Young Love [Taemin Ver.]

Title                : Young Love ~ Taemin Version

 

Author          : Chocholia

 

Main Cast    :

  • Shin Miinah (OC)
  • Lee Taemin

 Support Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Shim Changmin
  • Member Shinee ( Onew, Key, Minho and Jonghyun )
  • Cho Ikha (OC)

 Genre          : Romance

 Rating             : PG 15

 A.N               :

Hai, ini FF kedua yang aku kirim kesini J

Kenapa ada judulnya “Taemin Version”?

Karena ada version-version lainnya di blog ku, mampir yah~

Happy reading girls…

 Young love-Taemin version.psd

 

“Dia berpikir jauh lebih dewasa dibandingkan kau Cho Kyuhyun. Jadi sekali lagi berhenti berpikir kalau kau jauh lebih baik dalam segala hal dibandingkan orang lain.”    

 

-Shin Miinah

 

~***~

 

 

“Aku baru tahu kalau selera orang bisa berubah dalam waktu sesingkat itu.”

Seorang gadis tersentak dan hampir saja menjatuhkan pakaian-pakaian dengan warna hitam dan hiasan emas dibeberapa bagian. Sambil memperbaiki posisi clothes hanger dari kostum-kostum yang menumpuk ditangannya gadis itu berusaha untuk tidak terganggu oleh ucapan pria tersebut sambil menggantung tumpukan pakaian itu di sebuah besi panjang yang diletakkan di sudut ruangan yang saat ini masih hiruk pikuk dengan berbagai macam jenis manusia.

“Berhenti bermain teka-teki denganku, aku sedang sangat sibuk.” Ucap gadis itu dengan menekankan kata ‘sangat’ pada ucapannya.

Pria itu justru bersandar santai di meja tepat disamping tempat gadis itu berdiri. Dia tersenyum miring seakan meremehkan jawaban gadis tersebut.

“Kau tahu maksudku, dan walaupun kau tidak mengerti dengan arti dari perkataanku barusan aku akan memaksamu untuk menjelaskannya sampai kita berdua memiliki satu pemahaman yang sama.”

Gadis bernama Shin Miinah itu akhirnya menoleh ke arah pria yang masih bersender tenang dan kali ini tersenyum menang karena berhasil mengalihkan perhatian gadis yang sejak tadi mengacuhkannya semenjak pertemuan pertama mereka semenjak tiga bulan yang lalu.

Tidak mau membuat pria tersebut semakin meresa senang akibat melihatnya terganggu karena ucapannya, gadis itu berlalu melewati pria itu dan mengambil sebuah kotak yang berisi makanan lalu mengambil tempat duduk di sofa yang sedang diduduki oleh seorang pria lain dengan jas biru di tengah ruangan tersebut. Sambil tersenyum Miinah duduk di sisi pria itu dan mulai memakan menu makan malamnya.

“Kau sepertinya benar-benar menikmati setiap detik penderitaan yang Kyuhyun alami.” Ujar pria bernama Changmin itu dengan sedikit berbisik.

Miinah masih bisa menangkap suara Changmin meskipun ruangan ini sedang banyak sekali orang dan itu menyebabkan tempat ini sangat bising akibat masing-masing dari mereka saling mengeluarkan suara. Gadis itu hanya tersenyum tipis sembari menikmati american food yang kini berada di tangannya.

“Apa itu benar? Gosip yang sedang beredar baru-baru ini? Kau tahu, kabar itu sempat membuat Kyuhyun melempar I-phone yang baru saja dia beli.” Kata Changmin lagi, kali ini dia sedikit memiringkan tubuhnya karena sangat penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Miinah.

“Apa jawaban yang mau kau dengar dariku?” Tanya Miinah balik.

Baru saja Changmin hendak mengucapkan sesuatu, Kyuhyun sudah ‘memaksa’ duduk diantara mereka berdua.

“Maaf aku mengganggu.” Ucap Kyuhyun dengan ekspresi sama sekali tidak merasa bersalah.

“Tidak apa-apa Kyu, kau memang selalu mengganggu. Aku rasa Miinah pasti sudah terbiasa.” Balas Changmin sedikit meledek Miinah.

