Sweetest Rosa – Part 1

large

Title                       : Sweetest Rosa

Author                  : Jangmi

Main Cast)          : Minho of SHINee, Soojung of F(X)

Support Cast      : Key, Taemin of SHINee, many more

Length                  : Idc for sure.

Genre                   : Romance

Rating                   : General

Summary             :

Minho tells everything with rose. To her sweetest rose.

Oke sori kalo bahasa ff gue sok sok asik dan ga baku. Fun reading ya ‘-‘)/

Sweetest Rosa

 

“HO! MINHO! HOOOO!” Soojung meneriakki ninja hijau yang bergerak menjauh tersebut, maksudnya.. si pemilik (?)

Minho berhenti, melepas helm nya dan bersiap menyemprot yeoja didepannya.

“What. What. What. And what?! You what!”

“I’m.. I’m cute, as always’’ jawab Soojung ngga nyambung.

“What?!”

“OK. Kidding. Lo gausah sok sok lupa ya. Lo mau presentasi pake apa besok? Anak anak udah pada ngumpul ho! “ teriak Soojung.

“Yaudah lo yang ngerjain,” Minho  memakai helm nya lagi.

“Woy kebo! Turun lo! “Soojung nyalak, sekarang pake nyeret jaket parasitnya Minho.

Dan, tanpa memerhatikan kode etik berinteraksi dengan sesama, Soojung menarik Minho yang masih lengkap dengan kostum jaket berhelm tersebut.

‘’Nih guys, “ diserahkanyalah Minho dengan bangga (?)

‘’Apaan si lo Jung!” Minho merasa dirinya dilecehkan.

Dan yang diteriakin Cuma siul siul bangga.

“Ngapain lo pada?”

“Gue dengan semangat perjuangan cut nyak d.o exo (?)  berhasil ngebawa nih kunyuk satu hyung!”  jelas Soojung.

“Rapat udah kelar mblo, “ jawab key singkat.

“Nah trus gua?”

‘’Ya. Lo sama Minho kebagian bab 3. Kerjain bareng.”

“Nggak.” Tolak Minho cepat

“Aaa. Susah kaga hyung? Wah jahat lo mutusin ngga nanya gue dulu” rengek Soojung.

“Ho lo gausah jual mahal, lo gausah jual mahal kesian Soojung”

“Dih. Sini tugasnya hyung. Besok gua individu aja ya” sela Soojung.

“Hah?! Gabisa.” Sahut Minho.

“Bukan masalah gue hoo😛 “ jawab Soojung sambil keluar bawa fotokopian materi.

“Lo ngapain masih disini ho?” tanya key.

“Oh iye. Bego lo key. “ Minho lari ngejar Soojung.

“Lah ngebegoin gue lagi. Woy ho!!” teriak key kearah punggung Minho yang semakin menjauh.

Minho lari melintasi koridor sekolah. Menengok kesana kemari dan tak kunjung menemukan tas biru yang dipakai Soojung.

“Soojung! Jung! Jungkaaat!!!” teriaknya seketika melihat sekelebat bayangan Soojung. Ia baru ingat kalau yang hendak ia kejar sekarang adalah atlit lari nomor 100 Meter yang baru balik lomba bawa medali emas. Mampus.

“Jungkat!” ia semakin mempercepat lari sol sol sepatunya.

Bloking mendadak Minho, secepat Soojung mengerem larinya dan mereka ngga jadi tubrukan konyol didepan halte bus.

“Keong.. kaga usah kabur..” kata Minho pelan.

“Cih. Masalah buat gue?” Soojung hendak berbalik dan hendak lari lagi.

“Jung Soojung! Lo kira lo bisa cari materi nya sendiri hah?!”

Soojung berhenti, dan ngebaca fotokopian yang dikasih hyungnya.

2 lembar daun purple orchid dengan akarnya

Strobilus muda gymnospermae

3 batang eceng gondok kekuningan”

            “What the..” batin Soojung.

