Family Business – Part 4 : Bloody Mary

Title                 : Family Business : Bloody Mary

Author             : Black Scratch

Main Cast        :

  • Choi Minna (OCs)
  • Choi ‘Minho’ (SHINee)
  • Lee ‘Taemin’ (SHINee)
  • Lee Jinki ‘Onew’ (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast    :

  • The Others

Genre              : Horror, Fantasy, Mystery, Tragedy, Romance

Length             : Sequel

Rating              : PG

Inspired Film   : Supernatural

Sebelumnya terima kasih kepada buku John Winchester’s Journal karena sudah memberikan petunjuk bagi semua legenda-legenda yang dicatatnya disana.

Sebelumnya, karena author ga tau jarak dan waktu untuk sampe ke suatu tempat di US, author buat ceritanya asal sampe aja ya.

FF ini udh author post di blog author. Siapa yg berbaik hati pen liat2 blog author, silahkan kesini http://sammylittlexotaemints.wordpress.com/

Family Business

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Tiga orang yeoja sedang bermain di rumah besar malam-malam. Ketiga yeoja ini mematikan lampu ruang tengah dan bercerita tentang horor disana. Hanya menggunakan satu lilin, seorang yeoja kemudian menceritakan sesuatu yang seram.

“ …Menurut legenda, ia akan muncul di depan kaca ketika kau menyebut namanya tiga kali. Bloody Mary, Bloody Mary, Bloody Mary di kamar mandi. Di kaca, ia akan muncul menyerupai kita.”

“ Jadi, bagaimana kalau kita coba?”

“ Kita mencobanya?”

“ Come on. Apakah kau percaya dan takut akan Bloody Mary ini? ”

“ What? I mean, takut? baiklah, ayo kita menuju kamar mandi.”

Ketiga remaja ini akhirnya berlari menuju kamar mandi dan satu orang yeoja, masuk ke kamar mandi dan kedua yeoja lainnya menutup pintunya dan diam.

“ Bloody Mary, Bloody Mary, Bloody Mary… ” Ketiganya diam. Angin yang entah darimana langsung berhembus dan membuat lilin yeoja itu mati. Kemudian… Tak ada pergerakan. Tiba-tiba pintu bersuara dan kedua yeoja di luar kamar mandi tertawa. Yeoja yang berada di dalam kamar mandi berteriak.

“ Kau takut! ”

“ Aku tak takut! aku hanya terkejut karena kalian. ”

“ Hei! Tidurlah kalian! Ini sudah larut. ” Teriak yeoja paruh baya. Ketiga remaja itu langsung tertawa dan berlari menuju kamar mereka.

Yeoja paruh baya itu kemudian kembali ke kamarnya dan mulai memoleskan krim-krim kosmetik di wajahnya. Ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya di cermin, namun ketika ia melihat ke belakang tak ada apapun disana. Jadi ia melanjutkan memoleskan krim-krim itu ke wajahnya

Ketika mereka bertiga sudah masuk ke dalam kamar mereka, adik kecil dari salah satu yeoja itu keluar dan menangis. Ia hendak ke kamar yeoja paruh baya tadi, namun ia terhenti di pintu karena sesuatu membuat sendalnya basah dan lengket. Ia membuka pintu perlahan.

“Argh! ”

*********************

“A… Aku haru pergi. Aku ingin membeli makanan untuk kita. Minho hyung, apa yang bisa kubelikan untukmu? ” Tanya Taemin.

“ Apa sajalah. Aku sangat lapar hari ini. ” Jawab Minho. Dan Taemin pun pergi dengan terburu-buru.

“ Bagaimana dengan Taemin? ” Tanya Taeyeon mendekati Minna yang sedang membereskan barangnya.

“ Apa maksudmu? ” Tanya Minna balik. Seperti tak mengerti.

“ Ya, kau bohong jika kau tak tahu jika ia mencintaimu. ”

“ Mencintaiku? ”

“ Kau bisa tahu bagaimana caranya ia memandangmu, berbicara denganmu, dia mencintaimu. ”

“ Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah setuju dengan namja yeoppo seperti dia. Hingga Appa setuju, barulah aku setuju. ” Ucap Minho tiba-tiba mendekati mereka berdua. Minna menatapnya sinis dan kembali membereskan barangnya.

Beberapa menit kemudian Taemin kembali dan membagi makanan sebelum mereka pergi dari Mexico.

“ Hm, hampir aku lupa. “ Ucap Taemin. “ Aku membeli koran ini. ”

“ Lalu? ” Tanya Minna.

