Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 9A

Naega Saranghae Season Two (Our Marriage) – Part 9

nsst part 7

Author                                                :

Papillon Lynx aka Ervina H

–    Major Casts                                                 :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eun Ji APink
  • Choi Minho SHINee covered by Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee covered by Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key covered by Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki covered by Lee Jinki SHINee
  • Lee Jura covered by Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD
  • Lee Taemin covered by Lee Taemin SHINee
  • Jang Hyunseung covered by Jang Hyunseung B2ST
  • Hwang Suji covered by Han Ga In

–    Minor Cast                                      :

  • Jinki and Minho’s Eomma
  • Lee Won Ssi
  • Shin You and Jonghyun’s Eomma
  • Kim Junsu
  • Lee Soo Man
  • Tuan Han
  • Nyonya Han
  • Nyonya Kim
  • Pengacara Hwang
  • Park Sera
  • Manager Hyung

–    Genre                                               :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Friendship
  • Marriage Life

–    Length                                             :

Sequel

–    Rating                                              :

PG-13 until PG-16

 

Summary        :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

 

A.N:

Kayanya telat banget aku pubish ff on goingku yang satu ini ya? Mianhae. Jeongmal mianhae. T.T Karena suatu keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkanku untuk pegang bahkan main laptop, jadi ff ini sedikit terbengkalai dan hiatus. Semoga readers mengerti dan memaklumi ya? Gomawo.

Jadi gimana? Masih inget dengan cerita ff ini sebelumnya? Oke, kita review di bawah. Let’s check it out!!😉

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

 

LONG REVIEW LAST PART

 

“Ya Tuhan.. Kenapa semua ini bisa terjadi? Yurra-ya, aku tidak percaya dengan ini semua, Anakku. Bagaimana mungkin, Nhaena bukanlah adik kandungmu? Bagaimana mungkin??”

 

“Hyunseung-ssi, sekarang jelaskan padaku. Bagaimana Nhaena dan Shin You bisa tertukar? Dan.. Bagaimana bisa hanya kau yang tahu tentang semua ini?”

 

“Jebal, maafkan aku. Saat itu aku sangat emosi karena melihat Jinki Hyung yang berselingkuh di depanku dan Yurra Noona. Aku.. Aku seperti tak sadar saat mengatakan pada Yurra Noona kalau aku mencintainya. Aku hanya menghiburnya. Aku juga merasa sangat menyesal karena aku meninggalkanmu di jalanan waktu itu. Seharusnya aku lebih pintar menahan amarahku.”

 

“Setidaknya, jika memang harus berpisah, aku berharap kita berpisah dengan cara yang lebih baik daripada ini. Tanpa amarah, tanpa perasaan sakit di hati. Tapi pada kenyataannya kau sukses membuat semuanya menjadi begitu rumit, Key. Sudahlah. Aku.. Lelah bersamamu.”

 

“Kau dengar, bukan? Tuhan belum puas dengan semua yang telah Dia buat dalam hidupku. Pertama, aku tidak akan pernah mendapatkan cintamu, dan sekarang, aku dihadapkan pada kenyataan bahwa tak lama lagi aku akan bertanya pada semua orang dan diriku sendiri kalau, ‘AKU INI ANAK SIAPA?!  AKU INI SEBENARNYA SIAPA?? SIAPA ORANGTUAKU?!!!”

 

“Hyung, aku ingin bertemu dengan istriku sekarang juga dan aku tak ingin mendengar kata-katamu yang melarangku untuk membawanya pulang ke Seoul. Aku sudah memesan tiket pesawat penerbangan paling pagi tujuan Seoul untuk besok. Dan kau boleh pulang bersama kami, jika kau mau.”

 

“Apa sih yang sebenarnya kau pikirkan? Cukup percaya saja kalau aku mencintaimu. Dan hal itu akan kubuktikan dengan aku yang takkan pernah membiarkanmu pergi. Persetan dengan Han Nhaena. Kau lebih membutuhkanku. Selamanya gadis yang ada di hatiku itu kau. Dan sesuai janjiku pada Tuhan, Jonghyun hyung dan mendiang Tuan Kim dan Nyonya Kim, aku akan menjagamu. Dan sudah seharusnya Key lah yang menjaga Nhaena. Bukan aku. Tolong, berikan aku kesempatan sekali lagi. Pulanglah bersamaku. Kita perbaiki semuanya bersama-sama. Aku yakin semuanya akan segera kembali normal. Dan aku pikir, kau seharusnya menemui keluarga Han, keluarga kandungmu.”

 

“Tidak perlu. Kami sudah yakin pada keputusan kami untuk tetap bercerai!”

