U – Part 2

Tittle : U

Autor : Hwang Eun Hee

Main cast : Lee Taemin, Krystal F(x) , Kai Exo, Lee Jinki, Sulli F(x)

Support cast : You can See

Gendre : romance, School Life

Rating : teen

.

.

“Aku sangat senang, sangat senang bisa bertemu denganmu”

“Kau merupakan pria yang paling digilai oleh para wanita juga kan?”

“Oh, mm apa kau cemburu?” Krystal menelan ludahnya kaget.

“Tidak tentu tidak” jawab Krystal ketus. Taemin menunduk kecewa.

“Oh, aku harap kau mengatakan ‘iya’” Krystal tidak menjawab. “Kenapa kau tdiak bertanaya ‘kenapa?’” Krystal mendelik sebal.

“Ah, baiklah, kenapa ?”

“Karena aku menyukaimu”

Krystal melihat kedua mata Taemin dengan tatapan tidak percaya. Baru dua hari dibersekolah dia sudah berani mengucapkan kata kata itu?

“Hentikan omong kosong ini” ucap Krystal dingin. Taemin memanyunkan bibirnya seperti anak kecil. Krystal kembali bergulat dengan buku tugasnya.

“Hah. Krystal-ah, kau tahu, ini bukanlah sebuah omong kosong. Aku benar benar menyukai meu. Kau tahu. sudah banyak wanita yang memberikanku kaod. Tapi kado mu itu yang benar benar special. Aku benar benar menunggu seorang wanita untuk memberikan ku itu. tapi ternyata kau yang memberikannya” Jelas Taemin. Krystal menghela nafas pelan.

“Itu hanya sebuah keberuntungan saja”

“Tapi saat aku mencintaimu , itu bukan merupakan sebuah keberuntungan”

“Aku rasa ini sudah malam. Aku harus pulang”

“Kalau begitu kajja”

J J J

“Aku dengar dua hari ini adikmu sering berangkat ke sekolah” Jinki terkekeh pelan. ia melihat Taeyeon yang tengah menatapnya dengan senyum kecilnya.

“Mmm, ada seorang wanita yang memberikan hadiah banana milk” Taeyeon terkejut. Ia menghentikan langkahnya Jinki.

“Be-benarkah. Aku ragu, sebenarnya ceritakan selengkapnya” Taeyeon mengguncang guncangkan tubuh Jinki. Jinki terkekeh pelan.

Ia melepaskan guncangan tangan Taeyeon. Ia memegang jemari Taeyeon. Membuatnya sedikit jadi lebih hangat. senyum terukir di bibir Jinki dan Taeyeon. Jinki menggenggam tangan Taeyeon.

“Kau ingat? Beberapa minggu lalu aku menceritakan, kalau Taemin bosan dengan kado kado yang diberitakan oleh penggemarnya?” Tanya Jinki. Taeyeon mengangguk mantap. Ia ingat , saat itu adalah saat perayaan satu tahun mereka memadu kasih.

“Nah, Kim Songsaenim mengeluhkan padaku kalau Taemin tidak pernah masuk. Ya ini memang sering terjadi, tapi Kim Songsaenim sepertinya lelah membujuk atau melakukan apapun untuk Taemin. Maka aku memberi tahu kalau Taemin akan melakukan apapun pada wanita yang memberikannya sebuah kado yang berisi Banana Milk. Dan aku rasa Kim Songsaenim menggunakan cara itu. dan wanita yang memberikannya itu Krystal. Itu sebuah kebetulan sekali kan?”

Taeyeon melongo. Ia memang pernah mendengar nama Krystal. Jinki selalu memujinya didepan Taeyeon, sampai sampai Taeyeon hampir memutuskan hubungan mereka karena rasa cemburu.

“Kenapa Kim Songsaenim memilih Krystal. Apa kau yang memintanya?” Taeyeon meregangkan jarak diataranya dan Jinki. Jinki yang melihat reaksi itu. segera memeluk bahu Taeyeon dan merapatkan tubuhnya dengan Taeyeon. Ia sedikit terkejut. Tapi Jinki memang tahu isi hatinya.

“Molla. Aku hanya mengatakan, jika Kim Songsaenim ingin menggunakan saranku. Pilih wanita yang terbaik”

“Ah ya.. aku rasa Krystal yang terbaik” ucap Taeyeon dengan nada cemburu. Jinki melihat Taeyeon yang tengah menggembungkan pipinya.

