DI MANA AYAMKU…???!!!

DI MANA AYAMKU…???!!!

dma2

 

Title       :    DI MANA AYAMKU…???!!!

Author  :    Starlit

Genres  :    Comedy, Friendship

Rating   :    PG 13

Length  :    Oneshoot

Main Cast:

– Lee Jin-Ki a.k.a Onew (SHINee)

Support Casts:

– Kim Jong-Hyun (SHINee)

– Kim Ki-Bum a.k.a Key (SHINee)

– Choi Min-Ho (SHINee)

– Lee Tae-Min (SHINee)

– Lee Hyuk-Jae a.k.a Eun-Hyuk (Super Junior)

Other Casts (numpang lewat sebagai nama doang):

– Park Jung-Soo a.k.a Lee-Teuk (Super Junior)

– Kim Jong-Woon a.k.a Yesung (Super Junior)

– Kim Ryeo-Wook (Super Junior)

 

Disclaimer: I’m just the owner of story and plots in this fanfiction. SHINee and Super Junior belongs to themselves.

A/N: This fanfiction just for fun. All about story, scenes, and dialogue are only fiction. Not for plagiarist because life would be better with mutual respect. Oke?

Summary:

Onew, Leader sebuah boyband Korea kenamaan SHINee ini mempunyai seekor ayam peliharaan yang sangat ia sayangi. Namanya Juki. Namun suatu hari Onew tidak menemukan si Juki di manapun. Keruan saja keributan Onew mencari keberadaan Juki menarik perhatian Jong-Hyun, Key, Min-Ho, dan Tae-Min.

Kehebohan seperti apa yang akan terjadi di dorm SHINee? Lalu bagaimana member SHINee lainnya menghadapi sang Leader yang malah mencurigai mereka?

http://prettystarlit.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

 DI MANA AYAMKU…???!!! 

“WAAAAAAAAA!!!”

Jeritan panjang melengking(?) baru saja menggemparkan suasana dorm yang dihuni lima orang member sebuah boyband papan atas Korea Selatan. Dipastikan dalam kurun waktu kurang dari lima detik, orang-orang di dekatnya akan langsung budek mendadak. Pasalnya kegemparan pagi itu tidak lebih disebabkan oleh sang Leader paling ganteng dari seganteng-gantengnya orang yang mengaku dirinya ganteng.

Hyung, ada apaan sih teriak-teriak nggak jelas gitu? Lihat nih, wortel yang mau aku potong lurus malah jadi menyerong, kan?” semprot Key sambil menodong-nodongkan wortel berukuran gemuk ke hadapan Onew.

“Iya nih, Hyung. Gara-gara kamu, aku juga hampir mati tersedak sikat gigiku sendiri,” timpal Jong-Hyun yang turut menirukan gaya Key. Namun bedanya yang ia todong-todongkan adalah sikat gigi yang masih ada bekas-bekas busa pasta giginya.

YAK, Jong-Hyun Hyung, selesain dulu nyikat gigimu!” Key memelototi Jong-Hyun.

Jong-Hyun langsung menurut sebelum wortel yang dipegang Key keburu melayang ke kepalanya.

“Tahu tuh Onew Hyung dari tadi ngeganggu acaraku aja nonton SpongeBob.” Kali ini si Maknae Tae-Min mengeluarkan protesnya.

YAK! Kalian ini bukannya membantu, tapi malah nyalahin aku? Huwaaaa…!!” Onew mewek.

Key mendekati Onew yang sudah ngesot-ngesot(?) di lantai. “Emangnya kamu punya masalah apa sih, Hyung?” tanyanya mencoba bijak.

“Hiks… hiks… Juki… hiks… Juki… JUKI NGGAK ADA!!”

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Juki diterima dan diberikan tempat termulia di sisi-Nya,” doa Key.

“Amin.” Tae-Min menangkupkan kedua telapak tangannya ke muka, meng-amin-kan doa tulus Key.

PLETAK!

PLETAK!

YAK! Yang bilang Juki udah meninggal siapa, hah?!”  seru Onew dongkol.

“Hlah, terus maksudnya nggak ada itu apa, Hyung?” tanya Tae-Min sambil mengelus-ngelus gundukan fenomenal di jidatnya, hasil jitakan terbaik karya Onew.

