Happy Eid Mubarok 1434 ^O^

Alhamdulillah, akhirnya kita bisa sampai di penghujung bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Soal bisa ikut menjalankan Shalat Idul Fitri atau enggak, itu bukan masalah besar. Bisa bangun di hari suci ini rasanya udah alhamdulillah banget ^^

Seperti semua manusia lainnya, staff di balik berdirinya SF3SI sudah pasti tidak lepas dari yang namanya kesalahan. Entah itu di sengaja atau tidak, diketahui atau tidak. Kami yakin pembaca di blog ini bukan hanya umat muslim, tapi kami akan tetap menyampaikan maaf atas segala kesalahan yang pernah kami perbuat. Bisa tetap mendistribusikan FF kepada kalian hingga lebaran ketiga merupakan anugerah Tuhan yang tidak pernah kami sangka sebelumnya.

Mungkin, beberapa kesalahan tidak bisa dihindari. Tapi, kami akan mencoba untuk meminimalisir kesalahan kami kedepannya. Sehingga kami bisa tetap mendistribusikan FF dan menjaga keakraban keluarga SF3SI dengan baik dan lancar ^^.

Bagi kalian yang lagi perjalanan pulang ke kampung, semoga selamat di perjalanan ya. Terus bisa menjalankan aktifitas dengan sehat di sana. Buat yang di rumah aja, jangan lupa main ke tempat saudara ^^

Semoga, setelah ini kita semua bisa kembali memulai hari dengan suci. Melupakan dendam, menahan nafsu, dan mengurangi kehilafan ^^

Dengan ini, segenap keluarga besar SF3SI mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

 

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

^O^

Advertisements

Beautiful Stranger [Chapter Ten]

Beautiful Stranger

SENA

AKU berlari menaiki tangga sesampainya di rumah. Membanting pintu kamar, bersandar di baliknya dan menangis keras. Aku marah pada diri sendiri juga pada situasi. Mengingat kembali bagaimana Kris membopongku paksa untuk pergi dari Lotte World tadi sangat memalukan! Bukan malu dilihat banyak orang, tapi aku malu pada Kris. Aku menangis bukan karena rencanaku hampir gagal ataupun mengetahui kenyataan bahwa Kris melihatku mencium Jinki, sungguh aku tidak lagi menaruh perasaan padanya. Aku menangis karena ia melihatku menjadi seperti ini. Ia melihat sisi jahatku. Sekarang aku tak berbeda jauh dari Jiyul di hadapannya.
Continue reading Beautiful Stranger [Chapter Ten]