One Litre of Tears – Part 1

ONE LITRE OF TEARS part 1

page

Author:  Pupuh Lee

Cast: Song Seohye, Lee Taemin

Support Cast: Choi Minho

Genre: Family, Sad, Romace

Length: Chaptered

Author: pernah liat film One Litre Of Tears atau versi Indonya Buku Harian Nayla. Ini Drama favorit admin. Jadi admin mikir gimana kalau si maknae yg jadi cowok dan dokternya yang ganteng itu Minho. Jadi kalau ada kesamaan cerita atau gimana, maklum aja. Ini emang jiplakannya kok. Hahaha. Selamat membaca!!! Maaf kalau typo!!

—-

Summary:

Seohye

Sering aku bertanya,kenapa Tuhan memberikanku waktu yang sangat terbatas?  Dan juga kenapa kau membiarkan ku tahu bahwa hari terakhirku akan segera tiba. Namun aku berpikir, apakah  Tuhan memberikanku waktu yang terbatas , karna Tuhan begitu sayang padaku? Dan Tuhan ingin aku melakukan semua yang  ingin ku lakukan sebelum hariku tiba?

Taemin

Tuhan, apa ini pembalasanmu terhadapku karna dulu aku begitu membenci seorang dokter dan seorang yang ingin hidup lebih lama lagi. Aku sudah mengerti Tuhan, bahkan sekarang aku ingin menjadi dokter untuk membuat Seohye hidup lebih lama. Kenapa kau membalasku dengan cara seperti ini? Kenapa harus Seohye? Tidak bisakah kau membuat ia hidup bahagia lebih lama lagi?

——

SEOHYE POV

Hari ini aku memulai hariku yang baru, Suasana baru, seragam baru, sekolah baru, teman baru, atau mungkin sesuatu yang baru yang tidak pernah ku kira entah itu baik atau buruk sekalipun, aku akan mencoba untuk tersenyum.

Ku rapikan dasiku serta blazer  seragamku, setelah kurasa cukup rapi aku tersenyum memandang diriku di depan cermin kamar.

“Sempurna” ujarku sambil menepuk-nepuk kemejaku seolah-olah ada debu menempel di sana

Ku ambil tas dan segera aku bergegas keluar kamar berniat untuk segera sarapan, mengingat hari ini aku akan pergi ke sekolah baruku, semoga saja aku bisa menemukan teman yang baik di sana.

“Pagi semuanya” sapaku riang ketika melihat ku sedang menyiapkan sarapan serta adik-adikku yang sudah duduk rapi di meja makan.

“Pagi unnie, waaaah kau cantik sekali dengan seragam itu” balas Chaeri adik ku yang paling bungsu yang sekarang masih berada di taman kanak-kanak

“Pagi Seohye-ya, duduklah. Cepat sarapan, nanti kau terlambat” ujar appa sambil memberiku isyarat untuk duduk di sampingnya

“Baiklah” ujarku sambil berjalan riang  lalu duduk di samping adikku yang laki-laki yang bernama Jino

“Kenapa kita harus pindah lagi? Kalian tau, bukankah sudah 2 kali aku harus pindah  ke sekolah yang berbeda, dan lagi-lagi aku tidak punya teman. Apalagi sekarang kita pindah ke Seoul, apa kalian tau kalau anak kota itu sangat sombong” ujar Sujin adik perempuanku yang paling tua yang menggerutu pelan, memang sejak mengetahui ayahku dipindahkan ke Seoul untuk urusan perkerjaan, ia adalah orang pertama yang menentang.

“Kau tau kan kontrakan restoran kita di daegu sudah habis? Untung saja pamanmu bersedia meminjamkan tempat untuk kita di seoul. Kalau tidak bagaimana kita akan mencari nafkah?” sahut ku seraya menaruh telur gulung di atas meja

“Sudahlah, daripada kita membahas hal itu. Lebih baik kita makan. Selamat makan semuanya”  ujarku menengahi  perdebatan kecil di keluarga kami. Aku mengambil satu telur gulung dan langsung memakannya

“Enak sekali! Aku makan satu lagi ya umma” tambahkau lagi di ikuti anggukan umma.