“ Ini terjadi di Lawrence. Saksinya yeoja kecil berumur 4 tahun. Ia bersumpah melihat sesuatu di balik kaca kamar Eommanya sebelum Eommanya meninggal. Eommanya mati secara misterius. Dengan darah yang mengucur hingga membanjiri lantai kamarnya melalui matanya. Matanya juga terlihat tercongkel. Namun organ tubuhnya masih lengkap. Tak ada suatu apapun yang kurang. Kasus ini juga terjadi di komplek yang sama. Ada sekitar 4 kasus yang sama. ” Jelas Taemin

“ Lawrence, huh? Geurrae, kajja. Neo… Taemin. Tumpangan mana yang kau pilih? ” Tanya Minho.

“ Aku akan bersama Minna saja, ottae hyung? ” Tanya Taemin dengan hati-hati.

“ Ya! Kecuali dongsaengku! ” Teriak Minho.

“ Ya sudah, aku akan bersama Taeyeon Noona saja. ” Kata Taemin.

“ Eits! Kecuali denganku juga ya. ” Tolak Taeyeon.

“ Itu namanya bukan pilihan, hyung. Heung… ” Keluh Taemin.

“ Kalau begitu belilah kendaraan sendiri. ” Timpal Minho. Minna hanya menggelengkan kepala sementara Taeyeon tertawa.

Esok harinya, mereka sudah sampai di Lawrence, tanpa berlama-lama, Minho dan Taeyeon segera ke tempat kejadian dan menanyakan beberapa hal yang mereka tanyakan biasanya sitanyakan dengan agen-agen maupun polisi-polisi lain. Seperti sinopsis kejadiaannya, bagaimana dengan keadaan saksi, dan sebagainya.

“ Boleh kami bertemu dengan saksi? ” Tanya Taeyeon hati-hati.

“ Lebih baik jangan sekarang. Ia tak mengeluarkan sepatah kata pun sesaat setelah kami tak percaya apa yang dikatakannya. ” Timpal seorang opsir yang bertugas disana.

“ Baiklah. Kalau begitu boleh pertemukan kami dengan anak pertama dari korban? ” Tanya Minho. Taeyeon memandang Minho. Seolah heran. Minho kemudian mengangkat bahunya sambil mengikuti opsir yang tadi berbicara dengannya.

“ Luna Fowler? ” Tanya Minho meyakinkan.

“ Ya. ” Jawab Mary tanpa menoleh pada kedua ‘agen’ ini.

“ Kami akan mengajukan pertanyaan padamu… ”

“ Dimana aku berada? Bagaimana hubunganku dengan Ibuku seminggu sebelum Ibuku meninggal? Apa ada masalah kejiwaan atau lainnya dengan adikmu yang melihat Ibumu tergeletak disana kala itu? aku tahu apa yang kalian lakukan. ” Luna memotong pembicaraan Taeyeon. Minho dan Taeyeon terdiam.

“ Baiklah, ceritakan apa yang ingin kau ceritakan. ” Ujar Minho.

“ Aku sedang bercerita seram kala itu bersama ketiga temanku. Dan kami melakukan Bloody Mary di kaca kamar mandi. Lilin yang kubawa tiba-tiba mati karena hembusan angin yang tak tahu berasal darimana. Dan sejam setelahnya, adikku menjerit dan aku menemukan Ibuku ada di lantai dengan mata yang sudah lepas. ’ Ceritanya.

“ Terima kasih atas sinopsis yang anda berikan. Jika ada masalah, telepon kami. Kami permisi. ” Ucap Minho langsung berdiri sambil memberikan kartu nama palsu.

“ Mister! ” Seru Luna menghentikan pergerakan keduanya. “ Apakah kau percaya dengan itu semua? ”

“ Apa yang tersisa darinya, mungkin iya. ” Jawab Minho lalu pergi.

Minho dan Taeyeon keluar dari rumah besar itu.

“ Minna, bisa tolong kau cari tentang Bloody Mary? Kami akan membeli makanan. ” Pinta Taeyeon.

“ Apa hanya makanan yang kau pikirkan? ” Tanya Minna.

“ Kita tak bisa hidup tanpa makan selama 3 hari saja, kau tahu? ” Timpal Taeyeon.

“ Taemin, naiklah. ” Perintah Minna lalu memakai helmnya.

