Secretly Love – Part 12


 
 
Title : Secretly Love – Part 12
 
Author : Shin Fujita
 
Main cast :
  • Choi Minho
  • Park Hye Ra (OC)
Support cast :
  • Cho Kyuhyun
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum
  • Krystal
  • Lee Taemin
Genre : Romance, marriage life, friendship
Rating : PG 16 (maybe ._.)
Oh ya, FF ini udah duluan aku publish di wp pribadiku ^^ >> http://www.shineeapyeontaemine.wordpress.com
A/N : Udah lama buat part 12-nya tapi baru sekarang di publis u.u Mian jika chingudeul menunggu FF gaje ini. Dan mian karna FF ini kepanjangan ._. sampe belasan part >.<. Aku harap kalian gak bosen, kalau bosen jangan baca ._. (plaak XD) bagi reader setia sih harap gak lupa ama FF ini. Kelarnya bentar lagi kok, gak lama-lama amat. Jadi harap bersabar ya😉
Oh Ya, sudah baca langsung komen ya ^^, ne?
Happy Reading! ^^
SECRETLY LOVE – PART 12

¶ ♥Storyline by Shin Fujita…♥

 
>Part sebelumnya…
“HYE RA NOONA DICULIK HYUNG!”
“MWO? DI CULIK?” Minho segera bangkit dan sedetik kemudian ia menoleh kebelakang. Dilihatnya Hye Ra yang sedang di bekap dan dipaksa masuk kedalam mobil oleh seseorang. ”Orang itu? YA! HEEI!! BERHENTI!!!” Tanpa pikir panjang Minho langsung mengejar mobil itu yang telah melaju jauh darinya.
”HEI!!BERHENTI!!!BERHENTII!!”
”Hahh..Hahh… HYE RAA!” teriak Minho menahan sesak karna cukup lelah mengejar mobil itu. Capek tak penting dipikirkan yang penting Minho harus menyelamatkan Hye Ra.
Tapi di samping itu…
 
”YA!MICHEO! APA YANG KAU LAKUKAN,EOH? TURUNKAN AKU!!!”
”YA! KAU DENGAR TIDAK!? CEPAT TURUNKAAN!!” Hye Ra tak hentinya mengertak,berteriak dan marah-marah dengan sosok namja berkacamata hitam disampingnya. SI PENCULIK! Iya! Dia bersama si penculik – kurang ajar yang- enak aja -narik-narik -orang yang – lagi ganti baju!. Pantas Hye Ra marah, untung saja orang itu tidak melihat Hye Ra yang sedang ganti baju, jika iya, orang itu akan habis dijambak oleh Hye Ra.
”YA! KAU TULI? TIDAK DENGAR AKU MINTA TURUUUUUN!!!KYAAAA!!!” Hye Ra mengacak rambutnya,  takut dan semuanya bercampur aduk. Sedangkan namja si penculik itu hanya menyunginggkan ujung bibirnya sembari mengecek kaca spionnya.
”Orang itu mengejarmu?” tanya namja itu dengan nada mengejek. Hye Ra langsung memutar kepalanya dan melihat Minho masih mengejarnya. Sedetik kemudian Hye Ra membalik. ”YA! SUDAH KUBILANG TURUNKAN AKU!!!”
”Jangan marah nona Park…”
”YA! KAU!!!”
”Wae?” namja itu melirik Hye Ra sejenak lalu ia kembali tersenyum nakal.
”Nuguya?” tanya Hye Ra curiga dengan suara namja itu. Ia rasa pernah dengar suara berat khas orang ini.
”Sekarang kamu makin cantik…Hye Ra-ah”
”YAAAA!!!”
”Hahahaha! Kamu masih belum berubah ya..” namja itu tertawa sinis dan sesekali melirik Hye Ra dengan tatapan genit, membuat Hye Ra ingin muntah melihatnya.
”Kamu lupa denganku Hye Ra?” Hye Ra mengerutkan keningnya. Lupa? Dengan siapa? Orang itu? Apa dia pernah mengenal namja itu sebelumnya?. ”Ya..Nu-nuguya?”
“Lupa? Aku adalah…” Namja itu membuka kacamata hitam yang sedari tadi menutup seperempat wajahnya.
“Aku oppa mu! Kamu lupa?” BINGO! Kedua mata Hye Ra terbuka lebar saat dilihatnya namja berambut blonde itu melepaskan kacamatanya.
”KIBUM OPPA????”
Sreeet!
Namja itu menepikan mobilnya cepat setelah Hye Ra bisa menebak indentitasnya. Namja itu tersenyum lagi lalu menatap Hye Ra intens.
”Akhirnya kita bisa bertemu lagi, honey”
”YA! OPPA! KAU BENAR KIBUM OPPA!!!!!?? ” seru Hye Ra masih shock! Matanya terus terbelalak. KIBUM?KIM KIBUM! Iya! Rupanya dia orangnya!. ”Ya..Ya! Kenapa kau bisa disini? Seharusnya kau berada di Amrik kan?” Hye Ra mengucek kedua matanya karna masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
”Aku merindukanmu, jadi aku pulang”
”Aish! Alasan!”
”Serius! Aku sangat merindukanmu” Hye Ra tersenyum mendengar alasan konyol dari Kibum lalu sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak. ”Hahaha!Ya! Jika kau merindukanku kenapa pake acara culik-culikan sih? Oppa! Kau ini memang a-..Ya!Ya!” belum sempat Hye Ra melanjutkan kalimatnya Hye Ra dibuat terkejut karna seseorang membuka pintu mobil lalu menyeret Kibum keluar.
BUGH!
”YA! Mau apa kau? Seenaknya saja main kekerasan!”
BUGH!
”Kau! Kau yang mau apa? Lepaskan Hye Ra!”
BUGH! BUGH!
”YA!YA! MINHO-YA!HENTIKAAAN!” pekik Hye Ra berusaha melarai kedua namja itu yang saling pukul. Minho..Sejak kapan dia sampai kesini? Dan yang bikin Hye Ra marah adalah Minho tiba-tiba saja memukul Kibum!.
“Dia yang menculikmu kenapa kau menyuruhku untuk berhenti?” ujar Minho dengan nafas tersengal sengal sambil mengangkat kerah baju Kibum.
“Ck!” decak Kibum lalu tertawa terbahak-bahak. “Ya! Kenapa kau tertawa? Aku bisa melaporkanmu ke polisi!” Minho mengangkat tangannya memberi aba-aba kalau ia akan meninju Kibum lagi.