 

“HAKIM KETUA! CEPAT! CERAIKAN KAMI SEKARANG JUGA!!”

 

“Ba-baik! Jika kedua pihak sudah setuju dengan perceraian ini, maka dengan diketuknya ketok palu ini kalian dinyatakan resmi bercerai.”

 

“Ya. Ini memang akan menjadi yang terakhir. Aku sudah menghancurkan hidupmu. Pernikahanmu, karirmu, kebahagiaanmu, wajah tampanmu. Aku, Lee Jura, sangat puas!”

 

“Sudah kukatakan berulang kali, aku tidak tertarik padanya dan tak akan mau menikah lagi dengannya!!”

 

“Untuk apa bertemu dengannya? Dengarkan kata-kataku. Ini perintah. Jangan bertemu dan berhubungan dengannya lagi. Kau harus menurutinya, Noona. Kali ini, kau harus! Karena aku adalah suamimu. Pemimpin keluarga ini. Jangan selalu bersikap tak peduli padaku dan menganggapku anak kecil karena aku lebih muda beberapa tahun darimu. Umur tidak menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Dan jika kau masih bersikeras, maka aku akan benar-benar melepaskanmu.”

 

REVIEW LAST PART END

 

***

Langit malam kota Seoul di Bulan Desember yang bersalju tampak gelap dan berawan hitam tebal. Butiran-butiran kapas salju berguguran dari langit menuju bumi. Cuaca kota Seoul saat ini membuat penghuni-penghuni tanah Seoul lebih memilih untuk tinggal di rumah, duduk di depan perapian sambil

meminum cokelat hangat bersama dengan pasangan tercinta. Jika kau membayangkan hal itu, betapa bahagianya sepasang kekasih itu.

Namun berbeda dengan nasib Lee Jinki. Artis ternama yang kini hanya tinggal nama. Seorang suami yang kini telah berstatus duda dan baru saja menceraikan istrinya meskipun itu bukanlah kemauan ia sendiri. Karena Jura lah yang telah memperalat kemiripan wajah mereka untuk menipu semuanya. Menghancurkan karirnya, menghancurkan hidupnya, menghancurkan pernikahannya dengan wanita yang dicintainya dan yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa seorang kakak kandung, bahkan kembar identik dengannya, tega berbuat sekejam itu padanya.

Tak lama, di sebuah daerah yang sepi, sebuah mobil van berwarna hitam dengan keempat bagian rodanya yang terhiasi oleh salju-salju yang semula menempel di tanah, melaju dengan cepat dan berhenti di sana.

Jura yang berada di kursi kemudi mobil itu, mengangkat tangan kirinya sebatas dada dan melihat arlojinya. Pukul 10 malam. Sudut bibirnya langsung tersenyum licik. Ia langsung mengenakan sarung tangan kulit berwarna hitam yang licin untuk melancarkan aksi terakhirnya. Saat ia memperhatikan ke sekeliling dan memastikan tak ada satu orang pun yang akan melihatnya dan melihat apa yang akan ia lakukan sebentar lagi, Jura turun dari van miliknya dan membuka pintu van tengah dengan tergesa-gesa. Dan dengan sekuat tenaga yang ia punya, Jura mengangkat tubuh tak berdaya Jinki yang penuh luka dan lebam di sana-sini dan menyeret tubuh Jinki dengan kedua tangannya ke belakang secepat yang ia bisa.

Sungguh malang. Namja itu masih belum sadarkan diri juga di saat kakak kembarnya masih mencoba untuk menghancurkannya sekali lagi dengan membuangnya di pinggir jalan yang sangat sepi itu.

Setelah memastikan semuanya sukses, Jura tersenyum licik sekali lagi dan pergi dengan van miliknya,  meninggalkan Jinki yang terkapar tak sadarkan diri di pinggir jalan dengan penuh luka di tubuhnya.

***

Shin You dan Minho berada di dalam mobil mereka untuk pulang ke kediaman keluarga Kim yang kini menjadi istana kecil kebahagiaan mereka.

Sore tadi, setelah keberangkatan mereka dan Hyunseung kemarindari London menuju Seoul dengan pesawat, keduanya memilih untuk berjalan-jalan berdua saja setelah sampai di Seoul. Dan Hyunseung tak bisa berbuat apa-apa selain mempersilakan sepasang suami-istri muda itu pergi bersenang-senang meski hatinya seolah teriris-iris. Hyunseung kali ini mengalah dan beralasan ingin pergi mencari apartement untuk tempat tinggalnya nanti karena tidak mungkin ia akan terus-menerus menumpang di rumah Shin You dan Minho. Terlebih, Hyunseung merasa Minho mulai mencium kebusukannya. Sehingga solusi yang paling tepat untuknya adalah menghindar untuk sementara.

