Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 10

Naega Saranghae Season Two (Our Marriage) – Part 10

 cover 1


–    Author                                             :

Papillon Lynx aka Ervina H

–    Major Casts                                                 :

  • Kim Shin You (Imaginary Cast) covered by Jung Eun Ji APink
  • Choi Minho SHINee covered by Choi Minho SHINee
  • Kim Jonghyun SHINee covered by Kim Jonghyun SHINee
  • Aita Rinn (Imaginary Cast) covered by Kim So Eun
  • Kim Kibum aka Key covered by Kim Kibum aka Key SHINee
  • Lee Jinki covered by Lee Jinki SHINee
  • Lee Jura covered by Lee Jinki SHINee
  • Han Nhaena (Imaginary Cast) covered by Son Naeun APink
  • Han Yurra (Imaginary Cast) covered by Kim Taeyeon SNSD
  • Lee Taemin covered by Lee Taemin SHINee
  • Jang Hyunseung covered by Jang Hyunseung B2ST
  • Hwang Suji covered by Han Ga In

–    Minor Cast                                      :

  • Jinki and Minho’s Eomma
  • Lee Won Ssi
  • Shin You and Jonghyun’s Eomma
  • Kim Junsu
  • Lee Soo Man
  • Tuan Han
  • Nyonya Han
  • Nyonya Kim
  • Pengacara Hwang
  • Park Sera
  • Manager Hyung

–    Genre                                               :

  • Romance
  • Sad
  • Life
  • Friendship
  • Marriage Life

–    Length                                             :

Sequel

–    Rating                                              :

PG-13 until PG-16

 

Summary        :

Our marriage was a mistake. However, what if love begins to grow between us over time? We don’t know. But, if that happens, as much as possible I will continue to maintain our beautiful love.

 

A.N:

Hai readers! Gimana kabar? Masih setia nunggu kelanjutan ff ini? Harus dong J Soalnya aku juga susah payah ngelanjutinnya buat kalian ^^ Nah, ini part 10nya. Semoga menghibur. Jangan males buat ninggalin komen yaa. Gomawo..

 

NOTE :

KATA-KATA YANG BERCETAK miring ADALAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN OLEH KARAKTER DALAM HATI DAN BAHASA ASING (KOREA DAN INGGRIS) YANG DIGUNAKAN DEMI KEPERLUAN ALUR CERITA

 

ALL POV IS AUTHOR’S POV

***

Seminggu berlalu…

Hari ini, Minho dan Shin You berangkat ke sekolah bersama. Begitu juga dengan Key dan Nhaena. Pasangan Minho-Shin You sempat berpapasan dan mengobrol dengan mereka saat bertemu di parkiran mobil sekolah. Keempatnya pun sepakat akan pergi ke rumah sakit bersama menjenguk Jura setelah jam pulang sekolah nanti.

Jam pulang sekolahpun tiba. Keempatnya langsung bergegas menuju Seoul Intenational Hospital bersama dengan menggunakan mobil Key. Sedangkan mobil Minho dibawa pulang ke rumah keluarga Kim oleh supir Shin You.

Mereka berempat berjalan berdampingan, dengan Nhaena yang tak lupa membawa separsel buah-buahan untuk Jinki, mengingat kalau Jinki sudah siuman tadi pagi dan keadaannya sudah mulai membaik. Dengan balutan seragam sekolah almamater yang masih menempel di tubuh mereka, mereka berempat sempat menarik perhatian orang-orang di rumah sakit. Namun itu bukanlah suatu masalah bagi mereka. Karena masalah yang menerjang kehidupan mereka, satu per satu dapat mereka selesaikan. Termasuk masalah yang ditimbulkan oleh Jura dan Su Ji.

Seminggu yang lalu, pasca Su Ji yang menghunuskan pisau buah pada Jura, Su Ji menyerahkan dirinya pada kepolisian ditemani oleh Taemin. Taemin pun menjadi saksi atas insiden itu dan berkat kesaksian Taemin, hukuman yang dijatuhkan untuk Su Ji pun menjadi lebih ringan. Su Ji mendapat hukuman penjara lima tahun dan walaupun begitu Su Ji bisa menerimanya dengan iklhas karena akhirnya ia tidak perlu merasa bersalah pada siapapun lagi.

Di sisi lain, jasad Jura sudah dikremasi. Dan lagi-lagi, Taemin lah yang menyelesaikan semua hal itu. Taemin benar-benar menginginkan kedamaian dalam kehidupan rumah tangga Jonghyun dan Aita, kakak angkatnya. Oleh karena itu, ia juga ingin membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di kehidupan Jinki dan Yurra karena masalah Jura dan Su Ji juga berkaitan dengan pasangan suami-istri itu.