“Maksudnya si Juki tuh hilang. Aku udah cari ke mana-mana, tapi nggak ketemu.”

Tiba-tiba cowok bertubuh jangkung muncul beserta guling yang digotongnya. Onew, Key, dan Tae-Min nyaris terlonjak melihat cowok yang tak lain adalah Min-Ho itu justru terlihat seperti panda Cina kesasar. Pasti semalam begadang bola lagi nih anak.

“Hoam, ada apaan sih ribut-ribut? Ganggu orang tidur aja,” gumam Min-Ho sembari mengucek-ngucek matanya.

“Si Juki, ayamnya Onew Hyung hilang,” sahut Tae-Min.

“Oh…” Min-Ho kembali bergumam tak peduli. Ia lebih peduli melanjutkan pelayarannya ke alam mimpi.

Key geleng-geleng kepala ketika Min-Ho sudah dilihatnya nemplok di atas sofa sambil memeluk guling bersarung baby pink dengan motif polkadots. Tunggu! Guling apa? Baby pinkPolkadots? Bukankah itu… “YAKYAK, CHOI MIN-HO!! ITU KAN GULINGKU?!” pekiknya dan segera menyeret paksa benda empuk itu dari kepala Min-Ho. Hidungnya mengendus-endus sarung guling, memastikan tidak ada semacam aroma ‘beracun’ yang mencemari kecantikan gulingnya. Tetapi sayangnya aroma beracun yang ia takutkan itu terdeteksi oleh indera penciumannya. Hoeks! Key langsung pingin muntah.

“Akh, Key, pinjam bentar napa!”

“Pinjam! Pinjam! Kamu kan udah punya sendiri, ngapain masih pakai punya orang?”

“Punyaku udah basah.”

“Dan kamu juga mau ngebasahin gulingku, hah?! Enak aja. Rasakan ini.”

BAGH!!

BIGH!!

BUGH!!

Tanpa ampun dan secara membabi buta, Key memukuli tubuh Min-Ho bersenjatakan gulingnya.

“Key, hentikan! Aku nggak bisa napas nih.” Min-Ho lalu kabur ke atas genteng.

“Woy, jangan kabur lo manusia bermata gede!” teriak Key mengejar Min-Ho.

Sementara kedua orang itu masih sibuk berperang(?), Tae-Min teringat dengan breaking news yang tadi sempat nyelingin acara utama di layar kaca. “Oh ya, Onew Hyung, kata berita yang tadi aku tonton di TV, akhir-akhir ini kasus kemalingan ayam lagi marak-maraknya terjadi loh. Kali aja si Juki kena maling.”

Mwo?!” seru Onew membelalak.

Saat itu Jong-Hyun baru keluar dari kamar mandi. Ia telah cukup mencuri dengar permasalahan yang terjadi selagi menggosok gigi. “Bener tuh. Di kalangan sejumlah kasus kriminalitas, kasus maling ayam emang yang lagi mencuat ke permukaan,” celutuknya. “Aku denger tetangganya NoonaNoona SNSD yang tukang siomay keliling itu ayamnya juga habis kena maling kemarin.”

JjinjaHyung? Kasihan sekali.” Tae-Min turut berduka.

“Ah, aku nggak percaya kalau ayamku dimaling orang,” sela Onew.

“Kenapa Hyung bisa seyakin itu?”

“Karena aku selalu berpesan ke Juki supaya jangan bukain pintu sama orang yang nggak dikenal.”

Gubrak! Jong-Hyun dan Taemin nyungsep ke lantai.

“Yaelah, Hyung, yang namanya dimaling pasti pintunya dibobol dari luar lah. Kalau nunggu yang punya rumah bukain pintunya dulu itu namanya bertamu,” jelas Jong-Hyun.

Onew mengibaskan tangannya. “Ah, pokoknya aku tetep nggak percaya. Si Juki itu pinternya sebelas-dua belas sama aku. Dia nggak segampang itu mau dibawa lari orang. Justru aku jadi curiga sama kalian. Jangan-jangan salah satu dari kalian lagi yang ngumpetin Juki.”

Mwo?! Atas dasar apa tiba-tiba kamu nuduh kami, Hyung?”