Aku mengarahkan sumpitku ke arah telur gulung tersebut.

Srek!!!

Aku langsung kaget,  aku tidak berhasil menggapai telur gulung ku. Ada apa ini?

“Nuna tidak apa-apa? Apa telurnya terlalu jauh untuk di gapai? Sini biar aku yang ambilkan” ujar Jino lalu mengambil satu telur itu dan meletakannya di mangkukku

“Terima kasih Jino-ya”  ucapku di balas dengan senyuman jino

Aku memakan telur itu, namun aku masih memikirkan tentang hal tadi. Padahal telurnya tidak begitu jauh, kenapa aku tidak bisa mengambilnya? Apa itu hanya aku yang terlalu lalai?

Hem…. Sudahlah lupakan.

—-

“Umma Appa aku berangkat” pamitku setelah memakai sepatu sekolah

“Ne hati-hati” sahut ummaku

“Ya!! Sujin kau tidak pamit?” teriak appaku ketika Suji langgung pergi begitu saja

“Tidak penting” ketus Sujin

“Dasar anak itu….”

“Sudahlaah, hati-hati di jalan ya” ucap ku

Aku melambaikan tanganku, tiba-tiba aku merasa keseimbanganku goyah.  Aku hampir saja terjatuh, untung saja aku langsung menyeimbangkan badanku

“Seohye bukankah Ummamu bilang hati-hati” ujar Appa yang melihatku hampir terjatuh

“Hehehe, iya. Aku pamitnya” ujar ku nyengir sambil meninggalkan ku yang seperti sedang memikirkan sesuatu.

Apa yang ia pikirkan? Mungkin saja tentang toko.

 Setelah menunggu bus ke sekolahku, aku langsung mencari tempat duduk kosong. Untung saja masih ada beberapa yang bisa ku duduki.

Aku segera menempati tempat duduk kosong di dekat  kaca bus. Sekitar 10 menit tiba-tiba aku merasa mengantuk. Aku menyandarkan kepalaku di kaca mobil berniat memejamkan mataku sebentar.

Iya.. hanya sebentar

“…..”

“Astaga!!”  aku langsung meloncat begitu tersadar dari tidurku. Aku melirik jam ku sudah hampir sepuluh menit lagi masuk sekolah, dan sepertinya sekolahku juga sudah lewat.

“Ahjussi, tolong berhenti” teriakku, langsung saja bus itu berhenti.  Aku langsung bergegas memberikan uang kepada ahjussi itu dan langsung berlari ke sekolahku.

“Ya Tuhan, semoga saja aku tidak terlambat” doaku dalam hati sambil sesekali melirik jam

Dan untung saja sekolah tidak begitu jauh ketika aku melihat beberapa sepeda terparkir di sana yang ku yakin itu terletak tepat di depan sekolahku.

Namun tiba-tiba saja…

“Aaaaaa” aku terjatuh menabrak sepeda-sepeda itu. Aku meringis melihat darah di lututku.

“Kau tidak apa-apa?”

Aku melihat asal suara itu, sepertinya dia satu sekolah denganku ketika melihat dia juga memakai seragam yang sama denganku.

“Kaki..ku..” ujarku pelan sambil meringis sakit

“Astaga!! Sini cepat naik ke sepedaku” ujar  pria itu sambil mengambil satu sepeda yang terjatuh karna ku langgar

Tanpa menolak, aku langsung naik ke sepeda itu. Dia langsung mengayuh sepeda itu cepat, ternyata dugganku salah. Sekolah masih cukup jauh.

“Bukankah hari ini hari pertamamu masuk? Kenapa bisa terlambat?” ujar seorang guru yang killer ketika  aku dan lelaki itu ingin masuk ke kelas

“Maaf  Saem, tadi…”

“Tidak ada alasan!! Lebih baik kalian pulang sana!” ujar wanita yang ku tebak dia masih belum punya suami itu.

“Saem, apa anda tidak lihat kaki berdarah? Dia terlambat bukan karna sengaja. Dia itu kecelakaan!” kulihat pria itu membela

“Lee Taemin!! Beraninya kau…”

“Ada apa ini?” tiba-tiba saja kepala sekolah datang

“Begini saem, dua anak ini terlambat. Jadi aku menyuruh mereka tidak usah masuk saja. Anda bisa lihatkan sekarang sudah jam berapa?” ujar Wanita itu dengan wajah sini. Cih menyebalkan.