Kembali pada Minho, Shin You, Key dan Nhaena. Mereka akhirnya sampai di depan pintu kamar rawat Jinki yang tampak tertutup rapat. Namun ada sosok seseorang yang sedang bersandar di dinding dekat pintu yang berhasil menarik perhatian mereka. Sosok itu tersenyum cerah menyapa kehadiran mereka berempat. Apalagi sepertinya ia sangat senang bisa melihat wajah Shin You sekali lagi setelah semua masalah yang ada dapat teratasi.

“Jonghyun hyung..” gumam Minho dan Key hampir bersamaan. Jonghyun melambaikan tangannya. Minho dan yang lain berjalan mendekatinya.

“Sedang apa kau berdiri di luar, Hyung? Kenapa tidak masuk ke dalam?” tanya Key bingung.

“Yurra eonni ada di dalam ‘kan, Oppa? Dia sudah datang, bukan?” kini giliran Nhaena yang bertanya. Jonghyun menjawab pertanyaan Nhaena dengan anggukan kecil.

“Aku berdiri di sini karena aku menunggu Younnie dan Nhaena.” Perkataan Jonghyun sukses membuat keempat manusia di hadapannya tertegun bingung.

“Menunggu aku dan Nhaena?” tanya Shin You tak yakin. “Ada apa, Oppa? Apa ada masalah lagi?” Jonghyun menggeleng.

Aniyo. Aku hanya ingin bertemu dan berbicang dengan kedua dongsaengku. Bukankah itu wajar-wajar saja?” Jonghyun terkekeh. Minho dan Key baru mengerti. Mereka membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf ‘o’ dan sesekali mengangguk. “Jadi, Para Suami, aku pinjam istri-istri kalian sebentar ya.” Kata Jonghyun sambil tersenyum jahil dan langsung menarik tangan Shin You dan Nhaena agar ikut bersamanya.

Minho dan Key hanya bisa melihat mereka dan mengangkat bahu dengan cuek.

“Ah, sudahlah. Toh, mereka dengan kakaknya sendiri. Minho-ah, ayo masuk.” Ajak Key. Key lebih dulu masuk, meninggalkan Minho yang ternyata masih penasaran dengan Jonghyun, Shin You dan Nhaena. Namun akhirnya, namja itu tetap mengekori Key masuk ke dalam kamar rawat Jinki.

***

Jonghyun menahan tawanya sekuat yang ia bisa ketika sejak tadi ia memperhatikan tingkah Shin You dan Nhaena yang terlihat canggung di hadapannya. Jonghyun menyadari, memang wajar jika mereka bersikap canggung seperti itu. Sejak banyaknya masalah yang datang, dan sejak terbongkarnya rahasia bahwa Shin You dan Nhaena tertukar, mereka bertiga memang belum sempat bertemu secara pribadi seperti ini.

Sekarang ketiganya sudah duduk melingkari sebuah meja bundar berukuran kecil di area kantin rumah sakit. Jonghyun memang sengaja mengajak mereka ke sana agar suasananya bisa terasa lebih santai. Rupanya, Jonghyun sudah memperhitungkan kalau Shin You dan Nhaena akan bersikap kikuk di hadapannya sehingga ia mengajak kedua “gadis bersuami” itu kemari.

Yaa~ Apa begini sikap kalian berdua pada oppa kalian, huh?” tanya Jonghyun dengan nada meledek. Jonghyun akhirnya tertawa. Shin You dan Nhaena hanya menunduk dan tersenyum ragu menanggapinya. “Oh ayolah, Younnie. Aku ini masih Jonghyun oppamu. Masih orang yang sama. Kenapa kau begitu? Dan kau, Nhaena-ya!”

Nhaena seketika terperanjat, “Ne?!” Dan menatap langsung mata Jonghyun.

Aish, aku merasa konyol sekarang.” Gumam Jonghyun sambil menggelengkan kepala dan memijat pelipisnya. Shin You dan Nhaena saling bertukar pandang dan nyengir kuda.

Arrasseo, arrasseo. Kami tidak akan sungkan-sungkan lagi di hadapanmu, Oppa.” Ucap Shin You sambil meraih satu tangan Jonghyun yang berada di atas meja. Shin You tersenyum dan mengusap tangan yang sangat ia rindukan itu dengan lembut. Jonghyun agak sedikit kaget dengan perlakuan manis Shin You yang tiba-tiba. Namun hal itu cukup menenangkan dan meyakinkan hatinya bahwa ia tak pernah kehilangan Shin You sebagai adiknya.

Ya! Han Shin You! Kau tidak takut kalau Minho melihatmu sedang berpegangan tangan dengan kakakku yang sekaligus adalah cinta masa lalumu?” celetuk Nhaena yang merasa sedikit iri dengan kedekatan Shin You dengan Jonghyun.

“Ah, benar. Sekarang margaku bukan ‘Kim’ lagi. Bagaimana ini, Oppa? Nhaena sepertinya sangat bahagia karena bisa menjadi adik kandungmu.” Kata Shin You menanggapi Nhaena dengan setengah meledek. Nhaena mendelik kesal. Jonghyun pun terkekeh.

