Is He or Him? – Part 1

Is He or Him ? Chapter I

Author : Lyn aka Choi Hyerin

Cast : – Lee Jisook. Choi Minho. Kim Keybum.

Others : – Lee Jinki, Jang Hyuna, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Sulli, Jessica Jung.

Length: chapter

Genre : Romance,Sad,Friendship,School Life

Rating: PG 15

A/N : Annyeong^^ thanks for posted this ff

Happy reading

………..

Tepat jam 15.00 kala bel pertanda pulang itu berdering..

Krrriiiiiinnnnggg…..

Satu persatu siswa berhamburan keluar kelas menyambut waktu memanjakan diri mereka setelah seharian berkutat dengan pelajaran yang membuat mereka pusing.

”Ja! Kau pulanglah lebih dulu. Aku masih ada urusan “

“Minho? “

Yeoja bernama Jisook itu mengangguk pelan atas tanya sahabatnya. Terlihat semburat merah disekitar tulang pipi.

”Hah..Ya sudah aku tidakkan mengganggumu. Pergilah, aku yang akan mengatakan pada Oppamu nanti. ”

”Gomawo Jang Hyuna,kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong….”

Sahabatnya itu hanya menganggguk seraya membalas lambaian tangan Jisook yang semakin menjauh.

“Aku sebenarnya senang kau selalu tersenyum setiap hari. Tapi apa kau tahu aku juga sebal pulang sendiri setiap hari.” Gumam Hyuna kesal.

»»»»»

Jisook POV

”Minho Oppa…”

Aku melihat punggungnya. Sangat bidang dan aku langsung mengenalinya.Tentu saja. ”Oh Jagiya..”

Dia menyambutku dengan senyum manis. Oh! Jantungku bahkan tak berhenti berdetak. >ya iyalah=_=…

”Kau menunggu lama? ”

”Tentu saja tidak. Bel pulang baru berbunyi dan tentu saja aku juga baru keluar kelas “

”Oh syukurlah.. ” Aku bergumam mengelus dadaku sendiri. Berada didekatnya kenapa aku jadi gugup begini.

”Wae jagi ? ” Bingo! Dan dia langsung tau kegugupanku.

”A..ani.. Ini untukmu Oppa. Aku tidak tahu apakah itu akan enak atau tidak menurutmu. Tapi aku sudah belajar ini lama dari Jinki Oppa…”Aku menyerahkan sekotak tempat makan padanya.

”Ige mwoya? ”

”Namanya Nasi Goreng. Itu makanan khas dari negara Indonesia. Kau tahu, pulau Bali. ”

”Jinja ? ” Dengan antusias>,,mungkin-_-< dia membuka bekal dariku itu.

Menatap sebentar lalu menyuapkan satu sendok. Ah jinja! Aku takut akan reaksinya.

”Woaaahhh!! ” mwo? Dia kenapa ?

”Jagi bagaimana kau bisa masak seenak ini ?”

”Mwo ? ”

”Ini benar-benar enak, sungguh. Aku tidak sedang menggodamu ”

”Jinja oppa ? ”

”Ne gomapta. Kuharap kau bisa sering-sering membuatkannya untukku. ”

Dia baru saja memujiku? Ah,jeongmal ! Wajahku sudah semerah apa sekarang?

‘cup…aku merasakan sesuatu yang lembut dipipiku. ”Oppa,,” Apa dia baru saja menciumku? Kulihat dia hanya tersenyum manis.

”Minho. Cepat sedikit, seperempat jam lagi ” Tiba-tiba terdengar teriakan dari jauh. Rekan tim basket Minho,Kim Jonghyun. Dia sepertinya tersenyum meledek pada kami.

”Ah nde sebentar hyung…! ”Minho balas menjawabnya dengan teriakan.

”Jagi aku harus latihan basket. Kau tidak papakan pulang sendiri? ” Mengangguk. Itu yang kulakukan. Aku masih terlalu shock atas kecupannya tadi.

”Baiklah aku pergi ne? Annyeong..”
Kemudian dia menjauh setelah mengacak rambutku.

”Minho oppa… ” Ah! Lancang sekali mulutku ini !

”Ne…” Dia berbalik dan tersenyum lagi ” A..aku..i..itu emh makanan ! Ah ya, kuharap kau menghabiskannya “

Dia tertawa kecil.