Gadis itu masih berlagak berkonsentrasi dengan makanannya tanpa mau repot-repot memalingkan tatapannya ke arah kedua maknae yang menurutnya sama sekali tidak ada imut-imutnya sama sekali.

“Aku rasa dia mulai tidak terbiasa lagi sekarang. Karena seperti yang kita tahu kalau dia sedang terbuai dengan sikap aegyo  yang dimiliki oleh bocah yang bahkan baru saja lulus dari pendidikan dasarnya.” Ledek Kyuhyun, pria itu mengucapkannya seakan itu adalah kata-kata yang sudah terbiasa diucapkan oleh seorang pria pada mantan kekasihnya.

Changmin agak terkejut dengan ucapan Kyuhyun yang menurutnya terlalu frontal tersebut. Sambil terkekeh pelan pria itu pamit sambil menepuk  bahu Miinah dan Kyuhyun sambil mengucapkan kata ‘Good Luck’ tanpa suara kearah pria tersebut.

Tak lama kemudian seorang Kru memanggil para artis di ruang itu untuk briefing di ruangan lain, dan itu membuat Kyuhyun dengan terpaksa meninggalkan Miinah yang masih dengan acuh membiarkan pria itu beranjak dari sisinya.

“Aku akan menunggumu setelah ini. Kita harus bicara!” Katanya sebelum pergi.

Gadis itu baru mengangkat kepalanya setelah pria itu lenyap dibalik pintu yang kini tertutup rapat. Dan kemudian kembali melanjutkan makannya sambil berkata pada dirinya sendiri, “Kau tidak bisa menggoyahkanku lagi kali ini…

***

“Berhenti menghindar Shin Miinah!” Perintah Kyuhyun tidak bisa menahan emosinya.

Miinah berpura-pura tidak melihatnya dan melewatinya begitu saja saat mereka berpapasan di lorong dekat panggung tempat para personil dari keluarga besar SM Entertaiment tampil saat ini. Kyuhun menangkap pergelangan tangannya sehingga gadis itu mau tak mau berhenti dihadapannya.

Miinah mengangkat dagunya dan menatap datar kearah Kyuhyun yang masih berusaha menetralkan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun.

“Kau yang seharusnya berhenti memaksa Cho Kyuhyun-sii. Dan kau juga harus berhenti menggangguku saat ini karena aku sedang bekerja!”

“Aku juga sedang bekerja Miinah-ya, dan persetan dengan semua itu! Aku butuh penjelasanmu sekarang juga tentang rumor itu!”

“Rumor apa? Terlalu banyak rumor yang beredar disekitarku.”

Kyuhyun  mendengus, kesal dengan segala macam bentuk pengalihan yang dibuat Miinah saat Kyuhyun mulai memaksanya untuk membicarakan hal yang sudah selama sebulan ini membuatnya kalang kabut.

“Atau aku harus bertanya pada bocah itu untuk tahu jawaban yang sebenarnya?” Paksa Kyuhyun.

Miinah mebulatkan matanya saat mendengar ide konyol yang baru saja Kyuhyun ucapkan.

“Jangan ganggu dia Kyu, dia tidak tahu apa-apa tentang kita!”

“Whoa… bahkan kau sudah berlatih untuk melindunginya dariku. Kau tahu, itu membuatku semakin ingin membuatnya menjauh darimu!”

“Hentikan Kyu, aku akan menjawab semua pertanyaanmu sekarang.” Ujar Miinah pasrah.

Kyuhyun menarik napas panjang dan mulai melihat di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada yang menguping pembicaraan mereka daritadi.

“Apa benar kau berkencan dengan bocah itu?”

“Bocah mana?”

“Aisshh- Lee Taemin maksudku tentu saja!”

“Tidak.”

“Jangan bohong!”

“Apa kau pernah mendengarku berbohong? Aku berbeda denganmu.”

“Kalau begitu bagaimana kau menjelaskan tentang cerita-cerita yang sedang berkembang mengenai kebersamaan kalian yang sering dilihat oleh orang-orang selama ini.”

Miinah menatap tajam Kyuhun lalu bergumam pelan, “Karena ini lah aku menolak menjadi artis.”

Mworagoo?”