“Wae? Walaupun Krystal memang yang terbaik, tapi aku rasa dia memang yang terbaik tapi untuk Taemin. Sedang kan yang terbaik untuku adalah kau. Kim Taeyeon”

Taeyeon tersenyum malu malu. Ia mengamit lengan Jinki, memeluknya lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Jinki.

J J J

“Kau, tidak pulang?” Tanya Krystal ragu. Taemin mendongakkan kepalanya. Ia memberikan sebuah senyum yang sangat tulus untuk Krystal.

“Aku akan pulang. Tapi aku akan mengantarmu pulang dulu” Jawab Taemin riang. Ia mengayunkan kedua tangannya ke depan dan kebelakang secara berlebihan, membuat sebuah kontak antara tangan Taemin dan Krystal.

“Ah, ini menyakitkan” Taemin melihat Krystal tengah memasukan tangannya pada roknya.

“Kalau begitu seperti ini saja agar tidak menyakitkan” Taemin meraih tangan Krystal lalu menggenggamnya. Ia menganyunkan tangannya yang menggenggam tanga Krystal kedepan dan kebelakang dengan cepat.

“Ommo, ini dingin sekali!!”

“Kau tidak memakai sarung tangan?”

“Aku meninggalkannya dikamar. aku lupa membawanya”

“Keurae” Dia menggenggam jemari wanita itu denan begitu erat, membiarkan kehangatan pada wanita disampingnya.

“Eotte? Masih dingin?”

“Mmm, tidak, tapi aku rasa jantungku berdegup begitu kencang. dan katika kau menyentuh tanganku, akuseperti diestrum”

“Oh, Jinjja? Kau benar benar jujur”

Cepat cepat Krystal memasukkan tangannya pada saku jaketnya. Ia menelan ludah. Lee Taemin benar benar akan membuatnya gila.

“Oh mian. Aku hanya tidak ingin tanganmu membeku” Taemin tersenyum. Senyum manis seperti biasa.

“Gwenchana. Aku tidak apa apa” Jawab Krystal.

Ia berjalan sambil menundukkan kepalanya. ia tidak mengerti, tapi dari hari kehari, waktu ke waktu ingatan nya dengan pria nya dulu semakin merusak pikirannya. Ia benci ketika sedikit saja masa lalunya kembali terbuka dalam pikirannya.

Krystal mendongakkan kepalanya. ia melihat Taemin tidak melangkahkan kakinya. Ia melihat Taemin tengah menatapbenci pada sesuatu didepannya. Krystal mengikuti arah pandang Taemin.

Tiba tiba, rasanya seperti ada sebuah guncangan pada dirinya. Rasanya seperti ada yang mencengkram hatinya sangat kuat.menusuk jantungnya sampai dalam. Masa lalu nya kembali datang.

Sulli memeluk erat lengan Kai. Mereka berdua. Terlihat begitu amat serasi.

Sama halnya dengan Taemin dan Krystal. Mereka beruda berdiri seperti halnya patung. Tidak bergerak sedikitpun. Wajah mereka sama sama pucat. Seperti hanya nya melihat hantu.

Taemin melihat kea rah Krystal. Matanya merah. Sepertinya sebentar lagi dia akan menangis.

“Kristal-ah, kajja. Eomma mu pasti sudah menunggu. Ne?” Ucap Taemin riang. Riang untuk menutupi suasana hatinya.

Krystal mengangguk lemas. Taemin meraih lengan Krystal lalu diajaknya pergi. Menjauh dari Kai dan Sulli.

Sulli mengerjap matanya beberapa kali. Wajahnya memerah, air matanya mulai turun membasahi pipinya. Kai yang sadar akan sikap Sulli segera mengahapus air matanya.

“Eottoke? Kai-ah, Eottoke?” ucap Sulli terisak. Air matanya semakin membasahi pipinya. Kai mendekati Sulli dan segera memluknya. Membelai lembut rambut Sulli.

“Jangan menangis. Aku mohon jangan menangis”

J J J

“Seharusnya tadi aku menarik kerahnya lalu memukulnya. Seharusnya tadi aku mengahajarnya abis abisan. Menyikut perutnya lalu memukul wajahnya”  ucap Taemin sebal. Berulang kali ia memukul udara hampa didepannya.