”YA!HENTIKAN MINHO!!! DIA OPPAKU! TEMANKU!CEPAT LEPASKAN DIA!” teriak Hye Ra makin histeris hingga Minho tak jadi meninju wajah Kibum.
”MWO?TEMANMU?”
”Ne! Dia Kim Kibum! Teman lamaku!”
 ♥♥♥
” Otte? Apa Hye Ra tidak apa-apa? Kau sudah tangkap penjahatnya?’
Minho menjauhkan ganggang hp dari telinganya lalu mendesah.
”Hye Ra tidak apa-apa sekarang ia bersamaku” ujar Minho malas dengan tampang datarnya.
’JINJJA! LALU PENJAHATNYA?’ suara cempreng dari dalam Hp membuat Minho kembali menjauhkan gangang teleponnya. Yah siapa lagi kalau bukan Krystal yang paling cemas dari yang cemas -_-.
”Nanti kita bicarakan!”
Bip!
Minho mematikan hp nya langsung karna moodnya benar-benar amat sangat buruk. Ia mencengkram bibir wastafel di depannya lalu menyalakan air. Ia membasuh wajahnya cepat dan melihat pantulan wajahnya di hadapan cermin.
”Apa? Teman? Teman macam apa menyulik Hye Ra seperti itu!” decak Minho kesal lalu meninggalkan toilet.
Sementara itu…..
”Aku tak menyangka kau bisa kembali ke Korea. Kau tahu..Aku sangat terkejut melihatmu melepaskan kacamata seperti tadi. Keren!!” Hye Ra tak kuasa berseru bahagia karna dihadapannya adalah namja yang telah 3 tahun tidak dilihatnya lagi. Kim Kibum! Gimana gak bahagia? Teman baiknya itu tiba-tiba saja muncul dengan perubahan wajahnya yang luar biasa. Hye Ra akui Kibum saat ini sangat sangat KEREN!.
”Kebiasaan berisik mu itu emang gak pernah berubah ya?Kyeopta!” Kibum mengajacak rambut Hye Ra gemas hingga akhirnya mereka saling tertawa.
”Ya! Lihat! Ish..Pipimu makin berisi…Kyeopta! Kau makin cantik hari ini Hye Ra” Kibum mencubit pipi Hye Ra gemas sebagai tanda melepas rindunya kepada teman lamanya itu. Asik ketawa-ketawa, Hye  Ra tidak menyadari kalau Minho yang memasang wajah jengkel itu memperhatikan mereka dari jauh.
”Ya! Ayo minum! Kali ini aku yang traktir!” Kibum menyodorkan jus kehadapan Hye Ra yang barusan ia pesan. Yap! Sekarang mereka berada di suatu restoran tak jauh dari pantai. ”Ehm!” asik nyedot minumannya, tiba-tiba saja Hye Ra merasa ada yang datang lalu menoleh kekiri. ”Minho?” sahutnya ceria dengan senyum mekarnya. Minho tidak mengubris Hye Ra dan langsung duduk di samping  Hye Ra.
”Pukulanmu lumayan juga ya…Lihat! Sampai biru begini!” kesal Kibum sambil menyentuh pipi kanannya yang biru karna di tinju Minho. Minho hanya memalingkan wajahnya angkuh pura-pura tak tahu. ”Ck! Dasar bocah!”.
”Ya…Oppa tidak boleh begitu. Ayo! Kalian harus saling kenal!” Hye Ra melirik Kibum dan Minho secara bergantian, tapi bukannya bersalaman mereka berdua malah perang tatapan tajam yang membuat suasana jadi dingin. Hye Ra mendesah kemudian ia menarik tangan Minho dan juga menarik tangan Kibum. Ia menyatukan kedua tangan itu bertanda ia ingin melihat mereka saling bersalaman.
”Ayo! Tunggu apa lagi!” kedua namja itu menatap Hye Ra sejenak. Kibum menghela nafas berat dan akhirnya menyodorkan tangannya. ”Anyeong! Aku Kibum temannya Hye Ra. Kau bisa panggil aku Key” sahut Kibum dingin dengan tatapan matanya yang juga tajam. Mata sipitnya itu sukses membuat Minho jengkel dan membalas tatapan tak kalah sinisnya. ”Aku Minho! Salam kenal”
”Nah gitu dong. Lebih baik damai seperti inikan?” Hye Ra meraih gelas jusnya lalu menyeruput sedotan minumannya. Dilihatnya kedua manusia itu masih tenggelam dalam diam. Tapi Hye Ra tak ingin bawa serius, langsung saja ia ingin mencairkan suasana.
”Hmm,Tapi..Minho-ssi kau siapanya Hye Ra?” tanya Kibum tiba-tiba
”Aku..Aku sua- Argh!”
”Dia…Dia temanku! Teman sebangkuku di sekolah!” sela Hye Ra cepat. Ia barusan menginjak kaki Minho supaya Minho tak mengatakan statusnya yang sebenanrnya. Karna menyebarluaskan hubungannya yang sebenarnya itu termasuk melanggar peraturan Rumah Tangga Baru – yang dibuat Hye Ra.
”Oh…Teman sekolah. Lalu bagaimana kalian bisa ke Jeju?”
”Kami hanya sekedar liburan. Bukan hanya kami tapi juga ada teman-teman yang lain” Kibum mengangguk-angguk. Dan tiba-tiba saja ia mendapatkan sebuah ide.
”Hmm Hye Ra-ah. Apa kau sudah punya pacar?”
”Ne?”
”Sudah punya namjachingu?” tanya Kibum lagi sedikit bergelidik. Hye Ra kegalapan. Tidak mungkin ia jawab ’Sudah punya’ dan tidak mungkin ia akan menjawab kalau ia sudah menikah. Ani! Hye Ra tidak akan memberi tahukannya kepada Kibum.
”Belum!”
”Ya!” Minho menoleh dengan tampang ngotot. Ia menyenggol lengan Hye Ra , menatapnya dengan tatapan kenapa-kau-jawab-seperti-itu?. Lalu Hye Ra ikut menatap dan menjawab – nanti-akan –kita –bahas!.