“Kau menanyaiku persis seperti wartawan. Dan aku tidak menyukainya, aku kira jawabanku tadi sudah cukup untuk mewakili semua pertanyaanmu. Jadi lepaskan aku sekarang, aku harus bekerja.”

Miinah berusaha melepaskan tangannya yang masih digenggam kuat oleh Kyuhyun. Tapi pria itu justru semakin menguatkan pegangannya di pergelangan gadis itu.

“Sebenarnya aku sudah menanyainya, jadi berhentilah mengelak Miinah-ya. Kalau kau menerimanya untuk membalasku, lebih baik hentikan sekarang juga dan akan lebih baik kalau kita mulai lagi dari awal!” Ujar Kyuhyun lemah.

Lagi-lagi Miinah membulatkan matanya, dia menatap tak percaya kepada pria berambut coklat keemasan itu. Dengan gusar dia berusaha lagi melepaskan genggaman Kyuhyun di tangannya. Dan mengetahui usahanya sia-sia, gadis itu akhirnya menyerah dan menatap Kyuhyun kesal.

“Kapan kau menanyainya?”

“Kemarin di pesawat, dan dia sempat meminta izin dariku untuk mendekatimu.”

“Kalau begitu semua sudah selesai sekarang bukan? Jadi lepaskan tanganku sebelum dia menangkap basah kita disini.”

Kyuhyun yang saat ini mengenakan jas merah dengan acessoris bulu berwarna hitam di bahu kanannya itu semakin mengencangkan genggamannya begitu mendengar ucapan Miinah.

“Kau tidak serius dengan ucapanmu bukan? Demi Tuhan! Shin Miinah, dia masih bocah…” Katanya tak terima.

Miinah tertawa remeh mendengar perkataan Kyuhyun yang menurutnya sangat tidak masuk akal, lalu dia berkata sambil merapatkan giginya “Dan apa bedanya denganmu? Lagipula kami hanya terpaut usia tiga tahun.”

Lalu gadis itu menambahkan, “Dia berpikir jauh lebih dewasa dibandingkan kau Cho Kyuhyun. Jadi sekali lagi berhenti berpikir kalau kau jauh lebih baik dalam segala hal dibandingkan orang lain.”

Kyuhyun mengusap kasar wajahnya dan membuang napas pasrah.

“Aku menyesal dengan semua yang terjadi Miinah-ya, jadi maafkan aku dan aku masih sangat sangat mencintaimu.” Bisik Kyuhyun.

Gadis cantik berkulit putih itu menundukan kepalanya. Rambutnya yang panjang dan berwarna hitam itu tergerai indah di sekitar bahunya. Kyuhyun meraih salah satu bagian rambutnya dan membelainya lembut. Sorot mata pria berubah teduh berbanding terbalik dengan saat awal perbincangan mereka tadi.

Dia pernah mencintai gadis yang berada dihadapannya, dan masih sama sampai detik ini. Dia pun yakin kalau gadis ini masih mencintainya. Jadi dia akan berusaha memperjuangkannya sekali lagi. Persis saat gadis ini hampir direbut oleh Hyungnya Lee Sungmin.

Kyuhyun hampir saja menertawakan dirinya sendiri jika mengingat marga dari kedua pria yang menjadi pesaingnya sama-sama bernama ‘Lee’.

“Kau semakin kurus Miinah-ya.” Kata Kyuhyun lembut, jari-jarinya masih menyisiri lembut rambut Miinah.

Gadis itu masih diam, dia membenci situasi seperti ini. Akan lebih baik baginya bila Kyuhyun tidak mempedulikannya dan benar-benar berhenti mencintainya.

Miinah masih tenggelam dalam lamunannya saat Kyuhyun dengan perlahan menarik pinggangnya dan memeluknya. Pria itu menundukkan kepalanya menatap Miinah yang masih menatap kosong ke arah lantai.

Bruuukkk…

Hampir saja bibir mereka bertemu sampai sebuah bunyi sebuah benda keras membuyarkan adegan romantis yang tengah Kyuhyun ciptakan.

Miinah spontan mendorong tubuh Kyuhyun dan menoleh ke arah sumber suara tersebut. Dan bukan main terkejutnya gadis itu mendapati pria dengan rambut blonde tengah berdiri kaku sembari menatap nanar kearah mereka berdua.