Mendengar Jong-Hyun menyebut kata ‘nuduh’, Key yang baru turun dari genteng bersama Min-Ho jadi penasaran dengan situasi yang terjadi. “Nuduh apa?”

“Itu tuh. Masa’ Onew Hyung nuduh kita ngumpetin ayamnya,” sungut Tae-Min.

“Apa buktinya? Jangan seenaknya nuduh dong, Hyung, kalau nggak ada bukti,” seloroh Min-Ho.

“Aku emang nggak punya bukti. Tapi aku yakin banget kalian yang ada di sini punya motif kuat buat ngeleyapin Juki.”

“Oh, ya? Emangnya apa motif kami?”

“Pertama kamu Jong-Hyun. Kamu pasti masih sebel kan sama Juki karena senar gitarmu yang dirusakin Juki kemarin? Terus kamu Tae-Min. Akhir-akhir ini aku kan sering main sama Juki. Makanya kamu iri sama ayamku itu karena kamu merasa aku nomorduakan. Min-Ho, di dorm ini kamu termasuk orang yang nggak suka dengan keberadaan Juki. Udah sering banget kamu ngeluhin tidurmu yang keganggu karena Juki suka berkokok pagi-pagi. Dan terakhir kamu Key. Aku tahu dari kemarin-kemarin kamu pingin banget makan semur ayam. Tapi karena harga ayam lagi mencekik leher, makanya kamu ngincer Juki. Nggak harus Juki juga dong, Key. Aku aja yang maniak ayam, nggak sampai hati tuh ngorbanin sesuatu yang lain, apalagi kalau itu peliharaanku sendiri.”

“Pedes banget kata-katamu, Hyung,” balas Key sarkastis.

“Emang kata-kata bisa dicicipin, ya? Bisa ngalahin pedesnya tumis kangkung yang dimasak Key Umma kemarin ya, Hyung?”

“Aissh, Tae-Min sayang, itu cuma kiasan.”

Tae-Min hanya ber-oh ria sambil manggut-manggut. Berlagak paham, namun sebenarnya tengah membatin, “Kiasan itu apa, ya? Udah diajarin belum sih di sekolah?”

Author: Aduh-duh-duh, Tae-Minie! Emangnya apa aja yang kamu kerjain di sekolah? Kamu nggak dengerin guru, ya? (Ngomelin Tae-Min ala ummaumma nyidang anaknya yang nakal) *gantian dilabrak Taemints rame-rame #DUAK.

Tae-Min: Di sekolah aku dengerin guru kok, Noona. Mungkin emang pelajaran di sekolah aja yang belum nyampai ke kiasan.

Author: Ya sudahlah, kita bicarakan ini nanti. Sekarang Noona mau nyelesain dulu cerita Hyung-mu itu (baca: Onew).

 

Back to the story:

Hyung, pokoknya kami nggak terima Hyung nuduh kami kayak gitu. Sekarang terserah dirimu saja lah mau percaya atau nggak. Yang jelas aku udah nggak mau ngurusin masalah ayamnya Hyung itu. Mending aku pergi mancing sama Lee-Teuk Hyung dan Ye-Sung Hyung.”

“Aku juga mau nerusin resep masakan baruku.”

“Aku mau tidur.”

YAK, kalian semua mana boleh nggak peduli gitu aja! Gimana dengan ayamku? YAAAAK!!” teriak Onew. Namun orang-orang yang dipanggilnya sudah mulai berpencar ke aktivitas masing-masing. Jong-Hyun sudah kemas dengan peralatan memancingnya, bersiap pergi dengan dua member Super Junior ke pemancingan. Key kembali ke alam kesayangannya, tempat di mana ia biasa menuangkan ide dan kreasinya mengolah bahan-bahan makanan. Min-Ho meneruskan misi pelayarannya ke alam mimpi. Kalau begitu, tinggal ada satu-satunya orang yang masih bisa diharapkan Onew. Dan orang itu adalah… “Tae-Min…”

Kriiik… kriiik… kriiik…

Oh-oh, Onew tidak mendapati Tae-Min di ruang tengah itu. Onew jadi geram. Dongsaengdeul-nya tidak ada yang membantu sama sekali. “Oh, jadi gitu, ya? Oke, aku juga bisa kok cari Juki sendiri. Huh!”