”Wae oppa? Oh ya! Kau makin keren kalau mewarnai rambutmu seperti ini! Aku suka!” ucap Hye Ra berusaha menyimpang pembicaraan. ”Jinjja? Ini kuwarnai sebelum press conference minggu kemarin. Kau tahu aku berhasil menjadi seorang disainer!” sahut Kibum semangat sambil mendekatakn wajahnya. Hye Ra membelalak dan sedetik kemudian ia beteriak senang
”Ah! Jeongmalyo! Aaa!!  Chukkae oppa! Akhirnya mimpimu bisa tercapaikan! Daebak!Benar-benar daebak!”
”Tentu! Key gituloh! Hahaha!”
”Hahaha! Ne! Kau Key oppa yang paling hebat dan keren yang pernah kutemui!” Hye Ra berseru sangat senang. Tak sesekali mereka saling berpegangan tangan saking senangnya. Minho pastinya sangat bete. Mereka melupakan seseorang yang sedari duduk di samping Hye Ra. Hati Minho terasa teriris melihat kebahagiaan mereka. Wae? Kenapa Hye Ra tak pernah sebahagia itu denganku?  Kenapa ia lebih bahagia dengan namja lain? – pikir Minho merasa kecewa. Saking sakitnya Minho tak sanggup melihat tawa Hye Ra yang begitu menggelenggar. Kibum juga, ia sedari tadi memuja muja dan bahkan menggoda istrinya.
BRAK!
Minho menendang meja hingga Hye Ra dan Kibum terkejut. ”Minho-ya? Kau mau kemana?” tanya Hye Ra dengan wajah tak berdosa. ”Bukan urusanmu!” Minho langsung pergi bahkan tak melihat wajah Hye Ra. Ia memalingkan wajahnya dan pergi begitu saja. ”Ya! Minho-ya! Kau belum makankan? Ayo makan bersama dengan kami!!” teriak Hye Ra memanggil Minho, gadis itu ingin berdiri tapi tiba-tiba saja tangannya ditahan Kibum membuatnya kembali duduk.
”Biarkan dia pergi. Kamu tinggalah bersamaku,ne?” bujuk Kibum melembut, mau tak mau Hye Ra mengangguk kemudian mereka kembali ke topik pembicaraan yang membuat mereka heboh dengan gosip-gosip hangat yang selalu dibahas Hye Ra ketika bersama Kibum. Iya..Bagi Hye Ra Kibum mirip dengan sahabatnya -Krystal. Selama ada Kibum pasti ia tak ingin berhenti bicara dan mengatakan apa saja yang ingin ia katakan. Curhat? Tentunya, Hye Ra sering curhat ke Kibum. Bagi Hye Ra, Kibum adalah tempat sandarnya setelah kedua orang tuanya. Yeah..Mereka terlihat begitu dekat karna mereka telah saling kenal sejak masa kanak-kanak. Kedua orangtua mereka bersahabatan dan membuat anak-anaknya juga saling dekat. Hye Ra sendiri 2 tahun diatas Kibum, meski begitu meraka terlihat seperti sepasang adik kakak, adapun juga seperti sahabat.
♥♥♥
”Minho-ya! Sekarang giliranku! Dari tadi kau sendiri yang main PSP!”
”Ahh..Hyung jangan ganggu aku! Tinggal satu gol lagi nih!”
”Iish! Siapa peduli! Sini! Mana PSP ku!” dengan cepat Kyuhyun merebut PSP yang ditangan Minho. Ia me pouse permaianan Winning Eleven – yang dimainkan Minho lalu menyimpan PSP kedalam saku celananya.
”Kenapa kau dekat-dekat denganku,eoh? Pergi sana dengan Hye Ra!”
”Hyung! Kau mengusirku?”
”Aniyo..Aku juga ingin ikut bermain volli dengan mereka.  Dari pada kau sendiri mending kau juga ikut bermain!” Kyuhyun berdecak pinggang melihat perubahan dari dongsaengnya itu. Tak biasanya Minho main PSP di saat seperti ini. Yah meski Minho adalah orang yang kuper tapi jika bersama sahabatnya – Jonghyun dan Taemin ia tak pendiam dan suka menyendiri seperti ini.
 ♥♥♥
Sore itu Jonghyun,Taemin,Hye Ra, dan Krystal sedang bermain voli di tepi pantai. Setelah Hye Ra asik berbincang dengan Kibum di restauran Hye Ra mengajak Kibum ikut ke pantai dan tak disangka Minho sudah ada di tenda dekat pantai.! Untuk sehari ini mereka beristirahat dengan tenda. Tenda mereka sudah di pasang, dan hanya satu tenda yang dihuni orang- Minho tentunya. Minho ogah banget ikut main voli dengan teman-temannya, bukan cuma dia, tapi Kibum juga.  Kibum yang sudah berkenalan dengan teman-teman Hye  Ra itu hanya duduk di pasir pantai beralaskan kain persegi panjang agar celananya tidak kotor.
”Aku sangat merindukanmu, Hye Ra” Kibum memerhatikan Hye Ra yang sedang melompat meraih bola. Ia tersenyum dan tiba-tiba saja ia ingin merenggut sesuatu di dalam saku celananya. Sebuah foto.
”Aku ingin kita bersama seperti dulu, kamu maukan Hye Ra?” Kibum bicara sendiri sampil menatap fotonya dan Hye Ra. Di dalam foto Kibum sedang mengandeng bahu Hye Ra. Di sana Hye Ra berumur 15 tahun ia terlihat lucu dengan rambutnya yang dikucir dua. Sedangkan Kibum yang merupakan sunbae di sekolahnya tertawa bersama Hye Ra menghadap ke kamera yang di foto oleh Eomma Hye Ra sendiri. Mereka memang sangat dekat. Seperti adik kakak. Tapi sayangnya Kibum ingin menganggap hubungannya lebih dari itu. Ia ingin merebut Hye Ra kembali ketangannya,seperti 3 tahun yang lalu.
”Oppa! Kau tak mau ikut bermain dengan kami?” seruan Hye Ra membuat Kibum buru-buru menyembunyikan fotonya tadi. Ia mendongak dan memberi senyuman pada Hye Ra. ”Tidak, aku mau disini!”
”Oh yasudah!”
”Ya! Manusia yang di sana!” teriak Hye Ra menarik perhatian Kibum. Ia menoleh kebelakang melihat siapa yang dipanggil Hye Ra. ”Kulihat kau hanya berkencan dengan PSPmu…Ayo ikut bermain!” seru Hye Ra mencoba mendekat menuju tempat suaminya-Minho.
