Who is??? – Part 1

Who is??? Part 1

cover

Author: Lee Min cha

Length : sequel

Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.

Genre: romance, family, friendship

Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Prolog:

Aku bukanlah tipe seorang yeoja yang menyukai namja imut, manis dan penuh kelucuan. Aku lebih suka namja yang lebih mature dari pada aku, lebih pengertian dan bisa mengayomiku, tapi pada kenyataanya aku memiliki seorang namja chinggu yang seumuran denganku dan sedikit kekakanak-kanakkan, hmmm mungkin lebih manis jika kubilang dia periang. Dia suka sekali tertawa dan tersenyum, dia bilang dua hal tersebut akan selalu mendatangkan kebahagiaan pada siapapun. Dia bilang, jika ia tertawa dan tersenyum bersamaku rasanya jauh lebih indah. Aku suka saat dia bilang seperti itu, aku juga suka saat dia bilang apapun meski hal itu terkadang tidak masuk akal.

Pertemuan kami berawal  saat aku dan dia bertemu di kelas yang sama di tahun kedua highschool kami. Sebenarnya aku sudah mengenalnya sejak awal masuk karena kami berada di angkatan yang sama, hanya sekedar mengenal nama dan tak lebih.

Story begin

Hyejin pov

dia datang terlambat di hari pertama kami sekolah, saat ia memasuki ruangan kelas, semua orang terdiam. Aku masih bisa melihat wajahnya yang memerah terkena panasnya summer dikala itu, dan nafasnya yang terengah-engah karena berlari.

Chanyeol: kau juga di kelas ini?

Kai: ne, wae?

Chanyeol: bukankah seharusnya tahun ini kau sudah duduk di bangku kelas tahun akhir?

kai sebenarnya adalah siswa yang sangat pintar, setahuku ia ditawari kelas axelerasi karena kepintarannya tersebut dan semua orang mengetahui hal itu.

Kai tidak menjawab pertanyaan temannya itu dengan segera, ia malah melangkah masuk dan duduk di sebelah namja yang baru saja bertanya padanya.

Kai: aku tidak ingin melawan kodratku, aku ingin menjalani semuanya dengan seharusnya.

Chanyeol: hei semua!  kupastikan tidak ada diantara kalian yang akan menduduki peringkat pertama di kelas ini.

Kai: YA! jangan begitu, aku biasa-biasa saja.

Chanyeol: terserah kau saja.

Aku tidak tertarik pada pembicaraan dua namja yang duduk di sisi seberang dari tempatku berada. Jarak kami cukup dekat, hanya sebuah ruang untuk dilewati seseorang yang memisahkan bangku milikku dan chingguku sunghwa dengan milik namja bernama kai dan chanyeol itu. Aku terlalu sibuk memperhatikan jadwal kami yang terasa begitu padat di fikiranku. Kelas di mulai pukul 07:30 setelah itu istirahat pukul 11:00 dan dilanjutkan pukul 11: 40 kemudian baru akan berakhir pukul 15:30.

Aku meniup poni yang menutupi dahiku dengan kesal, bagaimana tidak, Pulang jam 15:30 berarti aku harus melewatkan tayangan drama kesayanganku lebih dari setengah jam, belum lagi perjalanan pulang yang memakan waktu hampir 15 menit.

Hyejin: kenapa kita harus pulang sesore ini? apa para guru itu tidak merasa bosan bertemu dengan wajah murid-murid ini selama berjam-jam?

Sunghwa: aigo baby… kau ini. Apa kau masih ingin menjadi murid kelas satu ha?

Hyejin: itu jauh lebih baik dari pada aku harus ketinggalan satu episode drama kesayangkanku.

Plak…

Hyejin memukul kepalaku dengan novel yang sedari tadi ia geluti.

Hyejin: appo…

Sunghwa: ya! kau bilang ingin cepat dewasa, kalau kau seperti itu kau malah terlihat ingin terus menjadi anak-anak.

Aku mendesis kesal pada sunghwa, tapi apa yang ia katakan tidak salah, aku memang ingin cepat mengakhiri masa highschool yang membosankan ini.

Chanyeol: YA! choi hyejin, bukankah kau adik dari minho hyung?

Hyejin: wae? kau mengenal oppaku yang menyebalkan itu?

Chanyeol: tentu, dia kekasih noonaku, bagaimana bisa aku tidak mengenalnya.

Hyejin: MWO? jadi oppa sudah punya pacar?