“Tapi saem, tadi itu ada kecelakaan. Anda bisa lihatkan lututnya berdarah” bela pria itu lagi

Tampak Kepala sekolah itu berpikir sejenak, dia kemudian memandang lututku yang berdarah.

“Baiklah, kalian berdua ku beri kesempatan.  Tapi jangan terlambat lagi. Dan sekarang kau, bawa dia ke UKS. Saya masih ada beberapa urusan” ujar Kepala Sekolah meninggalkan kami di ikuti guru Killer itu

“Sial! aku jadi harus masuk sekolah karnamu. Dan sekarang aku harus… Hah!! Sudahlah! Sini ikut aku!” ujar  pria itu kemudian pergi

“Jadi namanya Lee Taemin?” gumamku pelan sambil tersenyum memandangnya

“YA! CEPAT SEDIKIT!”

—-

“Namaku Seohye, Song Seohye. Kalau kau?” ucapku sambil menjabatkan tangan ketika ia sudah selesai memberikan perban ke luka di lututku.

“Ku rasa kau sudah tau” jawabnya ketus sambil membereskan perban dan obat merah dan kembali meletakkannya ke tempat asalnya

“Namamu Lee Taemin kan?”  tanyaku lagi sambil melihat papan namanya

“……”

“Terima Kasih sudah menolongku” ujarku tulus, dia melirik ke arahku sebentar.

“Bukan apa-apa. Aku masuk dulu ke kelas” pamitnya langsung meninggalkanku.

“Annyonghaseo, aku Song Seohye, kalian bisa memanggilku Seohye. Aku baru saja pindah dari Daegu. Jadi aku mohon bantuannya” ujarku sambil membukukan badanku.

“Seohye, kau bisa duduk di tepi pojok sana dekat jendela”  suruh songsaenim

“Ne, gomawo saem”  ujarku lalu berjalan ke arah mejaku.

Ketika sampai di meja aku segera mengeluarkan buku-buku ku dan tiba-tiba ada yang menoelku dari depan.

“Seohye Annyeong, aku Minjung.  Nanti kalau perlu sesuatu bilang saja padaku, aku pasti membantumu” ujarnya tersenyum kepadaku

“Aku Cheonsa, senang berkenalan denganmu”  ujar gadis yang duduk di samping Minjung

“Ne aku juga, senang berkenalan dengan kalian” balasku sambil tersenyum

“Permisi Saem” Ku dengar suara dari pintu kelas, aku segera menoleh ke arah suara itu berasal.  Itu kan… Taemin?

“Kau terlambat lagi? Aku sudah lelah memberimu peringatan. Sudahlah cepat duduk. Ini terakhir kalinya aku memaafkanmu” ujar Saem  di ikuti dengan Taemin yang membungkuk dan langsung menuju ke bangkunya

Omo? Dia duduk di sebelahku?

Taemin dengan wajah dinginnya langsung mengeluarkan beberapa lembar buku di tasnya

“Minjung-ah? Kau tau siapa dia?” tanyaku kepada minjung

“Oh dia? Kau suka padanya?” goda minjung

“Aniya, hanya saja dia orang yang menolongku tadi”  tangkasku cepat

“Dia Lee Taemin, dia itu jarang masuk dan sering terlambat. Kalau saja dia bukan murid yang pintar, aku yakin sekolah sudah mengeluarkannya, dan juga dia banyak di sukai adik kelas. Ya dia memang tampan, sayangnya dia terlalu dingin. Oh ya? Dia menolongmu kenapa tadi?” Tanya Minjung balik

Aku hanya tersenyum tidak menjawab Minjung, aku menoleh ke arah Taemin. Lee Taemin. Aku jadi penasaran kepadanya.

Tiba-tiba saja Taemin menoleh ke arahku, aku langsung tersenyum ke arahnya. Dia malah mengalihkan perhatiannya, seolah-olah dia tidak mengenalku.

Sombong sekali dia?