”Ayolah Minho…Katanya kau jago main di segala macam olahraga! Ayo! Gabung dengan kami!” Hye Ra menarik-narik tangan Minho tapi buru-buru di tepis Minho.
”Main saja sendiri! Aku tidak mau!” sergahnya sinis.
”Kau marah?”
”Ani! Pergi sana!” Minho tak kuasa melihat wajah Hye Ra yang selalu tidak peka terhadap susana hatinya. Kapan wanita itu tahu bagaimana perasaannya sekarang? Melihatnya bersama Kibum sungguh membuat Minho terbakar cemburu.
”Marah bilang saja marah! Yasudah! Dasar keras kepala!” dengan cibiran Hye Ra pergi meninggalkan Minho. Ia kembali bermain dengan Jonghyun,Taemin dan Krystal. Jonghyun dan Krystal merupakan satu tim, dan tim kedua adalah Tamin dan Hye Ra.
”Ya! Jonghyun-ssi! Sedari tadi kau terus memegang bola! Kapan giliranku?”
”Jangan salahkan aku! Kau aja yang bego gak pandai main!” ledek Jonghyun dan kembali bermain. Bola kini langsung di pukul oleh Taemin begitu juga dengan Jonghyun, akhirnya hanya mereka berdua yang bermain. Hye Ra dan Krystal cuma manyun karna gak kebagian bola.
”Kapan giliranku!!!!!???” gertak Hye Ra.
”Ini!!” sedetik kemudian Jonghyun memukul bola kearah Hye Ra.
”Ya!Aku bisa..Tunggu! Argh!” bola tak berhasil di pukul Hye Ra. Malah bola itu terlempar jauh keluar garis. ”Yah! Jonghyun pabo! Lihat apa yang kau lakukan! Bolanya jadi terseret ombak!” keluh Krystal sambil menjitak kepala Jonghyun, yang dijitak malah ketawa.
”Noona..Kau bisa mengambil bolanya?” pinta Taemin memohon. Hye Ra menatap bola yang masih terdampar di bibir pantai, ia mendesah kemudian mengangguk.
”Hati-hati Hye Ra!”
”Ne! Bawel! Cuma ngambil bola aja kok!” Hye Ra berlari menuju tepi pantai. Bukannya bola itu berhasil ditangkapnya malah bola itu lari terbawa arus. Dengan terpaksa Hye Ra mengejar bola itu hingga kedalaman air seatas pinggangnya.
”Urgh..Kenapa susah sih!” tangan Hye Ra menjangkau jangkau bola itu. Dan…
”Aku mendapatkanya! Ah! Andwe!” tinggal sedikit lagi bola itu dapat dijangkau Hye Ra tapi sayang bola itu terbawa arus jauh. Dengan menjinjit Hye Ra berusaha meraih bola itu. Kedalaman air sekarang berada diatas mulut.nya
”Sedikit lagi…Se- Aargh!” ombak pantai menyeret tubuh Hye Ra masuk kedalam air.
”TOLONG!MMMPTH!TOLOONG!” Hye Ra mengampai tangannya tapi ia tak bisa, kedalaman air telah menutupi seluruh tubuhnya. Ia baru ingat kalau ia tak bisa berenang! Gawat! Bagaimana ini? Hye Ra tenggelam!
”TOLONG!!Ya! TOLONG!” kepala Hye Ra naik keatas berusaha menembus permukaan. Teman-temannya tampak jauh darinya. Hingga Hye Ra sulit bernapas dan tiba-tiba tubuhnya lungai dan masuk kedalam air.
”TOLONG!TOLONG!”
”HYUNG! HYE RA NOONA! DIA TENGGELAM!!” Taemin menyadarinya, air mukanya berubah panik lalu ia berlari menuju ke pantai, namun ia berhenti menoleh kebalakang lalu berteriak
“MINHO HYUNG! KAU TIDAK DENGAR? HYE RA NOONA TENGGELAM!!”
DEG!
 
Minho yang masih asik main PSP menghentikan permainannya. Barusan apa yang dibilang Taemin? Hye Ra tenggelam? Dan sedetik kemudian Minho berlari menuju tepi pantai. Ia melepaskan kaus putihnya lalu berlari melawan ombak pantai.
”Dimana dia?” tanya Minho ke Taemin
“Disana hyung! Hyung kau bisa menolongnyakan? Ayo cepat hyung!” Taemin sangat panik hingga terus mendorong punggung Minho agar lekas pergi.
“Sedang apa dia?” Kibum yang merasa curiga dengan Minho yang kelihatan panik ikutan mendekat ke tepi pantai. “Hye Ra tenggelam! Dia tenggelam!” teriak Krystal tepat di telinga Kibum. Kibum terbelalak. Dengan lekas ia ikut mengerjar,melawan ombak pantai untuk menolong Hye Ra. Tapi niatnya tertunda karna tangan Krystal menahan lengan Kibum. ”Oppa..Biarkan Minho yang menyelamatkannya” dengan raut muka kesal Kibum menatap Krystal lalu sekejap kemudian ia menurut dan hanya menunggu berharap Hye Ra akan selamat. ”HYE RA! EODIGA!HYE RA!” Minho menoleh ke kiri kekanan. Lagi, ia jadi sulit benrafas. Dadanya sangat sesak karna rasa cemas menyelimutinya.
“Tolong!Tolooong!” Minho melihat tangan Hye Ra yang melambai lambai. Tubuhnya diombang ambing oleh ombak pantai yang cukup besar. Segera Minho berenang kesana.
GREP!
Minho berhasil mendapatkan tubuh Hye Ra. Wajah wanita itu sangat pucat. ”Hye Ra jangan pingsan!HYE RA!” Minho mengguncang tubuh Hye Ra yang lemah tak berdaya. Tak ada waktu lagi! Minho harus segera membawa Hye Ra kedaratan! Dengan rasa cemas yang sangat kental Minho menggendong Hye Ra yang tak sadarkan diri. Entah pingsang atau mati..Minho tak tahu itu.
”Hye Ra-ah! Ireona!IREONA!!” Minho menepuk kedua pipi Hye Ra. Nafasnya masih tersengal-sengal. “Ayolah Hye Ra!! Bangun! Buka matamu! Jebal!” Minho kembali mengguncang tubuh Hye Ra, tapi hasilnya nihil. Hye Ra belum membuka matanya. “Apa yang harus kita lakukan?” Krystal mengingit jari kukunya. Ia bahkan menangis begitu saja melihat Hye Ra tak sadarkan diri. Sedangkan Kibum ia berdiri paling belakang. Ia mengepal erat tangannya, ingin sekali menolong Hye Ra..Tapi ada sesautu yang menahannya untuk tetap diam disini.