Sementara itu di toilet. Tae-Min membrojolkan sesuatu yang memang perlu dibrojolkan(?).

“Ugh-ugh! Kebelet! Kebelet!… Aaah, leganyaaaaa. Untung aja aku cepet-cepet pergi ke toilet.”

•••

 

Jam makan siang pun tiba. Para member SHINee sudah berkumpul di ruang makan. Eh, para member SHINee? Kok cuma ada empat orang doang? Member SHINee kan harusnya ada lima. Kalau belum genap lima, jangan dulu disebut SHINee.

“Ke mana Onew Hyung?” tanya Key begitu melihat kursi di depannya masih kosong.

Ketiga lainnya serentak menoleh kursi yang biasanya diduduki Leader mereka yang terkenal sangtae. Sejenak kemudian, serentak pula mereka hanya mengangkat bahu.

Key menghela napas. “Tae-Minie, kamu panggil Onew Hyung sono. Barangkali aja dia masih ada di kamarnya.”

NeHyung,” patuh Tae-Min.

Satu menit… dua menit… lima menit mereka menunggu sampai Tae-Min kembali ke ruang makan dengan membawa kabar buruk.

Hyungdeuuuul…!!”

“Apa? Ada apa, Tae-Min? Hlah, mana Onew Hyung?”

“Justru itu, Hyung. Onew Hyung… Onew Hyung nggak ada di kamarnya!”

“APA?!” Tiga orang yang duduk di depan meja makan itu kompakan berdiri dengan raut wajah shock berat.

“Terus ke mana dia?” tanya Jong-Hyun, mengharapkan jawaban dari siapa saja, termasuk Author.

Author: Itu tugas kalian cari tahu sendiri. Kalau nggak, buat apa aku jadiin kalian tokoh di FF garapanku?

Jong-Hyun: Noona nggak asyik, ah. Besok-besok aku nggak mau loh jadi tokoh di FF Noona lagi *ngancam.

Author: Hei, ayolah, kita harus profesional.

Jong-Hyun: Baiklah-baiklah. Aku nggak akan tanya jawaban Noona. Aku balik lagi deh ke cerita ini. Dagh!

Author: Ya, terima kasih atas kerjasamanya… ^^

“Setelah kejadian pagi tadi, aku nggak ngelihat Onew Hyung lagi.” Min-Ho menyahut.

“Jangan-jangan Onew Hyung udah pergi dari tadi pagi,” gumam Key mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu.

“Onew Hyung pasti lagi nyari Juki,” terka Tae-Min.

“Aku jadi kasihan sama Onew Hyung cari Juki sendirian.”

“Ya sih.”

“Tapi setelah apa yang dituduhin Onew Hyung pada kita tadi, sebenernya aku masih kesal.”

“Ya sih.”

“Hoi, Tae-Min! Kau ini ngedukung Min-Ho atau Key sih?!” seru Jong-Hyun.

Tae-Min berdeham sejenak. “Sejujurnya seperti kata Key Hyung, aku juga masih rada kesel sama tuduhan Onew Hyung. Tapi aku juga kasihan kalau Onew Hyung berusaha sendirian tanpa kita bantuin. Gimana-gimana Onew Hyung tetap keluarga kita. Kita satu dalam naungan nama SHINee. Jadi udah sewajarnya kita membantu satu sama lain yang kesusahan. Barangkali aja yang tadi pagi itu Onew Hyung cuma lagi kalap. Dia terlalu frustrasi karena bingung mau cari Juki ke mana. Makanya di luar kendalinya, Onew Hyung menuduh kita yang nggak-nggak. Coba aja kita bercermin pada diri sendiri. Terkadang tanpa sadar kita bisa menyakiti hati orang lain saat hati dipenuhi emosi dan kebingungan.”

Jong-Hyun, Key, dan Min-Ho mendengarkan, memperhatikan, mencermati, dan mencerna pemaparan Maknae mereka dengan mulut terbuka, mata tak berkedip, serta penuh kekaguman dan rasa haru.