Hyunseung berpikir ia harus mencari tempat dan suasana yang tenang agar bisa menyusun rencana jahatnya kembali untuk merebut Shin You. Namun ia seperti termakan jebakannya sendiri, karena tak hanya Minho yang mencurigainya. Tapi juga Key. Minho dan Key menanyakan hal yang sama padanya. Mereka bertanya, mengapa Hyung mengungkapkan semua kebenaran ini jika tidak diungkapkan pun tidak akan menjadi masalah? Mengapa Hyung membuat semua ini menjadi begitu rumit? Begitulah kira-kira pertanyaan yang terlontar dari mulut Minho dan Key. Dan bagi Hyunseung, pertanyaan itu merupakan suatu pertanda baginya untuk mengambil beberapa langkah mundur dan menutup wajahnya untuk sementara waktu.

Kembali pada cerita Shin You dan Minho. Minho terus tersenyum lebar dan beberapa kali mengusap-usap puncak kepala Shin You sambil terus fokus mengemudikan mobil mereka menuju rumah. Shin You pun tak kalah bahagianya sekarang, karena ia bisa berada di sisi Minho lagi. Karena kini semuanya tampak nyata dan memang ia sedang tidak bermimpi. Terlebih, sekarang ia sudah bisa mengenakan dua kaki palsu, lebih cepat dari waktu yang diperkirakannya. Meskipun tak bisa sama seperti dulu lagi, namun setidaknya, asalkan ia bisa berjalan, itu akan sangat mengurangi beban Minho terhadapnya.

Shin You kini yakin ia telah memilih jalan yang benar. Minho bukan hanya cintanya, tapi juga hidupnya. Minho lah yang menjadi semangatnya selama ini. Shin You akan mempertahankan Minho sampai kapanpun itu.

CIIIIITTT!!!

Mata Shin You membulat ketika tubuhnya terdorong ke depan tiba-tiba dan hampir saja kepalanya membentur dashboard mobil. Tapi untung saja, berkat sabuk pengaman yang ia kenakan, setidaknya Shin You bisa menyelamatkan kepalanya dari kemungkinan amnesia mendadak yang akan ia derita.

Baru saja Shin You menoleh dan hendak bertanya pada Minho kenapa suaminya itu menekan pedal rem dengan tiba-tiba, Shin You sudah dikejutkan lagi dengan keluarnya Minho dari mobil yang tampak tergesa-gesa. Merasakan suaminya mulai bertingkah laku aneh, Shin You pun ikut keluar dari mobil dan mengikuti langkah kaki Minho yang berada tak jauh di depannya. Shin You berjalan hati-hati dengan bantuan kedua kaki palsunya.

Meskipun sedikit sulit, Shin You terus mengikuti Minho hingga sampai di pinggir jalan dan melihat Minho berjongkok di sana. Kedua alis Shin You semakin bertaut melihat Minho yang terdiam hening dengan posisi berjongkok seperti itu.  Tak mau semakin penasaran, tanpa sadar tangan kanan Shin You terulur dan menyentuh pundak Minho dari belakang.

“Minho-ah.. Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau— YA TUHAN, JINKI OPPAAA!!!!”

***

SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL…

07.00 AM KST

BUGH!!

Minho meringis menahan sakit di tangannya yang baru saja menghantam dinding koridor rumah sakit. Wajahnya terlihat sangat khawatir, takut, sedih dan menyesal. Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu, menciptakan ekspresi wajah yang membuat Shin You—yang tengah duduk di bangku tunggu di sampingnya—ikut merasa miris.

Shin You tahu bagaimana perasaan yang sedang Minho rasakan sekarang. Memang sudah lama sekali ia dan Minho tidak mendengar kabar tentang Jinki setelah melihat Jinki dan Yurra di pesta kebun pernikahan mereka kala itu. Tapi sekarang? Mereka bertiga justru bertemu—ah tidak—lebih tepatnya ia dan Minho menemukan Jinki tengah terkapar tidak berdaya di pinggir jalan yang mereka lewati semalam dengan luka di sekujur tubuh Jinki.

“Argghh!! Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Siapa yang tega berbuat seperti ini pada Jinki Hyung??” geram Minho sambil mengusap sudut matanya yang sedikit basah karena menangis.

Shin You hendak bangkit dari duduknya untuk menghibur Minho, namun getaran ponsel di dalam tas Shin You membuat yeoja itu mengurungkan niatnya dan lebih memilih meraih ponsel dalam tasnya. Tertulis dengan jelas, ada tulisan “Key Calling…” di layarnya.