”Hye Ra!!! Jebal!! Buka matamu!! Hye Ra!” teriak Minho lalu ia berlarih ke pergelangan tangan Hye Ra. Ia mendekatkan tempat urat nadi Hye Ra yang ada di pergelangan tangannya ke telinganya. Nadinya masih berjalan. Minho menatap Hye Ra sejenak. Kemudian ia membuka mulut Hye Ra.
CUP!
Minho mendekatkan wajahnya dan memberi nafas buatan untuk Hye Ra. Semua orang terbuat terkejut karna aksi Minho tadi. Apalagi Jonghyun yang sempat terpekik dan cepat-cepat menutup kedua mata Taemin dan Krystal. “Hhaahh…Bangun! Bangun!” Minho menekan dada Hye Ra. Setelah itu ia mendekatkan kepalanya ke dada Hye Ra. Jantungnya masih lemah!
CUP!
“YA! MINHO-ya!”
Minho kembali memberi nafas buatan hingga nafasnya sesak. Lagi, ia memeriksa denyut jantung Hye Ra. Tidak berhasil! Dan lagi! Minho memberi nafas buatannya yang lebih lama. Ia menekan dada Hye Ra tapi tetap saja tak berhasil. Tak dipungkiri air mata Minho sudah jatuh begitu saja. Pertama kalianya Minho menangis dan isakannya itu sangat keras.
“Hye Ra! Jebal! Ireona!” Minho menekan dada Hye Ra dengan tangisnya yang meledak. Ia tak mau kehilangan Hye Ra..Tidak! Minho tidak mau! Ini terlalu cepat! Ia tidak ingin kehilangan wanita yang sangat dicintainya. Lagi..Minho memberi nafas buatan untuk Hye Ra. Belum berhasil! Lagi dan lagi hingga tak terhitung banyaknya.
”Uhuk!uhuk!”
”HYE RA!”
”Ah….Syukurlah..”
”Hye Ra! Kau sudah sadar? Kau masih  ingat aku? Aku Minho! Choi Minho!” Minho terkejut campur senang. Hye Ra siuman! Minho menunjuk nunjuk dirinya, berharap Hye Ra masih mengingatnya. “Nng..Ya..Kau menangis..eoh?” ucap Hye Ra dengan suaranya yang sangat lemah. Sontak Minho tersenyum dan langsung memeluk Hye Ra.
“YA! Kau membuatnya sesak! Ayo gendong dia dan bawa ke hotel!” teriakan Kyuhyun dari jauh membuat Minho sadar. Ia pun menggendong Hye Ra dan bergegas mengikuti arah jalan Kyuhyun untuk di bawa ke hotel.
 ♥♥♥
Malam harinya….
Setelah insiden tenggelamnya Hye Ra, Hye Ra dilarikan ke dalam kamar hotel. Sebelumnya mau dipanggil dokter, tapi Hye Ra nya gak mau karna ia tidak apa-apa. Lantas Hye Ra hanya beristiharat di dalam kamar bersama suaminya- Minho tentunya.
”Hye Ra-ah!” Hye Ra yang sedang berdiri di balkon luar kamar itu menoleh, melihat sosok pria yang menghampirinya. Pria itu menutupi tubuh Hye Ra dengan selimut lalu menyodorkan secangkir teh hangat padanya. Hye Ra tersenyum sekilas.
”Gomawo” ucapnya sembari menatap langit malam. ”Langitnya indah ya?” lanjutnya masih memandang jutaan bintang di langit. Memandang langit itu membuatnya teringat akan kebaikan seseorang yang berdiri di sebelahnya itu. Orang yang akhir-akhir ini selalu melindunginya dan menyelamatkannya. Hye Ra tak habis pikir, pria kaku yang pernah ia temui di kelas itu perlahan-lahan perhatian seperti ini. Tiba-tiba saja mengingat pria yang disebelahnya itu membuat Hye Ra senyam senyum sendiri.
”Kenapa tersenyum?”
”Aniyo..”
”Ya! Minho-ya!”
”Ne?” Minho memiringkan kepalanya, melirik Hye Ra yang sedang menikmati teh hangatnya. ”Sejak kapan kau bisa membuat teh seenak ini?” Minho tersenyum sekilas, ia pun ikut memandang langit sama seperti Hye Ra lakukan lalu berkata ” Teh itu cuma aku beri tambahan jeruk nipis. Enakkan?” Hye Ra mengangguk dan entah kenapa ia jadi sering mengulum senyumnnya. Di tatapnya Minho yang kini berdiri di sampingnya. Hamparan angin malam nan dingin tak mengurungkan niatnya untuk berlama-lama diluar hanya untuk menatap pria tampan di sampingnya.
”Minho-ya, aku tidak menyangka hubungan kita yang dulunya hanya sebagai teman sebangku perlahan-lahan dekat seperti ini. Malah kita telah menikah diam-diam. Kau tak merasa itu lucu?”
” Aku rasa iya, kenapa kau menanyakannya?” Minho jadi tertarik membahas topik yang baru dibuat Hye Ra. Kini ia memutar tubuhnya agar berhadapan dengan wanita itu. ”Aku hanya tidak menyangka, di usia muda kita ini kita sudah menikah. Awalnya aku sangat takut jika hidup bersamamu. Ku kira kau itu manusia jahat yang selalu sinis terhadapku. Selalu membuatku jengkel dan melakukan hal yang tak aku suka! Tapi sekarang?” Hye Ra ikut menoleh, menatap Minho yang memandangnya serius.
”Sekarang apa?” tanya Minho jadi tak sabaran
”Sekarang, kau perlahan memberi perhatianmu kepadaku. Benar tidak? Tapi aku rasa sih iya. Kau mulai khawatir padaku, melindungiku dan menyelamatkan ku. Kau juga menghilangkan rasa takutku saat aku hampir tertabrak truk. Kau juga mengejarku saat Kibum menculikku. Dan kau juga menyelamatkanku saat aku tenggelam. Jujur…Aku sangat berterima kasih padamu. Jika tidak ada seorang Choi Minho disampingku, mungkin aku sudah mati kali ya?” Hye Ra memaksa senyum getirnya. Entah kenapa kedua bola matanya berair dan ingin menangis. Ia tak terbayang jika tak ada Minho di sisinya, ia pasti telah mati duluan karna sikap cerobohnya. Ini sudah saatnya kan?  Ia berterima kasih pada Minho? Seharusnya dari dulu ia sadar kalau Minho telah memberi perhatian penuh padanya, tapi hanya saja Hye Ra tidak peka dan tidak menyadarinya.