”Ini masakan kekasihku. Bahkan saat rekanku hanya ingin menghirup aromanya, aku tidakkan membiarkan hal itu terjadi …” m..mwo? Dia bilang apa?

Dia mengedip nakal dan berlari meninggalkanku.Ah! Choi Minho lagi-lagi kau membuat tubuhku melepuh.
Braaaakkkk….

Saat aku berbalik aku menabrak seseorang..Aigo..

”Mian..Mianhamnida..aku tidak sengaja..” Ujarku meminta maaf, aku ikut memunguti bukunya.

”Gwenchana..” Kami terbangun. Dia hanya tersenyum padaku lalu pergi.Pergi? Bahkan dia tak membiarkanku meminta maaf lagi? Huh namja aneh.
Euh tunggu, aku seperti mengenalnya. Bukankah dia Kim Keybum? Namja jenious dari kelas 2-1 yang sering dibicarakan teman-temanku? Benar,itu sepertinya memang dia.

”Kau tahu, Key menolak yeoja lagi..” Lihatlah! Bahkan baru saja aku bicara 2 yeoja yang ada dihadapanku benar-benar sedang membicarakannya.

”Jinja? Memang siapa lagi? ” Tanya yeoja yang lebih tinggi yang tak kutahu namanya. Sepertinya mereka sunbaeku.

” Park Jiyeon…Kau tahu, bahkan yeoja secantik dia masih saja ditolak mentah-mentah. Huh aku heran, entah seperti apa typenya itu ”

”Syukurlah… Kalau dia menerima yeoja centil itu aku yakin pasti kadar kenarsisannya akan bertambah. Dan juga aku masih ingin sekolah kita ini aman dari bunuh diri massal “

”Haa…kau benar juga. ”

Bunuh diri massal? Apa maksudnya para yeoja yang patah hati nantinya? Ah pabo,kenapa aku jadi ikut menguping dan memikirkannya? Inikan bukan urusanku.

»»»»»

”Aku pulaaanggg…”

”Mmm 1 jam 35 menit.. Kenapa kau terlambat pulang ? ” Huh! Bukannya membiarkanku istirahat oppaku ini malah mengintrogasiku. Bukankah Hyuna bilang akan memberitahunya?

”Aku lapar dan mampir kekedai paman Jang..”

”Sebelum itu? ”

”Sebelum itu? Ah! Aku meminjam buku terlebih dulu diperpus. ”

”Tidak, sebelum itu? ”

”Menemui Cho Songsenim untuk mengumpulkan tugas yang tertinggal.. ”

”Sebelum itu ? ”

”Aku ke toilet..”

”Sebelum itu ? ”

”Membenahi tali sepatuku..”

”Sebelumnya..”

”Menemani sepasang anak kembar ..”

”Menemani anak kembar ? ”

”Ya, mereka aegi dari Yoon Songsaenim.Mereka lucu sekali seperti ayahnya.Kukira mereka memang anak yang tersesat ke sekolah tapi ternyata setelah….”

”Ah ya baiklah.. Lanjutkan saja. Sampai mana tadi? Ah anak kembar.. Lalu sebelum itu kau kemana ? ”

”Aku emh sepertinya menguping..” Aku berfikir sejenak untuk berfikir hal sebelum itu yang kulakukan.

”Menguping? Aish kau tidak sopan sekali. Baiklah, lalu sebelumnya? ”

” Ya! Oppa! Sebenarnya hal apa yang ingin kau tanyakan huh? Kau membuatku pusing. ” Lama-lama aku kesal juga dibuatnya. Apa ia tak bosan mengulang kata ‘sebelumnya’ terus menerus? Huh ? Kini dia memang sudah diam. Tapi tatapannya seakan mengintimidasiku.Menyebalkan

”Aishh…Ya baiklah. Aku bertemu Choi Minho, Lee Jinki, kau puas? ”

Oppaku ini memang terlalu brother complex. Maklum saja kami hanya tinggal berdua dirumah karena Appa harus mengurus bisnisnya keluar kota dengan Umma yang selalu disampingnya.

”Hm..Bagus,kukira kau akan terus mengelak. Tapi apa kalian kencan? ”

”Ani, aku hanya menyerahkan masakanku yang belum sempat kuberikan tadi pagi. Aku takut itu sudah basi, tapi sepertinya dia masih suka. Huh syukurlah. ” Tanpa sadar senyumku mengembang. Entah kenapa perasaan bahagia itu masih kurasakan walau hampir 2 jam berlalu.