Yeobsseoyo. Ada apa Key?” tanya Shin You begitu mendengar suara gumaman Key di seberang sana.

“Apakah kau bersama Minho sekarang? Kalian sudah sampai di Seoul kan?” tanya Key dengan nada yang cemas membuat Shin You merasa ada yang tidak beres dengan satu sahabatnya itu.

“Ne. Kemarin sore kami sampai di Seoul. Tapi, kenapa? Kenapa nada suaramu terdengar khawatir seperti itu?”

“Ada sesuatu yang harus kalian tahu. Aku tak yakin apakah kalian sudah tahu tentang hal ini atau belum, tapi aku rasa kalian belum tahu. Karena tidak mungkin namja brengsek itu bercerita pada kalian.” Jawab Key.

Namja brengsek? Baiklah, langsung saja katakan. Apa itu?” tanya Shin You lagi yang mulai terpancing rasa penasarannya.

“Jinki Hyung… Dia…”

DEGH!

Omo! Key tahu tentang keadaan Jinki Oppa sekarang?? Tapi, bagaimana dia bisa tahu sementara aku dan Minho belum memberitahu siapapun tentang hal ini?? Batin Shin You bingung.

“Tunggu, kau tahu tentang apa yang telah terjadi dengan Jinki—“

“Jinki Hyung menceraikan Yurra Noona, bukan?” Potong Key cepat. Sontak, kedua mata Shin You membulat.

MWORAGOYO?!” pekik Shin You membuat Minho datang mendekat sekaligus membuat Key di seberang sana berani mengambil kesimpulan bahwa Minho dan Shin You tidak tahu-menahu tentang perceraian Jinki dan Yurra kemarin.

“Shin You-ah, ada apa?” tanya Minho cemas. Shin You hanya diam. Belum bisa bicara untuk menjawab pertanyaan Minho. “Itu.. Key, kan?” tanya Minho lagi yang dijawab dengan anggukan kecil kepala Shin You. “Sini, berikan ponselmu.” Kata Minho sambil mengambil alih panggilan Key pada Shin You. Lalu Minho menekan tombol loudspeaker di ponsel itu.

“Jadi kalian belum tahu?” Suara Key terdengar jelas di seberang sana.

“Apa maksudmu dengan kita yang belum tahu? Jelaskan padaku. Hal apa yang telah kau katakan pada Shin You hingga membuat Shin You sampai speechless seperti ini, hah?” Suara baritone seorang namja membuat Key tahu Minho lah pemilik suara itu.

“Langsung saja. Jinki Hyung telah resmi menceraikan Yurra Noona kemarin.”

“Apa?!” Sontak, Minho menoleh ke arah Shin You. Shin You hanya menggeleng tak tahu. “Kau berkhayal, Key! Jinki Hyung tidak mungkin menceraikan Yurra Noona karena kita sama-sama tahu kalau rumah tangga mereka akhir-akhir ini sedang membaik. Kita tahu kalau mereka saling mencintai, kan? Ada masalah apa sampai Jinki Hyung memutuskan ikatan pernikahan mereka semudah ini? Jinki Hyung tak bercerita apapun padaku. Jadi aku rasa tak ada satupun masalah yang berarti di antara mereka yang membuat Jinki Hyung terpaksa mengambil jalan ini.” Jelas Minho sambil memijat pelipisnya. Shin You yang berada di sampingnya ikut membenarkan pendapat Minho.

“Kau kira aku gila sampai bisa menghayalkan hal sepicik itu? Dan.. Apa tadi? Tidak ada masalah yang berarti katamu? Kau salah, Minho­­-ah.. Kau salah besar. Masalah itu ada di antara mereka. Dan sejujurnya, masalah itu sebenarnya adalah Jinki Hyung sendiri. Kau tak tahu seperti apa menderitanya Yurra Noona karena ia memergoki suaminya sendiri berciuman dengan perempuan lain di Perancis saat itu!”

“Itu tidak mungkin. Ini tetap tidak masuk akal…” kata Minho lirih. “Tunggu. Coba, katakan sekali lagi, kapan Jinki Hyung menceraikan Yurra Noona?”

“Kemarin. Tepat sekitar jam 10.00 pagi. Persidangannya bahkan diadakan terbuka untuk orang luar. Aku juga datang ke kantor pengadilan. Tapi aku memilih untuk tidak masuk ke ruang sidang. Kau benar-benar tidak tahu? Tidak mendengar beritanya? Bahkan banyak sekali wartawan yang datang untuk meliput. Dan kau tahu, karir Jinki Hyung pun hancur karena itu. Perusahaan manajemennya memutuskan kontrak dengannya. Ah aku lupa. Jelas saja kalian tidak tahu. Kalian juga baru saja sampai di Seoul kemarin sore.”