Taemin berhenti. Ia membalikkan tubuhnya. Ia melihat Krystal yang berjalan dibelakangnya. Bibirnya gemetarannya. Sesekali ia menggigit bibir bagian bawahnya. Taemin memiringkan kepalanya. Ia berjalan mendekati Krystal.

Berdiri didepannya, dan menghalangi jalannya. Krystal mendonggakkan kepalanya. kedua matanya seperti tengah mencoba membendung air mata.

“Wa-wae?” Tanya Taemin gugup. Bibir Krystal bergetar. Air matanya turun membasahi pipinya.

“krystal-ah, gwenchana?” Taemin mencoba menyentuh pipi Krystal. Menghapus air matanya yang semakin lama semakin deras saja.

Tiba tiba tubuhnya menjadi lemas. Rasanya kedua kakinya tidak mempu lagi menopang tubuhnya . Dan, Brruukkkk

J J J

“Woah, Krysta-ah, apa kau baik baik saja? Kau sudah sembuh? Badanmu panas tadi malam. Apa kau sudah minum obat? Tadi malam aku bertemu orang tuamua, dan kakakmu. Dia cantik yah. Pantas saja kau cantik” ucap Taemin panjang lebar. Ia senang melihat Krystal sekarang. Walaupun wajahnya memang agak pucat.

Krystal mengabaikan Taemin. Ia segera duduk dikursi sebelah Taemin. Ia mengeluarkan sebuah buku dan pensil. Mencoba mengerjakan contoh contoh soal. Seperti biasa.

“Ya ampun, Krystal-ah, sampai kapan kau akan berhenti mengabaikanku?”

“Berhentilah mengangguku. Aku sedang belajar”

“Kalau begitu jika kau tidak belajar. Kau tidak akan mengabaikanku?”

“mmm”

“Arraseo”

Taemin duduk manis. Ia menggunakan tangan kanan nya untuk menopang kepalanya. wajahnya terus berseri seri melihat Krystal. Sebenarnya , tanpa Taemin sadari. Dari ujung mata Krystal ia uga tengah memperhatikan Taemin. Sial! Ini karena ucapannya kemarin.

“Eonni, bolehkan aku bertanya?” Tanya Krystal ragu ragu. Jessica tersenyum. Ia berjalan mendekati ranjang Krystal lalu duduk dipinggirnya. Krystal menundukkan kepalanya. sesekali ia menggigit bibir bagian bawahnya.

“Tentu, wae?” Jessica mencoba tersenyum. Ia membelai lembut rambut adik satu satunya itu.

“Eonni, ada seorang pria mengatakan kalau dia menyukaiku. Dia, dia baru saja mengenalku” kedua mata Jessica membulat dua kali lebih besar.

“Jeongmal? Nugu? Apa dia tampan?” Krystal terdiam. Mencoba membayangkan wajah Taemin didalam pikirannya.

“Mm, hanya saja, kita. ah tidak, dia baru mengenalku dua hari yang lalu”

“Ah! Itu mungkin dia jatuh cinta pada pandangan pertama”

Ponsel Taemin bergetar. Ia meraih ponselnya dari dalam saku celananya.

From : Anonymous

Taemin-sshi. Bisakah kita bertemu di halaman belakang?

Taemin sedikit mengertukan keningnya. Siapa yang dengan segaja mengirimnya pesan singkat untuk bertemu dibelakang sekolah? Jinki Hyung? Atau Taeyeon eonni? Siapa lagi yang ia kenal selain mereka, dan juga Krystal.

“Krystal-ah. Aku akan pergi dulu. Kau tidak boleh kemana mana, arraseo” Taemin berdiri. Ia melihat Krystal mendelik sebal. Tapi entah kenapa, itu membuat hatinya semakin senang.

J J J

Taemin melangkahkan kakinya sedang pelan. Ia berjalan santai menuju halaman belakang sekolah. Jujur, Taemin tidak tahu siapa orang yang tengah mengirimnya pesan singka untuk bertemu ditempat yang cukup sepi disekolah. Mungkin fans nya.

Ah ya. Lee Jinki dan Lee Taemin merupakan idola sekolah. Lee Jinki karena ketampanannya, kemahirannya menyanyi, kekayaannya, juga kebaikan hatinya. Sedangkan Lee Taemin karena ketampanannya, kemahirannya menari, kemampuannya bernyayi, kekayaannya, juga karena kemanlyannya.