”Gomawo…Hiks..hiks..Gomawo…Kau sudah banyak menolongku, tapi aku selalu jahat padamu..hiks..hikss..mi..mianhae..” Minho membelalakan matanya seketika. Kenapa dia menangis? Apa aku ada salah? – pikir Minho. Tapi melihat air mata Hye Ra yang tak bisa ditahankan membuat Minho lemah. Dengan sigap ia langsung menyeret tubuh Hye Ra kedalam pelukannya. Tak disangka mata Minho pun mulai berair. Ia memeluk erat istrinya itu meskipun tangisan Hye Ra makin menjadi jadi.
”Uljima..Kau tak perlu menangis. Yang penting aku selalu ada di sisimu seperti sekarangkan? Jangan seperti ini lagi, aku senang kau berterima kasih tapi jangan menangis seperti ini,ne?” Minho mengusap air mata Hye Ra dengan ibu jarinya. Lalu ia kembali mendekap tubuh Hye Ra, merasakan semerbak aroma tubuh Hye Ra yang di sukainya. “Minho-ya..Aku takut jika tak ada kau disisiku. Aku masih gadis ceroboh yang banyak melakukan hal yang merugikan diriku sendiri. Aku takut jika setelah kau bekerja di perusahaan nanti kau melupakanku dan meninggalkanku..hiks.hiks aku tidak mau” Hye Ra membalas pelukan Minho tak kalah erat. Bahunya naik turun mengiringi tangisnya yang menjadi-jadi. Titik lemahnya telah terlihat. Seorang Hye Ra yang ceria menangis tersedu-sedu hanya karna berterima kasih tentu ini bukanlah Hye Ra.i Mengingat beberapa kali Minho menyelamatkan nyawanya membuat Hye Ra sadar, bahwa ia sangat membutuhkan Minho untuk membimbingnya dan melindunginya.
”Minho-ya..Kenapa kau diam? Kau mau meninggalkanku? Kau diam karna benci padaku? Apa aku terlalu jahat padamu? Mianhae, selama ini aku keras kepala dan menyulitkanmu tapi aku sungguh tak mau kau meninggalkanku..Aku tida-“
“Bodoh! Kenapa berpikir seperti itu? Sejak kapan aku membencimu? Hye Ra-ah sudahlah untuk apa ditangisi? Uljima…ne?”
“Ne…Aku tidak akan berpikir seperti itu..hiks..hiks..gomawo” lirihnya. Tubuh hangat Minho membuat Hye Ra engkang untuk melepaskannya. Ia ingin seperti ini terus hingga akhirnya ia merasa telah tenang ia melepaskan tangannya. Dan disaat itu tangan Minho telah menyentuh kedua pipi Hye Ra yang masih basah. Mata mereka saling menyatu, terkunci oleh tatapan dalam.
“ Aku harus membalas budimu, apa yang harus kulakukan untuk membalasnya?” tanya Hye Ra. Minho tak mengubrisnya, ia masih sibuk menatap wajah Hye Ra yang begitu rupawan baginya. Hingga di suatu sisi tangan kanan Minho turun menyentuh bibir Hye Ra. Matanya yang tadi mentap wajah Hye Ra kini beralih menatap bibir mungil itu.
”Kau hanya perlu menjadi milikku seutuhnya malam ini” bisik Minho membuat Hye Ra terhanyut. Hye Ra tak mengerti tapi ia tekadkan mempasrahkan apapun yang dilakukan Minho. Apalagi ketika wajah Minho perlahan mendekat ke wajahnya. Merasakan Minho yang menyeret pinggangnya hingga tak ada jarak lagi, di tambah tangan kanan Minho menarik dagu Hye Ra agar lebih dekat dengannya. Dan tidak disangka Minho mencium bibir Hye Ra sambil merangkul pinggang Hye Ra menyatu ke tubuhnya. Bibir Hye Ra yang biasanya tak bergerak kini mulai memainkannya ikut kedalam suasana gairah yang diciptakan Minho. Bibir Minho melumat bibir Hye Ra lembut begitu juga dengan  Hye Ra membalas ciuman Minho sembari mengalungkan tangannya ke leher Minho. Ia sangat menikmati suasana ini, hingga ia tak sadar ciuman Minho mulai liar, menggigit bibirnya dan melumatnya sedikit kasar dan dalam. Tapi tiba-tiba Minho menghentikan aksinya, ada sesuatu yang terbesit di pikirannya dan ingin melakukannya sekarang juga.
”Diluar dingin, mau lanjut di dalam?” bisik Minho pelan setelah tautan kedua bibir itu terlepas. Hye Ra yang saat itu terkejut dengan apa yang dikatakan Minho seketika wajahnya merah padam. Dan pada akhirnya ia mengangguk pelan. ”Baiklah” setalah kata itu terucap Minho langsung menggendong Hye Ra dan berjalan masuk kedalam kamar dengan bibir masih melumat bibir Hye Ra. Tangan Hye Ra memeluk leher Minho kuat bahkan bergetar. Ia mendadak takut.
”Tidak apa-apa jika kita melakukannya sekarang?” bisik Minho lagi karna ia menyadari tangan Hye Ra yang bergetar. Ia menidurkan Hye Ra di ranjang big size sambil metindih Hye Ra. Hye Ra masih tampak malu-malu, apalagi jantungnya. Jantunganya terasa ingin meledak saking kuatnya organ itu berdetak.
”Apa tidak sakit? Aku takut…” lirih Hye Ra masih takut takut. Minho hanya tersenyum lembut kemudian ia kembali mencium Hye Ra tiba-tiba. Ia mencium Hye Ra penuh perasaan dan lembut, membuat Hye Ra saat itu terkejut jadi menikmatinya. Tak beberapa lama Minho melepaskan ciumannya. “Sakit? Apa itu menyakitimu?” Hye Ra menggeleng pelan didampingi dadanya berdebar sangat kuat. Ia masih tak berani melakukan itu sekarang tapi…Ah! Hye Ra bingung harus gimana. Tapi setelah di ingat- ingat jika melakukan hal itu sekarang berarti ini telah melanggar peraturan – Rumah Tangga Baru! Hye Ra jadi sadar, ia telah masuk kedalam lubang permainan Minho!