Minho diam. Ia sedang memikirkan semua hal ini. Semuanya masih terasa janggal untuknya. Apalagi setelah Key menceritakan tentang ini semua. Tiba-tiba, Minho mengingat apa perkataan dokter tadi malam. Perkataan dokter inilah yang membuat Minho merasa semua hal yang telah terjadi ini sangat tidak masuk di akal jika dikaitkan dengan perkataan Key.

FLASHBACK

 

“Bagaimana keadaan kakak saya, Dok? Bagaimana kondisinya?” tanya Minho cemas sambil mengekori dokter yang baru keluar dari ruang ICU dan berjalan menuju ruang dokter miliknya.

 

“Mari, Minho-ssi. Duduklah dulu. Akan saya jelaskan.” Kata Dokter sambil mempersilakan Minho duduk di kursi di seberang meja kerjanya. Minho pun menurut.

 

“Begini. Jujur saya katakan, kakakmu itu adalah orang yang kuat. Sangat kuat. Padahal menurut pemeriksaan medis dari hasil visum laboratorium, tubuhnya itu sudah cukup lama menderita rasa sakit.”

 

DEGH!

 

“Saya tidak mengerti, Dok. Apa maksud Anda?”

 

“Jadi begini. Menurut pengamatan, prediksi dan juga hasil lab, Tuan Jinki itu sudah cukup lama mendapat luka-luka yang sekarang terlihat di tubuhnya. Memar dan lebam di wajah, di daerah perut, kaki dan punggungnya itu sudah lama ia dapatkan. Tuan Jinki juga sudah beberapa hari ini tidak makan. Sebagai manusia normal, seharusnya ia sudah tidak bisa menahannya dan mungkin saja kemungkinan terburuk telah menimpanya karena selain luka-luka di luar tubuhnya, ia juga mendapat luka dalam di daerah pencernaannya. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Keajaiban datang padanya, Minho-ssi.”

“Maksud Dokter, itu berarti kakak saya disiksa? Dibully? Dan.. Penyiksaan yang ia dapatkan ini sudah terjadi cukup lama? Begitu??”

 

“Ya. Kurang lebih seperti itu, Minho-ssi. Kita harus segera mengadakan operasi malam ini juga. Saya khawatir, sistem pencernaan di tubuhnya akan semakin memburuk karena sering mendapat hantaman keras dari luar tubuhnya dan lama tak diisi makanan.”

 

“Sh*t!! Bagaimana bisa kakakku mengalami hal seperti ini? Kenapa aku tidak tahu kalau selama ini ada yang menyiksa kakakku?! Baiklah, Dok. Lakukan apapun. Lakukan operasi itu. Semua biaya akan saya tanggung. Asalkan kakak saya sembuh dan bisa memberitahuku siapa dalang dari semua kejahatan ini.”

 

FLASHBACK END

 

“Katakan padaku kau tidak sedang berbohong—kau tidak mengada-ada kan?!” seru Key di telepon setelah mendengar semua cerita Minho.

“Jika kau tidak percaya, datanglah ke Seoul Internastional Hospital sekarang juga. Dan lihatlah kenyataan bahwa kakakku masih terbujur lemah di dalam ruang ICU, bahkan setelah operasi semalam. Jadi aku pikir, tidak mungkin kemarin itu kakakku ada di persidangan dan menceraikan Yurra Noona, Key-ah. Karena dokter telah mengatakan kalau sudah lama ia mengalami penyiksaan..

BIPP!

Minho mematikan sambungan teleponnya dengan Key dan memberikan ponsel itu pada Shin You. Raut wajah Minho yang sangat serius membuat Shin You sedikit khawatir.

“Minho-ah. Gwenchana, semuanya akan baik-baik saja..” lirih Shin You sambil menyentuh pundak Minho dan meremasnya perlahan. Shin You berusaha menyunggingkan senyum penyemangat untuk menyemangati Minho. Minho membalas senyuman itu sebentar dan bergerak perlahan mendekat ke pundak Shin You. Minho menempelkan dahinya di sana dan menunduk dalam. Lama mereka seperti itu hingga sebuah gerakan naik-turun punggung Minho membuat Shin You sadar kalau namja itu sedang sangat terguncang dan terisak.

“Aku lelah, Shin You-ah.. Aku lelah dengan kenyataan yang terlalu sering mempersulit hidup kita.” Gumam Minho ketika satu tetes air matanya mengalir melewati pipinya.