Chanyeol : kau tidak tahu? Mereka sudah berpacaran hampir sebulan.

Hyejin: aigo… kejam sekali tidak cerita padaku, awas saja,  nanti akan kuhabiskan jatah makan malamnya.

Sunghwa: jangan lakukan itu.

Hyejin: wae?

Sunghwa: pipimu akan melebar saat kau bangun dipagi hari baby.

Hyejin: berhenti memanggilku seperti itu! aku bukan yeoja chingumu.

Sunghwa: kau memang bukan yeoja chinguku tapi kau namja chinguku J

Hyejin: terserah kau saja…

Chanyeol: kalian berpacaran?

Kai: aku dengar hal seperti itu sering terjadi sekarang.

Hyejin: YA! keriting! Luruskan dulu rambutmu! Jangan bicara seenaknya!

Chanyeol: bersikap manislah padaku, biar bagaimanapun kemungkinan kita menjadi besan sangatlah besar.

Hyejin : kalian membuatku pusing!

aku berdiri beranjak meninggalkan kelas, meninggalkan orang-orang yang mulai membuat otakku bergeser.

Sunghwa: baby odiega? Sebentar lagi pelajaran dimulai!

Hyejin: berhenti memanggilku seperti itu!!!!!!!!!!!!!!

Aku berjalan malas menuju halaman samping sekolah yang ditumbuhi berbagai pohon rindang. Aku duduk di bawah pohon terindang di sana, angin yang membelai wajahku terasa begitu sejuk .

“oemma, berhentilah memaksaku! Aku sudah bilang aku tidak suka pesta seperti itu, membosankan.”

“………”

“sudahlah oemma aku harus masuk ke kelas”

“dasar oemma, seenaknya saja!”

Aku mendengar seseorang, sepertinya sedang berbicara di telfon. Kemudian aku melihat seorang namja berjalan dihadapanku, namun kemudian ia berhenti setelah menyadari keberadaanku. Aku hanya menatapnya heran, tapi kemudian dia duduk di sebelahku.

Hyejin: sebaiknya kau masuk jika kau masih ingin menduduki peringkat pertama…

Aku tersenyum mengejek sambil meminum cola faforitku.

Kai: aku sedang kesal, aku rasa aku akan membolos jam pertama. Kau sendiri?

Hyejin: apa urusanmu tahu alasanku?

Kai: aishhh… kau ini, tadi kau sendiri yang bertanya kenapa aku tidak masuk, sekarang kau malah berbicara seperti itu padaku.

Hyejin: aku tidak pernah bertanya, kau sendiri yang katakan alasanmu padaku.

Kemudian kulihat ia menggaruk kepalanya seolah berfikir lalu ia tersenyum.

Kai: kau benar…

lalu ia mengambil colaku dan meminumnya.

Hyejin; YA!

Kai: aku haus. Gumawo…

Ia mengembalikan kaleng kosong padaku.

Hyejin: menyebalkan sekali!

Aku kesal karena sikap sembrononya membuat moodku yang sudah mulai stabil kembali kacau. Aku berdiri berjalan melewati lapangan basket  kemudian masuk ke perpustakaan . aku memilih tempat yang paling sudut kemudian tidur. Jika biasanya kau melihat semua orang ke perpustakaan untuk membaca, maka aku ke sana untuk tidur.

Kai pov

Oemma ada-ada saja, seenaknya menyuruhku mengikuti pesta para ahjumma teman-temannya yang genit itu.

Aku menutup ponselku dengan kesal kemudian berniat kembali ke kelas. Namun pandanganku teralih oleh seorang yeoja yang duduk dengan santainya di bawah sebuah pohon sambil meminum sebotol cola. Ia tidak perduli padaku bahkan tidak berniat menyapa sedikitpun padahal aku yakin dia tahu kami sekelas. Aku duduk di sebelahnya, ternyata duduk di sini sangat menyenangkan,

Hyejin: sebaiknya kau masuk jika kau masih ingin menduduki peringkat pertama

Kai: aku sedang kesal, aku rasa aku akan membolos jam pertama. Kau sendiri?

Hyejin: apa urusanmu tahu alasanku?

Kai: aishhh… kau ini, tadi kau sendiri yang bertanya kenapa aku tidak masuk, sekarang kau malah berbicara seperti itu padaku.

Hyejin: aku tidak pernah bertanya, kau sendiri yang katakan alasanmu padaku.