“Ya!! Lepas!Lepas!”
“Wae irae? Kenapa kau mendorongku?” Minho hampir terjatuh dari kasur karna Hye Ra tiba-tiba saja menendangnya. Wanita itu segera bangkit dan dengan cepat menutup tubuhnya dengan selimut. Nafasnya mendadak tak teratur, keringatnya juga bercucuran sana sini. ”Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Minho mulai mendekat, tapi langsung dihindari Hye Ra. ”Cukup Minho! Lupakan yang tadi! Sekarang aku mau tidur!” dengan cepat Hye Ra menarik selimutnya tadi lalu membaringkan tubuhnya kembali. Sedangkan Minho hanya mengerjap masih tak mengerti apa yang barusan terjadi. Dan setelah itu Minho niatkan untuk tidur pula. Lagian Hye Ra tak mau melakukan itu sekarang.
”Ya!!!!”
”Apa lagi?”
”Jangan tidur disebelahku!” teriak Hye Ra melengking setelah diketahuinya Minho sedang tidur di sebelahnya. ”Lalu aku tidur dimana?”
”Di sofa! Cepat menyingkir!!”
”Shireo!”
”Minho-ya! Cepat kesana! Aku mau tidur!” Hye Ra menatap sinis Minho, entah kenapa barusan ia terhanyut karna Minho, dan sekarang ia mendadak jengkel hanya karna tidur seranjang. Apa ia terlalu berlebihan?
”Tapi di sofa dingin Hye Ra, kau ini gimana sih? Tadi baik padaku, sekarang kenapa jadi sadis , eoh?”
”Bukan urusanmu!”
”Jelas urusanku! Kau istriku! Kenapa tidak boleh tidur bersama?” Hye Ra melototkan kedua matanya. Kemarahannya telah tiba dipuncak ubun-ubun, kalimat itu sukses membuat wajahnya merah padam.
PLAAK!
”Tidur bersama jidatmu! Pergi sana! Aku mau tidur!” satu pukulan mendarat ke kepala Minho. Minho merinitih lalu bengong karna tingkah aneh istrinya barusan. Tadi Hye Ra mau-mau aja diciumnya tapi sekarang kenapa sifat aslinya muncul lagi? Minho mengangkat bahunya tidak peduli, lalu dengan berat hati tidur di sofa. Namun sebaliknya, Minho sangat ingin melakukan hal itu bersama Hye Ra. Sedari tadi jantungnya seperti ingin melompat-lompat saat ia mencium wanita itu. Entah keberanian dari mana yang didapatkan Minho, yang jelas Hye Ra berhasil membuatnya tergoda.
”Ya! Minho-ya! Berhenti berfikir yang tidak-tidak!” Minho tergelonjak karna teriakan Hye Ra tiba-tiba saja membuyarkan hayalannya.
”A-apa maksudmu?”
”Dasar yadong! Pokoknya jangan berfikir yang aneh-aneh! Cepat tidur!” seru Hye Ra lagi di balik selimutnya. Minho merespon dengan tawaan, kenapa Hye Ra bisa tau apa yang sedang ia fikirkan? Apa Hye Ra sudah tau perasaannya? Tapi Minho tidak terlalu berharap, ia yakin suatu saat nanti ia akan membuat Hye Ra mencintainya seperti ia mencintai Hye Ra. Yah itu cuma harapan, harapan yang menginginkan agar pintu hati Hye Ra bisa terbuka walaupun sedikit untuk Minho.
”Ne..Aku akan menunggumu siap Hye Ra”
 ♥♥♥
Keesokan harinya….
Hye Ra melirik jam tangannya sejenak, pukul menunjukkan jam 09.00 KST. Ini sudah telat 30 menit! Tapi orang yan ditunggu belum juga datang. Yah pagi ini, tepatnya baru bangun tadi Hye Ra mendapatkan SMS dari seseorang untuk menemuinya di restauran hotel. Hye Ra sih sudah tau orangnya siapa, hanya saja karna menunggu lama ini yang tidak disukainya.
”Hei! Good morning honey!” suara khas itu menyambur suasana Hye Ra yang suntuk. Gadis itu menoleh kebalakang dan mendapatkan orang itu yang tengah menyentuh bahunya. “Duduk!”ekspresi Hye Ra masih biasa saja, dan akhirnya orang itu duduk juga di hadapan Hye Ra.
“Mau sarapan apa?” orang itu menyiapkan celemek untuk Hye Ra seraya tersenyum lembut. “Huft…Bisa to the point saja oppa? Untuk apa pagi-pagi seperti ini menemuiku? Kau tau aku baru sehari liburan di Jeju, patutnya aku dan Krystal ikut bus wisata untuk mengelilingi tempat wisata di jeju , tapi karnamu aku membatalkanya!!”
“Bagaimana keadaanmu setelah tenggelam?”
“Oppa! Kau dengar aku tidak?”
“Kau banyak ngomong, honey…”
”Ya! Kim Kibum!” bentak Hye Ra yang mulai kesal. Kim Kibum alias Key itu hanya tersenyum tipis. ”Kau masih belum berubah ya? Bagaimana bisa orang itu akan hidup bersamamu jika kau selalu begini?” tanya Kibum sambil meminum seteguk air putih. Ia membenarkan kerah baju yang ia gunakan lalu merapikan tampilan rambutnya. Sedangkan Hye Ra mulai berpikir apa maksud Kibum tadi.
”Pertama kali bertemu saja kau sudah berbohong padaku, teman macam apa kamu, eoh?”
”Maksud oppa?”
”Kau pikir aku tidak tahu Hye Ra?” Kibum memiringkan kepalanya, menatap Hye Ra penuh arti. ”Apa kau tak tau alasan kemunculanku?”
”Ck! Aku rasa sekarang aku mempunyai saingan yang cukup berat.”
”Apa ada seorang disainer yang menantangmu?” tanya Hye Ra polos hingga Kibum ingin sekali memakan anak itu
”Paboya! Bukan itu! Pantasan sampai sekarang nilai matematikamu masih rendah.  Dari SD sampai SMA kau itu benar-benar..”
”Ya! Oppa! Katakan apa maksudmu!”Hye Ra jadi geram, tingkah Kibum yang membingungkan benar-benar bikin pusing Hye Ra. ”Geurae, aku sekarang marah padamu!”
