U – Part 1

U

Tittle                      : U

Autor                    : Hwang Eun Hee

Main cast             : Lee Taemin, Krystal F(x) , Kai Exo, Lee Jinki, Sulli F(x)

Support cast       : You can See

Gendr                   : romance, School Life

Rating                   : teen

Length                  : Sequel

 

Anyyeong, ketemu sama sayah, panggil aja Gi-ang. Hehe aku bawa sebuah ff, sequel, semoga kalian suka dengan ff ini. ff ini terinspirasi dari anime jepang. Tapi enggak sama banget kok . kan cuman terinspirasi J. Oh iyah, jangan lupa komentar kalian yah, karena komentar kalian itu sangat berarti buat gi-ang.

Oh iyah mau ngasih tau buat kalimat yang italic itu artinya masa lalunya , atau kalo enggak omongan yang diinget J

Okeh mulai ajah yah J

🙂🙂🙂

Aku ingin menceritakan tentang, dia, pria pintar yangmembukakan mata ku. Dia, pria tampan yang mampu membuat ku menegang. Dia, pria tenang yang selalu membantuku. Dan dia, seorang wanita yang telah membuat hari ku hancur.

                Tapi jika aku menceritakannya dari sini. Kalian tidak akan mengerti.

J J J

                Yang duduk disebelah ku adalah Lee Taemin. Dia hanya masuk kelas selama 4 kali dalam dua bulan ini. Baru saja masuk ke sekolah, dia telah berani memukul seorang kakak kelas sampai dia harus dirawat dirumah sakit.

                Sayang sekali, padahal dia adik dari seorang Lee Jinki. Seorang presiden sekolah yang luar biasa tampan dan baiknya. Mereka berdua merupakan anak dari keluarga Lee yang sangat kaya raya.

                “Krystal-sshi. Bisakah kau ikut dengan ku sebentar?” aku mendongakkan kepalaku. Kim Songsaenim berdiri didepan pintu dengan wajah serius.

J J J

Krystal P.O.V End

                Krystal melihat sebuah kertas ditangannya. Mengecek apakah jalan yang ia tempuh benar atau tidak. Sebuah alamat tertera di selembar kertas yang tadi Kim Songsaenim berikan padanya.

                “Krystal-sshi, bisakah kau membantu ku?” Krystal terdiam. Ia menatap kedua mata Kim Songsaenim dengan tatapan datar.

                “Apa yang bisa aku bantu?”

                “Eum, aku tak yakin, tapi bisa kah kau membantu membawakan ini untuk lee taemin?” kedua mata Krystal membulat dua kali lebih besar.

                “Kenapa harus aku?” Tanya Krystal. Kim Songsaenim terlihat gelisah.

                “Karena … kau… kau teman sebelah bangkunya bukan? Aku akan memberikanmu 100 ribu won!” Krystal terdiam. Ia mencoba menimbang nimbang ucapan nya.

                “Tidak hanya itu, aku akan memberi mu nilai Cuma Cuma ?”

                Krystal melihat sebuah rumah berpagar putih besar yang ada didepannya. Sebuah rumah besar mewah bercat putih juga berdiri kokoh disana. Ya itu rumah keluarga Lee. Krystal melangkahkan kakinya menekan sebuah bel lalu berdiam menunggu seseorang akan membukakan pintu untuknya.

                “Annyeong, naneun Jung Krystal imnida” ucap Krystal sopan sambil menundukkan badannya. Pria itu tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

                “Oh baiklah, lalu ada kepentingan apa datang kemari?” Tanya Jinki sunbae.  Krystal mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berbungkus kertas kado berwarna pink.

                “Kau hanya perlu mengatakan kalau kau ingin memerikannya untuk Taemin, dan jangan katakana apapun tentangku. Arraseo?”

                “Untuk ku?” Tanya Jinki sambil mengerutkan keningnya. Tangan kanan yang tadi berada didalam saku dikeluarkan untuk meraih barang yang diulurkan oleh Krystal.

                “Ani, ini untuk Taemin” kedua mata Jinki membulat dua kali lebih besar. Ia kaget dengan ucapan Krystal barusan.

                “Ta-Taemin?” Krystal mengangguk mantap.

                “O-oh keurae, apa kau mau masuk dulu?”