Sebenarnya akhir akhirnya posisi Taemin sebagai pria terpopuler dan yang paling dicintai kedua hampir digeser oleh seorang murid baru. Kai.

J J J

Hari hariku semakin buruk semenjak kedatangan Taemin. Lee Taemin. Adik dari seorang Lee Jinki. dia selalu berada didekatku, seolah olah ada sebuah lem perekat yang membuat dia selalu bersamaku. Tapi entah kenapa. Aku tidak pernah menolak ketika dia ada disisiku. Aku merasa seperti ada seorang malaikat pelindungku. Ah tidak, malaikat penggangguku.

J J J

“Anyyeong Taemin-ah, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu . ne?” Taemin mendongakkan kepalanya. Tangannya mengepal kuat. Serasa ia ingin memukul sampai habis orang didepannya.

“Wae? Apa kau tidak suka bertemu lagi denganku?” Tanya pria itu. kai. Ia tersenyum panis pada Taemin.

“Sebernarnya kenapa kau muncul lagi? Kenapa kau tidak menghilang seperti dua tahun lalu?” Tanya Taemin dingin. Tangannya masih mengepal kuat. Ia menatap tajam kai. Seolah olah siap untuk menerkan pria itu.

“Kau tidak suka bertemu lagi denganku? Aku merindukan mu, sahabat terbaikku”

Taemin tersenyum kecut mendengar kata sahabat terbaikku. Ia memalingkan wajahnya, melihat pohon maple yang ada diatas nya sekarang ini.

“Ne, aku benci melihatmu lagi ada didepan wajahmu. Mendengar namamu saja aku sudah muak”

“Kau masih belum bisa memaafkan ku? Taemin-ah, ini sudah dua tahun yang lalu. Dan aku rasa sekarang kau telah menemukan seseorang yang baik untukmu….. Krystal-sshi”

“Jangan berkata seolah kau tau aku. Aku sudah memutuskan hubungan sejak dua tahun lalu. Jadi jangan berlagak kalau kau seolah olah mengenalku”

J J J

 “Kryatal-ah” panggi Taemin dengan riang. Krystal terkaget kaget. Ia mendelik kesal pada Taemin. Taemin berjalan mendekati Krystal. Tepat nya berdiri didepan Krystal.

“Mau kemana? Aku ikut ne?”

“Ketaman belakang”

“Eo-oh, Krystal-ah, kau harus membantuku. Ada beberapa pelajaran yang tidak aku mengerti, bisakah kau membantuku? Jinki hyung pasti akan memarahiku jika nilaiku kecil lagi. Krystal-ah aku mohon ne?”

“Ah kerae” Krystal membalikkan badannya. Ia berjalan menuju perpustakaan. Taemin tersenyum, ia meraih lengan Krystal lalu berjalan disampingnya. Krystal berhenti sebentar. Kedua matanya seolah berkata “apa yang kau lakukan?” . Taemin tersenyum kecil. Ia menarik lengan Krystal dengan lembut mengajaknya ke perpustakaan.

“Ah kerae, akan sangat menyenangkan jika kau dapat memperkenalkan kekasihmu itu padaku” ucap Kai. Ia memasukkan kedua tangannya pada saku celananya. Tanpa Taemin sadari, ia telah mengepalkan tangannya kuat kuat.

“Kau menyukainya?”

“Hanya berkenalan. Kau berjanji akan memperkenalkan seseorang yang kau cintai padaku”

“Tapi aku tidak akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya”

“Aku akan menunggu mu dan kekasihmu disini, semoga kita dapat saling berangkulan. Seperti dulu lagi”

J J J

Krystal terus membolak balikkan buku. Ia menuliskan beberapa jawaban dalam bukunya. Taemin terdiam menatapnya. Kenapa ada orang yang gila dalam belajar seperti Krystal? Apa dia normal?

Bagaimana ini? pertemuanku dan Taemin merupakan bukan sebuah kesengajaan. Hari pertama ketika kami benar benar bertemu, dia tersenyum padaku dan menyapaku. Dan sekarang dia selalu mengikutiku.

“Krystal-ah, wae? Kenapa kau begitu giat belajar?” keluh Taemin. Ia menutup buku Krystal dengan kedua telapak tangannya. Krystal mendelik pada Taemin. Taemin meraih buku krystal. Ia melihat dengan seksama.

