubrukku di bandara adalah dirinya yang menyamar karena ingin tahu keadaanku, dan ternyata Minho sunbae yang meminta tolong Jinki sunbae untuk menolongku saat aku terkena detensi dari Hyosung ssaem. Okay, jadi memang sejak awal Minho sunbae yang menjadi dalang dari semuanya.

Oppa gila!”

“Memang, daripada seumur hidup tidak bisa mengakuinya padamu.” sekali lagi ia memelukku sambil menyematkan sesuatu di rambutku. “jepitnya yang baru jangan dikembalikan lagi, ya.”

“Kenapa?”

“Itu jimat agar kau selalu menyukaiku.”

24.03.12

05.31 pm

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Oops – Part 7 (End)

  1. YA AMPUN, SO SWEET! ADUH, KENAPA TAMAT SIH?! *flip table*

    Kalimat terakhir Minho bikin senyum2 sendiri. Iisshh, pasangan ini co cuit sumpa. Untung aja putusnya cuma bentar, hohoho :3

    Ditunggu karya selanjutnya! Bikin yg fluffy gini lagi dooong~~ c:

  2. It’s so sweet I got diabetes!!!
    It’s so fluffy… Gee.. what in the world is air?
    Minho gentle banget (and extreme, and sweet, and hot, and sexy at the same time). Jinki diapain doong?
    Great one baby~

    1. *sediain suntikan insulin*
      hahaha jinki nanti nongol lagi kok di epilogue buat sedikit memperjelas hubungan mereka setelah ini.
      makasih ya selama ini udah baca😀

  3. Akhirnyaaaa part 7 di publish juga.. Dan ga nyangka bgt kalo FF ini udah end, tp knp endingnya msh berasa kayak ada lanjutannya yaaaa..
    Akhirnya semua terungkap, minho ngaku kalo selama ini di suka hyein.
    Ditunggu karya-karya selanjutnya, thanks author^^

  4. Omo omo !!! Author , dadaku ?? (۳˚Д˚)۳

    Ini cerita keren aaabbbbiisssss !!!!!!! Semua berhubungan, dari masa lalu sampai sekarang. Apa lagi itu ?? Jimat ?? Hahahah

    Suka banget part mereka berdua. Minho dan hye in. Hohoooh

  5. Haduh, nggak nggak nggak kuat. Manis dan ringan kayak arum manis. Duh, kenaoa harus keinget arum manis malam-malam gini coba?
    Ini semacam Minho yang mati-matian biar Hyein bisa bareng terus dengan dia. Aduh, aku jadi kehilangan kata-kata. Pokoknya ffnya bagus deh🙂

  6. Hyayyyyyyyy
    Akhirnya hyein sama minhooo.
    Yaampun minho tuh beneran romantis bgt ahhhh aku juga mau hiks
    Baik bgy yaamounnnn ada ngga sih cowok begini.beneran wkwk
    Jinki, kamu ngga sama siapa2? Yaudah sama.aku aja yuk cintah /plak

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s