Kemudian aku menggaruk kepalaku berfikir lalu tersenyum menyadari kebodohanku

Kai: kau benar…

Kuambil colanya yang sedari tadi sibuk ia tegak karena sebenarnya aku sangat haus dan juga agar suasana kami lebih akrab.

Kemudian kulihat wajah kesalnya saat kukembalikan kaleng cola itu, masih ada sisa sedikit, Tapi ia malah pergi meninggalkanku. Apa dia marah karena aku menghabiskan colanya?

Aku berlari ke cafeteria sekolah mencari cola yang sama dan berlari  mengejarnya. Kulihat ia sudah sampai di lantai dua dan menuju perpustakaan. Walaupun terlihat pemalas, ternyata ia juga rajin membaca.

Aku mengikutinya memasuki perpustakaan, saat di dalam aku tidak melihatnya duduk diantara para siswa yang sibuk dengan buku mereka masing-masing. Kemudian kulihat di sudut perpustakaan seorang yeoja sedang tidur.

“Ternyata ia memang pemalas”

Aku duduk di sebelahnya berniat membangunkannya dan memberikan cola ini, tapi kemudian kuurungkan niatku karena dia pasti akan marah padaku. akhirnya aku mencari sebuah komik untukku baca, saat  ini membaca buku yang terlalu berat sangat membosankan jadi kuputuskan memilih komik yang kebetulan tersusun rapi di rak yang berada tepat di belakangku.

Aku telah selesai membaca beberapa komik, tapi yeoja ini masih saja tidur. Aku mulai merasa bosan dan pundakku sakit karena membaca terlalu serius, kemudian  kuletakkan kepalaku di atas meja, menumpu dengan salah satu lenganku dan memiringkan kepalaku menghadap ke yeoja yang juga dengan posisi seperti yang aku lakukan. aku bisa menatap wajahnya dengan jarak yang cukup dekat. Matanya tertutup dan wajahnya terlihat begitu pure, berbeda sekali saat tadi dia marah-marah padaku. kuperhatikan tiap lekuk wajahnya, kusibakkan rambut panjangnya yang menutupi sebagian wajahnya.

“manis, tidak bisakah semanis ini saat berbicara?”

Kupandangi lagi wajahnya, menelaah setiap lekuk wajahnya yang panjang dan tirus, dahinya, matanya, hidungnya, dan bibirnya. Hmm… seperti apa rasanya? Seperti apa rasanya berciuman?chanyeol pernah cerita padaku ia pernah melihat noonanya berciuman dengan minho hyung didepan pintu rumah, chayeol bilang “melihat saja sudah membuat jantungku berdebar”, apa lagi jika merasakannya?

Molla, aku tidak tahu, aku ingin ciuman pertamaku dengan yeoja yang aku cintai. Tapi imaginasi dan fantasiku mulai melayang saat aku semakin memandangi bibirnya, ottokhae?

Aku menarik nafas dalam mencoba menjernihkan fikiranku, kuminum cola yang sedari tadi tergeletak di atas meja.

Hyejin: apa yang kau lakukan di sini?

Kai: uhuk uhuk….

Hyejin: kau tidak tahu peraturan? Dilarang membawa makanan ke dalam perpustakaan.

Kai: uhuk uhuk…

Hyejin: ssttttttttt kau bisa membuat kita terkena masalah.

Kai: uhuk uhuk…

Aku masih saja terbatuk karena tersedat air cola yang bersoda membuatku semakin kesulitan. Kemudian kurasakan sebuah tangan memukul lembut punggungku.

Hyejin: aigo.. kau ini….

Tak lama kemudian cara itu berhasil membuat tersedatku hilang meskipun masih sedikit terasa sakit di tenggorokanku. lalu kulihat ia mengeluarkan tissue dari saku roknya.

Hyejin: igo.. mulutmu berlepotan soda…

Aku meraih tissue itu kemudian membersihkan wajahku yang memang berlepotan dan terasa sedikit lengket.

Hyejin: apa yang kau lakukan di sini?

Kai: aku ingin mengembalikan colamu…

Kuambil kaleng cola tadi,  aigoo aku sudah meminumnya ottokhae???  T.T

Hyejin : tidak perlu, terima kasih.

Ia berjalan keluar dari perpustakaan sementara aku masih sibuk merutuki diriku atas kebodohanku sendiri.

Aku mengikutinya dan kami sampai di caffetaria sekolah,  sebentar lagi jam istirahat.  Ia duduk di salah satu bangku café yang menghadap ke lapangan sekolah yang luas.