Aigoo.. Menyenangkan sekali memiliki dua adik perempuan seperti kalian. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika dulu aku bersikeras mempertahankanmu menjadi cintaku, Younnie-ya. Mungkin akhirnya tidak akan sebahagia ini.” Jonghyun mengungkit masa lalunya menjadi sebuah candaan lagi. Ia memang mencintai Shin You, tapi hanya sebatas sebagai adiknya saja sekarang. Sama seperti sekarang ia harus bisa menerima Nhaena sebagai seseorang yang memiliki hubungan darah dengannya dan sudah seharusnya bagi Jonghyun untuk memberikan perasaan sayangnya juga kepada Nhaena.

Aish, terserah kalian saja. Tapi, takdir kita semua cukup menggelikan ya. Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan menjadi adik dari seorang Kim Jonghyun yang playboy.” Sindir Nhaena.

Ya, ya, ya! Apa katamu, Gadis Tengil?” Jonghyun bangkit dari duduknya dan memajukan badannya sedikit untuk mengacak poni Nhaena. Shin You tertawa melihatnya. “Sejak kapan aku menjadi seorang namja playboy? Aku setia pada istriku. Aita noona. Ngawur saja bicaramu.” Kata Jonghyun sambil kembali duduk. Nhaena hanya mendengus kesal dan merapikan tatanan poninya yang berantakan.

“Sudahlah, sekarang semua masalah sudah selesai. Jadi sekarang aku, Nhaena, Minho dan Key bisa tenang untuk sekolah lagi. Jonghyun oppa juga harus menyelesaikan skripsi agar cepat-cepat mendapat gelar dokter. Dan aku berharap tak ada masalah apapun lagi antara Jinki oppa dan Yurra eonni.” Kata Shin You kalem. Shin You bangkit dari duduknya dan menghampiri Jonghyun. Ia memeluk tubuh namja itu dari samping dengan erat. Tak peduli bagaimana tatapan banyak pasang mata di sana, ia hanya terlalu rindu dengan hangat tubuh Jonghyun.

Jonghyun tersenyum dan menerima pelukan Shin You. Ia juga mengalihkan tatapan matanya pada Nhaena dan meminta Nhaena untuk bergabung bersama mereka. Nhaena menurut dan ikut memeluknya di sisi tubuhnya yang lain. Nhaena tersenyum bahagia sambil mendekap Jonghyun.

Aigoo.. Jika ada acara reality show yang meliput keakraban antara oppa dan dongsaeng, aku rasa kalianlah pemenangnya.” Celetuk sebuah suara.

Jonghyun tersenyum begitu melihat seorang yeoja yang sangat berarti dalam hidupnya telah berdiri anggun di hadapannya bersama Taemin.

Chagi-ya.. Neo wasseo (Kau sudah datang rupanya)..” gumam Jonghyun ketika melihat senyuman khas seorang Aita menyapanya.

***

Noona, pulanglah. Biar aku dan Minho yang akan menjaga Jinki hyung di sini.” Kata Key menasihati Yurra yang masih enggan untuk pulang, bahkan sejak mereka datang tadi. “Kau belum pulang ke rumah sejak kemarin. Aku cemas Tuan Han mengkhawatirkanmu.”

“Benar kata Key, Yeobo. Pulanglah. Aku sudah tidak apa, kok. Bukankah Aboenin sendirian di rumah? Sana, pulang saja tidak apa-apa.” Kata Jinki dengan senyum lemahnya.

“Tapi aku masih ingin di sini menemanimu.” Yurra merajuk sambil memeluk tubuh Jinki yang masih berbaring di ranjang. Jinki terkekeh pelan dan balas memeluknya. Ia senang karena Yurra masih bersikap manja jika bersamanya.

“Oh my God, pastinya aku akan bahagia jika Nhaena memperlakukanku seperti itu.” Komentar Key iri melihat kemesraan Jinki dan Yurra. Minho yang sedang duduk di sofa sambil melahap buah apel langsung tertawa mendengar kata-kata Key.

“Itu salahmu sendiri karena selama ini kau tidak pernah memperlakukan Nhaena dengan baik sebagai istrimu.” Sindir Minho dengan santainya. Key hanya menatapnya sebal walaupun Key juga membenarkan pendapat Minho yang menyindir itu.

TOK TOK TOK!

Suara ketukan terdengar di pintu kamar rawat itu.

“Masuk saja.” Kata Yurra sambil melepaskan pelukannya dan memperhatikan ke arah pintu. Pintu kamar pun bergeser ke kanan dan nampaklah kelima manusia di sana. Jonghyun, Aita, Shin You, Nhaena dan Taemin.

“Ah kalian ternyata.” Yurra tersenyum menyambut kedatangan mereka. “Ayo sini masuk.” Mereka berlima pun masuk. Taemin langsung duduk di sofa, di samping Minho dan mengobrol dengannya.

