Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 9B

Naega Saranghae Season Two (Our Marriage) – Part 9B

nsst part 7

–    Author                                             :

Papillon Lynx aka Ervina H

–    Major Casts                                                 :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eun Ji APink
  • Choi Minho SHINee covered by Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee covered by Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key covered by Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki covered by Lee Jinki SHINee
  • Lee Jura covered by Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD
  • Lee Taemin covered by Lee Taemin SHINee
  • Jang Hyunseung covered by Jang Hyunseung B2ST
  • Hwang Suji covered by Han Ga In

–    Minor Cast                                      :

  • Jinki and Minho’s Eomma
  • Lee Won Ssi
  • Shin You and Jonghyun’s Eomma
  • Kim Junsu
  • Lee Soo Man
  • Tuan Han
  • Nyonya Han
  • Nyonya Kim
  • Pengacara Hwang
  • Park Sera
  • Manager Hyung

–    Genre                                               :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Friendship
  • Marriage Life

–    Length                                             :

Sequel

–    Rating                                              :

PG-13 until PG-16

 

Summary        :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

 

A.N:

Okay, mian ini part B nya. Kemaren sengaja aku potong karena kalau digabung sama ini jadi kepanjangan. Jadi aku bikin dua bagian. Mungkin aku motongnya ga pas timing. Tapi gapap deh biar bikin readers penasaran. Wksks😀 Lanjutt.. Happy reading dan jangan lupa komen yaa.. ^^

 

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

 

***

Key diam. Sedangkan Nhaena masih menatapnya tajam, butuh penjelasan.

“Aku gila atau tidak tentu kau sudah tahu jawabannya. Aku lelah karena selama ini hanya bisa diam saja ketika kita bertengkar dan tak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki hubungan kita. Aku lelah hanya bisa melihatmu mengancamku ini-itu yang pada intinya kau ingin berpisah dan mengakhiri ini semua. Sekarang aku sudah tak tahan lagi, aku tak mau diam saja. Jangan salahkan aku jika sifat egoismu kini telah menular padaku.”

“Jangan menghalangiku untuk pergi darimu di saat kau juga akan pergi menemui perempuan lain, Key!” bentak Nhaena sambil berlalu.

GREP!

Namun sekali lagi Key berhasil menahannya.

“Mana buktinya?? Mana buktinya kalau akau akan pergi menemui Yurra Noona??”

“Kau minta bukti? Bukankah tadi kau mengatakan kalau kau akan pergi menemui Han Yurra, iya kan?” tuduh Nhaena.

“Apa? Aku hanya mengatakan aku akan pergi karena ada urusan penting dan itu bukan berarti aku akan menemui Yurra Noona.

“Itu.. Benarkah?” Nhaena menghapus sisa-sisa air matanya dengan tangan lainnya yang bebas. “Benar kau tidak membohongiku?” rajuk Nhaena dengan wajah polosnya. Key menghembuskan nafasnya panjang.

“Masih tidak percaya? Ya sudah, ayo ikut!” Key menarik tangan Nhaena dan menyuruh Nhaena masuk ke dalam mobil.

“Tapi berjanjilah padaku, setelah kau menemukan jawaban apakah aku jujur atau tidak mengenai hal ini, dan jika memang jawabannya adalah mengharuskanmu tetap berada di sisiku, maka kau kularang untuk mengajukan permintaan cerai lagi padaku. Selamanya kau milikku, Arrasseo?!” titah Key sambil menyalakan mesin mobil dan membawa Nhaena pergi ke tempat yang mungkin saja bisa membuat Nhaena berpikir sekali lagi untuk tetap mempertahankan rumah tangga mereka.

***

SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL

10.00 AM KST

Minho berdiri bersandar pada dinding koridor, tepat di sebelah kanan pintu ruang ICU. Dan dengan sabar dan setia, Shin You ikut berdiri di sana dan menggenggam satu tangan Minho erat, berusaha menyalurkan kehangatan yang Shin You yakin bisa membuat hati gelisah Minho menjadi sedikit tenang.

Setengah jam yang lalu, Key dan Nhaena sampai di rumah sakit dan langsung menemui mereka berdua. Key dan Nhaena tampak syok. Tentu keduanya memiliki perbedaan alasan kenapa mereka bisa merasa syok, bahkan sampai sekarang. Key syok karena ternyata apa yang dikatakan Minho benar adanya, setelah ia memberanikan diri melihat sosok Jinki terbujur lemas di pembaringan di dalam ruang ICU dari kaca pintu. Sedangkan Nhaena tampak syok, dan mungkin menyesal, karena sebelumnya ia sudah berani menuduh Key tanpa bukti.

Nhaena bisa memahami dan sangat memaklumi kenapa Key menganggap hal ini adalah urusan yang sangat penting. Karena masalah ini berkaitan dengan Jinki dan Jinki adalah kakak dari sahabat karibnya. Tentu sebagai sahabat, Key sangat ingin berada di samping Minho saat Minho mengalami kesusahan seperti sekarang. Apalagi ada hal janggal yang belum lama tadi didengar Nhaena tadi dari bibir Minho dan Key.