“Mangkanya.. think first mblo” Minho ngejitak Soojung.

“Ya.. udah.. Gue cari. Emang kenape hah?”

“Gue bantuin pinter! Ah buruan jung” Minho ngambil fotokopian dan otomatis Soojung mengekor dibelakangnya.

“Heh. Kenapa kita balik?”

“Gue mau ambil motor. Kalo lo mau jalan silahkan sih”

Dan readers, demi kancut neptunus, gerbang sekolah berpagar besi itu udah kekonci.

“Ini gara gara lo mbloo” Minho teriak dikupingnya Soojung, persis.

“Ya. Kenapa lo ga ngejar gue naek motor? Lo nya yang ngga rasional.” Elak Soojung.

“Udah. Gue gamau tau. Lo kudu cari si satpam ato kunci ni gerbang. Kalo ngga, gue ga balikin nih fotokopian.”

“Gue udah baca wek.. “

“Lembar kerja berstampel Lab. Biologi ada di tangan gue.”

“Apaan si lo. Ok. Gue tau. Sini.”

Mereka menyusuri jalan becek di pinggir bangunan sekolah.

“Lo pasti sering ngabur jung”

“Kaga. Ini rahasia SMA. Lo kan cupa kaga tau ginian”

“Lo temennya cowo cupu”

“Cih. Kata siapa lo temen gue, hah?”

“Yodah kalo gitu cewenya cowo cupu”

Soojung balik badan mendadak dan nendang kaki kirinya Minho. Ngeri sob.

“Jung!”

“Weh lo masuk gih.” Tereak Soojung dari dalem bangunan.

“Lewat mana?”

“Ini sini. Gue disini ehhh” Soojung teriak dari bawah.

“Susah.’’

“Masuk dulu Minhonggg”

“Apa ? ganteng?”

“Kebo!”

Minho membekap mulut Soojung secepat dia masuk lewat pintu deket toilet itu.

“Pelan pelan, lo gabisa jadi G.I Joe kalo gitu caranya” desis Minho.

Dan agen FPI eh. FBI gadungan tersebut berjingkat menuju kantor satpam.

“Mblo, nanti lo masuk di belakang si satpam, siap siap pake sapu tangan buat ngebius, biusnya pake air lubang biopori, terus ntar gue ngambil kunci di belakang pintu, teros kita kabur!” Minho mengungkapkan ide cemerlangnya.

“Ho. Sini gue kasih tau” kata Soojung dengan menundukkan badannya.

*pletak *pletak

“Logis woy! Noh, kuncinya aja masih di gemboknya hoo”

“Ahh..” Minho mengeluh dengan dobel jitakan itu.

“Makanya, percaya little Jolie” kata Soojung smbil ngebenerin kerah.

Mereka berjingkat jingkat, yang satu ke gerbang, yang satu ngedorong motor, kenapa si satpam bisa kaga liat? Ceritanya dia lagi jadi sleeping prince gitu.

“Woy .. buruan Sooj!” desis Minho dari luar gerbang.

“Bentar. Barusan gue tutup gerbangnya, gue pasang lagi gemboknya, terus gue lompat.”

“Cerdas lo” sahut Minho sambil menodongkan jempolnya kedepan hidung Soojung.

“Ah udalah buruan.”

“Kemana?”

“Ke hati gue”

“Boleh nih?”

Soojung menoyor helm yang dikenakan Minho dan mereka pun langsung beranjak dari depan sekolahnya. Tujuan pertama di siang berawan cirrus itu adalah ke florist, ya iya lah masa ke bakery?

“Siaaaaaaaang, mbaknya suka yang manaa?” sambut pegawai dengan suara helium.

“Hah? Saya?” Soojung cengo.

“Loh iya lah, masnya pasti ngga bisa milihin bunga kaan, cie hihi” celetuk si pegawai.

“Apaan sih mbak” kata Soojung

Minho Cuma siul siul sambil ngeliatin sekeliling.