Kai: kau mau makan?

Hyejin: follower….

Kai: ne?

Hyejin: kenapa kau mengikutiku ha?

Kai: aku tidak mengikutimu, aku lapar. Kau mau makan? Aku akan pesankan untukmu.

Hyejin: aishhh… makan saja sendiri.

Kai: ya sudah…

Aku kemudian melihat ia cukup tergiur dengan makanan yang aku pesan dan sudah terhidang di hadapanku.  Aku bersiap makan tapi kemudian

Hyejin: apa kau sudah mencuci tanganmu?

Kai: ne?

Hyejin: sana cuci tangan dulu!

Aku berdiri hendak mencuci tanganku tapi kemudian aku teringat akan dia…

Kai: kau tidak cuci tangan?

Hyejin : aku punya ini…

Ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan yang bahkan tidak kutahu itu apa. Kemudian aku duduk di sebelahnya.

Kai: apa ini?

Kuambil benda itu membuka dan mencium aromanya.

Hyejin: benda itu bisa membuat tangan bersih bahkan lebih bersih dari pada hanya mencucui tangan dengan air.

Kai: bagaimana cara menggunakannya?

Kulihat ia menuangkan sedikit cairan itu ke telapak tangaku dan telapak tangannya. Kulihat ia mulai sibuk menggosok tangannya dengan cairan itu sementara aku hanya melongo tak mengerti.

Hyejin: kenapa diam saja?

Kai: ne??

Hyejin: aishhh…

Kemudian ia menarik tanganku mendekatkan tangan yang kanan dan kiri kemudian saling menggosokkanya. Kurasakan tangannya yang lembut menyentuh tangan dan jemariku, membersihkan tanganku dengan lihai, sedangkan mataku sibuk memperhatikan wajah seriusnya yang terlihat sangat manis. Tapi tak lama kemudian ia menyadari aku yang sedari tadi terus memperhatikannya.

Hyejin: sudah kerjakan saja sendiri…

Ia mendorong tanganku kesal, aigoo yeoja ini.

Hyejin: kenapa kau tersenyum?

Kai: anyio… kau manis sekali.

Ia terdiam mendengarkan pujianku dan kulihat semburat merah di kedua pipinya.

Sunghwa: YA! HYEJIN!

Hyejin pov

Kai: anyio… kau manis sekali.

Aku terkejut mendengarkan pernyataanya barusan yang sukses membuat pipiku merona.

Sunghwa: YA! HYEJIN!

Kudengar suara sunghwa yang cempreng menyadarkanku. Aku bahkan tidak mendengarkan suara bel yang telah berbunyi sedari tadi, apa aku terlalu focus dengan namja ini? ah tidak tidak aku tidak mungkin menyukainya.

Sunghwa: kau kejam sekali meninggalkanku sendiria di kelas. Untung saja ada chanyeol jika tidak aku pasti akan melewati jam pelajaran dengan penderitaan menanggung sepi.

Hyejin: -_- bisa tidak bicaranya biasa saja?

Kai: yasudah kalian pacaran saja sekalian biar kau tidak kesepian. Benarkan?

Kulihat wajah sunghwa yang memerah, aku yakin ia juga menyukai chanyeol, lihatlah namja itu, benar-benar tipe idamamnnya. Tinggi, lucu dan tampan. Kulihat chanyeol juga demikian, sekarang wajah putihnya sudah berubah seperti tomat matang yang sudah sangat ranum. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak tersenyum melihat ekspresi keduanya.

Kai pov

Kai: yasudah kalian pacaran saja sekalian biar kau tidak kesepian. Benarkan?

Aku beralih menatap hyejin agar ia mengiyakan persepsiku, saat aku menatapnya kulihat ia sedang tersenyum, aku hanya terdiam melihatnya, terpesona mungkin…

Chanyeol: YA! KIM JONG IN!

Kai: ne?

Aku linglung saat ia juga menatapku tepat ketika chanyeol menyebut namaku.

Hyejin: sudahlah aku lapar, kau tahu? Aku sudah hampir mati menahan lapar sedari tadi.

Kai: kalau kau lapar kenapa tidak pesan makanan sama denganku sejak tadi?

Hyejin: aku tidak akan membiarkan sunghwa makan sendirian, tadi aku fikir ia akan makan sendirian. Tapi ternyata dia bersama chanyeol.

Kai: lalu kau tega membiarkan aku makan sendirian?

Hyejin: kau bahkan belum menyentuh makananmu.