                “Aniyo, aku ada kepentingan, mohon untuk diberikan pada Taemin gumaweo”

J J J

                Krystal duduk di halte bus. Sekarang gerimis telah datang lebih cepat. Tangannya memegang uang 100 ribu won yang diberikan oleh Kim Songsaenim tadi. Jika dipikir pikir. Siapa Taemin itu? selama empat kali bertemu dan duduk berdampingan, Taemin ataupun Krystal tidak pernah mengatakan apapun , bahkan satu kata yang biasa orang katakan ‘hai’ tidak pernah. Kabar kabar mengenai Taemin memang merupakan rahasia umum. Dia memiliki sebuah blog yang menceritakan tentang dirinya. Itu yang Krystal dengar dari kebanyakan orang.

                Krystal mendongakkan kepalanya, bus yang ia tunggu belum juga datang. Ia mengedarkan pandangannya melihat mendungnya malam.

                Ia melihat seorang wanita dengan seragam yang sama dengannya. Tidak sendiri, ia ditemani oleh seorang lelaki tinggi besar yang tengah memegang payung untuk mereka berdua. Krystal ingin mengabaikan kedua orang itu, hanya saja lelaki itu rasanya pernah ia ingat sebelumnya, rasanya ia pernah bertemu dengan nya sebelumnya, tidak hanya bertemu tapi berbicara juga.

                Pria itu melihat kea rah Krystal, kedua mata mereka saling bertemu, mata itu, mata itu rasanya tidak asing lagi untuk Krystal. Hanya saja malam ini terlalu gelap untuk melihat seseorang dari kejauhan.

                “Jika hujan datang lagi, aku akan membawakan payung untuk mu, payung yang begitu besar. Kau suka?”

                “Tidak! Aku lebih senang membasahi diriku dengan air hujan”

                “Wae? Kau akan sakit”

                “Emm, aku tidak peduli”

                Krystal mencengkram dada sebelah kirinya. Kata kata itu kenangan itu kembali lagi. Kenangan yang susah payah ia lupakan, kini datang begitu tiba tiba. Rasa sakit yang ia rasakan satu tahun lalu kembali lagi.

                “Mianhae”

                Dia datang lagi…

J J J

                Krystal mengerjapkan kedua matanya. ia melihat lagit lagit. Kamarnya. Ya, ini kamarnya ia melihat ke sekeliling. Apa yang terjadi, bukankah tadi terakhir dia berada di halte bus?

                “Oh kau sudah bangun? Badan mu baik baik saja, tapi tadi kau datang dalam ke adaan pingsan, untuk saja ada pria baik yang datang membawamu , beruntung kau tidak di apa apakan oleh nya. Dia terlihat seperti  orang baik” jelas Eomma Krystal. Ia mengerutkan kening, pria baik? Mungkinkah kalau dia yang menolong Krystal? Bukankah tadi tempat itu sepi, hanya ada Krystal dan seorang pasangan kekasih yang sedang memakai payung dengan mesra?

                “Ba-bagaimana ciri cirinya?” Eomma, berjalan mendekati ranjang Krystal. Ia duduk diambang ranjang. “Dia tampan, tinggi dan, ah eomma tidak begitu memperhatikannya” Krystal menundukkan kepalanya. Dada nya kembali menjadi sesak.

                “Oh ya, eomma tadi menelfon Eonni mu, dia bilang dia akan pulang lebih cepat malam ini”

                Eomma keluar dari kamar Krystal. Ia menutup pintu dengan perlahan. Krystal kembali menidurkan badannya di atas ranjang.

                Pria tinggi tampan. Kemungkinan besar itu dia. Ternyata dia masih ingat pada Krystal? Lalu siapa wanita disampingnya? Apa itu juga wanita yang sama satu tahun lalu?

J J J

                “Lee Taemin! Dari mana saja kau ? kau tau ini pukul berapa?” Tanya Jinki tegas. Taemin terkekeh kecil, ia menggaruk kepala bagian belakangnya.

                “Sekarang pukul dua pagi. Apa aku benar benar pulang terlambat?” Jinki mengangguk kecil, tatapan nya masih menatap Taemin jengkel, kesal, dan marah tentu saja.

                “Oh Hyung, aku minta maaf, ada beberapa yang harus aku urus tadi”

                “Berkelahi?”

                “Bukan, tadi aku menolong seseorang?” jinki terdiam lalu terkekeh dengan keras. “Kau? Ah sudahlah, ada seorang wanita yang memberikan mu hadiah tadi”

                Taemin berjalan malas naik ke atas tangga. Ia mendengar apa yang dikatakan Jinki. tidak aneh, sudah berulang kali ia mendapatkan hadiah, boneka jamur salah satu yang terbanyak. Ada satu hadiah yang ia inginkan , walaupun ia dapat membelinya kapan pun ia mau.