“Miss, tolong purple moon orchid nya ya” kata Minho.

“Mau beli yang ini mas? Seriusan?”

“Kaga, Cuma nanya doang..”

“Ho!” Soojung mulai tengsin keliatannya.

“Jadi gini loh mbak, kita Cuma butuh 2 lembar  daun sama akarnya, terus selengkapnya nih” Soojung menunjukkan lembar fotokopiannya tadi.

“Oh gitu gitu.. mawarnya gimana? Saya rangkai?”

“Hah mawar?”

“Buat mbaknya mungkiiin.. gimana maaas?”

“Mbak – -)” muka Soojung udah bener bener flat.

“Okd mbaksiss, tunggu yaa.. liat liat dulu nggapapa, awas kalo ngga beli hihi”

“Hehehehe” Soojung ketawa garing.

Soojung melihat minho yang sejak tadi excited sama ahjumma yang lagi ikebana-in mawar pink.

“Excited banget mblo” kata Soojung.

“Eomma gue dement uh, gue yakin cewe jaman sekarang kaga ada yang bisa,”

“Ngapain juga nyatuin yang udah dipisah?”

“Karena besok mereka presentasi se grup”

“Tch. Sendirian udah kerenkali”

“Ga se keren ketika nilainya bisa di bagi-bagi,”

“Serah lo dah, Ho”

Dan dalam beberapa menit kedepan suasana berubah krik krik ada speda. Mereka tenggelam dengan pikirannya masing masing.

“Mbaknyaaaa nih” suara si Miss Florist yang cetar maxi itu sukses ngagetin mereka berdua dan bikin mereka berjalan mendekat.

“Maaf yaah lama, ini tadi eceng gondok nya aku oven dulu biar agak kekuningan, hihi soswit kaaaan ?”

“Hah? Oh..” Soojung cengo secengo cengonya.

“Ini juga ya miss,” Minho menyodorkan mawar oranye dengan dalam pot.

“Buat siapa Ho?”

“Lo mau?”

“Ga sih, makasih”

Mereka berjalan keluar dengan teriakan maxi miss florist.

“Balik sini lagi ya mbaknyaaaaaaa masnyaaa”

“Psycho tu orang” dengus Soojung.

“Itu manajemen pemasaran sooji”

“Nah, cocok kalo lo CEO nya”

“Lo kacung”

“Kacung presiden? Gapapa jadi jubir”

Mereka berjalan menuju motor Minho.

“Pulang sendiri ye”

“What. Udah jam 5 Hooo kejem lo” rengek Soojung

“Yodah buruan naek dong”

“Naek apaan”

“Tuh” Minho menunjuk bus yang lewat.

“Ho, beneran ah”

Mereka pulang, yaiyalah masa guling guling? Sampai rumah mak lampir *eh si Soojung.

“Ini gue yang bawa, laporan lo yang bawa, nih mawar lo” kata Soojung dengan memberikan mawar oranye tadi. “Udah sono balik, “ usir Soojung dan bergegas masuk ke rumahnya.

“Soojung!” panggil Minho.

“Apaan?”

Minho turun dari motor dan melepas helmnya.

“Kenapa hooo”

“Ini buat lo” Minho memberikan pot bunga nya.

“Loh kok..”

Rosa Harroony.. It’s describe my feel enough”

            “Maksud.. lo?” kata Soojung cengo.

(TO BE CONTINUED)

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Sweetest Rosa – Part 1

  1. ahahahaha lucu..
    Minho sama Soojung jadi begitu amat yak o.O
    bahasanya sok asik tapi lucu.
    ditunggu lanjutannya.
    eh iya Soojung kok manggil hyung?

  2. hahahahahhh…makasih banget buat miss floristnya…apapun…keren ff nya thor..dilanjutin ya…gue tunggu loh…awas kalo ga dilanjutin!!!*hehehh..bunyinya udah kayak org mau ngebunuh gitu…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s