Jong-Hyun menepuk pundak Tae-Min dengan perasaan bangga ala moment Guru Gai dan Rock Lee. “Kamu benar, Tae-Min. Tak kusangka kamu bisa sebijak ini. Ayo, kita tumpas keegoisan kita dan kita bantu Onew Hyung.” Jong-Hyun mengepalkan tangannya di depan dada, matanya berbinar-binar menatap ke masa depan. Dan… DBYURR!! Latar belakang deburan ombak mengiringi Tae-Min yang berlinangan air mata *apadeh ini? #PLAK ~adegan lebay, abaikan.

“Baiklah, udah diputusin kita akan membantu Onew Hyung.” Key mengulurkan tangan kanannya ke depan, disusul tangan Min-Ho, Jong-Hyun, dan terakhir Tae-Min.

“YO! YO! YO!”

•••

Sudah sampai siang begini, tetapi Onew belum juga menemukan Juki. Padahal seluruh kompleks sudah ditelusurinya. Ke mana lagi ia harus mencari ayam kesayangannya itu? Ia ingat keinginannya memelihara Juki dulu selalu menuai protes dari ayahnya. Ayam itu dulunya adalah ayam terlantar. Mungkin dibuang oleh pemilik sebelumnya. Sampai kemudian ketika Onew demam tinggi karena memikirkan ayam itu, barulah ayahnya mengizinkannya memelihara ayam yang sampai sekarang diberi nama Juki, kependekan dari Juliet-nya Jin-Ki.

Onew menyeka keringatnya dengan punggung tangan ketika terdengar seseorang memanggilnya.

“Onew–ah!”

Rupanya Eun-Hyuk yang memanggil. Onew menghampirinya. Ia baru sadar sudah berjalan sampai ke dorm-nya Super Junior.

“Kebetulan sekali kamu udah ke sini. Baguslah, jadi kamu bisa cepet-cepet mengambilnya, kan?”

“Mengambil apa, Hyung?”

“Aish, jangan bilang kamu mau nitipin ayammu itu lebih lama lagi di tempatku.”

“Ayamku?” gumam Onew heran sambil kepalanya dimiringkan ke sisi kanan. “Maksud Hyung si Juki?”

“Siapa lagi? Emang kamu punya ayam yang lain? Tahu nggak? Juki-mu itu tarung terus sama ayamnya Wookie. Hari ini aja aku dapet banyak omelan Wookie karena ayam yang kamu titipin ke aku itu. Sebaiknya kamu ambil sekarang aja deh daripada nantinya malah dimasak Wookie.”

Kini Onew jadi semakin bingung. Kenapa ayamnya bisa sampai ada di tempat Eun-Hyuk, di dorm Super Junior? Onew mengingat lebih keras dan mengurutkan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya sampai ia bisa menitipkan ayamnya kepada Eun-Hyuk. Beberapa saat ia mengingat-ingat dan… Oh, ia ingat sekarang. Kemarin-kemarin SHINee kan sedang pergi berlibur untuk acara ‘SHINee Wonderful Day’. Karena Ahjumma yang tinggal di sebelah dorm sedang nengokin kambingnya yang baru lahiran, Onew tidak bisa menitipkan ayamnya pada Ahjumma itu selama empat hari liburan mereka. Pilihan lainnya, ia jadi berinisiatif menitipkan Juki pada Eun-Hyuk. Ya, ya, jelas sudah semuanya. Onew lupa kalau ayamnya itu ia titipkan.

Kedua tangan Onew meraih tangan Eun-Hyuk dan matanya berkaca-kaca bahagia atas segala rasa syukurnya yang mendalam. “GomawoHyung, kamu udah ngingetin aku. Gomawo juga karena kamu udah menjaga harta bendaku yang paling berharga.” Lalu pelukan teristimewa itupun dipersembahkan Onew untuk orang yang menurutnya telah berjasa besar itu.

“??????” Eun-Hyuk cuma bengong dipeluk-peluk Onew.

•••

Segala sesuatunya telah dipersiapkan Jong-Hyun, Key, Min-Ho, dan Tae-Min untuk melancarkan ‘misi’ mereka mencari Juki. Jika mereka dapat menemukan Juki, ini akan menjadi kejutan untuk Onew. Otak mereka sudah dibayangi beragam pujian yang akan diterima dari Leader Onew.