Hyung, aku dengar kau suka olahraga ya? Olahraga apa? Kau biasa pergi ke gym ya? Kapan-kapan ajak aku dong. Aku juga ingin terlihat manly sepertimu.” Kata Taemin yang langsung menyerbu Minho dengan rentetan pertanyaan.

Yaa~ Berhentilah memanggilku ‘hyung’. Bukankah kau lebih tua dariku? Kau mahasiswa tingkat 3 kan?” tanya Minho mencoba mengkonfirmasi umurnya dengan Taemin. Taemin mengerjap.

“Ah, aku loncat kelas 2 kali saat masih SD dan 3 kali saat masih SMP. Jadi aku masuk SMA dan kuliah lebih cepat lima tahun. Sekarang umurku masih 16 tahun kok.”

MWO?!” Sentak Minho kaget. Bahkan apel yang sedang dikunyahnya sampai menyembur ke depan. “Otakmu itu terbuat dari apa, huh? Berapa IQ-mu?” Tanya Minho tak percaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hehehehe..” Namun Taemin hanya terkekeh senang menanggapi pertanyaan Minho.

Sepertinya mereka sudah sangat akrab, layaknya seorang adik dan kakak.

“Darimana saja? Kok lama?” tanya Key begitu merasakan Nhaena sudah berdiri di sampingnya.

“Tadi Jonghyun oppa mengajakku dan Shin You ke kantin rumah sakit. Di sana kita mengobrol layaknya oppa dan dongsaeng. Lalu datang Aita eonni dan Taemin.” Key mendengarkan Nhaena dan mengangguk.

“Kau dan Shin You memang harus sering-sering seperti itu dengan Jonghyun hyung. Sudah seharusnya antara kakak dan adik menunjukkan kebersamaan dan keakrabannya, bukan? Lagipula sekarang kau hanya memiliki aku dan Jonghyun hyung sebagai satu-satunya keluargamu. Kau harus baik padaku dan kakakmu sendiri.” Kata Key panjang-lebar, mencoba menasihati Nhaena sebagai seorang suami.

Aish, aku sudah sangat mengerti. Cerewet sekali.” Jawab Nhaena acuh tak acuh dan membuang muka. Key langsung melirik Nhaena sengit.

Aish, jincca! Gadis ini..” gumam Key kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

Eonni, bagaimana kabarmu? Apa kau sehat?” tanya Shin You pada kakak kandungnya, Yurra, yang sejak tadi duduk di pinggiran ranjang Jinki.

“Aku sehat. Hanya merasa sedikit lelah saja.” Jawab Yurra sambil mengusap pipi Shin You.

“Jinki oppa, bagaimana denganmu? Apa masih ada yang terasa sakit?” kini Shin You bertanya pada Jinki.

Jinki mencoba terkekeh. “Aduh, aku bukan sedang mengidap penyakit berbahaya yang mematikan, Shin You-ah. Hanya sedikit sakit saja kok di bagian perut. Mungkin karena jahitan  bekas operasinya belum kering.” Shin You mengangguk polos, tanda mengerti.

“Syukurlah kalau begitu. Ah iya, Eonni. Aku dan Minho berencana akan menemui Appa nanti malam. Jadi, bisakah Eonni juga ada di rumah nanti malam? Jebal, bagaimanapun ini adalah awal untukku untuk mulai masuk ke dalam kehidupanku yang baru, bukan? Jadi aku membutuhkan Eonni untuk membantuku di depan Appa.” Shin You menepuk ke dua tangannya di udara dengan gerakan memohon pada Yurra. Yurra menoleh pada Jinki dan Jinki mengangguk.

“Pergi saja. Temani adikmu. Biar Key yang menemaniku malam ini.” Kata Jinki mengizinkan.

“Nah, kalau begitu, lebih baik sekarang Eonni pulang bersamaku. Kau harus bersiap-siap.” Kata Nhaena mengambil keputusan. “Hei Tuan Kunci, pinjam kunci mobilnya, dong.” Nhaena menengadahkan tangannya di depan Key.

“Hati-hati membawa mobilku, Nyonya Kunci. Awas saja kalau ada lecet setitikpun!” ancam Key sambil memberikan kunci mobilnya. Nhaena mendengus lalu menerima kuncinya dan langsung menarik Yurra untuk pulang setelah Yurra memberikan kecupan singkat di kening Jinki.

“Hei, aku juga mau kau seperti Yurra Noona.” Bisik Jonghyun di telinga Aita. Sejak tadi mereka berdua memang hanya diam, menjadi penonton saja.

Aita mengernyitkan keningnya. “Apa maksudmu?” balas Aita dengan sambil berbisik juga di telinga Jonghyun.

Igeo.. Kisseu. Setiap hari ya, wajib lho.” Jawab Jonghyun tenang.

BLUSH!

Sontak wajah Aita memerah malu. Aita tak bisa membalas perkataan Jonghyun. Diam-diam Jonghyun melirik Aita dan mengulum senyum.