“Minho-ah, pergilah ke cafeteria rumah sakit dengan Key. Kau belum makan apa-apa sejak semalam. Kau bisa sakit.” Kata Shin You memecahkan keheningan yang ada di antara mereka. Minho hanya menggeleng, membuat Shin You menoleh ke arah Key dan memberikan tatapan –tolong bantu aku—

 

“Shin You benar, Minho-ah.. Ayo, sebentar saja. Aku temani kau makan. Kebetulan tadi pagi aku juga hanya minum segelas kopi. Perutku mulai melilit rasanya.” Ajak Key sambil berdiri dan berjalan mendekat ke arah Minho. “Nhaena-ya, bagaimana denganmu? Mau makan juga bersama kami?”

Anieyo. Aku sudah sarapan tadi pagi. Pergilah, aku akan menemani Shin You di sini selama kalian makan.” Jawab Nhaena sambil tersenyum. Nhaena bangkit dari duduknya sambil merapikan sedikit rambutnya yang terlepas dari ikatan.

“Bagaimana, Minho? Sudaaaahh…” Key menggamit lengan tangan kanan Minho dan berusaha menarik namja itu untuk mengikutinya. Minho pun hanya bisa menurut. “Jangan buang-buang wak—“

DEGH!

Langkah Minho dan Key terhenti. Di hadapannya, berdiri dua sosok yeoja yang mereka kenal dan tengah berjalan berlawanan arah dengannya.

“Aita Noona..” gumam Minho.

Yeoja itu.. Sialan!” geram Key lirih sekali, ketika memandangi seorang yeoja yang berjalan di samping Aita.

Shin You dan Nhaena yang melihat tingkah suami mereka yang aneh pun hanya bisa menatap heran dan bertanya-tanya mengapa Minho dan Key terpaku di sana.

Hingga detik yang mereka tunggu tiba. Detik dimana kedua manik mata Aita menangkap sosok Minho dan Key berdiri di hadapannya. Aita cukup terkejut melihat mereka, namun selanjutnya ia menyunggingkan senyum termanisnya.

“Hai.. Tak kusangka kita bisa bertemu di sini. Apa kabar kalian?” sapa Aita sambil memeluk Minho dan Key sejenak.

“Kabarku? Tak begitu baik saat ini. Senang rasanya melihat kau bisa tersenyum bahagia seperti itu, Noona. Aku rasa Jonghyun Hyung berhasil memenangkan hatimu.” Kata Minho sambil tersenyum tipis. ”Keundae, ngomong-ngomong, Aita Noona, sedang apa kau berada di rumah sakit ini? Siapa yang sakit? Apakah teman di sampingmu ini yang—“ Minho melirikkan matanya ke arah yeoja manis berkulit putih yang berdiri dan tersenyum canggung di samping Aita. Namun tatapan yeoja itu terlihat sesekali menatap Key dengan takut-takut.

“Aita Eonni?” Tiba-tiba Shin You dan Nhaena sudah berada di antara mereka. Aita melihat Shin You yang tersenyum untuknya dan seketika perasaan bersalah yang selama ini ia rasakan pada Shin You pun lenyap.

“Hai, Shin You. Hai juga, Nhaena. Wah kalian semua, pasangan suami istri yang kompak sekali sampai pergi ke rumah sakit pun bersama-sama. Ahh.. Aku tahu. Apakah istri-istri kalian sudah berbadan dua sekarang?” goda Aita membuat Minho, Shin You dan Nhaena bersemu merah. Tapi tidak dengan Key. Bukan karena Key tidak suka digoda oleh Aita. Namja itu masih belum bisa melepaskan tatapannya dari sosok yeoja yang jujur ia akui sangat mengganggu pandangannya.

“Ah, bukan seperti itu, Noona. Jinki Hyung baru saja mengalami musibah.” Jawab Minho jujur. Wajahnya berubah sedih lagi.

Omo! Bagaimana bisa? Jinki kecelakaan?? Apa kecelakaannya ini karena ia mengalami depresi setelah menceraikan Yurra?” celetuk Aita. Minho tersentak.

“Jadi.. Memang benar Jinki Hyung telah menceraikan Yurra Noona? Tapi.. Bagaimana itu bisa terjadi? Sedangkan dokter mengatakan kalau Jinki Hyung telah cukup lama mengalami penyiksaaan.” Kata Minho yang semakin bingung. Kini ada dua orang, Key dan Aita yang mengetahui kenyataan kalau Jinki telah menceraikan Yurra, jadi tidak mungkin Key berbohong padanya.

Mworago? Penyiksaan?? Siapa yang tega mela—“

“Aita Noona..” lirih Key memotong pembicaraan Aita. Sontak, semua mata tertuju padanya yang masih menatap yeoja di samping Aita dengan tatapan tajam. “Siapa perempuan yang berada di sampingmu sekarang? Tidakkah kau ingin memperkenalkannya pada kami?” desis Key sambil menyunggingkan senyumnya terpaksa.