                “Yang memberikannya ini gadis cantik di sekolah” Taemin tetep tidak menghiraukan.

                “Ya, aku sudah dengar beberapa ratus kali”

                “Yang membuatku terkejut yang memberikan ini gadis yang pendiam itu, yang beberapa kali aku ceritakan padamu” Taemin terdiam. Ia menghentikan langkahnya.

                Ia ingat tentang seorang wanita bernama Krystal itu. wanita pendiam. Ia selalu menjauh dari keramaian. Ketika istirahat datang atau ada waktu luang, dia akan berjalan lebih dahulu untuk pergi ke dalam perpustakaan.

                Dia berasal dari keluarga kaya. Tinggal bersama kedua orang tuanya dan seorang kakak yang telah kuliah. Dia anak yang sangat pintar. Hanya saja sampai satu tahun ini dia tidak punya seorang teman pun.

                “Dia memberi mu hadiah, ini” Taemin membalikkan badannya. Ia melihat Jinki yang telah berada didepan nya dengan menjulurkan sebuah kado kecil. Ragu ragu Taemin meraih kado itu.

                “Aku penasaran dengan isinya” Jinki tersenyum kecil. Ia berjalan menuruni tangga. Taemin, tetap tidak percaya. Krystal?

Annyeong Taemin-Sshi
Aku ingin memberi tahu mu. Bahwa aku senang ketika kau ada disekolah lalu duduk disebelahku. Aku memberikan banana milk ini, aku dengar kau sangat senang meminum banana milk. Aku harap besok aku bisa melihat mu disekolah. Dan jangan lupa minum banana milk ini
Krystal

J J J

“Hyung! Dia memintaku untuk pergi ke sekolah besok. Menurut mu bagaimana?” Tanya Taemin melompat dari balik sofa. Jinki yang tadi nya terlihat seperti tengah menelfon segera menutup telfonnya.

                “ Eum, itu terserah padamu. Tapi aku harap….” Taemin memutar kedua matanya.

                “Aku harap kau dapat bersekolah seperti aku, kau pintar tapi kau terlalu senang untuk berkelahi, berhentilah berkelahi dan belajar seperti layaknya seorang pelajar” potong Taemin. Jinki terkekeh kecil.

                “Sesering itu kah? Sampai sampai kau hafal ucapanku?” Tanya Jinki. taemin mengangguk sebal.

                “Hyung! Aku rasa aku telah jatuh cinta. Ketika aku melihat isi kado itu jantung ku berdebar cepat sekali hyung!” Jinki melongo.

                “Jatuh cinta? Secepat itu?” Taemin mengangguk mantap. “Memang apa yang ia berikan padamu?”

                “Sekotak banana milk”

J J J

                “Tersenyum lah, kau akan terlihat cantik ketika tersenyum”

                “Kau sedang merayu ku?”

                “Oh benarkah?”

                “Yang perlu kau tahu, aku telah cantik. Aku akan tetap cantik apapun ekspresiku”

                “Oh benarkah?”

                “Tentu, jika aku tidak cantik kau tidak akan menyukaiku”

                Krystal berjalan menuju taman belakang sekolah yang sepi. Ia ingin merefresh otaknya. Tapi tanpa ia sadari, ia mebiarkan otaknya tenggelam dalam pikiran pikirannya.

                “Brruukkkkkk”

                 Seseorang jatuh dari atas pohon. Mata Krystal membulat. Kaget. Tentu saja. Pria itu memakai seragam sekolah yang sama dengan Krystal. Krystal segera mendekati pria itu.

                “Kau baik baik saja?” Tanya Krystal khawatir. Pria itu mencoba baik walaupun keliahatan nya sulit. Rambutnya berwarna piran. Dan sangat imut dan tampan.

                “Eo, eoh, aku.. aku baik baik saja” pria itu terduduk. Ia mengusap usap bajunya yang kotor. Krystal memperhatikan pria didepannya. Bagaimana dia bisa tidak apa apa?

                “Eoh kau baik baik saja?” Tanya Krystal khatir.

                Pria itu melihat wajah Krystal. Seketika wajah pria itu pucat. “Kr-Krystal-ya?” begitu juga sama dengan Krystal. Tapi tidak sepucat pria didepannya. Luhan. Xi Luhan.