“Tapi aku tidak mau di kening. Aku maunya di sini, okay?” Jonghyun mengedipkan sebelah matanya pada Aita sambil menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya. Aita semakin dibuat speechless saja. Ternyata, Taemin mendengar bisik-bisik mereka.

“Baiklah, Aita noona. Rasa-rasanya aku harus segera cari apartment sendiri deh.” Kata Taemin tiba-tiba. “Karena sepertinya setelah ini akan ada banyak adegan no children di rumah dan aku tak mau menginterupsi kalian.”

BLUSH!

Kini tak hanya Aita saja yang merona, namun Jonghyun juga tak bisa menyembunyikan wajah malunya. Sialan kau, Taemin! Batin Jonghyun. Shin You, Minho, Key dan Jinki tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jonghyun dan Aita yang seperti kepiting rebus. Sedangkan Taemin stay cool di tempatnya meskipun baru saja melontarkan kalimat yang membuat Jonghyun dan Aita kehilangan muka.

“Tapi ada satu hal yang masih mengganjal bagiku, hyung.” Key tiba-tiba memecah suasana tawa menjadi suasana yang serius sambil menatap Jinki.

“Apa?” tanya Jinki yang merasa tatapan mata Key padanya adalah arti bahwa ia lah yang sedang diajak bicara oleh namja bermata kucing itu.

“Ini tentang Yurra Noona. Apa hyung tahu kalau Yurra noona dan Jura itu sudah—err—bagaimana ya mengatakannya?” Key memotong kalimatnya sendiri dan tampak ragu. Namun Jinki sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran Key.

“Aku tahu, kok.” Jawab Jinki seadanya.

Mwo?!” Minho dan Taemin yang mendengar jawaban Jinki langsung kaget. Key dan yang lain juga tak kalah kaget.

“Tanpa kalian berniat untuk memberitahuku atau malah menyembunyikannya, aku sudah tahu. Saat Jura hyung menyekapku, ia memperlihatkanku sebuah rekaman yang berisi tentang ia dan Yurra.” Kata Jinki sedih. “Aku tahu mereka telah melakukan ‘itu’ di kamar kami.”

Melihat raut wajah Jinki yang berubah sedih, Minho dan yang lain pun jadi merasa tidak enak hati.

“Tapi itu bukan salah Yurra. Siapapun akan mengira Jura hyung adalah aku jika berada di posisi Yurra saat itu. Apalagi aku melihat Jura hyung memang sedikit memaksanya untuk melakukan hal itu. Untuk hal ini, aku tidak apa. Aku tidak akan dan tidak mau mempermasalahkannya. Toh, sumber masalahnya juga sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Dan kalaupun nanti Yurra hamil…”

Jinki menjeda ucapannya sendiri dan mengambil nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya keluar, “… kalaupun dia hamil, justru bagus ‘kan? Aku bisa menjadi seorang ayah. Setidaknya aku bersyukur karena aku bisa menjadi seorang ayah dari benih kakak kembarku sendiri. Kalian tidak perlu khawatir. Tak ada alasan bagiku untuk meninggalkan Yurra. Secepatnya, aku juga akan mengadakan pernikahan ulang antara aku dengannya.” Jinki tersenyum bijak. Dan senyumnya itu menular pada yang lain.

“Baguslah kalau begitu, hyung. Yurra noona pasti akan menerima lamaranmu lagi.” Kata Taemin.

“Terima kasih ya semuanya. Kalau bukan dengan bantuan kalian, aku tidak tahu apakah masalahku dengan Jura hyung bisa selesai atau tidak. Dan terlebih padamu, Taeminnie. Aku sudah mendengar cerita tentangmu dan Hwang Su Ji dari Minho. Jadi, ternyata kau sudah lama mengenal Su Ji sebelum ini?”

Taemin tersenyum misterius.

“Ya, begitulah. Ayah Hwang Su Ji pernah menjadi seorang donator di panti asuhan tempatku dulu diasuh sebelum Aita noona mengadopsiku sebagai adiknya. Aku sudah mengenalnya sejak lama. Dan menurutku, dari dulu dia memang memiliki pribadi yang kurang baik sejak kedua orangtuanya bercerai. Dia sering keluar malam ke diskotik dan tidak pulang berhari-hari. Juga sering bergonta-ganti pacar.”

“Oooh begitu..” tanggap Key. “Jadi, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta pada Hwang Su Ji nih. Bahkan sampai menolong Hwang Su Ji saat insiden kematin Jura waktu itu.” Key tersenyum jahil menatap Taemin. Taemin hanya mengulum senyumnya.

“Tidak, hyung. Aku hanya merasa ingin peduli terhadapnya. Sebenarnya Hwang Su Ji bisa berubah. Dan aku ingin membantunya.”

“Woaaah~” Minho terkekeh dan menepuk-nepuk bahu Taemin. “Daebak! Dunia memang sempit. Pasti kau tidak akan mengira akan bertemu dengan Hwang Su Ji lagi karena masalah ini.”