Aita terperangah namun sedetik kemudian langsung menanggapi pertanyaan Key. “Ah.. Ini, dia temanku. Perkenalkan semuanya, temanku ini bernama Hwang Su Ji. Dia adalah temanku yang sangat baik.” Kata Aita memperkenalkan Su Ji sambil tersenyum yang mau tak mau membuat Su Ji mengulurkan tangannya pada Minho, Shin You, Nhaena dan Key secara bergantian. Namun saat tiba giliran ia akan menyalami Key, Key justru diam dan memalingkan wajahnya. Membuat Su Ji serasa ditampar karena malu dan mengutuk Key berkali-kali dalam hati.

“Wah, Su Ji Eonni, kau terlihat cantik sekali. Kau terlihat dewasa dan anggun. Bolehkah aku menebak sesuatu darimu? Kau bukan keturunan Korea asli ya?” celoteh Nhaena yang tidak menyadari kalau Key merasa tidak nyaman dengan sikap beramah-tamah yang Nhaena tunjukkan pada yeoja jalang itu.

Nde, aku memang bukan keturunan Korea asli. Ada darah Perancis yang diturunkan oleh Ayahku.” Jawab Su Ji sambil berusaha tersenyum di saat tatapan tajam Key kian menusuk dan seolah memojokkannya.

“Aita Noona, bolehkah aku meralat perkataanmu yang sebelumnya tadi?” kata Key tiba-tiba dengan nada yang datar, membuat Aita lagi-lagi sempat terperangah dan mengangguk bingung.

“Eh? I-i-iya, K-Key.. Silakan saja. Apa ada perkataanku yang salah?” tanya Aita yang menjadi kikuk sendiri.

“Langsung saja. Aku ingin mengatakannya karena aku benar-benar sudah tidak sabar. Kau bilang tadi, temanmu yang bernama Hwang Su Ji ini adalah temanmu yang sangat baik, bukan? Dan baru saja Nhaena mengatakan kalau teman Noona ini sangat cantik, dewasa, dan anggun. Namun pertanyaanku pada Noona, kebaikan seperti apa yang telah ia tunjukkan padamu sedangkan kebusukan besar telah ia umbar di mata orang lain?”

DEGH!

Semuanya terperanjat mendengar kata-kata tajam dan sinis milik Key muncul di saat seperti ini. Minho yang merasa tidak enak dengan Aita, langsung reflek menyenggol lengan Key.

“Key, sedang apa kau?” bisik Minho di telinga Key. Key diam.

“Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku sampaikan setelah bertemu untuk kedua kalinya dengan wanita jalang ini. Sayang sekali, saat malam di Perancis waktu itu aku tidak sempat mengatakan semua kekesalanku ini karena aku tidak ingin mengganggu saat-saat bahagiamu di dalam dekapan Jinki Hyung.” Terang Key dengan seringaian liciknya.

SKAKMATE! Kau kira aku akan dengan begitu mudahnya melupakan wajahmu itu, huh? Wajah yang tertawa di saat wajah Yurra Noona basah karena menangis. Batin Key puas.

“Key-ah, apa maksudmu? Kenapa kau menghina temanku?” tanya Aita yang mulai terpancing emosinya.

“Key, hentikan. Jangan mulai lagi mengumbar kata-kata pedasmu itu.” Larang Nhaena sambil meremas pelan lengan Key. Key hanya mengangkat satu sudut bibirnya ke atas.

“Kesimpulannya hanya satu, Aita Noona. Terkadang orang yang berhati busuk akan melakukan kebaikan-kebaikan di hadapan orang lain agar ia bisa memiliki orang-orang yang sanggup membelanya ketika ada orang lain yang sedang membongkar kebusukannya, seperti sekarang ini. Aku membongkar kebusukannya, dan kau, Aita Noona, kau yang membelanya.” Tandas Key.

Key menarik tangan Nhaena dan membawa gadis itu pergi dari tempat itu juga. “Minho-ya, jika kau masih ingin memecahkan teka-teki ini, ikutlah denganku dan isilah perut kosongmu itu.” Pekik Key sambil terus berjalan dan sosoknya menghilang di belokan koridor bersama Nhaena.

Minho dan Shin You hanya menatap kepergian Key dengan wajah bingung dan heran. Namun sedetik kemudian, kata-kata Key kembali terngiang di telinga Minho.

Sayang sekali, saat malam di Perancis waktu itu aku tidak sempat mengatakan semua kekesalanku ini karena aku tidak ingin mengganggu saat-saat bahagia Su Ji-ssi di dalam dekapan Jinki Hyung.

 

Terkadang orang yang berhati busuk akan melakukan kebaikan di hadapan orang lain agar ia bisa memiliki orang-orang yang sanggup membelanya ketika ada orang lain yang sedang membongkar kebusukannya, seperti sekarang ini. Aku membongkar kebusukannya, dan kau, Aita Noona, kau yang membelanya.

 

Sesaat kemudian, Shin You dan Aita menyadari kalau Minho tengah menatap Hwang Su Ji dengan tatapan benci yang beberapa saat lalu Su Ji dapatkan dari Key.

