Love Sick [1.2]

Love Sick (1.2)

Love Sick

Author :Lyn .aka. Choi Yerin

Cast :-Shin Hyena

-Kim Kibum .aka. Key of SHINee

Other: Jung Nicole, Nyonya Shin,Tuan Shin

Length: Twoshot

Genre: Sad Romance

Rating: General

A.N : Annyeong^^… Thank’s for admin is post this. Readers, no bash please. I just hope your comments after read.

Happy Reading^^…
.
.
.

Krieeettt….

Pintu rumah itu akhirnya terbuka dengan dorongan lembut seorang yeoja dari luar pintu.” Bagaimana kau suka? ” Tanya wanita paruh baya mengelus bahu yeoja itu. Yeoja itu mengangguk,dia terlihat mengamati seluruh ruangan dengan seksama.Ruangan dihadapannya adalah ruang tamu.

” Apakah kita akan tinggal lama disini eomma? ”

”Entahlah Hyena,kita tunggu kabar Appamu saja. Yang terpenting sekarang kita jalankan pengobatanmu dengan baik disini,jangan berfikir hal macam-macam..Arraseo? ”

” Nde….” Yeoja itu tersenyum setelah mengangguk lalu segera memasuki rumah lantai dua itu bersama sang eomma.
.
.
.
Hyena POV

Kubuka pintu kamarku perlahan.Cantik. Satu kata yang langsung terlintas di fikiranku sesaat setelah melihat isi kamarku.Benar,Eomma seharusnya mengejar impiannya menjadi arsitek seperti yang Appa katakan waktu dulu. Tatanannya benar-benar rapi dan menarik.Aku rasa kamar baruku ini tak akan kalah nyaman dengan kamarku di Jaeju.Bahkan mungkin akan lebih baik. Ya,karena disinilah aku akan menghabiskan sisa umurku..(?)Molla..

Kuletakkan tas koporku lalu bergegas membuka jendela. Angin sepoi di iringi kicauan burung langsung menyambutku.

” Annyeong….” Sapaku.

” Shin Hyena imnida. Aku rasa akan sangat senang berada di kamar ini.Aplagi jika teman-temanku adalah pemandangan asri dan burung-burung manis seperti kalian….”

Dan kicauan mereka semakin terdengar, membuatku tertawa kecil. Apa mereka gembira menyambutku?  Semoga saja

……….

Hari ini tepat satu minggu aku berada diwilayah ini.Tak kusangka di Ibu Kota seperti Seoul ini masih ada pemukiman dengan wilayah asri.Aku rasa aku akan nyaman walau akan berlama disini.

Kuparkirkan sepedaku ditaman bunga setelah berjalan-jalan mengelilingi komplek yang tak sempat kutemui. Sebenarnya aku masih ingin jauh lagi berjalan,hanya saja mengingat pesan eomma untuk tidak terlalu jauh dari rumah aku hanya berani sampai disini.Setidaknya atap rumahku masih terlihat.

Hm,eomma benar tempat disekitar sini memang nyaman. Aku yakin eomma sengaja membeli rumah disini untuk mendukung kesembuhanku dan terhindar dari stres. Tanpa sadar aku tersenyum. Bagaimanapun gomawo Eomma,Appa.

‘Meooongg…”

Tiba-tiba suara selain hembusan angin terdengar.Seperti kucing bukan? Tapi dimana? Aku tak melihatnya.

”Hey manis,ayo makan…Kau pasti lapar ”

”Meooonngg….”

Kulihat kucing putih dengan sedikit belang hitam dipunggung hingga kepalanya di belakang tempatku duduk. Tepatnya dibalik pohon rindang tempatku bernaung.Kucing itu bersama namja.

Dia manis dan tampan.Itu kesan pertamaku.Ah ani,kenapa aku jadi terpesona padanya?

“Cepat habiskan! Ish kau menggemaskan sekali….”