“Terkadang jalan pikirannya akan jadi lebih dewasa dibanding kita-kita yang lebih tua darinya. Seperti itulah Lee Taemin. Otaknya membuatnya jenius. Saking jeniusnya, ia sampai tidak sadar sering mempermalukan orang lain. Seperti tadi.” Tandas Jonghyun gamblang. Entah bermaksud memuji atau menghina.

“Sudah berulang kali juga dia memarahiku dan Jonghyun oppa dan mengatai kami seperti bocah karena sering bertengkar dan tarik urat.” Gumam Aita yang didengar oleh semua penghuni ruangan itu.

Taemin pun hanya bisa tertawa dan menunjukkan deretan gigi-gigi putihnya yang bersih.

***

Malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk Shin You. Bagaimana tidak? Ini akan menjadi malam yang menjadi saksi langkah awalnya menjajaki kehidupan barunya. Kehidupan barunya menjadi bagian dari keluarga Han, keluarganya yang sesungguhnya.

Suara derit rem ban mobil Minho terdengar sedikit keras, membuat Yurra yang memang sengaja menunggu kehadiran Shin You dan Minho di pelataran depan rumah, menengok ke arah mereka.

Yurra menghampiri mereka dan melihat Minho mengenakan kemeja lengan panjang yang ia gulung sampai kedua sikunya yang dilapisi dengan rompi kulit berwarna hitam. Minho memilih kesan casual-semi formal dengan memadukan pakaian atasnya bersama celana jins biru yang membuatnya tampak santai namun tetap terlihat resmi.

Saat Yurra mengalihkan fokus tatapannya, Yurra melihat Shin You mengenakan gaun selutut berkerah berwarna putih gading yang berlengan panjang. Yurra tersenyum melihat pesona Shin You malam ini.

Eonni..” panggil Shin You sambil berjalan pelan ke arah Yurra dengan bantuan kaki palsunya dan langsung menggamit lengan Yurra. “Eotthe? Penampilanku?”

“Cantik sekali. Serasi jika berdampingan dengan Minho.” Kata Yurra sambil melirik Minho. Minho hanya berdeham malu dan menggaruk tengkuknya.

“Em—Noona, apakah Han Aboenim sudah pulang dari kantor? Apakah kita datang terlalu cepat? Jujur aku juga gugup untuk bertemu dengan ayah mertuaku karena ini pertama kalinya. Bagaimanapun aku harus meminta restu untuk hubunganku dengan Shin You jika bertemu dengan beliau nanti.” Yurra tersenyum melihat sikap gugup Minho.

Aish, itu bukan masalah, kok. Toh, ayahku sudah tahu sejak awal tentang pernikahan kalian. Jadi kau jangan bersikap terlalu formal di hadapannya nanti. Santai saja ya.” Kata Yurra meyakinkan Minho. “Sudah, ayo cepat masuk. Di luar dingin.” Yurra langsung menarik Shin You untuk masuk. Minho mengikuti di belakang mereka.

Ini untuk pertama kalinya Shin You dan Minho masuk ke dalam kediaman Han yang mewah. Desain eksteriornya tadi memang terlihat sederhana. Tapi siapa yang menyangka bahwa desain interior rumah itu memadukan gaya eropa klasik dan modern. Dinding rumahnya juga sangat tinggi dan berwarna kuning emas yang menambah kesan ‘wah’ bagi siapapun yang memandang. Beberapa lukisan penyegar mata terpajang di dinding-dinding itu. Dan salah satunya ada foto keluarga Han yang disimpan di dalam figura kayu besar di dekat tangga yang menuju ke lantai dua.

Dalam foto itu tampak sosok Tuan Han dan mendiang Nyonya Han yang duduk di sofa merah tua dengan Yurra dan Nhaena yang berdiri di belakang mereka. Keempatnya tersenyum bahagia dengan background foto berwarna cokelat. Untuk beberapa saat, melihat itu, Shin You menjadi teringat dengan mendiang ayah dan ibu Kim yang selama ini ia tahu sebagai orangtua kandungnya. Minho yang berjalan di samping Shin You mulai menyadari suasana hati Shin You. Minho tersenyum dan merangkul bahu Shin You, mencoba menguatkan istrinya itu.

“Duduklah. Kalian tunggu di sini ya. Aku akan ke atas dan memanggil Appa untuk turun. Kidaryeo..” kata Yurra lagi sebelum wanita itu menaiki tangga ke lantai dua rumah.

Setelah menunggu beberapa saat dengan perasaan canggung, cemas dan bahagia yang bercampur menjadi satu, akhirnya Shin You dan Minho mendengar dua pasang suara langkah kaki yang menuruni tangga di belakang mereka. Shin You dan Minho langsung bangkit dari duduk dan membalikkan wajah, dan membungkukkan badan mereka bersamaan.

Annyeonghaseyo..” kata Shin You dan Minho bergantian menyapa sosok laki-laki paruh baya bersetelan jas cokelat tua yang sedang menatap mereka dari atas sampai bawah.