“Aita Eonni, bisakah kau menelepon Jonghyun Oppa dan memintanya datang ke sini sekarang?” Mendengar permintaan Shin You, Aita sudah menduga kalau ada sesuatu yang rumit yang akan—ah tidak— yang telah terjadi. Aita mengangguk pasrah dan mengambil ponsel dalam tas pundaknya.

“Kalau begitu, lebih baik aku pulang dulu, Aita. Tidak enak jika terus berada di antara kalian sementara aku hanyalah orang luar.” Kata Su Ji memberanikan diri.

“Tidak, Su Ji-ssi.” Larangan Minho membuat Su Ji menghentikan langkahnya. “Sepertinya kau mengetahui sesuatu dan aku rasa kau bisa menjelaskannya pada kami semua nanti.”

***

STILL IN SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL

01.00 PM KST

Jonghyun dan Taemin datang berlari-lari ketika mereka sampai di rumah sakit. Tanpa bertanya pada petugas rumah sakit di depan, Jonghyun sudah tahu dimana ruang ICU berada karena rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat dimana ibunya melahirkan Nhaena sekaligus tempat dimana ayah dan ibunya menghembuskan nafas terakhir mereka karena kecelakaan maut itu.

Begitu melihat sosok orang-orang yang dikenalnya, Jonghyun langsung menyunggingkan senyum bodoh dan mengelap keringat sebesar jagung yang membasahi dahinya. Sedangkan Taemin hanya membungkuk, mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Dia baru tahu kalau Jonghyun cukup baik dalam berlari.

Mianhae, aku tahu aku sangat terlambat. Anu.. Tadi, ban motorku bocor. Dan Taemin tak mau ditinggal di rumah. Jadi dari kantor tadi, aku menjemput Taemin dulu di rumah, baru setelah itu kita pergi ke sini.” Ringis Jonghyun sambil mengelus tengkuknya. Mendengarnya membuat Key memutar kedua bola matanya.

“Biasanya Hyung kan bawa mobil..” celetuk Minho.

“Anu.. Itu, mobilku ada di bengkel. Karena itu aku tidak bisa mengantar Aita check up ke rumah sakit. Aku kira Taemin yang menemanimu pergi ke rumah sakit. Ternyata bersama dia lagi…” Kata Jonghyun ketika melirik sosok Aita yang berdiri di sisi  kanan bersama Su Ji yang terlihat menundukkan kepalanya dalam.

Annyeonghaseyo! Perkenalkan, nama saya Lee Taemin. Adik adopsinya Aita Noona. Bangapta..” kata Taemin sambil membungkuk lagi dan memperkenalkan diri. Taemin memberikan senyum manis andalannya dan itu membuat Shin You dan Nhaena cukup terpana.

Omona, Taemin-ah, kau tampan dan imut sekali!!!” Shin You dan Nhaena kompakan mendekati Taemin dan mencubiti pipi namja itu. Melihat Nhaena yang mulai bertingkah, Key langsung menarik Nhaena kembali ke sampingnya.

“Berani dekat-dekat dengan namja lain lagi, aku tidak mau tidur satu ranjang denganmu.” Ancam Key pada Nhaena dengan setengah berbisik.

Aish.. Seorang Key yang posesif dan berubah menjadi egois dalam hal cinta, itu menggelikan!” cibir Nhaena sambil menjulurkan lidahnya.

“Kau—“ kalimat Key terpotong.

“Aita-ah, kenapa masih berhubungan dengannya, hm? Kau tidak lupa dengan perkataanku kemarin dulu kan?” tanya Jonghyun sambil mendekat ke arah Aita dan Su Ji. Aita hanya bungkam. Ia tahu ia telah melanggar peringatan Jonghyun sekali lagi.

“Jonghyun Hyung, kau mengenalnya juga?” tanya Key.

“Tidak kenal. Dan tidak mau kenal. Karena dari sekali ihat saja, aku tahu dia bukan pribadi yang baik dan bisa dipercaya.” Tandas Jonghyun disusul anggukan mantap Taemin. “Jadi, Younnie-ah, kenapa kau meminta Oppa datang kemari?”

“Mungkin, Minho dan Key lebih berhak untuk menjawab pertanyaanmu, Oppa.” Jawab Shin You sekenanya. Membuat Jonghyun heran dan tak sengaja melihat ke arah Taemin. Dan Jonghyun menemukan jawabannya ketika melihat mata Taemin menatap Hwang Su Ji dengan pandangan teramat-sangat benci.

***

Sekarang Jinki sudah berada di kamar rawat biasa.  Lima belas menit yang lalu, ia baru bisa dipindahkan dari ruang ICU pasca dioperasi semalam. Dan beruntungnya, Dokter mengizinkan Minho dan yang lainnya masuk ke dalam kamar rawat untuk menemani Jinki. Namun Jinki belum juga sadarkan diri sampai sekarang.

“Memang tidak masuk di akal jika cerita tentang perceraian Jinki Hyung yang disampaikan Key Hyung dikaitkan dengan cerita tentang penyiksaan Jinki Hyung yang diceritakan Minho Hyung. Apalagi Minho Hyung menambahkan penjelasan dokter kalau Jinki Hyung sudah lama mengalami penyiksaan sampai terluka parah seperti ini. Dan dokter itu tidak mungkin berbohong.” Kata Taemin yang duduk di sofa panjang bersama Jonghyun dan Minho.