Lagi-lagi dengan kelembutan dan terkadang gemas namja itu mengelus bulu sang kucing.Sepertinya dia menyukai hewan lucu itu atau mungkin hewan itu memang miliknya? Ah, molla….

Aku kembali terpesona pada sosoknya. Dengan rambut hitam legam,memiliki poni yang miring kekanan,mata kecil namun tajamnya,entah kenapa dia begitu mempesonaku.Ah,perasaan macam apa ini? Kenapa jantungku berdegup kencang sekali?

Perlahan kucing itu menjauh setelah menghabiskan makanan yang diberikan oleh namja itu. Dia bergerak perlahan dari posisi jongkoknya.Oh,bahkan tubuhnya tegap dan tinggi.Senyumnya yang menawan masih setia menyertai kepergian sang kucing.

Yak! Shin Hyena sebenarnya ada apa denganmu?

Kukira dia akan mengejar sang kucing namun ternyata tidak. Apa itu artinya kucing itu bukan peliharaannya?

”Ouucchhh…”Tanpa sadar aku memekik ringan.Kulihat ranting pohon tengah berada dipergelangan kaki kananku kini. Huuhh pasti jatuh dari atas karena sudah mengering.Hah padahal aku baru saja berniat ingin pulang. Melihat hari semakin sore aku takut Eommaku khawatir. Tapi kalau begini,aku harus bagaimana?

” Agasshi,gwenchana? ”

Seseorang tiba-tiba datang dan membuyarkan fikiranku.Dia menyingkirkan rating pohon itu lalu membantuku berdiri.

”Gwenchanayo? ”Tanyanya lagi yang tak kuperdulikan karena masih terpana padanya.Bagaimana tidak? Bukankah dia namja yang tadi? Namja yang beberapa saat lalu membuatku terpesona? Kenapa sekarang dia ada dihadapanku?

”Hey….”Dia mengibaskan tangan didepan wajahku.

”oh? Ah nde gwenchana….” Akhirnya dengan sedikit usaha aku menjawab pertanyaannya.Ya,usaha menenangkan detak jantungku.

Kulihat raut kelegaan di wajahnya di ikuti senyum menawan di bibirnya.Lagi? Entah sudah berapa kali aku merasa sesak nafas seperti ini.

”Boleh kubantu? ” Kuanggukan kepalaku perlahan mendengar tawarannya.

Dia segera merangkulkan lenganku dibahunya dan memapahkanku.

‘Duduklah….”aku menurutinya. Duduk dikursi panjang yang tak terlalu jauh dari pohon itu. Mungkin ia tahu kakiku sangat berat untuk melangkah.

”ouchh…appo….”Rintihku saat dia mencoba melepas sandalku.

”Mian….”lirihnya yang kudengar. Kurasakan pijitan lembut dikakiku.

”Appo?” aku hanya sanggup mengangguk seraya menggigit bibirku. Aku tidak berbohong,ini sakit.
”Apa itu sepedamu? ”

”Hm ? ” lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk

”Bagaimana kalau aku meminjam sepedamu? Maksudku,hari semakin gelap dan kau tidakkan berjalan kerumahmu dengan kaki seperti itu kan?”

Aku hanya diam memandang kakiku. Melepuh. Untung hanya melepuh.

”Jadi bagaimana? Bolehkan aku mengantarmu?”

……….

Author POV

Criitt..gesekan yang terdengar cukup halus antara jalan aspal dan benda bulat bernama roda. Menghentikan perjalanan singkat Shin Hyena dan namja yang belum sempat dikenalnya.

Mereka memasuki gerbang kini keduanya berada didepan pintu seraya beberapa kali memencet bel rumah.Klek.Yeoja paruh baya itu akhirnya membukakan pintu.

” Aigo..Hyena-ya Waegeurae? ” Pekik nyonya Shin mendapati tubuh anaknya.

”nan jalsinaepnida eomma….”

”Baiklah…sebaiknya kita masuk. ”

Masih di bantu namja itu dan Eommanya Hyena melangkah masuk keruang tamu dan namja itu menjelaskan perlahan pada eomma Hyena.