“Hmm, ayamnya Onew Hyung cukup eksotis juga,” gumam Jong-Hyun seraya memperhatikan foto Juki yang baru saja dibagikan Min-Ho.

Min-Ho memang ditugaskan mencari foto Juki di kamar Onew. Setelah dapat, ia memperbanyak foto itu lalu membagikannya satu-satu kepada Jong-Hyun, Key, Tae-Min, dan tak lupa untuk dirinya sendiri. Foto itu akan mereka gunakan untuk mempermudah pencarian Juki saat bertanya kepada orang-orang sekitar yang mungkin saja pernah melihat Juki.

Hyung, aku harap kamu nggak jatuh cinta sama ayam,” celutuk Key sewot.

“Kenapa? Kamu cemburu, ya?” goda Jong-Hyun. Senyum jahil terpasang sempurna di bibirnya.

Key berjengit. “Aku? Cemburu? Kamu melayang terlalu tinggi, Hyung. Rendahin dikit supaya kalau kamu jatuh nanti sakitnya enggak sakit-sakit banget.”

Omo? Jong-Hyun Hyung jatuh cinta sama ayam? Kalau gitu aku juga boleh dong jatuh cinta sama sapi. Sapi kan penghasil susu. Aku suka susu,” timpal Tae-Min riang, seriang anak kecil yang habis dibelikan balon sama mamanya.

YAK, TAE-MINIE!! Jangan ikut-ikutan Jong-Hyun Hyung!” bentak Key. Taemin langsung susut seperti balon dikempesin.

Jong-Hyun menaikkan sebelah alisnya. “Lalu apa yang mesti kamu takutin, Key?”

“Aku cuma nggak mau pengeluaran belanjaku membengkak karena harus nambah jatah pembelian ayam. Cukup Onew Hyung yang buat aku eneg karena harus dimasakin ayam pagi, siang, dan malam.”

“Jatah uang belanja kamu kan dikasih Onew Hyung.”

“Onew Hyung ngasihnya pas-pasan.”

“Woy, ini kita jadi cari ayamnya Onew Hyung nggak sih?!” sela Min-Ho menengahi.

Jong-Hyun berdeham, lalu memasang tampang tegas dan serius selayaknya seorang komandan upacara bendera memasuki lapangan. “Tentu aja jadi. Oke, kembali ke tujuan kita. Kayak yang kita udah bahas tadi, kita berpencar ke rute masing-masing supaya pencarian Juki lebih cepat. Di titik ini kita akan mulai start-nya. Siapa aja yang udah nemuin Juki, kabarin yang lain. Semuanya udah paham?”

Ne!”

“Tim Pencarian Juki…”

AJAAJAHWAITING!!”

•••

“Tentu aja jadi. Oke, kembali ke tujuan kita. Kayak yang kita udah bahas tadi, kita berpencar ke rute masing-masing supaya pencarian Juki lebih cepat. Di titik ini kita akan mulai start-nya. Siapa aja yang udah nemuin Juki, kabarin yang lain. Semuanya udah paham?”

Di balik dinding pagar itu, Onew dapat mendengar percakapan keempat dongsaengdeul-nya. Betapa Onew tidak terharu sampai ingin menangis jika para dongsaeng-nya ternyata memikirkan kesulitannya sampai sejauh itu. Onew ingin sekali berlari lalu memeluk mereka semuanya. Namun mendadak ia teringat dengan tuduhan bodoh yang ia tujukan kepada mereka pagi tadi. Ia malu bertemu mereka. Apa yang harus ia lakukan sementara Juki pun sudah ia temukan?

•••

Menemukan Juki ternyata tidak semudah yang mereka perkirakan. Di jalanan sih banyak ayam berkeliaran, namun tak ada yang punya ciri-ciri sama dengan Juki. Orang-orang yang mereka tanyai di jalanan juga tidak satupun yang tahu atau merasa pernah melihat Juki.

Jong-Hyun, Key, Min-Ho, dan Tae-Min mengempaskan tubuh di atas sofa. Berjalan ke sana-kemari membuat kaki mereka pegal-pegal.

“Owh, kalian udah balik. Ya ampun, wajah kalian kok pada kusut gitu? Ini, aku buatin lemonade iced tea buat kalian. Ayo-ayo, diminum!”