“ Ya! Aku tahu bagaimana yeopponya dan seksinya dongsaengku, tapi tetap saja kau tak boleh menyentuhnya. Bila kau melakukannya, mati kau. ” Ancam Minho. Taemin hanya mengangguk dan naik di bangku belakang motor merah Minna.

Sementara Taeyeon dan Minho pergi terlebih dahulu, Minna menaikkan gasnya habis sampai ke perpustakaan terdekat.

“ Kajja. Aku harus membaca ini. ” Ucap Minna sambil mengeluarkan jurnal Appanya dari kantung dalam jaketnya. Ia mengajak Taemin duduk di ujung perpustakaan. Duduk di salah satu kursi paling ujung dan tempat paling sepi diantara yang lainnya. Minna kemudian membolak-balik lembaran jurnal Appanya. “ Bisa kau membacakan ini untukku? ” Tanya Minna dengan senyum jahilnya.

bloody mary

“Sebut “Bloody Mary” tiga kali di depan kaca dalam sebuah ruangan gelap dan rohnys akan muncul. entah dia akan membunuhmu, mencongkel matamu keluar, atau memutilasi wajahmu. Kenapa ada orang yang mau melakukan itu? di beberapa variasi berbeda, dia akan memberi ramalan padamu. Variasi yang lain menyebutkan untuk memanggil namanya tiga belas kali. Secara historis, Bloody Mary… adalah julukan ba… Bagi Mary I dari Inggris, yang mengalami beberapa kali keguguran. Versi yang lebih baru dari cerita aslinya mengatakan Mary a… Adalah penyihir yang entah digantung atau dibakar di pancang–atau terkoyak-koyak akibat tabrakan mobil–atau dia membunuh anak-anaknya, atau anak-anaknya diambil darinya dan dia bunuh diri. Ka… Kadang cerita yang berbeda-beda ini juga menyebutkan doa yang berbeda seperti ‘Bloody Mary,aku membunuh bayimu’ dari cerita bahwa dia adalah seorang Ibu yang berduka. ‘Aku percaya pada Mary’ dari versi yang mengatakan dia dituduh sembarangan sebagai penyihir dan pembunuh bayi. Dan ‘ Bloody Mary, bayimu bersamaku’ dari cerita bahwa anaknya diambil darinya… ”

“ Kkeumanae. Itu sudah cukup. kenapa kau gagu? Jantungmu juga berdegup sangat kencang. ” Potong Minna. Ia tersenyum jahil. Minna bersender di dada Taemin ketika Taemin sedang membacakan isi jurnal Appa Minna. Minna mengatupkan matanya juga ketika Taemin berbicara. Mungkin hal itu membuat Taemin menjadi gugup. Minna melirik ke belakang kemudian dengan cepat merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Taemin. Taemin memundurkan sedikit posisi duduknya dengan keringat dinginnya. “ Neo… ”

“ Wa… Wae? ”

“ Jangan terlalu serius, Minnie. ” Ucap Minna terdengar begitu menggoda. “ Lebih baik sekarang kita menemui Minho dan Taeyeon. Daripada mereka harus bertemu kita sedang seperti ini disini. ”

“ Jadi kita tak perlu lagi datang ke suatu tempat untuk membunuh ratu Inggris ini? ” Tanya Minho.

“ Yup. Hanya perlu memanggilnya dan dia akan datang. ” Ucap Minna.

“ Cara membunuhnya? ” Tanya Taemin.

“ Belum ada orang yang berhasil membunuhnya. ” Jawab Minna.

“ Geurrae, kajja. Kita mulai. ”

Minho memang kelinci percobaan yang bagus. Ia mengangguk ketika diharuskan untuk memancing Bloody ary di dalam gelapnya kamar mandi. Awalanya ia mengikuti apa saja yang harus di katakan dan dilakukan orang untuk memanggil roh Bloody Mary . minho terdiam. Tak ada hal yang mencurigakan yang terjadi. Beberapa menit ia menunggu tak ada pergerakan sama sekali. Lelah menunggu, Minho akhirnya keluar dari kamar mandi.

“ Ada pergerakan? ” Tanya Minna. Minho menggeleng. Akhirnya keempat orang ini mulai menyalakan lampu.

Tiba-tiba ponsel Minho berbunyi. Minho yang asing dengan nomor itu tak menghiraukannya dan mengangkatnya.

“ Hallo?! Hallo?! ” Teriak seseorang di seberang sana.

“ Ini siapa? ” Tanya Minho.