”Oh! Jadi kau yang membantunya ? Gomapta atas bantuanmu emh…”

”Kibum…naneun Kim Kibum imnida ”

“Ah nde! Nak Kibum…Gomapta! ”

Kibum mengangguk dengan senyum ramah.Begitupun Hyena yang ikut tersenyum menyadari ia baru saja mengetahui identitas namja dihadapannya.

……….

1 week Later

Lagi. Disinilah yeoja itu berada. Ditaman bunga yang luas dan tenang,memangku buku yang beberapa hari ini setia menemaninya.

Setelah kecelakaan itu kini kakinya berangsur sembuh. Itu sebabnya ia memutuskan keluar untuk mencari udara segar. Sebenarnya adakah hal lain?Tak dipungkiri hal lain itu memang benar adanya.

Beberapa kali pandangannya teralihkan dari buku bacaan yang sebenarnya tidak benar-benar di bacanya. Dari awal ia datang halaman buku yang di bukanya adalah 20. Dan lihatlah,bahkan setelah setengah jam nomor dihalaman itu tak juga berubah.

”Hufft…apa namja itu hanya khayalanku? ” Gerutunya tak jelas.
.
.
.
Dari arah lain seorang namja terlihat tengah mencuri-curi kesempatan dengan memandang gadis yang tak jauh dari pandangannya.Segaris lengkungan dibibirnya secara jelas menunjukan bahwa ia menikmati aktifitasnya itu.Menguntit.

Ia terus memandangnya. Entah hal apa yang terus membuatnya melakukan itu.Mungkin wajahnya? kepolosannya? atau tubuhnya? Oh,tentu saja ia bukan benar-benar penguntit yang berniat jahat. Ia hanya seorang namja yang mungkin…err…tertarik? Entahlah,hanya dia yang tahu.

”Annyeong..”

Entah sejak kapan ia sudah berdiri disana. Menyapa yeoja yang terus menjadi perhatiannya. Padahal ia berani bertaruh bahwa ia sebenarnya terlalu gugup untuk melakukan itu.

”Oh! N…Neo Kim Kibum-ssi ? ”

Namja itu tersenyum,ada darah yang mengalir hangat secara tiba-tiba ditubuhnya.

”Ne…Bagaimana kabarmu Hyena-ssi ? Lama tidak bertemu….”

Bukan hanya gurauan. Walau baru seminggu tapi namja itu memang merasa sudah sangat lama tidak mendapati wajah yeoja yang dapat memancarkan sinar dimatanya. Sinar yang menyilaukan kedasar jiwanya.
.
.
.
Pandangan tak kalah terkejut ditunjukkan Hyena. Ia merasa limbung kala mendapati harapannya benar-benar terkabul yaitu bertemu namja ini.Oh,bahkan ia hampir saja beranjak pergi kalau-kalau namja itu kalah cepat dalam menghampirinya.

”Ne…Bagaimana kabarmu Hyena-ssi ? Lama tidak bertemu….”

Suaranya yang lembut dan membuat Hyena merasa melayang di awan kapuk.

”Naneun euh gwenchana…Neo? ”

Oh! Pertanyaan macam apa itu. Tentu saja ia baik-baik saja. Bukankah yang kecelakaan itu kau Shin Hyena? Huh Pabo….

”Na? Oh ya nado gwenchana….”

Kemudian mereka saling tersenyum dan duduk bersanding dibangku taman. Disinari senja seperti saat pertama kali bertemu. Keduanya benar-benar merasa senang dan antusias memulai perbincangan yang mungkin dapat membawa mereka pada suatu takdir tak terduga.
.
.
.
3Months Later

Tiga bulan berjalan. Bahkan itu adalah waktu dimana tahun menunjukan seperempat waktunya.

”Hyena-ya ayo ulurkan tanganmu! “

”Sudah kubilang tidak mau. Aku takut oppa! ”

”Ayolah,ini mengasyikan. Aku yakin kau akan menikmatinya!”