                “Woah Krystal-ya. bagaimana jika aku menyukaimu dan menyatakan cinta padamu?”

                “Aku akan membunuhmu”

                “kau jahat!”

                “Hahaha, apa-apa an dengan kalian. Berhenti membuat lelucon tentang diriku”

                “Tapi aku benar benar menyukaimu. eottoke?”

                “YA!”

                “O-oh, Luhan-sshi” Krystal menunduk.

                “Apa , apa kabarmu? Sudah lama tidak bertemu” ucap Luhan berbasa basi. Krystal berdiri. Ia menatap Luhan sebentar. “Baik” sambil melihat seorang pria satu lagi yang masih beridiam diatas pohon.

                Krystal berjalan melewati Luhan yang terpelongo. Dada nya kembali terasa sakit, masa lalu nya semakin dekat.

                “Baekhyun-ah! Cepat turun!” teriak Luhan dari bawah. Baekhyun mendengar tapi tidak peduli.

                “Wae? Kau lihat celana dalam wanita itu berwarna ungu!”

                “Krystal! Ada Krystal”

                “MWO?”

J J J

                Niat menghibur hati hilang sudah. Sekarang ia tahu, siswa di SMA ini suka mengintip para wanita yang tengah berada didalam kamar mandi. Ia harus lebih berhati hati sekarang ini.

                “Oh Hai Krystal-sshi” ucap seseorang ceria. Selama satu tahun belum pernah ada siapapun yang menyapanya. Krystal mendongakkan kepalanya. ia kaget bukan main. Lee Taemin. Sosok yang dingin tidak peduli , sekarang tengah melambaikan tangan padanya dengan senyum yang sangat merekah.

                Krystal mengerjapkan matanya berulang kali. Benarkah itu Taemin? Krystal berjalan pelan menuju bangkunya. Ia duduk di bangku paling belakang dekat jendela. Krystal sama sekali memperhatikan Taemin sedikitpun.

                “Wae? Kau tidak senang aku berada disekolah?” Tanya Taemin begitu Krystal telah nyaman dengan kursinya. Ia tetap diam. Membuka buku lalu mulai belajar. Ya apa lagi yang dia lakukan kalau tidak belajar?

                Setiap siswa memandang tingkah Taemin. Aneh. Pertama karena dia tiba tiba datang ke sekolah. Kedua karena dia terlihat begitu dekat dengan Krystal.

                “Aku senang. Jadi berhentilah berlagak sok kenal dengan ku” jawab Krystal dingin tanpa menoleh pada Taemin.

                Taemin mengerutkan kening. “Kau gadis aneh”

                Baru saja kemarin dia menerima kado dan pesan singkat darinya tapi kini Krystal telah bersikap dingin? Apa ada wanita yang bersikap dingin pada pria yang hampir mendekati kata sempurna ini?

                Terdengar suara riuh dari luar. Banyak yang keluar kelas hanya untuk menonton. Taemin memundurkan kursinya. Ia berjalan perlahan menuju pintu. Banyak gadis gadis yang tengah berkerumuh di kelas sebelah Taemin.

                “Ada apa?” Tanya Taemin pada seorang wanita. Wnita itu terkejut, seorang Taemin bertanya padanya? “I-itu, ada seorang pria baru. Di-dia tampan”

                Taemin mengerutkan kening. Tampan? “Lebih tampan aku atau dia?”

                “Te-tentu kau” Taemin tersenyum puas. Ia kembali ke kursinya duduk tak jauh dari Krystal.

                “Pria baru itu tampan benar?” ucap seorang wanita dengan girangnya.

                “Heem, kalau tidak salah namanya Kai!” Krystal terdiam. Tiba tiba ia jadi terpaku ‘kai’? bukankah nama itu bukan nama asing baginya?

                “Kai? Nama yang Indah!”

                “Tapi tunggu, ku dengar dia punya seorang kekasih dia bersekolah disini, kalau tidak salah namanya sulli. Cho Sulli”

J J J

                “Bagaimana hari mu disekolah?” Tanya Jinki sambil memasukan makanan ringan ke dalam mulutnya. Kedua matanya tetap focus menatap layar teve didepan nya.

                Taemin mendengus kecil. Ia menjatuhkan diri disamping Jinki.

                “Hyung, aku tidak mengerti dengan wanita yang bernama Krystal itu” Jinki melirik Taemin. Ada luka lebam dibagian ujung bibirnya.