“Krystal-ah, jika ini menggunakan cara seperti ini akan salah. Harusnya jawabannya akar dua kuadrat” ucap Taemin meneliti. Krystal terdiam.

Kenapa dia bisa menjawab tanpa perlu berpikir? Bukankah dia jarang sekali berada disekolah. Sekalipun ada disekolah hanya sekali dua kali. Kenapa dia bisa mengerjakannya tanpa berfikir? Apa Jinki sunbae suka mengajarinya? Kalau begitu, apa aku harus belajar juga pada jinki Sunbae?

Taemin melihat kearas Krystal, ia tersenyum hangat. mengembalikkan buku kepada Krystal. “Lain kali kau harus lebih berhati hati” Taemin terkekeh kecil. Krystal terdiam. Ia meraih bukunya. Menuliskan kembali jawaban soal, kali ini dengan lebih berhati hati lagi. Ia tidak ingin jika Taemin kembali membenarkan jawabannya.

“Krystal-ah, kenapa kau terus belajar? Membosankan” dengus Taemin bosan.

“Bukankah tujuan pertama kita kemari untuk belajar”

“Bagaimana jika aku memintamu untuk mencintaiku. Apa kau juga akan memenuhinya?” Krystal terdiam. Ia mendongakkan kepalanya. wajah Taemin dan dirinya begitu dekat. Apa dia tengah mencoba untuk mencium Krystal?

“Belajar atau kita pergi?”

“Ah keurae. Belajar, Kajja!”

J J J

Kai duduk diam sejak 1 jam yang lalu, mencoba menunggu Taemin dan Krystal. Kedua sahabatnya sudah mulai tertidur karena kebosanan.

“Kau sudah lihat, dia tidak datang. Kajja kita pulang, aku lapar” rengek Luhan. Kai terdiam. Ia menghela nafas.

“Kita sudah menunggu satu jam. Ini lebih buruk dari pada melihat mu berkencan berdua bersama Sulli. Kenapa kau tidak pergi bersama Sulli saja? Aku rasa dia akan sangat senang” kali ini Baekhyun yang mendumal.

“Kau tidak lihat, betapa Taemin sudah melupakan kita?”

“Aku tidak menyangkan seseorang sebaik Taemin bisa jadi seperti itu”

“Apa kau menyalahkan aku?” Tanya Kai terlihat kesal. Luhan dan Baekhyun langsung menutup mulut mereka. Keduanya membuka ponsel mereka. Ada sebuah pesan singkat dari Sulli.

“Kai-ah, kajja, Sulli mengajak kita untuk makan” ucap Luhan dan Baekhyun bersamaan.

J J J

“Krystal-ah, ayo makan! Ayo makan! Kita makan ramen! Kajja, aku lapar, Krystal-ah, apa kau tidak lapar. Krystal ayolah” ucap Taemin bertubi tubi. Sejujurnya Krystal tidak ingin menganggap Taemin ada jika sudah seperti ini. tapi dia begitu amat sangat berisik. Pasti ini alasan Jinki sunbae menjadi presiden sekolah, karena ia bosan mendengar ucapan Taemin.

“Krystal-ah, kau tidak kasihan padaku? Cacing diperutku sudah meraung raung kelaparan, ayolah Krystal. Aku tahu kau juga pasti lapar”

“Aniyo, jika kau lapar pergi lah sendiri”

Taemin mengerucutkan bibirnya. Ia mengeluarkan ponselnya. Melihat pesan pesan dari Jinki hyung. Siapa lagi? Hanya ada empat kontak dalam ponselnya. Milik Jinki, eomma, appa, dan bengkel langganannya. Sedangkan yang rajing mengirimnya pesan singkat hanya Jinki. untuk memarahinya karena pulang terlambat, atau untuk pamer kencan nya bersama Taeyeon.

Satu pesan dari Jinki. sebuah foto dirinya dengan Taeyeon yang tengah makan ramyeon. Mereka benar benar serasi.

From     : Jinki Hyung

Taemin-ah, eotte? Kami benar benar serasi bukan? Apa kau lapar? Kemarilah kami menunggumu.

Taemin menggerutu dalam hari. Betapa kasihannya dia , kenapa dia punya seorang kakak yang suka pamer? Segera Taemin mengetikan beberapa kata.