”Shireo….”Ketus Hyena yang langsung menarik kencang pedalnya. Meninggalkan Kibum yang masih terkekeh menatap punggungnya.

”Yeoja yang manis….’
.
.
.
Sedikit penekanan pada rem nya,akhirnya Hyena mendarat mulus ditempat tujuannya yaitu pinggir danau buatan.Ia turun dan menuntun sepedanya untuk lebih mendekat,menatap senja indah.

“Yeoppo….”Gumamnya kagum.

”yeah,like you….”

Hyena menengokan kepalanya menatap Kibum yang sudah menyusul disampingnya. Ia segera menunduk,menyembunyikan semburat merah yang ia rasa sudah seperti tomat diwajahnya.

Kibum meletakkan sepedanya dan menuntun yeoja itu untuk duduk direrumputan kering musim gugur.

Disampingnya,kini keduanya hanya terdiam. Menikmati betapa berharga setiap moment bagi mereka.

”Ah! Pemandangan yang amat cantik bukan? ” Tutur Kibum yang di amini oleh anggukan Hyena.

”Ya,sangat sempurna….”Jawab gadis itu.

Perlahan mentari benar-benar mulai tenggelam. Perlahan pula buku-buku kuku itu mulai merasa menyentuh sesuatu. Kehangatan.

Hyena merunduk. Mencoba menangkap secara jelas hal yang tengah terjadi. Kibum menggenggam tangannya? Benarkah ? Tangannya bahkan terlalu dingin untuk membalas hangatnya sentuhan Kibum.

Kenapa harus terjadi seperti ini? Keadaan dimana wajahnya memanas dan tersipu. Keadaan dimana jantungnya berdegup amat kencang tanpa bisa ia kendalikan. Keadaan dimana hatinya serasa amat bahagia dengan bunga-bunga harum yang bertebaran memenuhi nya.

Ia bahagia. Jujur hanya kata itu yang amat sangat ingin ia rasakan . Namun nyatanya perasaan lain justru ikut hinggap. Ketakutan yang teramat sangat mengingat keadaanya.

”Kumohon hentikan semua ini….’ Batinnya entah untuk hal yang mana.
.
.
.
Sudah 1 minggu sejak mereka menghabiskan waktu di danau itu. Dan sejak itu pula Hyena sedikit sulit menghubungi namja itu,menemuinya bahkan melihatnya walaupun hanya sekilas. Ya,biasanya diam-diam ia mengintip Kibum yang berjalan menuju kampusnya dari balik jendela kamarnya.Namun kini bahkan ujung rambutnya pun tak terlihat.

”Masih mengkhawatirkan Kibum? ”

Hyena langsung tersadar saat mendengar tanya nyonya Shin yang jelas menggodanya ”Eomma! ”

”Arraseo…Sekarang ambil sepedamu dan cepatlah kerumahnya. Kalau-kalau wajahnyalah yang memang bisa membuatmu berhenti diam. ”
Lagi-lagi wajah tomatnya muncul. Apalagi digoda eomma sendiri. Huh memalukan.

…….

Tanpa pikir panjang Hyena benar-benar mengikuti saran eommanya untuk berkunjung ke rumah Kibum. Walaupun tak pernah sekalipun masuk namun ia tahu tepat dimana alamatnya. Seperti yang terlihat mereka sering menghabiskan waktu luang berdua. Dan pada salah satu kesempatan itu pulalah Kibum pernah menunjukan letak rumahnya.

…..
Hyena menghentikan sepeda nya tepat dirumah yang ia anggap tujuannya.Rumah bergaya minimalis yang tak jauh beda dari rumah yang ia tempati saat ini.

Pandangannya menyapu intens sesuatu dihadapannya. Pemandangan yang tiba-tiba membuatnya meremas dadanya. Ia melihat Kibum yang terlihat tengah bercanda bersama seseorang,yeoja?