Saat Shin You menegakkan tubuhnya dan mulai memberanikan dirinya untuk menatap kedua manik mata yang terlihat sayu dan lelah itu, Shin You terhenyak. Ia menyadari bahwa kedua mata itu sangat mirip dengan kedua mata miliknya. Ia yakin itu.

“Putriku.. Han Shin You!” kata laki-laki paruh baya itu sambil berjalan mendekat dan merengkuh tubuh Shin You ke dalam pelukannya. Laki-laki itu menangis haru. Shin You sempat kaget mendapat pelukan tiba-tiba itu, namun Shin You langsung membalas pelukan ayah kandungnya yang sudah terpisah dengannya selama 18 tahun ini.

Nde, Appa. Bagaimana kabarmu, Appa?” tanya Shin You sambil meneteskan linangan air mata harunya dalam pelukan Tuan Han.

***

“Ayo, makanlah yang banyak, Putriku. Jangan sampai kau sakit.” Kata Tuan Han sambil berusaha menyuapi Shin You untuk ke sekian kalinya. Kini mereka berempat sedang menikmati santap malam di ruang makan kediaman Han. Shin You dan Minho duduk bersebelahan dan di sisi kanan mereka, Tuan Han menempati posisinya. Sedangkan Yurra memilih duduk di seberang Shin You dan Minho saja.

“Aduh, Appa. Aku sudah kenyang sekali. Lagipula, aku takut gendut.” Kata Shin You menolak halus suapan dari tangan ayahnya.

“Kau sedang diet? Kok aku tidak tahu?” Celetuk Minho sambil membulatkan mata besarnya. Shin You hanya tersenyum kikuk menanggapinya.

“Mana ada remaja seusiamu yang berdiet? Justru remaja seumuranmu itu sedang banyak-banyaknya makan karena sedang dalam masa pertumbuhan.” Kata Tuan Han yang kini sedang sibuk menyuapi dirinya sendiri. “Lihat itu Minho. Dia makannya banyak. Kamu juga harus seperti suamimu.”

Appa, Shin You kan perempuan. Porsi makannya tentu berbeda dengan porsi makan Minho yang laki-laki.” Komentar Yurra sebelum ia meneguk minumannya.

“Ah, intinya Appa agak terganggu dengan bentuk badanmu yang terlalu kurus ini, Shin You-ah. Appa melarangmu berdiet pokoknya.” Titah Tuan Han. Shin You langsung menghela nafas kecewa.

“Turuti saja. Ini waktunya kamu untuk berbakti pada satu-satunya orangtua kandungmu yang masih ada.” Saran Minho sambil berbisik di telinga Shin You.

TING TONG!

Suara bel rumah berbunyi tiba-tiba. Sontak, semua mata menoleh ke arah pintu.

“Apa ada orang lain lagi yang kamu undang untuk makan malam selain Shin You dan Minho, Yurra-ya?” tanya Tuan Han pada putri sulungnya. Yurra menggeleng sebagai jawaban.

“Apa mungkin itu Nhaena? Mungkin saja Nhaena ingin menginap di rumah kita malam ini  karena Key ‘kan menginap di rumah sakit menemani Jinki hyung.” Terka Minho.

“Ah, bisa jadi. Kalau begitu, biar aku saja yang membuka pintunya. Sebentar ya.” Shin You langsung berinisiatif dan bangkit. Shin You meninggalkan ruang makan menuju ruang depan, tempat dimana pintu masuk itu berada.

TING TONG!

Suara bel berbunyi lagi. Terdengar tidak sabar, menurut Shin You.

Ne, tunggu sebentar.” Serunya sambil membuka pintu. Shin You lupa tidak melihat siapa tamu yang datang lewat intercom.

 

Begitu Shin You membuka pintunya, kedua matanya langsung terbelalak lebar melihat siapa yang datang dan sedang berdiri di hadapannya.

“Hyunseung oppa..” lirihnya begitu melihat senyuman dengan lesung pipi milik Jang Hyunseung yang begitu khas.

“Shin You-ah, mianhae. Aku harus melakukan ini padamu.” Hyunseung menampakkan wajah sedihnya, membuat Shin You bertanya-tanya. Namun seketika wajah sedihnya langsung berubah menjadi sebuah seringaian menakutkan. Dan…

DORRR!!!!

Hyunseung mengacungkan moncong pistolnya ke arah dada Shin You dan menembaknya, membuat yeoja itu tak sempat untuk terhenyak karena pada saat itu juga Shin You langsung jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.

Hyunseung tersenyum penuh kemenangan.

“Kita lihat saja, apakah Nhaena yang akan menukar nyawanya demi keselamatanmu atau justru sebaliknya.” Gumam Hyunseung sambil menggendong tubuh Shin You dan membawanya pergi secepat yang ia bisa.

***

“Apa Nhaena tak memberitahu Noona kalau ia akan datang juga malam ini?” tanya Minho pada Yurra begitu Shin You pergi menuju pintu.