—-

“Apa?! Jadi kau tadi terjatuh dan di bonceng oleh laki-laki tidak kau kenal. Bukankah sudah ku bilang, bersepeda itu berbahaya” omel Appa ketika kami makan malam.

“Tapi kalau tidak ada Taemin mungkin aku tidak masuk sekolah hari ini” bela ku sambil meminum air putih yang di sediakan ku

“Sudahlah, bukankah kita harus berterimakasih kepada pemuda itu karna telah membantu Seohye agar tidak terlambat. Kapan-kapan bawa dia kesini ya, ajak dia makan malam bersama” ujar Umma sambil menaruh nasi di atas meja makan

“Mwo? Jelas-jelas dia sudah membuat Seohye terluka” ujar Appa  tidak mau kalah

“Sudahlah aku sudah lapar, selamat makan” ujarku sambil mengambil nasi yang sudah di siapkan ku

“Seohye-ya, coba kau rasa menu baru restoran kita” tawar Umma

“Ne eomma” ujarku sambil mengambil lauk tersebut. Namun lagi-lagi aku gagal mengambilnya. Kulihat Umma memperhatikanku. Aku mencoba lagi dan untungnya aku bisa mengambilnya.

Aku tersenyum dan mencoba memakannya, namun tiba-tiba lauk itu terlepas dan terjatuh.

“Unnie kau ceroboh sekali” ujar adikku yang paling kecil

“Hahahaha, iya. Kau benar, aku benar-benar ceroboh” ujarku mengambil satu lagi dan memakannya

“Mashitta” ujarku dan memakannya satu lagi. Dan kali ini aku tidak kesulitan untuk mengambilnya. Ternyata aku benar-benar lalai.

AUTHOR POV

Seohye sudah bergegas mengemaskan barang-barangnya. Dalam hatinya dia bertekad untuk tidak terlambat hari ini. Dia langsung segera ke meja makan dan menyapa adik-adiknya.

“Sujin eodddi?” Tanya Seohye ketika menyadari ketidakhadiran Sujin

“Masih bersiap-siap, cepat sarapan. Nanti kau terlambat lagi” suruh Appa Seohye

“Ne” balas Seohye  dan langsung duduk di samping nya

Tiba-tiba saja Sujin sepertinya sangat tergesa-tergesa langsung meminum susu yang ada di meja makan.

“Nuna tidak sarapan?” Tanya Jino

“Aku sudah terlambat, hari ini aku ada tugas kelompok. Aku pergi dulu” pamit Sujin

“Aku juga harus pergi. Aku berangkat dulu ne..”pamit Seohye dan langsung bergegas

Namun ketika sudah di depan Rumah, Seohye kembali kehilangan keseimbangannya dan terjatuh. Seohye terjatuh dengan posisi menelungkup dan dagunya berdarah.

“Omo, Appa, lihat Seohye!!!” teriak  Umma Seohye ketika mendengar teriakan Seohye

“Seohye-ya, gwenchanayo?” Tanya Appa Seohye panik

Ketika melihat dagu Seohye berdarah,  Umma Seohye langsung memanggil taksi dan membawa Seohye ke rumah sakit.

“Lukanya tidak akan berbekas kan dok?” Tanya Umma Seohye memastikan.

“Tidak, asal di rawat dengan baik dan meminum obat secara teratur” jawab dokter itu tersenyum

“Oh ya dokter sebenarnya ada beberapa yang menganjal akhir-akhir ini dipikiran saya” ujar Umma Seohye

“Apa itu?”

“Jadi Seohye akhir-akhir sering terjatuh, padahal tidak ada batu atau apapun yang menghalangi jalannya. Dan dia juga sering kesulitan menggapai barangnya. Bahkan tadi dia terjatuh dengan posisi menelungkup, terkadang kita terjatuh dalam posisi itu pasti kita akan refleks menahannya dengan tangan kita. Tapi saya lihat tangan Seohye bersih,bahkan goresan-goresan di tangannya tidak ada sama sekali” jelas Umma Seohye mengeluarkan semua yang menganjal di kepalanya akhir-akhir ini

Sang Dokter kemudian terdiam sebentar lalu

“Lebih baik anda bertanya ke bagian syaraf untuk lebih pastinya. Saya hanya dokter umum” ujar sang dokter

“Saraf?” Tanya umma Seohye lagi

“Iya saraf”

—–

Sementara Seohye di luar menunggu Umma, dia sesekali meringis memegang dagunya yang kini sudah di perban.  Tiba-tiba saja dia melihat Taemin sedang keluar dari lift, langsung saja Seohye memanggil Taemin.