Tik.tok. Hening.

Kenapa suasana jadi seperti ini? Perlahan aku menatap Jinki oppa ”Oppa..??”

”Haaa.. Kau lucu. Kau menggemaskan sekali yeodongsaengku tersayang…”

”Ya! …” Aku menghalau tangan nya yang terus mencubit pipiku. ”Apa yang lucu hm? ”

”Semuanya. Dirimu,Choi Minho, cinta monyetmu dan wajah meronamu itu. Hih kau tahu,itu menggemaskan…”

”Ya! Sudah kubilang ini bukan cinta monyet. Aku mencintainya dan dia juga begitu ”

”Haa ya baiklah. Sekarang cepat mandi dan ganti bajumu itu sebelum bau badanmu menyebar. Arraseo ? ”

”Huh sepertinya kau bukan Oppaku..”

Dengan kesal aku melangkah masuk. Melewatinya yang masih setia dengan tawanya. Tuk. Tapi langkah kakiku terhenti seketika dan mataku membulat.

”Neo…???

»»»

Jisook Pov end

Jinki yang mendengar Jisook setengah berteriak segera menutup pintu dan tepat seperti dugaannya pasti karena namja yang duduk diruang tengah membuatnya terkejut.

”Oh! Jisook mian… Oppa lupa memberitahumu bahwa ada teman ”

Jisook diam. Entah apa yang ia fikirkan hingga menatap namja itu dengan tatapan terkejut dan errr terpesona? Entahlah, mungkin hanya kelihatannya. Namja itu juga tak bergeming,ia malah balas menatap Jiseok. Tak ada takutnya pada sang tuan rumah ? Wow…

Dengan mimik serious,mata tajam dibalik kacamata polos yang membingkainya . Kini ia tahu kenapa teman-temannya senang sekali berguncing akan namja ini. Tepat. Namja ini memang sangat mempesona.

Ia jadi teringat kejadian tabrakan tadi. Apa namja ini masih mengingat wajahnya?

”Jisook gwenchana? Jangan bilang kau tidak mengenalnya ? ” Tanya Jinki membuyarkan lamunan Jisook.

Yeoja itu gelagapan, tentu. Ia baru tertangkap basah memandangi namja chingu oppanya dengan tatapan mesum. Huh memalukan.

”Oppa,bukankah dia Kim Keybum sunbaenim ? Bagaimana mungkin kau bilang aku tak mengenalnya. ” Jisook mencoba menjawab pertanyaan oppanya setenang mungkin.

Ia lalu membungkuk pada Keybum yang tetap diam. Sebagai hobae, apa salahnya tetap bersikap ramah walaupun ini sudah diluar sekolah.

Jinki tertawa keras lagi.
”’Oh! Lihatlah Key, bahkan adikku bisa menatapmu dengan tatapan bernafsu seperti itu. Omooo.. Aku tak menyangka pesonamu memang sang aaaaaahhhh….”

Dengan keras dan sengaja Jiseok mendaratkan kakinya di atas kaki Jinki. Padahal yeoja itu masih mamakai sepatu tentunya.

”ya! Kau menginjakku…ouch..” Rintih Jinki yang tak diperdulikan sama sekali oleh Jiseok.

”Sunbaenim,kuharap kau tidak menganggapnya. Dia memang suka seperti itu ” Sela Jiseok cepat

”Mmh maksudku,kau pasti dengar pembicaraan kami diluar tadi bukan? Aku sudah memiliki namja. Ya, aku bukan yeoja yang tak punya pacar. Jadi aku pasti salah besar jika terpesona padamu…haaa…Kuharap kau mengerti,hm ya kau mengertikan ? ” Lanjutnya membuat Kibum mengangguk pelan. Mengerut pelan karena tawa aneh yeoja aneh itu.

Mencoba tersenyum simpul,setelahnya Jisook beralih pada Jinki yang masih meringis.Lalu ia mendesis kesal

”Awas saja kalau sekali lagi kau mencoba mempermalukanku oppa..” Lalu setengah berlari ia bergegas kekamarnya dilantai dua.

”Aishh Jinja? Darimana dia belajar sikap seperti itu ?” Gerutu Jinki sebal

”Kurasa nenekmu…” Jawab Kibum membuat Jinki menatapnya. Masih mencoba menahan tawa, Kibum mengambil buku dihadapannya.