Mereka terrlihat menyuapkan makanan yang sepertinya rot kering.Hyena tetap mencoba tersenyum.

”Syukurlah kau baik-baik saja….”

Tapi benarkah yang ia lihat adalah yeoja? Kibum tak pernah memperkenalkan sekalipun chingu nya hingga Hyena berfikir ia mungkin satu-satunya teman Kibum seperti halnya Hyena yang hanya memiliki seorang teman yaitu Kibum.

Pemikiran yang bodoh.Bahkan seribu teman bisa saja Kibum dapatkan kalau namja itu mau.Pikirnya.

Setelah cukup memastikan keadaan Kibum yang baik-baik saja Hyena segera menarik pedalnya dan berbalik arah,mencoba kembali kerumahnya.Ia terus mengayuh walaupun sebenarnya ia ingin berbalik dan menanyakan hubungan apa yang terjadi antara Kibum dan gadis itu. Oh ya! Mereka hanya teman. Pantaskah Hyena menanyakan itu? Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja.

…….
3hari, mungkinkah waktu yang tepat untuk kembali menatap wajah namja yang 10 hari sudah tak dijumpainya ?

Bayangan saat Kibum bercanda dan tertawa lepas bersama yeoja itu tak pernah hilang sekalipun dari kesadaran Hyena. Ia terlalu sesak. Bahkan untuk mencoba melupakannya.

”Naneun mollayo sampai kapan keadaanmu akan seperti ini. Tapi kuharap kami segera mendapat ginjal yang cocok untukmu Hyena-ssi. Berdoa dan bertahanlah terutama untuk Appa Umma mu ”

Hyena tertunduk mengingat perkataan dokter atas kondisinya. Jauh dilubuk hatinya ia benar-benar ingin terus bertahan demi Umma juga Appanya. Namun apa yang bisa lakukan? Hanya duduk dan termenung,berdoa semoga keselamatan selalu menyertai orang-orang yang dikasihinya.

‘Kibum….”

‘Kau menangis ? ”

Namja itu berlutut dan menghapus air mata Hyena. Ia bagai malaikat. Matanya yang teduh,kulitnya yang seputih susu dan halus menyempurnakan wajahnya yang tampan.

”Katakan ada apa ? ”

”Ani… Naneun gwenchana Oppa. ”

”Bohong. Lalu kenapa kau menangis? Sendiri? Disini? Harusnya kau datang dan cerita padaku,bukan datang kemari! “

Hyena terkekeh kecil saat mendapati Kibum merajuk.Lucu,pikirnya.

”Jadi ? ”Tanya Kibum yang sudah ikut terduduk disamping yeoja itu.

Hyena hanya melipat dahinya. Ia cukup bingung dengan tanya namja itu.

”Alasanmu menangis. Kau tidak mau menceritakannya padaku ? ”

Hyena menggeleng. Ia mengusap pipi nya lagi. “‘Tidak ada alasan. Aku memang selalu menangis saat aku menginkannya. ‘”

Dahi Kibum berkerut,ia merasa sangat tidak puas dengan jawaban itu. ‘Huufft…baiklah aku kalah. ”  Ketusnya

Hyena lagi-lagi tersenyum. Namja dihadapannya benar-benar baik. Ia pengertian dan mau memahami keadaan Hyena dengan tidak memaksa yeoja itu bercerita lebih jauh. Ia lebih menunjukkan dirinya sebagai orang yang cuek,walau Hyena tau Kibum hanya sedang mecoba tidak mencampuri urusan Hyena.

”Kau sibuk? Beberapa hari ini aku tak melihatmu? ”

”Kau mulai merindukanku ? ”

Hyena terdiam. Ingin sekali berkata YA. Namun rasa malunya melarang ia melakukan itu. Tentu saja.

”Ani…Aku terlalu takut untuk melakukan hal itu.Bahkan walau aku menginginkannya ”

”Wae ? ” Kini Kibum menatap wajah yeoja itu heran. Bukan,tepatnya kecewa. Jawaban macam apa itu? Cukup membingungkan.