                “Kau berkelahi lagi?”

                “Tidak , ini hanya…. Dia yang mulai duluan hyung!” adu Taemin. “dia membuatku marah” Jinki memutar bola matanya. “Aku tidak pernah mengerti jalan pikiranmu”

                Taemin terdiam. Banyak pertanyaan yang ada dalam pikirannya.

                ‘Siapa itu Krystal? Kenapa dia begitu dingin dan pendiam? Apa Taemin pernah mebuat salah hingga Krystal begitu tidak peduli padanya? Wanita macam apa dia? Bahkan satu hari ini Taemin tidak melihat dia dengan seorang pun dan masih banyak lagi.

                “Wae? Kenapa kau begitu serius?” Tanya Jinki membuyarkan lamunan Taemin. Taemin membenarkan posisi duduknya. Ia menatap Jinki baik baik.

                “Hyung! Katakan padaku seperti apa Kim Taeyeon itu” seketika wajah Jinki memerah.

“Un-untuk apa? apa kau menyukainya?”

“Kau Gila?! tentu tidak! Aku hanya ingin tahu, hyung..” Taemain memelas. Jinki menelan makanannya, dan memastika kalau didalam mulutnya sudah tidak ada makanan sedikitpun. Jinki membenrakan posisi duduknya. Sekarang ia sudah duduk saling berhadapan dengan adik satu satunya Lee Taemin.

“Taeyeon itu… eemm, dia baik, pintar, dan cukup kekanak kanakan, dia pintar menggambar, dan dia juga punya banyak teman disekolahnya, cantik, dia juga sering menyanyi untuk orang orang disekitarnya. Terutama untuk teman baiknya. Dia selalu tersenyum apapun keadaannya dia selalu tersenyum” ucap Jinki membayangkan Taeyeon.

Ya, Kim Taeyeon. Siapa yang tidak kenal dia? Wanita cantik di sekolah kekasih dari Lee Jinki. pintar, pintar menggambar, dan pintar menyanyi. Setiap ada acar disekolah, Taeyeon selalu menyumbangkan suaranya. Bahkan suatu ketika pernah Taeyeon menyanyi bersama dengan Jinki dan itu momen momen Jinki-Taeyeon yangsangat berkesan disekolah mereka.

“Ah Hyung! Kenapa Krystal begitu berbeda dengan Taeyeon noona? Krystal memang cantik. Tapi dia sangat pendiam. Mendengar suaranya pun aku sangat jarang. Apa dia tidak menyukaiku ?”

“Jadi kau benar benar menyukainya?”

“Menurutmu?”

“Jinjja? Taemin, aku kira kau hanya berpura pura”

J J J

“Kai-ah, kau lihat?” Tanya Luhan menggebu gebu. Baekhyun mengekor dibelakangnya. Kai tersenyum kecil pada Luhan.

“Waeyo? Kau tidak menyapaku? Aku baru saja datang dari Jepang” Keluh Kai. Luhan tersenyum kecil. “Keurae. Anyyeong Kai-ah!”

“Anyyeong”

Baekhyun menggeleng kecil. Ia tahu, mereka. Kai-Luhan memang terlihat begitu aneh. Benar?

“Kai-ah, kau tahu? Kemarin aku melihat Kystal” ucap Baekhyun mendahului. Luhan mengerucutkan bibirnya. “Kau melihatnya bersamaku, kenapa aku tidak memakai namaku juga?”

“Ah, keurae, kemarin  aku dan Luhan melihat Kystal” Kai terdiam. Ia merasa dadanya tiba tiba ditembak oleh sebuah peluru.

“Aku rasa dia satu sekolah dengan kita” Ucap Luhan. Kai masih terdiam.

“Apa kau sudah melihatnya?”

“Beberapa hari yang lalu. Aku melihatnya, dia sedang duudk sendiri dihalte bus. Menikmati gerimis. Aku rasa dia tidak berubah” Kai tersenyum kecil mendengar ucapannya sendiri.

“Kau tau Baekhyun, aku rasa Kai tengah flashback” Baekhyun tersenyum kecil.

“Woah, aku rasa kalian tengah berbicara sesuatu yang benar benar serius” semua mata melihat pada Sulli. Sulli tengah berdiri didepan pintu. Ia berjalan kecil mendekati Kai.

“Aku senang kita bisa berkumpul kembali” ucap Sulli. Ia mengalungkan kedua lengannya pada leher Kai.