Sekali lagi aku membuat diriku terlihat bodoh, aigo…. kai ada apa denganmu hari ini?

Hyejin pov

Saat aku masih sibuk dengan makananku seseorang tiba-tiba saja merebut sendokku dan memakan makananku.

Hyejin: YA!!! OPPA!

Minho: aigo kau tidak perlu teriak juga kan? Aku hanya minta satu sendok saja. Kenapa kau sangan pelit ha?

Hyejin:  tapi kau menganggetkanku oppa…

Onew: siapa mereka ini?

Hyejin: mereka chingguku

Key: wah kau mirip sekali dengan namdongsaengnya onew hyung.

Kai: aku?

Onew:  kau mirip sekali, apa mungkin kalian saudara kembar?

Hyejin: aigo onew oppa…. kau ini, bukankah kau pernah bilang adikmu itu kelahiran 93? Orang aneh ini kelahiran 94, sama denganku.

Kemudian ketiga namja itu bergabung bersama kami duduk melingkari meja yang sama. Hmm biar aku jelaskan, oppaku itu sudah kuliah begitupun onew dan key oppa. Di sekolahku ini  junior high school, senior high school, dan universitas berada di tempat yang sama, karena itulah sekolah kami sangat besar.

Hyejin: oppa, kau berhutang cerita padaku.

Minho: apa?

Hyejin: jangan berpura-pura oppa, aku sudah dengar dari chanyeol.

Minho: ah iya, mianhae aegi oppa lupa memberitahumu…

Kemudian minho oppa mencubit kedua pipiku.

Hyejin: OPPAAAA! Berhenti memanggilku seperti itu! aku bukan anak kecil lagi!

minho: aigo… kau sudah besar ya rupanya. Apa kau sudah punya namja chingu?

Minho oppa setengah berbisik di telingaku, tapi aku yakin semua orang mendengarkannya. Aku menarik nafas kemudian meniup poniku.

Hyejin: aku ingin sekali punya namja chingu, tapi aku ingin punya namja chingu yang dewasa.

Key: kalau begitu denganku saja, oppa akan menjagamu dengan baik…

Kemudian key oppa duduk di sebelahku dan mengusap kepalaku, namun kemudian tangan minho oppa menariknya.

Minho: Jangan macam-macam kim kibum! Kau selesaikan dulu urusanmu dengan yeoja chingumu itu!

Key: dasar choi minho.

Minho: YA! choi hyejin! namja chingu dewasa itu tidak cocok denganmu. Kau tahu? Namja dewasa itu sangat berbahaya untukmu…

Hyejin: wae?

Onew: kalau kau berpacaran dengan namja yang sudah 19 atau 20 kupastikan kau akan mendapatkan ciuman bonus setiap hari dan kau akan kesulitan memperhatankan……………….

Minho: kau tidak perlu terlalu frontal lee jinki.

Hyejin: mwo?

Aku melipat kedua tangaku di dada

Minho: sudahlah kalau kau mau pacaran cari saja yang seumuran denganmu. Hhhmmmm… dia saja…

Kemudian minho oppa dengan seenaknya menunjuk kai yang berada di sebelahku.

Hyejin: DIA?

minho: kalau chanyeol tidak bisa karena dia adalah adik yeoja chinguku. Tidak lucu jika kau pacaran dengannya.

Minho: YA! kim jong in! apa kau mau menjadi namja chingu adikku?

Hyejin: YA!!! OPPA!!!!!!!

********

Hyejin: kenapa kau terus mengikutiku? Follower! Bukankah rumahmu seharusnya di gang depan?

Kai: aku ingin mengantarmu pulang.

Hyejin: aku tidak butuh bantuanmu. Aku bisa pulang sendiri!

Kemudian kai berdiri di depanku.

Kai: aku sudah memutuskan.

Hyejin: apa?

Kai: aku akan jadi namja chingumu!

Hyejin: MWO?

Kai: hari ini kita resmi berpacaran…

Hyejin: bagaimana bisa kau seenaknya begitu, aku belum bilang aku mau atau tidak.

Kai: bukankah tadi oppamu sudah memintaku menjadi namjachingumu? Kalau begitu aku menerimanya.

Hyejin: kau ini isshhh…. Apa kau sudah gila? Kita bahkan baru bertemu hari ini.