“Mungkin, nona cantik bernama Hwang Su Ji yang bersama dengan kita sekarang, bisa memberikan kita banyak penjelasan tentang hal ini. Dia adalah wanita yang aku lihat bersama Jinki Hyung di Perancis saat aku dan Nhaena pergi berbulan madu di sana juga.” Kata Key dengan nada menyindir yang ia tujukan pada Su Ji.

“Key, tunggu sebentar. Minho-ah, aku tahu bagaimana karakter Jinki Hyung. Sejak kecil kita berempat tumbuh bersama, bermain bersama. Jadi, tidak mungkin Jinki Hyung bisa berubah menjadi pribadi yang negatif. Aku tahu, dilihat dari tatapan matanya pada Yurra Noona di hari pernikahan mereka, Jinki Hyung sangat menyukai Yurra Noona. Dan setahuku dia adalah tipe pria yang setia. Bahkan Yurra Noona adalah cinta pertamanya. Aneh saja jika ia berpaling dengan Hwang Su Ji.” Ucap Jonghyun panjang lebar.

“Kau benar, Hyung. Aku rasa—“ Minho menggantungkan kalimatnya.

“Aku curiga, laki-laki yang dilihat Key dan Yurra Noona di Perancis itu bukanlah Jinki Hyung yang sebenarnya.” Ungkap Jonghyun yakin. Pendapat Jonghyun itu membuat yang lainnya terkesiap di tempat.

“Kau benar, Jonghyun-ssi.” Semua mata kini menatap Su Ji dengan tatapan bertanya, menuntut penjelasan. “Laki-laki yang bersama denganku di Perancis saat itu adalah Lee Jura, bukan Lee Jinki. Jura memang kekasihku. Lee Jura adalah kakak kembar Jinki yang terpisah dengan Jinki selama dua puluh tahun dan alasan mengapa ia melakukan semua ini pada Jinki adalah, karena kekasihku ingin membuat Jinki merasakan penderitaan yang pernah dulu ia rasakan.”

“Apa maksudmu? Lee Jinki adalah kakak kandungku. Tidak mungkin dia memiliki saudara selain aku!” marah Minho sambil bangkit berdiri.

“Minho­-ah, tenanglah. Jangan membuat keributan jika kau tidak ingin kakakmu merasa terganggu.” Kata Shin You mengingatkan. Minho pun menurut dan kembali duduk.

“Bukan, Minho-ssi. Lee Jinki bukan kakak kandungmu. Jinki adalah anak adopsi yang keluarga Choi angkat dari sebuah panti asuhan di Busan. Itulah sebabnya kau dan Jinki memiliki marga yang berbeda. Sayangnya, saat kedua orangtuamu mengangkat Jinki sebagai anak, mereka tidak sekalipun mempertimbangkan Jura yang notabene adalah kakak kembarnya, untuk mereka angkat juga. Mungkin Jinki melupakan peristiwa itu, namun Jura tak bisa melupakannya.” Terang Su Ji.

“Tak ada yang mau mengadopsi Jura, hingga ia dewasa dan kepala panti asuhan tak bisa membiayainya lagi. Mau tidak mau, Jura keluar dari panti asuhan dan memulai hidupnya sendiri tanpa ia mengenal satu orangpun di luar sana. Aku tahu betapa beratnya hidup Jura dan hal itu pasti yang telah membuatnya merasa dendam dengan Jinki karena Jinki tak pernah mencari keberadaannya. Hingga Jura bertemu denganku di sebuah diskotik dan ia memintaku untuk mendukung rencana sabotasenya terhadap Jinki.”

Aissh, jincca! Ternyata benar apa kata Key. Kau sama-sama bejatnya dengan kekasihmu itu.” Umpat Nhaena sebal. “Kalau begitu lebih baik aku menghubungi Yurra Eonni sekarang agar cepat datang ke sini dan mencakar-cakar wajah topengmu itu.” Nhaena keluar dari kamar rawat sambil sibuk menelepon Yurra.

“Su Ji-ya, kau mengecewakanku. Ternyata benar apa kata Jonghyun Oppa dan Taemin. Hatimu tak secantik penampilan luarmu. Bodohnya aku bahkan sempat berpikir untuk menikahkan suamiku pada wanita sepertimu.” Isak Aita. “Maaf, aku permisi ke toilet sebentar.” Aita berlalu meninggalkan yang lainnya. Jonghyun yang merasa khawatir, lebih memilih mengekori Aita dan memastikan istrinya itu baik-baik saja.

Mianhamnida. Hanya itu yang bisa aku katakan sekarang. Dan untuk menebus kesalahkanku pada Yurra dan Jinki, aku akan membantu kalian menemukan Jura. Semampuku.” Kata Su Ji tertunduk.