Jong-Hyun, Key, dan Min-Ho mengerutkan kening, memandang heran pada Onew yang sudah menyajikan satu-persatu minuman dingin itu di atas meja depan sofa. Sebaliknya, Tae-Min dengan sangat senang hati mengambil segelas minuman itu tanpa curiga.

“Wah, Hyung tahu aja kalau kami lagi haus.”

Min-Ho memicingkan matanya. “Hyung, ada apa tiba-tiba kamu berbuat baik kayak gini?”

“Aish, kamu ini, Min-Ho. Apa biasanya aku selalu berbuat jahat? Mm, aku… aku… sebenernya aku mau minta maaf sama kalian atas ucapanku pagi tadi yang udah seenaknya nuduh kalian.”

“Oh, soal itu ya, Hyung. Udahlah, kami juga udah lupain. Kami tahu kok kalau tadi Hyung cuma lagi terbawa emosi. Santai aja, Hyung,” balas Jong-Hyun.

NeHyung. Terus kalau soal Juki, Hyung nggak perlu khawatir. Kami pasti bantu kok cari Juki,” sambung Min-Ho.

Onew terpojok dalam situasi yang sulit menemukan kata-katanya. Keringat dinginnya bercucuran di sepanjang pelipisnya yang berdenyut-denyut.

Flashback

Kala itu, ketika Onew selesai menguping percakapan keempat dongsaeng-nya, ia kembali lagi ke dorm Super Junior untuk menemui Eun-Hyuk.

Mwoya?! Baru sepuluh menit lalu kamu ambil ayammu itu sekarang kamu mau nitipin dia lagi?”

MianhaeHyung. Tapi situasinya sekarang sedang nggak memungkinkan aku bawa pulang Juki. Jong-Hyun, Key, Min-Ho, dan Tae-Min tahunya ayamku itu hilang. Malah mereka sedang nyariin ayamku.”

“Bukannya malah lebih baik kalau kamu bawa pulang aja ayammu terus kamu jelasin ke mereka.”

“Itu dia, Hyung. Aku takut mereka nggak gampang nerima penjelasanku. Salah-salah Juki juga kena amukan mereka. Soalnya tadi pagi aku sempet curigain mereka yang sengaja ngumpetin Juki. Makanya sebelum situasinya bener-bener reda, aku nitip lagi Juki di sini, ya? Sebentaaar aja. Ya? Ya?”

“Hmm, arraseo.”

Flashback end

Hyung, kamu baik-baik aja? Nggak usah terharu, Hyung. Kami ngelakuin ini ikhlas kok.” Key membuyarkan lamunan Onew.

Onew menelan ludahnya susah payah. Lidahnya kelu nggak ketulungan. “Mm, itu… Juki… itu… aku udah…”

“Kami tahu Hyung sayang banget sama Juki. Kita semua juga sayang Juki. Kalau Juki hilang, kami juga ikutan sedih,” potong Tae-Min, padahal untuk Onew mengucapkan kalimat barusan sudah diperlukan tenaga yang segede gajah.

Kepala Onew menggeleng kuat-kuat. Arrgh, kenapa susah banget berbicara lancar! “Juki… ah, eh, anu… sebenernya… aku udah ne…”

“Nggak apa-apa, Hyung. Kita kan satu keluarga. Yang satu susah, yang lainnya harus membantu. Begitu, kan?” Kali ini giliran Key yang menginterupsi.

Onew sudah hampir membakar rambutnya. “N-ne, itu benar. Ta-tapi… aku udah nemu…”

“Ah iya, ini kan udah waktunya makan malam. Aku mau nyiapin makanan dulu, ya?” Lagi-lagi Key memotong pembicaraan.

Tiba-tiba pintu dorm terbuka dari luar. Seseorang masuk tanpa izin, tanpa permisi, dan langsung menerjang Onew. Seorang namja yang terbilang cute itu tak lain dan tak bukan adalah Eun-Hyuk.

YAK!! ONEW–AH!! Aku udah nggak tahan lagi sama ayammu. Bukan aja cuma ayammu, tapi Wookie juga bisa nyembelih aku sekalian kalau aku masih ngebiarin ayammu itu di dorm Suju. Nih, aku kembaliin aja ayammu. Permisi.”