Kai: kita sudah bertemu satu tahun yang lalu di hari ospek, apa kau lupa? Saat itu kita sama-sama terlambat. Lagi pula hari ini kita sudah menghabiskan waktu bersama, kita date dan makan bersama. Apa lagi? mulai hari ini aku namja chingumu dan kau yeoja chinguku. Sudah sana masuk! aku pulang dulu. Ah.. aku akan memanggilmu genie mulai hari ini, itu panggilan kesayanganku untumu. Arra?

Aku hanya terdiam antara tidak terima, bingung dan entahlah aku tidak tahu yang sebenarnya terjadi dan yang akan terjadi.

*************

Hyejin pov

Aku berguling gusar di kasurku mencoba merangkai semua ketidakmasukakalan ini. yang benar saja, aku sudah mempunyai namja chingu? Kai? Kai yang sangat menyebalkan itu?

Tak lama kemudian kurasakan seseorang tidur di kasurku.

Minho: ada apa denganmu aegi?

Kulihat minho oppa duduk di ranjangku menyandar pada dashboard dan mengambil pspku yang tergeletak di meja disisi ranjangku.

Aku bergeser tidur dipaha minho oppa sementara ia masih sibuk dengan pspnya.

Hyejin: oppa, kau masih ingat apa yang telah kau lakukan padaku? apa kau tahu? kau sudah mengacaukan semuanya.

Kulihat minho oppa mulai tertarik dengan pembicaraanku, ia meletakkan pspnya dan beralih menatapku.

Minho: aku?

Ia menunjuk dirinya sendiri tepat didepan hidung mancungnya yang selalu terlihat pas dengan wajah tampannya, Aigo seandainya dia bukan oppaku aku akan berusaha mati-matian menjadi yeojachingunya.

Hyejin: kau ingat saat kau minta kai menjadi namja chinguku?

Minho: ne, wae?

Hyejin: hari ini kami resmi jadian

Minho: MWO?

Mata minho oppa membulat sempurna membuat mata bellow itu terlihat sedikit mengerikan.

Hyejin: aku juga tidak mengerti tapi yang jelas aku sudah menjadi yeoja chingunya sekarang. ottokhae oppa?

Minho: bukankah kau suka namja mature sepertiku?

Hyejin: ishhh… mature apanya? Oppa kau sangat childish, kau tidak menyadarinya?

Minho: enak saja, semua yeoja bilang aku sangat mature dan mempesona.

Hyejin: -_- oppa kita sedang membicarakan masalahku bukan masalahmu.

Minho: yasudah…

Hyejin: ne?

Kemudian minho oppa mulai membelai rambutku, aku suka saat dia melakukan hal itu. oemma dan appa sangat sibuk, tidak pernah punya waktu untuk kami, makanya minho oppa sangat memanjakanku dan menyayangiku, dia memperlakukan aku dengan sangat baik meskipun terkadang ia sangat menyebalkan.

Minho: siapapun yang menjadi namjachingumu, baik mature atau tidak itu tidak masalah. Selama dia bisa menyayangimu dan menjagamu dengan baik itu sudah lebih dari cukup.

Hyejin: tapi oppa, aku tidak tahu bagaimana caranya pacaran

Minho; jalani saja, nanti kau akan paham sendiri. Tapi….

Hyejin: tapi apa?

Minho: jangan sampai kau kelewat batas, kau masih terlalu muda dan belum stabil.

Hyejin: aku tahu oppa, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

Minho: huh… kalau kau punya pacar aku pasti kesepian.

Hyejin: cih… kau kan juga punya yeoja chingu.

Minho: Hehe benar juga… aigo…. Aegiku sudah besar sekarang.

Hyejin: oppa, apakan oemma dan appa sudah pulang?

Minho: sudah, mereka terlalu lelah, jadi tadi langsung ke kamar.

Hyejin: sudahlah oppa, aku bukan anak TK yang bisa kau bohongi dengan hal semacam itu. apa mereka tidak menyayangi kita?

Minho: tentu saja mereka sangat menyayangi kita, jika tidak kita pasti sudah dibuang sejak dulu.

Hyejin: kau benar juga.

Minho; aegi…

Hyejin: hmm….

Minho: apa kau bahagia?

Hyejin: waeo oppa?

Minho: anyia….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Who is??? – Part 1

  1. wuiiih! seru nih kayaknya. mangap baru mampir, #maaf maksdunya.
    tulisan kamu belum banyak yang berubah, ya? ceritanya aneh. ada juga, ya jadian model begituan. ahahaha, saya mah nggak ngerti masalah begituan. di tunggu part selanjutnya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s