“Ya. Kau memang harus melakukan itu, Su Ji-ssi.” Geram Minho. “Walaupun dia adalah kakak kembar Jinki Hyung, tapi tetap saja perbuatannya sangat fatal. Aku hanya mau Jinki Hyung mendapat keadilan di sini.”

“Pergilah. Cari Jura. Temukan dia untuk kami.” Titah Key datar. Su Ji hanya mengangguk pasrah.

“Su Ji-ssi, terima kasih karena telah menceritakan semua kenyataan ini pada kami. Jika tak ada kau, mungkin kami tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi.” Kata Shin You sambil tersenyum tulus sebelum Su Ji keluar dari kamar rawat. Su Ji mengangguk lagi dan tersenyum singkat. Su Ji pun berlalu.

“Arrghh!! Sial! Sudah dari awal aku tidak menyukainya!!” umpat Taemin dengan wajah marah dan pergi tergesa-gesa meninggalkan kamar rawat Jinki. Di luar kamar rawat, sosok Su Ji yang berjalan menjauh di depannya masih bisa Taemin lihat. Tanpa menunggu lagi, Taemin langsung mengejar langkah Su Ji. Taemin menarik tangan Su Ji dan menyudutkan Su Ji di dinding koridor. Beruntung koridor rumah sakit sedang sepi.

“Kau… Pergi dari kehidupan kami! Pergi dari kehidupan Aita Noona dan Jonghyun Hyung! Akan kulakukan apapun demi kebahagiaan rumah tangga kakakku. Enyah! Atau aku tak segan-segan bertindak kasar pada seorang yeoja sekarang!!” geram Taemin sambil memukul dinding tepat di samping wajah Su Ji.

***

Tas tangan Yurra jatuh ketika kedua bola matanya menyaksikan Jinki terpejam rapat di atas kasur rawatnya. Mata Yurra mulai basah, satu tangannya menutup mulutnya yang setengah terbuka, tak percaya dengan kenyataan di hadapannya.

Sedetik kemudian, tangisnya pecah dan Yurra berlari memeluk Jinki yang masih belum sadarkan diri.

“Astaga, Oppa! Irreona! Bangunlah! Kenapa keadaanmu bisa sampai seperti ini?? Siapa yang melukaimu sampai seperti ini?” isak Yurra tergugu. Yurra terus mengguncang-guncang tubuh Jinki, berusaha membangunkan Jinki. Namun dengan sigap, Nhaena langsung menarik Yurra menjauh dari Jinki dan memberikan pelukan yang sangat Yurra rindukan.

“Tabahlah, Noona. Kita doakan saja semoga Jinki Hyung bisa cepat sadar. Aku percaya dia akan baik-baik saja. Aku dan Minho berjanji akan menangkap Jura dan menjebloskannya ke dalam penjara.” Hibur Key dengan wajah yang sangat sedih.

Yurra melepaskan pelukan Nhaena dan menatap Key tak percaya. Nhaena yang juga tak bisa menahan air matanya, hanya bisa memberikan sedikit perhatian yang selama ini tidak ia berikan pada Yurra dengan menghapus sisa-sisa air mata di pipi yeoja yang selama 17 tahun hidupnya ini ia kenal sebagai kakak perempuannya.

“Jadi, apa benar selama ini Jura menyamar sebagai Jinki Oppa dan merusak semuanya? Karir Jinki Oppa, nama baik Jinki Oppa dan juga rumah tangga kami?” tanya Yurra lirih.

“Sepertinya memang begitu, Noona. Jadi, mungkin saja selama ini Noona bersama Jura, bukan bersama Jinki Hyung.” Jelas Minho dengan nada menyesal. “Coba, Noona ingat-ingat. Kapan Noona merasakan ada perubahan dalam diri Jinki Hyung?” tanya Minho curiga.

“Itu.. Sejak Jinki Oppa kembali dari kepulangannya dari Perancis untuk syuting CF terbarunya di sana. Memang penampilannya sedikit berbeda dan dia pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu padaku. Lalu, saat itu.. Dia..”

DEGH!

Yurra menghentikan ucapannya. Ia mengingat suatu kejadian yang membuat hatinya seperti tersayat-sayat dan seketika ia merasa dirinya begitu menjijikkan.

“Saat itu? Saat itu dia—ah maksudku, Jura melakukan apa padamu, Noona?” tanya Key tak sabar bercampur cemas karena menyadari wajah syok Yurra.

“Hhh.. Tidak! Andwae! Aku telah melakukan hal itu dengannya. Bukan dengan suamiku. Hh, andwae!!” racau Yurra ketakutan sambil mengusap kedua lengannya cepat dan sesekali memegangi kepalanya. Reaksi Yurra yang seperti itu membuat Minho, Key, Shin You dan Nhaena bingung dan khawatir.

Noona, Noona!!” Key mengguncang pundak Yurra membuat Yurra berhenti meracau dan menatapnya dengan tatapan takut. “Katakan padaku, apa yang telah Jura lakukan padamu. Katakan!” Yurra diam. Mencoba mencerna pertanyaan Key. Namun bukan jawaban yang Key dengar, Yurra justru semakin menangis dan mengutuk dirinya.