Lee Taemin.

Sadar kehadirannya yang tidak diinginkan ini dipergoki, pria berwajah innocent itu segera angkat kaki dari tempat tersebut. Tanpa menoleh sedikitpun pria itu terus menerobos kerumunan orang dan tidak peduli dengan suara Miinah yanng mulai menghilang seiring dengan langkahnya menjauhi tempat yang baru saja membuat kakinya nyaris tidak bisa melangkah.

***

Eoh? Noonaa~ Annyeong haseyo…”

“Berhenti bersikap sok imut sepeti itu Jinki-sii, kau bahkan jauh lebih tua dariku.”

Lee Jinki a.k.a Onew terkikik geli dan segera memberi jalan pada Miinah begitu gadis itu selesai membuka sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah yang disediakan di Dormatory milik Shinee. Mendengar ada seseorang yang datang Choi Minho segera berlari melihat siapa yang tiba di tempat mereka pada siang hari di udara sepanas ini.

“Shin Miinah was here… Apa Noonaa mulai merindukanku?” Sapa Minho sambil membentangkan tangannya hendak memeluk Miinah.

Tiba-tiba Kibum alias Key menarik bahu Minho kebelakang dan menutup mulut pria itu takut-takut suaranya terdengar hingga ke kamar Maknae mereka yang saat ini masih belum menunjukan batang hidungnya.

“Aku membawa Patbingsoo yang ku beli di toko di depan gedung SM dan ini puding coklat buatan Cho Ikhaa. Aku mengajaknya untuk ikut tadi, tapi sepertinya dia masih ingat dengan kejadian seminggu yang lalu di New York, jadi dia hanya menitipkannya padaku, saat aku bilang aku akan kemari.” Kata Miinah sambil melirik kearah Key yang menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum tipis.

“Apa katanya?” Tanya Key sambil mencicipi puding coklat yang diberikan Miinah ditangannya.

“Dia tidak bilang apa-apa. Tapi wajahnya memerah setiap kali aku menyebutkan namamu semenjak seminggu yang lalu.”

Jonghyun duduk di kursi diantara mereka berdua sambil menuangkan Patbingsoonya ke gelas, “Sebenarnya apa yang terjadi di waiting room  sebelum kita pulang malam itu Kibum-ah?”

“Hmmm… Kau harus membayarku dengan jam tangan Rolex mu yang baru dibelikan fansmu itu, kalau mau aku membaginya denganmu.” Ujar Key sok misterius.

“Lebih baik aku mendownload video Maria Ozawa sebanyak-banyaknya daripada mendengar cerita mesummya yang tidak berkualitas itu! Benar begitu kan Noonaa?” Kata Jonghyun kesal lalu melempar potongan strawbery ke arah Key yang kini meledeknya dengan menggoyang-goyangkan bokongnya..

“Apa semua wanita selalu kalian panggil Noonaa? Sadarlah, kalau wajah kalian sudah tidak innocent lagi sekarang!”

Miinah mulai geram dengan pria-pria yang selalu merasa wajah mereka selalu awet muda ini. Usia mereka bahkan ada yang lebih tua darinya, tapi bagaimana bisa mereka selalu memanggil dia dengan sebutan itu acap kali mereka bertemu. Itu benar-benar menghancurkan kepercayaan diri gadis ini.

Sambil menyuapkan puding ke mulutnya Onew berkata pelan di dekat Miinah,

“Masuklah! Dia benar-benar kacau sepulangnya dari konser itu. Beruntung anak itu tidak memutuskan untuk mogok kerja.”

Miinah menatap Onew seakan meminta untuk dikuatkan oleh pria dengan wajah yang mirip dengan aktor favoritnya yang bernama ‘Song Joongki’ itu.

Gadis itu sebenarnya hampir saja membatalkan niatnya untuk meminta maaf kepada Taemin tadi. Tapi dia harus melakukannya sekarang atau dia akan menyesal selamanya, terlebih tadi seorang karyawan sekaligus teman kerjanya yang bernama Eun So bercerita tentang Taemin yang beberapa kali kepergok tidak fokus dan menurutnya wajah pria itu terlihat  sangat pucat saat menghadiri sebuah acara Talk show.