“Seingatku tidak. Tapi biasanya dia akan memberi kabar kok kalau mau pulang. Mungkin tamu itu bukan Nhaena. Kira-kira siapa ya yang—“

DORRR!!!

DEGH!

Minho, Yurra dan Tuan Han terkejut setengah mati setelah mendengar suara tembakan dilepaskan. Karena terlalu kaget, salah satu tangan Minho sampai tak sengaja menyenggol gelas minum milik Shin You hingga jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak. Pikirannya kacau. Ia mulai memikirkan Shin You sekarang ketika tanpa sadar ia justru berjongkok dan memunguti pecahan gelas itu.

Omo! Minho-ah, gwenchana? Hati-hati, biar Noona memanggil pelayan untuk membersihkan pecahannya. Kau duduk saja.” Larang Yurra sambil bangkit, bersiap akan memanggil pelayan.

“Tunggu sebentar, Anakku. Apa kalian tadi tidak mendengar ada suara tembakan yang mengagetkan kita?” tanya Tuan Han sambil menatap Yurra dan Minho bergantian.

Minho langsung mendelik ketika ia berhasil mencerna kata-kata ayah mertuanya. “Oh, shit!”

Namja itu langsung mengambil langkah seribu menuju ke tempat Shin You berada. Yurra dan Tuan Han ikut berlari mengejarnya.

Namun begitu Yurra dan Tuan Han sampai di depan pintu, mereka hanya melihat Minho sendirian dengan pintu rumah yang sudah terbuka lebar. Yurra melihat Minho dengan kedua lututnya yang menyentuh tanah dan kedua bahu yang bergetar. Yurra juga melihat secarik kertas yang telah diremas oleh Minho tergeletak di samping tubuh Minho. Yurra pun memungutnya.

Seketika kedua matanya membulat dan mulutnya menganga. Susunan kata demi kata yang tertulis di sana menohok-nohok hatinya.

Choi Minho yang malang kuberitahukan padamu bahwa Shin You dan Nhaena sekarang bersamaku. Katakan pada Key bahwa aku terpaksa menculik istrinya juga. Kau dan Key hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka. Kalian bebas memilih siapa yang akan kalian selamatkan. Jadi datanglah besok subuh di Gudang XXX hanya berdua saja dengan Key. Jika kau membawa polisi, kupastikan kalian tak akan bertemu dengan istri kalian lagi untuk selamanya!

-JHS-

“Jang Hyunseung..” geram Minho sambil mengepalkan kedua tangannya dan menatap lurus  ke depan. “Jadi sekarang kau menggunakan cara licik seperti ini, huh? SIAL!!! Ternyata kau sama saja piciknya dengan Lee Jura!!” Murka Minho sambil meninju tanah kuat-kuat.

-TO BE CONTINUE-

Okay, gimana? Ribet? Rumit? Nah ini adalah konflik terakhir sebelum menuju last part. Jadi part 10 besok adalah part ending ya. Rencanaku mau bikin sampae part 11 ga jadi soalnya ternyata ada beberapa pasang yang masalahnya udah kelar. So, jangan lupa komen loh. Apa susahnya komen? Bacanya aja gampang kan. Wkwkwk😀 Yang silent readers aku lempar panci nih.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “Naega Saranghae “Our Marriage” – Part 10

  1. first kah? hehehhee….. , akhirnya ff ini kluar juga yang part 10 nya, aku tuh penggema banget ff ini. part selanjutnya jngn lama laama yaa thro😀

  2. yahh, pdahal masalh yg laen udh kelar dateng lagi masalh baru,.
    minho, key yg sabar yaa,
    slametin istri kalian..
    authorny, yg semangat ya nulisnya, karya mu sllu d tnggu…

  3. hyunseung apa banget deh -_______-
    btw, thor. itu shin you nya di tembak di dada apa ga kena jantung nya ya?
    aigoooo penasaran banget sama endingnya……

  4. aigoo.. lagi2 shin you yang kena paling ngenes..
    sedih bangettt…
    ga sabar mw nunggu part trakirnyaaa..jgn lama2 sihh hahahahha

  5. Penasan makin penasaran… thor lanjut … next partnya tetap ditunggu… fighting >_< aku kira ngak akan ada masalah lagi eh… tiba-tiba bencana dtg lagi…

  6. Waah..karyanya author papillon lynx selaluuuu daebak.. maaf baru baca author favorite..tpi..nih cerita udah sethun..mana lanjutannya yah??? Ga stopped kan? Ga hiatus kn??

  7. Waah.. ini udh baca brkali kali teteeuup aja gregeet.. kok lanjutannya masih g adaa.. putus asa menunggu lanjutan ff nya niih

  8. Aku nggak pernah bosen baca ff ini.
    Tetap menarik untuk diikuti… Sambil menebak kelanjutan ceritanya…
    Please fong thor lanjutin ffnya…???

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s