From     : Lee Taemin

Aku tidak lapar. Bahkan jika aku lapar, aku akan memakan mu

J J J

From     : Lee Taemin

Aku tidak lapar. Bahkan jika aku lapar, aku akan memakan mu

Jinki terkekeh, melihat balasan dari Taemin. Taeyeon melihat Jinki. merasa penaran, ia segera meraih ponsel milik Jinki. takut takut kalau ada seorang wanita yang tengah mengiriminya pesan.

“Kenapa kau terus membuat adikmu cemburu?” Tanya Taeyeon. Ia memasukkan ramyeon kedalam mulutnya lalu mengunyah sambil menatap Jinki.

“Benar benar menyenangkan jika bisa menggodanya”

J J J

“Ya tuhan , betapa bahagaianya Jinki Hyung. Dia pergi makan bersama kekasihnya. Kenapa aku tidak bisa?” ucap Taemin sambil menyindir Krystal. Krystal melirik Taemin. Ia menghela nafas, lalu meletakkan pensilnya. Taemin tersenyum puas. Ia merasa kalau sekarang saat nya ia menang.

“Kalau begitu, pergilah dengan seseorang yang kau suka” Krystal kembali meraih pensilnya dan mengerjakan soal selanjutnya.

“Wae? Kau lah orang yang aku suka. Tidak bisa kah aku pergi bersamamu?” Taemin menundukkan kepalanya. ia mengerucutkan bibirnya.

Kenapa ada orang seperti Taemin? Kenapa dia begitu keras kepala? Apa dia selalu dimanja oleh Jinki sunbae hingga dia menjadi begitu manja? Anak mama!

“Ah keurae. Kita makan. Ramyeon? Setelah itu kita pulang. Dan juga jangan pernah menggangguku belajar lagi. Arraseo”

Taemin tersenyum senang. Segera berdiri dari tempat duduknya dan segera menarik lengannya.

“Aku akan membawa mu kesuatu tempat”

“Kemana?”

“Kau mau kemana?”

“Ya! bukankah kau yangmengajakku kesuatu tempat?”

“Ah keurae, pegang tanganku, aku akan menarikmu ke tempat yang indah”

J J J

Krystal terdiam. Ia mendongakkan kepalanya. sebelumnya, ia memang pernah datang kesini, tapi tak pernah lebih dari sekedar melihat gerbangnya saja. Taemin melihat kearah Krystal lalu tersenyum kecil.

“Ada barangku yang tertinggal. Bisa kau bantu aku mencarinya?” ucap Taemin seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Krystal.

Krystal terdiam. Ia menundukkan kepalanya. Taemin meraih tangan Krystal lalu menariknya menuju dalam rumahnya.

Taemin menarik ke Krystal kedalam sebuah kamar. Kamar ini begitu luas, dan sangat rapih. Tidak pantas jika kamar ini dikatakan kamar milik lelaki.

“Bantu aku mencari sebuah kartu, agak panjang, ada nama Healty Ramyeon. Jika memakai itu, kita bisa mendapat diskon 50 %”

Krystal mengangguk. Taemin dan Krystal mulai mencari disetiap penjuru kamarnya. Yang sekarang Krystal tahu, Taemin , walaupun dia kaya, tapi dia tetap ingin sesuatu dengan diskon.

Krystal mencari kesetiap sudut ruangan, tidak nyaman rasanya jika berlama lama dikamar seorang pria, dan hanya ada Krystal dan Taemin saja. Jika ada yang melihatnya, maka mereka akan berfikir kalau Krystal dan Taemin telah melakukan sesuatu. Itu gila!

Krystal membuka sebuah laci. Ada beberapa map berwarna merah disana. Krystal terus membuka. Ada sebuah foto dengan bingkai berwarna coklat disana.

Sebuah foto, ada nama dibawahnya, Taemin, Kai, Luhan, Baekhyun. Mereka sedang berangkulan. Mereka terlihat bersahabat. Tapi kenapa samapai sekarang Krystal belum pernah melihat Taemin seakrab begitu dengan orang orang lainnya? Kenapa mereka memakai seragam yang sama dengan nya sewaktu junior high school? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kai tidak pernah menceritakan Taemin?

 

TBC…..

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “U – Part 2

  1. Masih ada beberapa typho author.
    TaeMin benar” terlihat seperti pangeran kecil, dibandingkan image bad boy.
    Ditunggu kelanjutan FFnya author
    Fighting (งˆ▽ˆ)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s