Miinah berjalan ragu-ragu kearah kamar Taemin yang masih menutup. Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan tidak ada jawaban gadis itu nekat membuka pintu tersebut dan mendapati pria yang ingin ditemuinya masih berada di tempat tidurnya dan menutupi dirinya dengan selimut. Jendela kamar bahkan belum dibuka dan beberapa barang seperti komik, pakaian, kabel-kabel charger bertebaran di lantai ruangan tersebut.

Gadis itu memutuskan untuk duduk di pinggiran tempat tidur tepat di samping Taemin.

“Aku datang Taemin-ah… Kau, apa kau masih tidur?”

Tidak ada jawaban dari pria tersebut, Taemin justru membalikkan tubuhnya dan kini posisinya membelakangi Miinah. Gadis itu menarik napasnya agak panjang sebelum memulai menyapa pria itu lagi.

“Apa aku mengganggumu? Aku… sebenarnya aku hanya ingin minta maaf, tapi kau harus tahu kalau semuanya tidak tidak seperti kelihatannya. Dan kalau kau mau aku ingin menjelaskannya sekarang padamu.”

Masih belum ada jawaban dari pria itu, Miinah memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Dia memberikan waktu bagi Taemin untuk menenangkan dirinya. Jika ini terjadi disaat biasa mungkin Miinah akan menari selimut pria ini dengan paksa dan mengoceh panjang lebar mengenai sikap malas dan ketidak inginannya menjalin hubungan dengan pria yang sulit bangun pagi.

Lima belas menit berlalu dan Taemin masih belum mau menyibakkan selimutanya. Miinah mulai putus asa, sorot matanya berubah sedih dan air mata mulai mengumpul di sekitar mata indahnya yang berwarna coklat. Akhirnya dia merasa cukup untuk perjuangannya hari ini, dia berpikir mungkin lain kali pria ini akan lebih mudah untuk diajak bicara.

“Baiklah kalau kau masih marah, aku akan pulang dulu. Kau bisa meminta penjelasan dariku kapanpun kau mau. Georeom, sampai jumpa.”

Miinah membungkukan tubuhnya sedikit walaupun dia tahu Taemin tidak bisa melihat salamnya, tapi dia tahu kalau pria itu tidak tidur sama sekali saat ini.Tepat saat gadis itu berdiri dari tempat tidur, Taemin menahan tangan gadis itu dan membuka selimutnya perlahan.

Pria berwajah bayi itu masih enggan menatap wajah Miinah, dia hanya menatap kearah tangannya yang masih memegangi tangan Miinah agar mencegah gadis itu pergi dari kamarnya.

“Aku tidak akan membencimu~ Tapi aku mohon jangan ganggu aku…” ujar Taemin serak.

Ne?” Tanya Miinah bingung, gadis itu kembali duduk di samping pria itu dan menatap Taemin penasaran.

Taemin mengalihkan pandangannya kearah barang-barang yang masih berceceran di kamarnya. Lalu berujar pelan setengah berbisik, “Aku akan mengerti kalau kau mau kembali padanya, tapi beri aku waktu untuk memulihkan diri, mungkin akan memakan waktu agak lama. Tapi sebelum aku sembuh total aku mohon jangan temui aku dulu Miinah-ya…”

“Apa maksudmu sebenarnya Taemin-ah? bicaralah dengan jelas!”

“Aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Kyuhyun Hyung, aku janji…”

“Kau gila.”

Taemin seketika menoleh menatap Miinah yang menatap pria itu horor. Pria itu akhirnya bangkit dari pembaringannya dan menatap dalam gadis yang kini mengikat rambutnya ke atas  tersebut. Shit! Kenapa setiap kali aku ingin menghilangkannya dari pikiranku, gadis ini justru terlihat semakin mempesona, Taemin membatin.

Pria berambut pirang itu ingin membuka suaranya tapi ditahan oleh Miinah yang saat ini menyentuh bibirnya lembut mengisyaratkan untuk mendengar perkataannya lebih dahulu.

“Kau tahu? Aku adalah tipe wanita yang apabila sudah memutuskan, maka aku akan menjalaninya tanpa menoleh lagi kebelakang.”