”W-wae?”
”Kenapa? Karna kau berbohong! Aku sudah tau semuanya Hye Ra!” Hye Ra terdiam. Seketika jantungnya terasa berhenti berdetak. Kibum tau? Mengenai statusnya yang sebenarnya? Bagiamana bisa? ”Jangan terlalu shock! Aku bahkan menghadiri pernikahanmu, mengunjungi apartemenmu, dan sekarang sedikit menganggu honeymoonmu” bukannya memasang wajah serius, malah Kibum bicara seperti mengejek. Sebenarnya ini terlalu cepat mengatakan tujuan utamanya kembali ke Korea, tapi ini karna ia tidak tahan lagi akan ambisinya Kibum tekadkan untuk mengatakan semuanya.
”Oppa..Kau tau aku dan Minho..”
”Ne! Dan aku punya satu pertanyaan untukmu” Hye Ra membenarkan posisi duduknya, ia menatap Kibum tajam lalu berkata ”apa itu?”. Kibum mengulum senyum, kemudian ia memainkan leher gelas kaca yang dipegangnya.
”Selama ini, bersama dengannya apa kau merasa bahagia?”
”Ne?”
”Kau bahagia menjadi istri Minho? Apa pernikahan ini berasal dari paksaan orang tua? Geurachi?” Hye Ra mengepal tangannya kuat. Pertanyaan apa ini? Kenapa Kibum jadi berbeda kali ini? Tatapannya itu beda dengan Kibum yang dulu, Kibum yang sekarang bukanlah Kibum yang dulu. Tapi apa hubungannya ia bahagia atau tidaknya dengan Minho? Apa yang sebenarnya yang ingin diketahuinya?.
”Kamu tidak menjawab? Biar aku yang jawab! Kamu pasti tidak bahagia? Ani! Kamu pasti tidak mencintainyakan?” Kibum meletakkan gelasnya lalu mendekatkan kepalanya ke Hye Ra. Dengan intens ia menatap wanita di depannya itu, sambil menerka kalimat apakah yang akan terlontar oleh Hye Ra setelah ini. Dan rupanya Hye Ra tidak merespon. Kesempatan untuk Kibum!.
”Jika kamu merasa tidak bahagia atau tidak mencintainya kenapa masih bertahan dengannya? Kamu masih muda Hye Ra, banyak hal yang harus kamu lakukan kebanding pernikahan bodoh ini!”
”Oppa!”
”Biar ku sarankan! Jika kau memang tidak merasa cocok dengan Minho, datanglah kepadaku!”
”Ne?” Hye Ra sungguh tidak mengerti maksud Kibum. Apa tujuannya, motifnya segalanya, tak bisa di terka oleh Hye Ra. Ia hanya dapat mengulang saran Kibum tadi di dalam otaknya, tunggu! Apa itu disebut saran?
”Aku tau semuanya tentangmu Hye Ra. Kamu lupa cita-cita kita dulu? Kamu bermimpi ingin menjadi disainer seperti ku sekarang ini, aku tahu hobi shoppingmu itu bukan untuk hal yang tak berguna tapi kamu mengumpulkan pakaianmu untuk mencari inspirasi agar terlahir sebuah karya. Aku yakin kamu punya potensi untuk menjadi disainer” Hye Ra tau itu. Ia memang maniak shopping, namun juga untuk mencari inspirasi untuknya. Kibum benar! Ia ingin menjadi disainer!
”Lalu? Apa inti topik kita kali ini?” air muka Hye Ra berubah penasaran dan ingin tau banyak. Kibum menyunggingkan ujung bibirnya, ia terdiam cukup lama hingga akhirnya berkata.
”Ceraikan Minho! Lalu kita akan pergi ke Paris bersama untuk melanjutkan sekolahmu!”
”MWO?” Hye Ra hampir tercekik karna kalimat Kibum, matanya tajam menyorot kedua bola mata sipit Kibum yang terlihat misterius.
”Ini kesempatan emas Hye Ra! Tidak ada gunanya kamu tinggal dengan orang yang tidak kamu cintai. Dia belum tentu mencintaimukan? Jadi untuk apa kau membuang waktu hanya untuk namja itu? Coba pikirkan Hye Ra! , kamu mau memilih impianmu, atau Minho? ” ucapan Key bagaikan sebuah tembakan yang mengarah ke jantung Hye Ra. Ini pilihan. Tapi kenapa harus bercerai? Hye Ra merasa pusing, ia tersesat ke dua persimpangan yang harus ia pilih untuk jalur pulang.  Dan sekarang ia bahkan curiga dengan sikap Kibum sekarang. Ia seperti ingin memisahkannya dengan Minho. Ia seperti membenci Minho, benarkah? Di samping itu, Hye Ra memang mempunyai cita-cita sebagai disainer dari kecil. Ini impiaan dambaannya, sedangkan Minho? Entah lah ia baru merasakan ada sedikir perasaan untuknya. Jadi mana yang pantas untuk dipilih?
”Kamu bisa menjawabnya sekarang Hye Ra?”
T.B.C
ending yang aneh dan jelek! wkwkwkwk harap kalian suka ya…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

19 thoughts on “Secretly Love – Part 12

  1. Kyaa akhirx udh ke post. Huh apa” itu key dtang” lngsung minta hyera mnceraikn minho,ah pling key suka ya sma hyera mangkax dia mnta hyera pisah sma minho.. Ck dsar,huh hyera jga trlalu polos dan sifatx yg menyebalkan. Haduu critax makin seru.. Oke next chap dan fighting.😀

  2. DAEBAKKK🙂
    akhr’a ni ff post jg..
    oh y, salam knal q reader bru dsni..
    ff’a bg loh..
    smngat trus y author..

  3. part 12 muncul! hehe mian aku selama ini jadi silent reader-_-v kalo hyera sama key mending minho sama qarin sini *tarik minho* haha ditunggu kelanjutanya ya^^

  4. Minho juga yadong ternyata-_,- haha itu juga key apa banget,orang hye ra udah punya suami masih ada di deketin haha
    aku suka sama ffnya,tapi agak kurang romantis ^^ keep fighting thor~

  5. DAE to the BAK !!!
    Minhoooo aku padamuuuu #eh
    Ayo min complete-in partnyaaa hahaha lg seru2nya nih, seandainya Hye Ra itu diganti nama Korea aku Choi Soo Ri hahaha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s