” Yeoja tua mengandalkan lidah. Dan terkadang gerak tubuh untuk mendiamkan lawannya. ”

”MWO?  ”
Jinki terkejut. Apa namja itu baru saja mengatai adiknya dengan sebutan ‘yeoja tua’ ? Diawal perkenalan mereka? Padahal adiknya itu bisa dibilang diatas rata-rata.

” Aish hyung appo…kenapa menimpukku ?”

“Hey, bocah tengik. Kau tahu, aku bahkan sampai harus berlatih beladiri demi melindungi adik cantikku itu dari sasaeng fansnya! ” Gertak Jinki yang sekarang sudah mengunci leher Key dengan lengannya.
Persis seperti saat berlatih beladiri.

” Tapi bagiku dia tak cantik. Sama sepertimu yang tak tampan beda sekali denganku..weee “

“Aishh.. Bocah tengik ini “

Akhirnya kedua sunbae – hobae itu memilih beradu perang diselang waktu belajar mereka. Tentu saja hanya sebatas candaan.

»»»

Hari Ini di sekolah, Hyuna tampak gelisah menunggu sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Jiseok.

”Ya! Jisook-ah ?”

”Oh! Hyuna-ya..Waeyo? Kau tampak gelisah sekali ? Kenapa tak masuk ke kelas ? ” Cerocos Jisook yang baru saja datang namun mendapati chingunya diluar.

” Huh jeongmal! Kenapa kau lama sekali? ”

”Mian Jinki oppa agak terlambat bangun pagi ini ? ”

”Jinja ? Mana mungkin, pasti kau yang terlambat bangun. Iyakan? ”

Jisook mengerucut. Tentu saja ia akan sangat malu jika mengakui todongan temannya itu memang benar.

”Aish sudahlah lupakan. Ayo cepat ikut aku, sebelum semuanya terjadi. ”

”Mwo? Apa maksudmu? Ada apa? ”

”Aish sudahlah cepat..Kita akan terlambat…” Tanpa perduli Hyuna segera menyeret chingunya itu setengah berlari.

& & & Ternyata lapangan basket

”Tapi aku sudah punya yeoja chingu Sulli-ya.. Kumohon kau mengerti ”

Hyuna segera menghentikan langkahnya dan Jisook. Setelah mendengar suara berat seorang namja yang cukup mereka kenal.

”A..araseo..” Lalu di ikuti suara mungil yeoja.

”Minho oppa, Choi Sulli…” Gumam Jisook menatap 2 orang yang berdiri tak jauh darinya. Mereka terlihat berhadapan di tribun nomor dua sedang Jisook dan Hyuna dipinggir lapangan basket. Beberapa murid tim basket juga tampaknya tengah bermain, tapi sepertinya tak ingin ikut campur.

”Benar, itu mereka…” Tanggap Hyuna ”Kau tahu, aku mengajakmu kemari karena kudengar dari anak-anak kemarin bahwa Sulli akan menyatakan cintanya pada Minho pagi ini…”

Jisook diam. Ia tak terlalu memahami kata ‘menyatakan cinta’ yang Hyuna bicarakan. Bukankah hampir satu sekolah sudah tahu Minho dan Jisook menjalin hubungan. Lalu kenapa Choi Sulli bisa menyatakan cinta pada namja yang sudah memiliki yeoja.

”Aishh kau mendengarku tidak? ” Gerutu Hyuna kesal. Namun Jisook menggeleng. Ia memang tak dengar dan tak ingin mendengar cerocosan Hyuna yang tak dibutuhkannya.

Sekarang ini ia hanya membutuhkan penjelasan Minho. Kenapa semua seperti ini? Kenapa Sulli dengan lancangnya mencoba merebut Minho? And wait… Kenapa tatapan Minho seperti itu padanya?

”Gwenchana Jisook-ah? Hey, Jisook-ah ?! “

»»»»» tbc…

Gmna? Gajekah? # aku tahu..wkwkwk
Tapi sejelek apapun tetep leave comment ya? See you next part.. Annyeong^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Is He or Him? – Part 1

  1. kayaknya bakalan seru nich. ditunggu kelanjutannya yah…
    suka bgt m karakter Jinki disini. sering berkhayal juga kalo Jinki jadi Oppa-ku🙂 …

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s