“ Luna. Luna Fowler. Ada sesuatu yang aneh di rumahku. Dan aku tak berani keluar kamar. ” Bisiknya di telepon.

“ Kau tunggu disana, kami akan segera kesana! ” Minho langsung mengambil jaketnya dan pergi tanpa berbicara sepatah kata pun.

*************************

Minho dan Minna sudah berada di depan rumah Luna. Sementar Taeyeon dan Taemin menunggu di motel. Namun suatu suara pun tak terdengar hingga Minho melihat Luna sedang melambai-lambai di kaca kamarnya di lantai dua. Minho membulatkan matanya dan mendobrak pintu rumah Luna.

“ Luna! Keluar sekarang darisana! ” Teriak Minna. Minna berlari ke lantai atas menyelamatkan Luna. Minho yang tak sempat menarik kembali Minna itu resah di lantai bawah.

“ Luna? ” Tanya Minna hati-hati setelah ia masuk ke kamar Mary dengan mengendap-endap.

“ Kau… Kau siapa? ” Tanya Luna yang memojok di pojok kamarnya.

“ Aku adik agen Lee, Minna. ”

“ Ak… Aku kembali melihatnya. Aku mel… ”

“ Lebih baik kita pergi dari sini sekarang. ”

“ Andai kita bisa. ” Timpalnya kemudian menangis.

“ Apa maksudmu? Pintu terbuka, kita tinggal keluar. ” Ucapnya. Minna menarik tangan Luna menuju keluar kamar.

“ Itu dia! itu dia! ” Teriak Luna.

“ Dia hanya ada di kaca! Ayo kita… Argh! ” Teriak Minna ketika bayangan Mary yang ada di kaca mendorongnya hingga terpental ke dinding.

“ Minna! ” Teriak Luna. Minna masih mampu berdiri, namun sempoyongan.

“ Luna lari! Luna! ” Teriak Minna. Luna mencoba lari namun ia didorong dan pingsan. Mary mendekati Minna yang masih sempoyongan itu dan mencekik leher Minna hingga tak tertapak kakinya.

“ Minna… Eoddie? ” Tanya seorang namja. Minho terkejut dan hanya menunjuk ke lantai atas. “ Aish! Kenapa kau tidak menolongnya?! ” Namja itu lari ke lantai atas. Sementara Minho menyusul namja ia tak ia ketahui namanya itu ke atas.

Minho mendobrak pintu dan terlihat Minna yang melayang seperti dicekik sesuatu. Setelah disadari oleh Minho bahwa Mary yang mengangkatnya, ia langsung mengeluarkan pistolnya.

DOR

Sebelum sempat Minho mengeluarkan piatolnya, namja yang bersamanya sudah menembak kaca besar yang ada di kamar itu. Kemudian namja itu juga menembak kaca yang ada di kamar itu.

“ Gwenchana, Minna? ” Tanya namja itu. Membantu Minna bangun dari posisinya sekarang.

“ Kenapa aku yang selalu menjadi korban makhluk terkutuk itu… Euh? Nuggu? ” Tanya Minna dengan suara paraunya.

“ Lebih baik kita mengamaknkan yeoja ini dulu sebelum kita bicara. ” Saran namja itu kemudian menggendong Luna. Minna, Minho dan namja itu membawa Luna ke rumah sakit dan meninggalkannya disana. Sementara mereka mengajak namja yang menyelamatkan Minna bersama mereka ke motel.

“ Onew? Huh… Nappeunneom. ” Ucap Taeyeon dengan mata yang berkaca-kaca.

“ Mianhae, Noona. Aku tak bisa menghubungimu selama ini. Aku menghindar dari waktu ke waktu hingga saat ini. ” Jinki atau Onew ini mendekat pada Taeyeon dan memeluknya. Taeyeon adalah anak angkat keluarga Lee ketika masih sangat kecil. Tadinya Taeyeon ini hanya dijadikan sebagai anak pancingan, namun akhirnya Almarhum Ibu dari Onew yang kelewat sayang dan meminta suaminya untuk tidak sama sekali mengembalikan Taeyeon ke panti asuhan.

“ Ini bukan masalah bagaimana kau bersembunyi. Karena kita semua ingin bersembunyi. Ini juga bukan masalah bagaimana kau meninggalkan kami, karena kita semua memang seharusnya saling berpisah. Jika kita tak ingin bertemu makhluk-makhluk diluar sana, kita harus sembunyi dan berpisah. Namun kita sama-sama ingin membalaskan dendam dan mencari apa yang sudah membunuh keluarga kita. ” Jelas Minna.