“Taemin-ah” panggil Seohye

Taemin menoleh ke arah Seohye dan wajahnya menyiratkan kebingungan mungkin dia berfikir kenapa Seohye ada di rumah sakit seperti dirinya, dan bukannya gadis itu harusnya ada di sekolah. Taemin menghampiri Seohye dan dia sedikit terkejut melihat dagu Seohye yang di perban.

“Kau sedang apa di sini?” Tanya Taemin heran

“Aku tadi terjatuh, jadi aku di bawa kesini. Dan beginilah hasilnya” ujar Seohye cemberut sambil menunjuk dagunya

“Kau hobi sekali terjatuh rupanya”  ejek Taemin sambil sedikit tersenyum setelah memikirkan kalau Seohye memiliki kebiasaan yang aneh.

“Aniya, itu kecelakaan.Oh iya, aku baru tau kau juga bisa tersenyum” ujar Seohye yang begitu senang melihat senyum Taemin

Seketika Taemin merubah mimik wajahnya menjadi dingin dan itu malah membuat Seohye terkikik.

“Apa ada yang lucu?” Tanya Taemin dingin

Seohye menggeleng pelan sambil menahan tawanya.

“Kau sendiri ada keperluan apa ke sini?” Tanya Seohye

Wajah Taemin berubah serius, dia menghelas nafas sebentar

“Aku sebenarnya sakit parah, sangat parah dan dokter bilang umurku tidak akan lama lagi” ujar Taemin yang sepertinya terlihat sedih

“Mwo? Jinja?” Tanya Seohye kaget, seketika dia merasa iba dengan Taemin.

“Aniya, aku hanya berbohong” ujar Taemin sambil tertawa

“Aah mwoyaa?” ujar Seohye memukul bahu Taemin

“Kau Taemin kan? Wah Taeminie apa kabar?” Tiba-tiba aja ada Suster yang lewat menegur Taemin

“Hei nuna, aku baik” jawab Taemin yang tersenyum  ramah, kemudian perawat itu membalas senyum Taemin dan langsung pamit pergi

“Tadi itu siapa? Sepertinya dia kenal denganmu?” Tanya Seohye bingung

“Dia? Dia yeojachinguku” ujar Taemin sambil melambaikan tangannya ke suster itu

“Jeongmalyo? Tapi dia itu sudah tua sekali Taemin-ah?”  Tanya Seohye ngeri

“Aigoo, aku berbohong kepadamu dasar bodoh” ujar Taemin sambil menoyor kepala Seohye

“Auuw.  Ya! Jadi kau berbohong lagi?” ujar Seohye yang sedikit kesal karna sudah dua kali tertipu

“Ternyata kau mudah di bohongi ya?” ucap Taemin dengan senyum meremehkan

“Oh Taemin-ah? Kau sudah besar ya sekarang? Dulu aku ingat kau masih kecil sekali ketika datang kesini” kini seorang dokter yang menegur Taemin, Taemin hanya tersenyum kemudian melirik Seohye yang kebingungan.

“Kau juga kenal dokter itu?” Tanya Seohye

“Iya, aku kenal dengan ahjussi itu” jawab Taemin sambil tersenyum tipis

“Appaku sebenarnya pemilik rumah sakit ini, maka dari itu aku akan ke sini jika aku ada perlu dengan Appaku” lanjut Taemin lagi

“Buahahahahaha” tiba-tiba saja tawa Seohye pecah.