“Aku kotor! Jinki Oppa, aku telah mengkhianati cinta kita. Aku.. Aku..” Mendengar racauan Yurra, Key dan Minho sudah bisa mengambil kesimpulan.

Eonni, sudahlah. Jangan seperti ini. Jebal..” tangis Nhaena sambil berusaha memeluk Yurra.

“LEE JURA, AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU! AKU AKAN MEMBUNUHMU, LEE JURA!!” kata Key sambil mengepalkan kedua tangannya. Key membalikkan badannya dan hendak meninggalkan kamar rawat Jinki. Namun saat ia membuka pintu kamar, Shin You sudah berada di hadapannya.

“Key, aku mohon jangan lakukan itu.. Pikirkanlah Nhaena. Jika kau mendapat masalah, apakah kau rela mengorbankan rumah tanggamu sekali lagi dengan Nhaena?” Kata Shin You sambil menatap Key sedih.

***

“Jura! Jura! Dengarkan aku!” kesal Su Ji sambil mengekori langkah-langkah Jura yang sedang mondar-mandir di kamarnya. “Kau akan pergi kemana, huh?”

Jura diam dan hanya memasukkan semua baju-bajunya ke dalam koper besar yang ia letakkan di atas kasurnya. Jura memasukkanya dengan cepat dan tak mau menghiraukan Su Ji.

“Jura! Jawab aku! Kau tega meninggalkan aku sendiri, huh?! Semuanya sudah tahu dan kau akan pergi begitu saja? Kau ingin menjadikanku kambing hitam, huh? Inikah yang kau namakan dengan cinta?!” bentak Su Ji yang tak sabar lagi. Mendengar semua perkataan Su Ji yang membuatnya muak, membuat Jura melempar tumpukan baju yang ada di tangannya ke wajah Su Ji dengan kasar. Su Ji terhenyak.

Tanpa Su Ji duga, Jura reflek mendorong tubuhnya ke dinding dengan kasar. Sedetik kemudian, Su Ji merasakan punggungnya seakan mati rasa ketika Jura mengunci tubuhnya di sana. Wajah merah Jura dan matanya yang membulat penuh amarah membuat Su Ji sangat ketakutan.

“Sejak dulu kau hanya kujadikan sebagai alat pemuasku.” Geram Jura sambil mencekik leher Su Ji. Su Ji terbatuk dan mulai kehabisan nafas. “Dan kau tahu, Su Jiku Sayang? Setelah aku merasa puas, maka tak ada alasan lain selain aku harus membuangmu!” Jura tertawa keras.

“K-kau.. Uhuk! Bre-brengsek kau, uhuk, Jura!!! A-aku me-mencintaimu dengan, uhuk, tulus! Ta-ta-tapi, uhuk kau???” kata Su Ji terbata. Jura menyeringai dalam dan semakin menguatkan jepitan kedua tangannya di leher Su Ji.

“Bukankah kau tak ingin kujadikan kambing hitam, huh?!” desis Jura.

Bagaimanapun Su Ji tidak ingin mati konyol dengan cara seperti ini. Ia tak akan membiarkan Jura berhasil membunuhnya. Dalam samar-samar ingatannya, Su Ji masih bisa mengingat apa yang ia bawa dan ia simpan di dalam tasnya. Di sisa-sisa tenaganya, dengan tangannya yang bebas, Su Ji berusaha merogoh dan mengambil sesuatu itu dari dalam tasnya.

“Kau adalah jejakku. Dan aku akan menghapus semua jejakku, termasuk kau, Hwang Su Ji!!” Jura tertawa keras sekali lagi dan dengan sangat bernafsu ingin menghabisi nyawa Su Ji saat itu juga. “Mati kau, Hwang Su Ji! Mati!!!!”

JLEB!!!

Mata Jura membulat ketika ia melihat Su Ji mengangkat sebelah tangannya yang tengah menggenggam pisau buah tajam dan berlumuran darah. Reflek, kedua tangan Jura yang mencekik leher Su Ji mulai mengendur hingga Jura kini beralih memegangi perutnya yang semakin banyak mengeluarkan darah segar.

“Su-Su Ji..” ringis Jura terbata dan ambruk di lantai kamar itu. Tak lama, Jura menghembuskan nafasnya dengan kedua mata yang masih terbuka.

TRAAANNG!!

Pisau buah yang dipegang Su Ji jatuh menyentuh lantai saat Su Ji sadar ia telah membunuh Jura. Su Ji menangis dan menggelengkan kepalanya syok. Sedetik kemudian, kedua mata Su Ji kembali menatap pisau buah yang tergeletak berlumuran darah Jura di sampingnya. Su Ji dengan cepat meraihnya dan…

YA! HWANG SU JI, NEO MICHIESSEO?!!” Taemin datang sambil berlari dan merebut pisau buah itu dari tangan Su Ji sebelum Su Ji sempat menghunuskan pisau itu ke dalam perutnya. Taemin berhasil, dan membuang pisau itu jauh-jauh dari jangkauan Su Ji. Su Ji ternganga dan menangis lagi. Reflek, Taemin memeluk Su Ji ke dalam dekapannya.