***

Begitu Minho mematikan sambungan teleponnya, Key tak menunggu waktu lagi untuk bersiap dan pergi menuju Seoul International Hospital. Ia harus meyakinkan dirinya, bahwa sidang perceraian yang terjadi kemarin itu nyata. Bahkan tangisan Yurra di hadapannya terlihat begitu menyedihkan. Mana mungkin semua itu hanya ilusinya saja? Dan jika memang itu hanya ilusi, untuk apa ilusi itu hadir dalam benaknya? Ilusi itu tidak mungkin tercipta hanya karena perasaan sukanya pada Yurra yang telah lalu. Bahkan kini hatinya sudah sangat mendambakan Nhaena, meskipun gadis itu masih saja mendiamkannya dan mungkin sekarang telah membencinya. Jadi bagaimana mungkin ilusi itu bisa ada?

Key menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, mencoba menghapus semua pikirannya tadi tentang ilusi konyol itu. Yang terpenting sekarang, ia harus segera membuktikan apakah perkataan Minho saat di telepon tadi benar atau sebaliknya.

Key meraih jaket yang menggantung di gantungan depan pintu rumah dan memakainya cepat. Namun siapa yang menyangka kalau saat Key membuka pintu rumahnya, ia melihat sosok Nhaena kini telah berdiri anggun di hadapannya.

“Key..” “Nhaena-ya..” kata keduanya bersamaan. Raut wajah Key terlihat cukup kaget karena baru beberapa detik lalu ia memikirkan Nhaena dan sekarang yeoja itu sudah muncul di hadapannya. Apa ini sihir? Atau ilusi.. lagi? Batin Key sambil mengedip-kedipkan sebelah matanya.

“Em.. Ehem!” Deham Nhaena yang menyadarkan Key. “Kibum-ssi, aku perlu bicara. Kau.. Apakah ada waktu?” tanya Nhaena sedikit terdengar formal di telinga Key. Dan Key akui, Key tidak suka diperlakukan seperti itu oleh gadis yang mulai meracuni otaknya sehingga setiap malam ia menjadi sulit tidur dan tak nafsu untuk melahap makanan seenak apapun.

“Ah, mianhae, Nhaena-ya.. Ini.. Aku.. Emm, akan pergi. Ini sangat mendesak. Penting sekali. Sekali lagi, maaf ya. Setelah urusanku selesai, aku akan menghubungimu agar bisa bertemu. Bagaimana?” tutur Key sambil tersenyum. Tapi ia sadar, setelah ia mengatakan kata maaf di awal kalimat tadi, wajah Nhaena mulai berubah muram. “Nhaena-ya.. Gwenchana?”

“Terjadi apa-apa denganku, Key. Dengan kita. Rumah tangga kita. Dan sekarang aku datang menemuimu untuk mengakhirinya. Tapi, apa reaksimu, hm? Kau seolah tak peduli. Seolah pernikahan kita tak lebih penting dari urusanmu yang lain. Aku tahu, kau akan pergi menemui Han Yurra kan?” desis Nhaena dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Raut wajah Key berubah masam. “Bagaimana mungkin hanya dengan mendapat kenyataan bahwa Yurra Noona bukanlah kakak kandungmu sekarang kau tak mau memanggilnya dengan panggilan ‘eonni’ lagi, Nhaena-ya?? Sampai kapan kau hanya akan melihat sisi buruk yang ada dalam diri kakakmu bahkan tanpa kakakmu ingin untuk memiliki sisi buruk itu??”

“Aku tidak peduli dengan itu. Dan dengar Key, aku malas berdebat denganmu. Baiklah, pergi saja. Selesaikan urusanmu yang sangat penting itu. Dari dulu memang hanya ada Yurra Noona dalam pikiranmu. Tak pernah ada aku.” Nhaena berbalik dan berjalan meninggalkan Key yang hanya diam memandangnya lurus.

“Terkadang aku menyesal pada fakta kenapa kita berdua tak pernah memiliki waktu untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain sehingga cinta kita tak pernah dibentengi dengan dinding kepercayaan.”

DEGH!

Nhaena tersentak. Kata-kata Key tadi berhasil menghunus jantungnya. Key mengatakan fakta, dan fakta itulah yang membuat mereka selalu berada dalam penjara yang berisi ketidakpercayaan dan amarah.

Nhaena membalikkan badannya menghadap Key. Nhaena mencoba menatap tatapan mata milik Key yang terlihat lelah dan sayu itu.