“Kau pasti akan bilang kau berbohong lagi kan? Aku tidak akan percaya kata-katamu lagi”ucap Seohye sambil menjulurkan lidahnya

“Iya kau benar aku berbohong kepadamu” ujar Taemin tersenyum ke  arah Seohye

“Ternyata dia tidak sesombong yang aku kira selama ini” ujar Seohye dalam hati

“Seohye-ya” tiba-tiba umma Seohye datang ketika keluar dari ruangan dokter

“Umma? Oh ya umma. Perkenalkan dia Taemin. Dia yang membantuku kemarin waktu pertama kali masuk sekolah” ujar Seohye memperkenalkan Taemin

“Annyeonghaseo Ahjumma,Lee Taemin imnida” ujar Taemin sambil membukukkan badannya

“Annyeong Taemin-ah, terima kasih sudah membantu Seohye waktu itu”ujar Umma Seohye

“Tidak apa-apa Ahjumma, oh iya, aku pamit dulu. Masih ada beberapa urusan yang harus ku urus.  Annyeongaseyo” ujar Taemin kembali membukuk dan pergi meninggalkan Seohye dan Ummanya.

“Seohye-ya, hari ini kita check kesehatanmu ne?” Tanya Umma Seohye kepada anaknya

“Bukannya kata dokter tidak ada masalah dengan lukaku?” Tanya Seohye heran

“Iya umma tau, tapi tidak ada salahnya kita memeriksanya bukan?” ujar Umma Seohye lagi

—-

Minho nama dokter yang akan memeriksa Seohye kita sedang meneliti surat keterangan yang di berikan suster tentang Seohye. Minho memijat sebentar pelipisnya lalu kemudian memandang Seohye dan Ummanya.

“Seohye kemarilah, sekarang kau berjalan bolak balik di ruangan ini sebanyak sepuluh kali”  suruh Minho di ikuti anggukan Seohye meskipun Seohye bingung kenapa harus di suruh seperti itu.

Seohye kemudian berjalan bolak-balik, selama lima kali bolak balik tidak terjadi apa-apa. Seohye dengan mulus berjalan, namun tiba untuk ke enam kalinya. Seohye mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya. Dia hampir beberapa kali terjatuh.

“Baiklah, sudah cukup” ujar Minho menyuruh Seohye untuk berhenti

“Sekarang letakkan telunjuk di hidungmu dan lalu letakan di hidung saya” ujar Dokter Minho sambil mencontohkan caranya

Seohye mulai meletakan telunjuknya di hidungnya dan lalu ke hidung Minho lalu kemudian berlanjut seperti itu. Seohye mempercepat gerak tangannya dan berkonsentrasi.

“Auuuw” pekik Minho ketika telunjuk Seohye tidak mengenai hidungnya tapi matanya

“Omo, maaf dokter” ucap Seohye khawatir

“Gwenchanayo. Saya Tidak apa-apa” ujar Minho tersenyum sambil mengusap matanya yang memerah.

Minho Menyuruh Seohye berdiri dengan satu kaki, dan menyuruh Seohye melakukan hal yang berhubungan dengan keseimbangannya.

“Jadi bagaimana dokter?” Tanya Umma Seohye

“Saya sakit apa dokter?”ucap Seohye ikut bertanya

“Untuk sekarang saya belum bisa memastikan. Nanti saya akan hubungi anda jika hasil laboratorium sudah keluar. Mungkin 2 jam lagi” ujar Minho sambil merapikan hasil laporan dari pemeriksaannya tadi

“Kalau begitu Saya boleh menunggu sampai hasilnya keluar dok?” Tanya Umma Seohye di ikuti dengan anggukan Minho

“Seohye-ya lebih baik kau ke sekolah sekarang” suruhnya kepada Seohye

“Tapi umma, aku juga ingin….”

“Pergilah,  Umma tidak mau kau di marahi gurumu lagi” ujar Umma Seohye meyakinkan anaknya

“Baiklah, Seohye pamit. Terima kasih dokter saya pamit” ujar Seohye membukukan badannya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut

 “Sudah dua hari sekolah, dan dua hari juga kau terlambat.  Apa dagumu tidak apa-apa?” Tanya Minjung melihat dagu Seohye yang di perban

“Tidak apa-apa, hanya lecet. Dokter bilang akan sembuh, tenang saja” ujar Seohye meyakinkan