“A-aku.. A-aku.. Membunuh Jura.. Aku membunuh Juraaaa!!!!” pekik Su Ji ketakutan dan meronta dalam pelukan Taemin. Namun Taemin menahannya.

“Diam! DIAMLAH!!! Sudah kuduga akan terjadi seperti ini. Untung aku cepat datang sebelum kau juga akan mengakhiri hidupmu hanya demi cinta butamu itu!” ucap Taemin sambil mengeratkan pelukannya di tubuh gemetar Su Ji.

-TO BE CONTINUED-

Aduh, gila cuy. Bikin ff ini cuma dua hari aje. 21 halaman pula. Karena itu aku potong nih jadi part A dan B J Oh iya, Hyunseung belum aku keluarin lagi di part ini. Masalahnya dia kan lagi menghindari Key sama Minho. Nah, entah kenapa pas bikin bagian akhir, aku kepikiran mau jodohin Su Ji sama Taemin aja. Setuju ga? Walaupun Su Ji tua banget buat dipasangin sama Taemin -_-“ Tapi kasian aja gitu kalo mereka ga ada pasangannya :3 Oke deh, komen ya. Ga komen = ga aku lanjutin part selanjutnya. Dan kalo ada saran, kasih tahu aja. Masalahnya lagi minim ide buat part 10 nanti. Okesip, gamsahae… ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 9B

  1. Akhirnya kelanjutan ff nya di post juga…hehehe..
    bingung mau komen apa tapi ceritanya seruu, dan gak nyangka bakal secepat itu teka tekinya terbongkar dan secepat itu jura nya mati….
    tapi jangan jodohin taemin sama suji dong… masa taemin jadian sama mantannya jura, mendingan dibikin cast baru yang jadi pacarnya taemin., jangan suji pleasee….. hehe

    semangat ya author-nim untuk melanjutkan ff ini… fighting….
    ditunggu untuk part selanjutnya dan juga karya2 yang laen…

  2. hai! aku reader baru. aku lgsung bca part ini, pdahal blm bca part sbelumnya, hehe
    aku tertarik sm critany,
    so tnggu komen aku d part” sbelumnya,, *sapajugaygnunggu

  3. mnrt q sih ccok..
    suji-taemin.,tapi krna image’a suji seksi,jd g ush aj lh#readerplinplan
    lbh baik buat main cast yg bru..
    keep writing!!
    lnjt’a jgn lma2x ya author-ssi

  4. su ji itu aslinya baik kan ya? cuma gegara jura aja jadi nya gitu kan.. ga papa deh di jodohin sama taemin jugaaa😀

  5. Akhirnya yang part B keluar juga…
    Aku seneng banget chapter ini..
    Soalnya masalahnya jinki-yurra terpecahkan xixixi..

    Oh ya, masalah bayi yang ketuker itu sudah ga diungkit lagi ya?
    Udah end?
    Lalu masalhnya cuma tinggal hyunseung aja? Uηŧύĸ couple shin you-minho..
    Soalnya yang nyebabin masalah jinki-yurra kan udh ga ad.. Tapi pasti ad konflik baru
    Untuk Key-Nhaena juga udah beres

    Su Ji dipasangin sama Taemin?
    Hm.. Menurutku sih ga cocok
    Tapi kan mereka yang ga ad couplenya, mana mungkin dibuang aj
    Terserah authornya aj deh..
    Kan tergantung alurnya mau dibuat gimana

    Thank You for this chapter..
    Figthing! See you next chapter (:

  6. Thor lanjutkan FFnya!!
    penasaran banget sama pacara aku onew>.<..
    jangan siksa dia *loh..
    Cepet Part selanjutnya udah penasaran tingkat Provinsi..

  7. aku langsung Baca part ini tp ga nyambung, so kayanya harus baca part sebelumnya tp konfliknya seru, ijin baca part sebelumnya ya thor
    ,,

  8. yah.. Kok jdi pengen ngakak pas adegan terakhirnya..
    Aha! Taemin tiba2 suka sama suji gtu..?? Wkwkwk..
    Assa! Apapun itu.. Lanjutkan!! Aku nunggu ff ini berbulan2.. Haha..
    Terakhir.. Mianhae lupa komen di part 9A..

  9. Aku kirain gak bakal lanjut ini ff..akhirnya muncul juga,,ampe rada lupa bagian A nya..fiuuuhh,,tp lega akhirnya tau masalahnya dmn..publish nya jgn lama2 dunk..yg ini lama bgt..

  10. prasaan kemarin belum dipost deh eh ternyata uda
    hehehe
    makin seru aja ni critanya,aku selalu menunggu karya2 mu thor

    Kasihan Yurra, pastsi dia merasa kecewa dan bersalah tentunya
    suji-Taemin bakal jd New Couple kah?
    mudah2an ini menjadi awal untuk kebahagiaan mereka semua
    next part jangan lama-lama!

  11. Wah cepat banget rahasianya terbuka.. Gak apa-apa deh , tp maunya juranya gak mati sih . Taemin ga cocok sama suji thor , mending buat cast baru aja yg dijodihin sama taeminnya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s