“Kau tidak pernah mencintaiku, Key. ‘Cinta kita’ yang mana yang sedang kau bicarakan? Hanya ada cintaku. Namun tak ada cintamu untukku. Itulah kenyataan yang ada. Tak perlu ada acara beramah-tamah untuk kita saling mengenal jika hatimu menolak dengan keberadaanku. Kita.. Bercerai saja, Key.” Nhaena berhasil menahan isakannya. Namun tidak dengan air mata yang terus menetesi wajahnya. Melihat itu membuat Key mengepalkan kedua tangannya erat dan ribuan kali mengutuk bibirnya yang lagi-lagi berhasil mengucapkan kata-kata tak berguna di hadapan Nhaena.

Nhaena diam. Key pun diam. Nhaena sibuk menghentikan tangisnya, dan Key sibuk menahan kakinya untuk tidak berlari saat itu juga, menghampiri Nhaena dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya hingga ia bisa yakin akan satu hal, bahwa pelukannya sanggup meredakan tangisan gadis yang dicintainya itu.

“Oh God..” Key tak sanggup lagi melihat Nhaena menangis pilu seperti itu. Key mendongakkan kepalanya, meredam tangisnya yan mulai menggunung di pelupuk mata dan mengambil langkah cepat hingga ia bisa merasakan tubuh Nhaena kini sudah berada dalam dekapannya.

Nhaena terkesiap. Ia berada dalam pelukan namja yang sangat dicintainya namun juga sangat dibencinya. Rasanya hangat, namun juga terasa dingin. Rasanya bahagia, namun juga terasa menyedihkan. Apakah ini adalah pelukan terakhir Key untuk mengawali perpisahan di antara kami, Tuhan? Batin Nhaena miris.

Nhaena tak bisa berbuat apa-apa. Ia tak tahu apakah ia harus mengangkat kedua tangannya yang hanya menggantung di samping tubuhnya dan membalas pelukan Key yang setiap detiknya terasa menguat di tubuhnya. Yang Nhaena tahu hanya satu. Key menangis. Bahkan tergugu.

“Key.. Kau..”

“Diamlah!” Bentak Key membuat Nhaena sempat sedikit terlonjak. “Kau benar-benar gadis nakal yang cerewet, bodoh dan selalu berpikiran negatif bahkan pada suaminya sendiri. Kau selalu membuatku khawatir dan pusing setiap aku berada dekat denganmu. Kau juga berhasil mengalihkan fokus pikiranku tentang Yurra saat kita mulai meributkan hal-hal sepele setiap hari.” Nhaena tersenyum getir ketika mendengar nama Yurra disebut bibir Key.

“Kalau begitu, bukankah aku sosok yang sangat tidak diharapkan, bukan?”

“Lihat, kau baru saja melakukan hal bodoh dengan mengatakan hal bodoh sekali lagi.” Umpat Key. “Jujur dari dulu ingin kukatakan hal ini. Han Nhaena itu adalah seorang yeoja yang tidak pernah mau menuruti apa kata suami dan berhasil membuat suaminya itu gila. Jeongmal, hentikan semua ini. Kau membuatku banyak menangis akhir-akhir ini padahal kau tahu seorang Key paling tidak suka menangis di hadapan perempuan. Apa kau sengaja mengerjaiku, huh?” Nhaena tersenyum.

“Key, aku—“

“Diamlah. Kau sudah banyak bicara. Kini biarkan aku yang bicara.” Nhaena kembali bungkam. “Sekarang, setelah semua yang telah kau lakukan padaku, dan membuatku menjadi sosok yang berbeda seperti ini, kau mau pergi begitu saja dan tidak bertanggungjawab??” Nhaena mengerutkan dahinya. “Dengar baik-baik. Apa kau tidak sadar kalau sekarang aku hanya melihatmu seorang? Bahkan sudah tak ada setitikpun rasa sukaku pada Yurra Noona. Karena kau berhasil memonopoliku.”

“Kau bohong, Key..”

“Bisa tidak sih kau sekali saja percaya dengan kata-kataku?” Key melepaskan dekapannya dan menuntun tangan kanan Nhaena untuk menyentuh dadanya. “Terasa tidak? Degupan jantungku ini adalah perasaanku padamu. Jantungku jadi terasa aneh jika aku berada di dekatmu. Dan kau tahu, bagaimana sakitnya aku ketika melihatmu menangis? Rasanya seperti aku ingin memarahimu, memaksamu untuk jangan menangis atau merebut semua kesedihanmu dan menjadikannya milikku.”

“Tapi..”

“Tapi apa? Kau masih mau bercerai denganku? Dengar ya, sampai matipun aku tak akan menceraikanmu. Kalau kau memang benar-benar telah membenciku dan ingin berpisah dariku, jalan satu-satunya hanya satu. Buatlah aku mati.” Nhaena tersentak dan reflek mendorong tubuh Key menjauh darinya.