“ Jadi kalian mempunyai tujuan yang sama denganku? ” Tanya Taemin. Semua mata memandangnya. “ Ini terjadi 13 tahun yang lalu. Dimana Eomma kutemukan tak bernyawa di kamarnya. Ada luka besar di lehernya yang menyebabkan lehernya hampir putus. Aku tahu ada yang tak wajar disana. Jadi aku periksa dan sesuatu seperti asap kereta api keluar dari rumahku. ”

“ Jadi tujuan kita sama. Membunuh apa saja yang sudah membunuh keluarga kita lalu pergi kemana saja meninggalkan semua ini. ” Ucap Minna. “ Jadi, bagaimana cara membunuh ratu Inggris ini? ”

Minna dan Minho pergi ke sebuah toko cermin dimana ada cermin kesayangan yang dipakai oleh Mary kala itu. Sementara Onew menjaga Luna dan keluarganya. Juga Taemin Dan  Taeyeon yang mencari rencana kedua. Mencari dan membakar jasad Mary. Taeyeon dan Taemin yang memakai mobil Taeyeon, Onew yang memakai motor Minna dan kedua bersaudara di mobil Minho.

“ Menurutmu, jika ini hal kita lakukan, kita akan menemukan petunjuk dari terbunuhnya Rick dan hilangnya Appa? ” Tanya Minna di mobil. Minho sempat terlihat meneguk ludahnya. Minna mengerutkan keningnya.

“ Kau pikir ini akan semudah membalikkan telapak tangan? Butuh proses untuk itu semua. ” Jawab Minho kemudian.

“ Jeongmal? Tak ada yang ingin kau sembunyikan? ” Tanya Minna lagi memastikan. Minho hanya menjawab hm dan Minna berbalik kembali pada jurnal Appanya.

Minho dan Minna sudah ada di depan toko cermin itu. Pintu toko itu tertutup rapat. Jelas saja. Sudah jam 02.00 PM dam mereka datang mengendap-endap seperti pencuri yang ingin mencuri kaca. Mereka mengeluarkan kunci kombinasi dan memuat kunci-kunci yang cocok dengan pintu toko.

CEKLEK

Pintu terbuka. Minna langsung menahan pintunya agar tak menyentuh bel masuk. Setelah bertatapan dan mengangguk, kedua bersaudara ini langsung masuk.

“ Kau yakin kaca itu ada disini? ” Tanya Minna kurang yakin. Minho menyenggol Minna dan terlihat sebuah kaca hitam besar. Kaca itu tak begitu menarik, namun setidaknya itu yang mereka cari.

Minna menyirami kaca itu dengan gas cair yang biasa digunakan untuk mengisi ulang gas korek api yang habis. Ketika Minho ingin menyalakan korek apinya, kacanya menghilang. Hanya ada bingkai polos hitam saja. Minho dan Minna mundur. Minho langsung melempar korek apinya. Namun sesuatu muncul dan menepis korek api tersebut. Awalnya hanya merangkak, namun lama kelamaan berjalan dengan lambat. Minna merasa ada sesuatu yang menyakiti matanya. Ia terduduk dan merasakan ada darah yang mengalir dari matanya. Minho juga merasakan hal yang sama. Kedua orang ini terduduk dan terus mundur. Minna menunduk, tak kuat lagi menahan sakit di matanya. Rasanya kedua matanya ingin keluar.

“ Minna! Tutup matamu, Minna! ” Teriak Minho. Minna menutup matanya lalu tumbang badannya. Minho mulai mencari cara untuk membunuh Mary yang semakin mendekat pada mereka. Minho akhirnya mengambil sebuah kaca lalu ia arahkan kepada Mary. Mary berhenti, lalu keluar darah dari matanya. Dan seperti korban-korban sebelumnya, ia seperti meleleh sebelum akhirnya hancur dan hilang.

*****************************

Minho menggendong Minna yang tak sadarkan diri menuju mobilnya. Ia telah menghubungi Onew, juga Taeyeon dan Taemin. Hari ini Minho belajar sesuatu tentang dongsaengnya, tentang bagaimana sebenarnya dongsaengnya itu. Seperti apapun orang menilainya adalah bunga es yang tak merasakan apapun, ia masih tetap manusia. Dan dia juga yeoja. Dan Minho berjanji pada Appanya untuk menjaga apa yang tersisa dari dongsaengnya ini.

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Family Business – Part 4 : Bloody Mary

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s