Taemin mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan ucapan yang diberikan Miinah.

Miinah akhirnya menceritakan kejadian setelah kepergian Taemin dari tempat Kyuhyun nyaris mencium Miinah di New York saat itu.

 

“Taemin-ah… Lee Taemin behenti…” panggil Miinah putus asa.

 

“Biarkan saja dia tahu Miinah-ya, itu akan lebih memudahkan dirinya untuk menerima kepergianmu.” Ujar Kyuhyun sambil menahan tubuh Miinah agar tak menjauh darinya.

 

Miinah menoleh kearah Kyuhyun dan menatapnya dengan sorot mata memohon, “Lepaskan aku Kyu… aku harus menjelaskannya padanya.”

 

Ekspresi Kyuhyun seketika berubah saat melihat wajah Miinah. Dia tahu gadis ini sedang serius dengan maksudnya, dan Kyuhyun bereaksi seakan belum siap dengan pernyataan yang akan didengarnya dari gadis itu.

 

“Iya, itu benar. Aku mulai mencintainya… Pria yang kau sebut sebagai bocah itu, pria yang kau pikir masih anak-anak dan baru saja menyelesaikan sekolah dasarnya itu. Aku mencintainya. Aku bahkan tidak tahu apa alasan aku menyukainya, yang aku ingat hanya Taemin lah yang datang mengangkatku ketika aku terseok-seok setelah dicampakkan olehmu. Dia satu-satunya yang bisa mengerti dengan semua keinginanku saat ini dan yang paling penting aku tidak pernah merasa diintimidasi saat didekatnya.”

 

“Tidak mungkin… Itu salah Miinah-ya, kau tidak mungkin menyukainya. Itu hanya~ hanya perasaan iba atau semacamnya. Bagaimana bisa kau menganggap hal itu cinta?”

 

Miinah menggeleng pelan sambil terisak. Kyuhyun perlahan melepaskan pelukannya di pinggang Miinah dan mundur selangkah dari gadis tersebut. Pria itu tidak percaya dengan yang baru saja didengarnya.

 

“Mianhe… Aku benar-benar minta maaf…”

 

Kyuhyun membalikkan badannya dan meninggalkan Miinah yang masih menangis dibelakangnya.

 

 

Taemin masih menatap datar ke arah Miinah yang menunggu tanggapan atas ceritanya barusan. Gadis itu memang memotong beberapa bagian dari ceritanya seperti saat dia menjabarkan alasannya untuk memilih Taemin dibanding Kyuhyun.

Ya Lee Taemin, setidaknya responlah ceritaku. Kau benar-benar menguras kesabaranku sejak tadi.”

Taemin menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan lalu bertanya dengan nada acuh, “Apa yang harus ku katakan memangnya?”

“Tsk… Kau benar-benar! Baiklah kalau begitu, lebih baik aku pulang sekarang.”

Lagi-lagi gadis itu ditarik kembali oleh Taemin begitu dia baru saja hendak beranjak dari sisi Taemin.

“Kau adalah anak yang sangat keras kepala Lee Taemin! Susah payah aku membulatkan tekadku untuk datang kesini dan meminta maaf, tidak kusangka bagian tersulitnya justru setelah aku mengucapkan kalimat itu kepadamu.”

Pria itu perlahan menarik sudut bibirnya dan menarik Miinah hingga gadis itu jatuh tertidur di tempat tidurnya. Belum sempat gadis itu berdiri, Taemin sudah memenjarakannya di bawah tubuhnya dengan menahan tangan Miinah di kedua sisi tubuhnya.

“Apa saat di sekolah dulu kau sering berbuat seperti ini juga pada teman-teman gadismu?”

Waeyo?”

“Sepertinya kau sangat alami saat melakukan hal ini, apa kau juga~ Hmppfftt…”

Taemin membungkam mulut Miinah sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Pria itu sudah mendaratkan bibirnya di bibir tipis milik gadis yang masih terpenjara dibawahnya. Taemin menyesap bibir Miinah , mengusapnya dengan sangat hati-hati seolah-olah kuatir gadis itu akan hancur sebelum dia memuaskan rasa hausnya.. Miinah tidak merespon perbuatan Taemin, shock membuat gadis itu tidak bisa bergerak. Namun setiap detik berlalu, gadis itu merasa pertahanannya mulai goyah dan akhirnya dia mulai membalas perbuatan Taemin yang sangat lembut dan memuja itu. Setelah merasa pasokan oksigen keparu-parunya mulai menipis Taemin menghentikan lumatannya dan mulai mengecup berulang-ulang bibir tipis Miinah yang mulai memerah akibat perbuatannya.