“Kau bicara apa?! Apa kau gila, Key?!!” marah Nhaena, merasa bingung dengan semua penjelasan Key.

Dan Key hanya bisa diam. Namja itu mencoba mengendalikan emosinya sambil memutar otaknya, agar ia bisa menemukan kata-kata yang tepat. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman lagi antara ia dan Nhaena hanya karena ia salah memilih kata.

Apa sebenarnya yang Key katakan? Apa maksudnya? Apakah Key kini benar-benar telah jatuh hati pada Han Nhaena?

-TO BE CONTINUE-

 

Okay. Sengaja aku potong. Soalnya kepanjangan part 9 ini. Tunggu part 9B nya ya. Komen komen !! Yang silent readers, awas aja. Apa susahnya komen si? Baca aja gampang. Hehehe.. Gomawo J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 9A

  1. nice ff..
    lnjutin’a jgn lma2x ya author-ssi..
    o y thor,jgn buat shin you ma minho cerai y,key-nhaena jg y..
    alnya g rela q nhaena nti ma minho..
    alnya g cocok..
    ok author..
    oh y q mw nnya q mgl pa ma author??
    lw q klhiran ’99’,kyk’a q mgl oenni blh g??

  2. ah… keren keren
    aku lupa kalau aku pernah baca ff ini.
    terakhir baca pas part 2.
    duh maaf banget ya thor
    aku sampe melewatkan banyak part di ff ini.
    aku tunggu lanjutannya
    sebelumnya nama uname aku Park Mingi hehe

  3. Annyeong! Maaf baru bisa komen sekarang
    Habis liat kalo ff ini sudah chapter 9 langsung aku search dari part 1, belum baca soalnya. Maklum reader baru ^^
    Jadi komennya di sini aja ya

    Waktu pertama dikenalkan castnya di part 1 memang agak ribet
    Tapi lama lama ngerti dan ga ribet lagi
    Perjalanan cinta mereka rumit banget ya, banyak pengorbanan
    Tapi alkhirnya banyak konflik juga yang dapat diselesaikan

    Nah, bagian ini nih yang paling buat aku gregetan!
    Waktu hyenseung muncul dan berusaha ngrebut Shin You dari Minho
    Dan saudara kembar Jinki, Jura yang hancurin kehidupannya Jinki! Duh, rasanya pengen marah saat itu juga! Sebel…
    Emangnya ada apa sampai Jura segitu bencinya sama Jinki, belum dijelasin sampai part ini lho…
    Jura kayak ga punya perasaan sama sekali, Yurra sampai nangis segitu hebatnya, dan Jinki sampai luka luka dan ga makan berhari hari

    Itu konflik yang paling nyebelkan, bukan authornya lho, authornya sudah bangkitin feelnya banget

    Untung aja acara ngrebut Shin You dari Minho masih pending(?)
    Habis itu kejadian Aita sama Jonghyun
    Dunia bener bener sempit ya, Aita aj ketemu Suji yang kekasihnya Jura

    Nhaena ini juga, ga percaya Key. Yah, walaupun sebagian salah Key dan Nhaena

    Oh ya, di part sekitar 7-9 ini cast yang diceritain cuma sebagian aj ya? ^^
    Yah, kurang seru dikit sih! Tapi feelnya dapet banget jadi ya FINE! ^^

    Huh! Paling sebel tuh sama Jura! Sampe sekarang aj masih ad rasa keselnya!
    Apalagi liat Jinki sampe kayak gitu!

    Pengen banget tau kelanjutannya!
    Saranku… Kayak tau ff banget :p
    Coba semua cast utama diceritain walaupun pendek
    Tapi sudah ada pokoknya atau kata kuncinya
    Tapi juga diusahakan dipanjangin sedikit, soalnya part ini pendek banget. Kok tiba tiba sudah TBC…

    Yah, sekian dari saya author
    Kedepannya saya akan terus komen ff author
    Semoga kita dapat jadi teman baik
    Dan maaf kalo komennya kepanjangan, author mungkin bosen bacanya hehehe

    Next part jangan lama lama ya
    2/3 minggu lagi ya? Xixixi ^^
    Keep Writing author! FIGHTING!

  4. hai author, mian ne baru komen di part ini, sebenernya aku udah ngikutin part ini dari part sau. tapi karena authornya terlalu betah membuat aku penasaran, jadinya aku lupa deh. terus aku baca aja dari awal *persaan authornya ga nanya (?)* tapi pkoknya ini nice ff thor, part selanjutnya jangan lama2 yaa thor, soalnya takutnya ntar aku lupa lagi😀.

    yaudh deh aku kebanyakan cincong, pokoknya lanjutin yaa thorr . FIGHTING !!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s