“Untunglah. Penyakit itu memang tidak bisa di duga ya? Eh kau tau tidak? Dulu sepupuku juga pernah terluka sepertimu, persis di dagu. Ummaku bilang dia terkena penyakit.. a..aduh aku lupa. Oh iya penyakit  ataxia” ujar Minjung sambil menepuk mejanya ketika dia menjawab pertanyaan dari dia sendiri

“Ataxia?” Tanya Seohye bingung

“Ya, kalau tidak salah namanya ataxia. Katanya sih awalnya dia sering terjatuh, dan kesulitan mengambil barang. Ummaku bilang sepupuku sering kehilangan keseimbangannya. Bahkan dia kesulitan mengambil barang yang jelas-jelas di depan matanya.  Dan sekarang dia lumpuh” ujar Minjung yang terlihat sedih

“Lumpuh?” Tanya Cheonsa yang sepertinya juga penasaran dengan cerita Minjung

“Iya, dia bahkan tidak bisa berbicara. Dia harus mengunakan alat bantu untuk berkomunikasi.” Jelas Minjung lagi

“Kasian sekali ya” ujar Cheonsa

“Ataxia ya?” gumam Seohye pelan

“Apa? A..ataxia?” Tanya Umma Seohye bingung

“Iya, dari hasil laboratorium megatakan anak anda postif terkena penyakit ataxia.” Jawab Minho

“Penyakit apa itu?”

“Spinocerebellar Degeneration atau biasa di sebut Ataxia adalah penyakit penyakit yang menyerang otak kecil dan tulang belakang dan menyebabkan gangguan pada syaraf motorik. Penderita akan kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap dan makin lama kondisi fisiknya akan makin parah.” Jelas Minho

“ Awalnya mungkin penderita hanya akan merasa longlai saat berjalan, lalu penderita akan sering terjatuh, tidak bisa menggapai barang dalam jarak dekat, penderita ingin bergerak tapi tidak bisa bergerak, penderita ingin bicara tapi tidak bisa bicara, tapi penderita tidak kehilangan kecerdasannya dan tetap mengerti akan keadaannya. Saya minta maaf jika harus memberitahukan kenyataan ini kepada anda, tapi Penyakit ini sangat-amat serius” lanjut Minho lagi

“Mwo? Tidak mungkin Seohye terkena penyakit semacam itu. Saya selama ini selalu memberikan dia makanan yang sehat dan gizi yang cukup. Bagaimana mungkin dia bisa terkena penyakit seperti itu?” Tanya Umma Seohye yang mulai emosi,  jelas sekali dia tidak bisa menerima kenyataan yang sedang di beritahukan oleh Dokter Minho

“Saya mengerti bagaimana perasaan anda” ujar Minho yang terlihat iba

“Seohye bisa sembuh bukan? Dia masih punya peluang untuk sembuhkan dokter?” Tanya Umma Seohye sambil menghapus air matanya

“Saya mohon maaf, penyakit ataxia terbilang cukup langka. sampai saat ini belum ada obatnya” ujar Minho pelan

“Jadi maksud dokter?” Tanya Umma Seohye yang sangat terpukul

“Penyakit ataxia tidak bisa di sembuhkan” jelas Minho

“Apa maksud Dokter Seohye akan……”

“Kita hanya bisa berdoa kepada Tuhan, semoga saja Tuhan punya rencana lain” ujar Minho berusaha menenangkan Umma Seohye

“Bagaimana reaksi Seohye ketika dia tau akan hal ini?”

TBC

Priview

“Bukankah dia sangat cantik? Aku baru bertemu orang secantik dia. Kalau tidak salah namanya Seohye Bukan?”

“Kenapa dia  mencari tahu tentang penyakit ataxia? Kenapa dia mencari informasi tentang penyakit semacam ini”

“Apa benar aku terkena penyakit ataxia?”

“Buku Harian? Aku harus membuat buku Harian?”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “One Litre of Tears – Part 1

  1. whoa
    daebak thor
    yah feel nya meski kurang dapet sih,tapi inikan bari chap 1
    hehehe
    sorry y thor. next chap saya tunggu dengan setia….😀 jangan lama”

  2. waah aku pernah nonton dramanya. sedih banget. feel nya udah lumayan, tapi lebih di tingkatin lagi. pasti bakal sedih juga kaya drama nya *sok tau :p

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s