Dia mengangkat kepalanya dan menatap remeh Miinah yang belum mengumpulkan roh nya, yang tadi melayang akibat perbuatannya yang tiba-tiba.

“Kau cerewet sekali Noonaa…” ujar Taemin sambil mengusap pipi Miinah yang kini mulai merona.

Miinah mendesis dan memelototi Taemin yang masih enggan mengangkat tubuhnya dari atas Miinah.

“Apa semua anak-anak sekarang jaman sekarang juga sering berbuat tidak senonoh sepertimu juga? Setelah ini aku harus menelpon badan pemerhati anak dibawah umur untuk lebih memperhatikan anak-anak lainnya yang masih polos agar tidak terpengaruh oleh pria tidak tau aturan sepertimu.” Ujar Miinah sambil terengah.

“Kalau kau masih berbicara dengan suara napas seperti itu, aku tidak bisa menjamin kau bisa keluar dari ruangan ini dengan kondisi yang masih sama seperti sebelumnya Shin Miinah-sii. Dan perlu kau tahu, tahun ini aku berusia 21 tahun, jadi jangan menganggapku anak-anak lagi. Arachi?!”

Miinah memberontak lagi saat Taemin mulai mecoba untuk mendekatkan bibirnya ke arah wajah Miinah. Gadis itu memejamkan matanya kuat ,hingga dia mendengar kekehan yang keluar dari mulut pria yang masih bertahan diatas tubuhnya, gadis itu membuka matanya perlahan.

“Siapa yang mengajarimu bersikap kurang ajar seperti ini Lee Taemin?”

“Eummm~ Kibumie Hyung? Atau Miinah Noonaa?”

Mworago? Kapan aku mengajarimu hal bodoh seperti ini?”

“Baru saja, saat kau membalas ciuman pertamaku. Dan itu manis sekali, sepertinya aku jadi ingin mencobanya lagi.”

“Aku akan berteriak jika kau melakukannya!”

Taemin terkekeh lagi saat melihat ekspresi gadisnya yang ketakutan. Awalnya Taemin sama sekali tidak berniat untuk bersikap seperti itu pada Miinah, tapi melihat reaksi gadis itu dia jadi semakin menyukai kegiatan menggoda gadis itu.

“Aku akan menahanmu seharian jika kau tidak mau memberikan ciuman keduaku sekarang juga.”

Miinah terdiam sesaat menimbang-nimbang tawaran yang di katakan Taemin untuknya.

“Jika aku memberikannya sekarang, kau harus berjanji untuk melepaskanku.” Ucap Miinah kesal.

Taemin mengangguk antusias mendengar tawaran yang diberikan Miinah. Gadis itu akhirnya menaikkan sedikit kepalanya dan mengecup perlahan bibir milik pria manis di hadapannya. Gadis itu tidak memungkiri kalau dia juga menyukai kegiatan ini, namun dia merasa seperti seorang wanita Phedophilia jika melakukannya pada Taemin yang menurutnya masih terlalu polos. Miinah yang melepas ciuman itu lebih dahulu, dan menatap Taemin yang masih memejamkan matanya.

“Sudah. Bisa kau lepaskan aku sekarang?”

Taemin membuka matanya perlahan lalu langsung menatap bibir Miinah dan menelan ludahnya. Lalu dengan ekspresi lugu pria itu berkata, “Bagaimana kalau kita mencoba pelajaran berikutnya dulu? Aku penasaran dengan rasanya…”

“LEPASKAN AKU SEKARANG JUGA LEE TAEMIN!!!”

*End*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Young Love [Taemin Ver.]

  1. OMG. TaeMan NEOMU BYUNTAE
    Harusnya hyungdeul mengintip atau menolong MiInAh. Namanya 4 huruf untuk kategori nama Korea 신 미인아

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s