Kenapa ia harus takut ? Apa yang membuatnya takut? Kibum ? Atau Ummanya ? Apakah Ummanya melarang yeoja itu menyukai seorang namja ? Ah,kenapa dia jadi terlalu percaya diri akan perasaan yeoja itu padanya ? Pabo…

”Hm? Kenapa kau memukul kepalamu sendiri? ”

”Mwo? Ah,entahlah. Sama sepertimu kadang aku suka memukul kepalaku sendiri saat aku menginginkannya ”

Yeoja itu tertawa cukup keras. Hyena tertawa? Benarkah ? Padahal biasanya ia hanya tersenyum atau tertawa kecil.

”Kau lucu Kibum-ssi ”

Kibum tersenyum. Ya,ia suka melihatnya tertawa seperti itu. Bahkan menatapnya saja ia sudah sangat senang. Dengan gemas ia mengacak rambut Hyena.

”Tertawalah dan jangan menangis lagi. Yaksok? ”  Hyena mengangguk keras dan tetap membiarkan kibum mengacak rambutnya.
.
.
”Key….” Suara lembut seorang yeoja mengalihkan pandangan mereka secara refleks.

”Oh! Cola-ya…. ”

Kibum beranjak dan melambaikan tangannya pada yeoja yang tak jauh dihadapan mereka. Dan Hyena yang hanya terbingung menatap yeoja itu. Bukankah dia yeoja dirumah Kibum waktu itu?

”Aku mencarimu. Aku kerumah dan Eomonim berkata kau sedang berjalan-jalan ”.

”Oh ya, aku merasa penat menatap laptop tugas setiap saat! ” Mereka tertawa sesaat.

“Ehm…oh ya kenalkan ini Shin Hyena chinguku dan Hyena ini Jung Nicole. Kami satu jurusan dikampus ”

Hyena lalu beranjak membalas sapaan ramah Nicole seraya saling memperkenalkan diri.

”Apa aku mengganggumu Key?Sepertinya waktuku tidak tepat ”

”Oh ani…Kami hanya bermain. Apa kau perlu sesuatu dariku ? ”

”Ya,hanya masalah tugas kelompok kita. Kurasa harus ada sedikit perbaikan. ”

”Emh…baiklah kita kerumahku sekarang. Hyena kau mau ikut bersama kami? Berkunjunglah kerumahku ”

”A…ani…aku takut mengganggu tugasmu nanti. Pergilah…Nan gwenchana….”

”Geurae ? ”Hyena mengangguk keras meyakinkan Kibum.

”Ya sudah. Kami pamit dulu. Annyeong….”

Kibum tampak mengacak rambut Hyena lagi sebelum pergi. Sedang Nicole tampak tersenyum ramah pada Hyena sebelum berjalan menyusul Key.
.
.
Huuhh..Ia menghembuskan nafas lega seraya menjatuhkan tubuhnya dikursi taman lagi.

Pandangannya masih terarah pada keduanya.Berjalan berdampingan dan tampak serasi. Bahkan ia tak pernah sekalipun memikirkan apakah ia akan tampak serasi atau tidak saat bersama Kibum.

”Key…Apakah itu semacam panggilan sayang? ” Gumamnya sarat akan kesedihan dan kekecewaan.

” Apa ini cinta? Maldo andwae…Andwae….”

……To be continued

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Love Sick [1.2]

  1. Key terlihat baik pada semua wanita. Akan sangat membingungkan buat HyeNa untuk menafsirkan apa Key menyukainya atau Nicole.
    Happy ending? (┒’⌣’┎) (◦ˆ ⌣ ˆ◦) (≧▽≦)
    Sad ending?(•́-̯•̀ ) (ʃ´̩ ̯`̩ƪ) (ʃ˘̩̩̩╭╮˘̩̩ƪ)
    Semoga happy ending (งˆ▽ˆ)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s