Eun-Hyuk pun pulang ke tempat asalnya. Sepersekian detik, Jong-Hyun, Key, Min-Ho, dan Tae-Min masih dibuat cengo. Lalu begitu mereka dapat mencerna apa yang sudah terjadi, segera ditusukkannya tatapan tajam yang lebih tajam dari tusuk sate kepada satu-satunya orang yang seharusnya dapat dimintai keterangan di sana itu.

Hyung, apa maksud semua ini?”

“Juki ada di dorm Suju?”

“Jadi Juki nggak bener-bener hilang?”

Hyung ngebohongin kami?”

Onew meringis kaku. Mundur-mundur teratur, justru membuat posisinya terjepit oleh dinding yang ada di belakangnya sementara Jong-Key-2Min terus mendesak ke arahnya. “Aku kan udah mau ngejelasin itu dari tadi. Tapi kalian selalu memotongku.”

“Terus?”

“Ju-Juki… Juki emang sempet aku titipin sama Eun-Hyuk Hyung kemarin. Tapi aku lupa nitipin dia di sana. Jadi ya… ya… aku pikir si Juki hilang.”

“Terus?”

“Terus? Terus apa?” Onew merapatkan kepalanya ke dinding saat wajah-wajah menuntut pertanggung jawaban itu tercondong lurus-lurus di depan wajahnya.

“Terus Hyung nggak bermaksud lupa juga kan dengan kesalahan Hyung?”

A-aniyo, aku sadar kok kesalahanku sama kalian. MianhaeJeongmal-jeongmal mianhae.”

“Maaf aja nggak cukup, Hyung.”

“Hah?! Maksud kalian…?”

•••

Hyung, aku minta tambah, ya?”

“Ikan bakarnya pesen lagi dong.”

“Eh-eh, rica-rica ayam juga. Kurang nih.”

“Nanti aku pesen yang dibungkus juga, ah.”

Hiks… hiks… Onew tengah meratapi isi dompetnya yang terkuras untuk membayar tagihan makanan yang bertumpuk di atas meja itu. Setidaknya ia melakukan ini bukan lebih sebagai permintaan maafnya telah menuduh sembarangan, melainkan untuk menebus Juki yang kini dijadikan sandera. Onew harus mengeluarkan berlembar-lembar Won-nya di restoran kelas elite demi mentraktir Jong-Key-2Min agar mau membebaskan Juki.

HUWAAA… EOMMAAAAA, AKU TEKOOOOR…!!!

THE END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “DI MANA AYAMKU…???!!!

  1. Kisah Onew dan Chicken, selalu membawa tawa. TaeMin dan Jong seperti Guru Gay dan Rock Lee. ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​
    Dompet JinKi tidak dapat terselamatkan

  2. hai Starlit..
    perasaanku bener atau nggak aku gak yakin juga, kayaknya pernah baca ff ini..

    bayanganku Shinee disini penampilan mereka masih yang diawal ngeluarin album, masih imut dan ngegemesin..😛

    ff yang menghibur sekali..🙂

  3. Sumpah ngakak trus..
    Kisah onew ma ayamnya emg slalu gila..hahaha..
    Kasian bgt th onew ru gjian lgsg ludes ja, makanya jgn cpet pikun y bang, juki dtitpn msak g ingat? Dasar yong-gam, hehehe..

  4. sang Leader paling ganteng dari seganteng-gantengnya orang yang mengaku dirinya ganteng
    Hahahahaha….ngakak…
    Itu ayam namanya JUKi…wakakakak…

    Sukses bikin ngakak…hahahaha

  5. ada satu bagian di ff ini yang buat aku pengen ngakak tapi nggak bisa karena lihat tempat. tapi aku lupa tuh yang mana #sehati sama onew.
    ringan tapi nggak ngebosenin kok. suka.

  6. =))…=))…αKαKαKα…=))…=))
    Bibirku capek senyum2 sendiri baca ni ff
    Konyol banget sumpah
    Kasihan uri jinkii
    Ditindas sama donsaengdulnya
    ƗƗαƗƗαƗƗαƗƗαƗƗαƗƗα

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s