“Oh sulli-ya. apa kau tahu, tadi aku bertemu dengan Kystal. Dia memakai seragam yang sama dengan kita. apa mungkin dia siswi disini? aku aku tidak pernah melihat disebelumnya. Atau mungkin dia siswi baru, sama seprtimu Kai?” Tanya Baekhyun panjang lebar.

Sulli terdiam. Ia melepaskan tangannya dari leher Kai. Mana itu kembali muncul.

“Ani. Aku tidak pernah melihatnya” Sulli menunduk. nama itu kembali mengingatkannya kemasa lalu. Masa lalu yang bisa dibilang bgeitu menyedihkan.

“Oh, aku haus. Kita ke café depan sekolah kajja”

J J J

Taemin melihat keluar jendela. Gerimis mulai turun. Jemari  Taemin bergerak mengikuti arah air itu jatuh. Sekolah sudah sepi. Mungkin ada beberapa ekstrakulikuler yang sedang berlatih. Seperti music, tari dan sebagainya. Taemin melirik Kystal. Ia masih saja sibuk bergelut dengan buku dan pensilnya. Ia tidak peduli walaupun kelas sudah sepi. Dan ia tidak takut. Ya tuhan! Kenapa ada orang seperti dia?

“Kystal-ah. Oh, bolehkan aku memanggilmu begitu?” Taemin membuka pembicaraan. Ia menarik sebuah kursi lalu duduk didepan Krystal. Krystal mendongakkan kepalanya. tidak ada ekpresi datar. Seperti biasa.

“Mm” jawabnya singkat. Ia kembali mengerjakan soal soal yang ada pada hadapannya. Taemin menggembungkan pipinya. Sebal dengan sikap dingin dari Krystal.

“Krystal-ah, aku tidak mengerti denganmu. Beberapa hari yang lalu kau datang kerumahku lalu memberikanku sebuah hadiah kecil. Lalu kau memintaku untuk datang kesekolah. Ketika aku sudah datang kau tidak melakukan apapun. Wae? Apa aku pernah membuat kesalahan padamu?” Krystal diam. Ia menghentikan aktivitasnya. Kedua matanya menatap tajam kedua mata Taemin.

“Aku…

“Kau hanya perlu mengatakan kalau kau ingin memerikannya untuk Taemin, dan jangan katakana apapun tentangku. Arraseo?”

… memang kau ingin aku bagaimana?”

Taemin tersenyum kecil. Ia semakin memajukan kursi duduknya.

“Kau tahu? kau teman pertamaku disekolah ini” Ucap Taemin riang. Krystal mendengus sebal. Ia menggangunya belajar hanya untuk mengatakan itu ‘Tentu, karena mereka takut. Kau satu satunya murid yang paling berani disini, beani memukul kakak kelas sampai dia harus dirawat dirumah sakit hingga satu bulan’

“Aku sangat senang, sangat senang bisa bertemu denganmu”

“Kau merupakan pria yang paling digilai oleh para wanita juga kan?”

“Oh, mm apa kau cemburu?” Krystal menelan ludahnya kaget.

“Sepertinya senang ya menjadi dirimu, sering dikelilingi oleh banyak wanita”

“Mmm, benarkah?memang menyenangkan”

“…”

“Apa kau cemburu?”

“Tidak, tentu saja tidak”

“Keurae, aku tidak akan menggoda wanita manapun. Kecuali kau”

“Kenapa aku?”

“Karena aku mencintaimu”

“Tidak tentu tidak” jawab Krystal ketus. Taemin menunduk kecewa.

“Oh, aku harap kau mengatakan ‘iya’” Krystal tidak menjawab. “Kenapa kau tidak bertanaya ‘kenapa?’” Krystal mendelik sebal.

“Ah, baiklah, kenapa ?”

“Karena aku menyukaimu”

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “U – Part 1

  1. “Oh, aku harap kau mengatakan ‘iya’” Krystal tidak menjawab. “Kenapa kau tidak bertanaya ‘kenapa?’” Krystal mendelik sebal.

    “Ah, baiklah, kenapa ?”

    “Karena aku menyukaimu”

    Percakapan yang di atas ini sedikit membinggungkan buat saya. Yang bilang “Karena aku menyukaimu itu siapa?”

    TaeMin karakter bad boy atau kadang bad boy. Bingung” (“)
    Next chap (งˆ▽ˆ)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s